
Hari ini diriku mengerjakan pekerjaan sehari hari seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa hari ini dan juga hari hari kemarin. Hidup terasa seperti air tenang datar dan nyaris tidak ada kejutan yang berarti. Tapi benarkah demikian hidup ini datar datar saja tidak ada sesuatu yang istimewa atau menggemparkan dunia. Hahahaha. Tidak tidak. Bener tidak ada yang istimewa. Duduk di ruangan ber AC dengan fasilitas lumayan mewah yang sudah dilengkapi LCD layar datar, teman teman kerja yang baik ramah dan menyenangkan, serta fasilitas fasilitas lainnya tidak membuatku tersenyum. Standar standar saja menurut ukuran saya. Entah untuk menurut orang lain. Karena setiap orang boleh saja berbeda pendapat satu dengan lainnya bukan. Nah menurut pendapat saya fasilitas diruangan kerja saya adalah hal biasa saja. Juga tidak ada yang istimewa, dan karena itu pula tidak membuatku tersenyum.
Lalu apa donk yang bisa membuatku tersenyum. Sedikit kening ini berkerut untuk mencerna apa sebenarnya yang bisa membuat ku tersenyum?. Apakah tayangan SKETSA di Trans TV yang kocak dan menggelikan itu?. Apakah tayangan Sitkom JengKelin yang lucu dan menggelikan itu?. Apakah tayangan DemoCrazy yang menyegarkan itu?. Tidak, semua itu tidak membuat bathinku "tersenyum". La bathin ku kok bisa tersenyum. Ya bisa aja donk. Suka suka gue nulis hehehe. Tapi itu hanya kiasan saya aja. Dalam suasana kerja yang menyenangkan ini , terasa hambar dalam diri ini. Ciaaaa. Hambar nih. Iya saya hanya bisa memandang orang lain yang begitu cerah cerianya karena sudah mendapatkan kejelasan status kepegawaiannya. Tidak seperti saya yang sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pegawai tetap. Namun entah kenapa sampai sekarang juga belum memperoleh itu.
Lalu apa donk yang bisa membuatku tersenyum. Sedikit kening ini berkerut untuk mencerna apa sebenarnya yang bisa membuat ku tersenyum?. Apakah tayangan SKETSA di Trans TV yang kocak dan menggelikan itu?. Apakah tayangan Sitkom JengKelin yang lucu dan menggelikan itu?. Apakah tayangan DemoCrazy yang menyegarkan itu?. Tidak, semua itu tidak membuat bathinku "tersenyum". La bathin ku kok bisa tersenyum. Ya bisa aja donk. Suka suka gue nulis hehehe. Tapi itu hanya kiasan saya aja. Dalam suasana kerja yang menyenangkan ini , terasa hambar dalam diri ini. Ciaaaa. Hambar nih. Iya saya hanya bisa memandang orang lain yang begitu cerah cerianya karena sudah mendapatkan kejelasan status kepegawaiannya. Tidak seperti saya yang sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pegawai tetap. Namun entah kenapa sampai sekarang juga belum memperoleh itu.
Setiap buruh atau pekerja tentu ingin mendapatkan upah yang layak, Dan tentu saja ini disesuaikan dengan sumbangsih kita kepada perusahaan. Saya paham itu. Tentu saja satu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya dalam menetapkan upah , honor atau Gaji yang sesuai untuk pegawai lainnya. Saya tidak membahas soal nilai nominal atau angka angka itu. Mungkin lain waktu di tulisan mendatang tapi tidak untuk hari ini. Saya hanya melihat sisi baiknya lembarang surat keterangan berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai tetap terhadap masa depan seseorang.
Bukan rahasia lagi, lembaran SK pegawai tetap memang banyak diidamkan oleh setiap karyawan. Karena surat berharga itu bisa dijaminkan kepada BANK untuk memperoleh kucuran kredit untuk membangun rumah, atau mencicil perumahan. Di mana mana setiap karyawan tentu berharap bisa memiliki rumah sendiri dengan usahanya sendiri. Untuk mengandalkan Gaji saja tentu tidak mungkin pegawai kontrak seperti saya ini. Mengapa tidak mungkin?. Semua bank yang saya datangi menolak proposal kredit saya karena terbentur status saya yang masih pegawai tidak tetap atau pekerja kontrak. Semua Bank yang saya temui mensyaratkan lampiran foto kopi SK Pegawai Tetap. Ini saya yang tidak punya. Loh kenapa bisa tidak punya?. Karena memang belum dikasih. Memang sudah berapa lama kerja sampai sekarang kok belum juga diangkat statusnya jadi pegawai tetap?. Tidak perlu saya sebutkan di sini Jawabannya.
Saya jadi bertanya mengapa bisa terjadi kepada diri ini. Ciaaa diri ini boook. Iyalah dua orang se angkatan saya (Kami bertiga sama sama mendapat SK kontrak bersama sama pada tahun 2001-red). Kedua orang seangkatan saya itu sudah melenggang dengan sukses, berpenghasilan mapan dan status kepegawaiannya yang jelas dibuktikan dengan status pegawai tetapnya. Namun hanya saya saja yang belum memperoleh apa apa. Tetap menyandang KKA (Karyawan Kontrak Abadi-red) hingga sekarang untuk waktu yang tidak jelas sampai kapan. Saya sendiri belum pernah diberitahu apa saja syarat syarat yang harus dipenuhi atau dilengkapi oleh seorang calon pegawai seperti saya untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap. Saya belum tau. Mungkin juga dengan karyawan kontrak lainnya juga belum tahu. Apa ada sosialisasinya?.
Berat rasanya beban hidup ini. Semakin berat dengan naiknya harga harga Kebutuhan Pokok di mana mana. Keluarga juga harus diberi makan, dan masa depan yang cerah. Sebagai kepala rumah tangga saya merasa "malu" dengan karir istri saya yang melesat bagai anak panah. Istri diberi kemudahan ALLAH SWT dengan kelulusannya sebagai CPNS hanya sekali ikut tes murni. Dalam waktu dekat istri akan prajabatan. Mungkin memang rezeki saya tidak dikantor ini. Letih rasanya diri ini mengejar apa yang sudah menjadi hak namun masih juga dipersulit oleh orang lain. Lelah diri ini memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak diri ini. Tidak ada lagi tempat ku mengadu di sini. Semua pada tiarap dan mencari selamat sendiri sendiri.
Satu hal yang selalu membuat ku bahagia jika bisa pulang ke rumah dan berkumpul dengan anak dan istri dan calon buah hati yang ke-2 yang sekarang berada di rahim istri. Walau dengan kondisi rumah kontrakan yang bocor menetes airnya dikala hujan, dan kadang air pun ikut masuk ke dalam rumah kontrakan kami. Hati ini terasa begitu damai, dan tenang. Kebahagian bisa berkumpul dengan keluarga adalah hal yang tidak ternilai dalam lembaran hidup saya ini. Saya bersukur dengan apa yang ada dalam diri ini, dan tetap semangat dan bertekad untuk lebih sukses lagi pada masa masa yang akan datang. Mengayun Langkah ke Depan Sepasti fajar yang akan selalu tiba
Inilah catatan harian saya. Catatan harian seorang pegawai kontrak
DearBlog,










