Help us to keep our home

Dear Blog,

Tema tulisan blog ku hari ini memang agak lazim dan sudah "pasaran" diberbagai forum, milis dan juga tulisan di berbagai media. Teman. Ya satu kata itu memang sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Pengalaman memperoleh teman dan mendapatkan pertemanan adalah hal yang bisa saja berbeda beda antara satu orang dengan orang yang lain. Perbedaan pengalaman itu bisa jadi pengalaman yang baik, dan berkesan. Namun tidak sedikit pengalaman menyedihkan, tidak menyenangkan sampai pada pengalaman yang menyakitkan bisa terjadi pada setiap orang. Apa yang anda rasakan saat memperoleh seorang teman Baru? Bagaimana anda harus bersikap agar pertemanan yang sudah anda bangun dan bina itu tidak rusak karena sesuatu hal?. Mari kita kita coba paparkan sedikit suka duka pertemanan yang kita rasakan selama ini.

Banyak faktor "x" dan juga faktor lain yang bisa menyebabkan pertemanan anda bisa renggang karena kesalahpahaman dan perbedaan visi dan cara pandang anda masing masing terhadap pola pertemanan yang ingin kalian bangun. Perbedaan visi dan cara pandang ditambah dengan gaya hidup seseorang bisa menentukan perbedaan dalam memperlakukan seorang teman. Satu hal yang pasti adalah kita tidak dapat membuat setiap orang menjadi sahabat atau teman buat kita. Sebagaimana kita juga belum tentu diterima oleh orang lain sebagai teman. Namun demikian ada batas batas manusiawi dan keadilan yang bisa membedakan antara anda dengan teman anda. Pantaskah dia menjadi teman anda sesuai dengan kriteria anda sendiri? Juga dengan pertanyaan lain: Pantaskah anda menjadi sahabatnya sesuai dengan kriteria yang ada padanya?.

Coba kita lihat beberapa contoh "faktor X" yang bisa menyebabkan anda tidak bisa di"terima" oleh seseorang untuk menjadi temannya dan juga sebaliknya dia tidak bisa "diterima" menjadi teman anda. Beberapa faktor "ajaib" itu antara lain :

  1. Uang (Money)
    Khusus untuk alasan yang satu ini memang lazim dan umum terjadi di dunia pertemanan antara sesama kita. Urusan Uang, duit, fulus, money, atau arta (bahasa Jawa-red). Urusan ini memang sangat sensitif dan sangat peka karena menyerempet ke dimensi pertemanan yang lain dalam lingkaran persahabatan yang akan kita bangun. Kekurangan finansial sering menjadi salah satu pemicu keretakan pertemanan antara kalian. Contoh mudahnya adalah saat anda meminjam uang kepada teman anda, dan anda tidak dapat mengembalikan uang itu pada waktunya kepadanya. Atau anda sengaja atau tidak sengaja menghindar dari kewajiban membayar kembali uang anda kepadanya. Hal hal "diam diam" seperti inilah akhirnya menimbulkan "jarak" bagi anda yang berpotensi timbulnya keregangan diantara kalian.

    Namun sebenarnya urusan uang ini bisa saja diatasi oleh kalian berdua. Jika ada "deal" atau ada "kesepakatan" bagi kalian berdua yang tidak mempermasalahkan "kapan" hutang anda kepadanya, atau hutang dia kepada anda tidak menjadi masalah. Waktu pelunasan hutang yang bisa direstrukturasi bagi kalian berdua yang sudah sepakat satu sama lainnya bisa jadi akan menjadi solusi bagi persahabatan kalian. Persahabatan dan pertemanan kalian tetap tidak ada masalah dan hepi hepi saja karena anda tidak mempermasalahkan urusan materi. Namun pola pertemanan seperti ini memang jarang terjadi. Tidak banyak orang yang mengalami hal seperti ini. Berbahagialah anda jika punya teman yang punya tenggang rasa yang tinggi. Hutang memang harus dibayarkan, namun kalian berdua tidak mempermasalahkannya kapan (hutang itu) dibayar.

  2. Urusan Cinta (Asmara - Love)
    Saya sebenarnya agak senyum senyum juga untuk alasan yang satu ini. Urusan cinta. Urusan asmara. Sepertinya rekan rekan blogger sudah bisa menebak ke arah mana bahasan nomor 2 ini, urusan Cinta. Mungkin rekan rekan pembaca blog saya akan mudah menerka karena urusan cinta atau asmara inilah anda akan merasa cemburu (Jealous-red) ya khan? Hehehe. Ya ya saya rasa wajar saja. Bayangkanlah jika seseorang yang anda sukai dan cintai itu ternyata pindah kelain hati dan sudah punya gebetan lain?. Tentu anda merasa jeles alias cemburu bukan? Wajar saja tentu saja. Anda akan menjaga jarak kepada si dia karena si dia sudah punya gebetan yang baru misalnya. Saya sendiri tidak menganjurkan anda untuk berpacaran, karena dalam agama Islam yang saya anut memang tidak mengenal kata "pacar" atau "Pacaran".

    Namun kadang juga orang bisa putus asa karena cinta. Lebih "seyem" lagi kalaw untuk urusan asmara alias cinta ini bisa membuat orang menjadi patah semangat hidupnya atau bahkan akan mengakhiri hidupnya. Ih seyem bangeds ya. Jangan sampai begitu ya. Percayalah, seperti kata banyak orang, dunia ini tidak selebar daun kelor. Jika anda ditolak oleh si dia, Insya Allah masih banyak lagi calon pengganti yang lain. Perluaslah wawasan dan pergaulan anda sehingga anda akan banyak mendapatkan suasana baru dan kemungkinan mendapatkan seseorang yang sesuai dengan hati anda akan menjadi lebih besar daripada anda mengurung seorang diri di dalam kamar. Bukalah hati anda untuk menerima cinta dari orang lain, dan Insya Allah anda akan dimudahkan untuk mendapatkan kekasih baru yang sesuai dengan pilihan hati anda.

  3. Idealisme
    Ini memang salah satu faktor anda "dijauhi" oleh teman anda. Ini bisa dimaklumi sebenarnya. Misalnya saja anda pintar, dan paham hukum dan anda mempertahankan idealisme anda karena sistim di tempat kerja anda misalnya memang tidak sesuai dengan tatanan dan kaidah hukum yang berlaku. Lalu anda berjuang dan berusaha memperbaikinya sesuai dengan idealisme yang anda yakini kebenarannya. Persoalannya di sini adalah JIKA anda berada di sistim lingkungan kerja dengan manajemen yang amburadul dan teman teman anda sudah banyak mendapat fasilitas dari bos di kantor, maka anda hanyalah sebutir debu yang tiada artinya.

    Percuma saja anda mempertahankan idealisme anda jika lingkungan kerja aja sudah lebih pro kepada kantor yang sudah memanjakan mereka dengan fasilitas fasilitas. Hutang Jasa kepada seseorang yang kelewat tinggi menyebabkan mereka "takut" ditarik kembali fasiltias yang sudah mereka terima dari bos, sehingga rekan rekan anda menjadi "buta" akan kebenaran. Anda jangan menyalahkan BOS yang pilih kasih atau bos anda menganut sistim "Like and dislike" karena itu adalah hak sang bos. Anda mau jadi jahat atau mau jadi baik adalah pilihan. Jadi sikap idealisme anda di kantor dianggap "membahayakan" posisi rekan anda jika bergaul atau "berdekatan" dengan anda. Mereka berinisiatif "Cari Aman" dengan tidak menjadikan anda menjadi temannya. Ini bisa dimaklumi.

    Jadi anda tidak perlu risau atau kuatir karena "dijauhi" oleh rekan rekan kantor anda dari kelompok semprul seperti ini. Malah seharusnya anda kasihan kepada mereka yang sebenarnya dari hati mereka yang terdalam ingin berteman kepada anda. Namun faktor egois dan ketakutan kehilangan rezeki jika berteman dengan anda yang idealis lah yang menjadikan anda di"jauhi" oleh rekan kerja anda . Anda harus memaklumi mereka. Jadilah diri anda sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan anda. Anda tidak perlu takut terhadap "keengganan" mereka untuk menjadikan anda sebagai sahabatnya.

Nah demikian dari contoh 3 (tiga) faktor di atas masih banyak faktor lainnya di dalam peta pertemanan anda di dunia persilatan yang malang melintang saat ini. Hehehe. Yaya apa yang saya paparkan di atas hanyalah contoh saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa menjadi hal atau sesuatu yang berpotensi merenggangkan hubungan pertemanan kalian dengan rekan anda. Ingatlah selalu bahwa kita tidak selalu bisa membuat orang lain SUKA terhadap kita, sebagaimana kita juga tidak bisa menjadikan setiap orang menjadi sahabat atau teman bagi diri kita sendiri. Jadi tidak ada yang namanya teman sejati dan juga tidak ada yang namanya musuh sejati. Kadang jika kita terlalu sayang kepada teman mungkin suatu saat dia akan menjadi musuh terbesar anda. Juga anda jangan terlalu membenci seorang musuh, karena bisa jadi mereka akan berubah dan menjadi sahabat baik anda.

Berteman atau mendapatkan teman baru adalah hal yang indah. dalam hidup Kata orang mendapatkan 1000 teman terlalu sedikit, dan mendapatkan 1 orang musuh sudah terlalu banyak. Mungkin ungkapan itu benar mungkin juga tidak. Tidak ada kewajiban bagi anda untuk mendapatkan teman sebanyak banyaknya. Teman sedikit namun berkualitas jauh lebih baik bagi kalian berdua untuk dibina, dipupuk dan dikembangkan menjadi jalinan persahabatan dan persaudaraan selama lamanya

Sebagai penutup saya kutipkan kata kata bijak dari Erynn Miller "Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga". Nah selamat berburu teman yang baik dan berkualitas ya



Dear Blog,

Kini sudah menjadi tren orang lagi senang belajar Bahasa Inggris. Mulai dari tingkat anak anak hingga kepada tingkat Mahasiswa dan orang kantoran. Semuanya pada booming belajar Bahasa Inggris. Suatu gejala yang bagus dan baik sekali. Namun tidak sedikit diantara kita yang mencibir dan menganggap remeh orang yang sedang giat mempelajari Bahasa Inggris. Mulai dari keraguan para pakar pendidikan akan pemakaian bahasa Pengantar Bahasa Inggris di Sekolah, pemakaian bahasa Inggris di sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, sampai kepada pada anggapan sebelah mata terhadap menjamurnya kursus kursus Bahasa Inggris yang banyak disetiap sudut kota Pontianak bak jamur di musim hujan.

Namun karena sering dianggap sebelah mata dan anggapan remeh dari orang itulah, banyak dari kita yang malah meremehkan banyaknya kejanggalan dan kesalahan tata bahasa (Gramatika) Bahasa Inggris dalam penggunaan sehari hari. "Jangankan anda, anak SD saja sekarang banyak yang mahir Berbahasa Ingrgis" kata sebuah artikel yang saya baca dari sebuah koran nasional. Nah jangankan kita orang dewasa yang lagi gandrung Bahasa Inggris, anak anak tingkat Sekolah Dasar aja banyak yang mahir berbahasa Inggris. Lalu ada lagi komentar lain, "Ngapain sih belajar bahasa Inggris jaman sekarang? Hari gene belajar Bahasa Inggris, udah pasaran tauuuuu" Demikian katanya. Lalu banyak orang yang menyarankan belajar bahasa Asing lain saja daripada belajar Bahasa Inggris yang sudah kadung sudah mencapa titik jenuh di pasaran kerja seperti sekarang ini. Benarkah demikian?

Orang terjatuh biasanya karena batu yang kecil. Jarang sekali orang terjatuh karena batu yang besar. Hal hal kecil dan remeh dari Bahasa Inggris saja sudah banyak yang tidak perduli lagi. Mau salah kek sebodo amat. Lagipula salah kecil kecil ini, tidak salah besar besar kata orang. Santai ajalah cuma salah gramatika aja, yang penting kan mereka tau maksud kita kata orang. Nah dari sinilah akhirnya timbul pembenaran (justifikasi) kalaw penulisan dan pemakaian bahasa Inggris boleh salah salah tata bahasanya yang penting mereka mengerti apa yang kita maksudkan. Banyak contoj contoh di masyarakat bahwa hal hal remeh dan kecil seperti tata bahasa Inggris saja banyak yang diabaikan oleh masyarakat yang dengan mudahnya bisa kita temui dalam kejadian sehari hari.

Misalnya ada koran di Pontianak terkenal di Kalimantan Barat yang sering menuliskan kata "Pontianak Colorfull" dalam sebuah artikelnya. Yang dimaksud oleh penulis atau redakturnya tentu adalah "Pontianak Penuh Warna" dalam artian bahasa Indonesianya. Pemakaian kata "Colorfull" yang oleh penulis/redaktur dimaksudkan adalah "Penuh Warna" tentu benar adanya. Benar namun kurang tepat. Dalam tata Bahasa (gramatika), kata "Colorfull" dengan penggunaan dobel huruf L adalah kurang tepat. Suffix "ful" (dengan huruf L satu buah-red) yang ditambahkan kepada kata Benda untuk menghasilkan kata sifat. Jadi kata dasarnya adalah "color" + mendapat Suffix "ful" menjadi "Pontianak Colorful" adalah tepat dan sesuai dengan kaidah tata bahasa Inggris. Contoh lainnya adalah "joyful, cheerful , painful, careful" dan masi h banyak lainnya.

Suffix "ful" diartikan sesuatu yang mempunyai makna sepenuhnya diisi oleh sifat sesuatu, atau penuh dengan sesuatu. Kata "Pontianak Colorful" artinya adalah "Kota Pontianak yang penuh dengan warna warni". Jadi dalam kaidah tata bahasa Inggris (Grammar) pemakaian suffix "ful" ditambahkan kepada kata benda untuk menghasilkan kata sifat.


Jadi kata pemakaian kata "Pontianak Colorfull" yang berarti "Kota Pontianak penuh Warna Warni" akan lebih tepat dan bermakna jelas jika menggunakan pilihan kata "Pontianak Colourful" (Huruf L nya satu).

Para Pembaca Blog saya di mana saja berada.
Bahkan banyak plang plang papan informasi yang ada di bandara Internasional Soekarno Hatta juga banyak yang kacow balaw susunan tata bahasanya. Padhal kita semua tau sama tempe bahwa Bandara SOETTA adalah bandara Internasional yang dikunjungi oleh ratuan bahkan ribuan turis asing dari seluruh dunia tumplek ruah di situ. Petunjuk bandara, termasuk penempatan papan informasi dan plang info di bandara SOETTA merupakan bagian dari kebutuhan pengguna jasa di Bandara untuk mengetahui secara persis informasi apa yang kiranya diperlukan. Jadi jika penulisan susunan ejaan dan penggunaan Bahasa Inggris dalam papan info di SOETTA itu kacow susunan bahasa Inggrisnya, bukan tidak mungkin malah membuat para wisatawan manca negara menjadi kebingungan.

Coba saja amati pemakaian ejaann berbahasa Inggris yang kacau misalnya terlihat di papan penunjuk penyewaan mobil, tur dan travel di bandara yang terletak di Cengkareng, Tangerang, Banten itu. Dalam papan tertulis, "Comport, Easy, Cheapers, Safety". Padahal yang dimaksudkan tentunya adalah 'Comfort' (nyaman), 'Cheaper' (lebih murah), dan 'Safe' (aman). Dan tidak hanya itu juga dalam papan itu tertulis 'Droop and Pick Up' padahal seharusnya 'Drop and Pick Up' karena mengacu pada makna menurunkan dan menaikkan.

Contoh lain adalah plang tertulis "SERVICE AVILIABLE". Padahal penulisan bahasa Inggris yang sesuai dengan tata krama dan tata bahasa adalah "Service Available". Nah kacow sekali bukan?. Dan masih banyak lagi kesalahan kesalan kecil dan remeh yang selalu diabaikan dan tidak mendapat perhatian dari kita semua sebagai pengguna dan pemakai bahasa Inggris. Remeh dan sederhana kesalahannya bukan? Tapi berdampak serius terhadap martabat bangsa. Apa kata turis nanti, kalaw orang Indonesia banyak tidak paham menggunakan bahasa Inggris. Nah kalaw turis sampai bilang gitu yang malu kan kita semua bukan?

Saya saja sebagai orang Indonesia merasa malu dan prihatin dengan penggunaan Bahasa Inggris yang salah dan tidak sesuai dengan grammar (tata bahasa) dan ejaan yang benar. Saya memang bangga dengan Bahasa Indonesia, dan bahasa Indonesia adalah bahasa utama saya yang saya gunakan sehari hari. Namun konteks yang saya tulis dalam blog ini adalah bahasa Internasional yang umum digunakan dalam menyambut kedatangan turis asing di Indonesia.

Jika kita kedatangan Turis Jepang misalnya, dan kita kurang paham bahasa Jepang, maka kita akan menggunakan bahasa Internasional lainnya yang juga bisa digunakan. Memang banyak turis asing yang paham bahasa Indonesia, namun juga tidak sedikit dari turis Asing yang datang ke Indonesia tidak mengerti sama sekali bahasa Indonesia. Nah Bahasa Inggris bisa digunakan untuk menyambut mereka. Bukankah Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa Internasional yang banyak digunakan dan "pasaran" dewasa ini?

Kesalahan penulisan bahasa Inggris di bandara internasional sekelas SOETTA sebenarnya cukup memalukan bangsa Indonesia. Karena Bandara SOETTA adalah etalase suatu Negara. Nah kesan pertama yang didapat oleh para turis saat mendarat di Indonesia salah satunya adalah melalui Bandara Soekarno Hatta. Di masa yang akan datang sebaiknya penulisan kata kata dan papan info di SOETTA jangan diserahkan kepada karyawan biasa dalam pengerjaannya. Jika harus dikerjakan oleh karyawan biasa, harus sudah mendapat revisi dan pengawasan dari mereka yang paham dan mengerti Bahasa Inggris. Agar kejadian yang memalukan ini bisa sedikit demi sedikit dikurangi kesalahannya di masa yang akan datang.

Nah dengan contoh contoh di atas, masihkah anda meremehkan Bahasa Inggris?.

Bagi rekan blogger dan pengunjung blog saya membaca posting ini sebaiknya membaca dahulu tulisan saya sebelumnya yang berisi dan berjudul Love of Mylife Part One sehingga bisa dengan mudah mengikuti jalan cerita ini. Saya akan sangat berterima kasih jika rekan rekan sudi kiranya membaca postingan saya sebelumnya itu sehinggan akan "nyambung dengan cerita ini.

Pertanyaan bagian kemarin yang belum saya bahas di sini adalah : Lalu bagaimana suka dukanya melakukan komunikasi jarak jauh tersebut?. Bagaimana mungkin melakukan koordinasi untuk mengadakan walimatul ursy sedangkan kami berada di 4 lokasi kota yang berbeda?. Jadikah kami menikah?. Bagaimana teknis seserahan dan lain sebagainya sedangkan kami berada di 4 kota yang berbeda?. Bagaimana tips tips mengatur/menyiapan pernikahan ini? Berikut adalah bahasannya. Bagian ini habis dari dua tulisan bersambung saya. Selamat membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat yang bagi mereka yang saat ini sedang menjalin komunikasi jarak jauh dan bagi mereka yang sedang merencanakan ingin segera menikah. Tulisan ini sudah disingkat tanpa mengurangi makna dan substansi ceritanya.



Suka Duka Menjalin Komunikasi Jarak Jauh
Banyak suka duka yang saya dan calon istri saya waktu itu yang harus kami lalui dalam membina 'hubungan jarak jauh' dengan hanya mengandalkan komunikasi melalui SMS, telepon, email dan juga surat menyurat. Dengan letak geografis kami berdua yang jauhnya bermil mil, saya berada di Kota Pontianak, dan calon istri berada di Kota Semarang (Jawa Tengah) dan masih menyandang status sebagai Mahasiswi yang sedang menyusun skripsi. Orang tua saya berada di Bekasi, sedangkan orang tua dia berada di kota Jogjakarta (Jawa Tengah). Komunikasi kami selalu berkaitan juga dengan "koordinasi" kami berdua dengan orang tua masing masing. Jadilah komunikasi kami melintasi antar pulau : Jakarta, Pontianak, Semarang dan Jogjakarta. Begitu seterusnya bersliweran kesana kemari.

Satu hal yang penting untuk diperhatikan di sini adalah antara saya dan Calon istri sudah ada kemauan dan tekad yang kuat untuk melangsungkan pernikahan di kota Jogjakarta. Ini harus dicamkan dahulu dan terpenting sebelum melangkah berkomunikasi lebih intens lagi. Kesepakatan ini harus dipegang teguh dan harus memiliki kemauan yang kuat dari kami berdua. Itu syaratnya. Kebanyakan pasangan yang melakoni komunikasi jarak jauh runtuh di tengah jalan karena tidak ada komitmen dan keteguhan dalam memegang kesepakatan bersama. Kemudian kami sudah menetapkan 'hari' dan tanggal pernikahan kami yakni di Kota Jogjakarta pada tanggal 11 Desember 2005. Dipilihnya tanggal tersebut atas diskusi keluarga calon istri dan kedua orang tuanya dengan dasar bahwa tanggal tersebut ditetapkan tanpa ada cerita ini itu yang biasa membumbui dalam setiap penetapan tanggal pernikahan. Kami berprinsip semua hari adalah baik, walau ada sebagian keyakinan bagi masyarakat Jawa akan hari hari tertentu yang baik.

Suka Duka komunikasi jarak jauh banyak yang telah kami alami. Salah satunya adalah komunikasi dalam SMS Handphone. Kenapa sampai SMS dibawa bawa?. Keliatannya seperti remeh saja ya komunikasi SMS namun jangan dikira hal yang satu ini pernah membuat kami bersitegang hanya karena tidak sabar menunggu jawaban SMS dari pasangan. Mungkin bisa saja SMS tidak sampai karena komunikasi jaringan yang dodol atau error dijaringan Halo atau Telkomselnya sehingga SMS yang dikirim tidak pernah sampai atau tidak pernah terkirim. Kalian harus punya kesabaran dan toleransi yang tinggi jika ingin langgeng melakukan komunikasi jarak jauh apalagi yang sedang merencanakan pernikahan seperti kami waktu itu.

Bagaimana merencanakan pernikahan sedangkan kami berada di kota dan Pulau yang berbeda?
Setelah kami berdua menetapkan tanggal 11 Desember 2005 sebagai tanggal walimatul ursy (resepsi pernikahan) kami di kota Jogjakarta, kendala lain segera bermunculan satu persatu yang harus kami hadapi berdua. Satu persoalan selesai, muncul lagi 2 (dua) permasalahan baru. Apakah dua permasalahan itu?.

Pertama Calon istri menghadapi kendala untuk pindah dan menetap ikut suami jika sudah menikah pergi ke Kalimantan Barat. Saat itu sang calon istri harus bersabar memberi pengertian kepada ibu kandungnya yang berada di Jogjakarta yang saat itu tidak 'rela' anak gadis satu satunya dibawa ke pulau Kalimantan Barat.
Saat itu saya masih di Pontiana (Kalimantan Barat) dan sang calon istri masih kuliah di IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah). Orang tua calon istri berada di Jogjakarta, dan orang tua saya berada di Bekasi

Kedua. Kendala lainnya adalah kekisruhan manajemen di TK Islam Bias di Kota Semarang tempat sang istri menimba ilmu di IKIP PGRI Semarang. Kebetulan sang calon istri juga sebagai salah satu staf pengajar di TK Islam Bias Semarang itu. Manajemen TK Bias juga tidak begitu 'rela' kalaw salah satu stafnya berhenti mengajar karena pertimbangan murid murid dan kelangsungan pendidikan anak anak di sekolah itu. Namun Alhamdulillah sekali lagi kendala kendala itu berhasil di atasi oleh sang calon istri.

Sedangkan persoalan yang muncul dari pihak saya adalah menyangkut soal Finansial atau keuangan. Dari mana saya mendapatkan uang untuk membiayai pernikahan di Jogjakarta?. Terlintas di kepala saya betapa biaya yang sangat besar yang mungkin terjadi sehubungan dengan rencana pernikahan saya itu. Uang ditabungan saya hanya cukup untuk membiayai hidup saya sehari hari. Mau tidak mau saya harus mencari pinjaman ke sana kemari untuk menutupi kekurangan biaya pernikahan. Saya gadaikan BPKB Motor SupraFIT 2004 saya kepada FIF dan saya berhasil mendapatkan kredit sebesar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah), dan dari Pinjaman Kantor tempat saya bekerja juga sekitar kisaran angka itu.


Jadikah Kami Menikah?
Lazimnya orang yang akan melangsungkan pernikahan biasanya kan sang calon mempelai pria menyerahkan uang dan seserahan berupa barang kepada calon mempelai wanitanya bukan. Nah ini juga berlaku buat saya. Hanya saja kendalanya (kendala lagi khan) saya berada di Pontianak (Kalimantan Barat) dan sang calon istri berada di kota Semarang (Jawa Tengah). Apakah saya harus menggotong gotong seserahan barang barang itu dari Pontianak - Bekasi - Semarang - lalu ke Jogkakarta?. Bagaimana caranya agar saya tidak merepot membawa barang barang itu di hari pernikahan kami kelak pada tanggal 11 Desember 2005?
Catatan : Kami sepakat acara Akad Nikah dan sekaligus resepsi Pernikahan (Walimatul Ursy) dilakukan dalam 1 paket satu hari selesai hari itu 11 Desember 2005. Kedua keluarga sudah juga menyetujui demi efisiensi waktu dan biaya. Jadualnya adalah pagi acara ijab kobul dan siangnya langsung diadakan resepsi. Ini harus disepakati dulu ya jika kalian ingin mengikuti jejak kami. Cieeee

Dan jalan keluar terbaik berhasil dipecahkan : Untuk barang seserahan yang terdiri dari berbagai paket seperi kosmetika wanita , baju dan pakaian daleman (ehm ehm), dan perhiasan disiapkan oleh sang Calon Istri dibantu rekan rekan akhwat sang Istri di Semarang (Jawa Tengah). Mereka akan membawa dahulu barang barang itu ke tempat lokasi pernikahan kami di Jogjakarta. Saya hanya mengirim uang untuk disesuaikan dengan keperluan itu. Mudah bukan?.

Detik detik menjelang keberangkatan saya untuk ke Bekasi untuk membawa rombongan orang tua saya ke Jogjakarta, saya , malam itu dikamar kos, saya sempat mengirimkan SMS bernada kepada sang calon Istri. Yang kira kira isi SMS saya adalah "Maukah kau menikah dengan ku?". Tidak begitu lama saya menunggu jawaban SMS dari sang calon istri, munculah SMS balasan dari dia yang isinya kira kira :
Jika dia beriman kepada Allah, sanggup membimbing diriku kepada NYA, dicondongkan hatiku oleh NYA kepada dirinya, maka tidak ada keraguan dalam dirku untuk menolak


Subhanallah

11 Desember 2005 Walimatul Ursy
Akhirnya dengan segala perjuangan dan komitmen kuat yang dibangun bersama akhirnya tibalah saat yang sangat mendebarkan dan menjadi tolok ukur hidup kami seterusnya. Kami sepakat untuk melaksanakan sunah Rasullah SAW untuk menikah. Hari itu tibalah saatnya yang sangat kami nantikan, Ahad, 11 Desember 2005 kami melangsungkan pernikahan di kota Jogjakarta. Berikut adalah foto foto yang berhasil saya sertakan dalam tulisan ini. Foto lebih "bercerita" bukan?

IJAB KABUL suasana setelah berhasilnya pengucapan ijob Kobul dengan satu kali ucapan saja. Setelah dilakukan ijab kabul, penanda tanganan buku nikah simbolis.

SESERAHAN : Suasana Seserahan kepada pihak mempelai wanita yang diwakili oleh keluarga kami yang berada di Jogjakarta

MENIKAH11 Desember 2005 Asep Haryono-Rudi Maryati. Jogjakarta, Jawa Tengah.

Saya langsung berangkat dari Pontianak (Kalbar) langsung menuju Bekasi , ke tempat kedua orang tua saya. Saya, kedua orang tua, dan 2 orang saudara (suami istri, Le yat dan Ngatemi. Nah Ngatemi ini adik kandung ibu saya). Dengan menumpang naek Kereta Api Aggro Anggrek berangkat dari Gambir Jakarta langsung menuju kota Jogjkarta. Sedangkan calon istri beserta rekan rekan akhwat yang mengantarnya langsung berangkat dari Semarang menuju Jogjakarta juga dengan menggunakan kereta.

Ahad, 11 Desember 2005. Pada Pagi hari dilangsungkan serah terima seserahan dan juga cincin emas sebagai tanda pelamaran. Besarnya seserahan dan cincin disesuaikan dengan kemampuan kalian ya jika ingin mengikuti jejak. Ada hadis yang mengatakan bahwa mudahkanlah dalam memberikan mahar pernikahan, dan semulia mulia pasangan adalah jika bisa memahalkan maharnya. Dengan kondisi ekonomi kami yang serba kekurangan, saya hanya sanggup menyerahkan uang kepada pihak perempuan sebesar Rp.5.000.000,- (Lima juta rupiah saja) dan segala keperluan seserahan pesta dan segala macamnya juga dibantu oleh keluarga pihak perempuan. Saya tidak mengerti mengapa saat saya mengikrarkan ijob kobul dengan tenang dan berhasil mengucapkan hanya 1 kali saja. Wallahu Alam, dari mana kekuatan ketenangan itu datang saat itu, bener bener saya tidak mengerti. Saya mengucapkan dengan tenang. Hanya Allah SWT saja yang tahu. Sedangkan siang hingga selesai dilangsungkanlah resepsi pernikahan atau Walimatul ursy hingga selesai.


Masalah terus ada di sekitar kami
Setelah menikah 11 Desember 2005 pun masih terbentang "masalah" lagi. Kali ini kata masalahnya saya cantumkan tanda petik, tentu rekan rekan maklum maksudnya. Setelah kami resmi menjadi suami istri, saya harus segera kembali ke Pontianak (Kalimantan Barat) untuk kembali bekerja sebagaimana biasanya. IZin cuti 11 hari ditambah 5 hari izin menikah terasa sangat singkat disaat kami masih menikmati hanimun (cieee). Kedua orang tua dan saudara sudah kembali ke Bekasi melalui kereta Api, dan saya bawa sang istri juga ke Bekasi beberapa hari kemudian.

Saya bawa istri ke rumah orang tua di Bekasi sekaligus memperkenalkan sang istri kepada semua sodara saya lainnya. Perlu diketahui bahwa saya adala anak ke 8 (delapan) dari 9 (sembilan bersaudara). Setelah beberapa hari di Bekasi, akhirnya saya kembali ke Semarang (Jawa Tengah) dengan menumpang kereta Anggro Anggrek yang saat itu bertarif sekitar 200 ribu rupiah. Dipilihnya kereta eksekutif Anggro Anggrek karena selain relatif cepat, juga fasilitas yang diberikannya juga keren, dan suasananya asyik dan bersih. Saya harus "mengembalikan" istri tercinta ke Semarang (Jateng) karena harus meyelesaikan skripsinya. Saya pun kembali ke Bekasi dan segera terbang ke Pontianak dengan menumpang pesawat Garuda.

WISUDA. Istri saat diwisuda dari IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah) pada tanggal 25 April 2006. Foto kenangan.



Minggu Minggu pertama sebagai Suami Istri
Begitulah ceritanya bahkan setelah menikah pun kami "berpisah" beberapa bulan lamanya hingga akhirnya kami bisa berkumpul kembali sekitar Mei 2006. Setelah urusan wisuda selesai, dan urusan lain juga sudah selesai, sang Istri datang dari Jogjakarta dan tiba di Bandara Supadio Pontianak sekitar Mei 2006 dengan menumpang pesawat LION AIR (Sekarang LION AIR sudah bangkrut-red). Saya didampingi oleh Mochamad atau Moch (Karyawan Percetakan Sungai Raya Pontianak Post) mendampingi saya menjemput sang istri. Dan kami pun bertiga ke rumah kontrakan yang saat itu berlokasi di komplek Komplek Griya Husada, Sungai Raya Dalam, Pontianak. Kami berdua mengontrak rumah yang sederhana di sana dengan biaya sewa kontrak pertahun saat itu taon 2005 an sekitar Rp.1.900.000,- (Satu juta Sembilan ratus Ribu rupiah). Karena sang istri aseli orang Jogjakarta, dan mungkin belum terbiasa dengan air kolam yang ada di rumah itu. Air ledeng PDAM ada tentu, tapi kalaw saat PDAM lagi 'ngerajok' kan ujung ujungnya macet juga tuh PDAM. Jadi pas Macet itulah air kolam dipake untuk keperluan mandi dan cuci. Dan air kolam itulah yang membuat sang istri tidak 'betah' menggunakan air itu. Saya bisa memaklumi. Namun sedikit demi sedikit sang istri akhirnya terbiasa untuk itu.

Dalam keadaan uang sudah habis habisan bahkan untuk makan besok harinya kami harus menghemat luar biasa. Bagaimana menyiasiati hari hari pertama kami sebagai suami istri dengan hanya mengandalkan satu gaji?. Tentu saja harus berhemat sehemat mungkin. Dalam keadaan itulah sang Istri berinisiatif untuk tidak stay at home and doing nothing saja. Kami memang sudah sepakat di awal pernikahan kami bahwa saya mendukung karir istri kelak sejauh itu tidak melupakan 'tugas'nya mengurus rumah tangga dan keluarga. Bosan berstatus sebagai "Pengacara" (Pengangguran banyak acara-red), sang Istri pun mencoba mengirim surat lamaran ke berbagai tempat mengajar kursus Bahasa Inggris , sekolah-sekolah SMA di Pontianak dan juga kampus. Semua lamaran yang dikirim ke sekolah SMA itu ditolak atau tidak diterima. Hanya satu saja lamaran yang mendapat jawaban dipanggil untuk melakukan tes, dari Yayasan Kejayaan Islam, TK Islam Al Azhar Pontianak.

Istri pun menghadapi 4 (empat) tes untuk bisa diterima mengajar di TK Islam Al Azhar Pontianak. Tes itu meliputi 1).Tes Tertulis. 2).Tes Wawancara/Interview. 3).Tes Membaca Al Quran. 4).Tes Psikotest serta Micro Teaching. Semua itu bisa dilalui dengan baik dan istri dinyatakan BERHASIL lulus dan diterima mengajar sebagai Pengajar di TK Islam Al Azhar Pontianak. Saat bekerja masih magang selama 6 (enam) bulan, lalu Calon Pegawai selama 1 Tahun, dan akhirnya diterima sebagai pegawai Penuh . Dan saat itulah ekonomi kami mulai sedikit membaik. Kali ini saya dan istri sama sama punya penghasilan tetap. Dari sinilah kami mulai membeli peralatan rumah tangga ya piring, gelas, lemari pakaian , kompor dan lain lain. Mencicil barang rumah tangga, siapa tahu kelak kami memiliki rumah sendiri, kan barang barang sudah ada ya ndak. Biar pun rumah ngontrak , tapi rajin kumpulin barang barang.

Ekonomi Mulai Membaik.
Selama kurang lebih 1,5 bulan istri masih dalam keadaan 'kosong' atau belum 'berisi', dan itu membuat hati saya sedih. Saya selalu memohon dan berdoa kepada ALLAH SWT agar kami diberikan momongan, buah hati, pelipur lara, dan penerus kami. Bulan demi bulan sang istri masih mendapatkan bulannya, dan tidak jarang saya merenung, dan mencoba tabah akan semua ini. Saya selalu berprasangka baik sama ALLAH SWT. Mungkin Allah SWT menguji kami saat itu, karena secara kebetulan saja saat itu kami masih banyak berutang sana sini untuk biaya pernikahan kami di Jogjakarta. Hutang dari lembaga keuangan, hutan dari Kantor yang jumlah NOL nya banyak itu akan semakin kerepotan jika sang anak hadir saat itu. Untuk makan aja susah. Mungkin ALLAH SWT melihat kondisi ekonomi kami saat itu yang habis habisan, jadi buah hati belum diberikan ke rahim sang istri.

Pindah Kontrakan dan Hamil
Akhirnya kami pun pindah rumah kontrakan ke Komplek Duta Bandara, Jalan Ahmad Yani II Supadio Pontianak pada tanggal 5 Pebruari 2007. Semua barang barang dari Komplek Griya Husada diborong semua ke kontrakan yang baru itu. Trims buat bang Moch dari Percetakan Sungai Raya yang selalu setia mengantar kami kesana kemari. Bang Moch bisa mengantar kami dengan mobil kantor dengan izin dari Alm.Tri Hanjaya dan juga koordinator Bang Ismail juga dari percetakan Sungai Raya.

Suatu hari saat hujan mau turun, langit di atas rumah ku sangat gelap. Angin berhembus lumayan kencang, dan secara tidak sengaja saya melihat konfigurasi langit di atas rumahku berbentuk lafaz ALLAH. Huruf itu terbentuk dari bungkahan gumpalan awan hitam kelam karena angin kencang tanda mau turun hujan. Betapa saya merinding melihat konfigurasi huruf ALLAH di langit gelap itu. Bentuk yang sangat besar sekali. Hal ini belum saya ceritakan kepada istri. Juga mengenai mimpi saya beberapa hari kemudian, dalam mimpi saya memancing ikan dan ikannya berubah menjadi seorang bayi cantik putih laki laki dan bayi itu diminta oleh orang, dan saya berikan bayi itu kepadanya. Apakah itu tanda tanda dari ALLAH bahwa istri saya akan hamil?. Wallahu Alam, Hanya ALLAH Yang tau.

Hingga pada suatu ketika, ketika saya masih di Bali dalam rangka kegiatan Kang Guru Indonesia bulan Juli 2007, saat saya sudah packing di Hotel Bali Summer saya ditelepon dari sang istri bahwa ia sudah terlambat 2 (dua) minggu, dan saya katakan hal itu sangat menggembirakan. Sekembali dari BALI, saya mengantar sang Istri ke dokter Taufiq di RS Bersalin "JEUMPA" yang terletak di depan Kantor PELNI Pontianak. Dari beliaulah diberitahu bahwa sang istri sudah hamil lebih dari 1(satu) bulan. Maha Besar ALLAH SWT.

Akhirnay berkat izin ALLAH SWT akhirnya lahirlah putra kami yang pertama. Bayi kam yang pertama. Kami memberinya nama Abbie Muhammad Furqan Haryono atau disingkat dengan Abbie. Lahir di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa yang di jalan Sutan Syahrir pada hari Rabu, tanggal 12 Maret 2008 atau bertepatan dengan 04 Rabiul Awal 1429 H. Waktu Abbie lahir Panjangnya 50 cm, Berat 3,5 Kg.



Abbie Muhammad Furqan Haryono


Bagaimana akhirnya sedikit demi sedikit perekonomian kami membaik seiring dengan hadirnya sang buah hati pertama kami, Abbie Muhammad Furqan Haryono lahir ke dunia 12 Maret 2008 melengkapi kebahagiaan kami. Seiring itupula sang istri berhenti mengajar di TK Islam Al Azhar dan akhirnya mengantarkannya diterima dan lulus CPNS 2008 hingga kini mengajar sebagai salah satu staf pengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Kubu Raya. Kondisi keuangan kami sedikit demi sedikit mulai kearah perbaikan, dan kami akan segera mewujudkan mimpi mimpi kami yang masih lama kami simpan dan kami siap mewujudkannya kelak Insya Allah.

Sang istri pun masih berkeinginan melanjutkan kuliah S2 nya, dan saya menyarankan untuk mengambil Kuliah melalui jalur beasiswa ADS (Australian Development Studies) kuliah di negeri Kang Guru Australia. Jika tidak memungkinkan kuliah di LN, ya kuliah di UI atau UGM juga tidak masalah. Saya mendukung cita citanya. Sedangkan saya sendiri masih berjuang untuk bisa ikut tes Beasiswa Endeavour tahun 2010 mendatang, juga di Negeri Kang Guru itu, dan semoga tidak tertunda lagi seperti dua tahun sebelumnya. Dan mimpi kami lainnya adalah memili rumah sendiri walaupun cuma sederhana, dan Istri juga sangat mendukung rencana bersama kami ini. Jika semuanya berlangsung lancar Insya Allah sebelum berakhirnya tahun 2009 ini kami sudah memiliki rumah sendiri.


Rekan blogger semua..
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan diambil hikmahnya bagi mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dan yang serius ingin menikah. Kepada ALLAH SWT jugalah saya serahkan semuanya

Dear Blog

Hari ini tanggal 11 Desember 2010 tepatnya 5 tahun yang lalu Asep Haryono dan Rudi Maryati melangsungkan pernikahan di sebuah Desa yang bernama Nanggulan Kulon Progo Jogjakarta. Hari ini juga kami berdua mendapatkan kado istimewa dari Allah SWT tepat persis di hari jadi Milad Pernikahan kami yang ke 5 (lima) tahun yang juga jatuh pada hari ini Sabtu, 11 Desember 2010. Pertama tama aku mengucapkan terima kasih kepada ALLAH SWT atas kepercayaanNYA yang diberikan kepada kami untuk yang kedua kalinya. Telah terlahir ke dunia, anak kami yang kedua, berjenis Perempuan, di Kulon Progo Jogjakarta 10 Desember 2010 pada jam 23.20 WIB dengan Berat Badan 3,5 Kilogram dan Tinggi Badan 52 Cm. Terima kasih juga kami ucapkan buat semua pesan yang masuk baik melalui pesang singkat SMS, telepon, email maupun pesan di wall/status facebook kami berdua. Semoga Kebaikan teman teman semua mendapat balasan yang lebih Indah dari Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin

Mungkin bisa dikatakan tulisan saya kali ini amat kental dengan mengandung unsur narsis tapi tidak apa apa ya, setidaknya tulisan ini berisi catatan saya pribadi terhadap Istri saya sebagai wanita pendamping hidup saya selama ini. Dalam rangka Milad Pernikahan kami yang ke 5 tahun yang jatuh pada hari ini 11 Desember 2010, saya Sejenak saya ingin sekali bernostalgia awal pertemuan kami berdua. Semoga tulisan ini menjadi inspirasi dan bermanfaat buat kita semua.

Kilas Balik awal Pertemuan
Berawal dari postingan di website Kang Guru dan Pontianak Post tersebutlah sebuah nama user dengan ID rudymary yang sering membalas postingan saya di forum kedua website itu. Singkat cerita pada suatu ketika pada tahun sekitar 2003 kalaw tidak salah, si pemilik user name ini menuliskan pertanyaan (atau tanggapan) dalam website Pontianak Post. Sebenarnya saya sering menanggapi postingan pertanyaan dari siapa saja yang mengisi guest book website yang saya gawangi, Pontianak Post. Nah mungkin secara kebetulan tanggapan saya terhadap beberapa visitor website mendapat tanggapan balasan dalam bentuk e-mail ke alamat email pribadi saya yang memang amat mudah ditemui dalam website koran itu. Salah satu yang membalas tanggapan saya tersebut adalah ID rudymary tersebut, dan saya hanya menanggapi dengan standar ucapan terima kasih atas kunjungannya pada website perusahaan kami.

Ketemu Darat
Mungkin sudah diatur oleh ALLAH SWT barangkali ya, masih di tahun sekitar 2003 an, pada suatu ketika si pemilik user name Rudymary ini mengirim email kembali kepada saya dan mengatakan secara singkat profil dirinya bahwa ia bernama asli Rudi Maryati adalah seorang Mahasiswi IKIP PGRI semarang yang sedang menyiapkan judul skripsi. Dan si mahasiswi ini kebetulan akan menghadiri sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura di Pontianak. Dia datang dengan rekannya Setyowati yang juga berasal dari kampus yang sama. Dia mengabarkan. Ini artinya bisa ketemuan darat donk ya sama saya. Dia katakan dalam e-mailnya semoga bisa jumpa dengan saya di sela sela jam Istirahat di seminar FISIP Untan yang diselenggarakan di lantai III Gedung Rektorat Untan tersebut.

Hari itu setelah masuk jam istirahat siang, saya langsung berangkat dari Gedung Pontianak Post menuju rektorat Untan Lantai III yang sedang berlangsung seminar FISIP UNTAN itu. Saat itu sedang break makan siang. Saya menghampiri seorang panitia seminar dan langsung bertanya kepada panitia seminar itu, adakah yang bernama Rudi Maryati dari IKIP PGRI Semarang. Dan singkat kata akhirnya ketemu darat jugalah saya dengan pemilik username rudymary ini.

Saya pun berhasil melihatnya secara langsung. Sang Mahasiswi mengenakan jilbab dan biasa disebut akhwat. Tinggi badan sekitar 163 cm lebih tinggi beberapa cm dari tinggi saya yang "cuma" 158 cm ini.

Saya katakan hanya ucapan terima kasih sudah mengisi guestbook website kami, dan saya memberikannya sebuah koran edisi hari itu kepadanya sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Menurut saya pertemuan itu singkat saja tidak lebih dari 1 jam. Kami pun saling bertukar alamat email dan Nomor Telepon.

Komunikasi Jarak Jauh
Pasca pertemuan darat itu tadi, komunikasi kami berdua hanya praktis tinggal Short Message Service (SMS), Telepon dan Surat menyurat saja antara Pontianak dengan Semarang. Kenapa Semarang? ya karena si Rudi Maryati ini masih berstatus sebagai Mahasiswi IKIP PGRI Semarang yang sedang menyusun Skripsi. Dari komunikasi jarak jauh inilah akhirnya saya tahu kalaw si mahasiswi ini adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara yang aseli orang Jogjakarta.

Si mahasiswi ini orang Jogja yang kebetulan mengambil kuliah di IKIP PGRI Semarang dan Jurusan yang dia ambil FPBS Bahasa Inggris . Ayah dan Ibunya hanyalah petani biasa yang tinggal di sekitar Kulon Progo Jogjakarta. Dari komunikasi surat menyurat juga tidak menyiratkan apa apa, dan semuanya berjalan datar saja layaknya seorang sahabat dengan rekan sahabat penanya yang berasal dari kota lain. Setiap surat yang dia kirim selalu dialamatkan ke rumah kos saya waktu itu di sekitar Jalan Sekadau Komplek Untan Pontianak.

Hingga pada suatu ketika setelah pulang kantor dan sesampainya saya di rumah kos (saat itu mungkin saya shift malam), saya mendapati sepucuk surat dari dia. Setelah membaca isi surat dia itu jantung saya berdegup kencang dan seolah tidak percaya. Apa sih isi suratnya?. Ya dalam suratnya itu dia mengatakan ingin berjuang bersama sama dan memberanikan diri untuk mengajak saya menikah. Ya sang Akhwat menawarkan dirinya untuk dinikahi. Sungguh suatu keberanian yang luar biasa. Dan ternyata sang Mahasiswi sudah berdiskusi dengan rekan rekan sesama akhwat di forum Kajian ke ISlaman kampusnya di IKIP PGRI Semarang. Dan salah seorang rekan Akhwat sang Mahasiswi melihat saya sebagai pria yang yang bersungguh sungguh, dan mereka yakin bahwa saya adalah pilihan yang baik untuk sang mahasiswi. Sang Mahasiswi juga mengatkaan tidak mau apa yang disebutnya dengan Pacaran seperti anak muda sekarang. Singkat sang Akhwat menantang saya untuk datang ke Jogjakarta untuk bertemu dengan kedua orang tuanya untuk membicarakan masalah ini.
Pernikahan itu indah jika Akhwat menawarkan diri. Dimulakan dengan bismillah...Ketika umur menanjak dewasa dan masa expired seorang akhwat mulai bergerak menuju pengurangan masa daya produktifitas...pernahkah tersadarkan oleh para ikhwan semua???
Disaat para ikhwan takut untuk di tolak... hanya karena belum belum punya pendapatan di atas rata2...tapi ternyata di sisi lain...saudara antum begitu takut dan bahkan sangat takut...masa itu...akan terus berjalan...hingga umur.....membuat penurunan daya produktifitasnya. Ketika seorang akhwat menawarkan dirinya kepada seorang ikhwan dengan ahsan tanpa merendahkan martabatnya agar ikhwan itu mau menikahinya, tapi di sisi lain tanggapan ikhwan terkadang memandang akhwat itu dengan tanggapan yang aneh...???
Kami ingin....melamarmu para ikhwan disaat dirimu takut melamar kami hanya karena kurang percaya diri antum. Yang bisa jadi kurangnya rasa percaya diri antum itu hanya ketakutan antum semata.... Budaya...yang sudah dari dulu terpatri dalam benak qta....bahwasanya akhwat selalu menunggu untuk dilamar dan ikhwan melamar seorang akhwat.... Tapi salahkah ketika seorang akhwat memberanikan diri untuk menawarkan dirinya kepada seseorang yang dia rasa pantas untuk mendampinginya untuk meniti jalan menuju surgaNYA. Sumber Balqis


Pertemuan Keluarga Ta aruf
Saya minta izin kepada orang tua saya di Bekasi (Jakarta Timur) untuk mampir ke rumah orang tua dia di Jogjakarta. Sebelumnya juga ortu saya sudah saya kabarkan mengenai dirinya lewat surat, jadi kedua orang tua saya sudah tahu sebelumnya. Orang tua mengizinkan, dan saya langsung berangkat dengan menumpang pesawat langsung menuju kota Jogjakarta yang belum pernah saya kunjungi sama sekali.

Atas bantuan rekan ceting saya Mas Sugeng, Mas Bram, dan anak anak Angkringan dan juga rekan satu kampus saya mas Gono yang sudah kembali di Jogjakarta, saya merasa tidak sendirian di kota gudeg itu. Maklum belum pernah sama sekali ke Jogjakarta, seumur hidup saya. Selama saya di kota Jogjakarta, saya banyak dibantu mereka untuk mempertemukan saya dengan kedua orang tua si mahasiswi ini, dan akhirnya saya bertemu dengan kedua orang tuanya, didampingi oleh Mas Gono. Pertemuan yang singkat saja, dan tidak ada Deal apa pun dengan kedua orang tua mahasiswi itu tadi. Singkat cerita akhirnya saya kembali ke Bekasi, pulang ke rumah orang tua saya langsung dari Jogjakarta via pesawat Batavia.


BOROBUDUR : Inilah pertama kali saya melihat candi Borobudur 2004 dianter dengan mas Gono boncengan naek motor. Koleksi pribadi

MAS BRAM : Lihat cowok yang di sebelah paling kiri. Itulah Mas Sugeng. Foto diambil di dekat kosan mas Sugeng di Jogjakarta. Dok Pribadi

Saat saya berada di kota Jogjakarta itulah, saya didampingi oleh Mas Sugeng, Mba Mira, Mas Bram, Mas Sigit keliling kota Jogjakarta dengan kendaraan roda dua. Sunggu suatu pengalaman yang luar biasa serunya berkeliling di kotanya Katon Bagaskara itu. JJS Ke Kraton Jogjakarta, ke Tugu, Wisata Kuliner di Pasar Bering Harjo, belanja Dagadu di Malioboro, nyeruput ronde dan foto foto wih seru bangeds. Asyik deh. Pokoknya Kota Jogjakarta yang sering disebut Never ending City memang benar adanya. Tak lama kemudian, saya pun kembali ke Bekasi, ke tempat orang tua saya. Dan saya ceritakan perjalanan saya silaturahmi saja ke keluarga sang Mahasiswi, Rudi Maryati atau Uut itu selama di Jogjakarta.


Secara kebetulan sekali, Pak Ponijo (Ayah kandung si mahasiswi) ini juga Menyusul ke Bekasi dengan menggunakan kereta Api. Beliau ke Bekasi karena salah satu anaknya yang lain Suripto juga bertempat tinggal di Bekasi. Nah dari sinilah awal pertemuan kedua keluarga kami untuk saling ta aruf. Pak Ponijo tertarik ingin bertemu dengan orang tua saya mumpung masih berada di kota Bekasi. Satu kota yang sama dengan orang tua saya yang berlokasi di Jakasampurna Bekasi Barat. Akhirnya dengan menggunakan TAXI, saya bawa kedua orang tua saya untuk menyambangi kediaman mas Suripto di Bekasi dimana sudah menunggu Pak Ponijo, ayah kandung sang Mahasiswi itu tadi.

Nah dari sinilah awal pertemuan kedua keluarga kami untuk saling ta aruf. Singkatnya, akhirnya bertemu jugalah kedua orang tua kami, dan bahkan sang Mahasiswi pun diminta datang dari Semarang ke Bekasi, ke rumah kakaknya Mas Suripto sekeluarga yang juga di Bekasi. Jadilah pertemuan keluarga kami untuk saling ta aruf dan memperkenalkan kedua anak kami masing masing. Dari sinilah akhirnya jatuh keputusan untuk segera menikahkan kami dengan waktu yang kami tentukan sendiri. Begitulah jalan cerita pertemuan ta aruf ini.

Komunikasi Jarak Jauh
Setelah pertemuan Ta aruf itu tadi, kedua orang tua kami menyerahkan sepenuhnya kepada kami berdua kapan dan dimana kami segera menikah. Semua komunikasi kami berdua dilakukan dengan jarak jauh. Artinya komunikasi hanya melalui Telepon, SMS, dan Surat Menyurat antara Pontianak dan Semarang. Banyak suka dan duka komunikasi jarak jauh antara saya dan dia yang tidak akan saya tulis di sini. Insya Allah di bagian lain aja ya. Komunikasi jarak jauh kami ini hanya berlangsung 1 (satu) tahun setelah pertemuan ta aruf keluarga kami.

Akhirnya kami "sepakat" mengurus segala sesuatunya untuk mengadakan pernikahan langsung di kota Jogjakarta. Repotnya mengurus ini dan itu bagi kami berdua yang sama sama sibuk luar biasa. Si dia yang masih menyandang status mahasiswi IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah), dan saya sebagai karyawan sebuah perusahaan di Pontianak. Bayangkan saja, saya di Pontianak (Kalimantan Barat), Orang tua saya di Bekasi, Orang tua dia di Jogjakarta, sedangkan dia sendiri di Semarang (Jawa Tengah). Bisakah kalian menghandle menyiapkan pernikahan melalui komunikasi jarak jauh di 4 (empat) kota tersebut?. Wallahu Alam, dan ternyata kami bisa mengaturnya. Tentu dengan banyak sekali hambatan, kendala, dan masalah pelik diantara kami masing masing.

Lalu bagaimana suka dukanya melakukan komunikasi jarak jauh tersebut?. Bagaimana mungkin melakukan koordinasi untuk mengadakan walimatul ursy sedangkan kami berada di 4 lokasi kota yang berbeda?. Jadikah kami menikah?. Bagaimana teknis seserahan dan lain sebagainya sedangkan kami berada di 4 kota yang berbeda?. bagaimana tips tips mengatur/menyiapan pernikahan ini? Penasaran Bagaimana kelanjutannya cerita kami ini?.

Simak bagian ke 2 - Love Of My Life ini di masa yang akan datang. Insya Allah.

To be continued.....

Dear BloG,

Dalam tulisan posting saya yang kemarin sudah gamblang dipaparkan secara ringkas beberapa faktor yang mungkin menjadi bahan renungan bagi anda sendiri sebagai orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya hingga ke Luar Negeri. Ataupun bahan renungan yang kemarin saya bahas itu juga bisa menjadi bahan renungan bagi anda sendiri yang sudah kebelet mau sekolah di luar negeri. Nah nah bagi anda pemirsa dan pembaca blog yang baru datang di blog keren milik saya ini bisa membacanya sekali lagi dengan mengeklik link ini nah selamat membaca. Ibarat sebuah film, maka anda sebaiknya menonton jalannya film dari awal jadi bisa megikuti alur cerita film ini. Hehehe. Tapi sayangnya tulisan ini bukan soal film hehehe.

Nah pembaca blog setia ku dimana saja berada..
Satu pertanyaan kritis di atas yang menjadi judul tulisan saya pada blog hari ini adalah "Kapan saat yang tepat untuk belajar ke Luar Negeri?. Nah dari pertanyaan sederhana ini saya coba untuk bahas dari kacamata sederhana saja agar mudah dimengerti oleh setiap orang. Walaupun saya sendiri belum pernah belajar ke Luar Negeri (tapi tetap berjuang loh-red), semoga tulisan ini bisa menjadi kajian dan bahan diskusi kita bersama. Yuk coba kita lihat jawaban dari pertanyaan di atas sebagai berikut secara garis besar adalah pada tingkat :

  1. Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah
  2. Sekolah Menengah Atas
  3. Jenjang Universitas - Sarjana Satu (S1)
  4. Paska Sarjana (S2 dan S3)
Mari kita coba bahas secara singkat dari masing masing tingkatan itu.

  • Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah
    Pada jenjang pendidikan SD dan SMP, saya menyarankan kepada para orang tua untuk tidka mengirimkan anaknya untuk sekolah ke luar negeri kecuali pada kondisi tertentu. Kondisi yang saya maksudkan di sini adalah apabila sang anak mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke luar negeri Anak anak dalam katagori usia ini menyesuaikan diri dengan sangat cepat terhadap lingkungannya dan sedang mencari jati diri mereka sehingga memerlukan figur figur yang akan menjadi idolanya.

    Pada saat saat seperti ini, sang anak perlu tumbuh di dalam keluarga yang utuh (Ayah dan Ibu -red) dan berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga seperti kakak adiknya serta kakek neneknya. Disamping itu mereka juga perlu sosialisasi dengan teman teman sebayanya dalam suasana yang lebih bersahabat baginya. Perkembangan kejiwaan positif dalam katagori usia ini akan sanagt berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya kelak nanti. Usia kritis ini memerlukan perhatian dan bimbingan yang penuh dari kedua orang tuanya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kedekatan emosional sang anak dengan anggota keluarga yang lain akan menentukan hubungan keakraban keluarga di masa yang akan datang.
  • Sekolah Menengah Atas
    Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini boleh boleh saja para orang tua atau anda sendiri yang masih berusia level ini untuk belajar ke Luar Negeri tentu dan sudah pasti dengan catatan tertentu juga sih. Namun pada dasarnya pada jenjang SMA ini mulai terbentuk karakternya, dimana para orang tua bisa melihat dengan lebih jelas apakah anaknya sudah siap untuk dilepas atau belum. Kesiapan yang saya maksudkan di atas adalah apakah sang anak sudah cukup dewasa pembawaannya? Apa sudah cukup memiliki tanggung jawab dan bisa mengatur diri sendiri?.

    Hal ini bisa menjadi kekuatiran para orang tua mengingat masa remaja adalah masa yang amat riskan terhadap godaan dan pengaruh dari budaya lain. Banyak peristiwa di dalam negeri sendiri yang pelaku kejahatan dan tinda kriminal dilakukan oleh para remaja karena pengaruh dari pihak atau orang lain. Narkoba misalnya. Remaja mudah direcoki dan dipengaruhi oleh orang dewasa untuk mengkonsumsi zat terlarang itu bahkan membujuknya menjadi penyalur bagi orang lain. Ancaman hukuman berat juga tidak serta merta memutus mata rantai peredaran narkoba di kalangan remaja.

    Nah dari contoh di sini inilah usia SMA masih dianggap rawan terhadap pengaruh buruk dari orang lain apalagi tinggal di negara asing yang sudah tentu akan berbeda jauh dengan budaya di negara asalnya sendiri. Para orang tua sedapat mungkin bisa menjadi pendampingan bagi sang anak yang sudah mempersiapkan dirinya untuk berangkat belajar ke Luar Negeri, dan jika perlu turut menyertainya di awal perkenalan dan orientasinya di negara tujuan.

  • Jenjang Universitas - Sarjana Satu (S1)
    Nah inilah momen atau usia yang dianggap banyak orang sebagai usia yang paling ideal untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Murid murid dalam kelompok usia ini relatif jauh lebih dewasa secara emosional. Setelah melewati masa kecil sampai dengan masa remaja , karakter mereka sudah terbentuk, tidak gampang untuk dipengaruhi dan juga sudah memiliki visi dan tujuan yang jelas. Inilah mengapa sebagian orang dan juga didukung oleh para pakar pendidikan yang setuju bahwa pada level Mahasiswa adalah waktu yang ideal untuk menimba ilmu di luar negeri.

    Dibandingkan dengan mereka yang berasal dari kelompok S2 (paska sarjana-red) yang masa kuliahnya relatif lebih pendek dari kelompok S1, maka kelompok Sarjana level strata 1 yang masa kuliahnya berkisar antara 3 - 4 tahun menjadi masa masa emas (golden age-red) dan memiliki waktu yang jauh lebih memadai untuk menguasai bahasa Asing. Sudah terbukti bahwa salah satu cara kinclong untuk bisa mahir menggunakan bahasa Asing adalah langsung dengan belajar di negara asing yang menggunakan bahasa yang sama dengan yang dipelajari oleh calon mahasiswanya. Bahasa Inggris misalnya. Salah satu bahasa asing yang amat kondang dan terbanyak pemakainya. Anda harus belajar dan tinggal di negara negara yang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris (English speaking country-red) sehingga anda akan terbiasa dalam lingkungan berbahasa Inggris.

    Dalam level mahasiswa inilah juga anda mempunyai waktu yang jauh lebih memadai untuk mempelajari budaya dan karakter negara asing yang menjadi tempat belajar sang mahasiswa itu sendiri. Siswa akan mendapat pengalaman langsung di masyarakat mengenai kultur dan budaya serta kebiasaan mereka dengan demikian akan semakin menumbuhkan rasa percaya diri sendiri dan bisa mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Remember the more you travel, the more you know yourself.


  • Paska Sarjana (S2 dan S3)
    Dalam jenjang senior seperti ini, jenjang S2 , sang murid sudah mencapai tingkat kedewasaan dan kemataan emosional yang luar biasa. Pada umumnya mereka sudah lebih fokus kepada bidang yang menjadi studinya dan keahliannnya yang lebih spesifik sehingga lebih ideal bagi mereka yang sudah bekerja. Maksudnya di sini adalah setelah bekerja beberapa tahun , maka ia akan merasakan dan mengetahui keahlian apa yang masih diperlukan untuk kemajuan dan perkembangan karirnya.

    Ada sisi negatif bagi mereka yang sudah bekerja. Karena dengan bekerja mereka akan memperoleh uang dari hasil jerih payah mereka. Persoalan muncul saat sang karyawan sudah terlena dengan gaji layak dan kemapanan sehingga menjadi malas untuk melanjutkan pendidikan. Bagi sebagian orang melanjutkan pendidikan ke Luar Negeri adalah time wasting dan menghapuskan rezeki gaji yang dia terima selama ini. Persepsi ini jauh dari kebenaran dan sebaiknya tidak dijadikan acuan. Apalagi bagi mereka yang sudah menduduki posisi penting di perusahaan, mungkin mereka akan lebih malas lagi untuk melanjutkan pendidikan.


Nah dengan melihat paparan di atas, silahkan anda semua menentukan sendiri kapan saat yang tepat bagi anda maupun putra putri anda untuk belajar ke Luar Negeri. Ada catatan lain khusus untuk level terakhir di atas, paska sarjana, bahwa banyak fakta menunjukkan bahwa mereka yang fresh graduate (baru lulus-red) cenderung langsung ancang ancang bersiap untuk melanjutkan pendidikan S2 nya di luar negeri. Ini pertanda baik. Keputusan ini boleh boleh saja diambil asalkan anda sudah yakin dengan pilihannya dan rencana karir yang akan ditekuni di masa depan,

Untuk tulisan mendatang, akan saya coba paparkan bagaimana cara bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri secara GRATIS , dan tanpa biaya apa pun. Bagi kelompok kami, Mafia Konperensi atau MAKO sudah terbiasa dengan berbagai cara yang dilakukan untuk bisa berangkat ke Luar Negeri secara gratis. Saya sendiri termasuk aktifis Mako. Hehehehee. Nah ada banyak cara agar anda bisa diongkosi dari A- Z jika melanjutkan pendidikan ke Australia. Nantikan tulisan saya di masa akan datang ya. Insya Allah



Dear Blog,

Siapa sih yang tidak kepengen ke Luar Negeri? Apalagi kalaw ke luar negeri nya itu diperoleh dengan cuma cuma alias gratis?. Apa iya jaman sekarang masih ada yang gratis. Ya bisa saja anda ke luar negeri secara gratis. Saya pernah membaca sebuah posting dari seorang bloger yuang bisa ke luar negeri secara gratis tanpa mengeluarkan duit barang sepeserpun. Dia menuliskan kira kira ada 15 (lima belas) cara untuk bisa ke luar negeri secara gratis yang bisa diikuti oleh setiap orang. Anda bisa membaca sendiri blognya. Nah dalam postingan tulisan saya kali ini adalah mengapa kita perlu belajar Ke Luar Negeri? Itu pertanyaan yang sering diajukan orang orang saat ini yang saya coba untuk mencari jawabannya di sini.

Perlukah anda atau buah hati anda belajarnya harus ke luar negeri? Nah itu bukan pertanyaan cabang dari pertanyaan di atas loh. Tapi semacam kekuatiran yang muncul dari pemikiran para orang tua yang berhasrat ingin membuat anaknya pinter dengan menyekolahkannya ke Luar Negeri. Atau anda sendiri yang punya tekad besar ingin belajar keluar negeri seperti yang selama ini saya idam idamkan belajar di negeri KangGURU Australia? Wah jika itu ada dalam benak anda, dan anda memang ingin sekali belajar ke Luar Negeri seperti di Australia , berarti anda teman saya hahahahaa. Yang mau belajar ke Luar Negeri di negara non Australia juga teman saya hehehehehehehehee. Xixixixxixixixi

Mari kita coba jawab pertanyaan di atas sesuai dengan judul postingan di blog kesayangan saya ini ; Mengapa ingin belajar ke Luar Negeri. Ada beberapa pertimbangan yang mungkin bisa membantu anda untuk memutuskan perlu tidaknya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Beberapa pertimbangan tersebut antara lain :

  1. Dana Pendidikan
    Jika dana yang pendidikan ke luar negeri bukan merupakan masalah bagi anda (karena mungkin anda terlahir kaya raya atau banyak uang hasil penjualan sawah atau warisan misalnya hehehehe-red) , maka anda bisa memutuskan untuk memberikan diri anda atau putra putri anda masa depan yang lebih baik dengan pendidikan yang terbaik. Pilihlah pendidikan di luar negeri yang terbaik sesuai dengan keinginan anda. Mengapa pendidikan merupakan invetasi masa depa bagi anda maupun putra putri anda? Ya benar sekali.

    Menumpuk kekayaan materi tidak selamanya menjamin masa depan yang baik. Apalagi jika anda memang termasuk penimbun harta pasif dan hanya mengandalkan intuisi bisnis anda bisa jadi anda akan berjudi dengan nasib. Apalagi situas perekonomian di Indonesia tidak stabil ditambah resesi dunia yang melanda di seluruh kawasan Internasional termasuk Indonesia, maka bekal harta benda ada bisa saja habis dan hilang begitu saja. Invetasti yang baik bagi pendidikan anda maupun putra putri anda menjamin masa depan anda maupun keluarga anda menjadi lebih baik dan terjamin

  2. Perubahan Jaman
    Di masa lalu mungkin banyak sekali orang dengan bekal pendidikan seadanya yang sukses berbisnis. Kebanyakan pebisnis dari kelompok ini hanya mengandalkan bekal keuletan dan naluri bisnis yang kuat. Keadaan sekarang sudah banyak berubah. Anak anak yang terlahir dari jaman sekarang pada umumnya hidup dengan kegemilangan harta orang tuanya sehingga anak anak sekarang terlena dengan fasiltas yang serba ada. Sehingga dengan demikian keuletan semakin jauh dari kehidupan mereka. Pada umumnya anak anak ini terlahir dari generasi ke 3 dari piramida bisnis keluarga. Suatu generasi yang tinggal makan dan menikmati hasi jerih payah dan kerja keras orang tuanya sebagai generasi Pertama.

    Jaman modern sekarang ini banyak juga pebisnis yang sukses yang juga berlatar belakang pendidikan tinggi dan bahkan sebagian dari mereka juga mengenyam pendidikan luar negeri. Untuk memenangkan persaingan yang semakin hari semakin ketat di masa mendatang, maka anda atau para orang tua atau anak anak anda harus menyiapkan diri sedini mungkin bekal pendidikan yang kuat. Pendidikan yang kuat dan kualtas yang baik pada umumnya diperoleh dari hasil menimba ilmu dan pendidikan yang berkualitas baik, terjamin dan berwawasan global

  3. Persaingan Global
    Untuk bisa bersaing secara global di era perdagangan bebas sekarang ini, merupakan suatu kebutuhan mendesak untuk menguasai bahasa Asing. Walaupun banyak kalangan di dunia pendidikan ini yang "mencela" dan "mengkritik" para pelajar yang sekarang ini gandrung dengan bahasa Asing namun kemampuan dan keberanian menguasai bahasa asing tidak semua orang memilikinya. Saya tidak bermaksud menabrakan antara anda yang belajar bahasa asing dengan semangat nasionalisme. Namun konteks yang saya maksudkan di blog ini adalah syarat. Yah salah satu syarat agar anda bisa dengan nyaman belajar ke luar negeri adalah menguasai bahasa Asing yang dipakai di negara yang anda tuju tersebut.

    Banyak cara yang bisa anda tempuh untuk bisa menguasai bahasa asing di jaman sekarang ini. Jika anda punya dana memadai seperti yang saya sebut pada point 1 di atas, anda bisa kursus privat atau apa saja bisa anda gunakan dengan uang anda agar anda mendapat bimbingan dan pelatihan untuk bisa menguasai bahasa asing. Jadi suatu kebutuhan yang amat mendesak untuk menguasai bahasa asing jika anda serius ingin belajar ke luar negeri. Anda pun harus juga mengenal dan memahami budaya bangsa lain serta membina jalinan kerjasa sama (networking) yang luas. Nah melalui pengalaman belajar dan tinggal di luar negeri inilah, hal hal yang saya sebut di atas akan dapat lebih mungkin diwujudkan dan sekaligus juga membantu anda maupun putra putri anda menjadi warga dunia (global citizen).

  4. Mutu Dan Prasarana Pendidikan
    Dengan dukungan dana komitmen penuh dari Pemerintah Republik Indonesia, roda perkuliahan menggelinding dengan mulus. Ini artinya bahwa dosen dosen memperoleh gaji yang layak sehingga bisa berkonsentrasi dan berdedikasi penuh pada profesinya yang memungkinkan untuk menghasilkan kualitas pengajaran yang lebih terjamin. Tersedianya fasilitas fasilitas yang lebih dari memadai serta hubungan sinergi antara dunia kampus dna dunia usaha sangat menunjang terciptanya lulusan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dan dapat langsung diserap oleh dunia kerja.

    Nah dengan motivasi seperti ini, mutu dan prasarana pendidikan global pada umumnya relatif jauh lebih dan itu hanya bisa diperoleh dari kampus atau lembaga pendidikan yang sudah dijamin oleh Negara yang akan kita tuju. Untuk mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke Australia misalnya (hahahaa OZ terus si Asep eui-red), maka lembaga yang menjamin kursus dan institusi di Australia adalah CRICOS yang merupakan kepanjangan dari Commonwealth Register of Institutions Anda Courses For Overseas Students. Nah nanti akan saya paparkan mengenai sistim dan ketentuan belajar di Australia pada tulisan saya yang akan datang Insya Allah


  5. Kemandirian
    Anda semasa kuliah tentu sudah pernah merasakan jadi "Anak Kosan" bukan? hahahaha. Ya ya sama sama. Saya pun sudah mengalami dan merasakan bagaimana hidup sebagai anak kosan sejak tahun 1990 s/d 2004. Nah silahkan hitung sendiri berapa tahun "karir" saya sebagai anak kosan hehehehe. Nah nah begitu pula dengan keinginan anda atau putra putri anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Anda ataupun putra putri anda akan hidup mandiri dan membiasakan diri dengan kemandirian.

    Mungkin anda maupun putra putri anda selama tinggal dengan orang tua, maka apapun keperluan anda maupun putra putri anda sudah dan akan tersedia tanpa anda maupun putra putri anda harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Anda sebagai orang tua maupun orang tua anda sendiri juga cenderung memproteksi anak anda maupun anda sendiri sebagai anak secara berlebihan, sehingga anda maupun buah hati anda akan selalu ragu ragu dalam mengambil keputusan sehingga timbul ketergantungan pada orang tuanya. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke Luar Negeri akan memberikan pengalaman baru bagi anda maupun buah hati anda untuk belajar Mandiri dalam segala hal dan lebih bertanggung jawab.


  6. Ketersediaan Jurusan Yang Diminati
    Perkembangan keilmuan juga sangat pesat sehingga perguruan tinggi di luar negeri juga harus menyesuaikan diri secara cepat terhadap perubahan yang terjadi. Selain kurikulum yang selalu disesuaikan dengan perkembangan yang sangat pesat. Yang paling menarik adalah ditawarkannya bidang bidang studi terkini yang belum tersedia di dalam negeri. Menguasai bidang studi yang spesifik dan unik berarti Anda menciptakan peluang kerja yang jauh lebih baik.

    Mengapa anda juga harus mempertimbangkan bidang studi yang jarang peminatnya di Indonesia? Ya tentu saja ini akan membuka peluang kerja yang jauh lebih besar sekembalinya anda dari belajar di Luar Negeri. Pilihlah bidang studi unik dan spesifik adalah salah satu kuncinya. Beberapa disiplin ilmu langka dan spesifik itu antara lain Actuarial Studies , Biomedical Engineering , Biomedical Science, Biotechnology, Chiropractic, Commercial Cookery Patisserie, Digital Architecture, Food Technology serta masih buanyak lagi jurusan spesifik dan langka.

    Oleh karena itu seandainya anda tertarik untuk menguasai keilmuan yang belum tersedia di dalam negeri, maka tidak ada pilihan lagi selain mengejar ilmu tersebut di mana saja berada
    .


  7. Berbeda
    Sebagai penutup dari tulisan blog saya adalah berbeda. Mengapa belajar ke Luar Negeri bisa membuat perbedaan dan bersifat berbeda? Kata Berbeda adalah satu kata yang singkat namun mempunyai makna yang amat mendalam. Apakah anda maupun putra putri anda ingin sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan orang lain?. Saya yakin sebagian besar dari anda akan langsung menjawab dengan lantang "ya".

    Lowongan pekerjaan yang tersedia telah dan akan selalu diserbu oleh lulusan yang berjuta juta jumlahnya itu. Nah pertanyaan yang timbul adalah apa yang bisa anda tawarkan untuk mengisi lowongan tersebut dan bersaing dengan para lulusan lainnya untuk mengisi lowongan pekerjaan yang sangat kompetitif itu?. Nah salah satu cara yang efektif adalah dengan melanjutkan pendidikan ke luar negeri sehingga anda akan menjadi seseorang yang berbeda, karena anda akan memperoleh kelebihan kelebihan dan keuntungan keuntungan yang unik yang telah saya uraikan di atas.

Nah dengan memperhatikan faktor faktor di atas semoga bisa menjadi bahan kajian dan diskusi bagi anda sekeluarga atau bersama dengan putra putri anda yang diproyeksikan akan segera melanjutkan pendidikan ke Luar Negeri. Nah kapan waktu yang tepat untuk belajar ke Luar Negeri Insya Allah akan saya paparkan pada tulisan blog saya yang akan datang.
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia