Help us to keep our home
Catatan Asep Haryono

Ketika saya berangkat dari rumah menuju Graha Pena kantor saya di bilangan jalan Gajah Mada Pontianak tadi siang, saya dikejutkan dengan kecelakaan lalu lintas antar Bis dengan seorang pengendara motor. Saya tidak tau persis kejadiannya karena saat karena posisi motor saya (saya pake MIO tadi siang, honda digrounded dulu-red) dengan mereka cukup jauh.

Dan saat saya melewati mereka tampak jelas motor pria itu sudah masuk ke kolong BIS yang terhenti, saya sempat melihat kondisi pria malang itu. Berdiri tertatih tatih dan saya melihat tidak ada ceceran darah. Semoga pria malang itu tidak mengalami luka luka serius, dan dalam beberapa menit saja sudah banyak orang mengerumuni lokasi kecelakaan tersebut.

Saya pun berlalu sambil melihat kerumunan orang orang di lokasi kecelakaan tersebut melalui kaca spion mini MIO saya itu. Dalam hati saya membatin ada apa sebenarnya dengan kejadian itu apakah pengendara motor itu kurang hati hati, atau gimana. Tidak ada jawaban yang jelas atas pertanyaan saya di dalam hati ini. Duile bahasanya.  

Musibah Bisa Datang Kapan Saja
Ini memang unik diluar kemampuan kita sebagai manusia. Yang namanya musibah tidak selalu menjadi monopoli armada angkutan udara (pesawat terbang maksud saya-red). "Jangan sering naek pesawat loh nanti jatuh" kata orang. "Jangan naik kapal laut loh nanti tenggelam" katanya lagi.  Lah kala pertanyaan pertanyaan konyol seperti ini terus haunted (menghantui-red) diri kita bisa jadi nda berangkat berangkat kita.  Semua itu selalu menjadi rahasia Allah SWT dan kita tidak pernah tau.

Pernahkah kawan kan membayangkan lagi asyik asyik nonton televisi di rumah bersama keluarga, tetapi tiba tiba ada pesawat nyasar jatuh di rumah? Ini memang benar benar terjadi beberapa waktu lalu di pemberitaan nasional di tanah air.   Nah keselamatan kita di jalan raya memang sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita sendiri seperti mempersiapkan kendaraan dengan baik seperti mencek rem, angin di ban, dan lain sebagainya. Namun semua itu hanyalah rencana dan rancangan manusia, karena kapan dan dimana musibah itu datang tidak ada yang tau.

Ini juga pernah saya dan istri alami beberapa waktu yang lalu,  Padahal motor yang kami kendarai sudah dibawah kecepatan 20 KM karena segera akan mendekati lampu merah di persimpangan Mapolda Kalimantan Barat (Yang dari kota Pontianak pasti tau dehh-red).  Nah padahal saat itu kendaraan yang kami bawa sudah berhenti wis plek, tiba tiba dari arah belakang seorang pengendara yang membawa banyak kaleng kaleng kecil berisi kerupuk menabrak kami dari belakang. "brakkk" sampai motor saya bergerak ke depan, namun anehnya yang terjatuh malah si penabrak.

Jadi kalaw sudah begini pilihannya ada 2 (dua) kalaw nda kita yang menabrak ya ditabrak orang. Walaupun kita sudah super hati hati misalnya, kata orang kalaw sudah waktu nya, atau kalaw lagi kurang beruntungnya musibah bisa datang menghampiri.    Musibah memang tidak pernah kita ketahui datangnya, dan musibah datang pun tidak pernah memberi tahu oleh karena itu saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dalam bepergian hingga selamat sampai di jalan.   Berhati hatilah di jalan. karena keluarga menanti di rumah dengan selamat. (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

"Selamaaaaaaattt!!!! Anda adalah pemenang event naga Streetdirectory Periode 2- 2012 dan berhak mendapatkan Voucher Belanja Matahari Senilai Rp 200.000 dari Streetdirectory. URL artikel blog Anda: Sensasi Ala Ranch di Restoran Rindang Alam.

Hadiah dapat diambil di: Wisma 77, lt.5 Jl. S Parman Kav 77 Slipi, Jakarta Barat dari tanggal 1 Agustus – 7 Agustus 2012 selama hari kerja ( Senin-Jumat ) pada pukul 10.00-1 7 .00 WIB. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi 021-53690808 ( Adang ) dengan membawa identitas diri"

Itulah potonga isi email yang saya terima begitu saya diberitahu bahwa artikel saya di atas berhasil memenangkan salah satu hadiahnya yakni Gift Voucher Matahari senilai Rp.200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah). Karena saya berlokasi di kota Pontianak, propinsi Kalimantan Barat, maka saya pun lantas segera menghubungi Panitia di Jakarta, dan diperoleh kepastian dan kabar bahwa hadiah akan dikirimkan via pos bersama dengan pemenang pemenang lainnya di ajang tersebut.  Alhamdullilah Ya Allah. Terima kasih atas rezeki yang KAU berikan ini. Semoga bermanfaat dan berkah.

Sudah Tiba Dan Siap Digunakan
Saat saya asyik menginput data di lokasi "habitat" saya di kantor, tiba tiba datang Petugas Cleaning Service ke lantai 5 tempat saya "bersemayam" lalu menyampaikan sepucuk amplop putih polos yang sepertinya memakai jasa kiriman TIKI Indonesia.  Setelah saya terima amplop putih polos tersebut, dugaan saya adalah ini pasti hadiah GIFT VOUCHER Matahari yang sudah saya tunggu beberapa hari yang lalu.

Saya tadinya sempat ragu, apa benar dikirim ya, tapi mengingat reputasi panitia pelaksana, StreetDirectory, adalah situs terbesar, maka saya yakin hadiah tersebut pada akhirnya akan sampai juga ke alamat saya sebagaimana yang sudah dijanjikan.  Tepat hari ini Sabtu, 11 Agustus 2012 jam menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB yang lalu  Hadiah tersebut sampai juga ke meja kerja saya.  Ini saya sudah saya scan dan bagikan gambarnya di sini.
HADIAH :  Voucher GIFT Matahari senilai Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

ALHAMDULILLAH : Voucher Hadiahnya ada 4 lembar masing masing bernominal Rp.50.000,-

Saya lihat di pembungkus sampul luar amplop putih polosnya itu bertuliskan nama dan alamat pengrim hadiah yakni PT SD Indonesia, 5th Floor Wisma 77 Jalan S Parman Kav 77, Slipi , Jakarta Barat 111410, dengan demikian ini sah dan valid pengirimnya.  Saya sudah merencanakan hadiah GIFT VOUCHER Matahari ini akan digunakan untuk keperluan lebaran buat keluarga di rumah.  Berapapun yang ALLAH berikan selalu saya dan keluarga syukuri, Alhamdulillah.  Terima Kasih ya Allah atas karunia dan Rezeki hadiah Voucher ini, semoga berkah dan bermanfaat buat keluarga. (Asep Haryono)
Kita Tidak Selalu Harus Bersama Sama
Catatan Asep Haryono

Udin (nama panggilan saja, nama aselinya adalah Subhan Zainuddin) adalah rekan kerja saya di kantor, dan sudah bertahun tahun saya bersahabat dengannya. Teman nyakat, teman makan siang ke Simpang Ampek, dan juga tetangga saya di komplek.   Hari ini adalah hari terakhir Udin di Pontianak karena besok dia akan mengundurkan diri dari kantor sekaligus pamit akan ke Malang (Jawa Timur) untuk mengurus orang tuannya. Udin juga rencana akan kerja di sana.  Oh my GOD

Bagai petir disiang hari bolong saya mendapat kabar seperti ini karena tidak mendapat "bocoran" informasi apa pun dari dia selama ini.  Pandainya kawan saya itu menyimpan "rahasia" kepergiannya. Dan "kejutan" yang saya terima hari ini darinya membuat saya terharu dan saya baru tau inilah "saatnya" kawan saya untuk pamitan.  Saya masih ingat baru kemarin kami ngobrol ngalor ngidul.

Sungguh senang rasanya jika kita memiliki sahabat, kawan, atau sohib yang baik dan saling berbagi dalam suka dan duka dan pengalaman memiliki sahabat dan sohib akrab tentu dimiliki oleh setiap orang termasuk saya sendiri. Kita yang hidup berbaur, dan bersama masyakarat yang heterogen berbeda adat istiadat, kebiasaan dan juga cara memandang kehidupan akan mewarnai diri kita juga.

Sahabat atau Teman? Ah definisi ini terlalu luas dan terlalu dalam maknanya bagi setiap orang, dan masing masing dari kita memiliki standar, kriteria, dan juga ukuran yang hanya berlaku bagi mereka sendiri. Salahkah jika ada rekan kita yang ingin punya sahabat dengan hobi dan kegemaran yang sama? Tentu saja tidak. Setiap dari kita, setiap individu pasti memiliki sahabat, kawan, atau sohib yang biasa bersama sama walau tidak setiap saat. Tapi bagaimana misalnya kawan, sahabat atau teman kita pindah pekerjaan, pindah rumah, atau pindah sekolah di luar kota atau bahkan di luar pulau?

Mengenang Sahabat
Ini juga yang kini melanda (duile bahasanya-red) diri saya yang "ditinggal" sahabat yang pindah ke luar kota untuk waktu yang lama.  Sudah tidak terhitung ini kawan, atau sohib saya yang keberapa yang "pergi", dan sepanjang catatan saya sudah banyak kawan, sahabat, dan rekan rekan yang meninggalkan diri saya satu per satu.  Kita memang tidak harus selalu bersama sama setiap waktu.

Saya jadi ingat di era taun 2001 saat lagi asyik asyiknya "bulan madu" dengan kawan sepermainan, sohib seperjuangan, tempat ngumpul ngopi nonton siaran bola dan lain sebagainya.  Kalaw bukan mereka yang "pergi" meninggalkan saya,  sayalah yang harus pergi meninggalkan kawan ngumpul tersebut. Mau pilih yang mana?   Haruskah ada yang dipilih salah satunya?   Kita tidak selalu harus bersama sama.

Teman Sekolah, teman Kuliah, rekan kerja yang bertahun tahun bersama kita, ada kalanya mereka juga hars memilih untuk pergi menatap masa depannya sendiri. Sebagaimana diri kita yang kadang dihadapkan pada suatu pilihan pergi ke luar kota yang jauh , merantau, mencari pekerjaan, mencari penghidupan, semuanya untuk masa depan.

Jika sudah berurusan dengan masa depan itu bukan main main lagi.  Dan pilihan harus meninggalkan kawan kawan sepermainan , teman ngumpul, sohib kantor mau tidak mau harus kita tinggalkan semuanya demi masa depan kita sendiri.    Pernahkah sahabat blogger mengalami hal ini?. Saya sudah sering ditinggal pergi oleh kawan, sahabat, dan sohib bahkan teman ngumpul yang selama ini selalu bersama sama.  Pergi jauh ke luar kota dan tidak bersama sama dengan saya lagi.

Tetap Menjalin Silaturahmi
Kini dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, semakin berkembangnya teknologi informasi kini persoalan jarak sudah bukan kendala lagi dan bukan lagi momok yang harus ditakuti. Teknologi adalah sahabat dan menjadi kawan kita untuk tetap menjalin silaturahmi dan kontak kepada kawan, sahabat, dan rekan kerja yang sudah pergi meninggalkan kita di tempat yang jauh.  Masih ada Telepon , SMS , Email, Surat POS, BBM serta banyak lagi alat komunikasi modern dan canggih yang bisa dimanfaatkan untuk selalu dekat dan selalu being informed dengan kawan ,sahabat dan rekan kita di tempat yang jauh.

Mungkin hanya kenangan manis yang ditinggalkan sahabat seperi foto foto saat senang, saat gembira kuliner bersama, becanda dan tertawa bersama sama yang bisa kita kenang.  Memajang foto kita dengan sahabat atau menyimpannya dalam album foto keluarga akan selalu menjadi "obat rindu"  diri kita terhadap sahabat dan rekan kita itu. 

Perginya sahabat ke luar kota tentu akan meninggalkan kesan tersendiri bagi saya, dan saat saat seperti itulah saya merasakan betapa indahnya kebersamaan dalam balutan pertemanan dan persahabatan.  Kehilangan sahabat akan membuat hati ini sedu sedan, menangis atau mungkin membuat sedih.  Namanya manusia pasti ada perasaan perasaan seperti itu. Bukankah itu manusiawi.
KENANGAN : Hanya inilah foto yang saya punya Jumat kemarin saat kami sholat Jumat. Saya jepret Udin (Jaket hitam sebelah kiri) dengan diam diam, dan ternyata inilah foto kenangan yang saya punya dari dia.  Udin sendiri bahkan tidak tau kalaw dirinya di jepret sama saya.   Met jalan ke Malang ya Udin.  Good luck my friend.  Kontak kontak ya. Foto Asep Haryono

Jadi jangan lagi bersedih dan meratap rekan kerja, sahabat, sohib bahkan sahabat dan handai tolan yang sudah pergi ke luar kota, dan menetap di tempat yang jauh meninggalkan kita.  Atau sebaliknya, jangan lagi berduka atau berkecil hati meninggalkan kawan kawan, sahabat, sohib karena kita harus pindah ke luar kota di tempat yang jauh.   Perlu keteguhan, kesabaran, dan juga keikhlasan untuk meninggalkan atau ditinggal sahabat , kawan, dan teman suatu saat. Ingatlah selalu kita tidak selalu harus bersama. Suatu saat, kawan atau sahabat kita itu akan pergi menata masa depannya sendiri. Juga sebaliknya

Jarak kini sudah tidak lagi menjadi persoalan, semuanya bisa diatasi dengan bantuan teknologi informasi.  Hanya saja kedekatan emosional dengan menggunakan media komunikasi itu tidak seindah dan seromantis saat kita bersama sama.    Stay connected, tetaplah menjalin silaturahmi dengan sahabat, kawan, kerabat dan handai tolan. Dengan tetap menjalin kontak dan silaturahmi di mana saja mereka berada, kita tidak akan merasa sendiri.  Met jalan ya Udin. Semoga sampai dengan selamat di Malang, Jawa TImur. Kontek kontek ya pren.  (Asep Haryono)
Mudah, Simple Dan Dalam Rupiah
Catatan Asep Haryono

Setelah berhasil mendulang recehan American Dollars melalui program Google Adsense yang terkenal galak, kejam, beringas, dan juga baik hati di sisi lain itu kini saya coba mengetengahkan pengalaman pribadi yang juga berhasil mendulang uang dari Internet melalui program Adsense produk bangsa sendiri yakni Adsense Camp.

Tentu program Adsense ini tidak asing bagi sebagian blogger yang saya sudah liat banyak yang memasang iklan sejenis seperti klik saya, SITTI, dan lain sebagainya.

Jadi jika kawan kawan blogger yang saya sayangi ini mengalami kesulitan , kendala, atau kesal bin jengkel sama mbah Google yang sudah punya nama kejam nya itu (begitu seringnya mereka memberi banned dan disable akun publisher-red) kini sudah tidak perlu meratap lagi. Ada banyak program Adsense produk bangsa sendiri yang tidak kalah pamor dan kondangnya dengan program Adsense Luar Negeri. Walaupun nilainya tentu saja tidak sebesar produk Adsense Luar Negeri yang dibayar dalam US Dollar, maka Adsense Indonesia tentu saja dibayar dengan Mata Uang Rupiah.

Adsense Camp,Mengapa Tidak
Kalau tidak salah sih saya bergabung di program Adsense Camp ini sejak Desember 2011 yang lalu, dan masih tergolong baru dan sifatnya juga masih trial and error alias coba coba.  Mengapa coba coba? Begtu banyaknya program Adsense DN dan LN yang membanjiri jagat dunia persilatan Blogger di tanah air kadang malah membuat bingung saya sendiri yang mana yang akan saya ambil dan gunakan. 

Untuk program Adsense Luar Negeri tentu ada Google Adsense, Chitika, Infolinks  (ini lahannya kang TopJer hehehe), Bidvertiser, dan lain sebagainya.  Pusing khan? Saya aja pusing 11 keliling (sudah bukan 7 lagi-red). Sedangkan untuk Adsense Produk Bangsa Sendiri juga sudah banyak misalnya klik saya, dan lain sebagainya termasuk Adsense Camp yang pernah saya pakai beberapa waktu yang lalu.


CAIR : Ini daftar "Gaji Bulanan" saya dari Adsense Camp.

Lalu sudah berapa kali cash out atau istilah kerennya adalah pembayaran dari Adsense Camp ini sejak bergabung di program ini sejak Desember 2011 lalu.  Dalam skrinshot yang saya lampirkan di sini (Dan tentu sudah dihitamkan bagian pentingnya seperti statistik dan email karena bisa melanggar TOS-red), maka akan jelas di dapat data sebagai berikut :
  1.  Gajian Feb 1, 2012     
    Jumlahnya Rp 60,900
    Terbilang (Enam Puluh Ribu Sembilan Ratus Rupiah)

  2. Gajian Jan 1, 2012
    Jumlahnya Rp 94,000
    Terbilang (Sembilan Puluh Empat Ribu Rupiah)

  3. Gajian Dec 1, 2011   
    Jumlahnya Rp 64,175Terbilang (Enam Puluh Empat Ribu Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)

Kalaw dibandingkan dengan Google Adsense VS Adsense Camp dari segi pendapatan (Earning) jelas kalah telak tentunya, namun ini jangan dijadikan patokan.  Ukurannnya tidak selalu pendapatan karena untuk mengikuti program Adsense seperti ini harus diluruskan dahulu niatnya tidak semata mata mengejar uang (walaupun uang itu penting, siapa sih yang nda doyan uang? Saya aja demen-red).

Nah yang penting sekarang ini bagi saya adalah mengutamakan mutu isi atau konten, dan aktif mempublikasikan kepada dunia liar eh salah dunia luar seperti exchange link, submit ke berbagai search engine, dan lain sebagainya. Istilah keren dan kondangnya adalah dioptimasi atau SEO (Search Engine Optimization).  Apa itu SEO? Wah search aja di Internet sudah ada penjelasannya. Saya aja masih belajar

Jadi biarpun dalam pecahan mata uang Rupiah saja tapi itu uang juga, its real money alias duit, uang , fulus, arto (Bahasa Jawa bener nda sih-red) yang bisa dipakai.  Nah untuk metoda pembayarannya (Method Of Payment) dari Adsense Camp bisa ditransfer ke rekening kita di bank bank yang sudah disetujui oleh Adsense Camp atau melalui Paypal?. 

TOTAL : Inilah total earning yang dicapai selama ikut di Adsense Camp. Lumayan.

Apa itu Paypal?  bisa lebih lengkap baca sendiri di situs resmi PayPal aja ya, nah saya sendiri juga sudah punya akun di paypal, malah akun saya sudah verified.  Lain dengan angkatan yang register paypal sekarang ini yang harus diverifikasi pake kartu kredit. 

Saya tidak punya kartu kredit, tapi bisa daftar di paypal. Nah sebagai penutup saya hanya berpesan janganlah program berburu duit atau dollar ini menjadikan kawan kawan jadi galau,  apalagi sampai kepikiran terus terus sampe lupa makan misalnya. No no. Jangan begitu. Santai sajalah.  Ada atau tidak ikut , tetaplah berkibar dan berjaya selalu, riang gembira dan hati yang bahagia. (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Assalalamulaikum Wr Wb. Halah tumben tumbenan saya ngeposting pake ucapan Bismillah segala ada apa sih? Ya seharusnya sih begitu ya. Tapi bisa ditulis di awal postingan tapi bisa juga diucapkannya di dalam hati. Intermezzo aja nih. Oh ya hari ini saya mengabarkan situasi di kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat ini kondusif  aman dan terkendali.

.Sejauh pantauan saya aman aman saja, dan sudah banyak masyarakat yang membanjiri pasar tradisional, pasar modern, Mall, dan Supermarket belanja keperluan menyambut Hari Kemenangan Lebaran, Idul Fitrie 1 Syawal 1433 Hijriah. Nah sudah pada bikin kue belum nih kawan kawan saya tercinta dimana saja berada?. Apa belum? Wah sama donk saya aja belum, THR aja belum tiba hiks hiks.

Setelah postingan saya yang berisi dan berjudul "Surat Cinta Dari Google Adsense" yang berhasil diunggap (Halah bahasanya) pada hari Senin, tanggal 8 Agustus 2012 yang lalu itu sebenarnya sudah saya terima PIN (Personal Identification Number) nya bulan Juni 2012 yang lalu. Jadi actual nya PIN sudah saya terima bulan Juni 2012 yang lalu dan ceritanya baru diposting pada hari Senin 8 Agustus 2012 yang lalu. Nah hari ini saatnya saya mau berbagi pengalaman menguangkan kiriman uang dari Google Adsense tersebut. Semoga informasi ini bisa jadi bacaan ringan di sela sela Ibadah bulan Suci Ramadhan. 

Lewat Western Union Quick Cash
Nah dalam Term Of Service (TOS) dari Google Adsense bahwa dana yang berhasil terkumpul yang diperoleh harus mencapai threshold atau syarat minimalnya yakni sejumlah $ 100 USD (One Hundred Dollars) baru bisa dikeluarkan (Issued) pembayarannya.  Nah jika sudah mencapai angka tersebut, maka penerbitan proses pembayarannya akan dilakukan pada umumnya setiap akhir bulan.  Nah jika sudah mencapai akhir bulan barulah Cek akan dikirimkan melalui POS.

Berdasarkan pengalaman saya sih untuk kiriman dari Amerika Serikat ke Pontianak (Kalimantan Barat, Indonesia) itu bisa mencapai waktu lebih kurang 37 (Tiga Puluh Tujuh) hari atau lebih dari sebulan. Entah kenapa bisa selama itu bukan mbah Google Adsense itu uangnya banyak. Kan mereka bisa pake Pos express yang rada cepetan dikit gitu hehehe.  Tapi yah gitulah peraturannya, jadi para publisher yang harap harap cemas cek Adsensenya belum juga tiba ya harap bersabar saja.  Toh nanti Insya Allah akan datang juga.

CONTOH :  Seperti inilah Cek Google Adsense yang akan saya terima. Namun kalawpun akhirnya datang tuh sang cek sudah tidak berlaku lagi karena uangnya sudah dicairkan lewat Western Union Quick Cash di Kantor Pos Besar I Pontianak. 
Foto atau gambar dari Internet

Saya pun tidak kehabisan akal.   Pengalaman dari pemain Adsense dari Kalimantan Barat yang sangat kondang karena sudah sering cash out dan menerima cek cek dari Google Adsense yakni mas Eddy Setiawan (silahkan mampir ke Blognya ya-red) itu menggunakan CEK Adsense dan mencairkannya lewat sejumlah bank bank di Pontianak.  Mas Eddy Setiawan sampei hunting mencari bank bank yang cocok dan ada kerja sama dengan Western Union.  Selengkapnya bisa dibaca blognya Mas Eddy Setiawan yang memaparkan pengalaman pribadinya dalam mencairkan Cek Pertamanya dari Google Adsense.

Nah pengalaman sebelumnya yang menerima "Surat Cinta" nya saja sudah memakan waktu 37 (Tiga Puluh Tujuh) hari yang menurut hemat saya kelewat lama (mungkin juga sifat saya yang kadang tidak sabaran kalaw urusan berbau duit hehehehe), maka begitu saya cek di akun Google Adsense saya sudah keluar Nomor Kiriman Uang nya atau dalam istilah Googlenya Money Control Number nya , maka saya langsung telp Kantor Pos Besar Kelas I Pontianak yang terletak di jalan Sutan Syahrir Pontianak.  Saya telp apakah bisa mencairkan CEK yang belum datang ceknya namun hanya memakai Nomor Kiriman Uangnya saja?

"Oh bisa pak. Silahkan bawa nomor kiriman uangnya, dan bawa foto kopi KTP atau identitas lainnya yang berlaku satu lembar dan bisa dicairkan di sini di Wester Union " jawab petugas informasi Western Union Kantor Pos Besar Kelas I Pontianak yang berhasil saya hubungi via Telepon.

Dijelaskan juga bahwa pencairan bisa dilakukan hari itu juga. Wah saya langsung ngacir ke Kantor Pos tersebut dan memprint out Earning Statement yang berisi nomor kiriman uangh (Money Control Number) dan juga foto kopi KTP saya.  Alhamdulillah akhirnya setelah dikurskan jumlah yang tertera di Earning Statement Google Adsense saya sebesar $ xx4 USD  (saya kosongkan angka di depannya biar pada penasaran hehehe) bisa dirupiahkan dengan gegap gempita. Halah
CAIR :  Uang dari Google Adsense cair lewat Western Union Quick Cash.
Foto Kekes
Nah pertanyaan saya bulan ini juga saya buat KUIS BERHADIAH BULANAN, bisa rekan rekan blogger ikutin untuk mendapatkan buku "Pemuda Membangun Bangsa Dari Desa".   Ada sebanyak 1 (satu) buah Buku tersebut untuk 1 (satu) orang Pemenang.  Caranya?  Mudah saja. Tidak perlu membuat artikel, tulisan atau postingan di blog.  Cukup menebak kira kira berapa jumlah uang yang saya genggam dalam gambar gambar di atas.  Tidak perlu tepat, asal mendekati saja sudah saya anggap benar.

"Pemuda Membangun Bangsa Dari Desa"
Karangan Goris Mustaqim dan kawan Kawan
Jika terdapat lebih dari satu jawaban yang masuk yang ternyata tebakannya banyak yang mendekati maka akan dicari yang lebih mendekati atau kedekatan tebakkannya amat tinggi.  Nah lumayan kan mudahnya. Tidak perlu buat postingan, tulisan, atau artikel.  Cukup menebak saja berapa rupiah uang yang saya genggam dalam gambar di atas.    

Sekali lagi Tidak perlu tepat, asal mendekati saja sudah saya anggap benar. Jika terdapat lebih dari satu jawaban yang masuk yang ternyata tebakannya banyak yang mendekati maka akan dicari yang lebih mendekati atau kedekatan tebakkannya amat tinggi.   Kirimkan melalui email dan kirimkan kepada saya dengan alamat asep@pontianakpost.com  dengan subyek email : Tebak Angka

Kiriman diterima paling lambat tanggal 31 Agustus 2012 jam 00.00 WIB. Nah waktunya cukup lama jadi santai saja ya. Nah selamat menebak. Semoga beruntung.  Bagi yang sudah memenangkan Kuis Berhadiah Bulan Juli 2012 lalu tidak diperkenankan ikut lagi. Kasian donk sama yang belum dapat. Pengumuman pemenang tanggal 1 September 2012 akan diberitahukan secara langsung melalui email para peserta dan juga diposting dalam blog ini juga.   Beri kesempatan mereka otree.  Good luck ya (Asep Haryono)

Dari Helm Hanoman Sampei Trendi Nan Canggih
Catatan Asep Haryono

SEORANG kenalan saya di Pontianak terperanjat kaget ketika tahu bahwa sudah mulai diberlakukannya pemakaian helm standar. Terbayang dalam benaknya betapa merepotkan memakai helm besar, dan betapa ia harus merogoh koceknya dalam dalam untuk mengganti helm lamanya dengan helm standar yang baru.

Kewajiban untuk menggunakan helm standar tidak secara jelas disebutkan dalam UU Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (UULLAJ).  Dalam tulisan ini saya menghindari pembahasan dari aspek hukum karena keterbatasan saya untuk itu. Saya hanya mencoba mengkaji fenomena Helm Standar di kalangan masyarakat kita dari sudut pandang persepsi sosial. Pertanyaan yang ingin saya cari jawabannya adalah " Sudah siapkah masyarakat Kalimantan Barat mematuhi (helm standar) itu?

Definisi Helm Standar

Helm yang sekarang umum digunakan oleh pemakai kendaraan roda dua di Kalimantan Barat dikenal dengan sebutan "Helm Ciduk" atau Helm Proyek. Sebutan bagi helm yang hanya menutup sebagian dari batok kepala manusia. Mereka berasumsi helm proyek ini praktis , mudah dipakai, ringan, dan terjangkau harganya.

Namun jangan senang dulu dulu, Banyak sudah catatan kepolisian yang berisi daftar pengendara kendaraan roda dua yang meninggal karena bentuan keras di kepala karena mengalami kecelakaan di jalan raya. Begitu banyak catatan itu dan terlalu meyakinkan untuk dinafikan.

HELM HANOMAN : Ini pernah saya pakai di era taun 2005 lalu. Kini saya pakei helm yang trendi dan yang sudah pasti yang sudah standar SNI donk yeee.  Foto Dokumen Asep Haryono


Seperti apakah batasan Helm Standar itu masih perlu mendapat perhatian kita bersama.Penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor itu mengacu kepada keputusan menteri Perhubungan Nomor KM 72 tahun 1993 tertanggal 9 September 1993. Dalam salah satu butir keputusan tersebut dalam Bab II pasal 4 disebutkan kalau helm yang dimaksud adalah helm standar yang ada ventilasinya pada bagian telinga sehingga pengemudi dapat mendengar suara. Selain itu harus ada tali sekaligus pengaman pada bagian dahi si pengemudi.

HELM KERUPUK :  Inilah jenis helm yang sangat tidak dianjurkan untuk dipakai berkendaraan. Pakailah helm standar yang baik yang sudah standar SNI.   Gambar dari Sinar Abadi
Kelak kriteria tentang standarisasi helm itu juga perlu diperjelas. Sebab, helm yang beredar sekarang ini semuanya tidak standar. Jika demikian halnya, masyarakat akhirnya jadi bingung, karena helm yang benar-benar standar itu h arganya sangat mahal.

Persepsi Negatif

Masyarakat Kalimantan Barat cenderung merasa tidak nyaman dengan ketentuan pemakaian helm standar itu. Mengapa demikian?. Orang yang mengalami perubahan selalu merasa tidak nyaman, karena harus meninggalkan kebiasaan lama. Untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan baru diperlukan upaya-upaya baru yang belum tentu berlangsung dengan lancar.


MOTOR DAN HELM : Inilah Honda Supra Fit KB 3815 HY Keluaran taun 2004.  Lihat helm yang saya pakai selama ini masih tetap setia menemani.  Foto Asep Haryono

Seringkali ketidaktaatan warga masyarakat terhadap hukum justru karena adanya persepsi sosial yang negatif terhadap hukum. Lahirnya persepsi negatif ini, karena dalam kehidupan sehari-hari mereka menyaksikan, hukum diterapkan secara diskriminatif.  "Ah saya kan mau kondangan sudah pake Konde, jadi nda bisa donk pake Helm gimana sih pak?"  komentar ketus warga terhadap anjuran helm standar ini.   Untuk hal hal kasual seperti ini memang harus disikapi secara bijak.  Bagaimana solusinya? 

Masalahnya, peristiwa-peristiwa sosial semacam ini tak mudah disembunyikan, dan sesuai dengan the law of rumour. Yang namanya bumbu desas-desus pasti jauh lebih hebat daripada intinya. Tanpa bermaksud menyalahkan atau menyudutkan suatu pihak, kadang kadang juga peraturan yang dibuat penyelenggara sukar diterima logika misalnya saja peraturan menyalakan lampu kendaraan di siang hari. Nah di siang hari sudah terang benderang sama sinar matahari (asal tidak mendung aja loh), nah buat apa lagi harus menyalakan lampu?. Ini pertanyaan yang banyak diajukan orang.

Dalam masyarakat kita yang relatif masih berada pada tahap agraris, sekalipun mulai dikembangkan ke arah masyarakat industri, nilai-nilai tradisional masih bercokol kuat. Masyarakat semacam ini masih membutuhkan panutan, yaitu life model atau role model yang bisa ditiru tingkah lakunya.  Mungkin dengan menyalakan lampu di siang hari bisa terpantau dari kaca spion pengendara di depannya. Kan bisa keliatan kalaw ada kendaraan dibelakang anda.  Ini kah logikanya?   Apakah kawan kawan blogger ada pendapat lain?

Kesimpulan
Bahwa masyarakat kita sesungguhnya secara sadar ingin patuh terhadap hukum. Tetapi, masyarakat menjadi jengkel karena kondisi yang sedang mereka alami. Karena banyaknya kebutuhan yang harus mereka tanggung sehingga membeli helm itu tidak menjadi prioritas utama.. Kalau memang harga sebuah helm menjadi hal yang memberatkan masyarakat tetapi mengapa mereka mampu membeli kendaraan roda dua itu?.

Satu lagi asumsi ini bisa kita patahkan. Saya menghimbau kepada masyarakat untuk segera memakai helm yang utuh meski dari segi kualitas barangkali sama saja dengan helm yang hanya menutup separuh kepala. Sebab helm yang menutup semua bagian kepala tentunya tak gampang lepas dan kalau jatuh lebih banyak bagian kepala yang terlindungi.

Data dari Polda Kalbar menyebutkan bahwa jumlah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Barat dari Juni 2011 sampei Juni 2012 berjumlah 861 (Delapan Ratus Enam Puluh Satu) orang yang "gugur" di jalan. Janganlah anda menambah angka angka ini.  "Sebagian besar korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tersebut adalah pengendara sepeda motor" kata Kepala Bidang Ymas Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar seperti dikutip oleh situs Info Pontianak
HELM KEREN : Banyak helm canggih, keren, dan trendy yang dijual bebas di pasaran. Selain penting buat keselamatan, helm helm seperti ini diyakini akan menambah gagah sang pengendara.  Keren penampilan. Its cool.  Awas diambil maling yang juga doyan sama helm model gini.  Gambar dari Internet

Ada banyak Helm standar dengan model, bentuk dan harga yang dijual bebas di pasaran. Belilah HELM yang baik dan sudah standar Indonesia atau istilah kerennya sudah ada SNI nya.  Nah dengan banyaknya pilihan helm helm tersebut semoga akan menambah semangat dan keceriaan masyarakat untuk selalu sadar helm kemana saja bepergiaan dengan menggunakan sepeda motor. 

Banyak sekali manfaat Helm untuk kita semua misalnya untuk melindungi mata dari debu dengan kaca helmnya, Mengurangi dampak fatal di kepala karena benturan kecelakaan, Melindungi Kepala dari Basar Air Hujan, Melindungi Kepala dan rambut dari Sinar Matahari yang menyengat dan masih banyal lagi manfaat Helm.

Harga sebuah Helm yang standar mungkin menjadi salah satu persoalan. Tetapi hal itu tentunya tak sebanding dengan harga jiwa dan keselamatan yang kita miliki. Kecelakaan itu dapat terjadi sewaktu-waktu dan datangnya tanpa pernah memberitahu sehingga alangkah baiknya jika masyarakat juga melindungi diri terhadap kemungkinan datangnya kecelakaan yang menimpa suatu ketika. Satu hal terakhir manfaat helm adalah untuk menghindari diri dari tilang Pak Pulisi hihihihihii.  Nah nah ayo Mari kita mulai memakai Helm Standar. (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia