Help us to keep our home

Dear blog. Tadi pagi sekitar jam 08.30 WIB saya mengunjungi Rasau dalam rangka mengantar sang istri ke lokasi tugas di SMA Negeri 1 Kubu. Setelah sekian lama libur Puasa dan Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah, maka pada tanggal 12 September ini seluruh guru guru yang ditugaskan di SMA Negeri 1 Kubu Raya sudah harus siap ke "medan tempur" mengajar seperti biasanya. Dan dalam 1 (satu) minggu sebanyak kira kira 2 (dua) kali saya bolak balik dari Pontianak ke Rasau mengantar istri ke lokasi tugas.

Karena letaknya di Kubu, maka harus diantar hingga ke steher Rasau dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kubu dengan connecting dengan kapal yang lain misalnya kapal Budi, Kapel Paket serta kapal kapal lainnya yang mengarah ke Kubu. Tidak terasa kini sudah sekitar 3 (tiga) tahun saya antar istri bolak balik ke Rasau sampai saya hapal luar kepala rute rute ke Rasau termasuk melewati Pabrik Nanas itu. Namun bukan itu yang menjadi tema tulisan saya hari ini. Tema hari ini sederhana saja yakni "Pegadaian Memang Membantu" yang dikemas secara sederhana.

Praktis dan Cepat
Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul dan berisi "Ke Pegadaian Mengapa Tidak" disebutkan bahwa Pegadaian memang sanagt membantu masyarakat yang memerlukan dana segara dalam waktu cepat , singkat, mudah tanpa ada syarat harus membuka rekening dan dapat diandalkan. Pegadaiam memang merupakan solusi dalam memberikan akses dana segar dan cepat kepada masyarakat yang ingin mendapatkan dana atau uang segar. Nah Pegadaian merupakan salah satu solusi yang jitu buat masyarakat memperoleh dana segar (uang tunai-red) tanpa harus memiliki akun atau rekening, dan tanpa harus melalui tahapan wawancara segala macem. Cukup anda datang ke kantor Pegadaian terdekat, bawa barang anda yang dititipkan, isi formulir, dan mudah sekali uangnya bisa anda bawa pulang menit itu juga. Ini juga yang saya lakukan pada hari ini.

Betapa minggu minggu ini terasa amat berat, beban pengeluaran di sana sini setelah lepas Idul Fitri, index keuangan keluarga kami menjadi tidak terkontrol dan ini sedang dalam pengkajian lebih lanjut bersama sama nanti mengapa bisa menjadi "maines" (baca: minus) khusus untuk bulan ini. Nah saat itu uang dikantong sudah sangat menipis termasuk untuk membayar tiket kapal istri ke Rasau dan juga membeli pulsa "ala kadar" nya (pulsa 10 ribu-red) yang penting minimal bisa balas SMS ke teman teman istri gitu deh.

Kan sekarang sudah banyak tersedia gratisan yang diperoleh dari TELKOMSEL yang memang kadang semprul itu. Semprul? Ya karena sering terjadi gangguan jaringan koneksi, dan SMS juga sering pending tidak sampai sampai, dan kalawpun sampai terlambat. Nah dengan cukup mengirim beberapa SMS saja sudah mendapat bonus 100 SMS kan lumayan. Nah dengan bonus 100 SMS aja sudah payah menghabiskannya, apalagi AXIS yang menawarkan bonus sampai 10.000 SMS. Aje gile. Sampai keriting tuh jempol kirim SMS an sampai sepuluh ribu hehehe. Kalaw sampai ada orang Indonesia dalam 1 hari bisa menghabiskan bonus 10.000 SMS gratis bisa masuk MURI atau bahkan rekord dunia Guiness Book of world Record.

Nah kembali kepada sub thema kita "Praktis dan Cepat" memang sudah saya rasakan hari ini. Sepulang mengantar istri dari steher Rasau, saya sudah diwanti wanti sama istri untuk "menyekolahkan" sebuah cincin ke Pegadaian Sungai Raya yang konon juga memiliki tawaran dan penaksiran cukup tinggi disamping harga emas juga kabarnya sedang hot hotnya. Akhirnya dengan restu dan izin istri, akhirnya cincin kesayangannya itu "dititipkan" di kantor Pegadaian biar "pinter" hehehe. Akhirnya dengan menyerahkan sebuah KTP sebagai verifikasi oleh pihak Pegadaian, dan setelah penaksiran yang cermat cincin itu akhirnya bisa diuangkan untuk berbagai keperluan nasabah. Ya nasabah. Setiap orang yang mempercayakan barang berharganya di Pegadaian sudah disebut dengan Nasabah. Jadi jika ada nasabah yang bisa mencairkan uangnya di Pegadaian dengan menyertakan barang berharganya, dan tanpa harus membuka rekening, ya itulah disebut juga dengan Nasabah Pegadaian.

Bagian Penutup
Sebagai penutup dari tulisan pendek ini, saya menghimbau masyarakat yang perlu dana segar dan cepat tanpa harus membuka rekening ya datanglah dengan manis dan penuh percaya diri di kantor kantor Pegadaian setempat. Hanya dengan cara inilah masyarakat bisa mendapatkan akses keuangan dengan cepat dan tanpa waktu yang lama dan juga tanpa harus membuka rekening yang amat merepotkan itu. Seperti yang sudah saya singgung dibagian atas tulisan ini bahwa Pegadaian selalu siap dana berapa pun yang masyarakat butuhkan. Apakah mereka yang datang ke Pegadaian adalah mereka yang kesulitan atau mengalami krisis keuangan? Jangan salah, bahkan orang kaya pun dan nasabah berdasipun juga antre di kantor Pegadaian. Nah Pegadaian adalah untuk siapa saja, dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Dengan menyertakan barang berharga kita sebagai jaminan untuk pencairan uang dari Kantor Pegadaian, kita banyak mendapatkan manfaat sekaligus. Pertama, sudah pasti kita mendapatkan dana segar (fresh money-red) sesuai dengan taksiran dan sesuai dengan besarnya dana yang anda butuhkan. Karena bisa saja barang berharga anda dinilai 100 juta dan hanya perlu dana segar 20 juta saja, jadi tidak harus diambil maksimal. Ingatlah besarnya pinjaman anda dari Pegadaian, berarti besar juga dana yang harus anda kembalikan untuk menebus kembali barang berharga yang anda percayakan kepada Pegadaian.

Kedua, sudah pasti barang kita aman karena dilindungi oleh undang undang. dan tidak akan hilang (kecuali ada oknum yang korup dan tindakan kejahatan -red). Dan terakhir, Ketiga, adalah keuntungan mengetahui batas atau jatuh tempo. Ingatlah jika anda terlambat mengembalikan dana Pegadaian yang anda pinjam maka anda akan dikenakan denda, dan jika tidak sampai melunasi maka barang kesayangan anda akan disita oleh Pegadaian untuk dilelang kepada Masyarakat.

Ya resiko lah, semua juga ada resikonya. Jangan mau enaknya aja
heihiehiehiheiheiehiehiheiheiheiehiehiee
Hidup Pegadaian..

Dear blog. Tadi pagi sekitar jam 08.30 WIB saya mengunjungi Rasau dalam rangka


Bekerja dengan akses Internet yang baik merupakan salah satu faktor pendukung utama pekerjaan saya sehari hari di kantor. Hmm barangkali bisa online di era sekarang ini juga merupakan hal yang amat menyenangkan disamping kesenangan kesenangan lainnya yang bisa anda dapatkan. Nah barangkali diantara para pembaca setia blog saya ada yang sudah mengetahui apa yang saya kerjakan setiap hari di kantor, namun masih banyak juga yang bertanya tanya apa sih yang sebenarnya saya lakukan setiap hari itu. Jangankan anda yang notabenenya bukan orang sekantor, nah orang kantor saya sendiri juga banyak yang belum mengetahui, atau tau sedikit tentang aktifitas khusus di bagian atau departemen saya ini.

Apa yang Kerjakan
Pertama : Saya membuka server jaringan dalam PC saya, dan melihat apakah akses ke server berjalan baik dan connected. Maka saya langsung cek di server data mentah (raw materal -red). Saya langsung membuka halaman dari halaman 1 sampai dengan 32 sesuai dengan jumlah halaman versi cetaknya. Setelah semua berstatus Ok. Online. Maka langkah selanjutnya saya menjalankan Software Adobe Photoshop Versi 0.7, kadang juga Adobe Photoshop CS3 juga. Selanjutnya saya menjalankan NOTE PAD. Langkah selanjutnya saya menjalankan mesin online nya itu sendiri. Ya Website Administrator harus dijalankan untuk proses final updating website itu sendiri. Setelah semua "senjata" ini pada posisi armed maka bisa dimulai proses insersi data.

Kedua : Data mentah yang saya ambil dari halaman server 1 s/d 32, kemudian di keluarkan semua. Di jalankan. Lalu koran ASELI Pontianak Post versi cetak juga dibentangkan. Ha ini penting karena data mentah dari server harus sama persis dengan berita koran versi cetaknya. Karena pada prinsipnya versi Pontianak Post versi online hanya penunjang atau back up versi koran cetaknya. Adobe Photoshop 7 atau Adobe Photoshop CS3 siap dijalankan.

Ketiga : Setelah semua data di keluarkan, maka dilakukan validasi atau kecocokan antara data mentah dari server dengan berita yang sudah terbit dalam versi cetaknya. Jika dalam berita versi cetaknya judul berita foto tidak sama atau tidak ada dengan data mentah dari server, maka data yang kosong itu diketikan sesuai dengan berita foto di versi koran cetaknya.

Keempat : Setelah data teks sesuai dari data mentah dengan data koran versi cetaknya, maka sekarang dilakukan pengolahan foto. Setiap berita kadang disertai dengan foto. Walau tidak semua berita di versi cetak ada fotonya. Namun dalam web foto diusahakan ada. Karena berita akan semakin menarik jika sudah dilengkapi dengan gambar baik foto maupun ilustrasi. Foto pun dibuat dalam 20 KB maksimal. Hal ini penting karena jika foto terlalu berat akan menyebakan website terasa berat dibuka. Sebenarnya
proses input data online ke website ini memerlukan tenaga 2 (Dua) orang untuk lebih maksimal. Karena data online di website sebaiknya dilengkapi dengan foto foto agar lebih terasa greget, dan juga kelengkapan informasinya. Bukankan berita online dilengkapi dengan foto akan semakin menunjang jalan cerita beritanya bukan?

PENUTUP
Selain melakukan updating website, saya pun memiliki tugas tidak resmi yakni menarik foto dari AFP dan REUTERS juga dilakukan setiap hari, Namun karena sesuatu dan lain hal penarik foto ini saya hentikan. Penarikan foto dilakukan oleh redaktur.

Salah satu keunggulan dari departemen atau divisi online yang saya rasakan sekarang ini adalah akses informasi tanpa batas (bilang aja Internet gitu aja kok repot - ya Allah saya pinjam slogan Almarhum Gus Dur. Terimalah Almarhum Gus Dur dalam Syurga MU ya ALLAH. Amin). Dengan bekal inilah saya punya kesempatan luas mengakses informasi seluruh jagat raya ada dalam tut tus keyboard ku. Sangat senang menjadi orang yang punya akses informasi yang sedemikian cepat berubahnya dari detik ke detik setiap hari. Sungguh menyenangkan jika bisa mengikuti perkembangan informasi sekarang ini. Dan ini suatu berkah yang saya syukuri kepada ALLAH SWT.

nah gimana sudah tau kan kerjaan saya tiap hari?
Ya itu dia hiiihiiihihihihii

SMP Negeri 3 Pontianak. Foto Asep Haryono

Dear blog tersayang. Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki hari ke 7 (tujuh0 dibulan Syawal ini, dan tidak terasa Ramadhan 1432 Hijriah sudah lewat 7 hari juga kita lalui bersama sama. Banyak kenangan pahit dan juga kenangan manis yang kita rasakan selama menjalani Ramadhan 1432 Hijriah yang baru lalu.

Masih di bulan Syawal 1432 Hijriah ini saya sekeluarga sekali lagi mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah, minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin. Nah para pembaca setia blog saya dimana saja berada, tema tulisan kali ini sekitar JOEY saja. Nah pada bingung khan apa itu JOEY? Ya sudah nanti akan saya jelaskan pada bagian lain dari tulisan atau tepatnya laporan kegiatan ini hehehe.

Apa Itu JOEY
JOEY adalah nama anak Kangguru. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kangguru adalah hewan resmi negara Australia. Hayo siapa yang pernah berkunjung ke negeri Kangguru, Australia, angkat tangan?. Saya sendiri saja belum pernah ke Australia, dan ingin sekali berkunjung ke negara itu walaupun sebagai turis sekalipun. Syukur syukur datang ke sana sebagai mahasiswa yang memang sudah menjadi impian saja sejak lama hehhehe. Nah nama anak Kangguru itulah yang disebut dengan JOEY. Nah sampai di sini cukup jelas kan penjelasan sederhananya ya. Lalu selanjutnya apa donk?. Ok akan saya sampaikan dalam tulisan ini untuk keterangan lebih detilnya mengenai program JOEY dari KangGURU Indonesia ini.

Program JOEY adalah program yang dirancang oleh KangGURU Indonesia khusus untuk para siswa siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat seperti Mts dan lain sebagainya. Program JOEY ini disusun oleh tim penyusun materi SMP yang dipimpin oleh Ayu Kusumastuti (Baca profil Ayu di edisi yang akan datang, tetapi kalian juga bisa kenalan kok dengan Ayu dengan menggad facebooknya dengan memakai kata kunci "Ayu KangGURU"-red). Nah Ayu inilah "mother" JOEY alias komandan yang membidangi atau berurusan dengan program JOEY KangGuru Indonesia ini. Lantas kalau ada yang bertanya lagi lantas "KangGURU Indonesia" itu apa ya?

Secara singkat KangGURU Indonesia adalah salah satu program ataupun departemen di bawah koordinasi Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) yang mendapat sokongan atau pendanaan dari AusAID yang notabenenya adalah lembaga resmi pemerintah Australia untuk wilayah Asia dan juga kedutaan besar Australia di Jakarta. KangGURU Indonesia sendiri sudah berkiprah di Indonesia, melalui berbagai kegiatan tentunya, selama lebih dari 20 (dua puluh) tahun dimana selebrasi penyelenggaran 20 Tahun KangGURU Indonesia sudah dilaksanakan di Bali yang bisa dilihat foto fotonya di sini.

Nah untuk lebih jelasnya mengenal apa itu KangGURU Indonesia beserta staf dan juga program kerja dan program pogram lainnya bisa dilihat langsung di website resminya www.kangguru.org yang bisa dibuka dengan mudah. Nah saya sendiri membantu mempromosikan JOEY di sekolah SMP SMP yang ada di Pontianak karena "misi" dan "tugas" saya sebagai salah satu perwakilan KangGURU Indonesia untuk wilayah Kalimantan Barat. Posisi saya di KangGURU Indonesia memiliki sebutan sebagai "Champion" atau Contact Person gitu lah kira kira. Baru ada 7 (tujuh) orang perwakilan KanggURU Indonesia (KGI) yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka itu adalah :


  1. Syahrir Badulu (Makasar, Sulawesi Selatan)
  2. Suryadi (Madura)
  3. Keyko (Semarang, Jawa Tengah)
  4. Ririn Pudya (DKI Jakarta)
  5. Fadel (Lombok, Nusa Tenggara Barat)
  6. Saptari Wibowo (Medan, Sumatera Barat)
  7. Asep Haryono (Pontianak, Kalimantan Barat)
Champion adalah sebutan dari KangGURU Indonesia kepada warga Indonesia yang sudah menyumbangkan tenaga, pikiraan dan sumbangsihnya dalam memupuk hubungan persaudaraan yang erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam bentuk Kemitraan Indonesia-Australia (Indonesia Australia Partnership). Dalam menjalankan aktfitasnya di Indonesia para champion ini tidak mendapat bayaran sama sekali.

Para Champion adalah sukarelawan (Volunteer) yang "bekerja" sesuai arahan dan guideline dari KangGURU Indonesia yang berpusat di Denpasar Bali. Setiap bulan para perwakilan KangGURU Indonesia, Champion , ini memberikan laporan berkala kepada KangGURU Indonesia, dan hampir setiap tahun para perwakilan KangGURU Indonesia ini berkumpul di Bali. Tepatnya berkumpul di markas KangGURU Indonesia yang berpusat di Gedung Indonesia Australia Languagre Foundation (I/A//L/F) jalan Sesetan Denpasar Bali. Menurut jadual dari KangGURU Indonesia yang bermarkas di Bali, semua Champion KanggURU Indonesia berkumpul di Bali lagi pada bulan September 2011 ini.

Sodara sebangsa setanah air..
Jadi program JOEY adalah program khusus untuk pelajar SMP di Seluruh Indonesia dimana kurikulum Indonesia dipakai sebagai acuan, namun demikian program JOEY tidak dimaksudkan untuk menjadi wajib dipakai di sekolah SMP SMP di Indonesia. Program JOEY KangGURU Indonesia dimaksudkan untuk memperkaya para siswa dan juga guru dalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa Internasional yang hingga kini mulai semakin banyak peminatnya di Indonesia di samping bahasa Internasional lainnya.

JOEY memiliki website resmi yang beralamat di http://kangguru-joeys.org yang bisa diakses dimana saja. Nah di website JOEY inilah semua materi dan juga podcast yang sudah disiapkan bisa digunakan para siswa dan guru untuk memperkaya khasanah perbendaraan pelajaran Bahasa Inggris di sekolahnya masing masing misalnya saja Podcast, dan juga kompetisi berhadiah lainnya. Silahkan para siswa dan guru SMP berkreasi dan berimprovisasi memanfaatkan materi yang ada di situs JOEY di sekolah. Jika beruntung sekolah yang bersangkutan akan dikunjungi oleh KangGURU Indonesia secara langsung di Bali. Wah menarik sekali tuh

JOEY PROMO di SMP 3 Pontianak
Nah setelah rekan rekan semua sudah mengerti apa itu KangGURU Indonesia , dan juga program JOEY, nah pada bagian penutup tulisan atau tepatnya laporan kegiatan ini saya akan coba tuliskan secara singkat saja mengenai kegiatan promosi program JOEY di SMP Negeri 3 Pontianak. Pemilihan SMP Negeri 3 Pontianak didasarkan pada banyak pertimbangan, dan salah satu pertimbangan dipilihnya SMP Negeri 3 itu adalah sudah tersedianya jaringan atau akses Internet bagi para siswa siswinya di sekolah. Dan ini merupakan salah satu syarat utama karena program JOEY ini seratus persen menggunakan media website dimana website JOEY dipakai sebagai media sumber utamanya. Namun demikian kendala internet di sekolah masih bisa disiasati atau diberi jalan keluar lainnya jika tersedia.

Sekolah yang keren ini juga telah memiliki klub Bahasa Inggris dan juga sudah memiliki wesbite resmi sekolahnya yang beralamat di http://smpn3pontianak.com yang bisa diakses dengan mudah dan banyak informasi mengenai SMP Negeri 3 Pontianak di website itu yang bisa kita baca dan telusuri guna mendapatkan informasi sekolah yang lebih lengkap. Saat promosi JOEY di lakukan di sekolah tersebut , saya dibantu oleh dara cantik Dwi Sasta Kanaya atau lebih lengkapnya dan terkenalnya dengan sandi DwiRaEmon itu. Selidik punya selidik ternyata Dwi pernah mengajar di SMP Negeri 3 tersebut dan cukup mengenal sekolah tersebut berserta staf dan tenaga pengajarnya. Wah mantaf donk kalaw gitu ya.


KangGURU Indonesia Champion dengan Ibu Yohanis, SMP 3 Pontianak
Foto Dwi Sasta Kanaya/Pontianak


Sayang sekali saat kami melakukan promosi JOEY, suasana masih dalam bulan Ramadhan 1432 Hijriah tersebut, sedangkan menurut penutusan ibu Yohanis (Guru Bahasa Inggris, SMP 3 Pontianak-red) yang menerima kunjungan kami mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan 1432 Hijriah tidak ada program pengembangan. Jadi kami titipkan paket JOEY secara simbolis kepada SMP Negeri 3 Pontianak yang diwakili oleh Ibu Yohanis tersebut. Besar harapan kami adalah siswa dan siswi dan juga para guru berperan aktif dalam JOEY dan memaksimalkan fasilitas yang ada dalam website JOEY secara gratis untuk digunakan dalam memperkaya pelajaran bahasa Inggris di sekolahnya. Menurut jadual selanjutnya pasca Lebaran ini adalah melakukan promosi JOEY di SMP Islam Al Azhar dan juga SMP Kristen Imanuel yang terletak di Jalan Sutoyo Pontianak.

Apakah kalian punya SMP yang ingin dikunjungi oleh KangGURU Indonesia?
Just let me know please

Dear Blog tersayang. Hari ini adalah hari yang kurang beruntung bagi para fans dan pecinta Sepakbola di tanah air. Ya seperti yang sudah kita saksikan bersama sama di layar televisi semalam, betapa skuad Timnas Indonesia berhasil dibungkam 0-2 oleh Bahrain di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Hiruk pikuk dan gegap gempita para suporter dan fans di stadion GBK seakan membisu dan diam seribu bahasa, termangung seolah tidak berdaya timnas Indonesia dibantai habis oleh timnas Bahrain tanpa balas. Ya sudahlah.

Ini merupakan kekalahan kedua dari Timnas Indonesia dibawah komando Bambang Pamungkas setelah yang pertama dicukur telak 0-3 oleh timnas Iran. Timnas dari negara Ahmad Dhinejad itu berhasil membungkam Garuda langsung 0-3, dan walaupun saya sendiri sudah yakin dari awal akan sulit bagi timnas Indonesia untuk menang melawan timnas Iran yang memang sudah maestro di ajang Piala Dunia sejak tahun 70-an itu. Dari postur tubuhnya saja sudah kalah jauh dibanding dengan timnas Iran yang rata rata bertubuh jangkung itu. Berbagai komentar baik pro dan kontra bermunculan setelah kekalahan kedua timnas kita ini

Kalah Hal Biasa
Seperti kata pepatah usang yang sering kita dengar dalam dunia Olah Raga bahwa "Kalah atau Menang adalah hal biasa dalam pertandingan olah raga". Tetapi kalaw kita mau berkata jujur pada diri sendiri, tentu kita tidak mau Kalah tentunya bukan. Bahkan yang lebih ekstrim lagi dan sering kita dengar belakangan ini adalah "kita boleh kalah dari Negara lain, asal tidak dengan Malaysia". Walah apa lagi ini. Statemen kedua ini memang bagus dari ukuran tertentu namun tetap jelek dari ukuran lain. Olah raga tidak ada kaitannya dengan Konflik negara bahkan politik sekalipun. Walaupun pernah kita dengar kalwa timnas Indonesia berhasil menjadi "kendaraan" ataupun "alat" bagi parpol tertentu dalam menarik massa dalam rangka pilpres yang akan datang. Sudahlah jangan bahas itu lagi.

Kalah menang memang hal yang biasa dalam olah raga. Tapi kalaw mau jujur berkata pada diri sendiri, memang menyakitkan jika kalah. Apalagi sampai kalah di kandan sendiri. Mana jargon "jago kandang" yang sering dilontarkan pemain asing terhadap timnas kita. Nah jika mereka melontarkan kata "jago kandang" kepada timnas kita, nah buktikan itu. Buktikan kalaw kita memang benar benr "jago kandang" sehingga bisa membantai setiap tim lawan yang bertanding di GBK. Nah ini apa buktinya semalam kita kalah dari Bahrain 0-2, mana , mana "jago kandang" yang sering disebut itu? Maksimalkanlah julukan "jago kandang" di timnas kita, dan buktikan bahwa kita memang perkasa di kandang sendiri. Ini akan menjadi arena balas dendam kita di GBK jika kita kalah dalam laga di kandang lawan di luar negeri. Orang bilang "Jago Kandang" bagi timnas Indonesia, nah maksimalkan itu. Buat bangsa ini bangga

Apa Benar Timnas Itu Ada?
Ini pertanyaan yang agak spesifik kalw melihat kata "timnas" dalam pertanyaan sederhana di sub kedua tulisan saya ini. Yang saya maksudkan di sini adalah kepanjangan TIMNAs sebagai Tim Nasional dari semua cabang olah raga. Selama ini kalaw kita mendengar kata TIMNAs selalu berasosiasi dengan olah raga Sepakbola bukan?. Nah yang saya maksudkan di sini adalah TIMNAs dalam artian luas dari semua cabang olah raga. Bisa bulu tangkis, bisa juga cabang catur sekalipun. Timnas Bulu Tangkis, Timnas Catur, Timns Bola Voli, dan berbagai timnas di smua cabang olah raga. Nah kita samakan dahulu persepsinya. Nah pertanyaan di atas sangat sederhana, benarkan TIMNAs itu kita miliki?.

Coba saja kita liat di luar negeri. Pembinaan karir, pola latihan, manajemen dan juga kesejahteraan pemain di luar Negeri , terutama sepakbola, sangat menggiurkan. Bayangkan saja, saya ambil contoh pemain kelas dunia sekelas Lionel Messi (Mangap eh maaf kalaw salah tulis-red) yang dikontrak ratusan milyar itu. Memang agak naif jika membandinhkan timnas Indonesia dengan timnasnya Messi. Tetapi ini hanya contoh saja. Betapa olah raga seperti Sepakbola bisa menjadi karir cemerlang yang berpotensi mendatangkan pundi pundi uang ke saku pemainnya. Pemain menjadi sejahtera dari karirnya di sepakbola. Bahkan sponsor sponsor mereka pun seakan "berebut" untuk bisa "mejeng" di kaos para pemainnya. Seringkan kita lihat para pemain sepakbola di luar negeri, di T-shirtnya "terpajang" merek iklan dan sponsor terkenal. Bisakah itu terjadi di kaus Timnas Indonesia?.

Sponsor dalam hal ini perlu mendapat perhatian dari manajemen PSSI. Dari sponsor inilah diharapkan bantuan finansil ataupun dukungan keuangan bagi PSSI untuk bisa profesional sehingga pemain bisa sejahtera. Jika pemain sejahtera setidaknya akan mendongkrak motivasi dia untuk membela tanah airnya. Jangan remehkan duit bung. Dengan duit segalanya memang bisa dibeli, dan karena duitlah orang berlomba lomba mendapatkannya kalaw perlu dengan korupsi seperti yang terjadi ramai diberitakan belakangan ini. Hahahhaa. Nda lah. Saya tidak bermaksud begitu. Yang saya maksudkan di sini adalah kesejahteraan. Bisakah kesejahteraan pemain timnas Indonesia itu lebih makmur lagi? Tidak masalah memanjakan timnas Indonesia dengan catatan pretasinya mantap dan bahkan menaik. Bukan sebaliknya, baru dikucurkan BONUS saja sudah lupa sama prestasi.

Saya juga mengkritik para pemainTimnas yang kadang tidak konsen berlatih dan memusatkan perhatiannya pada Sepakbola menjelang laga bertanding dengan tim lawan. Bagaimana mungkin ditengah padatnya jadual latihan menjelang bertanding dengan tim dari negara lain, malah pemainnya sibuk membintangi iklan bahkan sampai jadi bintang film segala.

Berbagai merek makanan, minuman suplemen hingga kendaraan roda dua selalu memakai bintang bintang timnas Indonesia untuk memasarkan produknya. Uang. Ya alasan uang barangkali? Atau mabuk ketenaran?. Siapa sih yang tidak tertarik pada uang ya nda sih? Diva sekelas Krisdayanti saja mau membintang iklan produk sakit perut. Biasanya kan artis cantik memasarkan iklan produk kecantikan, kok diva yang dijuluki KD ini mau jadi iklan obat sakit perut? Tentu saja uang salah satu alasannya. Kalaw mau membayar mahal, tak peduli obat mencret sekalipun asal duitnya banyak hehehe. Maksud saya sih tetap lah konsentrasi latiha, dan tidak tergiur tawaran dari luar. Itulah inti yang ingin saya sampaikan di sini, bisakah olah raga itu menjadi salah satu pundi kesejahteraan para pemainnya?. Kalwa sudah makmur dan sejahtera, diharapkan pemain fokus pada latihan. Nah harapan saya para pemain timans Tetaplah fokus pada latihan.

Bagian Penutup
Kita memang harus sportif kalaw timnas Indonesia memang kalah kelas dengan timnas sekelas Republik Islam Iran, apalagi dengan timnas dunia sekelas Manchester United (MU) yang urung bertanding di Indonesia itu. Kalaw kita mau bangkit dan berusaha untuk maju dan terus berprestasi semua itu bukan tidak mungkin. Impian timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia tetap terbuka lebar, dan kesempatan akan selalu ada. Seperti kata pemeo "Kalah Menang adalah hal biasa dalam Olah Raga" tidak selalu kita pegang dalam artian mentah. Kalaw memang kita bisa menang, mengapa pula kita harus kalah?. Eforia kemenangan yang gegap gempita saat timnas Indonesia mengkandaskan tim lawan di stadion GBK lantas tidak dibarengi dengan kekewaan berlebihan saat timnas kebanggaannya kalah.

Tidak perlu main laser beam yang sering diperagakan oleh suporter timnas Malaysia yang mendukung timnas kesayangannya saat berlaga melawan Garuda. Mendukung boleh saja, dan itu bagus sebagai salah satu cara mewujudkan kecintaannya kepada timnas Indonesia dengan ramai ramai datang ke stadion GBK. Itu bagus sekali karena sepakbolalah kita semua bersatu padu tanpa memandang bulu. Namun lantas dukungan itu jangan sampai berubah menjadi kekecewaan saat timnas Garuda dikalahkan oleh tim lawan dikandang sendiri dengan aksi bakar petasan, mercon di lapangan. Ini kan ngaco jadinya. Kalaw timnas Indonesia menang, berjuta juta pujian datang, dan giliran timnas Indoneisa kalah caci maki, dan tindakan anarkisme muncul. Itu kan tidak sportif namanya. Kita harus terima kemenangan sebagaimana kita juga legowo dan ikhlas menerima kekalahan.

Masih ada beberapa laga lagi yang harus dimainkan oleh timnas Indonesia pimpinan Bambang Pamungkas dalam babak penyisihan zona asia Pra Piala Dunia ini. Kesempatan akan selalu ada, dan bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada dan belajar dari kesalahan dan kekeliruan yang pernah dibuat untuk selanjutnya tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Tetap semangat dan berjuang semaksimal mungkin mengharumkan bangsa Indonesia di dunia internasional. Jangan sampai pamor Indonesia hanya terkenal di dunia karena angka korupsi, nah banggakan bangsa ini dengan segudang prestasi. Saya sendiri kadang tersenyum membayangkan timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia nanti, betapa bangganya saya melihat timnas Indonesia berlaga di piala dunia bersanding dengan tim tim kelas dunia lainnya. Ah apakah angan dan mimpi saya itu akan menjadi kenyataan?

Tetap semangat timnas Indonesia
Maju terus Garuda Ku



Dari judul tulisan singkat saya pada hari ini memang sudah bisa ditebak temanya yakni tolong menolong. Nah barangkali para pembaca setia blog saya juga sudah mengetahui bahwa hidup kita di Masyarakat tidak terlepas dari budaya tolong menolong yang memang sudah menjadi budaya dasar orang Indonesia pada umumnya.

Sifat ramah tamah dan murah senyum bangsa Indonesia sudah terkenal ke seluruh dunia dan itu adalah salah satu keunggulan Indonesia yang mungkin tidak ada yang bisa menyamainya di negara manapun di belahan dunia ini. Terkesan sombong memang, tapi memang itulah kenyataannya. Rakyat Indonesia yang murah senyum (smile) dan ramah tamah (friendly) menjadi icon bangsa Indonesia yang sudah amat terkenal ini. Belum lagi dengan keanekaragaman budaya dan banyaknya agama yang dilindungi di Indonesia menjadikan bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang menjadi contoh bagi negara lain. Kita bangga semua itu. Tema tulisan ini adalah menolong itu menyenangkan. Benarkah?

Mengapa Perlu Saling Menolong
Sebelum saya memulia menulis tulisan singkat ini, ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca sekalian. Sudahkah kalian menonton film yang berjudul Pay It Forward yang terkenal itu?. Film ini bercerita tentang Trevor Mc Kinney yang ( kalau tidak salah ) diperankan dengan sangat baik oleh Cevin Spacey, seorang siswa SMP yang hidup dengan seorang ibu yang pemabuk ( diperankan dengan sangat hebat dan menggugah oleh Helen Hunt --- bermain juga dalam What Woman Want ) bernama Arlene yang bekerja di dua tempat sekaligus untuk menghidupi anaknya. Di waktu siang hari ia bekerja sebagai pelayan kafe sekaligus tempat bermain judi, dan malam hari bekerja sebagai pelayan bar dengan pakaian seronok.

Singkat cerita film ini ditutup dengan adegan Ashlee dan Simonet menonton tayangan rekaman Trevor di televisi, dan secara mengagetkan diluar sana ternyata telah banyak orang yang berkumpul di kediaman trevor sambil membawa lilin dan bunga sebagai tanda berduka. Semua hadir diselingi oleh air mata ( adegan sama ada di fim Little of Tears, namun ini lebih menyedihkan ) dari kejauhan terlihat antrian mobil yang panjang yang semuanya mengarah ke kediaman Trevor. Sungguh, sebuah tontonan yang sangat menggugah. Inti dari film itu bisa menjadi pelajaran baik bagi kita. Saat ada orang lain yang menolong Anda, jangan membalasnya langsung kepada orang tersebut melainkan tolonglah orang lain. Dengan demikian, kebaikan tidak akan berhenti pada dua orang saja, tetapi akan terus berlanjut dan menyebar ke lebih banyak orang.

Dalam pada itu dalam literatur juga disebutkan secara jelas mengenai perilaku seperti menolong ini, yang lebih dikembangkan lagi dengan sifat berbagi, dan bekerja sama yang jelas disebutkan oleh Batson (1998), Walster dan juga Piliavin (19'72) . Mereka mendefinisikan bahwa altruisme sebagai perilaku menolong yang sukarela, menuntut pengorbanan dari pelakunya, dan digerakkan oleh sesuatu di luar harapan untuk mendapatkan keuntungan material ataupun keuntungan secara sosial (misalnya dipandang baik oleh lingkungan). Selanjutnya disebutkan bahwa prilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Menolong Adalah Kewajiban
Mengapa saya katakan "kewajiban"? Apakah mereka yang tidak menolong sesamanya bisa dikatakan melakukan "pelanggaran" yang berkonsekuensi kepada hukuman? Oh tidak sama sekali. Anda mau menolong orang lain atau tidak adalah hak anda sendiri. Saya menyebut "kewajiban" karena lebih bersifat kepada budaya dan karakter diri yang pada dasarnya adalah memiliki sifat dasar saling tolong menolong kepada sesamanya. Sifat dasar manusia itulah yang melekat pada dirinya sejak dia dilahirkan. Coba bayangkan saja apakah anda bisa memakai baju sendiri jikala anda masih bayi? Tentu saja tidak. Orang tua andalah yang memakaikan baju kepada anda karena anda masih bayi. Ini contoh sederhananya. Budaya tolong menolong akan semakin berkembang takala seseorang sudah beranjak dewasa dan mulai bersentuhan dengan masyarakat lain.

Menolong tidak semua orang bisa melakukannya. Juga tidak semua orang mau menolong orang lain. Jadi kalaw dirangkai dalam satu kalimat menjadi lebik lengkap. "Tidak semua orang bisa, dan mau menolong orang lain". Mengapa demikian?. Ada orang yang diberikan rezeki oleh TUHAN YME dengan kekuatan hartanya yang melimpah. Dengan hartanya yang banyak itu apa pun bisa dia beli dengan kekuatan materi dan harta yang ada padanya. Tapi sifat menolong orang lain tidak dia miliki. Dia sebenarnya bisa menolong orang lain yang membutuhkan bantuannya, tapi dia tidak mau melakukannya. Mengapa demikian? Mungkin saja dia berpikir dengan membantu orang lain dengan harta yang dimilikinya akan menyebabkan hartanya akan berkurang. Ini adalah sifat yang tidak baik dan tidak boleh ditiru. Menolong orang lain yang memerlukan bantuan, dan kita mampu membantunya adalah perbuatan mulia, dan tidak akan membuat kita jatuh miskin.

Apakah anda mau menolong orang lain atau tidak itu adalah hak anda. Namun demikian sifat tidak mau menolong orang lain disebabkan oleh banyak faktor yang melatar belakanginya. Salah satu faktor yang mungkin menjadi penghambat orang menolong orang lain adalah "kecurigaan" jika menolong orang lain bisa membahayakan dirinya. Kok bisa? Ya bisa saja bukan. Faktor "kecurigaan" bahwa kalaw menolong orang lain akan merugikan dirinya. Jika kerugian tersebut nampak nyata, manusia akan cenderung untuk mengurungkan niatnya untuk menolong. Kebanyakan orang Indonesia tidak mau mengambil risiko mengalami kerepotan untuk menolong orang lain. Kebanyakan dari mereka tidak mau "kena getahnya". Nah masuk akal bukan?

Menolong Itu Melegakan Jiwa
Dalam sebuah tulisanya, seorang bloger yang bernama Khustiawanm enuliskan makna tolong menolong diblognya. Menurutnya tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.

Khustiawan dengan gamblang memaparkan bahwa dngan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita. Dia juga mengatkaan bahwa kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.

Menurut Khustiawan dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. "Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis. Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun. Mari kita tolong menolong" katanya menutup tulisan di blognya. Saya sangat setuju dengan pemikiran beliau, bahwa pada hakikatnya menolong orang lain adalah juga untuk menolong diri kita sendiri. Ada semacam kepuasan batin dan kepuasan jiwa yang amat melegakan jika kita berhasil menolong orang lain dari kesusahan yang menimpanya.

Penutup Tulisan
Jadi banyak sekali hal yang bisa kita tarik manfaatnya yang luar biasa betapa menolong orang lain itu amat menyenangkan khusunya bagi batin dan jiwa kita. Dahaga diri dan jiwa kita seakan segar seperti bunga yang disiram air dikala matahari kian terik menyengat dengan sinarnya yang panas itu. Bagaikan oase di padang pasir yang panas, dan sifat menolong yang ada pada diri kita seakan menjadi angin segar dan penyejuk batin kita semua. Menolong orang lain tidak harus dengan harta dan materi berbentuk uang. Tidak selalu harus seperti itu. Menolong orang lain dengan memberikannya fasilitas untuk bisa bangkit dari keterpurukannya sendiri adalah mulia. Jika kita tidak bisa memberikan orang lain Ikan, nah berikanlah dia kail yang bisa dia gunakan untuk mencari ikan sendiri.

Apa manfaat kita menolong orang lain? Seperti yang sudah saya singgung di paragraf terakhir tulisan pendek ini adalah jiwa dan batin yang terasa plong dan amat melegakan. Ada semacam perasaan membanggakan dan perasaan melegakan jika kita berhasil menolong orang lain dan bangkit dari keterpurukannya. Ini juga berarti kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai anggora masyarakat tertunaikan sudah, dan perasaan melegakan itu menghampiri diri kita setiap kali kita berhasil menolong orang lain. Ada semacam perasaan senang di jiwa dan perasaan yang lebih bahagia dalam diri kita jika kita berhasil menolong orang lain.

Menolong Itu Menyenangkan

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia