Help us to keep our home

Hi all

Do you know a Diva Krisdayanti? Wow. Yes, I am sure of everyone knows her right?. Her smiling face always with her every time, and the song of "Menghitung Hari" is very phenomenal. Well yeah I met KD and took picture together with her. Just look at the above. Hehehe

Actually Krisdayanti and Rahul Lamos are together in the executive class in that GA 504 Denpasar-Jakarta. They both wearing black glasses but I was able to identify them. I asked permission to both of them to take photo together with me. My camera always "on" in my small back and I think this helps me greatly when I come across any wonderful or unpredictable moments like this.

I requested one of the stewardess to hold my small digital camera to take photo of three of us, me, KD and Rahul. Unfortunately before the shutter release pressed on, Mr Rahul get up from his seat and leaving both of us away. So you can only looking at me and KD only in the picture. To be honestly , I prefer KD to take photo together with me to Rahul hehehhehehhee.

Rahul's body is big. His body reminds me of Myke Tyson hahahahhahaa. I have enclosed herewith the picture. Enjoy





Mengikuti Perjalanan Kunjungan Ke SMP SMP AIBEP di Bali
Fasilitas Terbatas Namun Semangat Tetap Tinggi

Pertemuan konsultatif KangGURU Indonesia di Bali yang berlangsung dari tanggal 5 s/d 9 Oktober 2010 ini kemudian diisi dengan kegiatan kunjungan ke SMP SMP yang mendapatkan bantuan dari program AIBEP (Australia Indonesia Basic Education Program) yang pendanaannya didukung oleh kemitraan antara Pemerintah Australia yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia. (Indonesia Australia Partnership). Saya dan 6 (enam) orang perwakilan KangGURU Indonesia beserta staff dari KangGURU Indonesia lainnya mengunjungi beberapa SMP SMP yang mendapat kucuran bantuan dari program AIBEP. Salah satu sekolah yang saya kunjungi bersama tim dari KangGURU Indonesia adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri SMPN 4 Bebandem di wilayah KarangAsem. Berikut petikan salah satu laporannya.

Catatan Asep Haryono, Bali



Perjalanan saya dalam mendampingi tim kangGURU Indonesia dalam mengunjungi sekolah sekolah AIBEP dimulai pada tanggal 7 Oktober 2010 dengan menyambangi SMPN 4 Bebandem dan SMPN 5 Kubu di daerah Karangasem, kira kira 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Sedangkan di hari kedua kunjungan yakni tanggal 8 Oktober 2010 dilanjutkan dengan hanya mengunjungi satu sekolah saja yakni SMPN 7 Alasangker di daerah Buleleng, sekitar 3 jam perjalanan dari Denpasar. Tim Champions KangGURU Indonesia yang terdiri dari Syahrir (Makasar), Suryadi (Madura), Saptari Wibowo (Medan), Keyko (Semarang), Ririn Pudya (Jakarta) dan saya sendiri (Pontianak) terbagi dalam 4 (empat) mobil. Masing masing mobil terdiri dari 2 (dua) orang Champions didampingi oleh staf KangGURU Indonesia.

Pagi hari itu tepat pukul 07.00 Waktu Bali (Waktu di Bali lebih cepat 1 jam dari kota Pontianak) saya dan Pak Syahrir Badulu (Champion KGI dari Makasar) sudah turun dari Hotel Fave Aston yang terletak di jalan Teuku Umar. Dengan menumpang taxi Bluebird yang sudah dipesan sebelumnya oleh staf hotel, kami berdua pun segera meluncur ke gedung IALF yang terletak di jalan sesetan Denpasar. Perjalanan yang hanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 menit itu langsung disambut hangat oleh Project Coordinator KangGURU Indonesia, Mbok Ogi Yutarini. (Mbok adalah sebutan bahasa Bali yang artinya kakak perempuan yang belum menikah. Sedangkan abang laki laki di Bali disebut dengan Beli atau Bli)




”Beberapa orang dari Champions akan masuk ke mobil masing masing dengan didampingi oleh satu atau dua orang staff dari KangGURU Indonesia. Syahrir Badulu dan Asep akan bergabung dengan Mahendra dan seorang driver ke SMP 4 Bebandem dan ke SMPN 5 Kubu, keduanya di daerah KarangAsem kira kira 1 jam perjalanan dari Denpasar. Jadi kalian semua harus siap berangkat dari IALF jam 7 pagi agar tidak terlambat sampai ke tujuan dan tidak terlalu sore untuk kembali ke IALF” kata Ogi Yutarini, Project Coordinator KangGURU Indonesia. Saya dan Syahrir memang ditugaskan untuk mengunjungi SMPN 4 Bebandem dan SMPN 5 Kubu di daerah Karangasem hari itu

Presentasi Sambi, Bermain
Sekolah yang pertama kami capai dengan perjalanan turun naik gunung adalah SMPN 4 Bebandem yang terletak di Karangasem. Untuk mencapai sekolah ini memang tidak terlalu lama dibutuhkan banyak waktu untuk mencapainya. Namun kondisi geografisnya yang turun naik Gunung dan jalurnya yang berkelok kelok membuat perut saya terkocok habis dan rasanya ingin (maaf) mual mual. Walaupun sudah sarapan pagi di Hotel , namun tetap saja perut saya terasa diaduk aduk karena goncangan dalam kendaraan yang mengikuti jalan yang berkelok kelok dan turun naik gunung hampir membuat saya tidak tahan.

”Saya rasa memang sudah banyak kemajuan yang dicapai oleh kedua negara baik dari Inonesia maupun Australia sejak diluncurkannya program AIBEP ini, dan rencananya sih tidak kurang dari 2000 sekolah SMP yang akan dibangun di Indonesia selama tiga tahun mendatang” kata Driver kami yang sepertinya juga paham program KangGURU Indonesia. Sang Driver, sebut saja bernama Lusman itu, mengatakan bahwa proyek Program Pendidikan Dasar Indonesia Australia yang berdana 355 juta dolar akan membiayai pembangunan atau perluasan sekolah sekolah di 19 propinsi di Indonesia. Kagum saya dibuatnya. Seolah olah melupakan perasaan dalam perut saya yang sudah mulai bereaksi karena diaduk aduk oleh goncangan mobil yang melaju cukup kencang itu.
Tidak terasa 2 jam sudah perjalanan kendaraan, dan akhirnya mobil Avanza kami pun tiba di halaman SMPN 4 Bebandem. Saat kami turun dari kendaraan kami pun langsung disuguhi oleh penampilan fisik SMPNM 4 Bebandem yang sangat indah, cukup artistik penataan bangunannya, serta ditumbuhi oleh berbagai tanaman hias di sekeliling pagar sekolahnya. Elok nian SMP bantuan dari Australia ini pikir saya

Kami berempat (saya sendiri, Pak Syahrir Badulu (Champion Makasar), Mahendra (Cameraman) dan Ayu Kusumastuti (KangGURU) diterima oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Bebandem yakni I Ketut Latri, M.Pd. Selidik punya selidik ternyata sang kepala Sekolah ini pernah ikut dalam program BRIDGE yakni magang mengajar di SMP SMP di Australia beberapa waktu yang lalu.


”Sekolah kami memang baru berdiri sekitar taun 2006 yang lalu dan memang mendapatkan bantuan pembangunan fisik gedung dari AIBEP Australia. Kami menyelenggarakan berbagau program diantaanya memberikan pendidikan gratis bagi anak anak KarangAsem yang kuram mampu untuk bersekolah bisa bersekolah di sini, dan gratis” kata I Ketut Latri M.Pd menjelaskan kepada saya dan rombongan.
Kami pun mendapatkan penjelasan sekilas mengenai berdirinya SMPN 4 Bebandum yang mendapatkan bantuan dana dari program AIBEP beserta penjelasan lainnya yang saya pikir kurang begitu penting untuk ditulis di sini. Tidak sampai 20 menit lamanya kami bertatap muka dengan kepala Sekolah SMPN 4 Bebandem, maka kami pun segara in action yakni melakukan presentasi di hadapan siswa siswi SMPN 4 Bebandem yang dikumpulkan dalam sebuah ruangan yang cukup luas.

Presentasi dimulai dengan tampilnya Pak Syahrir Badulu, Champion KangGURU Indonesia yang berasal dari Makasar dan juga seorang Master Trainer ini. “Adek adek, sebelum bapak perkenalkan diri di hadapan kalian, mari kita mainkan permainan kotak ajaib ini. Nah inilah yang dimaksud dengan Magic Trick” kata Syahrir.

Tekni presentasi dengan game (permainan) ini memang sangat menarik dan sanggup membuat siswa dan siswi SMPN 4 Bebandem dalam ruangan menjadi riuh rendah oleh tepuk tangan yang membahana menyaksikan kepiawaiannya Pak Syahrir dalam bermain sulap itu. Kemudian saya pun tampil mempresentasikan website KanggURU Indonesia dan bagaimana para siswa siswi memanfaatkan website KangGURU Indonesia yang berlamat di www.kangguru.org itu bisa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk belajar bahasa Inggris .

“Nah jadi adek adek sekalian kalaw sudah di depan Internet jangan hanya facebook kan aja ya, nah belajar Bahasa Inggris juga bisa dari website KangGURU Indonesia seperti yang sudah dijelaskan tadi, dan juga adek adek semua harus aktif berlatih menggunakan Bahasa Inggris dan siap membentuk klub Bahasa Inggris di sekolah. Semua setuju khan?” Kata Ayu Kusumastuti, Media Coordinator KangGURU Indonesia sekaligus menutup presentasi kami yang hanya berlangsung lebih kurang 1 jam tersebut.





Tetap Semangat
Dalam pengamatan saya memang baik di SMPN 4 Bebandem, SMPN 6 Amlapura dan juga di SMPN 7 Alasangker di daerah Buleleng yang kesemua sekolah itu masih relatif baru dalam pembangunannya yakni sekitar tahun 2008 maupun maupun tahun 2010. Pendapat saya ini kemudian diaminkan oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Bebandem, I Ketut Latri M.Pd

”Sekolah kami memang baru memiliki 3 ruang kelas besar, satu laboratorium, satu perpustakaan, ruang guru dan kamar mandi. Sekolah pendidikan kami in memang dibangun untuk memberi kesempatan anak-anak KarangAsem dan daerah sekitarnya untuk bisa bersekolah di sini dengan tanpa biaya” kata I Ketut Latri. Dia juga menambahkan bahwa staf, siswa dan anggota masyarakat sudah bekerja keras selama berbulan-bulan membangun dan melengkapi sekolah untuk anak-anak mereka dan untuk generasi masa depan. Kebun sudah tumbuh dengan indah dan area sekolah sangat rapi dan semua sangat bangga dengan sekolah baru mereka.
Bahkan saat kami selesai seluruhnya merampungkan kunjungan ke SMP SMP AIBEP di Bali selama 2 (dua) hari berturut turut yakni pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2010 itu kesan mendalam sudah ada terpatri di hati kami semua termasuk didalamnya staff dan team pengajar dari KangGURU Indonesia. Anak anak SMP SMP AIBEP tetap mempunyai semangat belajar yang tinggi walaupun fasilitas sekolahnya sangat terbatas. Kami semua pun larut dalam diskusi yang digelar pada hari Sabtunya, tanggal 9 Oktober 2010 dengan tim dari Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) yakni Gayatri , Alana Tailby (Australia), Adi dan tentu saja Ayu Kusumastuti. Gelaran diskusi tahunan yang amat dikenal dengan sebutan pertemuan konsultasi (Consultative Group Meeting) itu mengevaluasi kinerja para Champions saat mendampingi tim KangGURU Indonesia di SMP SMP AIBEP selama 2 hari tersebut.

”Saya mengucapkan terima kasih atas kerja para Champion dalam mengunjungi SMP SMP AIBEP di Bali selama 2 hari ini dan saya yakin kalian semua menikmati perjalanan keliling Bali mengunjungi SMP SMP AIBEP tersebut. Dan saya menilai presentasi kalian sudah cukup baik namun harus lebih ditingkatkan lagi pada masa yang akan datang dan saya harap kalian semua belajar dari kekurangan satu sama lainnya” kata Kevin Dalton, Project Manager KangGURU Indonesia yang menutup diskusi tersebut.

ooooOOOoooo
Dear Blog,

Having finished my studies at university a few years ago, I confessed that I started not using English quite often. It's been a while after I was realizing that was true and often made me crazy thinking of it. I really did. It was very suddenly when I was thinking that this could not be true if I let things happen without thinking over and over again. I knew that English is not my primary language since I was a child. I was learning English only just a few years ; when I began my primary education at the year 10 to the year 12. As you might know that the year 12 was equal to Secondary School year or Senior High School level. I have been learning English since the year 9 t0 the year 12, and continued at English department at Tanjungpura University later on.

English is For Fun
I found many advantageous and benefits after I learned English for years. There were lots of opportunity now open wide when I was learning the language effectively just after I completed my studies at University. You could learn English with anything you wanted. You could use English for studying abroad or working in numerous companies in Indonesia. As you might know already, that sometimes many bos and leaders of the companies, CEO, and Director suggested their Employees to learn English first before applying for the job. You could not depend of many certificates or credentials you got for your application. You might need another foreign skill to enrich your performances in applying for the job.

Okay that was for work. How about learning English as second language learning or as foreign language studies?. Well that was true and correct true. Me, myself did the same things as you think of it too. There were lots of ways of improving your English these days. There was an Internet connections, Cable TV , Radios and Television around you. I would like to give you more samples for those facilities. Did you watch TV or foreign channels from abroad such as CNN, HBO, National Geographic and many others? Yeah., that was a good way of learning English free of charge too. Despite you enjoyed the programs you could have practiced your English directly from the telly. Some foreign radios also could be listened in Indonesia too such as BBC (British Broadcasting Corporation) and VoA (Voice of America).

You can request their broadcasting schedules or booklet for it. KangGURU Indonesia also provided a very good quality of radio program through KangGURU Indonesia on every RRI all across Indonesia. The purpose of the KangGURU Radios are for everyone starting from SMP until high education. When you log on internet, then you will absolutely find English as their languages. You see, there many many ways of improving your English with fun. You can enjoy English with the music you like the most. I myself love any Songs from old fashion albums and romantic memories ones such as "If you understand" from George Baker Selection, ABBA, Michael Jackson's album, and many others.

I enjoyed English from any songs I love to sing. Just like you and me. I love foreign musics and songs from different country of the world. I love ABBA with "fernando" , "chiquitita", and many songs from that group. I love some songs from Gerald Joling such as "Spanish heart" and "Everlasting Love". Beside I can enjoy the beautiful rhythm and songs , I follow passions of learning their English lyrics that I do not at all at the first time. I try to understand the lyrics by opening my English-English dictionaries. I was pleased to know that I could finally understand any single of the lyric by looking at the dictionary. Oh wonderful. Learning English for me is really fun indeed. I really love English very much.

I visited Bali nearly eight times because of English since 2003 up to now. I participated at KangGURU Website on the internet 20001 especially in the forum page on the website with English. The project manager of the KangGURU Indonesia offered me to join with KangGURU Indonesia as a team called "champion". You will find more information on what Champion is doing from here. I can visit Kuala Lumpur in Malaysia in 2009 because of English. I participated in a contest with a reward of about 2500 $ USD because of I won many selections from them and that was English is a media to answer the test. There were many benefits and opportunity of you can understand English written and spoken

Learn English Now
Learning English will be useful for your future. Trust me. Since although lost of people now confessed that they can learn English at school and get good mark, that is not indicating that you are understanding the language. You get grade "A" for English subject at school will not correlate with your actual ability to use English as foreign language. That is why you need IELTS (International English Language Testing System) or TOEFL (Test Of English As Foreign Language) to measure your ability to use English. If you apply for scholarship to study at overseas, then you need good score of any International IELTS or institutional TOEFL.

There was no late in learning English. Trust me. I have been learning English more than ten years, and I never considered myself capable of using English fluently and without making any mistake. No way. I made mistakes almost everyday, and I always learn the mistake, and try to improve my English almost every day. I was so lucky that my primary occupation now open good opportunity to use Internet that I can make any contacts with many people around the globe. I was so lucky that I got many opportunity to travel to several places that I do not know at all from English language learning.

If you knew English language even though very little , then you could improve your English skills with many ways. If you have much money, then you can take any English course. Some research tells us that people will get much guidance to learn English at any English clubs where lots of people can share together and you could be guided by teachers of English. If you knew English, then you can surf any websites on the Internet, and you can get very first information from the world wide web due to your English skill. You can compete with other candidates from around the world when you apply for any scholarship to study abroad. The most important is that you will get many opportunity to become a better and better man in the world. You will become part of the world because you knew English as one of the foreign languages.

Do you have a dream to get? Do you know where you are going to? Do you get what you are hoping for?. Well, just like you are. I still have a dream to pursue too. I would like to continue my studies in abroad. I could be in the United States of America, Australia or perhaps in another middle east countries. Not just attending the conferences just like I did these days, but this is really really a study project to get any certificate or bachelor that I never have for the rest of my life. Many friends of mine got scholarship from the United States of America. Some of them got from SUSI (study in the United States Institute) project, and some of them were from AMINEF Fullbright scholarshop scheme. To be honestly, I envy to their succeed. I really did. I would like to follow their succeeds in studying in abroad. I hope so and I know so

I will always improve my English every day. I love English in everyway

Be part of the world. Learning English now.
Have fun with English ya. Let's Speak English :)))))))

I was invited to give presentation at one day workshop for SMA Students administered by Pro Education English course on Saturday 25th of September 2010 at Aula Perpustakaan Daerah located in Jalan Soetoyou Pontianak.

There are two sessions in the workshop ; One is presentation came from Ibu Eni Rosnija,MA from English Department of Tanjungpura University. Her presentation was about "how to speak English with effectively and fun" by using power point.

Two was mine. My presentation is about "Learn English with KangGURU Indonesia online". I was using KangGURU Website (www.kangguru.org) and explained on many aspects from the website which they might find interesting including some English materials they might find on the website and podcast they could listen to. I suggested the audiences to be more actively in the KangGURU FOrum on the website too.

I presented in front of around 250 SMA students in Pontianak. The presentation was successful and lots of questions from students about the role of KangGURU Website to improve their learning of English. Some of the students were really interested in getting latest Magazine of KangGURU Indonesia. At the end of my presentation , there were a small contest. I only had two small KG packages to give away. Unfortunately, I did not receive KangGURU 2010 bulletin to show to audiences during the workshop.

According to Principal of Pro Edcuation English course , Mr Ucup Supriadi , that the workshop has been closed one day before that day and more and more students were coming to our registration desk to be enrolled as participant.

" I worked with a few friends from our course to handle more than 250 participants for this a half day workshop, and it was really amazing. A lot of students must have been suspended to avoid too many people in this room" said Ucup Supriadi.

He also confirmed that the roadshow of Pro Education English course will be running to several cities in West Kalimantan such as Sintang, Ketapang, Sambas, and many other cities of West Kalimantan. "We also planned to conduct a workshop for English teachers for SMA Students real soon after this one, and I hope anyone can let me know if they knew facilitatior or material providers to be contacted" said Ucup

I love that Workshop. I really do. KanGURU Indonesia was famous for students. It was really very interesting workshop indeed.

Let me hear from you


Asep Haryono
KangGURU Champion - Pontianak
www.asepharyono.com


Dear Blog

Begitu mendengar ada temu darat atau kopi darat temu para blogger Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh komunitas Bloger dan Netter Kalimantan Barat ( Komunitas Beleter) dan Borneo Blogger Community (BBC) yang direkrut oleh panitia Mini Pesta Blogger 2010 sungguh suatu ajang yang amat menarik, dan memang sudah saya tunggu tunggu sejak roadshow dan kopi darat Blogger Kalimantan Barat di Gedung Auditorium beberapa waktu yang lalu. Saya selalu berharap dengan adanya silaturahmi para Blogger Kalimantan Barat ini akan menjadi tolok ukur kemajuan dan dinamika Blogger Kalimantan Barat untuk lebih beprestasi lagi pada forum forum nasional lainnya

Apalagi di dalam sesi pertamanya yang cukup menarik yakni workshop Blogger bagi para peminat dan para pemula untuk berkreasi dalam membuat blog yang diselenggarakan di Aula SMKN 3 Pontianak dari jam 09.00 s/d 15.00 WIB juga amat memikat perhatian ku. Karena saya juga masih belajar bagaimana memanfaatkan sarana blog tidak hanya sebagai sarana mengekspresikan pendapat juga sebagai salah satu sarana yang bisa digunakan untuk mencari uang melalui blog. Dan saya harap para "alumni" dari workshop Blog bagi pemula bisa "menularkan" ilmu yang didapatnya kepada orang lain yang juga menaruh minat yang sama untuk berkreasi dalam blog atau website. Dengan demikian sedikit demi sedikit para pengguna blog akan terus meningkat.

Selamat kopdar para Beleter, BBC, dan semuanya dalam forum menarik ini.
Yuk kita sama sama belajar

Dear Blog,
Sepertinya berita mengenai terorisme seperti tidak ada habis habisnya terjadi di negara yang kaya akan hutang hutangnya ini. Entah apa yang terjadi terhadap negara ini dan memang sepertinya isu isu mengenai terorisme ini sudah selayaknya menjadi bahasan setiap negara di dunia terutama bagi mereka yang mencintai perdamaian dan persaudaraan sepertinya halnya Indonesia negara kita. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah bagaimana cara kita untuk meminimalisir aksi aksi brutal teroris ini agar tidak terjadi lagi hal hal yang membahayakan rakyat Indonesia dan juga aparat keamanan lainnya di Indonesia. Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi itu semua?. Kita tentunya tidak mau kecolongan dua kali kan?

Siapakah sebenarnya yang dimaksud dengan teroris atau terorisme itu? Apakah setiap orang yang tidak bertanggung jawab yang membunuh anak anak dan perempuan tidak berdosa itu bisa langsung dicap sebagai teroris?. Apakah orang yang menyerang gedung gedung dan sarana umum dengan aksi brutal bersenjata bisa langsung divonis dengan sebutan aksi aksi terorisme?. Siapa sebenarnya si teroris itu? Apa kriteria yang bisa dipakai untuk menyebut seseorang itu adalah pelaku teror atau teroris?. Banyak yang harus kita kaji untuk membahas isu isu sensitif seperti ini.

Mengapa orang cenderung mengurus urusan yang "besar besar" seperti terorisme internasional yang kini sedang kita perangi bersama sama. Mengapa orang tidak mau membahas isu isu teror dan terorisme yang ada dalam diri kita sendiri dan bahkan "bergentayangan" di sekitar kita, di keluarga kita, bahkan dilingkungan tempat tinggal kita semua. Apakah ada densus 88 bersliweran di belakang rumah kita mau menangkap Osamah Bin Laden? Apakah ada polisi memburu penjahat di pekarangan rumah kita? Oh tidak. Teror dan teroris yang saya maksud adalah pelaku tindak kejahatan skala rumahan atau kecil yang ada disekitar kita. Coba amati baik baik, kalian pasti akan merasakannya.

Banyak perusahaan yang mengabaikan kesejahteraan para karyawannya, membiarkannya terlantar tanpa status kepegawaian yang jelas dari para karyawannya yang masih kontrak juga bisa disebut dengan "teroris". Mereka yang membuang sampah seenaknya hingga mengotori jalan jalan di sekitar rumah kita juga bisa disebut "teroris". Nah hal hal seperti ini yang kadang luput dari perhatian kita semua. Orang cenderung membahas hal hal yang besar dan melupakan hal hal yang kecil dan terkesan remeh seperti ini.

Nah apakah ada "teroris" di sekitar anda?

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia