Tag :
curahanhati
- Asep Haryono | Saya pernah Bekerja di Warung Internet (Warnet) - Powered by Blogger
Disclaimer:
This article is written in Bahasa Indonesia and is primarily intended for Indonesian readers. International readers, bloggers, and visitors are welcome to read it and may use Google Translate or other translation tools to understand the content.
This article is based on the author's personal experiences, memories, and perspectives. Events, prices, salaries, and other monetary values mentioned reflect the historical context of the time, particularly the 1990s, and should not be directly compared with present-day conditions. Information is shared for personal, historical, and storytelling purposes only. The author does not guarantee complete accuracy, as memories and perspectives may differ.
Melihat dari judul tulisan saya pada hari ini memang bertutur tentang pengalaman saya yang pernah bertugas atau ditugasi menjaga billing warung internet (cyber cafe-red)di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Memang kejadiannya sudah lama, namun demikian ada beberapa hal menarik yang ingin saya tuliskan di blog saya ini catatan perjalanan selama menjadi petugas warnet di 3 (tiga) tempat dalam kurun waktu sekitar tahun 2001 hingga 2002 tahun yang lalu. Udah lama memang
Cerita kali ini akan saya mulai secara sederhana saja urutannya mulai dari tahun sekitar 1999 yang lalu. Saat itu status saya adalah "pengacara" alias pengangguran banyak acara. Saat itu Warung Internet (warnet-red) Kopma Universitas Tanjungpura sudah ada. Saat itu saya diwawancara dengan satu calon lainnya. Tetapi beruntung calon saya yang satu lagi keterima sebagai Guru kalaw nda salah. Dengan diantar sama Deddie Jaya Kuning saya pun melamar di sana.
Saat itu memang terbetik kabar kalaw saat itu (taun 1999-red) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Untan lagi buka lowongan Petugas Jaga Warnet yang akan menjaga Warnet Kopma , dan informasi itu juga sampai ke telinga saya. Singkat kata saya juga mencoba melamar jadi Petugas Jaga Warung Internet satu satunya saat itu pada tahun 1999. Selidik punya selidik ternyata warnet tersebut merupakan kerjasama antara Pontianak post dengan pihak kampus Untan. Pihak Untan yang menyediakan lokasi, listrik dan Bangunan, dan Pihak Pontianak Post yang menyediakan perangkat Hardware dan software PC dan lain sebagainya.
This article is based on the author's personal experiences, memories, and perspectives. Events, prices, salaries, and other monetary values mentioned reflect the historical context of the time, particularly the 1990s, and should not be directly compared with present-day conditions. Information is shared for personal, historical, and storytelling purposes only. The author does not guarantee complete accuracy, as memories and perspectives may differ.
Melihat dari judul tulisan saya pada hari ini memang bertutur tentang pengalaman saya yang pernah bertugas atau ditugasi menjaga billing warung internet (cyber cafe-red)di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Memang kejadiannya sudah lama, namun demikian ada beberapa hal menarik yang ingin saya tuliskan di blog saya ini catatan perjalanan selama menjadi petugas warnet di 3 (tiga) tempat dalam kurun waktu sekitar tahun 2001 hingga 2002 tahun yang lalu. Udah lama memang
Cerita kali ini akan saya mulai secara sederhana saja urutannya mulai dari tahun sekitar 1999 yang lalu. Saat itu status saya adalah "pengacara" alias pengangguran banyak acara. Saat itu Warung Internet (warnet-red) Kopma Universitas Tanjungpura sudah ada. Saat itu saya diwawancara dengan satu calon lainnya. Tetapi beruntung calon saya yang satu lagi keterima sebagai Guru kalaw nda salah. Dengan diantar sama Deddie Jaya Kuning saya pun melamar di sana.
Saat itu memang terbetik kabar kalaw saat itu (taun 1999-red) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Untan lagi buka lowongan Petugas Jaga Warnet yang akan menjaga Warnet Kopma , dan informasi itu juga sampai ke telinga saya. Singkat kata saya juga mencoba melamar jadi Petugas Jaga Warung Internet satu satunya saat itu pada tahun 1999. Selidik punya selidik ternyata warnet tersebut merupakan kerjasama antara Pontianak post dengan pihak kampus Untan. Pihak Untan yang menyediakan lokasi, listrik dan Bangunan, dan Pihak Pontianak Post yang menyediakan perangkat Hardware dan software PC dan lain sebagainya.
Ini adalah satu satunya foto yang saya miliki saat saya bertugas sebagai petugas jaga warung internet UNIVERSITAS TANJUNGPURA Pontianak Kalimantan Barat Indonesia era tahun 1992 an. Kualias fotonya yang kurang baik, dan semoga masih bisa melihat saya saat itu yang masih muda
Apa sebenarnya tugas saya saat itu
Petugas billing atau penjaga warung internet (warnet/cyber cafe) memiliki peranan penting dalam menjaga kelancaran operasional tempat usaha tersebut. Tugas utamanya adalah mengoperasikan sistem billing, mengatur penggunaan komputer pelanggan, mencatat waktu pemakaian, serta menerima pembayaran atas layanan yang digunakan.
Selain itu, petugas billing juga bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada pelanggan, membantu apabila terjadi kendala ringan pada komputer atau koneksi internet, serta mengawasi keamanan dan ketertiban di dalam warnet. Pada beberapa warnet, petugas juga menangani layanan tambahan seperti mencetak dokumen, menjual makanan dan minuman, atau membantu kebutuhan pelanggan lainnya.
Kebersihan dan kerapian area warnet juga sering menjadi bagian dari tanggung jawab petugas, terutama pada usaha warnet berskala kecil. Oleh karena itu, seorang petugas billing tidak hanya berfungsi sebagai penjaga atau kasir, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang baik dan memastikan kegiatan operasional warnet berjalan dengan lancar.emang sih tulisan ini sudah saya publikasikan secara lengkap dalam website pribadi saya
Kebersihan dan kerapian area warnet juga sering menjadi bagian dari tanggung jawab petugas, terutama pada usaha warnet berskala kecil. Oleh karena itu, seorang petugas billing tidak hanya berfungsi sebagai penjaga atau kasir, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang baik dan memastikan kegiatan operasional warnet berjalan dengan lancar.emang sih tulisan ini sudah saya publikasikan secara lengkap dalam website pribadi saya
GAJI yang BESAR saat itu
Gaji yang saya terima saat itu sebesar Rp250.000 merupakan jumlah yang sangat besar bagi saya, terutama jika dilihat dalam konteks kehidupan seorang mahasiswa pada era 1990-an. Nilai tersebut tentu sangat berbeda apabila dibandingkan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Sebagai gambaran, biaya daftar ulang kuliah pada waktu itu masih sekitar Rp75.000, sedangkan biaya sewa kamar kos yang saya tempati hanya Rp25.000 per bulan. Dengan demikian, penghasilan sebesar Rp250.000 bukanlah jumlah yang kecil. Bahkan, gaji tersebut dapat menutupi berbagai kebutuhan penting seorang mahasiswa, termasuk biaya pendidikan dan tempat tinggal.
Bagi saya yang saat itu masih menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, mendapatkan penghasilan sebesar Rp250.000 dari pekerjaan sebagai petugas billing atau penjaga warnet merupakan sesuatu yang sangat berarti. Jika dibandingkan dengan biaya daftar ulang sebesar Rp75.000, maka satu kali gaji saja sudah lebih dari cukup untuk membayar kebutuhan tersebut.
Bagi saya yang saat itu masih menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, mendapatkan penghasilan sebesar Rp250.000 dari pekerjaan sebagai petugas billing atau penjaga warnet merupakan sesuatu yang sangat berarti. Jika dibandingkan dengan biaya daftar ulang sebesar Rp75.000, maka satu kali gaji saja sudah lebih dari cukup untuk membayar kebutuhan tersebut.
Bahkan setelah membayar biaya pendidikan, masih terdapat sisa uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu pula dengan biaya kos yang hanya sekitar Rp25.000 per bulan. Secara sederhana, nilai gaji tersebut setara dengan biaya sewa kos selama beberapa bulan.
Kenangan INDAH
Karena itulah, saya selalu menganggap gaji Rp250.000 pada era 1990-an sebagai jumlah yang sangat besar. Bukan hanya karena angka nominalnya, tetapi karena daya belinya pada saat itu benar-benar terasa.
Uang tersebut memberikan saya kemandirian secara finansial dan membantu meringankan berbagai kebutuhan selama menjalani masa kuliah. Pengalaman bekerja sambil kuliah juga memberikan pelajaran berharga tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya menghargai setiap penghasilan yang diperoleh.
Pada masa itu, mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan sebesar Rp250.000 sebagai seorang mahasiswa merupakan sebuah kesempatan yang sangat berarti dan menjadi salah satu pengalaman yang hingga kini masih saya ingat dengan baik.
.
A Message From Asep Haryono
"Thank you so much for your time here. I really appreciate your precious moment here as well. Please leave any comment down below. Let me hear from you. Greetings from Indonesia"










It sounds like a wonderful place to work and the fact that you were making enough money to be independent and do what you want and needed to is great. Thanks for sharing.
ReplyDelete