Tag :
Indonesia
- Asep Haryono | Hasil Monitoring dan Evaluasi di SPPG Kuala Dua 2: Langkah Nyata Menuju Dapur yang Lebih Bersih dan Efisien - Powered by Blogger
DISCLAIMER : This article is specially dedicated to Mrs. Ananka from Scotland. I promised her that I would share a story about my current job, and today I am fulfilling that promise. I apologize that this article is written in Indonesian because it is mainly intended for readers in Indonesia. Friends and fellow bloggers from other countries can use Google Translate or other online translation tools to understand this article.
Asep Haryono
Pada hari Senin, 20 April 2026, tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi di SPPG Kuala Dua 2 di Kabupten Kybu Faya, Kalimantan Barat, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kebersihan, keamanan, dan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari tim yang bekerja di lingkungan dapur, saya melihat langsung bagaimana kegiatan monitoring ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kondisi yang ada, tetapi juga memberikan arahan perbaikan yang bersifat konstruktif. Semua masukan yang diberikan berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan para pekerja di dapur.
Asep Haryono
Pada hari Senin, 20 April 2026, tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi di SPPG Kuala Dua 2 di Kabupten Kybu Faya, Kalimantan Barat, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kebersihan, keamanan, dan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari tim yang bekerja di lingkungan dapur, saya melihat langsung bagaimana kegiatan monitoring ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kondisi yang ada, tetapi juga memberikan arahan perbaikan yang bersifat konstruktif. Semua masukan yang diberikan berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan para pekerja di dapur.
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi kali ini adalah penataan alas kaki. Tim monitoring menekankan bahwa alas kaki wajib ditempatkan di atas rak yang telah disediakan. Alas kaki yang berasal dari luar area dapur harus dilepas sebelum memasuki ruangan kerja.
Untuk mendukung hal tersebut, disediakan empat titik penyimpanan rak alas kaki, yaitu di pintu masuk loading area, pintu masuk lobby, serta di area WC dan tempat cuci ompreng. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam menjaga kebersihan lingkungan dapur dan mencegah masuknya kotoran dari luar.
2. Penambahan Fasilitas dan Peralatan Pendukung
Selain penataan alas kaki, tim monitoring juga memberikan rekomendasi untuk menambah beberapa fasilitas penting. Di antaranya adalah penambahan rak penyimpanan alat, penyediaan alas kaki atau sandal tambahan, serta pengadaan freezer box dan showcase.
Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas bahan makanan dan meningkatkan efisiensi kerja. Dengan penyimpanan yang lebih tertata, proses kerja dapat berjalan lebih cepat dan risiko kerusakan bahan makanan dapat diminimalkan.
3. Penyimpanan Barang Non-Pangan dan Standarisasi Bahan Makanan
Dalam kegiatan evaluasi tersebut, tim juga menyoroti pentingnya pemisahan antara barang pangan dan non-pangan. Plastik dan barang sejenis diwajibkan untuk disimpan di gudang khusus agar tidak tercampur dengan bahan makanan.
Selain itu, standarisasi bahan makanan juga menjadi perhatian. Beras yang digunakan harus memiliki izin edar PSAT dan disarankan menggunakan beras premium yang memiliki kode resmi atau sertifikat dari lembaga terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas bahan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tetap terjaga.
4. Penempatan Peralatan dan Perbaikan Fasilitas
Beberapa peralatan dapur juga menjadi bagian dari evaluasi. Misalnya, galon air dan ompreng yang sudah diisi makanan harus ditempatkan menggunakan palet, sehingga tidak langsung menyentuh lantai. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Selain itu, ditemukan juga perlunya perbaikan pada pemantik kompor gas yang mengalami gangguan. Perbaikan peralatan seperti ini sangat penting, karena dapat memengaruhi kelancaran proses memasak dan keselamatan kerja di dapur.
5. Penataan Ruang dan Efisiensi Operasional
Penataan ruang dapur menjadi salah satu fokus dalam monitoring kali ini. Tim menyarankan agar dilakukan penataan ulang ruang penyimpanan alat dapur agar lebih rapi dan efisien.
Pengadaan meja dorong juga menjadi salah satu rekomendasi penting. Meja dorong ini akan digunakan untuk membawa makanan matang dari ruang masak ke ruang porsi. Dengan adanya alat tersebut, mobilitas pekerja dapat berkurang, sehingga tenaga dan waktu dapat digunakan dengan lebih efektif.
Selain itu, dilakukan juga penyekatan antara tangga dan ruang porsi. Ruang porsi harus dijaga dalam kondisi steril, karena merupakan area yang langsung berhubungan dengan proses pembagian makanan.
6. Kebersihan Lingkungan dan Kesadaran Pekerja
Kebersihan lantai dan lingkungan kerja menjadi perhatian penting dalam kegiatan evaluasi ini. Tim monitoring menyarankan penggunaan cairan pembersih seperti karbol atau disinfektan untuk mengepel lantai secara rutin.
Di area toilet, disediakan alas kaki khusus dan ditambahkan informasi berupa tulisan pengingat agar setiap pekerja mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan bersama.
Selain fasilitas, kesadaran pekerja juga menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Pekerja diingatkan untuk membersihkan pembatas plastik secara rutin, tidak mengikat pembatas plastik dengan tali, tidak membuang sampah sembarangan, dan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
7. Perbaikan Infrastruktur dan Administrasi
Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim juga menemukan bahwa listrik di lokasi dapur masih sering mengalami gangguan atau jatuh. Kondisi ini perlu segera diperbaiki, karena dapat berpotensi merusak peralatan dapur dan mengganggu kelancaran operasional.
Selain aspek teknis, kelengkapan administrasi juga menjadi bagian dari evaluasi. Dokumen berita acara serah terima kepada penerima manfaat harus dilengkapi sebagai bukti bahwa makanan telah diterima sesuai prosedur. Administrasi yang tertib akan membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
8. Komitmen untuk Perbaikan Berkelanjutan
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini memberikan banyak masukan yang bermanfaat bagi pengelola dan pekerja di SPPG Kuala Dua 2. Semua poin yang disampaikan bukanlah bentuk kritik semata, tetapi merupakan langkah bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Perbaikan mungkin membutuhkan waktu dan kerja sama dari semua pihak. Namun dengan komitmen yang kuat, setiap perubahan kecil dapat membawa dampak besar bagi kebersihan, kerapihan, dan efisiensi operasional dapur.
Pada akhirnya, tujuan utama dari semua upaya ini adalah memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tetap aman, higienis, dan berkualitas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap program layanan pangan dapat terus terjaga.
Mari kita jadikan kebersihan dan kedisiplinan sebagai budaya kerja bersama. Dengan saling mengingatkan dan bekerja sama, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
A Message From Asep Haryono
"Thank you so much for your time here. I really appreciate your precious moment here as well. Please leave any comment down below. Let me hear from you. Greetings from Indonesia"











No comments:
Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)