Help us to keep our home
Catatan Asep Haryono

Jika sahabat blogger melihat banner yang ada dalam blog ini nyaris gonta ganti.  Bagi yang rajin menyimak banner blog simplyasep ini tidak kurang sudah 2 (Dua) kali berganti header atau banner.  Pertama adalah Banner Road To Sydney 2014.  Dan yang kedua adalah Road To Kuala Lumpur 2014.  Mengapa kedua kota tersebut dalam header atau banner tentu punya alasan yang subyektif saja.  Pertama hanyalah cita cita atau keinginan yang Insya Allah akan terkabul di masa yang akan datang.  Semoga kami sekeluarga bisa mengunjungi kedua kota tersebut. Amin Ya Robbal Alamin

Nah sekarang adalah header atau banner Road To Salatiga 7-9 Maret 2014.  Apakah ini masib sebatas harapan dan doa semoga terkabul di masa yang akan datang sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam header/banner di blog ini?.  Hanya Allah SWT saja Yang Maha Mengetahuinya.  Manusia hanya merencanakannya saja. Seberapa matang rencana apa pun marilah kita pulangkan semuanya kepada Allah SWT.   

Insya Allah dalam waktu itu saya berada di Kota Salatiga untuk menghadiri LLD atau kepanjangan dari Leader Leadership Day mewakili Akademi Berbagi (Akber) Pontianak    Sebenarnya yang diundang untuk hadir mewakili Akber Pontianak adalah bang Iwan Setiawan  namun beliau meminta saya untuk menggantikan beliau  untuk hadir di gelara LLD tersebut.  Melalui kesempatan yang berharga ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada "Kepala Sekolah" nya Akber Pontianak Bang Iwan Setiawan ini.  Oh ya LLD itu Kegiatan apakah itu?

Saat kelas Akademi Berbagi Pontianak dengan pembicara Raja Uduk   Foto Asep Haryono
RAJA UDUK : Mas Rizal Kurniadi saat memberikan pencerahannya dalam Kelas Akber Pontianak dengan tema berbisnis bagi anak muda Pontianak di Lantai 5 Graha Pena Pontianak Post.  Foto Asep Haryono

Menurut informasi dari situs resminya Akademi Berbagi , kegiatan ini semacam training atau pembekalan para Relawan Akademi Berbagi (Akberian) dari seluruh Indonesia.  Menurut rencana kegiatan LLD  yang Ke II pada tahun ini akan diselenggarakan di Kota Salatiga (Jawa Tengah). LLD atau Leader Leadership Day yang ke II ini merupakan kelanjutan darii kegiatan LLD yang pertama pada bulan Maret 2012 yang lalu di kota Bogor.  Akademi Berbagi (Akber) Pontianak ini juga termasuk masih fresh alias masih baru, dan sejauh ini baru menyelenggarakan Kelas ke 7 (tujuh),


Tujuan utamanya adalah memberikan bekal dan training kepada para "Akberian" (sebutan bagi para Relawan Akademi Berbagi-red) untuk bisa mengatasi masalah dan pemecahannya untuk berbagi ilmu dan pencerahan kepada masyarakat di masing masing propinsi yang diwakilinya. Setiap daerah mempunyai masalah dan permasalahan yang berbeda beda. Para Akberian ini dituntut untuk mampu menjadi pemimpin di daerah yang siap mengemban amanat mencerdaskan dan memberikan ilmu dan pencerahan sesuai dengan bidangnya masing masing tanpa pamrih atau imbalan apa pun juga.

Pengalaman saya sendiri sebagai Volunteer (Relawan) selama 5 (lima) Tahun dalam Kangguru Indonesia dirasa masih kurang dan ingin segera meningkatkan kemampuan (skill), wawasan dan juga rasa komitmen dan konsistensi yang sepertinya sudah mendarah daging dalam setiap Relawan Akademi Berbagi ini.  Secara kebetulan kapasitas saya dalam Akademi Berbagi (Akber) Pontianak ini selain mengfungsikan diri sebagai Relawan (Akberian), saya juga mengelola Blog Sederhana Akademi Berbagi Pontianak yang masih dalam tahap pengerjaan (Under Construction) dengan alamat di http://akberpontianak.blogspot.com

Saya rasa saya masih harus belajar dari para Akberian senior dari seluruh Indonesia di ajang pertemuan LLD II di Salatiga tanggal 7-9 Maret 2014 yang akan datang nanti di Salatiga.  Selama ini komunikasi antar Akberian seluruh Indonesia terbatas hanya melalui Sosial Media (Twitter , Facebook, Email dan Skype) saja.  Mudah mudahan dengan saling bertemu langsung dan berinteraksi antara sesama relawan (Akberian) seluruh Indonesia kita semuanya akan saling menguatkan dan memberikan support dan semangat menjaga konsistensi dan komitmen setiap relawan Akademi Berbagi di seluruh wilayah Indonesia. (Asep Haryono)..
Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

"Propinsi Kalimantan Barat adalah provinsi yang memang tidak banyak tersedia Sumber Alamnya, namun Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya manusia yang banyak. Oleh karena itulah para orang tua, dan kita semua bertanggung jawab untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia Usia Dini ini untuk siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang"  kata Sutarmidji, SH., M.Hum. Walikota Pontianak.

Beliau memberikan kata sambutannya pada pembukaan secara resmi "Gebyar PAUD" yang dilaksanakan tadi pagi sekitar jam 07.00 WIB sampai sekitar pukul 09.00 WIB.  Tempatnya sendiri berlokasi di Halaman Makorem Pontianak.   Secara kebetulan anak saya termasuk salah satu yang diminta untuk mewakili KB TK Islam Al Azhar untuk memeriahkan acara Gebyar PAUD tersebut. 

Dari tim KB TK Islam Al Azhar sendiri mengirimkan beberapa anak yang terdiri dari beberapa kelas baik dari TK A maupun B (Anak saya di kelompkok TK B-red), didampingi dengan Ibu Kepala KB TK Islam Al Azhar Bu Eka, dan juga didampingi dengan beberapa guru kelas senuor dari KB TK Islam Al Azhar lainnya.
Catatan Asep Haryono

Sebagai salah satu pelanggan setia maskapai penerbangan terbaik Indonesia, Garuda Indonesia, dengan nomor GFF (Garuda Frequent Flyer) 726 259 624 sejak tahun 2005 sampai sekarang saya selalu berusaha untuk tetap setia terbang bersama Garuda Indonesia. 

Sudah tidak terhitung lagi berbagai kenyamanan, kemewahan, keamanan, ketepatan waktu dan berbagai fasilitas istimewa lainnya yang saya rasakan selama terbang bersama Garuda Indonesia. Terbang bersama Garuda Indonesia sangat menyenangkan dan rasanya ingin terbang lagi bersama Garuda Indonesia.

Bertemu artis diva Indonesia, Kris Dayanti , juga saya alami saat terbang bersama Garuda Indonesia yang sudah pernah saya ceritakan dalam tulisan saya beberapa waktu yang lalu

Bukan tidak mungkin memang, tapi kemungkinan untuk sering bertemu atau sepesawat dengan artis terkenal, public figure atau tokoh penting Indonesia lainnya lebih terbuka peluangnya jika terbang bersama Garuda Indonesia.   Nah secara kebetulan Garuda Indonesia Travel Fair hadir di Pontianak tanggal 31 Mei s/d  2 Juni 2013 di Ahmad Yani Mega Mall Pontianak.  Kesempatan berharga ini tentu saja tidak saya lewatkan begitu saja
Perubahan Khilafah Memang Masih PanjangCatatan Asep Haryono

Saya mendapat undangan dari Mas Condro, yang sudah saya cukup kenal beberapa tahun yang lalu saat beliau masih aktif di Dompet Ummat Kalimantan Barat.  Undangan apakah gerangan?  Undangan Mas Condro menikah? Wow tidak.

Ternyata undangan dalam bentuk tiket masuk untuk menghadiri Muktamar Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Barat yang Alhamdulillah sudah saya hadiri pada hari ahad (Minggu, 26 Mei 2013) bertempat di Auditorium Politkenik Negeri Pontianak yang terletak di bilangan jalan Ahmad Yani Pontianak.

Saya yang hadir Alhamdulillah tepat waktu (karena saya juga ingin menguji seberapa konsisten Panitia Penyelenggara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  Kalbar ini dan ternyata tepat waktu sesuai yang direncanakan dibuka atau dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB).   Lokasi Gedung Auditorium Politeknik Negeri ini memang persis di jantung kota Pontianak yang merupakan ibukota Propinsi Kalimantan Barat.
K
Catatan Asep Haryono

"Kang udah cek belum emailnya" pesan  DM (Direct Message) dari rekan saya, Blogger juga , Bang Iwan Setiawan melalui akuin Twitternya @XetiIwan yang pada intinya saya diminta mencek email saya. Bingung juga pada awalnya, namun daripada penasaran terus saya pun lantas langsung mencek Inbox email saya di asep@pontianakpost.com untuk mengetahui apa ada email dari bang Iwan tersebut.

Bagi yang penasaran seperti apa Bang Iwan Setiawan bisa lihat di sini, soalnya biar nda penasaran. Bang Iwan Setiawan ini salah satu penggagas atau pun motivator dari komunitas Akademi Berbagi atau disingkat dengan AKBER (Mirip nama Kampus ya hiheihee).   Banyak kegiatan OFF AIR yang digagas beliau dan saya sering diajaknya.
Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Isinya pasti sudah bisa ditebak ya makan makan, ya memang kegiatan utamanya adalah menghadiri undangan khusus dari Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikar , Mr Phillip W Roskamp , beserta stafnya tadi malam (Sabtu, 22 Februari 2013). Tapi kenapa pula ada gambar Barongsai Naga di sini? Hiheiheihee.

Ya karena di depan restoran Pondok Nelayan yang menjadi tempat Gala Dinner saya tadi malam memang ada arak arakan Barongsai, jadi sempat saya abadakin beberapa take foto dan dijadikan gambar depan halaman tulisan ini.

Nda nyambung tentunya hiehiheiee. Satu hari sebelumnya ssaya sudah dipesankan oleh Editor In Chief Harian Pontianak Post Bapak Drs Salman , untuk menyambut Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikar , Mr Phillip W Roskamp , beserta stafnya di Lantai 5 Gedung Graha Pena Pontianak Post.
Foto Asep Haryobo
Mengikuti Jalan Santai Sehat Berhadiah
Catatan Asep Haryono

Olah raga menyehatkan itu seperti apa hayoo?. Tentu saja olah raga apa saja Insya Allah akan menyehatkan jiwa dan raga, seperti dalam “mensana incorporesano” yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Bener kah tulisannya tuh?

Soalnya sudah lama saya dengar semboyan ini. Olah raga tidak selalu harus berbajet atau berbiaya besar dan mahal seperti Golf. Pernah main Golf? Apa belum pernah main Golf? Sama. Saya belum pernah. Bagaimana kalau jalan Santai berhadiah? Nah nah ini dia nih Jalan santai berhadiah yang saya ikuti bersama keluarga kemarin pagi jam 07.00 WIB.

Ya acara Jalan Santai berhadiah yang diselenggarakan oleh Harian Pontianak Post bekerja sama dengan Susu Cap Enaak sukses diselenggarakan pada hari Ahad/Minggu tanggal 17 Pebruari 2013. Rutenya pendek saja yaki START dari Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangsuma – Bundaran Tugu Digulis – dan kembali ke GOR sebagai garis FINISH nya.

Berharap Menang
Ya acaranya sendiri sih konon dimulai tepat pada pukul 06.00 WIB namun pada kenyataannya tidaklah demikian soalnya dari sekitar 5000 peserta yang tercatat di bulu Panitia sudah dipastikan tidak akan mungkin ngepas pada jam 6 pagi karena para peserta gerak jalan santai itu berasal dari lokasi yang berbeda beda ada yang dekat, dan ada pula yang tinggalnya tidak dekat. Tidak dekat berarti jauh ya hiehiehiehe.

Saya mengajak anak dan kedua buah hati untuk ikut berpartisisapi eh berpartisipasi di acafra jalan santai berhadiah ini.  Hadiahnya sih lumayan juga kalau beruntung. Jadi niatnya mau olah raga gerak jalan sehat atau berharap mau menang undian door prize nih? Yah kedua duanya lah. Sehat santai mau, ya kalau bisa sih dapat nomor door prize juga mau lah minimal handuk kecil juga tidak apa hiehiheiee. Itung itung laris manis hiehiheie.


IKUT :  Bunda. dan anak anak juga ikut gerak jalan nih.  Mau dapat door prize kah? Atau mau jalan santai saja kan hari libur pagi pagi olah raga syehhat. Yah mau dua duanya lah.  Foto Asep Haryono

KOTAK UNDIAN :  "Masukkan kupon undiannya di sini ya , potongan buat peserta disimpan jangan hilang ya" kata Pantia.  Foto Asep Haryono

BESAR :  Baju ukuran dewasa dipakaikan ke anak ini.  Wah kebesaran donk. Anaknya dipegangin sama ibunya biar tidak terserimpet jatuh karena kebesaran kaosnya.  Foto Asep Haryono

SIAP :  Walaupun rute jalan santainya relatif pendek, namun panitia tidak mau ambil resiko. Ambulan Gratis wara wiri mondar mandir mengikuti para peserta. Siap jika ada yang sakit, atau jatuh pingsan.   Foto Asep Haryono

Hadiahnya mulai dari Sepeda Motor merek tertentu sebanyak 3 (tiga) buah, 2 (dua) buah Kulkas dua pintu , Televisi Berwarna 21 inch, BlackBerry, 5 (lima) buah voucher Uang tunai sebesar @Rp.500.000,- (Lima ratus ribu rupiah), dan beberapa paket hadiah hiburan dari sponsor.  Sayangnya tidak ada hadiah Handuk kecil seperti yang saya harapkan minimal dapat door prize hiehiheiheiheiheiheiehiehe.  

Susu Lagi Susu Lagi
Dari berangkat di rumah kami memang hanya minum Susu saja, dan belum sempat untuk sarapan pagi karena acara gerak jalan santai dan Insya Allah menyehatkan ini dimula pada pukul 06.00 WIB (tapi nyatanya baru start berangkat pada 30 menit kemudian).  Entah kebetulan atau tidak saat acara selesai diundai pun nomor Undian saya : 04913 ternyata keluar disebut sama panitia di acara cabut untdi Door Prize, dan hadiahnya paket SUSU cap Enaak lagi.   Dari rumah sudah minum SUSU pulangnya juga bawa SUSU. 

Begitu seluruh peserta gerak jalan sampai di garis FINISH di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangsuma yang terletak di bilangan Jalan Ahmad Yani, semua peserta langsung antusias duduk di rerumputan, di bangku yang sudah disediakan , dan dimana saja agar bisa mendengarkan secara langsung cabut undian Door Prize oleh panitia di atas panggung.

Yang saya suka dalam kegiatan Gerak Jalan santai berhadiah Pontianak Post - Susu Cap Enaak ini tidak adanya Band atau Musik yang biasa ada disetiap acara penarikan Undian Door Prize.  Saya memperkirakan jika ada jeda atau selingan musik disela sela cabut Undian Door Prize bisa dipastikan akan memakan waktu yang lama. Kan kasian ada anak anak dan orang tua renta yang tidak tahan panas matahari yang mulai menyengat dan membakar kulit para peserta gerak jalan yang sudah duduk menanti dan berharap menang.


PANAS :  Begitu semua peserta gerak jalan "menclok' di GOR Pangsuma semuanya siap mendengarkan cabut undian Door Prize nya. Cuaca panas menyengat mulai membakar para peserta di sinil Semuanya berlindung dari sinar matahari yang menyilaukan dan membakar kulit.  Foto Asep Haryono

MC :  Inilah Mas Bom Bom Wahyudi, Moderator sekaligus MC di acara Cabut Undian Door Prize nya.  Anda harus mendengarkan baik baik jika Nomor Undiannya dibacakan oleh mas Bom Bom Wahyudi ini.  3 kali nomor undian anda disebut, dan anda tidak segera merangsek ke Podium, nomor undian anda akan Hangus.  Foto Asep Haryono

MENCATAT :  Peserta ini banyak titipan Kupon Door Prize sepertinya sih.  Mencontreng nomor nomor yang kurang hoki di buku catatannya.  Namanya Pak Mus, staf pengajar SD di Al Azhar Pontianak.  "Istri saya nda ikut acara ini dan hanya mendoakan saya dari rumah  aja agar menang door prize" katanya.  Setelah acara selesai nomor beliau tidak satu pun muncul disebut. wah doanya kurang afdol kali  hihihihihiie.  Foto Asep Haryono
 
PENGGEMBIRA :  Inilah hasil Door Prize nomor Undian saya 04913 yang berhasil disebut dan mendapatkan paket Susu dari sponsor, susu cap Enaak.  Alhamdulillah.  Foto Asep Haryono

Di bagian akhir pengundian hadiah utama berupa 3 (tiga) buah Sepeda Motor,  saya yang sudah dari tadi stand by di dekat Podium dan juga para peserta semuanya dikagetkan dengan informasi dari Mas Bom Bom, MC dan Moderator acara itu, bahwa ada seorang ibu yang kehilangan anaknya. "Buat bapak dan ibu jika menemukan anak dari ibu ini, anaknya yang bernama Latifah, Usia 3 tahun, dengan ciri memakai baju warna hijau dan training warna biru harap segera ke sini ya" pengumuman dari MC ini . Oala kok bisa terlepas dari pengawasan sih bu? (Asep Haryono)
Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Ini adalah salah satu hasil catatan perjalanan yang sederhana namun khidmat yang luar biasa dan agak beda dari cerita saya sebelumnya yang banyak bertemakan Wisata Kuliner alias makan makan hingga wisata MICE (Meeting Incentive Conference Exebition) yang kadang membosankan itu. Jangankan orang yang membacanya, saya sendiri aja sering bosan lihat catatan saya sendiri heiheiheihiehieee.

Setelah serangkaian kegiatan yang sudah digelar sebelumnya yakni Festival Budaya dan Olah Seni adik adik KB TK Islam Al Azhar 21 Pontianak berhasil dengan gemilang, maka pada hari ini adalah puncak perayaan kegiatan tersebut sekaligus menandai peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 September 2012 ini.

Seperti sejak tadi pagi dari jam 08.00 WIB, saya pun mengantar anak saya, Abbie,  untuk acara puncak peringatan Hari Ibu yang berhasil dengan sukses juga digelar di halaman atau plaza KB atau TK milik Perguruan Islam Yayasan Khatulistiwa itu.   "Yah, nanti Abbie mau kue di sekolah aja ya"  rengek Abbie pada saya. "Nda mau makan sate aja kah Bie?" Saya malah menawar dengan yang lain. Hiehiehiiee.

Anak saya mau sekali menyantap Kue manis dan basah yang disajikan atau di jual di Kantin Sekolahnya , sedangkan saya sendiri ingin menikmati hidangan Sate Lontong yang biasa dijual di sekitar Jalan Adi Sucipto. Eh ujung ujungnya malah membeli sarapan pagi Nasi Kuning hiehiehiee.  Jadi Win Win Solutions. hieiheiehiehiehie.  Jadi tidak ada yang "dirugikan" hiheiheiee.  Semuanya jadi senang.

Ibu "Pinjaman"
Acara peringatan Hari Ibu di KB TK Islam Al Azhar 21 Pontianak ini cukup unik yakni "mencium kaki" bunda atau ibunya. "Wayahhh gimana nih bunda, acara besok kan peringatan hari Ibu di sekolah Abbie, acaranya banyak diantaranya adalah mencium kaki ibu atau bunda"  kata saya dalam SMS yang saya kirim kepada bunda Abbie yang berada di luar kota. "Jadi bunda nda bisa datanglah di acara itu kan masih sibuk ngisi raport di SMA kan ya. Biar ayah saja yang menemani Abbie di sekolah" kejar saya di SMS.

"Iya yah bunda nda bisa hadir menemani Abbie di sekolah, tapi bunda sudah koordinasi sama guru guru Abbei di Sekolah jadi ada yang mewakilkan" balas SMS bunda Abbie yang juga masih menyisakan tanda tanya kepada saya. "Ya sudah kita liat saja nanti siapa dari pihak sekolah yang mau mewakilkan bunda di acara cium kaki Ibu nanti di sekolah" jawab sama menutup perbincangan SMS dengan Bundanya.

IBU DAN ANAK : Masing masing anak sudah bersama dengan ibu atau bundanya masing masing. Sebelum dimulai acara cium kaki ibunya, didahului dengan pemutaran film kasih ibu dan pembacaan puisi. Foto Asep Haryono
DIPANDU : Setelah pembukaan selesai, maka diberikan arahan singkat susunan kegiatan cium kaki ibunya yang dibawakan langsung oleh kepala KB TK Islam Al Azhar 21 Pontianak, Ibu Eka.  Foto Asep Haryono

EMOSIONAL  : Saya sampat gemetar saat mengambil adegan ini.  Luapan emosional dilampiaskan ibu ini dengan memeluk erat anaknya.  Sangat menyentuh. Very touching. Mengharukan   Foto Asep Haryono
MALAH NYENGIR :  Mungkin Abbie sudah tau kalau yang jadi "bunda" di acara ini adalah orang lain. Bukan ibu kandungnya. Jadi malah dianya ketawa ketawa saat melakukan adegan membasuh kaki "ibu" nya di sini.  Malah nyengir ditengah suasana haru biru dan khidmat. Foto Asep Haryono

TANDA KASIH : Setiap anak mendapatkan cindra mata berupa bunga kertas yang harus disampaikan kepada ibu dan bundanya masing masing. Tanda cinta dan kasih sayang anak kepada ibu. Selamat Hari Ibu. Foto Asep Haryono

"Gimana ayah Abbie, jadi datangkah bundanya ke sini?  Kalaw bundanya tidak bisa datang di acara cium kaki Ibu ini, yah Ayah Abbie aja yang mewakili. Gimana?" tawar Bu Dian Ekarini.S.Ag guru kelas Abbie. "Oh nda apa bu, biar Abbie diwakili saja sama guru yang lain yang jadi ibunya soalnya Bunda Abbie sudah tidak ada masalah ibunya siapa aja boleh diwakili" kata saya.

Saya pun menolak halus tawaran tersebut.  Sebab kalaw saya yang mewakili bunda Abbie di acara ini.  Nanti judulnya bisa jadi  "Cium Kaki Ayah" donk.   Saya sendiri yang laki laki di tengah lautan ibu ibu.  Apa kata dunia.  Selamat Hari Ibu.  I Love You Bu.(Asep Haryono) 
Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Sepertinya kata “gotong royong” ini adalah padanan kata yang suangat sering kita dengar bahkan ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di kota masing masing.   Betapa seringnya dua kata itu dimasyarakatkan kepada kita semua sejak kecil hingga duduk di bang ku sekolah menengah pertama (SMP) dan mungkin di sekolah menengah atas (SMA) hingga duduk di perguruan tinggi. Ya kata “gotong royong” sangat akrab di telinga kita semua.

Nyatanya saya seolah diingatkan kembali betapa dua kata itu sungguh masih ada dan menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia yang memang gemar untuk bergotong royong bekerja sama saling bahu membahu di hampir seluruh kota di seluruh Indonesia mulai dari pelosok pedesaan hingga ke daerah kaum urban di perkotaan. Semangat gotong royong juga diperlihatkan nyaris tanpa cacat diperlihatkan warga komplek saya, Duta Bandara atau biasa disingkat Komplek Duban , yang terletak di Jalan Ahmad Yani 2 Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat.

Saya sangat beruntung tinggal di komplek ini dan merasakan secara langsung betapa nikmatnya hidup bermasyarakat bersatu bergotong royong menguruk jalan bersama warga kompleknya hari sabtu lalu tanggal 17 Nopember 2012,  Berikut laporannya.

Spontanitas Tanpa Undangan
Secara teknis komplek Duban memamg menjadi tanggung jawab developer yang memegang kendali penuh kebijakan pengembangan dan juga peningkatan infrastruktur (huayow bahasanya udah kaya menteri-red) baik jalan maupun fasum (fasilitas umum, jangan salah mengejanya jadi mesum ya) di komplek tersebut.

Awalnya saya tidak memperdulikannya, dan saya sempat berpikir ah mereka kan kerja bhakti di depan rumahnya sendiri gitu pikiran saya waktu itu.  Namun saat saya ada keperluan ke sebuah warung terdekat dengan rumah saya di Blok C saya sempat diberitahu oleh pemilik warung tersebut bahwa ada kerja bakti warga komplek membetulkan jalan. “Nda ikut kerja bakti Pak Asep, tuh ada di sebelah blok ini.  Saya sih cuma nyaumbang Roti Kebeng saja sama mereka buat cemilan kerja bapak bapak itu” kata bibi penjualnya.
 
URUK : Inilah gelombang "tsunami"  tanah urukan yang mengalir seperti air bah bergerak menuju blok C di Komplek Duta Bandara. Rumah kontrakan saya ada di blok ini.  Foto Asep Haryono

KOMPAK : Cuaca panas memang menyengat, bagi yang tidak terbiasa akan mudah terasa lelah. Namun kerja ramai ramai seperti ini bisa jadi semangat.  Foto Asep Haryono


BREAK  DULU : Mencangkul memang melelahkan dan membuat pinggang pegal pegal. Jadi sekedar meluruskan pinggang sejenak boleh donk istirahat.  Foto Asep Haryono

Saya yang saat itu sedang membeli satu botol kecap di warung itu agak gelagapan “ditodong” dengan pertanyaan seperti itu namun saya berhasil menanggapi pertanyaan bibi pemilik toko itu dengan jawaban yang sudah saya susun dengan rapih dan telaten saat itu. Halah kombinasi bahasa yang ngawur hiheiheie.

“oh ya kah bi, ya sih mau juga turun kerja bakti tapi di rumah kosong tidak ada orang cuma ada anak balita saya. Kalaw saya turun nanti siapa donk yang jagain anak saya” jawab saya.   Kosong kok ada anak di rumah ya berarti tidak kosong donk Sep. Gimana sih lu ngawur  jawabnya. Bilang aja males turun kerja bakti.  Gitu aja kok repot mengutip Alm Gus Dur. Hhiehiheiheie.  Tapi kan saya harus beralasan donk.


Pake DanaWarga  Sendri
Kacow nih tulisan saya hari ini,  Tema Gotong royong bisa “lari lari” bahasannya jadi melebar kemana mana hiehiheie.. Ya udah kembali ke tema awal soal Gotong royong tadi ya.  Nah Hari itu, Sabtu tanggal 17 Nopember 2012 saya yang memang sudah stand by di rumah jam 15.00 WIB sudah melihat dari kejauhan ada kelompok bapak bapak sedang sibuk merapikan jalan di sebuah gang dalam Blok C cukup dekat dengan posisi rumah kontrakan saya.  “Nah ada kerja bhakti lagi nih ini pasti kelanjutan yang kemarin, wah lama juga ya berhari hari nda kelar kelar” gumam saya dalam hati.

Malu juga kalaw nda turun nih.  Kebetulan saja anak anak saya, Abbie (5 thn) dan Tazkia Putri (2 thn) sedang di rumah pengasuhnya di Blok D, dan ini memberikan saya posisi yang menguntungkan untuk join dengan bapak bapak di sana untuk kerja bakti bersama sama memberesi jalan dan juga menguruk jalan dengan tanah.  Seperti biasa bukan Asep namanya jika tidak membawa digital camera , kamera poket mini yang embed kemana mana saya pergi, termasuk di dalam WC sekalipun. Hiheiheie serius amat. Yang jelas ke WC ya nda perlu bawa kamera lah, memangnya apa yang mau difoto dalam WC?

“nah ini dia wartawan kite bole bole nih Pak Asep foto foto kite yah. Biar masok koran, biar dibace same pak Mude tu biar kite dikasih duet buat bantu jalan ni”  kata pak Herman dengan aksen bahasa Pontianaknya.  Beliau adalah ketua RT komplek sekaligus sebagai  komandan kerja bakti yang memimpin “pasukan darat” nya yang sedang menguruk tanah menutupi jalanan yang berlubang lubang itu.  


ISTIRAHAT : Bapak bapak ini ada yang break istirahat. Menikmati sajian minuman dingin dan kue kue sederhana namun terasa sangat nikmat jika bersama sama. Ini persis di halaman rumah saya di Blok C.  Foto Asep Haryono


SEMANGAT : Nyaris semua bapak bapak di Blok C turun pada gelaran kerja bhakti ini. Bagi yang tidak terbiasa megang cangkul seperti saya pasti akan terluka tangannya seperti saya. .  Foto Asep Haryono




KERJA BHAKTI : Ini adalah rekaman pendek saat berlangsungnya kerja bhakti para warga Komplek Duta Bandara Permai Jalan Ahmad Yani 2 Supadio Kalimantan Barat. Menguruk dan merapikan jalan dengan dana swadaya warga komplek sendiri. Rekaman ini dibuat pada tanggal 18 Nopember 2012 hari Ahad (Minggu) sekitar jam 09.20 WIB

Eala saya masih dikira wartawan hiehiheie. Ya sudah lah “dituduh” gitu juga apa secara teknis memang saya bekerja di sebuah media cetak tapi bukan berarti saya wartawan.  Saya tidak perlu menjelaskan kepada bapak bapak itu ya sudah pasrah saja diberi “gelar” seperti itu. Padahal biarpun di media cetak tentu banyak bagian bagiannya. Ada bagian marketing, perikalanan, percetakan, lay outer, design grafis, fotographer, wartwan, Hardware Software Support, maintenance, pergudangan, sopir, website content specialist (ini saya hiheiheie), sampai satpam dan OB.  Ah macam macam lah itu. Puyeng sendiri saya jadinya hiehiheiheiheiheie.

Singkat kata saya langsung “terjun bebas” mencankul tanah, meratakan dan merapikannya dan menutupi jalanan di sepanjang koridor Blok C bersama sama bapak bapak lainnya.  Tas kecil yang berisi kamera digital tersebut saya simpan di dalamnya.  Tas kecil saya yang selalu embed dengan saya ke mana pun saya pergi. Ini kadang kebiasaan saya yang susah ilangnya senang mendokumentasikan hal hal apa saja yang menurut saya menarik dan bernilai "berita" dan layak dibagikan kepada kawan kawan semua. Halah gaya.

Tangan saya yang mungkin tidak terbiasa memegang cangkul menyebabkan beberapa ruas jari jemari saya terluka dan terasa sangat perih.  Keliatan sekali tidak pengalaman memegang cangkul.   Bapak bapak lainnya tetap antusias meratakan tanah yang didatangkan dengan truk truk berukuran besar.  Ya iyalah truk ukurannya gede gede, kalau truk ukurannya mini bukan truk donk namanya. (Asep Haryono)
Foto Asep Haryono
Kerja Sama ANLENE dan Pontianak Post
Laporan Asep Haryono

Ini adalah catatan saya yang sudah lama belum saya publikasikan ke media blog sendiri.  Inilah dokumen atau manifes catatan saya yang sudah jadi sebenarnya namun baru pada kesempatan yang berbahagia ini saya publish ke Blog pribadi saya ini.    Inilah lomba Gerak Jalan Sehat Santai hasil kerja sama antara produk susu ANLENE dengan Harian Pontianak Post pada hari Ahad/Minggu tanggal 12 Desember 2010 yang lalu. Wih sudah dua tahun yang lalu donk hahahaha.  Ya ya masih segar dalam ingatan saya tentu saja dan saya coba refresh kembali memori kenangan itu hari ini..

Saya tidak tahu pesis berapa jumlah peserta yang menjadi mendaftar, dan hadir sebagai peserta di ajang lomba gerak jalan dengan tema "Siap Melangkah bersama ANLENE" itu. Hahahahhaa. Ini kalau pihak ANLENE membaca blog ini seharusnya mereka membayar fee karena sudah saya promosikan secara vulgar di sini. Hahahahha. Buat pihak ANLENE saya tunggu kontaknya ya, kita negosiasikan fee nya. Nda mahal kok minimal bisa buat ntraktir temen temen Gado gado hahahaha.  Ini beneran loh mas ANLENE.

Lanjut lagi ya.  Saya masih ingat acara Geak Jalannnya sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pontianak ,  Bapak Paryadi pagi harinya dan start dimulai di Taman Alun Kapuas Pontianak. Bagi yang tinggal di kota Pontianak tentu tau donk di mana dan seperti apa Taman Alun Alun Kapuas itu.  Mau tau rute yang ditempuh oleh para peserta Gerak Jalan Sehat tersebut?.   Rutenya singkat saja dan tidak jauh amat (karena ada banyak peserta anak anak-red) sekitar 2,5 kilomete, mulai dari  Jalan Rahadi Usman – Pak Kasih – Hasanudin – Merdeka – Sudirman.

Cukup Meriah Bertabur Hadiah
Saya pun ikut sebagai peserta dalam lomba ini. Hahaha. Sayang sekali  Saya tidak sempat foto foto Narsis dalam even ini malah asyik buat reportase (huaaa macam wartawan aja-red), dan malah senang jepret sana sini dan menyajikannya bersama tulisan ini buat kawan kawan semuanya.   Nah saya pun ikut jalan jalan bersama para peserta lainnya, walau sempet kebelet cari WC karena sudah nda tahan Hiheiheiheiee.   Untungnya di dalam rute yang harus dilewati peserta itu banyak tempat WC Umumnya. Ah legaaaa.


DOOR PRIZE : Deretan hadiah hadiah yang siap diundi untuk para peserta Gerak Jalan.  Betapa bahagianya jika nomor undian saya keluar hahaha. Ternyata nomor saya nda beruntung.  Foto hak cipta Asep Haryono

MERIAH : Tua muda besar kecil ayah buda paman rema orang tua siapa saja boleh ikut, bahkan Bayi pun ikut gerak jalan juga . Foto hak cipta Asep Haryono

UNDIAN BERHADIAH : Di dalam keranjang plastik inilah kupon undian atau tiket door prizenya akan dicabut undi untuk mendapatkan hadia hadiah sponsor. Foto hak cipta Asep Haryono
Apa sih yang menjadi daya tarik peserta untuk ikut gerak Jalan seperti ini?   Hmmm apakah keramaiannya kah? Ataukah karena "janj" hadiahnya berupa 1 buah Sepeda Motor merek tertentu di ajang tersebut?.   Wow tentu saja banyak alasannya.  Karena dari beberapa peserta lomba gerak jalan yang saya tanya tidak semuanya karena hadiah utama berupa Motor tersebut.  "Asyik asyik aja ikut ginian mas, selain rame kan Pontianak jarang ada hiburan seperti ini, meriah bangeds, syukur syukur aja dapat hadiah utamanya Motor itu lah mas,. Hahahhahaa" kata Wawan yang tinggal di  Supadio

Setau saya sih even ini sempat diperpanjang pendaftarannya, ntah apa alasannya. Mungkin ingin menjaring peserta lebih banyak lagi mungkin.  Susah juga saya mengindentifikasi dari kelompok, sekolah, atau instansi mana saja yang telah mendaftar (register) dan ikutan lomba di sini.   Yang jelas dari pantauan kamera saya terlihat wajah wajah imut, ABG dan juga usia muda rata rata yang ikut dalam Gerak Jalan ini.  Jadi saya asumsikan banyak peserta SD, SMP, SMA dan juga dinas dinas atau kantoran juga umum, keluarga dan ibu ibu rumah tangga.

Anek Hiburan Dan Stand Pameran
Setelah semua peserta ngos ngosan berjalan sesuai Rute yang sudah ditetapkan oleh Panitia, seluruh peserta Lomba Gerak Jalan ANLENE dan Pontianak Post ini rehat di lapangan rumput di sekitar Alun Alun Kapuas dan menikmati aneka jajanan, makanan, dan juga jualan yang sudah berjejer rapi di kiri dan jalan di sekitar Alun Alun Kapuas tersebut.  Yang menarik tidak hanya jualan saja yang rame, dan ternyata ada pemeriksaan tulang (Bone Scan) secara gratis dan dari pihak pantia juga menyediakan Booth atau Stand Informasi buat para peserta bertanya. Jika beruntung bisa dapat minuman gratis yang disediakan gadis gadis manis dari pihak Panitia.  Uhuyyyyyyyyyyy

HADIAH UTAMA : Gadis manis ini beruntung mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor.  Jangan lupa pajak hadiah ditanggung ya mbak Hiheihieiehiee. Selamat ya.  Foto hak cipta Asep Haryono

LEMON TEA : Inilah boy band lokal Pontianak , LEMON TEA, yang diundang memeriahkan acara Gerak Jalan ini.  Nah cowok yang pegang mik inilah yang bernama Bang Sam.  Saya kenal beliau cukup baik. Teman ngopi hehehee. Foto hak cipta Asep Haryono

WHO IS SHE :  Inilah sebenarnya vokalis utama band LEMON TEA, Irma Mardika, kelahiran Bandung. Sst doi sekarang sudah berjilbab loh.   Saya yang memfoto dia dari jarak yang sangat dekat.  Awesome.  Foto hak cipta Asep Haryono
Perlu hiburan Live Music? TEnang saja. Dalam even Gerak Jalan ANLENE- Pontianak Post ini juga menghadirkan salah satu band musik Gaul kota Pontianak yang sudah menelurkan Album di tingkat nasional, yakni Group Band Lemon Tea , band anak muda Pontianak.   Salah satu personil (Basis) Lemon Tea ini yang bernama Bang Sam sudah saya kenal cukup baik.  Bang Syam juga sebagai DJ atau Teknisi Radio Volare FM Pontianak yang terletak di jalan Sumatera Pontianak itu. "Eh bang Asep ikot lomba ke Gerak Jalan tu" kata Bang Sam waktu itu.  "Nda gak cume meramaikan jak la bang e" jawa saya

Saya tidak tau sponsor mana saja yang turut berpartisipasi di acara Gerak Jalan ini, namun dari beberapa bingkisan dan paket hadiah yang di pamerkan di atas panggung, saya hanya dapat menerka saja. Salah satu sponsor hadiahnya adalah Sophie Martin.  Beruntung sekali dari pihak MC acara tersebut disebutkan beberapa sponsor lainnya yang menyumbangkan hadiah buat door prizenya seperti Telkomsel, PLN Wilayah V Kalbar, Grand Mahkota Hotel, Hotel Santika, Hotel Mecure Pontianak, Hotel Dangau, PrimA, serta beberapa sponsor hadiah lainnya.

Kemudian tibalah saat pengundian hadiah.  Satu persatu nomor undian para peserta Gerak Jalan diumumkan, dan begitu nomor disebut para pemilik nomor undian yang beruntung itu didaulat naik ke atas Panggung dan langsung menerima hadiahnya.  Saya sendiri belum kesebut nomor tiket Door Prize saya hahahaha. Nasib nasib mu nak nak hahahha. Ya sudah yang penting saya tetap hepi waktu itu. Bikin dagdigdug juga rasanya begitu nomor kombinasi angka Tiket Door Prize di umumkan semuanya meleset dari No tiket saya. Hahahhaah.  Kadang angka di depannya cocok, angka dibelakangnya lepas.  Kadang Angka di belakangnya Disebut, angka di depannya kabur. Hahahhaa.  (Asep Haryono)
AMCOR. Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Assalamualaikum Wr Wb Semuanya. Pa kabar sampai hari ini. Bagaimana kesehata kalian semua dan saya harapkan sampai sejauh ini, dan semoga kita semua tetap fit dan oke dokeh (Minjem dari Syahdini) mengerjakan aktifitas seperti biasanya.

Dan seperti yang sudah pernah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya (mungkin udah janji kali ya) mau cerita dikit aja soal American Corner (AMCOR) yang bertempat di kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

Di sela sela saya mengikuti Workshop yang berisi dan berjudul "Global Journalism and Professional Use of Twitter" yang dibawakan oleh Prof Mindy Mcadams (konon nama aselinya Melinda kata Detik com yang mendapat informasinya langsung dari Kedubes Amerika Jakarta. Menurut Detik COM dalam surat emailnya disebutkan nama Mindy adalah nama akrabya. Yang mana yang benar eh). Nah disela sela Workshop itulah saya menyempatkan diri mengamati, dan juga merekam aktifitas ringan di American Corner (AMCOR) tersebut.

Tenang Dan Cukup Lengkap
Mungkin bagi kawan kawan yang sudah sering mendengar atau mungkin sudah lebih dahulu mengetahui tentang American Corner (AMCOR) mohon dikoreksi jika ada yang keleru eh salah keliru, nah American Corner atau sering disebut atau disingkat dengan Amcor ini adalah program kemitraan antara Pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh kampus kampus terkemuka di Indonesia. 

Tidak semua kampus di Indonesia memenuhi syarat dan ketentuan yang dipersyaratkan untuk merealisasikan pendirian AMCOR ini, dan kampus negeri Universitas Tanjungpura Ponianak atau yang lazim disebut UNTAN memenuhi syarat dan ketentuan tersebut sehingga berhasil direalisasikan. Terbukti dengan peresmian dan pendirian secara resmi AMCOR yang menempati lantai 2 gedung Perpustakaan UNTAN pada tanggal  16 Pebruari 2012 oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel. 

Foto Asep Haryono
Dalam catatan sampai saat ini, khususnya di Indonesia, terdapat 11 (Sebelas) universitas yang menjadi mitra dalam rangka pendirian American Corner (AMCOR) ini.  Saya salut dengan Rektor Untan, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA atas preastasi dan pencapaian ini yang menurut saya luar biasa, outstanding.   Keep up the good work ya

Sedangkan keberhasilan kampus Universitas Tanjungpura dalam mendirikan AMCOR tersebut merupakan kerja besar dan suatu kebanggaan yang patut disyukuri dan selayaknya prestasi ini tetap ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang.  Two Thumbs buat departemen atau bidang yang mengurus pendirian AMCOR ini (Konon dari International Desk nya UNTAN ah yang mana pula itu ya).

Hadirnya workshop Global Journalism yang diselenggarakan di AMCOR beberapa waktu yang lalu merupakan salah satu program kerja daripada American Corner (AMCOR) yakni memberikan pencerahan, seminar, workshop dengan menghadirkan atau mendatangkan secara langsung para pakar pendidikan, atau pakar yang relevan secara langsung dari negera asalnya.  

Saya sempat bertemu dengan rekan saya satu kampus, Surmiyati (atau Mrs Surmiyati) yang menjadi salah satu staf di AMCOR UNTAN, dan beliau baru saja menyelesaikan S2 nya di Unversity of Hawaii, wah keren keren.  Saya pun terlibat little chat dengan beliau dan tentu saja dalam bahasa Inggris yang diselang selingi dengan bahasa Indonesia bin alias bahasa campur atau gado gado.  Suka Gado gado? Eiits puasa ya. Saya sempat menjajal beberapa fasilitas yang ada di AMCOR termasuk melihat lihat koleksi yang ada saat itu, Internet dan lain sebagainya. 

Ruangan yang sejuk dengan berpendingin standar (tidak terlalu dingin menurut saya) dan lantai yang dilapisi dengan karpet terasa membuat diri ini ingin berlama lama membaca baca buku buku, dan beberapa koleksi lainnya yang diatur dalam rak rak khusus dengan icon nama nama negara bagian di Amerika Serikat misalnya New York, San Fransisco dan lain sebagainya.  Selain itu di tiap sudut dinding tertentu terpasang banyak sekali gambar atau mungkin juga foto foto pemandangan di Amerika Serikat, White House , dan lain sebagainya menjadikan suasana seperti YU ES E bangeds 


REGISTRASI : Informasi bisa diperoleh di desk ini, dan siap menyambut pengunjung yang datang di AMCOR UNTAN. Mendaftar jadi member juga bisa di sini.  Foto hak cipta Asep Haryono

NEGARA BAGIAN : Tiap rak buku diwakili oleh nama nama negara Bagian Amerika Serikat, ada cukup judul judul menarik di sini terutama bagi mereka yang menyukai negara Amerika Serikat.  Foto hak cipta Asep Haryono

INTERACTIVE :  Ini bisa digunakan oleh para pengunjung yang datang, dan akses internet di sini cukup lancar kecepatannya.  Library dan Internet paduan yang serasi untuk mencari informasi.  Foto hak cipta Asep Haryono

CUMA GAYA :  No comment la untuk "oknum" yang banyak gaya di sini.  Biar dibilang pinter pegang buku tebel tebel. Foto Istimewa

Program Kemitraan Amerika Serikat dan Indonesia dalam realisasi pendirian American Corner (AMCOR) ini agak mirip walau tidak mirip benar dengan program kemitraan Australia dan Indonesia (Indonesia Australia Partnership) terutama dalam penyelenggaraan informasi pendidikan, pelatihan, kerja sama dan juga kemitraan.

Maklum aja 5 (lima) tahun "karir" sebagai Kang Guru Champion perwakilan Australia di Indonesia khususnya di Kalbar menjadikans saya sedikit paham dengan pola Kemitraan USA-RI.  Pola Kemitraan Kang Guru Indonesia agak mirip dengan pola kemitraan AMCOR karena kedua belah pihak saling mendukung dan disupport oleh pemerintah negara masing masing. Excellent. 

Sama dengan Kang Guru Indonesia, nah di AMCOR ini juga bisa menjadi referensi yang mancaaps buat dosen, mahasiswa bahkan Umum yang akan melanjutkan studi di negaranya yang sering disebut dengan Paman Sam ini,  Saya pun sempat mengambil beberapa foto foto di dalam American Corner (AMCOR) tersebut, dan sempat mendaftar untuk menjadi anggotanya untuk 1 semester.  Syaratnya cukup mudah dan hanya mengisi formulir yang sudah disediakan , pas foto 2 lembar, dan biaya Adminitrasinya Rp.20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah).

Banyak fasilitas dan manfaat yang bisa didapatkan jika sudah menjadi anggotanya, dan Insya Allah akan saya ceritakan pada kesempatan yang akan datang, tentu saja dengan catatan tidak janji. Oke selamat datang di American Corner (AMCOR) UNTAN Pontianak. Together We Can Do More   Thanks for reading (Asep Haryono)
American Corner UNTAN.
Dari Yang Serius Sampei Ngantuk Ngantuk
Catatan Asep Haryono

Alhamdulillah kemarin saya tidak sempat posting sama sekali karena menghadiri Workshop yang diselenggarakan oleh American Corner (AMCOR) Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat bidang Atase Kebudayaan. Workshop yang berisi dan berjudul ""Global Journalism, Social Media And Professional Use Of Twitter" sukses diselenggarakan kemarin, Selasa (10 Juli 2012).

Workshop yang dimulai pada pukul sekitar 09.30 WIB itu dibawakan langsung oleh Prof.Mindy McAdams dari Universitas Florida Amerika Serikat, dan beliau juga didampingi oleh salah satu staff US Embassy yang bertindak sebagai penerjemah Bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam pantauan saya sih tidak semua peserta yang hadir di acara workshop yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak lantai 2 kemarin itu memahami (bisa bahasa Inggris?) apa yang disampaikan oleh Prof Mindy tersebut. Mungkin tidak ada masalah bagi yang mengerti bahasa Inggris, tetapi ini keputusan bersama dan harus kita hargai dan hormati kepada mereka yang belum memahami bahasa Inggris. Jadi hadirnya penerjemah cukup membantu bagi mereka yang belum paham Bahasa Inggris sehingga bisa mengikuti materi yang disampaikan oleh pembicara workshop tersebut

Prof Mindy MCAdams.
Berlangsung Hangat di Awal
Saya tidak akan membahas profil pembicara di Workshop tersebut karena kawan kawan bisa langsung menuju TKP website pribadinya Prof.Mindy McAdams tersebut, nah yang mau saya sampaikan dalam tulisan ini adalah sisi lain dari penyelenggaraan workshop tersebut yang menurut saya adalah unik dan perlu mendapatkan catatan. 

Dari segi judul dan materi workshop bagi mereka yang sudah paham dunia Jurnalistik atau setidaknya sudah sering mendengar atau membaca informasi tentang jurnalistik tentu tidak akan asing dengan judul materi yang dibawakan Prof.Mindy McAdams tersebut.

Namun kita harus menghargai para peserta yang masih awam atau baru akan mengenai dunia jurnalistik atau ingin mengetahui apa sih Jurnalistik dari kaca mata seorang pakar seperti Prof.Mindy McAdams tersebut, nah ini yang menarik menurut saya.

"Saya baru saja menyelesaikan S3 di ITB dan baru tiba di UNTAN pagi tadi, dan saya dapat kabar ada workshop Jurnalistik dengan pembicara dari Amerika dan itu menarik makanya saya datang dan ikut di sini" kata Ivan, salah seorang peserta di workshop yang berhasil saya temui hari itu.  Selidik punya selidik beliau ternyata pernah satu komplek waktu saya masih ngekos di UNTAN, namanya Komplek Jalan Sekadau. 


OHP : Materi dibawakan oleh Prof Mindy MCadams diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh staf dari US Embassy. Foto Asep Haryono

SEPI :  Entah kenapa Workshop yang menarik ini sangat minim pesertanya.  Apakah kurang promosi atau kurang minat terhadap Jurnalistik.  Foto Asep Haryono

Sebagai informasi bagi yang belum tau, bahwa  di Universitas Tanjungpura terdapat kawasan komplek perumahan para dosen dan staf untan namanya komplek Untan, nah pada periode 2003-2005 lalu waktu saya masih jaya (baca : masih single) ngekos di Komplek Untan Jalan Sekadau, nah Ivan ini juga ngekos di belakang rumah kosan saya itu, jadi itung itung reuni juga sih.

 "Wah kok ada penerjemahnya sih, jadi nda seru deh, jadi bingung nih mau perhatikan yang mana" kata Ivan melihat suasana berlangsungnya workshop di dampingi penerjemahnya.  Ya iyalah Van, kan kasihan sama mereka yang belum memahami Bahasa Inggris, jadi toleran donk gan.

Dengan Bendera Amerika
Materi yang disampaikan  Prof.Mindy McAdams  mulai dari pengertian dasar mengenai "Global Journalism" hingga kepada pemanfaatan Sosial Media atau jejaring sosial sebagai salah satu cara untuk mempublikasikan berita dan informasi kepada dunia seperti Twitter juga beliau sampaikan.

Tidak ada materi yang dibagikan atau bahan workshop yang disampaikan Prof.Mindy McAdams tersebut karena semuanya bisa didownload di alamat website yang beliau sampaikan kepada para peserta.

"Workshop akan kita break sejenak pada pukul 12.00 WIB untuk kalian istirahat dengan lunch yang sudah kami sediakan, dan sertifikat para peserta akan dibagikan pada akhir sesi workshop ini" kata Miss Nelly dari American Corner (AMCOR) Untan.

Mungkin karena suasana di ruangan yang berpendingin dan juga kondisi perut peserta yang sudah terisi full alias sudah mamam (lunch-red) dan juga suasana hujan di luar menjadikan banyak peserta yang terkantuk kantuk dibuatnya. Hahahaha. Saya juga oops


Saya sempat bertemu dengan Surmiyati (Nama lengkapnya Surmiyati Sulaiman, salah satu staff American Corner (AMCOR), dan beliau ini adalah adik kelas saya waktu kuliah dulu di FPBS Bahasa Inggris FKIP Universitas Tanjunpura. Beliau baru saja kembali dari Studi S2 di University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat.

"Hai mas Asep pa kabar?" Begitu sapa beliau kepada saya sesaat sebelum workshop di mulai. "Alhamdulillah kabar saya baik saja" jawab  saya.  Kami pun asyik little chat dengan beliau tentu dalam bahasa Inggris ngobrol ngalor ngidul mulai dari adik kelas dulu, jaman kuliah hingga pengalaman beliau waktu study di Amrik. "Apa sih Salju itu Sur, kaya apa ya" tanya saya.  "Eh iya Salju yang turun itu banyak dimana mana, dan tentu saja kotor dan tidak bisa dimakan ahahaa" jawabnya.  Hehehee


MC :  Bertindak sebagai Master of Ceremony adalah Miss Nelly. Foto saat rekan saya, Surmiyati, sedang membacakan profil pembicara workshop.  Foto Asep Haryono

DENGAN PEMBICARA.  Foto sejenak penulis dengan Prof Mindy MCadams. Foto Istimewa
Beliau pun berpesan kepada saya agar tetap semangat untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri di mana saja dan tidak harus di Amerika Serikat "Jangan jadikan keluarga sebagai alasan untuk tidak melanjutkan studi di luar negeri, saya sendiri waktu berangkat ke Amerika dengan adik bayi' dan saat saya pulang ke Indonesia suami saya masih di Amerika" jawab Surmiyati.

Saya merenungi sejenak pesan beliau. Tidak terasa waktu pun berlangsung cepat, dan saya pun pamit dari beliau untuk mengambil gambar gambar di sekitar ruangan workshop yang juga tempat American Corner (AMCOR) bermarkas yang akan saya bahas di edisi mendatang Insya Allah

"Saya dua tahun di Hawaii, dan mengambil S2 di sana tepatnya di University of Hawaii"  kata Surmiyati. Menyebut "Hawaii" bayangan saya udah kaya di film Hawaii Five O yang pernah kondang itu dan pantainya. " Wah di Hawaii ya pasti banyak "pemandangan" di sana ya" kata saya.  Beliau hanya senyum senyum saja dan tau maksud kata "pemandangan" saya itu.  Padahal yang saya maksud adalah pemandangan pantai , orang berselancar pake papan surfing dan lautnya yang  biru membiru kaya di film Hawaii Five O jaman saya kecil dulu.  Hehehe

DwiraEmon dan Ganknya berfoto bersama pembicara. Foto Asep Haryono

Beliau juga menyebutkan bahwa untuk dilingkungan kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) ini keberadaan American Corner (AMCOR) sangat mendukung semangat mahasiswa untuk mengetahui negara Amerika Serikat.  "Iyah Mas Asep, malah kita juga menyelenggarakan American Camp di sini dan ini khusus untuk para pelajar SMA untuk memperkenalkan Amerika dan kebudayaannya yang unik kepada mereka" kata Surmiyati.

Sertifikat Kehadiran didatangkan langsung dari US Embassy.  Scan by Asep Haryono



Peserta workshop yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari itu juga memberi kesan tersendiri. Tanya jawab juga berlangsung cukup seru dan semuanya bisa dijawab dengan lugas oleb pembicara dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh staf Kedutaan Amerika yang turut dibawa di acara tersebut. "Kang Asep, mana emailnya tidak ada tuh" kata Dwi "DoraEmon" Sasta Kanaya menagih janji. "Eh iya nanti segera dikirimkan deh" kata Saya.  Saya memang ada janji mengirim email kerja sama Kang Guru Indonesia dengan Radio Kita FM nya DwiRaEmon itu.    Thanks for reading. (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia