Tag :
- Asep Haryono | 11 Tahun Tanpa Ibunda: Kenangan, Keikhlasan, dan Doa untuk Almarhumah Siti Rochayah - Powered by Blogger
Disclaimer: This article is written in Indonesian and is primarily intended for readers in Indonesia. For fellow bloggers and friends from the United States, Scotland, Germany, Russia, and other European countries, please feel free to use Google Translate or any other translation tool to better understand the content of this article. Thank you for your understanding and continued support.
Bulan September adalah bulan yang memiliki makna yang dalam bagi saya pribadi karena dibulan Februari pulalah ibunda saya tercinta kembali menghadap ALLAH SWT. Bukan hal yang mudah untuk berbagi kisah pribadi kepada orang lain dan tulisan ini semata sebagai pelajaran hidup akan selalu saya bawa hingga akhir nanti. Tidak ada maksud untuk menakuti, namun jika ada pembaca blog saya yang masih memiliki orang tua yang masih hidup, berikan yang terbaik untuk mereka. Selamat membaca
Tanggal 11 September 2026 adalah tepat 11 (sebelas) tahun ibu tercinta Almarhumah Siti Rochayah meninggalkan saya , dan semua saudara saudara. Saya anak ke 8 dari 9 bersaudara. Satu adik laki laki, dan Enam saudara laki laki, satu kakak perempuan. Semua saudara tinggal di Bekasi, Bogor, Tanggerang , Cikampek dan Jakarta. Tersebar merata memang
Wafatnya Ibuanda tercinta, almarhumah Siti Rochayah, pada hari Jumat, 11 September 2015, menjadi salah satu hari yang tak pernah bisa saya lupakan sepanjang hidup saya. Beliau dilahirkan di Semarang pada tanggal 8 Februari 1938. Jika hari ini Jumat, 11 September 2026 ini beliau masih bersama kami, tentu usianya telah menginjak 88 tahun .
Tanggal 11 September 2026 adalah tepat 11 (sebelas) tahun ibu tercinta Almarhumah Siti Rochayah meninggalkan saya , dan semua saudara saudara. Saya anak ke 8 dari 9 bersaudara. Satu adik laki laki, dan Enam saudara laki laki, satu kakak perempuan. Semua saudara tinggal di Bekasi, Bogor, Tanggerang , Cikampek dan Jakarta. Tersebar merata memang
Wafatnya Ibuanda tercinta, almarhumah Siti Rochayah, pada hari Jumat, 11 September 2015, menjadi salah satu hari yang tak pernah bisa saya lupakan sepanjang hidup saya. Beliau dilahirkan di Semarang pada tanggal 8 Februari 1938. Jika hari ini Jumat, 11 September 2026 ini beliau masih bersama kami, tentu usianya telah menginjak 88 tahun .
Sedangkan ayah lebih dahulu berpulang pada tanggal 22 Juni 2014. Banyak orang yang berpendapat bahwa wafat pada hari Jumat adalah barokah, karena pada umumnya yang wafat pada hari Jumat adalah mereka yang berbakti kepada Agama Islam, dan berjuang di Jalan Allah SWT. Wallahu Alam. Hanya Allah saja yang Maha Tahu segalanya. Saya berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk
Terlampir saya sertakan foto saya dan almarhumah ibunda saya tercinta ketika beliau masih hidup. Foto diambil oleh istri saya kalau tidak salah antara tahun 2010-2012
![]() |
| Saya dan ibu ketika beliau masih hidup |
Momen Ibunda Berpulang
Sebenarnya saat Ibunda dikabarkan KOMA satu hari sebelumnya oleh saudara saudara di Bekasi, saya sekeluarga di Pontianak sudah pegang tiket untuk berangkat ke Bekasi besoknya 11 September 2015. Tiket pesawat saya adalah penerbangan pagi. Saya lupa jam terbangnya.
Nah di saat saya , istri dan 2 anak anak saya sudah berada di TAXI pagi itu menuju Bandara Internasional Supadio untuk terbang ke Bekasi, kabar duka akhirnya tiba. Di dalam pembicaraan telepon, ada suara lelaki yang saya duga adalah pemimpin porsesi pemakaman Ibunda. Beliau meminta keikhlasan saya karena prosesi pemakaman segera dilakukan.
Hari itu, 11 september 2015 saya sekeluarga masih tinggal di Kompek duta bandara kubu raya, kalbar , saya sudah dihubungi oleh sesepuh di Bekasi yang memimpin pemakanan agar pemakaman ibunda saya segera dilaksanakan tanpa harus menunggu saya yang saat itu masih tertahan di Bandara internasional SUPADIO. Pesawat dari pontianak tujuan ke Jakarta saat itu agak telat. Tetapi saya tidak menyalahkan keterlambatan itu. Saya tidak pernah menyalahkan siapa siapa. Ini catatan yang perlu saya sampaikan di sini
Singkat cerita, Hari itu juga 11 September 2015, saya. Istri dan kedua anak saya sudah berada di rumah Duka di Jalan Sarbini No.78 Komplek Inkopol Kranji pada hari Jumat itu juga pukul 14.55 WIB. Saya hanya terlambat sekitar 2 jam di hari wafatnya ibunda hari itu
VISITING MOTHER’S GRAVE: This afternoon, September 11, 2015, just about two hours after the funeral procession, went straight to Mother’s grave upon arriving, still wearing the same clothes I had been wearing since leaving Pontianak.
Photo: Rudi Maryati
Saya belum sempat melihat wajah almarhumah untuk yang terakhir kalinya, belum sempat mencium keningnya. Saya tiba di rumah duka di Jl Sarbini Kranji Bekasi saat prosesi pemakaman Ibunda sudah selesai di hari itu. Tanpa sempat mengganti baju setelah tiba di rumah di bekasi ari Pontianak, saya langsung nyekar ke makam Almarhumah ibunda saya di Pemakaman Kober di belakabg rumah, juga di Bekasi.
Penutup
Perjalanan hidup almarhumah yang panjang telah meninggalkan jejak yang begitu dalam di hati keluarga. Meski raga beliau telah tiada, kenangan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang beliau tanamkan kepada anak anaknya akan tetap hidup dan tumbuh dalam diri kami hingga hari ini.
Ada 2 buah wasiat yang Almarhumah titipkan buat saya dan saudara saudara lainnya, dan biarlah wasiat itu menjadi rahasia kami sekeluarga, dan hanya Allah SWT saja yang tahu. Insya Allah kami melaksanakan wasiat Almarhumah Ibunda tercinta saya.
Almarhumah Ibunda melahirkan 9 (Sembilan) anak anaknya. Saya adalah anak ke 8 dari 9 bersaudara. 1 adik laki laki, 1 kakak perempuan, dan 7 kakak laki laki. Satu kakak tertua, sukanta, sudah lebih dahulu berpulang. Kini tinggal kami ber delapan orang yang ada
Kalau di Pontianak istilah "kakak" merujuk pada gender perempuan (female), sedangkan dalam terminologi masyarakat kultur Jawa, istilah "Kakak" merujuk pada gender laki laki atau perempuan. Hanya saya saja yang saat ini berada di Kalimantan Barat, sedangkan adik dan semua saudara berada di Pulau Jawa yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung.
Saya atas nama keluarga besar Almarhumah memohon keikhlasan para kerabat sahabat, dan sanak keluarga untuk dapat memaafkan kesalahan dan kehilafan almarhumah Ibunda saya semasa hidupnya, serta mendoakannya agar ibunda saya diampuni segala dosanya oleh Allah dan diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT.
Ibunda , terima kasih sudah menjadi ibuku, membesarkan ku dan merawat ku hingga saat ini. Saya dan semua saudara saudara akan selalu menyertai ibunda dalam doa.
Melalui kesempatan yang berharga ini, saya mengundang para pembaca setia blog saya agar sudi kiranya iklas mengirimkan Surat Al Fatihan untuk Almarhumah Siti Rochayah, ibu saya tercinta. Alfatihah. Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga keikhlasan bapak ibu saudara semuanya mendapat ganjaran yang lebih indah dari Allah SWT. Aamin Ya Rabbal Alamin (Asep Haryono)
A Message From Asep Haryono
"Thank you so much for your time here. I really appreciate your precious moment here as well. Please leave any comment down below. Let me hear from you. Greetings from Indonesia"



























