Help us to keep our home
Tidak terasa waktu sedemikian cepatnya, dan tidak kurang dari sekitar 45 (Empat puluh) lima hari lagi umat Muslim di seluruh Indonesia dan juga di dunia akan memasuki bulan suci yang amat dirindukan, yaitu bulan Suci Ramadhan.

Nah bulan yang amat mulia inilah kesempatan bagi umat muslim di seluruh dunia untuk mengkaji diri, dan mengevaluasi diri sendiri sejauh mana diri ini melangkah. Bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah dan barokah sudah saatnya tidak kita sia siakan lagi. Masa yang amat singkat hanya 30 (tiga puluh hari) perlu mendapat perhatian kita bersama. Bulan ini memang teramat istimewa bagi kaum Muslim karena berbagai reward kebajikan, kebaikan, dan juga pahala berlimpah dan siap disajikan bagi kita semua.

Nah kalau dilihat dari judul tulisan saya kali ini memang amat mirip dari judul film kondang remaj yang pernah booming di tanah air. Film yang dibintangi dan diperankan secara apik oleh Dian Sastro Wardoyo itu memang amat terkenal. Saya sendiri sudah menyaksikan film nan lucu itu. Namun judul tulisan ini bukan buat lucu lucuan walaupun penggalan kata katanya sudah mirip dengan judul film remaja yang sudah terkenal itu tadi. Bukan itu, hanya kebetulan saja. Bulan Ramadhan adalah bulan penggodokan amal ibadah kita, dan kita semua masuk "sekolah" milik Allah SWT, dan kita dituntut untuk melaksanakan segala perintahNYA dan Menjauhi segala laranganNYA. Bulan Ramadhan ini penuh ujian.

Bukan cuma ujian menahan dahaga dan haus saja seperti yang selama ini banyak dirasakan dan digambarkan orang dalam memandang dan memaknai bulan Ramadhan. Bagi saya sendiri bukan hal yang sulit kalau cuma sekadar menahan haus dan lapar. Semua orang banyak yang mampu melakukannya. Bahkan anak sekolah pun banyak yang mahir menahan haus dan lapar mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bukan, bukan itu yang dimaksud. Bulan Ramadhan adalah bulan ujian yang amat berat dalam menahan diri dari berbagai godaan dan maksiat yang mengundang manusia untuk melakukannya. Pandangan mata yang tidak halal, mulut yang suka bergosip dan bergunjing, serta berbagai aktifitas keseharian kita yang mungkin tidak kita sadari sudah mengarah mengurangi pahala puasa (saum) kita.

Tentu kita tidak mau bulan Ramadhan yang 30 hari ini terlewat begitu saja bukan. Kita tidak boleh beranggapan "ah nanti taun depan kan Ramadhan lagi, santai ajalah pren" gitu kira kira kata orang. Ah jangan jangan begitu. Umur manusia tidak akan kita ketahui sampai kapan. Begitupula dengan jodoh dan rezeki adalah hak dari Allah SWT. Setiap manusia sudah diberikan rezekinya masing masing, begitupula dengan halnya urusan jodoh. Jika tanpa izin dari ALLAH SWT tidak akan ada pernikahan. Nah Allah SWT juga memerintahkan para hambaNYA untuk bekerja dan mencari nafkah setelah sholat. Kita dimintaNYA untuk bertebaran di muka bumi mencari rahmat dan ridho ALLAH SWT. Allah SWT Tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha untuk merubah nasibnya sendiri.

Dan umur manusia adalah rahasia dan hanya diketahui oleh Allah SWT. Siapa yang bisa menjamin kalau usia dan umur kita akan dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang? Nah siapa yang menyangka orang yang rajin berolahraga, segar bugar, sering fitnes, tiba tiba bruk meninggal dunia? Rahasia apa didalamnya? Rahasia umur manusia, sekali lagi, hanyalah hak preogratif Allah SWT. DIAlah yang Maha Tahu sampai kapan batas umur kita akan sampai pada saatnya. Manusia tidak akan tahu sampai dimana umurnya akan sampai.

Jika kesempatan datang untuk membakar dosa dosa kita, dan kesempatan itu sudah ada di depan mata kita, mari kita manfaatkan sebaik baiknya. Mari kita sambut datangnya bulan penuh berkah, Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan.



Hello semua
Wah tidak sangka dalam 1 atau 2 minggu terakhir ini kesibukan saya sungguh luar biasa. Bukan rahasia lagi jika sudah berkeluarga seperti saya sekarang ini untuk menyisakan waktu untuk kesenangan pribadi susahnya minta ampun.

Hihihii. Ya memang sih nda susah susah amat, ya cuma jarang jarang untuk bisa bermanja manja dengan diri sendiri seperti pergi ke tukang bakso, memancing ikan, dan sederet aktifitas hobi ringan lainnya yang biasa saya lakukan jika diwaktu senggang.

Namun demikian hal itu tidak berarti saya melupakan hobi saya yang satu ini. Menulis atau ngeblog. Sebagai salah satu anggota BBC (Borneo Blogger Community) di kota Pontianak memang saya dituntut untuk berperan aktif menulis seperti yang disarankan mereka untuk menulis. Wah tentu kalau sudah menulis, ide ide apa saja seperti mengalir seperti air, ya udah kalau sudah ada ide seperti itu ya langsung saja dijalankan. Ide akan mengalir seperti air tanpa harus direncanakan.

Nah untuk ide tulisan hari ini, karena mungkin sudah semingguan tidak ngeblog karena sesuatu dan lain hal, saya tulis ide sederhana saja. Judulnya sudah terpampang dengan jelas di atas, Gilang dan Gunawan. Ya dua nama itu mungkin bagi para pembaca blog saya tercinta kurang atau bahkan tidak dikenal. Wajar saja, karena saya juga belum mengenalkan mereka pada kalian semua, Ehm. Nah kedua anak remaja ini memang sangat dikenal khususnya buat saya pribadi. Kurang lebih selama 6 (enam) lamanya mereka magang di kantor saya, dan kinerja serta prestasi mereka cukup baik, rajin ramah dan suka membantu rekan rekan wartawan dan redaksi dalam kesehariannya.

Dari merekalah saya banyak belajar mengenai administrasi Content Managemet System (CMS) Joomla dengan menggunakan domain dan hosting free alias gratisan. Siapa sih yang nda suka sama gratisan. Yang namanya gratisan, apa pun akan terasa enak hehehe. Iya kan. Selama masih bisa gratis mengapa pula harus membayar. Kalaw memang masih ada yang gratis, kenapa pula harus membayar. Makanya sampai sekarang teman teman alumnni YES2009 Kuala Lumpur menyebut kelompok MAKO alias Mafia Konperensi menjadi terkenal sekarang ini. Kenangan indah YES2009 menjadi ajang silaturahmi antar member MAKO dimana saja berada. Motonya cuma 1 sekali gratis tetap gratis hehehee.

Dari sekian banyak siswa yang pernah magang di kantor saya, hanya sedikit saja dari mereka yang memberikan manfaat dua arah dan dengan feedback yang baik. Karena walaupun mereka hanya beberapa bulan saja magang di kantor saja, akan membawa dampak positif bagi mereka yang akan mempersiapkan diri ke dalam dunia yang kejam dan tidak ada ampun lagi yakni dunia kerja yang keras akan persaingan dan juga intrik intrik itu. Mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dari sekarang juga adalah pilihan yang bijaksana. Nah sebelum sekolah usai dan lulus dari bangku kuliah, persiapkanlah diri kalian dengan segudang pengalaman kerja di lapangan dan juga bekal ketrampilan lainnya.

Ingatlah, siapa yang siap tentu akan cepat menangkap peluang
Beberapa hari belakangan ini saya selalu disibukkan oleh berbagai kegiatan rutin keseharian di rumah kontrakan saya yang terletak di komplek Duta Bandara Permai Jalan Arteri Supadio Pontianak. Rumah kontrakan yang sudah saya dan keluarga diami lebih dari 3 (tiga) tahun ini memang penuh dengan kejutan dan juga kenangan.

Mengapa saya sebut penuh dengan kejutan dan juga kenangan. Kejutan karena sejak kami mendiami ruma kontrakan di Dubai (Duta Bandara Permai-red) ini berbagai kejutan datang silih berganti kepada kami sekeluarga.

Dan atas izin dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT, lahirkan anak anak kami. Yang pertama Abbie Muhammad Furqan Haryono yang kini sudah berusia 3,5 tahun pada tahun 2008, dan kemudian lahir lagi ke dunia adikknya yang perempuan, Tazkia Montessori Putri Haryono, yang kemarin (10 Juni 2011) genap berusia 6 (Enam) bulan. Waktu berjalan demikian cepatnya, dan keadaan memang selalu berubah setiap saat. Begitulah ritme kehidupan sehari kami yang penuh warna warni sekarang.

Namun demikian dalam kehidupan keluarga kami, selalu saja ada warna lain yang bisa membuat kami berpikir dua kali jika harus melakukan kekeliruan yang sama. Misalnya saja pola pengasuhan bayi yang harus ditangani berdua. Karena kami memahami bahwa kami berdua sama sama bekerja. Saya bekerja di perusahaan swasta di kota Pontianak, sedangkan istri PNS Guru di sebuah SMA Negeri di Kabupatan Kubu Raya. Begitu sibuknya kami berdua, sampai sampai putri kecil kami, Tazkia Putri, sudah tidak menikmati ASI bundanya lagi. Berbeda dengan anak pertama kami, Abbie, yang full mendapat asupan ASI dari bundanya karena saat itu bundanya mengajar di sebuah TK Islam Ternama di bilangan Untan Pontianak.

Serba Menyiasati
Begitu juga dengan pengaturan pola keuangan kami yang masih amburadul. Memang kata orang sekilas kami "makmur" karena ada dua lokomotif yang berpacu mencari penghasilan. Dalam artian kedua orangtuanya bekerja. Nah dalam kacamata para tetangga, dan penilaian orang lain tentu bagus bagus saja. Wah enak ya keluarga si fulan ayah dan ibunya sama sama bekerja, wah tentu uangnya pasti banyak. Begitulah kira kira penilaian orang atau tetangga kepada kami sekeluarga. Saya mendengar seperti itu hanya tersenyum saja, dan mengucapkan "Alhamdulillah" atau "amin" saja.

Padahal kenyataan di lapangan memang tidak seindah kata orang. Memang secara logika dengan dua orang yang sama sama bekerja, kemungkinan bertambahnya pendapatan dan penghasilan keluarga jauh lebih cepat. Namun hukum alam juga berlaku. Konon stigma di masyarakat kita pada umumnya sering terjadi , semakin besar pendapatan biasanya diikuti dengan semakin besarnya pengeluaran. Besar penghasilan yang kami peroleh bersama sama (karena saya dan istri sama sama bekerja-red), namun pengeluaran dan kebutuan sehari sehari dan perbulan kami juga tidak kalah "sombong"nya dengan pendapatan kami yang "ramah lingkungan". Wah kok bisa di sebut "ramah lingkungan" sih.

Ya yang saya maksud "ramah lingkungan" karena pada saat sang uang datang dari penghasilan rutin kami setiap bulannya dalam bentuk gaji selalu saja lewat. Selalu saja numpang lewat. Begitu datang , maka uang yang kami dapatkan dengan susah payah itu harus keluar lagi dalam bentuk pos pos dana rutin setiap bulannya yang harus kami keluarkan mau tidak mau, atau suka tidak suka, dana itu harus keluar.

Misalnya anggaran untuk membeli beras, minyak tanah, gula pasari, dan segala tetek bengek urusan dapur seperti bawang merah, dan lain sebagainya. Juga pengeluaran utama keluarga seperti membayar tagihan (Listrik, PDAM) dan juga cicilan hutang kami di sebuah bank Nasional karena kami meminjam dana kepadanya.

Pengeluaran rutin utama lainnya seperti susu kedua anak kami (yang kalau dijumlahkan berdua angkanya bisa melejit-red), dan juga anggaran lain sehubungan dengan anak anak kami juga terutama pempes, minyak telon, dan lain sebagainya. Nah dengan demikian angka gaji yang kami terima setiap bulannya kadang selalu saja pas, dan sangat sedikit dana yang tersedia untuk disisihkan ke pos tabungan.

Hampir kami tidak punya dana lebih untuk dialihkan ke pos tabungan. Banyak pakar keuangan keluarga mengatakan bahwa pos tabungan seharusnya dijadikan "pengeluaran" keluarga. Ini harus dilakukan. Dengan menganggap tabungan sebagai "pengeluaran" , maka kita akan dipaksa untuk menabung. Ini baik sebenarnya, tapi kami ini ngaco, selalu saja hal itu belum dilakukan secara optimal. Mengapa ya?. Inilah pertanyaan yang kami sendiri pun kadang agak susah untuk menjawabnya. Sepertinya kami perlu jasa pengelolaan keuangan nih. Apa bisa?

Jadi kami harus pandai pandai "bersilat" maupun "siasat menyiasati" keuangan yang ada. Dana yang kami peroleh dari penghasilan tambahan di luar gaji kadang digunakan untuk menutup hutang dan sebagian lagi diwujudkan dalam bentuk barang. Sebab saya dan istri kadang berpikir bahwa uang itu licin, karena bisa "tergelincir" digunakan untuk keperluan lain yang diluar perencanaan namun sama pentingnya. Ini kan tidak betul.

Kadang konsistensi dalam menangani keuangan perlu keteguhan hati kita juga. Misalnya saja dana yang sudah disiapkan untuk membeli blender karena bisa digunakan buat membuat bubur bayi, jangan digunakan untuk membayar tagihan listrik walau kepentingannya sama, atau bermuatan penting yang sama. Inilah yang saya maksud dengan konsistensi keuangan. Ini yang kadang kami lupa. Konsistensi inilah yang kadang juga menjadi bumerang bagi kami sekeluarga karena dana yang seharusnya disiapkan untuk keperluan A menjadi teralirkan untuk keperluan B. Walhasil dana buat A menjadi "bolong" dan terpaksa untuk menutupinya mengambil dari POS lain yang juga tidak kalah pentingnya.

Harus Cari Tambahan
Jadi dengan demikian dari uraian njelimet dan membingunkan di atas pemecahannya ada 2 (dua). Ini kata perencana keuangan Safir Senduk yang sering menjadi rujukan kami sekeluarga dalam mengelola keuangan. Kedua pemecahan keuangan keluarga yang kami jadikan patokan untuk menyelesaikan masalah keuangan keluarga.

  1. Memperbesar Pendapatan.
    Solusi pertama adalah memperbesar pendapatan keluarga. Untuk mengandalkan gaji saja sudah pasti tidak akan cukup. Oleh karena itu penghasilan tambahan harus dilakukan jika pengeluaran keluarga juga semakin besar. Dengan demikian pengeluaran keluarga harus dibuat menjadi jauh lebih kecil dari pendapatan. Dengan demikian akan ada pos sisa anggaran dan itu bisa dialihkan menjadi pos tabungan. Cara memperbesar pendapatan adalah dengan memberikan les tambahan atau juga membuat terobosan lain yang bersifat memancing pendapatan atau uang masuk buat keluarga.

  2. Memperkecil Pengeluaran.
    Solusi kedua adalah dengan memperkecil pengeluaran. Jika penghasilan tambahan belum bisa dilakukan maka cara lainnya adalah "memangkas" pengeluaran yang tidak perlu. Anggaran belanja keluarga yang penting namun tidak perlu sebaiknya kami tinggalkan. Ini mutlak dilakukan jika kami tidak megap megap di pertengahan bulan atau sebelum bulan berakhir kita sudah kolaps duluan mencari utangan baru.
Salah satu "musuh" terbesar kami berdua adalah "dahaga" nya kami terhadap keinginan keinginan yang terpendam jika ada uang. Kadang penghasilan tambahan dari klien website saya misalnya jika sudah diperoleh pasti keinginan ini itu membuncah, dan perlu segera dieksekusi. Misalnya saja pasca kemalingan awal Mei 2011 lalu, saya ingin sekali punya HP Baru menggantikan HP jadul yang sudah lama.

Padahal kalau dipikir pikir dengan HP sederhana pun masih bisa dipakai untuk komunikasi. Mengapa pula saya harus ikut terpengaruh oleh iklan bersliweran untuk punya HP baru walaupun berharga murah. Inilah yang namanya contoh penyakit lama kami yang kadan muncul tiba tiba. Maka wajar setiap kali dapat dana dari klien selalu saja habis sampai sampai kami bengong kok cepat habis ya.

Nah jadi dengan demikian salah satu unsur yang bisa memecahkan kebuntuan keuangan keluarga yang kami anggap paling jitu adalah mencari penghasilan tambahan. Kata orang pontianak cari can tepi. Hehhee. Walaupun saya dan istri bukan orang Pontianak, namun kota Pontianak sudah menjadi bagian dari hidup kami, dan kami menganggap ini adalah "tanah air" kami yang kedua selain Pulau Jawa yang merupakan asal kami berdua.

Bayangkan saja sejak tahun 1990 saya sudah menginjakkan kami di bumi Khatulistiwa ini, dan jika dihitung dengan periode sekarang maka lebih kurang 21 (dua puluh satu) tahun saya di Pontianak ini. Nah sudah tentu saya sudah di "naturalisasi" alias sudah menjadi warga Pontianak dibuktikan dengan KTP Pontianak kami berdua. LOh obrolan blog saya malah lari ke arah naturalis sih hehehe. Kok jadi melenceng dari tujuan semua soal penanganan keuangan keluarga. Hehehehe.

Yang Jelas saya harus bijak dalam soal keuangan Keluarga. Satu hal yang pasti akan terus semangat mencari tambahan penghasilan lain yang halal dan berkah buat keluarga. Amin Ya Robbal Alamin

Ada yang kenal photo siapa yang saya pasang di blog saya hari ini?. Apa ada yang kenal dia? Nah memang ini adalah gambar atau foto yang saya ambil sendiri dengan kamera poket mini (compact camera) Nikon L19 kesayangan saya. Ini adalah penjual es sari Kacang yang mangkal hampir setiap hari di depan restoran fajar di bilangan jalan Pahlawan.

Persis letaknya di depan restoran fajar atau di depan tukang bakso rudal. Hampir seminggu sekali saya pasti menyempatkan diri untuk membeli sebungkus es sari kacang hijau. Yah paling apes kalw hari itu tidak ada es Sari kacang, maka saya akan memilih menu lain yang tersedia. Es Air Tahu. Wah seger banged. Apa lagi kalau diminum pas tengah hari. Wadoh seger.

Siang siang nan panas di kota Pontianak memang kadang menyesakkan. Cuaca yang begitu sudah diprediksi selalu melanda kota Pontianak tecinta. Bisa dibayangkan jika hari ini hujan turun dengan lebatnya hingga berhari hari lalu kemudian di susun dengan panas menyengat. Begitu juga sebaliknya jika panas kemarau hingga berhari hari lamanya tiba tiba hujan datang deras mengguyur seluruh kota Pontianak. Hahah apa hubungannya sama paragraf pertama saya di atas yang ngomongin penjuas es Sari Kacang. Hahaha memang nda ada.

Hmm bisa dibayangkan jika badan anda tidak terbiasa dengan cuaca ekstrim seperti kota Pontianak sekarang ini, bisa bisa anda jatuh sakit. Anda tentu tidak mau sakit bukan? Ya iyalah. Siapa yang mau jatuh sakit. Tetapi kenapa sakit bisa jatuh ya. Sederhana pertanyaannya kan. Nah apa ada yang bisa menjawabnya. Kenapa tidak jatuh sehat?. Dari katanya aja kalau yang namanya "jatuh" atau "terjatuh" biasanya sakit hehehe. Betul nda sih?. Lain halnya jika "jatuh cintta" huahahaha. Siapa aja pasti mau dunk. Siapa sih yang tidak mau "jatuh cint" atau "jatuh hati".

Tapi bukan soal "jatuh cinta" apalagi jatuh nyunsep kali ini. Hemmm. Saya cuma mau bahas soal kuliner aja deh. Saya jadi ingat sama seorang blogger di Pontianak yang juga penyiar salah satu radio swasta ternama di kota Pontianak. Siapa lagi kalau bukan bang Dodon Jerry atau saya akrab menyebutnya dengan dengan Bang Jerry. Saya senang tulisan kuliner bang Jerry yang banyak mengilhami saya untuk lebih mencintai kuliner sendiri, ya kuliner Indonesia. Siapa lagi yang akan membanggakan kuliner di Indonesia kalau bukan rakyat dan bangsanya sendiri. Ya nda. Salut buat bang Jerry. Dua jempol buat tulisannya di blog.

Blognya yang yang banyak bercerita soal kuliner memang menginspirasi banyak orang termasuk saya yang juga anggota komunitas "food lovers" alias pecinta makanan. Hehehehe. Siapa sih yang nda suka makanan. Hanya orang goblok aja yang nda mau makan. Nah berbicara soal makanan tentu tidak akan lepas dengan minuman. Kan biasanya setelah makan ya minum. Kadang juga ada orang yang makan tapi minumnya belakangan. Ada juga yang makan lalu minum, lalu makan lagi gitu dan seterusnya.

Nah yuk kita liat apa sih menu minuman yang mau saya ceritakan sedikit aja di sini. Ya siapa lagi kalau bukan es sari kacang. Hmm membayangkannya aja udah bikin ngiler ya, apalagi meminum es sari kacang hijau yang sudah dibuat halus dengan blender itu dalam sebuah gelas yang diisi dengan butiran es. Lebih sip lagi kalau ditambah dengan susu baik itu susu coklat maupun susu putih. Kan yang namanya susu tidak selalu putih. Susu coklat lah salah satunya. Nah penggemar Es Sari Kacang memang banyak di kota Pontianak, dan juga mungkin dikota lainnya di Kalimantan Barat. Sayang sekali tidak ada.

Penjual Es Sari Kacang ini mengaku memiliki seorang anak laki laki yang baru saja menyelesaikan bangku sekolah SMAnya. Dia bilang akan berusaha menyekolahkan anakknya ditingkat yang lebih tinggi. "Saya punya anak yang tinggal tidak jauh dari sini, kalaw kamu ada kerjaan di kantor bolehlah titip anak saya ya".

Mendengar kata penjual es Sari Kacang ini saya hanya menjawab "iya Insya Allah". Nah apa yang dapat kita lakukan untuk membantunya bisa berkembang dan maju taraf hidupnya. Sayang sekali saya tidak tau namanya, dan saya yakin saya akan tau dalam beberapa hari ke depannya lagi untuk mengorek keterangan lebih banyak tentang dirinya. Penjuas es Sari Kacang ini bersahaja, dan jujur. Saya senang

Dalam keseharian kita hidup bermasyarakat tidak akan terlepas dari interaksi kita dengan masyarakat lainnya. Adalah hal yang wajar kalaw kita hidup berdampingan dengan masyarakat yang plural dan majemuk. Ini yang harus kita hormati karena masyarakat yang melakukan penilaian terhadap sikap dan tingkah laku sehari hari kita.

Jangan salahkan masyarakat yang memberikan penilaian buruk terhadap diri kita walaupun kita merasa diri kita sudah benar atau merasa benar. Benarnya kita saja bisa disalahkan masyarakat karena masyarakat tidak akan mau tau siapa anda sebenarnya. Kenyataan memang tidak seindah dengan harapan. Oleh karena itu apapun keinginan masyarakat sebaiknya kita mengerti karena mereka tidak akan pernah mengerti.

Sebenarnya dalam tulisan saya sebelumnya sudah saya paparkan secara gamblang mengapa kita berbeda antara satu dengan lainnya. Kita memang berbeda. Walau berbeda tetapi tetap satu atau satu tetapi (sesungguhnya) kita berbeda. Hidup bermasyarakat memang ada seninya tersendiri. Kadang kemauan masyarakat berbeda dengan kemampuan daripada individunya sendiri. Seperti yang saya sebut diawal tulisan saya hari ini, bahwa benarnya saja kita saja masih bisa disalahkan oleh orang.

Sebagai contoh sederhana saja jika anda berjalan dengan orang lain yang kebetulan saja berlainan jenis. Apa komentar orang atau masyarakat terhadap kita?. Tentu dugaan orang akan berbeda beda antara satu dengan yang lainnya. Padahal kita berjalan adik kandung kita sendiri yang kebetulan saja perempuan. Nah apa kata orang atau apa kata masyarakat yang tidak tau kalaw wanita yang kita bawa itu adalah adik kandung kita sendiri? No no masyarakat tidak akan mau tau. Yang tau adalah anda berjalan dengan wanita lain jenis. Masyarakat tidak akan mengerti sampai anda sendiri memberikan penjelasan kepada mereka. Nah untuk urusan simple gini aja sudah jelas bukan. Betapa sensitifnya penilaian masyarakat.

Setiap orang memiliki keunikan tersendiri yang memastikannya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Dalam keseharian kita tentu tidak akan lepas yang namanya hubungan antar pribadi atau interpersonal relationship. Hubungan emosional antar manusia ini tidak selalu berkaitan dengan urusan asrama eh asmara tentunya.

Walaupun sebagian orang masih menganggap hubungan emosional antara dua manusia sangat terkait erat dengan kualitas hubungan tersebut. Kita tidak mungkin bisa menyenangkan banyak orang secara bersamaan, dan adalah hal yang wajar jika ada orang yang tidak menyukai kita. Ini menyangkut perasaan orang terhadap kita. Kita tidak mungkin melarang orang menyukai diri kita sebagaimana orang pun tidak bisa melarang kita menyukai orang lain. Natural bukan?

Hidup Ini Cuma Sekali
Hidup ini sebenarnya sangat Indah. Dengan hadirnya sahabat, teman, dan kawan akan mewarnai perjalanan hidup kita yang hanya satu periode ini. di alam fana ini . Apalagi dengan segudang aktifitas dan kegiatan keseharian kita yang konon tiada habis habisnya itu akan terasa singkat jika kita bisa mengisinya dengan penuh rasa cinta dan semangat.

Ya semangat, hanya dengan semangat itulah kita bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya bukan sekedar hidup diatas tumpukan daging yang bernama manusia ini. Seperti pada tulisan saya sebelumnya bahwa arti kehidupan (passion) dan tujuan kita hidup (purpose) akan benar benar menjadi sinergi menjadi energi yang luar biasa yang bisa membuat hidup anda menyala nyala, berbinar, bersinar dan terus bersemangat menggelola.

Hadirnya teman lama dan sahabat akan menambah semangat hidup kita di dunia ini dan menyadari bahwa masih ada orang yang ingat kepada kita. Semua ini seolah mengingatkan kita bahwa hidup kita masih berarti bagi kehidupan orang lain. Adanya salam dari sahabat adalah bukti bahwa keberadaan kita masih dihargai oleh orang lain. Berbahagialah jika anda memiliki sahabat. Sahabat adalah harta yang tidak akan pernah habis, dan merupakan harta yang tidak ternilai dalam hidup kita.

Hidup kita cuma satu periode. Ya hidup kita cuma satu kali. Kita lahir ke dunia sebagai sebagai bayi yang mungil lalu menjadi besar dan akhirnya mandiri dan kemudian akan kembali menghadap sang pencipta Allah SWT. Sesungguhnya kita semua ini milik Allah dan kepada Allah jugalah kita semua pasti akan kembali. Hanya dengan perbedaan yang kita miliki inilah yang kita harapkan menjadi perekat bagi kita semua untuk sama sama mulai merapatkan barisan untuk menuju cita cita kita masing masing.

Mari kita sudahi saja perang dingin antara kita, dan mulai dengan babak baru dengan suasana yang lebih mencair dalam bingkai persamaan dan saling menghargai kekurangan masing masing. Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Keunikan yang ada dalam diri kita masing masing akan terasa semakin indah dengan hadirnya rasa persahabatan yang tulus dan ikhlas di hati sanubari kita masing masing.

Marilah kita bertanya dalam diri kita masing masing ; sudah siapkah kita menerima kekurangan dan kelebihan orang lain?.
Tag : Opini - Asep Haryono | Tetap Semangat - Powered by Blogger
Hallo semua.
Saat kutulis blog ini saya melihat jam dinding diruang kerja saya di lantai 5 sebuah media yang mengklaim dirinya sendiri sebagai yang terpercaya dan terbesar di Kalimantan Barat menunjuk pada angka jam 11.55 WIB saat dimulainya tulisan ini. Hari ini hari Kamis, tanggal 26 Mei 2011 bertepatan dengan hari rutin saya menjemput istri tercinta dari Kabupaten Kubu.

Karena istri mendapat tugas mengajar dan SK nya mengajar di SMA Negeri 1 Kubu, suatu wilayah baru nan gemuk dibawah asuhan (bayi kalee-red) bupati nan ganteng Muda Mahendrawan. Kalau menyebut nama bupati muda Kubu Raya itu jadi teringat saat ramai ramainya kisruh CPNS tahun 2008 lalu yang sembat membuat geger Kalimantan Barat

Mengikuti perkembangan berita saat itu memang ramai ramainya Kisruh penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008 untuk daerah Kubu Raya yang heboh, dan diwarnai oleh isu kecurangan olek oknum yang tidak bertanggung jawab. Kan kasihan sama calon CPNS yang sudah berkeringat darah belajar memecahkan soal dan sukses diterima dan lulus sebagai CPNS menjadi kabur dan hilang haknya hanya karena ulah segelintir oknum yang bermain curang dan berlaku curang.

Saya kuatir jika tes CPNS tahun 2008 itu diulang seperti wacana pada pelaksanaan CPNS tahun 2011 ini apa jadinya nanti?. Kesalahan administratif adalah hal yang biasa menurut saya, dan itu lumrah karena yang memeriksa hasil scanning dan perhitungan tabulasi nilai atau skor CPNS adalah dilakukan oleh manusia. Menurut pendapat saya jika kesalahan administratif CPNS itu (periode berapa saja-red) bersifat umum, tidak khusus, dan hanya sebatas administratif belaka, saya kira tidak perlu di tes ulang. Kan kasian yang benar benar lulus, bisa bisa karena tes ulang menjadi tidak lulus.
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia