Help us to keep our home
Beberapa hari belakangan ini saya selalu disibukkan oleh berbagai kegiatan rutin keseharian di rumah kontrakan saya yang terletak di komplek Duta Bandara Permai Jalan Arteri Supadio Pontianak. Rumah kontrakan yang sudah saya dan keluarga diami lebih dari 3 (tiga) tahun ini memang penuh dengan kejutan dan juga kenangan.

Mengapa saya sebut penuh dengan kejutan dan juga kenangan. Kejutan karena sejak kami mendiami ruma kontrakan di Dubai (Duta Bandara Permai-red) ini berbagai kejutan datang silih berganti kepada kami sekeluarga.

Dan atas izin dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT, lahirkan anak anak kami. Yang pertama Abbie Muhammad Furqan Haryono yang kini sudah berusia 3,5 tahun pada tahun 2008, dan kemudian lahir lagi ke dunia adikknya yang perempuan, Tazkia Montessori Putri Haryono, yang kemarin (10 Juni 2011) genap berusia 6 (Enam) bulan. Waktu berjalan demikian cepatnya, dan keadaan memang selalu berubah setiap saat. Begitulah ritme kehidupan sehari kami yang penuh warna warni sekarang.

Namun demikian dalam kehidupan keluarga kami, selalu saja ada warna lain yang bisa membuat kami berpikir dua kali jika harus melakukan kekeliruan yang sama. Misalnya saja pola pengasuhan bayi yang harus ditangani berdua. Karena kami memahami bahwa kami berdua sama sama bekerja. Saya bekerja di perusahaan swasta di kota Pontianak, sedangkan istri PNS Guru di sebuah SMA Negeri di Kabupatan Kubu Raya. Begitu sibuknya kami berdua, sampai sampai putri kecil kami, Tazkia Putri, sudah tidak menikmati ASI bundanya lagi. Berbeda dengan anak pertama kami, Abbie, yang full mendapat asupan ASI dari bundanya karena saat itu bundanya mengajar di sebuah TK Islam Ternama di bilangan Untan Pontianak.

Serba Menyiasati
Begitu juga dengan pengaturan pola keuangan kami yang masih amburadul. Memang kata orang sekilas kami "makmur" karena ada dua lokomotif yang berpacu mencari penghasilan. Dalam artian kedua orangtuanya bekerja. Nah dalam kacamata para tetangga, dan penilaian orang lain tentu bagus bagus saja. Wah enak ya keluarga si fulan ayah dan ibunya sama sama bekerja, wah tentu uangnya pasti banyak. Begitulah kira kira penilaian orang atau tetangga kepada kami sekeluarga. Saya mendengar seperti itu hanya tersenyum saja, dan mengucapkan "Alhamdulillah" atau "amin" saja.

Padahal kenyataan di lapangan memang tidak seindah kata orang. Memang secara logika dengan dua orang yang sama sama bekerja, kemungkinan bertambahnya pendapatan dan penghasilan keluarga jauh lebih cepat. Namun hukum alam juga berlaku. Konon stigma di masyarakat kita pada umumnya sering terjadi , semakin besar pendapatan biasanya diikuti dengan semakin besarnya pengeluaran. Besar penghasilan yang kami peroleh bersama sama (karena saya dan istri sama sama bekerja-red), namun pengeluaran dan kebutuan sehari sehari dan perbulan kami juga tidak kalah "sombong"nya dengan pendapatan kami yang "ramah lingkungan". Wah kok bisa di sebut "ramah lingkungan" sih.

Ya yang saya maksud "ramah lingkungan" karena pada saat sang uang datang dari penghasilan rutin kami setiap bulannya dalam bentuk gaji selalu saja lewat. Selalu saja numpang lewat. Begitu datang , maka uang yang kami dapatkan dengan susah payah itu harus keluar lagi dalam bentuk pos pos dana rutin setiap bulannya yang harus kami keluarkan mau tidak mau, atau suka tidak suka, dana itu harus keluar.

Misalnya anggaran untuk membeli beras, minyak tanah, gula pasari, dan segala tetek bengek urusan dapur seperti bawang merah, dan lain sebagainya. Juga pengeluaran utama keluarga seperti membayar tagihan (Listrik, PDAM) dan juga cicilan hutang kami di sebuah bank Nasional karena kami meminjam dana kepadanya.

Pengeluaran rutin utama lainnya seperti susu kedua anak kami (yang kalau dijumlahkan berdua angkanya bisa melejit-red), dan juga anggaran lain sehubungan dengan anak anak kami juga terutama pempes, minyak telon, dan lain sebagainya. Nah dengan demikian angka gaji yang kami terima setiap bulannya kadang selalu saja pas, dan sangat sedikit dana yang tersedia untuk disisihkan ke pos tabungan.

Hampir kami tidak punya dana lebih untuk dialihkan ke pos tabungan. Banyak pakar keuangan keluarga mengatakan bahwa pos tabungan seharusnya dijadikan "pengeluaran" keluarga. Ini harus dilakukan. Dengan menganggap tabungan sebagai "pengeluaran" , maka kita akan dipaksa untuk menabung. Ini baik sebenarnya, tapi kami ini ngaco, selalu saja hal itu belum dilakukan secara optimal. Mengapa ya?. Inilah pertanyaan yang kami sendiri pun kadang agak susah untuk menjawabnya. Sepertinya kami perlu jasa pengelolaan keuangan nih. Apa bisa?

Jadi kami harus pandai pandai "bersilat" maupun "siasat menyiasati" keuangan yang ada. Dana yang kami peroleh dari penghasilan tambahan di luar gaji kadang digunakan untuk menutup hutang dan sebagian lagi diwujudkan dalam bentuk barang. Sebab saya dan istri kadang berpikir bahwa uang itu licin, karena bisa "tergelincir" digunakan untuk keperluan lain yang diluar perencanaan namun sama pentingnya. Ini kan tidak betul.

Kadang konsistensi dalam menangani keuangan perlu keteguhan hati kita juga. Misalnya saja dana yang sudah disiapkan untuk membeli blender karena bisa digunakan buat membuat bubur bayi, jangan digunakan untuk membayar tagihan listrik walau kepentingannya sama, atau bermuatan penting yang sama. Inilah yang saya maksud dengan konsistensi keuangan. Ini yang kadang kami lupa. Konsistensi inilah yang kadang juga menjadi bumerang bagi kami sekeluarga karena dana yang seharusnya disiapkan untuk keperluan A menjadi teralirkan untuk keperluan B. Walhasil dana buat A menjadi "bolong" dan terpaksa untuk menutupinya mengambil dari POS lain yang juga tidak kalah pentingnya.

Harus Cari Tambahan
Jadi dengan demikian dari uraian njelimet dan membingunkan di atas pemecahannya ada 2 (dua). Ini kata perencana keuangan Safir Senduk yang sering menjadi rujukan kami sekeluarga dalam mengelola keuangan. Kedua pemecahan keuangan keluarga yang kami jadikan patokan untuk menyelesaikan masalah keuangan keluarga.

  1. Memperbesar Pendapatan.
    Solusi pertama adalah memperbesar pendapatan keluarga. Untuk mengandalkan gaji saja sudah pasti tidak akan cukup. Oleh karena itu penghasilan tambahan harus dilakukan jika pengeluaran keluarga juga semakin besar. Dengan demikian pengeluaran keluarga harus dibuat menjadi jauh lebih kecil dari pendapatan. Dengan demikian akan ada pos sisa anggaran dan itu bisa dialihkan menjadi pos tabungan. Cara memperbesar pendapatan adalah dengan memberikan les tambahan atau juga membuat terobosan lain yang bersifat memancing pendapatan atau uang masuk buat keluarga.

  2. Memperkecil Pengeluaran.
    Solusi kedua adalah dengan memperkecil pengeluaran. Jika penghasilan tambahan belum bisa dilakukan maka cara lainnya adalah "memangkas" pengeluaran yang tidak perlu. Anggaran belanja keluarga yang penting namun tidak perlu sebaiknya kami tinggalkan. Ini mutlak dilakukan jika kami tidak megap megap di pertengahan bulan atau sebelum bulan berakhir kita sudah kolaps duluan mencari utangan baru.
Salah satu "musuh" terbesar kami berdua adalah "dahaga" nya kami terhadap keinginan keinginan yang terpendam jika ada uang. Kadang penghasilan tambahan dari klien website saya misalnya jika sudah diperoleh pasti keinginan ini itu membuncah, dan perlu segera dieksekusi. Misalnya saja pasca kemalingan awal Mei 2011 lalu, saya ingin sekali punya HP Baru menggantikan HP jadul yang sudah lama.

Padahal kalau dipikir pikir dengan HP sederhana pun masih bisa dipakai untuk komunikasi. Mengapa pula saya harus ikut terpengaruh oleh iklan bersliweran untuk punya HP baru walaupun berharga murah. Inilah yang namanya contoh penyakit lama kami yang kadan muncul tiba tiba. Maka wajar setiap kali dapat dana dari klien selalu saja habis sampai sampai kami bengong kok cepat habis ya.

Nah jadi dengan demikian salah satu unsur yang bisa memecahkan kebuntuan keuangan keluarga yang kami anggap paling jitu adalah mencari penghasilan tambahan. Kata orang pontianak cari can tepi. Hehhee. Walaupun saya dan istri bukan orang Pontianak, namun kota Pontianak sudah menjadi bagian dari hidup kami, dan kami menganggap ini adalah "tanah air" kami yang kedua selain Pulau Jawa yang merupakan asal kami berdua.

Bayangkan saja sejak tahun 1990 saya sudah menginjakkan kami di bumi Khatulistiwa ini, dan jika dihitung dengan periode sekarang maka lebih kurang 21 (dua puluh satu) tahun saya di Pontianak ini. Nah sudah tentu saya sudah di "naturalisasi" alias sudah menjadi warga Pontianak dibuktikan dengan KTP Pontianak kami berdua. LOh obrolan blog saya malah lari ke arah naturalis sih hehehe. Kok jadi melenceng dari tujuan semua soal penanganan keuangan keluarga. Hehehehe.

Yang Jelas saya harus bijak dalam soal keuangan Keluarga. Satu hal yang pasti akan terus semangat mencari tambahan penghasilan lain yang halal dan berkah buat keluarga. Amin Ya Robbal Alamin

Ada yang kenal photo siapa yang saya pasang di blog saya hari ini?. Apa ada yang kenal dia? Nah memang ini adalah gambar atau foto yang saya ambil sendiri dengan kamera poket mini (compact camera) Nikon L19 kesayangan saya. Ini adalah penjual es sari Kacang yang mangkal hampir setiap hari di depan restoran fajar di bilangan jalan Pahlawan.

Persis letaknya di depan restoran fajar atau di depan tukang bakso rudal. Hampir seminggu sekali saya pasti menyempatkan diri untuk membeli sebungkus es sari kacang hijau. Yah paling apes kalw hari itu tidak ada es Sari kacang, maka saya akan memilih menu lain yang tersedia. Es Air Tahu. Wah seger banged. Apa lagi kalau diminum pas tengah hari. Wadoh seger.

Siang siang nan panas di kota Pontianak memang kadang menyesakkan. Cuaca yang begitu sudah diprediksi selalu melanda kota Pontianak tecinta. Bisa dibayangkan jika hari ini hujan turun dengan lebatnya hingga berhari hari lalu kemudian di susun dengan panas menyengat. Begitu juga sebaliknya jika panas kemarau hingga berhari hari lamanya tiba tiba hujan datang deras mengguyur seluruh kota Pontianak. Hahah apa hubungannya sama paragraf pertama saya di atas yang ngomongin penjuas es Sari Kacang. Hahaha memang nda ada.

Hmm bisa dibayangkan jika badan anda tidak terbiasa dengan cuaca ekstrim seperti kota Pontianak sekarang ini, bisa bisa anda jatuh sakit. Anda tentu tidak mau sakit bukan? Ya iyalah. Siapa yang mau jatuh sakit. Tetapi kenapa sakit bisa jatuh ya. Sederhana pertanyaannya kan. Nah apa ada yang bisa menjawabnya. Kenapa tidak jatuh sehat?. Dari katanya aja kalau yang namanya "jatuh" atau "terjatuh" biasanya sakit hehehe. Betul nda sih?. Lain halnya jika "jatuh cintta" huahahaha. Siapa aja pasti mau dunk. Siapa sih yang tidak mau "jatuh cint" atau "jatuh hati".

Tapi bukan soal "jatuh cinta" apalagi jatuh nyunsep kali ini. Hemmm. Saya cuma mau bahas soal kuliner aja deh. Saya jadi ingat sama seorang blogger di Pontianak yang juga penyiar salah satu radio swasta ternama di kota Pontianak. Siapa lagi kalau bukan bang Dodon Jerry atau saya akrab menyebutnya dengan dengan Bang Jerry. Saya senang tulisan kuliner bang Jerry yang banyak mengilhami saya untuk lebih mencintai kuliner sendiri, ya kuliner Indonesia. Siapa lagi yang akan membanggakan kuliner di Indonesia kalau bukan rakyat dan bangsanya sendiri. Ya nda. Salut buat bang Jerry. Dua jempol buat tulisannya di blog.

Blognya yang yang banyak bercerita soal kuliner memang menginspirasi banyak orang termasuk saya yang juga anggota komunitas "food lovers" alias pecinta makanan. Hehehehe. Siapa sih yang nda suka makanan. Hanya orang goblok aja yang nda mau makan. Nah berbicara soal makanan tentu tidak akan lepas dengan minuman. Kan biasanya setelah makan ya minum. Kadang juga ada orang yang makan tapi minumnya belakangan. Ada juga yang makan lalu minum, lalu makan lagi gitu dan seterusnya.

Nah yuk kita liat apa sih menu minuman yang mau saya ceritakan sedikit aja di sini. Ya siapa lagi kalau bukan es sari kacang. Hmm membayangkannya aja udah bikin ngiler ya, apalagi meminum es sari kacang hijau yang sudah dibuat halus dengan blender itu dalam sebuah gelas yang diisi dengan butiran es. Lebih sip lagi kalau ditambah dengan susu baik itu susu coklat maupun susu putih. Kan yang namanya susu tidak selalu putih. Susu coklat lah salah satunya. Nah penggemar Es Sari Kacang memang banyak di kota Pontianak, dan juga mungkin dikota lainnya di Kalimantan Barat. Sayang sekali tidak ada.

Penjual Es Sari Kacang ini mengaku memiliki seorang anak laki laki yang baru saja menyelesaikan bangku sekolah SMAnya. Dia bilang akan berusaha menyekolahkan anakknya ditingkat yang lebih tinggi. "Saya punya anak yang tinggal tidak jauh dari sini, kalaw kamu ada kerjaan di kantor bolehlah titip anak saya ya".

Mendengar kata penjual es Sari Kacang ini saya hanya menjawab "iya Insya Allah". Nah apa yang dapat kita lakukan untuk membantunya bisa berkembang dan maju taraf hidupnya. Sayang sekali saya tidak tau namanya, dan saya yakin saya akan tau dalam beberapa hari ke depannya lagi untuk mengorek keterangan lebih banyak tentang dirinya. Penjuas es Sari Kacang ini bersahaja, dan jujur. Saya senang

Dalam keseharian kita hidup bermasyarakat tidak akan terlepas dari interaksi kita dengan masyarakat lainnya. Adalah hal yang wajar kalaw kita hidup berdampingan dengan masyarakat yang plural dan majemuk. Ini yang harus kita hormati karena masyarakat yang melakukan penilaian terhadap sikap dan tingkah laku sehari hari kita.

Jangan salahkan masyarakat yang memberikan penilaian buruk terhadap diri kita walaupun kita merasa diri kita sudah benar atau merasa benar. Benarnya kita saja bisa disalahkan masyarakat karena masyarakat tidak akan mau tau siapa anda sebenarnya. Kenyataan memang tidak seindah dengan harapan. Oleh karena itu apapun keinginan masyarakat sebaiknya kita mengerti karena mereka tidak akan pernah mengerti.

Sebenarnya dalam tulisan saya sebelumnya sudah saya paparkan secara gamblang mengapa kita berbeda antara satu dengan lainnya. Kita memang berbeda. Walau berbeda tetapi tetap satu atau satu tetapi (sesungguhnya) kita berbeda. Hidup bermasyarakat memang ada seninya tersendiri. Kadang kemauan masyarakat berbeda dengan kemampuan daripada individunya sendiri. Seperti yang saya sebut diawal tulisan saya hari ini, bahwa benarnya saja kita saja masih bisa disalahkan oleh orang.

Sebagai contoh sederhana saja jika anda berjalan dengan orang lain yang kebetulan saja berlainan jenis. Apa komentar orang atau masyarakat terhadap kita?. Tentu dugaan orang akan berbeda beda antara satu dengan yang lainnya. Padahal kita berjalan adik kandung kita sendiri yang kebetulan saja perempuan. Nah apa kata orang atau apa kata masyarakat yang tidak tau kalaw wanita yang kita bawa itu adalah adik kandung kita sendiri? No no masyarakat tidak akan mau tau. Yang tau adalah anda berjalan dengan wanita lain jenis. Masyarakat tidak akan mengerti sampai anda sendiri memberikan penjelasan kepada mereka. Nah untuk urusan simple gini aja sudah jelas bukan. Betapa sensitifnya penilaian masyarakat.

Setiap orang memiliki keunikan tersendiri yang memastikannya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Dalam keseharian kita tentu tidak akan lepas yang namanya hubungan antar pribadi atau interpersonal relationship. Hubungan emosional antar manusia ini tidak selalu berkaitan dengan urusan asrama eh asmara tentunya.

Walaupun sebagian orang masih menganggap hubungan emosional antara dua manusia sangat terkait erat dengan kualitas hubungan tersebut. Kita tidak mungkin bisa menyenangkan banyak orang secara bersamaan, dan adalah hal yang wajar jika ada orang yang tidak menyukai kita. Ini menyangkut perasaan orang terhadap kita. Kita tidak mungkin melarang orang menyukai diri kita sebagaimana orang pun tidak bisa melarang kita menyukai orang lain. Natural bukan?

Hidup Ini Cuma Sekali
Hidup ini sebenarnya sangat Indah. Dengan hadirnya sahabat, teman, dan kawan akan mewarnai perjalanan hidup kita yang hanya satu periode ini. di alam fana ini . Apalagi dengan segudang aktifitas dan kegiatan keseharian kita yang konon tiada habis habisnya itu akan terasa singkat jika kita bisa mengisinya dengan penuh rasa cinta dan semangat.

Ya semangat, hanya dengan semangat itulah kita bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya bukan sekedar hidup diatas tumpukan daging yang bernama manusia ini. Seperti pada tulisan saya sebelumnya bahwa arti kehidupan (passion) dan tujuan kita hidup (purpose) akan benar benar menjadi sinergi menjadi energi yang luar biasa yang bisa membuat hidup anda menyala nyala, berbinar, bersinar dan terus bersemangat menggelola.

Hadirnya teman lama dan sahabat akan menambah semangat hidup kita di dunia ini dan menyadari bahwa masih ada orang yang ingat kepada kita. Semua ini seolah mengingatkan kita bahwa hidup kita masih berarti bagi kehidupan orang lain. Adanya salam dari sahabat adalah bukti bahwa keberadaan kita masih dihargai oleh orang lain. Berbahagialah jika anda memiliki sahabat. Sahabat adalah harta yang tidak akan pernah habis, dan merupakan harta yang tidak ternilai dalam hidup kita.

Hidup kita cuma satu periode. Ya hidup kita cuma satu kali. Kita lahir ke dunia sebagai sebagai bayi yang mungil lalu menjadi besar dan akhirnya mandiri dan kemudian akan kembali menghadap sang pencipta Allah SWT. Sesungguhnya kita semua ini milik Allah dan kepada Allah jugalah kita semua pasti akan kembali. Hanya dengan perbedaan yang kita miliki inilah yang kita harapkan menjadi perekat bagi kita semua untuk sama sama mulai merapatkan barisan untuk menuju cita cita kita masing masing.

Mari kita sudahi saja perang dingin antara kita, dan mulai dengan babak baru dengan suasana yang lebih mencair dalam bingkai persamaan dan saling menghargai kekurangan masing masing. Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Keunikan yang ada dalam diri kita masing masing akan terasa semakin indah dengan hadirnya rasa persahabatan yang tulus dan ikhlas di hati sanubari kita masing masing.

Marilah kita bertanya dalam diri kita masing masing ; sudah siapkah kita menerima kekurangan dan kelebihan orang lain?.
Tag : Opini - Asep Haryono | Tetap Semangat - Powered by Blogger
Hallo semua.
Saat kutulis blog ini saya melihat jam dinding diruang kerja saya di lantai 5 sebuah media yang mengklaim dirinya sendiri sebagai yang terpercaya dan terbesar di Kalimantan Barat menunjuk pada angka jam 11.55 WIB saat dimulainya tulisan ini. Hari ini hari Kamis, tanggal 26 Mei 2011 bertepatan dengan hari rutin saya menjemput istri tercinta dari Kabupaten Kubu.

Karena istri mendapat tugas mengajar dan SK nya mengajar di SMA Negeri 1 Kubu, suatu wilayah baru nan gemuk dibawah asuhan (bayi kalee-red) bupati nan ganteng Muda Mahendrawan. Kalau menyebut nama bupati muda Kubu Raya itu jadi teringat saat ramai ramainya kisruh CPNS tahun 2008 lalu yang sembat membuat geger Kalimantan Barat

Mengikuti perkembangan berita saat itu memang ramai ramainya Kisruh penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008 untuk daerah Kubu Raya yang heboh, dan diwarnai oleh isu kecurangan olek oknum yang tidak bertanggung jawab. Kan kasihan sama calon CPNS yang sudah berkeringat darah belajar memecahkan soal dan sukses diterima dan lulus sebagai CPNS menjadi kabur dan hilang haknya hanya karena ulah segelintir oknum yang bermain curang dan berlaku curang.

Saya kuatir jika tes CPNS tahun 2008 itu diulang seperti wacana pada pelaksanaan CPNS tahun 2011 ini apa jadinya nanti?. Kesalahan administratif adalah hal yang biasa menurut saya, dan itu lumrah karena yang memeriksa hasil scanning dan perhitungan tabulasi nilai atau skor CPNS adalah dilakukan oleh manusia. Menurut pendapat saya jika kesalahan administratif CPNS itu (periode berapa saja-red) bersifat umum, tidak khusus, dan hanya sebatas administratif belaka, saya kira tidak perlu di tes ulang. Kan kasian yang benar benar lulus, bisa bisa karena tes ulang menjadi tidak lulus.
Tag : Monyet - Asep Haryono | Monyet - Powered by Blogger
Apa anda tau Monyet?. Saya sendiri saja yang masih awam dalam soal satwa ini suka terkecoh dengan satwa yang satu ini. Saya sendiri , terus terang saja, bingung yang mana yang dimaksud dengan Monyet, beruk, bekantan sampai kera. Apakah semua itu masing masing berbeda antara satu sama lainnya?. Apakah ada kawasan khusus tempat bermukimnya para monyet di Indonesia? Ada kata kawan saya.

Ketika saya tanya dimana itu tempatnya. Dia menjawab ada di Monkey Forest Ubud, Bali. Alahmak, saya saja yang sudah 9 (sembilan) kali berkunjung ke Bali belum pernah sekalipun menjejakkan kaki di Monkey Forest Ubud yang konon amat terkenal itu. Beruntunglah jika anda sudah pernah ke Monkey Forest, Ubud, dan semoga saya punya kesempatan berkunjung ke pulau monyet itu hehehe. Pulau? Emang pulau?

Tema tulisan saya kali ini memang menyoal (ulangan kalee-red) tentang mahluk Tuhan yang bernama Monyet. Ya Monyet yang dalam bahasa Inggris sederhana diterjemahkan dengan "monkey". Banyak tokoh kartun yang diputar di Indonesia yang mempersonifikasikan mahluk yang konon terkenal amat rakus ini. Ah masa iya sih rakus sekali.

Bukankah yang rakus itu tikus. Ah yang namanya rakus tidak hanya berlaku buat para monyet dan tikus saja. Manusia saja juga kecenderungan punya sifat seperti kedua mahluk itu. Manusia Rakus. Rakus apa? Ya rakus apa saja yang bisa dilahapnya. Berbicara soal rakus, pasti asosiasi opemahaman kita soal makanan. Ya Makanan. Rakus pada Makanan. Coba liat saja tikus. Apa saja dierat mahluk yang bernama tikus itu. Jangankan buah kelapa, sepatu karet saja bisa digigit gigit sama tikus. Nah kan rakus bukan?

Shio Monyet
Ngemeng ngemeng soal Monyet, apakah anda lahir di taun Monyet? Hahaha. Terus terang saya kurang tau untuk urusan ginian. Mungkin para pembaca jauh lebih tau soal permonyetan, ya jangan ragu untuk menginformasikan ke sayah. Saya senang belajar hal hal yang baru yang tentunya bernilai positif. Menurut referensi yang pernah saya baca, Shio monyet atau shio kera adalah shio yang terkenal mempunyai kecerdikan dan kenakalan luar biasa.

Sifat penasaran dan keingintahuannya memang sangat tinggi sehingga mendukung kelebihannya sebagai shio yang paling cerdas. Mereka juga bersahabat, humoris dan sangat menyukai lelucon - dari hanya melihat, membaca atau sampai melakukannya sendiri.

Sifat shio monyet yang terlalu menyukai humor dan nakal juga membawa pandangan bahwa ia kurang bisa menghormati orang lain. Shio monyet juga terkenal sebagai shio yang sulit untuk merasa puas dan cukup egois, ia selalu tidak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya dan selalu ingin mengejar hal baru demi kesenangan dirinya. Sayangnya, walaupun ia sangat cerdas, tetapi kreativitas dan nalurinya tidaklah setajam otaknya.

Dalam hal percintaan, monyet yang pintar selalu dapat mencari jalan untuk merayu, membujuk dan memanipulasi apapun demi meraih cintanya. Tetapi ketika ia sudah menentukan pasangan hidupnya, biasanya itu menjadi cinta abadinya. Kepintaran monyet juga membuatnya tidak sulit untuk meraih hal materi. Sifat humorisnya yang memang selalu ada dalam dirinya juga bisa membuatnya disukai dan mengurangi jumlah musuhnya.

Jika shio monyet bisa lebih dewasa dan mau memperhatikan kepentingan orang lain, maka hidupnya akan lebih bahagia. Beberapa tokoh terkenal konon memiliki shio Monyet ini diantaranya Amien Rais, Leonardo Da Vinci , Georce Lucas dan Tom Hanks. Nah saya cukup dahulu soal shio menshio Monyet ini.

Karakter Monyet
Seorang Blogger bernama Mang Adjid yang pernah saya tulisannya pernah baca di internet, pernah menulis tentang sifat Monyet yang juga melekat pada manusia. Mang Adjid membeberkan beberapa sifat sifat monyet yang bisa dijadikan gambaran dan pelajaran dalam kehidupan ini, yaitu :

  1. Monyet berwatak semau gue dan berlagak pilon
    Seekor monyet jika sudah mendapatkan makanan di tangannya, ia tak peduli lagi pada monyet-monyet lain di sekitarnya.Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang tidak memperdulikan suara rakyat yang dulu mendukungnya untuk mencapai kursi kekuasaan.Ibarat pepatah, “lupa kacang pada kulitnya”, yang bisa diartikan : “karena sudah dapat kekuasaan, lupa pejabat akan rakyatnya”.

  2. Monyet Tidak Bisa Diam
    Seekor monyet tangan dan kakinya akan senantiasa bergerak walau sekedar menggaruk-garuk kepala. Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang suka usil, ia tak lebih dari biang kerok yang pandai memancing keributan dan menambah permasalahan baru, bicara ceplas-ceplos tak tentu arah. Pendapatnya mencla-mencle tak bisa dijadikan pegangan.

  3. Monyet Pandai Berakting
    Jika monyet berakting di sirkus semua anak kecil senang, artinya monyet hanya pantas dijadikan penghibur bagi anak-anak kecil. Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang tidak memiliki gambaran riil. Ia naik ke kursi kekuasanaan bukan karena kemampuannya, tapi karena popularitas dan pendukung butanya.

  4. Monyet Sangat Rakus
    Seekor monyet, ketika ada kesempatan mengambil makanan, segera ia penuhi tangan kanan dan kirinya, bahkan kedua kakinya. Ini gambaran bagi orang atau pejabat yang menggunakan aji mumpung. Tak ada lagi rasa malu dan risih mengeduk harta rakyat untuk dibagikan kepada keluarga dan kroni-kroninya. Semoga sifat-sifat monyet di atas tidak bercokol pada diri kita .

Pesan Moral Dari Monyet
Saya jadi ingat tulisan seorang blogger yang menamakan dirinya dengan sandi Cahaya Imani yang menuliskan secara apik pesan moral dari monyet ini. Saya sudah membaca tulisannya yang menggugah dan amat inspirasional itu. Teman, dia menuliskan secara singkat namun gamblang mengenai penggambaran pesan moral dari sang monyet untuk bisa kita tarik hikmahnya dalam kehidupan sehari hari.

Dia menulis contoh bagaimana berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika katanya dalam tulisannya.

Cara menangkapnya sederhana saja. Menurutnya, Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa ? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Teman, kita mungkin akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita sering mengenggam erat-erat setiap pikiran yang mengganjal hati kita layaknya monyet menggenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit pikiran dan hati yang akut.

Teman, sebenarya monyet-monyet itu bisa bebas dan selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan terbebas dari pikiran yang mengganjal dan penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepaskan semua pikiran yang mengganjal dan “rasa tidak enak” terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum…. Jadi, kenapa kita tetap menggenggam pikiran yang mengganjal dan juga perasan tidak enak itu ? katanya menutup tulisannya.

Nah apa yang bisa kita petik dan hikmah yang bisa kita ambil dari sifat monyet ini?. Tentu hal yang baik dan positif dari Monyet lah yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita , para manusia, dalam kehidupan sehari hari. Haruskah kita malu belajar dari Monyet?. Mengapa pula kita harus "berguru" kepada Monyet?. Tentu saja tidak seperti itu. Seperti yang sudah saya sebut di atas bahwa sifat Monyet yang juga melekat pada manusia. dan beberapa sifat sifat dari monyet itu menjadi gambaran dan pelajaran dalam kehidupan ini.

Apakah anda mau seperti Monyet?

Sudah banyak yang mengetahui dan sudah banyak yang membahasnya bahwa Bahasa Inggris adalah salah satu Bahasa Internasional yang kini sudah banyak sekali pemakainya. Seperti yang sudah saya tulis pada postingan saya kemarin bahwa Bahasa Inggris sudah amat umum dijumpai dimana saja. Banyak kursus kursus Bahasa Inggris bertebaran dan menjamur di kota Pontianak bak jamur di musim hujan.

Jangankan anda, anak kecil usia setingkat SD saja banyak yang sudah "cas cis cus" dengan bahasa Inggris. Nah fenomena orang belajar bahasa Inggris seolah oleh menjadi "booming" sekarang ini. Berbagai tawaran keberhasilan penguasaan bahasa Inggris secara cepat banyak ditawarkan diberbagai tempat kursus di Pontianak dan mungkin juga di daerah lainnya di seluruh Indonesia. Namun benarkah sekarang bahasa Inggris sudah amat digemari oleh setiap orang? Apa sebenarnya yang memotivasi seseorang untuk mempelajari bahasa Inggris.


Saya tertarik dengan tulisannya Kurnia Ramadhan di blognya. Dia mengatakan dengan sejujurnya dan dari hati yang dalam saya kira. Bahwa belajar bahasa Inggris yang dia lakukan saat ini adalah semangatnya. Tidak ada istilah terlambat dalam bahasa Inggris dalam tulisan di blognya itu.

Saya sudah membaca tulisannya secara lengkap, dan saya kira penuturan jujur yang sangat menggugah siapapun yang membacanya. Dia mengatakan betapa hal hal yang amat sederhana yang dia temui saat berkunjung di negeri kangguru, Australia, amat membutuhkan bahasa Inggris. Sebagai contoh saat dipemeriksaan bagasi di bandara hingga meminta orang untuk pindah tempat duduk saat berada di pesawat. Hmm sederhana bukan?


Ya tentu Bahasa Inggris, dan juga bahasa asing lainnya, memang dirancang untuk keperluan sebenarnya, dan dari itulah kita menggunakan bahasa Inggris dan juga bahasa asing lainnya dan bukan mempelajarinya. Paradigma yang kita pakai seharusnya tidak lagi "learner" tetapi sudah naik kelas menjadi "user". Ini berarti bahasa Inggris dipakai sebagai alat komunikasi antar bangsa di dunia yang sudah amat kondang dan paling banyak digunakan. 


KANGGURU : Bersama Kevin Dalton Dan Rachel di markas KangGuru Indonesia di IALF Denpasar Bali tahun 2011 yang lalu. Foto Istimewa
KANGGURU : Bersama Kevin Dalton Dan Rachel di markas KangGuru Indonesia di IALF Denpasar Bali tahun 2011 yang lalu. Foto Istimewa


Lalu bagaimana dengan iklan iklan di media, dan berbagai tawaran belajar Bahasa Inggris secara cepat?. No way. Tidak ada satu sistim canggih di dunia saat ini yang menjamin seseorang belajar bahasa Inggris secara cepat. Yang ada sekarang ini adalah bagaimana agar proses pembelajaran bahasa Inggris kita ini menjadi efektif dan menyenangkan.

Belajar dengan Motivasi
Berdasarkan pengalaman saya yang sudah mempelajari Bahasa Inggris sejak duduk di banku SMP hingga kuliah (sekitar 11 tahun-red) memang dirasakan amat kurang. Saya sendiri banyak merasa apa yang sudah dicapai sekarang ini masih jauh tertinggal dari orang lain.

Untuk bisa sampai ketingkat mahir (fluent) sangat sulit apalagi saat ini saya banyak sekali kesibukan lain yang tidak kalah menyita perhatian yakni urusan keluarga dan juga pekerjaan sehari hari. Namun demikian fokus yang saya punya waktu masih kuliah dahulu sedikit melenceng dari fokus saya saat sekarang ini. Fokus saya saat ini adalah untuk studi di luar negeri. Nah apa motivasi seseorang belajar Bahasa Inggris terpulang pada diri mereka masing masing.


Dengan pengalaman belajar bahasa Inggris yang terasa masih amat kurang, saya selalu menasehati diri sendiri untuk tetap memupuk (foster) motivasi yang sudah membara dalam dada. Dendam kusumat untuk bisa menguasai bahasa Inggris yang sudah ada disalurkan dalam tujuan utama mengapa saya belajar atau meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris.

 Salah satu motivasi saya belajar atau meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris adalah keinginan untuk lolos dalam seleksi beasiswa kuliah di negeri KangGURU. Mengapa harus OZ Jika itu yang ditanyakan kepada saya tentu akan saya jawab karena saya sudah memiliki "jalur khusus" atau channel yang mendukungnya.


Salah satu kelemahan mendasar orang belajar bahasa Inggris adalah motivasi yang dimilikinya kurang atau tidak kuat. Menurut saya ini adalah faktor yang determinan orang belajar Bahasa Inggris.

 Jika orang belajar hanya karena orang lain juga belajar tidak secara otomatis motivasinya belajar akan sama dengan orang lain. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena setiap orang mempunyai harapan atau ekspetasi yang berbeda beda dalam mempelajari Bahasa Inggris. Saya tidak membicarakan hal teknis cara orang belajar Bahasa Inggris. Saya membahas motivasi sesorang dalam belajar bahasa Inggris.


Contoh sederhana adalah "saya belajar bahasa Inggris karena saya ingin kuliah ke luar negeri". Ini misalnya saja ya. Nah karena motivasinya sudah jelas, maka apa pun akan dia lakukan untuk menunjang keinginannya untuk bisa menguasai bahasa Inggris. Apapun caranya akan dia tempuh untuk bisa berhasil menguasai bahasa Inggris. Dia mengambil les, dia ikut dalam klub Bahasa Inggris, dia ambil kuliah jurusan bahasa Inggris.

Dia rajin ke perpustakaan dan membuka buku buku pelajaran Bahasa Inggris. Dia aktif mengunjung obyek wisata yang banyak turisnya, bahkan film film dan lagu barat pun dilahapnya. Bagaimana hasilnya? Jika anda bekerja keras dalam meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris, sudah tentu peningkatan demi peningkatan akan dicapai, dan proses belajar akan terus berjalan. Percayalah. Anda akan tercengang mengetahui kemampuan bahasa Inggris anda meningkat tajam

Saya memfokuskan diri pada aspek motivasi siswa atau orang saja. Siapapun itu harus tau apa yang akan diperolehnya dengan mempelajari bahasa Inggris. Hal ini dirasa penting karena jika anda sudah tau apa yang akan peroleh jika belajar Bahasa Inggris, tentu akan semakin memberikan support bagi anda untuk menguasainya.

 Jika orang tidak mengetahui apa yang akan diperolehnya dalam belajar Bahasa Inggris tentu akan memberikan kegamangan hingga timbul rasa kebosanan. Semangad di awal awal belajar, namun lama kelamaan semangad dalam dada sirna perlahan lahan, dan jadilah dia belajar dengan segudang beban di kepala. Apakah belajar bahasa Inggris menjadi beban? Nah kembalikan kepada diri anda sendiri, apa motivasi anda dalam belajar Bahasa Inggris hanya anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Berlatih dengan Menyenangkan
Mempelajari Bahasa Inggris adalah hal yang amat menyenangkan bagi saya. Itulah yang akan saya ceritakan kepada anda semua, betapa menyenangkan mempelajari Bahasa Inggris. Dengan metoda yang tepat diikuti dengan motivasi anda belajar bahasa Inggris yang jelas, saya yakin anda akan mahir berbahasa Inggris dalam waktu yang cepat.

 Tidak seperti saya yang sudah "berkarat" belajar Bahasa Inggris belasan tahun sejak SMP sampai sekarang masih juga belum sampai pada tingkatan "fluent" dan masih berputar putar di level intermediate. Puas? Sudah tentu tidak puas dengan apa yang ada sekarang. Namun hal yang membahagiakan bagi saya sekarang hanya dengan berbekal bahasa Inggris, saya bisa travel dan menjadi bagian dari dunia.


Dulu saya takut berbicara dengan dengan orang bule, tapi tidak lagi sekarang. Dulu saya tidak bisa menulis kalimat bahkan yang sederhana sekalipun, tetapi kini saya sudah bisa lakukan. Aktif di berbagai forum dan situs berbahasa Inggris di internet. Tau sendiri bukan sebagian besar website di internet menggunakan bahasa Inggris, dan suatu yang amat membahagiakan jika kita bisa menjadi bagian dari dunia internasional melalui bahasa Inggris.

Aktif di dunia maya seperti mengunjungi website di internet, dan aktif di berbagai forum bahasa Inggris dalam website website, adalah cara yang murah meriah menguji kemampuan anda dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Saat komentar, email atau pertanyaan saya di internet mendapat respon dari orang barat, saya sudah merasa senang sekali.

 Ini sebagai salah satu bukti kalaw pada tahap tertentu saya sudah bisa berkomunikasi dengan orang barat di belahan dunia lain. Bukankah ini fungsi utama bahasa asing sebagai alat komunikasi? Jika anda sudah pada tahap ini, selamat. Berarti anda sudah menjadi bagian dari dunia.


Saya tidak membicarakan kursus bahasa Inggris yang memang banyak tersebar di kota Pontianak. Saya tidak membicarakan anda kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Saya tidak membicarakan semua itu. Ini hanyalah pengalaman empiris saya, pengalaman keseharian saya yang bersentuhan dengan bahasa Inggris yang terkesan norak, kampungan, terbelakang tekniknya, dan juga metoda yang saya gunakan.

Metoda belajar mengarang, maksudnya saya karang sendiri teknik belajar Bahasa Inggris untuk diri saya sendiri. Saya sendiri yang menciptakan sistim belajar bahasa Inggris sendiri untuk diri sendiri. Saya buat belajar bahasa Inggris adalah hal yang menyenangkan buat saya sendiri. Memang terkesan norak, kuno, dan jadul serta kampungan cara saya belajar bahasa Inggris, tapi jangan salah. Dengan cara norak dan kuno inilah saya sudah masuk di level intermediate, dan mampu berkomunikasi spoken dan written dalam bahasa Inggris. Norak, kampungan tapi sukses.

Sebagai contoh sederhana, setiap kali saya membeli susu buku Dancow misalnya. Saya perhatikan kemasan dalam susu bubuk keluaran produk Nestle itu. Saya perhatikan kalimat dalam Bahasa Inggris di kemasannya seperti bahan bahan dasar susu itu. Saya perhatikan juga kalimat bahasa Inggris yang ada dikemasan Indomie. Kalimat bahasa Inggris di pembungkus Indomie mengenai cara penyajiannya.

Saya catat kalimat itu yang menurut saya menarik, dan mencari terjemahannya dengan kamus. Senangnya saya bisa mengerti. Begitu seterusnya. Setiap kali saya mendengar lagu barat di radio waktu saya masih SMP dulu. Saya nikmati lagunya, dan saya mencoba menirukannya.

Bahkan saya sendiri ditertawakan oleh kakak saya betapa ngaconya saya berkicau bahasa Inggris menirukan lagu barat di radio. Begitu seterusnya. Dan ini menjadikan saya menjadi "akrab" dengan Bahasa Inggris. Nah apa pun saya lakukan dengan cara belajar bahasa Inggris yang saya karang sendiri dan saya nikmati sendiri cara saya itu. Jadul, kuno, terbelakang, dan kampungan cara saya belajar Bahasa Inggris, tapi sukses. Nah gimana?


Saya belajar dengan fasilitas yang amat terbatas saat itu. Di jamannya. Tidak ada internet. Tidak ada TV Kabel, tidak ada CNN, Oprah winfrey show dan lain sebagainya. Tidak ada kursus bahasa Inggris di jaman saya itu (era 70-80an-red). Tidak ada perpustakaan secanggih anak sekarang. Nah Diantara semua kekurangan dan penderitaan saya belajar bahasa Inggris itulah yang memicu saya untuk belajar. Dari kesulitan dan serba kekurangan itulah motivasi diri ini untuk bisa menguasai bahasa Inggris selalu berkobar kobar.

Dan itulah yang mengantarkan saya hingga pada tahap sekarang ini. Dan sampai sekarang pun saya masih berusaha memperbaiki dan meningkatkan kemampuan diri dalam Bahasa Inggris. Belajar akan selalu abadi sepanjang masa. Tidak hanya belajar saja, tetapi menggunakan bahasa Inggris itu untuk keperluan saya sendiri dan memetik hasilnya.

Tidak perlu menunggu mahir, yang penting saya sudah bisa memetik manfaat dari bahasa Inggris yang saya pelajari sejak SD itu. Bakat yang sudah ada sejak SD hingga terbawa hingga saya duduk di banku SMP. Saya mencatat nilai Hatrik poin nilai 9 di STTB, NEM dan Raport dalam pelajaran Bahasa Inggris di SMP saat itu. Hingga akhirnya puncaknya menjadi juara II dalam Lomba menterjemah bahasa Inggris se SMA Negeri 2 Bekasi saat itu. Saya sendiri suka senyum senyum mengingat masa "bulan madu" saya dengan pelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

Penutup
Nah dari semua itu saya masih bisa berharap suatu saat nanti saya sudah blended (menyatu-red) dengan bahasa Inggris dalam artiap secara kultural maupun psikologisnya. Tidak perlu menjadi pakar atau ahli bahasa untuk bisa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa Internasional. Dengan kemampuan yang ada sekarang ini saya sudah memetik hasilnya yang hanya saya sendiri yang bisa merasakannya. Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam Bahasa Inggris semakin terbuka dengan dimanjakannya fasilitas yang ada sekarang ini. Ada internet, ada TV Kabel dan lain sebagainya.

Saya rasa dengan dimanjakannya fasilitas saat ini seperti komputer, internet, menjamurnya kursus bahasa Inggris, kampus kampus dengan program Bahasa Asing, seharusnya bisa lebih memicu anda untuk menguasai bahasa Inggris. Mungkin dalam hal ini anda merasa ogah atau malas belajar karena anda tidak tau apa manfaat anda belajar bahasa Inggris dan tidak menyadari manfaat yang akan anda petik kelak di kemudian hari.

 Saya sendiri belajar bahasa Inggris di jaman yang serba amat kekurangan dan keterbatasan fasilitas. Tidak secanggih saat ini ada internet segala macem. Namun saya bangga karena saya punya motivasi belajar Bahasa Inggris lebih kuat (strong) dari anak jaman sekarang.


Jika anda memiliki kelebihan dana, anda bisa mengambil kursus Bahasa Inggris di kota Pontianak, atau di kota lainnya di Indonesia. Kalaw lebih mampu lagi, silahkan mengambil kursus Bahasa Inggris di luar negerti. Anda bisa saja mengambil jurusan Bahasa Inggris di berbagai PTN atau PTS di Indonesia. Silahkan saja. A

nda bisa aktif dalam klub klub bahasa Inggris di sekolah. Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang aktif dalam klub klub Bahasa Inggris memiliki kesempatan berkembang jauh lebih baik dari yang tidak ikut aktif. Jika anda memiliki semua "modal" itu bisa menunjang performa dan kinerja dalam menguasai bahasa Inggris yang sekarang menjadi Booming itu. Di era sekarang ini, orang memiliki kesempatan berkembang dalam mempelajari bahasa Inggris lebih baik dari jaman jaman kita dulu. Nah bukankah peluang menguasai bahasa Inggris lebih terbuka sekarang?


Cara saya belajar bahasa Inggris dahulu memang konyol, norak, kampungan, dan jadul, tapi sukses hingga mengantarkan saya pada tahap sekarang ini. Saya punya motivasi yang kuat untuk menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa asing (learn English as a foreign language) dan sebagai bahasa kedua (learn English as a second language). Bagaimana dengan motivasi anda dalam belajar Bahasa Inggris? Semuanya saya kembalikan kepada diri anda masing masing yang akan menjawab pertanyaan saya itu tadi

Yuk sama sama belajar. Semangads ya.
Improve your skills :)






Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia