Catatan Asep Haryono
Ada yang suka Rujak? Rujak buah buahan donk. Masak Rujak yang lain sih. Nah menu kuliner yang namanya Rujak ini merupakan salah satu khasnya jajanan pasar Indonesia tercinta yang memang sangat kaya akan beragam kuliner yang penuh cita rasa. Rujak, penulis kira sudah cukup general kalau tidak mau disebut sebagai "pasaran jajanan yang bisa ditemui nyaris atau hampir ada di setiap kota di Indonesia, bahkan di dunia.
Saat trip ke Kuala Lumpur pada bulan Nopember 2009 yang lalu, dalam flight di pesawat KLM rute Jakarta - Kuala Lumpur waktu itu penulis juga disuguhi menu Rujak dalam sajian meals on board (Menu dalam pesawat-red) nya. Bali, terutama di daerah pantai Kuta, juga banyak ditemui para penjual rujak. Pernah suatu ketika saat di Bali sekitar tahun 2005 (momen pertama kali menginjakkan kaki di Bali-red) penulis banyak melihat bule bule ngemil rujak. "Chili is good" kata sepasang bule yang tampak menikmati "kepedasan" nya.
Nah kalau di Pontianak, Rujak cukup kondang terutama bagi para fans Rujakers, alias yang menggemari Rujak. Hanya sayangnya pandangan penulis di jalan jalan hanyak tampak Rujak Petis saja yang bersliweran di sana sini.
Benarkah itu rujak Petis yang banyak dijajakan oleh para mamang Rujak bersepeda? Penulis sendiri kurang paham apa itu Rujak Petis Namun kalau cuma "icip icip" Petisnya aja pernah sesekali. Bentuknya soft seperti pasta berwarna gelap atau kehitaman, dan rasanya seperti berasa udang. Konon kata Petisers (penggemar Petis-red) bilang Tahu kalau disisipi Petis uenak tenan. Enak bangeds katanya
Pada umumnya Rujak memang terdiri dari beberapa potong buah buahan standar sebagai konten umum sebuah kuliner Rujak. Misalnta seperti Mentimun, nanas muda, Bangkoang , Pepaya muda, kedondong dan masih banyak lagi.
Ada yang suka Rujak? Rujak buah buahan donk. Masak Rujak yang lain sih. Nah menu kuliner yang namanya Rujak ini merupakan salah satu khasnya jajanan pasar Indonesia tercinta yang memang sangat kaya akan beragam kuliner yang penuh cita rasa. Rujak, penulis kira sudah cukup general kalau tidak mau disebut sebagai "pasaran jajanan yang bisa ditemui nyaris atau hampir ada di setiap kota di Indonesia, bahkan di dunia.
Saat trip ke Kuala Lumpur pada bulan Nopember 2009 yang lalu, dalam flight di pesawat KLM rute Jakarta - Kuala Lumpur waktu itu penulis juga disuguhi menu Rujak dalam sajian meals on board (Menu dalam pesawat-red) nya. Bali, terutama di daerah pantai Kuta, juga banyak ditemui para penjual rujak. Pernah suatu ketika saat di Bali sekitar tahun 2005 (momen pertama kali menginjakkan kaki di Bali-red) penulis banyak melihat bule bule ngemil rujak. "Chili is good" kata sepasang bule yang tampak menikmati "kepedasan" nya.
Nah kalau di Pontianak, Rujak cukup kondang terutama bagi para fans Rujakers, alias yang menggemari Rujak. Hanya sayangnya pandangan penulis di jalan jalan hanyak tampak Rujak Petis saja yang bersliweran di sana sini.
Benarkah itu rujak Petis yang banyak dijajakan oleh para mamang Rujak bersepeda? Penulis sendiri kurang paham apa itu Rujak Petis Namun kalau cuma "icip icip" Petisnya aja pernah sesekali. Bentuknya soft seperti pasta berwarna gelap atau kehitaman, dan rasanya seperti berasa udang. Konon kata Petisers (penggemar Petis-red) bilang Tahu kalau disisipi Petis uenak tenan. Enak bangeds katanya
Pada umumnya Rujak memang terdiri dari beberapa potong buah buahan standar sebagai konten umum sebuah kuliner Rujak. Misalnta seperti Mentimun, nanas muda, Bangkoang , Pepaya muda, kedondong dan masih banyak lagi.
![]() |
| SAMA : Mamang Tukang rujak ini measang plang dagangannya sama persis dengan nama sapaan rutin Penulis sehari hari. Nyantai aja Hihii Foto Asep Haryono |
![]() |
| DEPAN: Dalam lingkaran warna merah itulah Mamang Tukang rujak Kang Asep ini sering terlihat. Jika anda beruntung bisa jumpa langsung sama Kang Asep nya. Bos nya Rujak Group Foto Asep Haryono |
Beberapa hari yang lalu pagi sekitar jam 10.30 WIB setelah pulang dan balik lagi ke kantor melewati jalan Ahmad Yani. Penulis melewati Musium Negeri Kalimantan Barat, pandangan mata penilis terbetot oleh seorang tukang rujak yang memakai nama "kang Asep". Wah ini pas seperti panggilan nama saya, Kang Asep. Kok bisa kebetulan gitu ya. Kebetulan aja atau memang nama Penulis yang pasaran ? Wahahhaa. I dont know. I am not sure. You tell me.
>Walau sudah melewati Museum Negeri, namun penulis putuskan memutar kembali ke Musium Negeri dengan maksud menghampiri si Mamang Rujak karena tertarik dengan plang nama jualan rujaknya sama wisplek sama persis dengan nama saya : Kang Asep.
Maksudnya sih datang cuma mau liat liat saja tuh si mamang Rujak, karena "tertangkap tangan" memasang nama plang jualan sama persis dengan nama penulis. Whahahahaha. Tidak apa kok santai saja sama penulis mah. Dijamin admin simplyasep ini baik hati, suka membantu, dan rajin menabung (kalau ada maunya-red). lalu icip icip rujak petis dengan harga seporsi plastik kecil Rp.6.000,- (Enam Ribu Rupiah). (Asep Haryono)










Oh ini mas-mas rujak yang di depan Museum ya, Kang? Sering lihat kalo lewat. Hahah
ReplyDelete@Ismie Nurbarina : Iya benar bangeds. Bukan Bingit ya. Wahahah Khusus buat saya aja - saya alergi pake kata Bingit yang menurut pendapat saya - kata Bingit terlalu dipaksakan jadi bahasa GAUL. Ini pendapat saya loh. Pendapat orang kan boleh beda.
Delete|
Mamang Rujaknya memang ada yang bernama Kang Asep. Sama persis sama dengan nama saya. Kadang yang jual orang lain namun Kedai Rujaknya milik Kang Asep itu
sama2 boss,beda jurusan
Delete@yanto cungkup : Hiheiheie iya benerrrrrrrr
Deletesaya kira Admin merangkap Bos Rujak heheeh
Delete@Yono Karyono : Heiheihe bole boleh. AMinnnn kalau didoain jadi Bos Rujakersssssssssss
DeleteRasa rujak
ReplyDeletepedas tapi enak
apalagi penjualnya kocak
nambah lagipun tak nolak
:)
@Anisayu Nastutik : Wahaha mantap Mba e. Heiheihiehiehie. Hidup rujak hiehihee
DeleteMbak Anisayu pintar dan bijak
DeleteSampe sampe artikel rujak di buatnya kocak,
Gak nyadar Pak Administer nya pun terbahak bahak
Wahahahahaha
Delete@Uda Awak : Wahahahah ternyata tulisan saya kali ini bisa mengundah Gairah makan wahahaha. Mantap Uda Awak. Uhuiiiiiiiii
ReplyDeletemungkin namanya memang pasaran lah kang
ReplyDeleteWahahahah benerrrrrrrrrr
Deletetepat sekali
Exactly Hihihihi
saya mau bilang kayak gitu, persis dah
Deleteberarti kang asep mah jenis play boy.kwkwk
ReplyDeleteSaya suka sekali dengan Rujak .... Aiih ternyata kang Asep merangkap jadi bos Rujak ya..
ReplyDelete@wewengko Subang : Hahahaa iya. AMin ya Robbal Alaminn Hiehiehiee. Didoain jadi Bos Rujakers
Deleterujak-rujak manis
ReplyDeleteminumannya es
enak memang manis ples pedes
hati-hati jangan sampai perut mules
@Thanjawa Arif : Heiheiehi wahahaha Sudah mirip bait bait puisi aja nih hiheiheiheiheihee
Deletewah namanya sama ya pak
ReplyDeletesaya kira buka usaha baru pak hehe
@Dedaunan : Ini merupakan bukti SOLID dan Tidak Terbantahkan bahwa nama saya memang PASARAN. Heihiehiehiee.
Deletedulu punya langganan rujak buah, petisnya ya bukan petis sih, tapi dari gula jawa+asem+lombok. Enaaaak banget. Eh sekarang orang gak jual lagi, balik ke kampung XD
ReplyDelete@sari widiarti : Oh ya kah?
Deletesaya juga suka banget makan rujak.
ReplyDeleteapalagi abis itu makan klepon. kayaknya makanan surga banget deh. kalo makanan neraka pedes-pedes nggak ya?
pesen rujaknya bungkus dua ma, kebetulan nih lagi ngidam rujak. hehee
ReplyDeleteahahaha Ngidam nih ye
Delete|Kalau saya ngidam ke mana ya enaknya
kalau di Lumajang, ada rujak petis dan rujak buah~~
ReplyDeleteWaaaaaaaaaaaa jadi pengen deh hiheiheihee
DeletePenulis seriusan enggak minta royalti nih? Hahaha
ReplyDeletePetis di Banjarnegara itu manis banget, Kang kAsep. Bumbu ayam gitu. Sambel petis. :)
Semoga rujaknya laris manis ya, Kang Asep KW. :D
@Idah Ceris : Wahahahah kebetulan aja namanha sama Hiehiheie. Wah baru denger nih ada Rujak bumbu Ayam. Iya mari kita doaka agar mamang Rujak yang namanya Kang Asep ini laris manisss hiehiehiehe Amin Ya Rabb
DeleteRujak petisnya keknya itu enak kang asep...
ReplyDeleteIya yahuud sambelnya Pedessssss
DeleteRujak adalah salah satu makanan favorit saya paaakkk, waduh, jdi ngiler klo denger rujak, apalagi kalo rujaknya pake bengkoang, jambu air dan mangga muda.... ngilerrrr dah
ReplyDeleteWhahahah jadi pengen rujakan nih
DeleteKirain Kang Asep jualan rujak BAndung dalam rangka ulang tahun kota bandung :D
ReplyDeleteHehihe iya nih. Bandung Ulang Taun ya Hiehiheie Selamat ya buat kota Bandung. Hiehiheihee Kota Pontianak HUT nya nanti tanggal 23 Oktober
DeleteSaya kira Pak Asep Haryono berubah status jadi tukang
ReplyDeleteRujak hh eeeh kiranya Tukang Rujaknya namanya Kang Asep
Saya suka rujak Pak.. bisa saya pesan dua pincuk..? hhh :D
@Saud Karrysta : HIehiehe iya bisa samaan gitu namanya ya Ini membuktikan kalau nama saya itu pasaran bangeds iehiheiheiheiee. Oh ya bole bole Mau pesennya lama atau cepet nih ?
DeleteBetul sekali Pak Asep imut sihh huakkkkk :D
ReplyDeleteKang Asep saya pesan rujaknya juga ya hehe...
ReplyDeleteOh bole bole. Mau pedes atau nda nih
DeleteKalau beli 100 porsi bonus loh
Hihihihihi
Ih jadu malu
ReplyDelete*Mlorotin celana
Kalau kang Asep yg punya blog simplyasep ini biikin rujak, mau dunk sy dikasih jatah incip incip juga? Seporsi cukuplaj
ReplyDeleteKirain ganti profesi Om, hihihi. Aku sukaaa kalau nggak pedas >,<
ReplyDeleteKirain saya beneran mas Asep buka sampingan jadi penjual rujak...hehehhee. Kayaknya enak tuhh rujaknya yaa
ReplyDeleteaku sukaaaaa,,,rujak buah pake petis,,,eh itu yg jualan namanya sama dgn nama kang asep,,,
ReplyDeleterujaknya mantep tuh kang
ReplyDelete