Help us to keep our home
Gambar dari Internet
Dari Makan Malam Sampai Memegang Salju
Catatan Asep Haryono

Assalamualaikum Wr Wb> Alhamdulillah kini saya kembali hadir di belantara dunia perblogingan setelah "cuti posting" selama beberapa hari karena silaturahmi dan lebaran mulai dari tanggal 19 s/d 21 Agustus 2012 yang lalu. Sebenarnya hari ini pun saya masih malas untuk memulia aktifitas (ngantor-red) karena masih ingin dirumah menemani keluarga menyambut tamu tamu yang mungkin datang di rumah kontrakan kami di Komplek Duta Bandara Jalan Ahmad Yani II Supadio, Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Propinsui Kalimantan Barat.

Wedew lengkapnya disebut alamatnya, yah tidak apa apa khan tidak kenal maka tidak sayang, dan saya ingin disayang sama kawan kawan blogger semuanya di mana saja berada.  Dalam postingan sederhana ini saya hanya menceritakan sedikit tentang mimpi saya tadi malam, namun juga diawali dengan cerita sekilas tradisi lebaran keluarga kami di Pontianak sebagai pembukanya.   Eng Ing Eng cerita dimulai...

Gambar dari Internet
Tradisi Lebaran di Pontianak
Mungkin tidak jauh berbeda dengan kota kota lainnya di Indonesia seperti berkunjung ke rumah sodara, kerabat, handai tolan, rekan kerja dan lain sebagainya. Bersyukurlah jika kawan kawan blogger yang saya cintai ini bisa berlebaran di kampung halaman bersama orang tua , sodara dan kerabat.  

Kami memang tidak pandai membuat kue lebaran, dan entah karena sibuk nda mau belajar buat kue, atau memang waktu yang tidak memadai, namun lebih praktis saja deh dengan membeli kue kue lebaran yang sudah siap saji yang banyak tersedia di pasar pasar tradisional, supermarket, dan Mall terdekat di sekitar kami.   Malu kah tidak bisa membuat kue? Tentu saja tidak.  Malu kah menyajikan kue kue lebaran boleh beli dari pasar buat para tamu yang datang? Tentu saja tidak. Mengapa harus malu?

Tahun 2012 ini saya sekeluarga berlebaran di kota Pontianak saja. Walaupun "kampung halaman" saya di Jakarta, dan istri di Kulon Progo Jogjakarta, namun karena sesuatu (minjem dari Syahrini-red) kamisekeluarga belum dapat berlebaran di kampung halaman masing masing. Karena sesuai "tradisi" kami sekelyarga kalau mudik lebaran akan menjelajahi dari rute Pontianak - Jogjakarta-Jakarta-Pontianak yang tentu saja harus punya banyak persiapan ini itu dan lain sebagainya.

Namun kami berdua cukup bahagia karena bisa "mampir" ke rumah orang tua walaupun melalui percakapan telepon saja setelah Sholat Ied selesai. Juga kiriman uang THR buat kedua orang tua masing masing walaupun bagi kami jumlah uang yang kami kirimkan sebagai THR buat orang tua sangat kecil dan namun sampai di situlah kemampuan kami , anak anaknya.  Kami juga menyampaikan permohonan maaf kami, anak anaknya, kepada orang tua belum dapat berlebaran bersama mereka tahun ini. Tidak dapat kami gambarkan betapa terharunya orang tua terdengar jelas dari suara mereka di telepon. 

Gambar dari Internet
Mimpi di Host Family
Ini dia inti ceritanya. Tadi malam saya bermimpi menginap di Host Family atau keluarga angkat di London. Entah kenapa mimpi konyol semacam ini hadir di malam saya tidur semalam?.

Kata orang mimpi adalah akumulasi keinginan , impian dan harapan yang belum tercapai dan sudah sampai pada puncaknya untuk segera di wujudkan hingga terbawa mimpi.  Memang sudah lama saya memimpikan bisa melanjutkan studi di Luar Negeri (mungkin Australia karena saya banyak "channel"nya ke sana-red) melalui seleksi Beasiswa yang sampai sekarang selalu terkendala untuk ikut proses seleksi.

Saya memang belum pernah berkunjung ke Luar Negeri dalam artian negara yang diisi atau dipenuhi dengan Salju.  Sejauh ini saya hanya di kelas Kuala Lumpur saja saat mengikuti kegiatan Youth Engagement Summit di bulan Nopember 2009 yang lalu.  Namun berkunjung ke Negara bersalju belum pernah, dan masih dalam status "MKY" alias Mimpi Kali Yee.    Saya pernah coba peruntungan ikut seleksi dan kontes yang berhadiah tour ke London termasuk seleksi One Young World (OYW) beberapa tahun yang lalu.   Pernah dengan kontes One Young World (OYW)

Betapa indahnya mimpi saya semalam. Dalam mimpi saya tinggal sekeluarga dengan salah satu keluarga di sebuah kota di sudut kota London. Yang namanya salju saya pegang dan gengam dan tentu saja berasa dingin, dan saya menikmat makan malam bersama keluarga itu. Saya masih ingat menu yang saya makan adalah Salad dengan konten buah buahan dibaluti Mayones (Maaf kalaw salah tulis-red).

Selain itu saya sempat foto foto dengan mereka di rumah, di depan perapian, dan jalan jalan di depan rumah yang dipenuhi oleh salju yang putih. Betapa indahnya mimpi itu. Apakah mimpi seperti ini akan menjadi kenyataan kelak dikemudian hari. Wallahu Alam. Hanya Allah Yang Maha Tahu.(Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Sebenarnya saya kurang tau persis kapan dan bagaimana bisa mulainya tradisi "nanggok" ini mulai ada di Kalimantan Barat namun seiring dengan perjalanan waktu lama lama kelamaan saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kebiasaan atau tradisi "nanggok" ini mulai berlangsung dengan damai dan gegap gempita.

Bagi masyarakat Pontianak pada khususnya dan di daerah Kalimantan Barat pada umumnya, tradisi "nanggok" sangat terkenal. Apakah itu "nanggok"? Nah "Nanggok" adalah memberi uang dalam jumlah tertentu biasanya pecahan antara Rp.50.000,- ke bawah kepada para tamu yang datang di rumah pada saat hari raya Iedul Fitrie atau hari raya Lebaran.

"Nanggok" ini umumnya diberikan kepada para tamu "kecil" dalam artian yang sesungguhnya yakni kelompok BALITA dan anak anak. Nah di Pontianak sendiri tradisi "nanggok" ini sangat kental dengan kebudayaan setempat, dan rasanya tidak lengkap kalaw tidak memberikan "nanggok" kepada anaka naak yang hadir dan datan ke rumah berlebaran. Ntah kenapa kayaknya nda lengkap rasanya kalaw rumah kita tidak "ditagih" anak anak untuk "nanggok". Hmmm

Menukar Uang di Bank
Menjelang memasuki akhir bulan Ramadhan 1433 Hijriah ini juga secara otomatis akan segera memasuki Hari Raya Iedul Fitrie atau lebih dikenal dengan Hari Lebaran, sudah berbondong bondong masyarakat Pontianak pada khususnya dan daerah lain di Kalimantan Barat pada umumnya pergi ke Bank Bank (Swasta maupun Pemerintah) untuk menukarkan uang untuk "nanggok".   Dan sepertinya Bank pun paham akan kebutuhan masyarakat untuk tradisi "Nanggok" ini.

Jumlah pecahan uang rupiah yang ditukarkan masyarakat pun bervariasi mulai dari penukaran pecahan logam maupun uang kertas mulai dari pecahan Rp.1.000,- , Rp,2.000,- atau yang cukup "laris" adalah pecahan uang rupiah Rp.5.000,- juga ramai diminati masyarakat.  Bank Bank pun sudah dari awal sudah menawarkan penukaran uang ini kepada masyarakat dan tidak selalu berkaitan dengan Hari raya Lebaran.  Saya sendiri sempat pontang panting menukarkan uang karena beberapa Bank swasta yang saya datangi mengaku sudah "kehabisan"  stok pecahan kecil.  Huaaaa Bank aja sampei "kehabisan duit".  Piyeeee?

DUIT : Anak anak pada umumnya senang dapat "Nanggok". 
Kini mereka bisa bangga bisa punya "penghasilan" sendiri di Hari Raya Lebaran
Foto hak cipta Melayu Online

Jadi anak anak sekarang sudah bisa bergaya di hari Lebaran berkeliling rumah ke rumah dan dapat "nanggok" sehingga mereka bisa berbangga punya "penghasilan" sendiri. Mereka pun kadang "memamerkan" hasil yang mereka dapatkan dari "nanggok". 

Pada umumnya para orang tua senang senang saja anak anaknya dapat "nanggok" dan berpesan untuk ditabung. Namun dasar anak anak yang selalu ceria dan selalu ingin tau, maka uang yang didapat dari "nanggok" nya pun langsung dibelanjakannya.  Ada yang beli kue, ada yang buat beli bakso pentol, beli mainan segala macem dah. Wah senangnya bisa melihat mereka begitu,

Gambar dari Internet
Saya kurang tau apakah Tradisi "Nanggok" ini beda dengan tradisi "angpao" pada komunitas Masyarakat Tionghoa karena dalam pendapat saya  sendiri (IMHO- In My Humble Opinion) ada mirip persamaan terutama dalam bentuk amplop sebagai "wadah" uangnya kalaw dalam tradisi Angpao lazim menggunakan amplop warna merah, maka dalam tradisi "nanggok" memakai amplop bervariasi warna dan gambar yang menghiasinya.

Dalam "Nanggok" boleh memakai amplop mini yang lucu lucu atau langsung diberikan kepada si anak tanpa amplop kecil sama sekali.  Ini pilihan saja.  Saya sendiri kalaw urusan bagi bagi duit ke anak anak sudah mempersiapkan dari beberapa hari yang lalu baik untuk persediaan amplopnya maupun jumlah pecahan uang kecil untuk keperluan itu sebab kalau mendadak takut kekurangan dan kehabisan.  Nah bagaimana dengan kawan kawan semua?  Apakah juga ada "Nanggok"? (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Ini pengalaman saya dan istri berdua bekreasi masak memasak di rumah yakni tempe penyet wah sudah kebayang kan kelezatanya kan?. Sebenarnya kami bisa saja membeli tempe penyet yang memang banyak tersedia di kota Pontianak (saat ini kami tinggal dan menetap di luar kota Pontianak). Pengalaman membuat sendiri tempe penyet hasil kreasi dan racikan berdasarkan resep dari buku resep yang dicoba dikemas secara kreatif dan juga sedikit improvisasi.

Tadinya sih mau mencoba membuat Ayam PEnyet namun dikarenakan akhir akhir ini kami sekeluarga mencoba untuk tidak mengkonsumsi daging dagingan, atau dengan kata lain mengurangi makan daging, maka dipilihlah opsi Tempe Penyet.  Tempe nya sendiri dibeli di pasar Tradisional Soedarso yang letaknya cukup dekat dengan komplek tempat kami tinggal yakni di komplek Duta Bandara Ahmad Yani 2 Supadio, Pontianak. Kalimantan Barat.  

Asyik Dan Enak Juga
Setelah semua bahan bahan dasar untuk membuat Tempe Penyet itu dikumpulkan seperti bawang merah, cabe bulat (maksudnya bisa termasuk cabe rawit-red) , tomat ukuran sedang dan ranum warna merahnya yang begitu menggoda, garam secukupnya, gula pasir secukupnya, Terasi sedikit, dan juga alat pendukung untuk membuat Sambel Penyet juga sudah disiapkan dengan baik.   Percobaan membuat Tempe Penyet ini dikakukan beberapa bulan sebelumnya, dan kami mencoba membagikannya kepada para pembaca sekalian semuanya di sini.

Setelah semua bahan dasar sambel Penyet dibersihkan, lalu saya mendapat "tugas" untuk memasak dan menyiapkan sambel Penyet nya. Pertama tama yang saya lakukan adalah memasak bahan bahan dasar buat sambel Penyet tersebut seperti Cabe bulat secukupnya, Garam dan Gula pasir secukupnya, Tomat sebanyak 1 buah, Terasi sedikit, dan semuanya masuk ke dalam kuali dan dimasak dengan api sedang sampei terasa lunak atau layu.

Setelah layu semuanya maka dituangkan ke dalam wadah terpisah dan disisihkan airnya. Kemudian bahan  bahan itu diblender dengan kecepatan rendah , dan sebentar saja tidak perlu sampei halus. Biasanya sih saya ulek sendiri dengan menggunakan cobe batu namun karena biar lebih cepat maka saya gunakan Blender saja biar praktis.  Begitu selesai diblender, maka Sambel Penyet sudah siap untuk diuji coba.

TEMPE PENYET : Siap untuk saya santap. Makyus Sob. Foto Asep Haryono

Tempe Penyet Yang Mudah Membuatnya dan Enak rasanya menurut saya.  Foto Asep Haryono

Setelah saya mencoba sambel penyet buatan saya  saya merasakan agak kurang garam akhirnya garam pun saya tambahkan secukupnya ke dalam adonan sambel tersebut tanpa harus diblender lagi. Kemudian setelah saya rasa rasanya sudah pas di lidah saya, maka saya minta istri tercinta untuk mencobanya.

Hasilnya? Dia sih senyum senyum saja dan saya tidak tahu makna senyum senyumnya itu.  Apakah keasinan, kemanisan, kurang garam atau apa.  "Enak kok mas, lumayan" kata istri saya.  Plong rasanya dan ada setangkup kebanggaan juga rasanya bisa mencoba kreasi membuat sendiri tempe Penyet ini.

Lebih lengkap lagi sajian Tempe Penyet nya dengan menambah Tahu, Daun Kemangi, dan juga mentimun yang sudah dipotong potong. Disajikan bersama dengan nasi putih pulen yang hangat dan disantap bersama seluruh keluargaAnda tertarik untuk membuat Tempe Penyet sendiri di rumah?  (Asep Haryono)


Catatan Asep Haryono

Selamat Hari Rabu? Hayoo sudah pada mudik semuanya ya? Apa sudah pada berangkat menuju kampung mudiknya masing masing? Atau apa ada yang saat ini sedang bersiap siap berangkat menuju kampung halaman? Ya sudah kalaw begitu, saya ucapkan selamat menuju kampung halaman masing masing, hati hati di jalan, jangan lupa sekembalinya dari mudik postingkan pengalaman mudik kalian ya sebagai oleh oleh buat kita kita yang tahun ini belum ada kesempatan mudik ke kampung.

Nah hari ini saya ingin berbagi cerita tentang bahagia, ah apa lagi kata itu bukankah sudah umum dan sangat mudah dipahami? Namun bahagia apa yang saya maksudkan tentu bisa jadi berbeda penafsirannya dengan kawan kawan semuanya.  Nah bahagia tidak selalu berbentuk materi yang bisa dipegang, digunakan atau dibeli dan ukuran bahagia juga tidak selalu berbentuk kebendaan walaupun yang namanya duit, uang, harta, dan materi lainnya tetap saja diperlukan.

Hal Terindah Dalam Hidup
Ada beberapa hal yang terjadi dalam sejarah hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan, dan hal hal tersebut adalah unik dan belum pernah saya rasakan sebelumnya.  Kata orang hidup ini keras, namun apakah kita harus bersikap keras juga terhadap dunia?  Mengutip kata kata dari motivator Indonesia yang terkenal Andrie Wongso "jika kita keras terhadap dunia, maka dunia akan lunak terhadap kita. Namun sebaliknya jika kita lunak terhadap dunia, maka dunia akan keras terhadap kita".  Nah silahkan kawan kawan menafsirkan sendiri. Bagi saya hidup memang penuh warna warni.
  1. Mendapat Pekerjaan Tetap
    Tahun 2001. Lebih kurang dua tahun saya menganggur namun akhirnya happy ending juga datan kepada saya mengakhiri "perjuangan" saya meraih rupiah demi rupiah mulai dari mengajar les Bahasa Inggris "door to door", jadi pengantar Surat di Kantor Pos, hingga jadi pengurus Masjid dengan mengayuh sepeda ahirnya usai sudah.  Saya mendapat pekerjaan tetap di salah satu perusahaan berkembang yang bergerak di bidang media, dan posisi yang saya miliki sekarang pun sangat saya sukai, Website Content Specialist.

  2. Menikah
    Tahun 2005.  Setelah menjalani ta aruf selama 4 bulan saja, tanpa proses pacaran kata anak muda sekarang, saya menikah di Kulon Progo, Jogjakarta 11 Desember 2005.  Walau setelah menikah saya harus berpisah dahulu sang Istri di Jogjakarta yang saat itu masih skripsi, dan saya harus kembali ke Pontianak namun akhirnya bisa diatasi. Suka duka sudah pasti ada.  Namun pada intinya sudah tidak ada lagi pemikiran bercabang dalam hidup saya sekarang karena sudah lagi tidak sendiri. Saya dan istri sama sama punya kekurangan dan kelebihan, dan kami mencoba mensinergikan semua itu. Huaa bahasanya

  3. Lahir Anak Pertama, laki laki
    Tahun 2008.  Hadirlah ke dunia ini putra kami yang pertama, Putra, yang kami beri nama Abbie Muhammad Furqan Haryono, pada tanggal 12 Maret 2008 melengkapi kebahagiaan kami. Menikah tahun 2005, dan baru mendapatkan amanah pada masa 3 tahun berikutnya.  Butuh kesabaran, dan juga sangka baik kepada Allah SWT akhirnya kami mendapatkan amanah dan kepercayaan ini.   Sekarang Abbie sudah masuk TK B di Perguruan Islam Al Azhar Pontianak

  4. Istri Diterima PNS
    Tahun 2009, adalah tahun yang amat mendebarkan buat saya karena sang istri memutuskan berhenti dari Guru TK di Al Azhar Pontianank tersebut, dan bertarung di tes CPNS pada tahun 2008.  Dia memang berniat merubah hidup dan sudah siap mental jika tidak lulus tes CPNS.  Atas izin dari Allah SWT juga akhirnya sang istri lulus CPNS (padahal baru ikut sekali aja tes langsung lolos-red), dan statusnya sekarang sudah PNS penuh dengan Pangakt Pranata Muda  Golongan III B

    KARTU SUAMI :  Ini unik juga karena saya juga dapat kartu. Lumayan keren ada logo Garuda nya. Lebay mode on

  5. Lahir Anak Kedua, Perempuan
    Tahun 2010. Lahir kedunia anak kami yang kedua, kali ini perempuan, yang kami beri nama Tazkia Montessori Putri Haryono, dengan selamat. Nama "Montessori" adalah tokoh pendidikan dunia dan judul skripsi istri itu disematkan menjadi bagian namanya.   Lahir di Kulon Progo, Jogjakarta, 10 Desember 2010 melengkapi semuanya, dan kini anak kami sudah sepasang putra dan putri.  Kni Tazkia Putri sudah berusia sekitar 1,8 Tahun dah sedang lucu lucunya, dan juga nakal :)))

  6. Mulai Membangun Rumah
    Pengalaman jadi Kontraktor alias ngontrak rumah ke sana kemari sudah banyak, dan saya rasa sudah saatnya di akhiri, Rencana tahun depan Insya Allah mulai membeli sebidang tanah, dan mulai membangun sendiri dengan desain rumah yang sudah kami persiapkan sebelumnya.  Mau juga sih ambil BTN atau yang sudah jadi namun dalam hitung hitungan jauh lebih ekonomis membangun sendiri, dan juga bisa dikontrol sendiri bahan bahan baku rumahnya. 

Nah itulah hal hal terindah dalam hidup dan kehidupan saya sampai sekarang, dan saya pun merasa apa yang sudah saya terima dari Allah SWT adalah anugerah yang terindah (wah mirip judul lagu-red) dalam hidup dan untuk itulah saya berterima kasih kepada Allah SWT yang sudah memberikan segalanya buat kami sekeluarga. Hidup saya sudah merasa cukup dengan apa yang sudah saya miliki sekarang ini.    Tentu saja ada beberapa hak yang sudah seharusnya menjadi hak saya harus saya perjuangkan mati matian, namun berkaca pada apa yang sudah saya miliki sekarang, semua itu menjadi tidak ada artinya lagi.  Saya sudah merasa cukup.(Asep Haryono) 
Catatan Asep Haryono

Hobi Traveling memang sangat menyenangkan sekali, dan kadang kesempatan datang tidak kita duga sebelumnya. Saya sendiri juga tidak menyangka akhirnya bisa melihat lihat dari dekat Hotel JWMarriott Kuningan Jakarta, walaupun tidak sampai menginap di sana. Setidaknya sudah pernah mengunjungi hotel konsorsium Amerika yang pernah luluh lantak di BOM itu.

Bepergian ke lain tempat baik di Indonesia maupun di luar negeri adalah kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri, so eh jadi bersyukurlah jika kawan kawan blogger punya kesempatan bisa keliling Indonesia atau ke manca negara baik dengan biaya negara, dibiayai perusahaan (kantor) atau merogoh kocek sendiri. Tidak ada masalah. No problem

Saya sekedar ingi membagikan pengalaman saya hari ini tentang masa masa indah saat masih duduk di bangku kuliah dahulu (FPBS Bahasa Inggris -FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak) di Era taon 1990 an yang lalu, dan pengalaman itu masih membekas dalam diri saya sampai sekarang.  Tidak ada dampak serius atas kejadian masa lalu itu namun saya ingin menceritakan sedikit di ruang ini, mencoba mendengar komentar dan saran dari kawan kawan atas apa yang sudah saya alami waktu itu yakni dikecewakan oleh Panitai Seleksi Pertukaran Pemuda Luar Negeri di era taon 1995-1996 lalu.  Ini ceritanya

Tes Tahun 1995- Tujuan AUSTRALIA
Waktu test yang pertama saya pada tahun 1995 saya ikut test Pertukaran Pemuda Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Barat tahun 1995 untuk tujuan Australia. Mengapa saya pilih Australia waktu itu?. Alasannya adalah Australia dekat dengan Indonesia dengan program 4 (empat bulan). Sedangkan 2 tujuan lain yakni ASEAN JEPANG dan CANADA tidak saya pilih karena selain saingannnya banyak dan juga kansnya sedikit. Saya Pilih OZ (Australia) biarpun deket, waktunya singkat yang Penting BERANGKAT dah. Gitu pikirann saya.

Tes satu persatu berhasil saya lalui dengan baik. Mulai dari tes ketrampilan (Tari, musik, Puisi ), hingga kepada tes kemampuan Berbahasa Inggris (Mengarang, dan wawancara). Malah waktu tes wawancara (interview) itu saya sempat memukau para juri Bahasa Inggris yang terdiri lebih dari 3 Juri. Pertanyaan yang berhasil saya jawab waktu adalah Bagaimana cara Menarik Wisatawan Jepang ke Indonesia di Kalbar?.

Tentu pertanyaan dalam bahasa Inggris dan saya jawab dengan Bahasa Inggris dengan sedikit memakai Logika. Namun demikian Untung tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak. Dari belasan peserta yang ikut dalam test itu, saya belum berhasil menang dan hanya menempati urutan ke 5. Ya sudah saya coba lagi tahun depan tentu dengan persiapan yang lebih baik. 

Tes Tahun 1996- Tujuan ASEAN JEPANG
Berbekal Pengalaman Kegagalan pada tes tahun 1995 - saya selalu mempersiapkan diri untuk tes tahun 1996 ini. Dengan melihat pesaing pesaing yang semakin kuat, saya juga tidak kalah dengan mempersiapkan diri dengan sejumlah materi Performance yang baru yang saya yakin akan menambah nilai saya waktu ujian nanti. Maka tiada hari tanpa latihan dalam diri saya. Mulai dari belajar lagi bahasa, ketrampilan , alat musik dan juga kemampuan daripada bahasa Inggris itu sendiri. Komplit deh. Saya sudah yakin akan mampu menundukkan pesaing saya nanti. Toh nama saya sudah menjadi wacana dari para juri waktu tahun 1995 lalu.

Pada tahun 1996 ini saya memilih program KAPAL ASEAN- JEPANG. Nama kerennya adalah The SHip For South East Asian Program atau SSEYP. Yakni program tour dengan menggunakan Kapal NIPPON MARU berkelana ke seluruh Negara Asean yang terakhir adalah mengunjungi Negara Matahari Terbit, JEPANG.

Saya pilih program ini karena banyak faktor. Selain usia yang semakin bertambah, untuk program Kapal ASEAN Jepang ini batas maksimal usia calon peserta adalah 30 Tahun. Saya Masih ada kans untuk itu.  Ini ada foto saya berpakaian adat dengan kawan kampus saya waktu itu, yakni Septiani yang berdiri di sebelah kanan saya.

Saat itu saya masih tercatat sebagai penari muda pada Sanggar daerah (Tari Dayak) - Sanggar Bengkawan Kabupaten Pontianak. Saya pernah ikut diminta tampil dan mentas FBBK (Festival Budaya Bumi Khatulistiwa) tahun 1995 setelah mementaskan Tari Enggang. Sayang sekali saat itu cuaca berkabut sehingga presiden tidak bisa hadir.

Saya masih ingat saat ada orang yang minta foto bareng sama sayah dibelakang stage , wah serasa udah kaya Seleb oooi.  Tuh fotonya saya postingkan di sebelah kiri bab ini saat tampil di ajang FBBK (Festival Budaya Bumi Khatulistiwa) tahun 1995.  Namanya Septiani, dia kawan kampus saya. Saya dan istri pernah berjumpa tidak sengaja dengan Bu Septiani ini beberapa bulan lalu saat motor yang kami tumpangi kurang angin, dan terpaksa mengisi angin di sebuah bengkel Motor. 

Nah  Pengalaman saya di komunitas Sanggar Dayak Jangkang Bengkawan ini juga sudah dipostingkan oleh Drs.Fransiscus Marinus MM di Blog pribadinya. Wah senang rasanya dikenal dan didokumentasikan orang. Dokumen lama saja hehehe.  Gini gini saya bisa menari Dayak loh Hehehehe. Promosi eee

Sebagaimana tradisi tes tes pertukaran pemuda sebelumnya. Tes satu persatu berhasil saya lalui dengan baik. Mulai dari tes ketrampilan (Tari , musik, Puisi), hingga kepada tes kemampuan Berbahasa Inggris (Mengarang, dan wawancara). Saya merasa kecewa karena Pada saat mementaskan Lagu Klasik yang saya bawakan dengan menggunakan Gitar dihentikan oleh JURI.

Permainan gitar klasik yang saya mainkan saat tes adalah "Romance De Amor" nah gimana nih kawan kawan, ada yang pernah dengar lagu klasik "Romance De Amor"?  Saya yakin banyak yang pada tau ya. Insya Allah.  Nah saat mementaskan lagu klasik itulah insiden ini terjadi.  Saya distop oleh salah satu dewan juri yang menjadi penguji saya dengan alasan yang tidak jelas.  What happens?

Saya tidak tahu mengapa Juri menghentikan petikan gitar saya waktu itu.  Dan lagi kesalahan dari diri saya yang fatal adalah salah membawa kaset. Kaset yang saya bawa adalah kaset yang berisi musik pengiring TARI Daerah Yang saya bawakan  "Gondang Aru" di hadapan juri. Walhasil saya perform Tari dengan tanpa diiringi Musik. Sedangkan peserta lain semuanya sukses dengan musik pengiring dari Kaset yang dibawa masing masing. Saya sudah DOWN mental waktu itu. Saya menggunakan LOGIKA sedikit, Jika ujian ketrampilan MENARI saya jatuh , toh saya masih ada peluang untuk merebut POIN dari cabang tes lainnya.


KAPAL ASEAN : Inilah kapal Nippon Maru yang dipakai para peserta SSYEAP.  Pupus sudah impian saya berlayar dengan kapal ini.  Cucian deh lu Sep hihihhi.  Gambar dari Internet

Kesempatan Itu Masih Ada
Singkat kata setelah pengumuman hasil tes Pertukaran diumumkan via Amplop. Saya termangu saja ketika saya melihat nama saya berada di posisi RUNNER UP. Hampir  1 langkah lagi saya akan berangkat ke Luar Negeri. Ke Program KAPAL ASEAN Jepang. Saya terdiam dan membisu.

Untuk ikut lagi tahun berikutnya saya sudah pasrah karena selain umur bertambah, posisi saya sudah tidak menguntungkan lagi.  Tiga hari tiga malam saya termangu dalam diam seolah olah tidak percaya. Betapa bangganya jika saya bisa mewakili Indonesia di ajang kepemudaan Luar Negeri saat itu. Ah bangga rasanya jika memakai baret berlogo Garuda Indonesia ih selangit rasanya.

Kesempatan keliling ASEAN lewat program Kapal Asean (SSYEAP- Ship for South East Asia Youth Program) sudah didepan mata, terbang begitu saja.  Kalaw nda salah usia program SSYEAP sudah 39 tahun sekarang ya. Bener nda sih?  Lama ya   Berburu jalan jalan ke luar negeri kini sudah semakin terbuka dan semakin bervariasi baik model, kesempatan, proses seleksi hingga pilihan negaranya baik untik pertukaran budaya, pertukaran pelajar, maupun menempuh pendidikan lanjutan sarjana atau pasca Sarjana.

Ada banyak beasiswa Australia, Amerika (ADS, Endeavour,dll) , Inggris (Chevening Award, dll) , Amerika Serikat (Fullbright, SUSI, dll), Belanda (STUDNED, dll) dan negara lain yang ditawarkan untuk menempuh pendidikan di Luar Negeri.

Kesempatan untuk bisa mewakili Indonesia di ajang luar negeri tetap masih ada.  Siapa bilang kesempatan seperti itu sirna? Andai saya tidak bisa mewakili negara ini minimal bisa untuk mewakli diri sendiri untuk peningkatan kualitas diri dan building capacity semakin berkembang seperti kata mas Zachflazz

Walaupun pada akhirnya saya akhirnya  bisa mewakili Indonesia di ajang Youth Engagement Summit (Tahun 2009) yang lalu,  , International Youth Conference di Anyer-Bandung , dan Workshop MDGs Di JW Marriot,  namun beda gengsi dan tidak se-elegannya jika menjadi peserta (Participant Youth)di ajang Pertukaran Pemuda LN yang dikoordinasi oleh Kantor Menpora ini.

Ah IImpian itu akan selalu menjadi motivasi saya untuk semangads menatap tantangan masa depan yang semakin berat ini. Tidak ada yang tidak mungkin. Kesempatan itu masih ada. Selain itu sudah ada internet yang memudahkan saya "travel" ke mana saja walau secara virtual atau online. Yang penting saya selalu berSemangadsss.  Go go go Asep. Yesss.  *plak     (Asep Haryono)
Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden's First Give Away 


Catatan Asep Haryono

Ketika saya berangkat dari rumah menuju Graha Pena kantor saya di bilangan jalan Gajah Mada Pontianak tadi siang, saya dikejutkan dengan kecelakaan lalu lintas antar Bis dengan seorang pengendara motor. Saya tidak tau persis kejadiannya karena saat karena posisi motor saya (saya pake MIO tadi siang, honda digrounded dulu-red) dengan mereka cukup jauh.

Dan saat saya melewati mereka tampak jelas motor pria itu sudah masuk ke kolong BIS yang terhenti, saya sempat melihat kondisi pria malang itu. Berdiri tertatih tatih dan saya melihat tidak ada ceceran darah. Semoga pria malang itu tidak mengalami luka luka serius, dan dalam beberapa menit saja sudah banyak orang mengerumuni lokasi kecelakaan tersebut.

Saya pun berlalu sambil melihat kerumunan orang orang di lokasi kecelakaan tersebut melalui kaca spion mini MIO saya itu. Dalam hati saya membatin ada apa sebenarnya dengan kejadian itu apakah pengendara motor itu kurang hati hati, atau gimana. Tidak ada jawaban yang jelas atas pertanyaan saya di dalam hati ini. Duile bahasanya.  

Musibah Bisa Datang Kapan Saja
Ini memang unik diluar kemampuan kita sebagai manusia. Yang namanya musibah tidak selalu menjadi monopoli armada angkutan udara (pesawat terbang maksud saya-red). "Jangan sering naek pesawat loh nanti jatuh" kata orang. "Jangan naik kapal laut loh nanti tenggelam" katanya lagi.  Lah kala pertanyaan pertanyaan konyol seperti ini terus haunted (menghantui-red) diri kita bisa jadi nda berangkat berangkat kita.  Semua itu selalu menjadi rahasia Allah SWT dan kita tidak pernah tau.

Pernahkah kawan kan membayangkan lagi asyik asyik nonton televisi di rumah bersama keluarga, tetapi tiba tiba ada pesawat nyasar jatuh di rumah? Ini memang benar benar terjadi beberapa waktu lalu di pemberitaan nasional di tanah air.   Nah keselamatan kita di jalan raya memang sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita sendiri seperti mempersiapkan kendaraan dengan baik seperti mencek rem, angin di ban, dan lain sebagainya. Namun semua itu hanyalah rencana dan rancangan manusia, karena kapan dan dimana musibah itu datang tidak ada yang tau.

Ini juga pernah saya dan istri alami beberapa waktu yang lalu,  Padahal motor yang kami kendarai sudah dibawah kecepatan 20 KM karena segera akan mendekati lampu merah di persimpangan Mapolda Kalimantan Barat (Yang dari kota Pontianak pasti tau dehh-red).  Nah padahal saat itu kendaraan yang kami bawa sudah berhenti wis plek, tiba tiba dari arah belakang seorang pengendara yang membawa banyak kaleng kaleng kecil berisi kerupuk menabrak kami dari belakang. "brakkk" sampai motor saya bergerak ke depan, namun anehnya yang terjatuh malah si penabrak.

Jadi kalaw sudah begini pilihannya ada 2 (dua) kalaw nda kita yang menabrak ya ditabrak orang. Walaupun kita sudah super hati hati misalnya, kata orang kalaw sudah waktu nya, atau kalaw lagi kurang beruntungnya musibah bisa datang menghampiri.    Musibah memang tidak pernah kita ketahui datangnya, dan musibah datang pun tidak pernah memberi tahu oleh karena itu saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dalam bepergian hingga selamat sampai di jalan.   Berhati hatilah di jalan. karena keluarga menanti di rumah dengan selamat. (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia