Tag :
curahanhati
- Asep Haryono | Selamat Milad, Ibuku Sayang. 8 Februari. Al-Fatihah. Ibu, Tunggu Aku - Powered by Blogger
Disclaimer:
This article is written in Indonesian and is primarily intended for readers in Indonesia. For fellow bloggers and friends from the United States, Scotland, Germany, Russia, and other European countries, please feel free to use Google Translate or any other translation tools to better understand the content of this article.
Thank you for your understanding and continued support.
Bulan Februari adalah bulan yang memiliki makna yang dalam bagi saya pribadi karena dibulan Februari pulalah ibunda dilahirkan. Bukan hal yang mudah untuk berbagi kisah pribadi kepada orang lain dan tulisan ini semata sebagai pelajaran hidup akan selalu saya bawa hingga akhir nanti. Tidak ada maksud untuk menakuti, namun jika ada masih memiliki orang tua yang masih hidup, berikan yang terbaik untuk mereka. Selamat membaca
Bulan Februari adalah bulan yang memiliki makna yang dalam bagi saya pribadi karena dibulan Februari pulalah ibunda dilahirkan. Bukan hal yang mudah untuk berbagi kisah pribadi kepada orang lain dan tulisan ini semata sebagai pelajaran hidup akan selalu saya bawa hingga akhir nanti. Tidak ada maksud untuk menakuti, namun jika ada masih memiliki orang tua yang masih hidup, berikan yang terbaik untuk mereka. Selamat membaca
Wafatnya Ibuanda tercinta, almarhumah Siti Rochayah, pada hari Jumat, 11 September 2015, menjadi salah satu hari yang tak pernah bisa saya lupakan sepanjang hidup saua. Beliau dilahirkan di Semarang pada tanggal 8 Februari 1938. Jika hari ini beliau masih bersama kami, tentu usianya telah menginjak 88 tahun pada tahun 2026 ini. Perjalanan hidup beliau yang panjang telah meninggalkan jejak yang begitu dalam di hati keluarga. Meski raga beliau telah tiada, kenangan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang beliau tanamkan kepada anak anaknya akan tetap hidup dan tumbuh dalam diri kami hingga hari ini.
Terlambat Beberapa Jam
Ada bagian yang menarik lainnya yang ingat ceritakan di paragraf kedua ini. Bahwa di hari wafatnya Ayah Almarhum Sudjud , yaitu pada tanggal 22 Juni 2014. ada cerita yang unik yang menarik. Jadi ceritanya begini informasi bahwa Ayah itu sudah berpulang itu sudah diterima ya, sejak lama dari pihak keluarga, yaitu saya dapat kabar dari kakak di Bekasi, baik melalui pesan singkat WA ataupun dari sambungan telepon bahwa proses pemakaman akan segera dimulai, saya pun segera booking penerbangan langsung dari Pontianak ke Jakarta
Jadi saya dan istri serta anak memutuskan berangkat hari itu juga, hari Jumat, tanggal 22 Juni 2014. dengan menggunakan pada pukul 7 pagi. Namun sayang sekali pada saat tiket sudah tercetaj, kalau nggak salah ya, kalau nggak salah itu terjadi delay atau penunda dan delaynya lebih dari 3 jam atau 5 jam. Sedangkan pada saat itu prosesi pemakaman harus segera dilaksanakan. Kondisinya sudah mendesak. Namun Allah memutuskan, Ayahanda sudah berpulang ke Rahmatullah itu di hari pagi saya dan keluarga sudah bersiap-siap berangkat pada pukul 7.
Namun karena pesawatnya delay beberapa jam, Saat saya masih di bandara pihak keluarga sudah menghubungi saya lewat sambungan telepon agar saya yang masih di Bandara menunggu keberangkatan ikhlas karena almarhum Ayah sudah harus segera dikebumikan tanpa kehadiran anaknya. Dalam Islam pemakan orang tua harus dihadiri oleh seluruh anak anaknya. Sayalah satu satunya anak almarhum yang tinggal di Kalimantan Barat sedangkana kakak kakak di Jakarta, Tanggerang dan Bekasi. dan itu di pulau Jawa
Terlambat Beberapa Jam
Ada bagian yang menarik lainnya yang ingat ceritakan di paragraf kedua ini. Bahwa di hari wafatnya Ayah Almarhum Sudjud , yaitu pada tanggal 22 Juni 2014. ada cerita yang unik yang menarik. Jadi ceritanya begini informasi bahwa Ayah itu sudah berpulang itu sudah diterima ya, sejak lama dari pihak keluarga, yaitu saya dapat kabar dari kakak di Bekasi, baik melalui pesan singkat WA ataupun dari sambungan telepon bahwa proses pemakaman akan segera dimulai, saya pun segera booking penerbangan langsung dari Pontianak ke Jakarta
Jadi saya dan istri serta anak memutuskan berangkat hari itu juga, hari Jumat, tanggal 22 Juni 2014. dengan menggunakan pada pukul 7 pagi. Namun sayang sekali pada saat tiket sudah tercetaj, kalau nggak salah ya, kalau nggak salah itu terjadi delay atau penunda dan delaynya lebih dari 3 jam atau 5 jam. Sedangkan pada saat itu prosesi pemakaman harus segera dilaksanakan. Kondisinya sudah mendesak. Namun Allah memutuskan, Ayahanda sudah berpulang ke Rahmatullah itu di hari pagi saya dan keluarga sudah bersiap-siap berangkat pada pukul 7.
Namun karena pesawatnya delay beberapa jam, Saat saya masih di bandara pihak keluarga sudah menghubungi saya lewat sambungan telepon agar saya yang masih di Bandara menunggu keberangkatan ikhlas karena almarhum Ayah sudah harus segera dikebumikan tanpa kehadiran anaknya. Dalam Islam pemakan orang tua harus dihadiri oleh seluruh anak anaknya. Sayalah satu satunya anak almarhum yang tinggal di Kalimantan Barat sedangkana kakak kakak di Jakarta, Tanggerang dan Bekasi. dan itu di pulau Jawa
Jadi prosesi pemakaman almarhum di Bekasi tidak dapat saya hadiri karena saya masih di Bandara menunggu delay selesai. jadi saya baru tiba di rumah duka di Jalan Sarbini Bekasi, komplek Jakasampurna Bekasi, itu habis zuhur. Jadi terlambat beberapa jam di hari yang sama..
Kenangan Indah Selama Hayat
Sebenarnya pada saat itu di bulan Agustus 2013, pada saat saya berlibur di Bekasi bersama keluarga istri dan anak juga di rumah lama di Bekasi, di jalan Sarbini Bekasi. Sebenarnya saya ada semacam firasat, bukan firasat sih, semacam ada pendapat bahwa dalam al-Quran, jadi bahwa tidak manusia yang jiwa pasti akan kembali ya.
Setiap makhluk yang berjiwa akan segera kembali ke pencipta Allah SWT. Jadi pada saat saya pulang ke rumah orang tua gitu kan, pada bulan Agustus 2013 bersama istri dan anak-anak ya, saya saat itu ketemu dengan ayah ibu di situ otomatis ya. Dan saya udah berpikir ini kapan lagi kesempatan saya bisa buat foto bareng dengan ayah ibu saat itu, pada saat itu masih hidup.
Kenangan Indah Selama Hayat
Sebenarnya pada saat itu di bulan Agustus 2013, pada saat saya berlibur di Bekasi bersama keluarga istri dan anak juga di rumah lama di Bekasi, di jalan Sarbini Bekasi. Sebenarnya saya ada semacam firasat, bukan firasat sih, semacam ada pendapat bahwa dalam al-Quran, jadi bahwa tidak manusia yang jiwa pasti akan kembali ya.
Setiap makhluk yang berjiwa akan segera kembali ke pencipta Allah SWT. Jadi pada saat saya pulang ke rumah orang tua gitu kan, pada bulan Agustus 2013 bersama istri dan anak-anak ya, saya saat itu ketemu dengan ayah ibu di situ otomatis ya. Dan saya udah berpikir ini kapan lagi kesempatan saya bisa buat foto bareng dengan ayah ibu saat itu, pada saat itu masih hidup.
![]() |
| Saya bersama ibunda tercinta Foto diambil pada bulan Agustus 2013. Inilah salah satu harta ku yang paling berharga dalam hidup ku. Ibu aku rindu. Foto Rudi Maryati |
Saya bersama kedua orang tua. Foto diambil pada bulan Agustus 2013. Kapan lagi saya bisa foto bareng bersama orang tua saat mereka masih hidup. ini tinggal kenangan. Inilah harta ku yang paling berharga dalam hidup ku. Foto Rudi Maryati
Jadi Alhamdulillah saya memiliki harta yang paling berharga, harta yang tak ternilai yaitu foto saya bersama ayah dan ibu lengkap pada saat mereka masih hidup. Dan akhirnya Alhamdulillah beberapa foto berhasil take saat itu, yang Agustus 2013 menjadi foto abadi dan menjadi harta yang berharga yang sangat saya jaga sampai sekarang, tahun 2026. yaitu saya berfoto dengan ayah, ibu, saya duduk di tengah, ibu berada di sebelah kiri dan ayahnya di sebelah kanan.
Tunggu saya Ayah Ibu
setelah kedua orang tua sudah berpulang, dan rumah orang tua yang ada di sana akhirnya dijual, ya, dijual. Dan hasil penjualan rumah orang tua itu dibagikan ke sembilan bersaudara. Saya anak kedelapan dari sembilan bersaudara, semuanya dibagi rata.
Terus salah satu wasiat dari ibu yang berhasil saya temukan suratnya agar anak-anak seluruh keluarga tetap bersatu, tetap berpegang pada tali Allah, dan kami anak-anaknya diminta tetap saling bersilaturahmi. Oleh karena itu, kami membentuk grup yang bentuk grup diisi anggota-anggota keluarga dari kakak, saya sendiri bersama adik. Wasiat lainnya agar semua anggota anggota memperhatikan saudara perempuan satu satunya. Dari 9 bersaudara di keluarga saya. Hanya 1 saudara perempuan. Sisanya semuaya laki laki.
Namun kakak yang tertua, ya, Sukanta, juga sudah berpulang. Jadi tinggal yang tersisa ini ya, tinggal delapan bersaudara kumpul dalam satu grup keluarga. Jadi walaupun kita berbeda-beda tempat, berbeda lokasi, ada yang tinggal di Jakarta, ada yang tinggal di Bekasi, ada yang tinggal di Bogor, Kakak yang paling jauh di kota Kalimantan Barat, tetap bersilaturahmi dalam grup.
Sebuah satu manfaat dari digital ya. Kalau kita nggak harus bertemu secara fisik, kita bisa ketemu di grup, seolah-olah kita bertemu secara langsung. Dan sekarang pada saat ini, saya sudah tidak punya kedua orang tua lagi. Saya kini sudah Yatim Piatu (tidak mempunyai ayah dan Ibu atau sudah ditinggal ayah dan ibu wafat) dan saya akan terus bersilaturahmi dengan saudara-saudara semuanya baik secara langsung, baik melalui sambungan Telepon walaupun obrolan di WhatsApp.
Karena saya adalah salah satunya anggota keluarga yang tinggal jauh dari keluarga. Semua kakak atau abang saya berada di Pulau Jawa, di Jakarta, Bogor, Tangerang. Saya sendiri berada di Pontianak, Kalimantan Barat.
Saya sebagai salah satu anak almarhumah, mengucapkan Selamat Ulang Tahun Ibu. Semoga Ibu di sana mendapat limpahan dan rahmat Allah SWT, Allah mengampunkan segala dosa-dosanya dan menjadikan kuburnya jadi taman-taman syurga. Saya menulis artikel ini dengan terharu dan insya Allah kita akan segera bertemu lagi.
Ibu, tunggu aku
Mari kita kirimkan Al-Fatihah untuk kedua orang tua kita, baik yang masih bersama kita maupun yang telah lebih dulu berpulang. Hargai setiap detik kebersamaan sebelum semuanya hanya menjadi kenangan
.
A Message From Asep Haryono
"Thank you so much for your time here. I really appreciate your precious moment here as well. Please leave any comment down below. Let me hear from you. Greetings from Indonesia"



























