Help us to keep our home
Masih segar dalam ingatan kita semua sebuah paket bom berbentuk buku yang dialamatkan kepada komunitas Utan kayu yang bermarkas di radio KBRH 68 H Jakarta. Bom yang berbentuk buku yang berjudul "Mereka harus dibunuh" dikirim oleh seseorang kepada seseorang yang aktif di komunitas JIL kata koran.

Bom yang seharusnya ditujukan kepada yang bersangkutan ternyata meleset dari sasaran dan memakan korban beberapa petugas keamanan yang juga salah prosedur dalam memperlakukan paket mencurigakan. Walhasil bom tersebut tidak berhasil dijinakkan dan memakan korban.

Mengapa kita (sekali lagi) kecolongan seperti ini?. Kata siapa kita tidak kecolongan? Kita harus mampu intropeksi diri kalaw intelijen kita lemah, dan masyarakat perlu terus didorong untuk tetap waspada. Ini tugas kita semua

Tulisan saya kali ini memang agak usil hehehe. Menyoal teror Bom yang kembali marak di ibukota jakarta. Saya kira sekarang pola terorisme mulai menjalankan metode baru yang tepat sasaran namun menimbulkan sedikit korban. Mungkin para pelaku teror ini kasihan juga melihat warga yang tidak berdosa turut menjadi korban karena ulah mereka.

Mereka sebenarnya menargetkan seseorang, namun tidak urung setelah misi mereka berhasil namun mereka berhasil menjatuhkan korban tidak berdosa. Ini yang mereka tidak mau ambil resiko terlalu besar memakan korban sipil. Maksudnya baik dari satu sisi, namun tetap jahat di sisi yang lain. Saya aja tidak habis pikir kenapa harus dengan cara bom segala?

Selama ini pihak aparat keamanan selalu berhati hati jika ada paket paket atau benda benda misterius di Jakarta atau ditempat lain. Pihak Gegana pun selalu sigap mengamankan paket atau benda benda yang mencurigakan itu. Dari banyak laporan yang masuk, hampir semuanya dan mungkin semuanya benda benda mencurigakan itu ternyata bukan bom.

Juga ancaman ancaman gedung gedung tertentu dengan ancaman telepon misterius yang mengatakan akan ada bom, juga selalu palsu. Petugas dan aparat yang menyisir gedung gedung yang mendapat ancaman bom via telepon juga sigap dan tidak menemukan benda yang mencurigakan. Nah sekarang ternyata ancaman itu benar benar terjadi.

Low explosive memang yang meledak di KBRH 68 H, tapi saya kira itu cuma taktik pengalihan saja. Hahha sok tau gua ee. Ya hehehe, memang kecolongan kita. Ternyata kali ini paket yang mencurigakan itu benar benar bom sungguhan walaupun kecil daya ledaknya. Tapi besar kecilnya bom itu bukan merupakan pokok persoalan kita. Ada sesuatu rencana besar yang ada dibalik semua itu.

Namun apapun itu, marilah kita semu waspada, dan tidak meremehkan segala macam bentuk ancaman maupun teror seperti ini di Jakarta dan juga daerah daerah lainnya di seluruh Indonesia. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita bersama sama.
Dear Blog

Tulisan saya kali ini menyoal soal misteri rezeki. Wah kok pake sebutan misteri segala. Udah kaya judul sinetron atau tayangan tayangan "lucu" di beberapa media yang menghadirkan akfitit ghaib katanya sih. Saya cuma tersenyum saja bukan maksud untuk mentertawakan loh tapi kadang saya suka senyum sendiri betapa banyak upaya pembodohan yang dilakukan media TV dengan menampilkan drama palsu kehidupan yang serba idealis.

Lihat saja tayangan iklan yang luar bisa bombastinya menerjang kita dari layar TV itu, dan menyorot perhatian kita. Kita terpana melihat tayangan iklan yang luar biasa kreatifnya dalam membodohi masyarakat. Keluarga ideal dengan orang tua yang masih muda, dan anak yang manis dalam sebuah keluarga harmonis, ayah bekerja berdasi dengan kendaraan roda dua dan rumah yang bagus. Segitu idealiskah iklan kita?

Walah koh malah lari ke soal iklan sih?. Iya nih ceritanya malah lari ke Iklan. Kan tema hari ini soal rezeki ya. Hehehe iya ya. Bener bener. Ngomong ngomong soal rezeki ini Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz pernah menyebutkan bahwa Sesungguhnya Allah yang memberikan rezeki seluruh makhluk-Nya, baik yang kecil maupun yang besar termasuk manusia didalamnya. Tidak ada satu pun makhluk yang terlewat dari mendapatkan rezeki dari-Nya dan semua itu tidak akan pernah mengurangi kekayaan-Nya sedikit pun, sebagaimana firman-Nya :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ
رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ
فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6).

Nah ustad itu juga mengatakan bahwa setiap manusia tidak perlu merasa khawatir akan rezekinya karena itu semua sudah ditetapkan Allah swt ketika dirinya masih berupa janin didalam perut ibunya. Allah swt telah menentukan dan membatasi rezeki seseorang dan tidak akan pernah diambil oleh orang lain.

Seandainya setiap manusia menyadari akan hal ini tentulah hatinya akan merasa tenang terhadap rezekinya. Dengan demikian tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk mencarinya dengan cara-cara yang tidak dihalalkan, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”… Bertakwalah kepada Allah dan perindahlah didalam mencari (rezeki). Janganlah keterlambatan rezeki menjadikanmu mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah. Beliau juga menyebutkan bahwa Allah membentangkan rezeki seluruh makhluk-Nya dan menentukan kadar atau ukuran yang diterima masing-masing mereka, sebagaimana firman-Nya :

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاء وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ


Artinya : “Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar Ra’du : 26)

Marilah Kita Bersyukur
Dengan konsep pemikiran dari ustad di atas, mari kita coba samakan dahulu persepsi kita semua mengenai konsep dan batasan rezeki itu. Memang tidak etis rasanya kita membahas sesuatu yang menjadi hak prerogatifnya Allah SWT : Rezeki, Jodoh, dan Maut. Namun sesuai dengan konsep tulisan hari ini berbicara soal rezeki, kita samakan dahulu pengertian kita mengenai rezeki itu. Selama ini kita selalu beranggapan bahwa rezeki yang datang dari Allah SWT itu berbentuk materi atau uang bukan? Oh tidak selalu. Rezeki tidak (harus) berbentuk materi yang bisa dipegang, diraba, dirasakan secara fisik oleh tubuh manusia. Rezeki kesehatan adalah nikmat luar biasa juga yang harus kita syukuri.

Coba saja liat dan coba saja renungkan dalam dalam. Begitu banyak rezeki Allah SWT yang sering kita abaikan begitu saja, dan sering kita remehkan. Misalnya saja kedipan mata. Nah berapa juta kali kedipan mata yang kita lakukan setiap hari. Nah bagaimana kalaw kita tidak bisa berkedip kedip seperti ikan di air? Hah bahkan konon ikan saja bisa berkedip katanya sih. Hahahaha ini hanya contoh saja. Adalagi contoh yang lain yang tidak kalah hebohnya adalah kita bisa buang air besar (Be A Be-red). Nah bayangkan saja, ada orang harus operasi ratusan juta rupiah hanya untuk bisa buang air besar di rumah sakit. Nah dengan contoh sederhana ini kita seharusnya sadar bahwa nikmat nikmat remeh seperti ini sering kita abaikan.

Nah marilah dari sekarang kita mensyukuri atas semua rezeki Allah SWT. Mulailah banyak bersodakoh dan beramal kepada saudara saudara kita yang memerlukan. J angan takut menjadi miskin hanya karena anda banyak beramal. Beramal dan bersodakoh harus ikhlas, dan benar benar harus datang dari dalam hati yang paling dalam.








Dear All,

Pada hari ini tepatnya tanggal 15 Marer 2011 tentunya dan harinya adalah hari Selasa. Dan benar tidak terasa rasanya waktu begitu cepat berlalu. Baru saja seolah kemarin kita meniup terompet bersuka cita memasuki tahun 2011 yang diyakini akan membawa banyak perubahan dan juga harapan akan kebaikan dan kedamaian di muka bumi. Namun semua harapan dan keinginan kita di tahun 2011 ini memang masih merupakan misteri yang belum bisa diprediksi apa yang akan terjadi.

Kita tidak akan pernah tahu apakah tahun 2011 ini menjadi lompatan buat karir kita masing masing? Ataukah tahun 2011 ini sama saja buruknya dengan manajemen pengelolaan waktu kita di tahun 2010, tahun sebelumnya?. Bagaimana upaya kita untuk bisa mewujudkan harapan dan cita cita yang belum terlaksana untuk bisa diteruskan di tahun 2011 mendatang ini?. Pertanyaan pertanyaan itu selalu mengiang di telinga kita. Adakah jawaban memuskan dari pertanyaan pertanyaan seperti itu?

Kemandirian kita dalam melaksanakan niat yang sudah direncanakan pada tahun sebelumnya dan direncanakan untuk diwujudkan pada tahun ini sering menemui rintangan yang tidak ringan. Hambatan, dan cobaan yang datang seperti tidak ada habis habisnya mendera kehidupan kita semua. Berbagai cobaan dan rintangan itu bisa datang dari mana saja, bisa datang dari luar diri kita, maupun cobaan atau tantangan yang datang dari dalam diri kita sendiri. Seperti apakah cobaan dan tantangan yang kita hadapi yang berasal dari luar itu bagi kehidupan kita, dan seperti apakah hambatan dan tantangan yang datang dari dalam diri kita sendiri.

Waktu Tidak Akan Terulang
Kembali kepada tema tulisan saya pada hari ini yang erat kaitannya dengan sang waktu. Ya waktu. Bahkan dalam Kitab Suci Al Quran pun sudah ditulis dengan jelas bahwa manusia akan senantiasa berada dalam keadaan kerugian jika tidak bisa memanfaatkan waktu. Bahkan slogan dari barat yang amat terkenal pun sudah akrab terdengar di telinga kita. Time Is Money, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah "waktu adalah uang". Mengapa orang bule sana mengibaratkan waktu itu sama dengan uang. Membuang waktu sama saja dengan membuang Uang?. Apakah sama waktu dengan uang dan juga sebaliknya apakah uang dinilai sama dengan waktu, atau kebalikannya waktu bisa dinilai dengan uang?.

Contiooh yang amat sederhana aja saat kelangkaan bensin terjadi di Pontianak beberapa waktu hari yang lalu dan juga masih sebagian terjadi pada hari ini. Coba kita liat di beberapa SPBU antrian motor dan mobil yang mengular di mana mana mengantri sang bensin. Sekarang kita bandingkan dengan antrian yang kecil atau bahkan tidak ada di penjual bensin eceran. Kenapa orang lebih suka mengantri berjam jam lamanya hanya untuk mendapatkan bensin murni dan murah dengan harga standar di SPBU resmi?? Apakah mereka bener bener murni dan ikhlas mengantri bensin hanya untuk mendapatkan bensin murah itu? Tidakkah mereka mempunyai jadual yang harus di kejar saat itu? Ini tergantung. Setiap orang berbeda prinsip dan cara memandangnya. Kok bisa beda sih?

Ya tentu saja bisa beda persepsinya. Jika anda mempunyai waktu yang lama dan cukup, dan kebetulan anda ingin benar benar mendapatkan bensin yang murni dengan harga yang murah, ya tentu saja mengisi bahan bakar langsung di SPBU yang resmi. Mengantri pada saat sekarang ini memang menjadi sebuah resiko di saat krisis bahan bakar Bensin seperti sekarang ini. Bisa jadi anda juga ingin merasakan tantangan dan sensasi mengantir bensin yang hiruk pikuk dengan pengantri lainnya di SPBU, ya tentu silahkan silahkan saja. Sah sah saja. Namun jika ada waktu anda yang sempit dan terbatas untuk dikejar hari itu, atau tidak ada waktu yang sisa buat anda hari itu, dan anda tidak ingin terlambat ke tempat tugas misalnya, maka pilihan membeli bensin di eceran adalah solusinya.

Mungkin harga yang ditawarkan oleh pengecer bensin bisa jadi lebih mahal dari bensin yang dijual di SPBU Umum. Tapi ini juga relatif mengenai harga. Mengapa disebut alternatif, ya karena dalam waktu singkat Walikotamadya Pontianak, Bapak Sutarmidji sudah mengeluarkan edaran resmi bahwa harga ditingkat eceran di Kota Pontianak adalah sebesar Rp.6.500,- (Enam Ribu Lima Ratus Rupiah) per liter. Jika kedapatan harga bensin ditemui melebihi ketentuan itu makan akan diajukan kepada aparat untuk ditindak. Nah inilah yang saya maksud adalah perbedaan prinsip memandang suatu kasus yang berkaitan dengan harga. Ini adalah contoh saja yang mudah kita temui sekarang ini.

Waktu memang tidak bisa diulang lagi. Ini memang suatu takdir dari Allah SWT. Kita hidup di dunia ini memang satu kali periode. Bayangkan saja saat anda lahir di dunia, lalu kemudian dibesarkan oleh ayah bunda, lalu memasuki dunia sekolah Tk, SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekerja, Berbakti pada orang Tua, Kuliah , Menikah, punya anak, Naik Haji InsyA Allah dan meninggal dunia. Kita tidak akan kembali lagi ke masa kecil, dalam artian kita kembali balik menjadi kecil. Mungkin sudah menjadi suratan takdir kita akan kembali menjadi "kecil" dalam artian kebiasaan kita menjadi manja karena diri kita sudah tua saat itu. Bukan dalam artian kita menjadi kecil secara fisik. Nah setelah kita kembali menghadap yang Maha Kuasa, maka kita semua akan siap menghadapi pengadilan Yang Maha Kuasa.

Kesempatan Berbuat Baik
Nah untuk itulah karena kehidupan kita hanyalah satu periode saja, dan tidak ada istilah naek kelas seperti lazimnya kita bersekolah, maka setiap detik tarikan nafas adalah kesempatan bagi kita untuk menabung amal sebanyak mungkin. Setiap detik tarikan nafas kita adalah kesempatan untuk berbuat baik sebanyak mungkin untuk bisa mendapatkan nilai positif dan memberikan nilai tambah bagi kita untuk bisa lolos dalam pengadilan ALLAH SWT. Kita semua berharap kita semua masuk Surga Allah SWT dan jalan menuju Syurga penuh cobaan dan tantangan maha Berat, dan buka jalan yang mulus. Kesempatan untuk berbuat baik sebenarnya sudah bisa dimulai pada hari ini. Ya harus dimulai dari sekarang.

Penyesalan memang kadang terlambat. Dan memang selalu begitu. Penyesalan selalu datangya terakhir, dan jarang sekali penyesalan datangnya di awal. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah sesuatu yang terjadi di awal. Kita bukan Malaikat, Kita tidak punya kemampuan untuk meramal masa depan. Jika ada orang bisa meramal masa depan dan itu hanya kebetulan saja. Semua bisa terjadi jika ada izin dari ALLAH SWT. Jadi menurut saya tidak masuk akal seorang manusia bisa meramal masa depan. Karena yang tahu apa yang ada di depan dan dibelakang kita, sesuai dalam surah dalam kitab suci Al Quran, hanyalah Allah SWT. Allah SWT Maha Tahu, Maha Kuasa dan Maha Kaya.

Saya saja sekarang menyesal. Benar benar menyesal. Sebagai contoh adalah menabung. Anda saya sadar bahwa menabung adalah kebiasaan yang baik dan akan menjadi sangat menguntungkan di masa mendatang, mungkin hari ini saya sudah bisa membeli sesuatu yang menjadi harapan da keinginan saya sekarang. Andai saya sadar bahwa menabung walau cuma sedikit jika ditabung selama bertahun tahun akan menjadi banyak dan kita tidak akan pernah tau kalaw hasil tabungan kita nanti akan banyak manfaatknya.

Sekarang saya menyesal, saat roda kehidupan berjalan, dan apa apa menjadi mahal semuanya, saya baru merasakan bahwa aktifitas menabung sejak usia dini memang mutlak diperlukan. Saya akan menanamkan kebiasaan menabung ini pada anak anak saya kelak agar tidak mengulangi "dosa" saya di masa lalu. Ah banyak lagi yang harus saya tulis di sini berkaitan dengan memanfaatkan sang waktu, namun saya kuatir membuat anda bosan untuk membacanya. Sebagai penutup, saya menasehati diri saya sendiri, di usia saya yang sudah tidak muda ini, kesempatan untuk berbuat baik dan beribadah, serta beramal masih terbuka sangat lebar, dan saya tidak akan melewatkan kesempatan emas itu. Dan saya yakin anda pun tidak akan melewatkan kesempatan untuk berbuat baik tentunya.

Mari kita manfaatkan waktu sebaik mungkin
Setiap tarikan nafas kita adalah kesempatan untuk beramal dan bersodakoh serta mendekatkan diri kepada Allah SWT


Dear Blog

Waktu memang berjalan sangat cepat, dan tidak terasa kemarin Alhamdulillah anak saya yang pertama, Abbie Muhammad Furqan Haryono, berHari jadi yang ke 3 (tiga) tahun pada tanggal 12 Maret 2011 yang lalu. Hari Jadinya memang agak kelabu bukan karena perayaannya memang sederhana, namun ditanggal yang bersamaan terjadi musibah Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami di Sandai, Jepang yang sudah sama sama kita liat tayangan videonya yang mengejutkan itu.

Musibah gempa dan gelombang Tsunami yang melanda Sandai dan sekitarnya itu memang amat mengejutkan dunia, karena skalanya yang luar biasa mencapai 9 Skala Richter itu konon merupakan gempa terdahsyat abad ini. Diperkiraan ratusan korban tewas dalam musibah itu, dan diperkirakan jumlah korban masih banyak lagi karena banyak warga Jepang yang hilang dalam musibah itu. Namun marilah saya kembalikan topik tulisan kali ini mengenai romantika syukuran ulang tahun si ganteng (Julukan kami kepadanya-red) kemarin itu.

Saya masih ingat pada syukuran hari Jadi (Baca : Ultah) "si ganteng" yang ke 2 (dua) tahun pada tanggal 12 Maret 2010 lalu, si ganteng selalu merengek rengek "kue taun- kue taun" sebagai gambaran untuk mengganti istilah "Kue Ulang Tahun" gitu deh. Nah si ganteng ini tiba tiba saja teringat akan kue ulang tahun yang dia lihat pada sebuah majalah yang memang banyak terdapat gambar gambar kue ulang tahun. Dan akhirnya kalaw tidak salah, kami pun membelikannya kue ulang tahun yang sederhana dan murah meriah sekitar seharga Rp.30.000,- (tiga puluh ribu) rupiah di sebuah toko kue di bilangan Gajah Mada Pontianak (DoMe0-red).

Perayaan Sederhana
Siapa sih orang tua yang tidak ingin hari jadi anaknya dirayakan dengan meriah, misalnya dengan mengundang temen temen sebayanya, dan di sana banyak menghadirkan kue kue dan makanan yang tersaji di meja dengan diiringi oleh musik ulan taun , balon balon dan dihadiri oleh banyak tamu tamu undangan?.

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya menjadi pusat perhatian di tengah teman teman sebayanya di hari ulang taunnya itu? Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya mendapatkan hadiah istimewa di hari jadinya itu?. Saya rasa semua orang tua mau berkorban apa saja demi membahagiakan anaknya. Kami pun demikian. Kami selaku kedua orang tuanya juga menginginkan gambaran di atas benar benar terjadi di saat ulang taun anak kami yang ke 3 (tiga) itu kemarin.

Apalagi saat hari jadi ulang taun anak kami yang ke-3 itu juga dirayakan oleh tetangga pengasuh kami yang kebetulan anaknya berhari jadi hanya beda satu hari dari anak kami. Perasaan tidak menentu bercampur aduk mendengar nya, apa lagi setelah kami melihat dengan mata kepala kami sendiri kalaw tetangga itu juga membuatkan kue ulang tahun dengan lilin angka 3 (tiga) dan tertera nama anak kami "Abbie" di atas kue kecil tart berlapis coklat itu. Sungguh kami tidka mengharapkan itu semua, dan kami selaku orang tua juga tidak mengharapkan itu terhadi di luar batas kemampuan kami. Kami juga mengakui banyak kekurangan dan kebutuhan lain yang mendesak disamping keinginan kami untuk merayakan ultah anak kami yang ke 3 yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2010 kemarin itu.

Sebenarnya kami pun sudah merayakan kue ulang taun anak kami semalam sebelumnya. Walaupun kondisi keuangan yang pas pasan saat itu, saya bela belain untuk membeli kue ulang taun bermotif sederhana, bertatahkan kue coklat dengan angka 3 di lilinnya. Kue seharga sekitar Rp.30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) itu pun berhasil saya beli saat itu. Dan tidak lupa saya pun membawakan buah apel pemberian rekan kerja di kantor, dan 1 set pack minuman Suplemen sehat semacam Vitacharm. Hehehe, murah meriah memang, dan tidak ada balon dan kue kue lezat serta dihadiri oleh undangan undangan tamu seperti lazimnya orang yang berulang taun pada umumnya. Yang kami rayakan itu sangat sederhana saja.

Hanya doa dan ucapan dan kecupan kasih sayang dari ayah dan bunda saja yang dilayangkan ke pipi ranum Si ganteng di hari ultahnya. Dihari itu si ganteng dibebaskan untuk menikmati makanan kesukaannya "permen" yah tidak apa. Walaupun kami selaku orang tua sangat concern terhadap kesehatan dan kerapihan giginya yang masih belia itu agar bebas dan jauh dari bahaya kuman yang diakibatkan oleh lekatnya permen permen. Apalagi coklat. Makanan yang lezat itu memang dipercaya menarik perhatian siapa saja, jangankan anda, anak anak dan remaja di dunia pun amat menggemari coklat. Tapi yang kami concern di sini adalah coklat bisa merusakan gigi anak kami dan itu sudah menjadi tekad kami untuk "menjauh" kan si ganteng dari makanan coklat nan keren itu.

Tidak pula beberapa jepretan foto juga sudah kami lakukan terhadapnya. Dan yang unik adalah baju yang dikenakan "si ganteng" saat ultahnya yang ke 3 (tiga) tahun kemarin pada tanggal 12 Maret 2011 itu sama persis dnegan syukuran ultah ke 2 (dua) tahunnya yang dirayakan di rumah tetangga pada tanggal 12 Marer 2010 lalu. Kalaw melihat ini semua kami senyum senyum saja, dan ini semua kebetulan saja terjadi dan tidak ada maksud apa apa. Apakah kami akan "balas dendam" untuk perayaan hari jadi anak kami yang akan datang?

Tidak ada jawaban yang pasti karena di saat itupula syukuran aqiqahan dan hari jadi putri kecil kami juga tidak akan luput dari perhatian kami. Beginilah barangkali romantika kami yang atas izin Allah SWT telah memiliki 2 (dua) orang putra dan putri. Kian lengkap rasanya hidup ini, dan kami bersykur kepada Allah SWT atas karunia dan limpahan rezekiNYA kepada kami sekelurga.


Baru baru ini tersebar kabar kalaw mahalnya bensin di Kalimantan Barat mempunyai dimensi tindakan kriminal. Ya benar ada sebagian orang atau oknum tepatnya yang bermain main dengan penderitaan orang. Beberapa hari belakangan ini banyak pengendara yang mengeluhkan harga eceran bensin yang melambung amat tinggi berkisar antara 15 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah.

Selidik punya selidik ternyata itu adalah ulah sebagian orang atau oknum yang memanfaatkan moment langkanya bensin ini untuk mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya. Saya sangat terkejut mendengar isu ini dan semoga saja ini tidak benar walaupun saya sendiri mengalaminya. Saya pernah membeli eceran bensin per liternya sebesar yang diberitakan itu. Terlalu memang.

Ya memang keterlaluan sekali. Tau benar kalaw masyarakat Kalimantan Barat ini pada umumnya sedang berburu bensin. Bensin saat sekarang ini bak permata dan berlian yang sangat langka. Persis saat orang berburu Beras Miskin (Raskin) atau saat antusiasnya masyarakat Indonesia berburu tiket untuk bisa menonton Timnas Sepakbola yang sempat bikin gempar seluruh Indonesia itu. Namun yang ini beda. Orang berburu Bensin di mana mana untuk bisa beraktifitas. Namun langkanya bensin di Kalimantan Barat ini telah memicu terjadinya tindak kriminal penyalahgunaan antrian bensin yang seharusnya diperuntukkan buat mereka yang benar benar memerlukan bensin untuk dipakai, bukan untuk dijual kembali.

Tapi kenyataannya lain dari yang kita harapkan. Maunya sih tertib dalam antrian, ya benar memang tertib tidak berebut tapi dampaknya juga ada. Kemacetan di mana mana, macet dalam antrian bensin di SPBU sama macet kendaraan buat orang yang akan lalu lalang. DImensi ini menjadi kacau balau dan semakin tidak teratur dan cenderung sudah menyusahkan warga masyarakat pada umumnya. Mengapa bisa? Ya bisa. Salah satu akses masyarakat akan kendaraan umum berupa angkot atau oplet yang digunakan masyarakat untuk beraktifitas menjadi terhenti. Tidak ada oplet beroperasi ini sama saja membunuh roda perekonomian Kalimantan Barat. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut dengan tuntas

Saya jadi tidak mengerti kok masih ada orang yang memancing di air keruh? Kok masih ada orang yang tega menarik dan memanfaatkan keuntungan dari penderitaan orang lain? Apa yang harus kita lakukan terhadap oknum oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Memang untuk menertiban pedagang eceran yang "nakal" bisa saja dilakukan tapi sampai kapan dan seberapa efektifkah usaha penertiban yang dilakukan aparat tersebut. Mungkin salah , kalaw kita membiarkan praktek ilegal dan penjualan eceran dadakan yang melanggar ketentuan harga pasaran BEnsin dan menjual bensin seenak perutnya sendiri. Tugas kita untuk mencegah agar kejadian seperti ini, dan tindakan yang akan diambil harus bijaksana.

Mari kita berbenah sekali lagi

Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan postingan blog saya kemarin yang berisi dan berjudul "kemana Engkau (perginya) wahai Bensin" kali ini masih ada kaitannya dengan postingan saya kemarin. Apalagi kalaw temanya soal bensin.

Ya bensin. Cairan yang diisikan ke tanki motor atau mobil kita itu memang amat diperlukan untuk menggerakkan kendaraan kita. Dengan kata lain motor dan kendaraan roda dua atau roda tiga bahkan tanpa roda sekalipun yang memerlukan bensin, pastilah perlu bensin untuk digunakan atau menjalankan mesin itu.

Kalaw sudah bensin langka seperti sekarang ini apa apa jadi susah. Buat janji ketemu klien saya aja udah mikir kalaw jaraknya jauh dan sudah pasti akan memakan banyak bensin. Kalaw bensinnya ramai sih tidak apa, lah ini lagi masalah mau ngantri aja lama. Langkanya bensin ini ditengarai disebabkan banyak faktor yang serba kebetulan. Dalam tulisan saya kemarin menyampingkan kemungkinan adanya "sabotase" dari lawan politik di Kalbar ini, dan juga saya menyampingkan adanya unsur alam yang menjadi penyebab tidak lancarnya pasokan Bensin di pulau nan gemuk ini. Lalu yang jadi pertanyaan apa sebenarnya dengan Bensin di Kalbar ini, lalu bagaimana cara instan mengatasi kelangkaan bensin di Kalbar ini?

Nah kalaw sudah begini sekali lagi siapa yang harus disalahkan. Sekarang bukan saatnya kita menyalahkan pihak lain. Sudah saya bahas dalam postingan saya kemarin. Mari kita berbenah diri, dan dalam pada itu saya coba menawarkan beberapa strategi penyelesaian krisis bensin versi saya tentunya yang barangkali bisa menjadi bahan kajian kita bersama. Seperti apakah usulan penyelesaian krisis bensin di Kalimantan Barat versi saya itu. Let's find out at below:

  1. Impor Bensin Dari Malaysia
    Nah untuk usulan ini memang sudah pernah dibahas. Kita sudah tau kalaw listrik di Kalimantan Barat aja ada yang dipasok di negerinya Manohara itu. Nah kalaw cuma impor mengimpor saja saya rasa pemerintah Indonesia masih mampu melakukannya. Kan dari dulu kita jagoan impor imporan kaya gene. Nah boleh juga dicoba lagi mengimpor bensin dari negara tetangga kita itu. Mengenai harga bensin negeri Jiran itu saya kira tidak jauh beda dengan Pontianak. Selain itu letak geografis kita di Kalimantan Barat yang cukup dekat dengan Kuching Malaysia saya kira akan memudahkan jalur pasokan Bensin kedua negara.

    Soal kualitas saya rasa antar bensin Malaysia dengan bensin Kalbar tidak ada bedanya. Memang banyak sekali produk produk bahan bakar Malaysia yang membanjiri di daerah Kalimantan Barat mulai dari produk olie hingga kepada pembangunan stasiun pompa bensin yang menyebar ke seluruh Indonesia. Kalaw negeri Jiran saja sudah bisa memasarkan produknya di Indonesia, berarti kita juga bisa membuka investor Malaysia untul lebih banyak berinvestasi di Indonesia. Kalaw sudah gini kan kedua negara bisa saling membantu. Bukan gontok gontokan kaya krisis Ambalat dulu yang hampir saja menyulut alat perang kedua negara.
  2. Produksi Migas Lebih Banyak
    Nah sekali lagi untuk usulan kedua ini adalah berasal dari negeri kita sendiri Indonesia. Dimana kita harus lebih banyak lagi mencari terobosan baru dalam rangka meningkatkan cadangan Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) yang tersedia di seluruh Indonesia. Para ahli da dan para ahli perminyakan di Indonesia diminta lebih keras lagi dalam bekerja untuk mencari peluang baru dalam rangka menyediakan cadangan cadangan bensin yang ada di seluruh Indonesia.

    Para ahli perminyakan kita untuk terus bekerja keras mencari sumber cadangan gas dan minyak bumi di seluruh Indonesia. Kalaw perlu buka sayembara barang siapa yang bisa mencari sumber alam gas bumi yang baru akan dijadikan menteri gitu misalnya hehehe. Agak ekstrim memang tapi setidaknya ini ide kan?. Selain itu juga perlu dijaga kelestarian pasokan bensin kita di Indonesia, gerakan gerakan menghemat bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM) juga mesti terus digalakkan. Memang polanya persis sama dengan gerakan hemat listrik yang diprakarsai oleh PLN, tapi bisa juga dicoba diterapkan di bensin.
Namun demikian ada sedikit secercah harapan, tapi bukan berari memanfaatkan keadaan. Para pedagang eceran bensin di pinggir jalan yang selama ini dianggap sebagai penjual bensin campuran yang bisa merusak kendaraan itu kini seakan terangkat nasibnya dalam beberapa hari ini. Bayangkan saja jika ia mampu menjual harga eceran bensin premium seharga Rp.15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah) untuk satu liter , berapa keuntungannya jika dia mampu menjual bensin sbeanyak 10 liter sehari misalnya. Maka keuntungan yang didapatnya bisa mencapai sekitar 150 ribu rupiah. Suatu jumlah yang sangat besar untuk ukuran pedagang eceran dalam 1 hari tangkapan rezeki. Hitung kalaw dalam 1 bulan berapa keuntungannya? banyak sekali bukan..

Nah sekarang sudah saatnya kita bekerja sama bukan?. Dengan banyaknya persoalan di Kalimantan Barat ini sudah layak saatnya tidak diperparah lagi dengan langkanya bensin sehingga menyulitkan banyak orang. Hidup masyarakat kita pada umumnya sudah sangat sulit dan janganlah ditambah sengsara lagi dengan makin banyaknya persoalan hidup. Apa apa sudah mahal, dan banyak terjadi pengangguran yang semakin merajelela. Angka lulusan Sarjana baru yang belum siap pakai akan semakin menambah betapa carut marutnya perekonomian negeri Indonesia yang sangat gemar dengan masalah ini.

Hidup kita sudah semakin susah, so please deh jangan dibuat susah lagi
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia