Help us to keep our home

Hari Ini Peletakan Batu Pertama Masjid Agung

PONTIANAK –Jumat (18/11), hari ini bisa jadi merupakan salah Jumat terakhir di bangunan lama Masjid Raya Mujahidin. Pasalnya, usai salat, pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan. Bangunan masjid yang lama dirobohkan. Ummat yang akan salat bakal menempati bangunan sementara didekat lokasi pembangunan. Akan hadir Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ustaz Nur Maulana, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Pontianak Oesman Sapta Odang (Oso), tokoh Islam Kalbar dan jamaah Masjid Mujahidin. “Ketua panitia Pak Oso akan sampaikan kata sambutan sebelum peletakan batu pertama,” kata Sutarmidji Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua Harian Pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak, kemarin (17/11).

Salat Jumat terakhir dibangunan lama itu nanti akan diisi Said Aqil Siradj sebagai khatib. Sementara Nur Maulana memberi tausiyah saat peletakan batu pertama.Sutarmidji meminta masyarakat Kalbar terutama muslim mendukung pembangunan masjid ini. Dia tidak ingin hal kecil seperti penyebutan nama masjid dijadikan masalah. Nama masjid itu, tegasnya, tetap Mujahidin. “Saya berharap masyarakat jangan permasalahkan hal kecil seperti sebutan. Tetap namanya sampai sekarang Masjid Raya Mujahidin,” tegasnya.

Nama Masjid Agung Pontianak memang sempat santer menjadi nama baru Mujahidin. Bahkan dalam undangan resmi yang disebarkan pantia menggunakan nama Masjid Agung Pontianak. Sutarmidji menjelaskan, agung hanya sebutan untuk memuliakan masjid terbesar di Kalbar itu.
Apakah setelah dibangun namanya lantas berubah ? Sutarmidji menjawab, tidak akan berganti. Setelah dibangun namanya tetap Masjid Mujahidin. “Ada aturannya untuk status masjid dari Kementrian Agama. Disematkan nama agung semata-mata untuk memuliakan masjid itu,” paparnya.

Kondisi terakhir keuangan panitia, lanjut Sutarmidji, sudah terkumpul sekitar Rp 40 miliar. Di rekening panitia sudah siap Rp 20 miliar, Rp 17 miliar di antaranya dari ketua panitia Oesman Sapta Odang. Pembangunan masjid sendiri membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar. Untuk fisik harus ada Rp 84 miliar tersedia, selebihnya untuk penataan lingkungan. “Ditambah Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak uang yang terkumpul sudah Rp 40 miliar,” ungkapnya. “Yang jelas kita masih membutuhkan Rp 30-40 miliar yang perlu dicari tahun depan,” tambah Sutarmidji.

Selain uang, banyak bantuan masyarakat berbentuk material. Ada yang menyiapkan marmer untuk lantai seluas 8.000 meter persegi. “Ada juga yang bantu semen dan sebagainya,” tuturnya.Sutarmidji mengungkapkan, panitia ingin berfokus menyelesaikan pembangunan Masjid Mujahidin. Masalah nonteknis dan tidak prinsip jangan dipermasalahkan. Panitia, kata dia, bertekad menyelesaikan pembangunan masjid itu antara 15-18 bulan. “Panitia bertekad paling lama 18 bulan Masjid Mujahidin yang baru sudah dapat diresmikan. Jadi jangan hadapkan pada masalah yang tidak terlalu penting,” pintanya

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Oesman Sapta Odang terlihat memantau persiapan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak, kemarin sore (17/11). Ruang depan masjid sendiri begitu ramai oleh pekerja yang berkemas. Terlihat sebuah layar besar dipasang di dalam masjid. Sementara kursi-kursi sudah dijejerkan menghadap ke panggung acara. Berhelai-helai kain warna hijau dan putih menjadi penghias utama ruangan tersebut. Tak banyak yang dikomentari Oso. Tokoh nasional asal Kalbar ini hanya berjanji akan menyampaikan semua saat acara peletakan batu pertama, usai salat Jumat nanti.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua MPR RI ini, mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan pengusaha di Hotel Mahkota, Jalan Sidas.Ketua KNPI Kota Pontianak Muhammad Rifal menyambut baik pembangunan masjid yang nantinya akan menjadi masjid terbesar di Kalbar ini. “Tentu kita akan mendukung. Dengan bertambah besarnya masjid ini akan dapat menampung jumlah jamaah yang lebih besar,” ujarnya.







Sumber : www.pontianakpost.com

Hari ini hari Kamis tanggal 17 November 2011 pada pagi hari saya mengantar keluarga ku berkunjung ke Puskesmas yang ada di Jalan Ahmad Yani Supadio Pontianak, dalam rangka mengantar anak anak saya dan juga istri tercinta. Kami sekeluarga memang sedang kurang fit, dan anak anak terkena flu ringan, dan juga batuk batuk. Setiap hari memang tidak terlepas dari pengamatan kami, pertumbuhan kedua anak anak kami itu.

Dan biarlah semuanya itu berlalu seperti air mengalir. Kita semua tentunya mau sehat setiap hari bukan, ya tentu saja demikian. Siapa sih yang mau sakit?. Dan akhirnya gejala batuk pun melanda putra kami yang pertama, Abbie, dan juga pilek menerpa adiknya Tazkia Putri lucu sekali. Sedangkan bundanya juga terkena pilek ringan, dan alhamdulillah hanya saya saja yang sampai saat ini masih dalam kondisi fit dan tidak kurang suatu apa.

Mungkin karena sugesti dalam diri saya yang kuat yang mampu menyingkirkan sakit sakit ringan seperti itu. Alhamdulillah saya selalu menjaga asupan gizi agar selalu seimbang, walaupun bulan bulan ini asupan makanan saya sungguh tidak karuan juntrungan gizinya. Saya menghimbau rekan rekan blogger dan para pembaca setia blog saya untuk tetap bugar, dan selalu menjaga penampilan eh salah menjaga kesehatan diri. Kalaw sampai jatuh sakit tentu segala urusan akan terhambat bukan?. Barangkali ini saja dahulu sepenggal postingan saya yang super pendek, Insya Allah besok akan kembali posting sebagaimana biasanya.

Honda dan Mio duaan ya. Photo Asep


Halo semuanya wah senang sekali akhirnya saya ada kesempatan lagi untuk menuliskan postingan yang walau tidak banyak kali ini di blog kesayangan saya. Minggu minggu ini adalah minggu yang lumayan "sibuk" bagi saya dalam beberapa hal. Seperti halnya orang lain yang juga mungkin memiliki kesibukan yang sama dengan saya, dan saya pun mengalami banyak kejutan dalam minggu ini.

Kejutan yang sudah pasti datang dari luar dan juga ada yang datang dalam diri sendiri. Salah satu kejutan yang menyenangkan tentunya datang dari istri yang minggu lalu sudah memutuskan untuk membeli motor sendiri yang cantik, berwarna merah berani. Saya pun diberi kesempatan untuk mencobanya walau masih harus belajar dahulu karena selama ini saya terbiasa menggunakan motor jenis GIGI dari merek HONDA, dan kini saya harus terbiasa dengan motor praktis tanpa gigi dari merek produk YAMAHA. Memang kita berbeda selera, namun hadirnya motor tesebut membuat segala sesuatunya menjadi berubah drastis.

Tidak Antar Jemput
Salah satu manfaat dari adanya dua kendaraan dirumah adalah kesibukan saya dalam antar jemput relatif terbantu, bukan berkurang loh. Yang namanya kegiatan dan aktifitas sehari hari tidak pernah ada sebutan "berkurang" dan malah cenderung stabil dan selalu ada kemungkinan "bertambah" dengan varian yang berbeda setiap harinya. Seperti biasanya, dan ini sudah berlangsung hingga tahun ke 3 antar jemput istri dari dan ke Rasau sepertinya akan berkurang pada minggu minggu yang akan datang.

Memiliki moda tranportasi lebih dari satu memang memiliki banyak manfaat selain juga mendatangkan ongkos tambahan dalam hal dan dalam segi perawatannya juga. Pernah suatu ketika salah seorang rekan saya di kantor, Ade Riyanto, mengatakan kalaw memiliki 2 (dua) kendaraan tentu akan mendatangkan ongkos perawatan yang dua kali jumlahnya. Dia menyarankan agar tetap memiliki satu saja, namun dimaksimalkan manfaat dan perawatannya. Setelah sekian lama saya pertimbangkan, ternyata usul itu tidak dapat saya pertahankan lagi. Istri pun sudah memutuskan untuk memiliki kendaraan sendiri untuk memudahkan tugasnya. Ya sip kalaw begitu.

HADIAH : Seperangkat hadiah dari pembelian MIO. Photo Asep


Saya sendiri masih ingin antar jemput istri ke Rasaw, karena bagi saya adalah hal yang amat menyenangkan bisa travel ke luar kota seperti kabupaten Rasaw yang cukup beraneka ragam pemandangan yang saya lihat, mulai dari taman nanas, orang jualan, anak sekolah, hingga berbagi macam hasil ladang itu. Jalanan pun relatif jauh lebih baik dengan dukungan aspal yang lumayan bagus. Beda dengan tahun tahun awal saya mengantar istri ke Rasaw dimana jalan jalan masih rusak, dan sering banjir. Baru saja saya rencanakan untuk berfoto foto waktu di Rasaw sepertinya harus bersabar lagi. Ini penting sebagai "kenang kenangan" saya mengantar istri di rasaw, eh ternyata kamera digital kesayangan kami Nikon Coolpix L19 mengalami kerusakan yang tidak jelas. Jendela (screen) yang terletak dibagian belakangnya tidak menunjukkan gambar jelas. Hmmm mungkin harus masuk bengkel foto kayaknya.

Bagian Penutup
Jaman sekarang siapa sih yang tidak kredit kendaraan? Emangnya kami ini dari keluarga Paris Hilton yang bergelimpangan harta dan benda itu. Seperti yang pernah disarankan oleh rekan kerja senior saya di kantor, Pak Karnadi, untuk mengambil kredit motor misalnya harus "pejam mata" artinya harus berani mengambil keputusan.

"Kalaw nda berani , ya kapan lagi punya barang kalaw gitu" tukas Karnadi yang bertubuh gempal dan merupakan salah satu pegawai senior di kantor saya. Hmm benar juga ya, ya memang harus begitu ya kalaw diistilahkan dalam konteks kekinian di Pontianak, yang konon orang lebih mudah memiliki kendaraan roda dua di mana mana. Coba saja liat hampir di setiap sudut jalan di kota Pontianak, pasti akan mudah dijumpai orang menggunakan kendaraan roda dua alias motor. Apalagi dengan tawaran yang menggiurkan dari dealer deaer yang memberikan diskon gede (walaupun cuma strategi pemasasaran aja-red) bahwa dengan DP 500 ribu saja sudah bisa bawa pulang motor. Apalagi yang mereka yang PNS, wah menjadi sasaran "empuk" para dealer motor ini.

MIO Kebanggan istri. Photo Asep


Ya ada untungnya juga sih. Jadi masyarakat pun sebenarnya tidak direpotkan dengan harus menyediakan fresh money dalam jumlah yang besar untuk memiliki kendaraan roda dua. Dan dengan tawaran dari dealer inilah mendapatkan "angin segar" di kalangan masyarakat Kalbar yang memang amat doyan dengan motor ini. Jadi dengan DP yang memadai, sudah bisa bergaya dengan motor baru walaupun kalwa dari itung itungannya justru dengan DP yang kecil itulah cicilan akan semakin besar. Coba saja dijumlah totalnya wah hasilnya bisa dua kali dari harga motornya sendiri. Ya sudahlah tidak apa.

Ide untuk memiliki motor MIO memang sudah digadang gadang istri tercinta sudah lama, jadi saat ada kesempatan terbuka peluang untuk memperoleh kendaraan untuk mendukung mobilitasnya, langsung dilaksanakan. Namun demikian untuk pengoperasiannya, saya masih menggunakan HONDA kesayangan saya, SUPRA FIT KB 3815 HY , dan nomor plat MIO istri ternyata jauh lebih keren lagi yakni bernomor seri sama persis dengan nomor belakang 4 digit handphonenya, dan juga dua huruf kependekkan dari nama panggilannya sehari hari. Jadilah nomor MIOnya KB 2040 UT. Keren keren. Yah itu saja dahulu postingan saya pada hari ini yang bertema sederhana saja, semoga dapat memberikan inspirasi bagi anda untuk segera mengambil kendaraan lagi hehehhee. Nda la becanda.

Keep posting ya
Have a nice day :))))))))))))))))
Cheeeeeersssssssss


Halo semua. Kalaw melihat judul tulisan pendek saya pada hari ini sepertinya mudah ditebak oleh siapa saja yang membacanya. Ya istirahat. Yang namanya istirahat itu konon selalu identik dengan tidur (sleep-red) baik itu tidur siap (nap-red) atau tidur yang rutin yang dilakukan setiap malam. Tentu saja arti kata itu mempunyai arti verbal alias beneran tidur yakni dengan memejamkan mata beberapa saat untuk memulihkan tenaga dan pikiran yang terkuras dari pagi hingga sore.

Pada umumnya orang pergi tidur karena badan merasa sudah lelah dan akhirnya mata menjadi mengantuk, lalu orang itu jelas akan jatuh tertidur. Nah bagi yang terpaksa harus tidur siang kata sebagian orang menyebut adalah hal yan biasa saja, dan banyak juga yang mendukung pernyataan itu. Misalnya saja di kalangan dunia kedokteran, tidur siang dimaksudkan untuk menutupi kekurangan tidur malam. Nah kembali kepada judul saya di atas bahwa ada banyak cara yang dilakukan orang untuk memaksimalkan waktu istirahatnya menjadi sesuatu "akfititas" yang menyenangkan, menyegarkan pikiran dan juga otak menjadi lebih segar (fresh). Nah istirahat yang menyenangkan tidak selalu harus tidur. Beberapa aktifitas di bawah ini juga merupakan manifestasi istirahat yang sangat dianjurkan saya. Hehehehe

Membaca
Nah membaca adalah salah satu aktifitas yang amat menyenangkan bagi siapa saja, baik itu anak sekolah (SD-SMA0, anak kuliahan (baca : mahasiswa) atau kalangan profesional seperti kita kita ini. Dengan banyak membaca berarti akan semakin luas cakrawala pengetahuan kita akan dunia, dan dengan demikian wawasan dan cakrawala kita akan semakin terasah dan sebagai konsekuensinya kita akan lebih bijaksana dalam membuat keputusan. Nah membaca baik membaca buku, membaca koran, membaca majalah atau bahkan membaca jurnal, apapun itu membaca adalah kegiatan yang positif dan sangat dianjurkan.

Membaca diyakini juga akan menambah rasa rileks jiwa dan raga (halah ngarang lo sep-red) kita sehingga lebih fresh perasaan kita, perasaan lega dan nyaman karena membaca juga memberikan rekreasi dan olah raga yang positif untuk otak. Kegiatan membaca juga merupakan salah satu "bentuk" istirahat yang menarik dan unik. Nah cobalah membaca kesukaan kalian masing masing. Rasakan perbedaannya. Kalian akan merasa amat gembira :)





Memasak (cooking)
Nah anda suka makan? Kalaw pertanyaan ini ditujukan kepada diri saya yang sederhana (halah lebay loh sep-red) saya akan jawab ya suka banged. Sejak kapan sih saya mengatakan "tidak" sama yang namanya makanan. Nah kalaw memasak bagaimana? Wah saya sih sebenernya kurang bisa memasak dalam artian memasak makanan organik yang kelas "berad" seperti memasak menu masakan orang kebanyakan di dapur. Kemampuan memasak saya memang mumpuni namun terbatas pada memasak mie instan dan memasak air saja. Hehehe.

Namun seiring dengan maraknya internet, dimana yang namanya resep masakan bisa dengan ama mudah diperoleh, baik melalui website kuliner ataupun dari video online seperti youtube. Nah dengan berbagai ribuan resep dan cara memasaknya, saya rasa sudah bukan jamannya lagi orang mengatakan "saya tidak bisa memasak". Nah ini juga ditujukan kepada saya. Memasak (cooking-red) adalah salah satu "bentuk" istirahat yang amat menyenangkan. Memasaklah dirumah di saat senggang dan santai istirahat anda, dengan memasak menu kesukaan. Nah hati anda akan riang gembira, dan hati anda akan senang. Senang itu menyehatkan jiwa.

Browsing - Net Surfing
Nah ini juga merupakan salah satu manifestasi istirahat yang menyenangkan dan bisa dilakukan oleh setiap orang yakni menjelajah situs atau website atau yang lazim dikenal dengan istilah "browsing" atau "surfing" alias berselancar di dunia maya. Disebut berselancar karena kita berpindah pindah dari satu website ke website yang lainnnya. Aktifitas ONLINE seperti facebook, twitter dan berbagai jenis jejaring masyarakat saat ini memang banyak digemari baik anak anak usia sekolah maupun sampai orang dewasa.

Berselancar di dunia maya juga bisa dalam bentuk berkunjung ke website website yang berada di negara lain, nah dari sinilah kemampuan anda dalam memahami bahasa Asing sangat diperlukan. Minimal pasif saja, sudah cukup modal bagi anda mengetahui lebih jauh dan lebih detail dari website yang anda kunjungi itu. Misalnya saja anda "berlayar" menyelusuri situs negara Inggris atau Amerika, dari website itulah anda bisa menjadi seperti "turis online" yang hinggap dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa harus beranjak dari kursi anda. Berbelanja (shopping online-red), Chatting, atau sekedar memposting tulisan blog apa saja semua aktifitas ONLINE adalah juga hobi yang menyenangkan. Dan jika istirahat anda digunakan untuk berselancar di dunia maya, nah lakukan dan lakukanlah dengan konsiste dan penuh rasa tanggung jawab.

Selain itu masih ada aktifitas lainnya yang tidak kalah asyiknya yakni bernyanyi (singing-red) atau memainkan alat musik. Pokonya banyak deh. Nah itulah beberapa aktifitas "istirahat" versi on the spotnya Asep Haryono, nah tentu kalian memiliki cara dan pandangan tersendiri dalam memaknai arti istirahat yang menyenangkan itu. Nah apa yang disampaikan di atas bisa jadi tidak nyaman atau tidak cocok bagi orang lain. Namun demikian forum ini bisa menjadi tukar pengalaman, atau sharing pendapat satu sama lainnya bagaimana cara kita memanfaatkan waktu istirahat menjadi sesuatu yang selain mendatangkan rasa segar secara fisik juga segar dalam artian jiwa. Istirahat yang menyenangkan tidak selalu dengan tidur, dan aktifitas yang menyenangkan


Hi semua. APa kabarnya nih dengan saya. Jumpa lagi dengan blog Asep Haryono. Hallo rekan rekan blogger dan para pembaca setia blog saya, saya mohon maaf karena lebih dari seminggu sudah jarang aktif posting tulisan lagi. Mau tidak mau memang saya harus mempunyai alasan yang jitu untuk memuaskan nafsu eh salah memuaskan dahaga dan rasa penasaran teman teman semua, mengapa akhir akhir ini saya sudah jarang nulis blog lagi di sini. Memang rindu banged buat nulis lagi, dan memang ada beberapa catatan yang harus saya sampaikan di forum blog saya hari ini. Beberapa catatan itu setidaknya menjawab keraguan teman teman, para pembaca setia blog saya di mana saja berada.

Beberapa catatan itu memang remeh dan tidak penting untuk rekan rekan, karena itulah apa yang saya tulis nanti sifatnya hanya informasi searah. Informasi yang datang dari saya pemilik blog Asep Haryono ini sebagai informasi tambahan buat rekan rekan semua. Tidak kenal maka tidak sayang, dan saya ingin disayang rekan rekan blogger, dan semua pembaca setia saya dari blog ini juga saya menyampaikan permohonan maaf yang setulusnya. Nah untuk mempersingkat waktu, izinkanlah saya menyampaikan beberapa catatan sederhana "inactive" saya dalam seminggu ini tidak memposting tulisan baru yang saya rakum dalam beberapa poin di bawah ini.

Urusan Keluarga
Salah satu alasan terbesar kesibukan saya dalam seminggu ini yang terutama dan terdepan adalah urusan keluarga. Sebagai kepala rumah tangga, yang diberi amanah dari Allah SWT dengan hadirnya sepasang anak memiliki tanggung jawab (responsibility) yang ekstra. Selain itu juga istri tercinta, Rudi Maryati S.Pd yang kini sedang melesat karirnya juga tidak luput dari perhatian saya untuk memantau aktifitasnya di rumah, dan menjaga serta mengingatkan dirinya untuk tepat waktu makan dan istirahat. Dengan record sakit maag yang pernah diderita dan dialami istri saya itulah saya selalu concern padanya untuk tetap konsisten dengan waktu makan dan waktu istirahat yang cukup serta baik walaupun kesibukan yang menyita waktu setiap harinya dan amat melelahkan itu.

Selain itu hadirnya anak anak, sepasang putra dan putri, Abbie Muhammad Furqan Haryono (3,5 thn) dan Tazkia Montessori Putri Haryono (10 bulan) juga tidak luput dari perhatian ekstra saya setiap hari. Sebagai "Bapak Rumah Tangga" yang diberikan amanah dari Allah SWT untuk menjaga dan membimbing mereka menjadi anak yang berguna, salih dan berbakti kepada kedua orangtuanya serta patuh kepada Allah SWT bukanlah perkara mudah.

Bagi yang belum memiliki anak mungkin kendala dan hambatan yang saya hadapi tidak terasa, tetapi bagi mereka yang sudah "senior" dalam berumah tangga, dan pernah meimiliki anak, pasti akan memahami betapa njelimetnya membagi waktu untuk kedua anak dan juga menata dan membereskan waktu untuk diri sendiri. Hmmm. Sibuk memang, tapi juga kadang mencemaskan. Apalagi saat anak anak dilanda fisik yang kurang sehat, sakit ringan sekalipun semisal flu dan batuk, juga membuat saya dan istri amat kuatir. Sakit apapun jenis dan manifestasinya yang melanda anak anak selalu kami anggap serius. Nah dari urusan keluarga inilah yang akhir akhir ini (terutama dalam semingguan terakhir-red) menyebabkan saya tidak konsentrasi dalam menulis di blog. Nah lega rasanya saya sudah menyampaikan alasan pertama ini kepada rekan rekan blogger, dan para pembaca setia blog saya di mana saja berada.

Asyik Sebagai Adsense Publisher
Nah untuk yang satu ini emang agak beda. Mungkin bagi para penerbit iklan (adsense Publisher) yang sudah terbiasa dengan bermain adsense ini, baik adsense lokal maupun adsense internasional (sekelas Google Adsense-red) adalah hal yang biasa. Namun akan menjadi aneh dan sesuatu yang baru bagi para pemula atau yang jarang bermain Internet atau mereka yang sebenarnya sering berselancar di dunia internet namun kurang tau atau belum tau apa itu Adsense Publisher. Ya rekan rekan tentu sering ngenet, namun terbatas pada chatting, YM an, FaceBook an, Twitter-ran, Linkeld, atau bermain myspace juga Skype-an.

Ya itu memang salah satu manifestasi keonline-an kalian di internet, selain browsing alias menjelajah situs situs Internet lainnya baik situs yang bersifat hiburan, informasi, pengetahuan, kuliner, politik, sains, olah raga, musik, film maupun yang hobi ngakses situs "lucu". Ah masa sih nda tau situs "lucu", ya sudah nda usah saya bahas ya.

Nah dari semua itu ada hobi diNgenet yang bersifat Hunting Duit alias berburu dollar di Internet. Nah salah satu akfititas mencari atau berburu uang baik uang rupiah dan dollar itu adalah dengan menjadi penerbit iklan (adsense publisher-red). Nah seorang adsense publisher adalah orang yang meletakkan script adsense iklan di website yang jika diklik orang dengan IP unik , maka otomatis sen sen Dolalr Amerika atau rupiah masuk ke account adsense anda. Nah aktifitas meletakkan script iklan diw website atau blog inilah yang dimaksud dengan Adsense Publisher. Jelas kan?

Sejauh ini saya sudah "babak belur" sama dari Google Adsense yang amat "kejam" dan "bengis" itu yang "tidak rela" script adsense sombongnya itu dipasang pada situs atau blog yang berbahasa Indonesia. Padahal dari informasi rekan rekan di milis, bahwa ads dari Google Adsense sudah support Bahasa Indonesia. Dan berbagai tayangan video sukses para pemain adsense juga sudah banyak saya liat, kalaw mereka juga sukses dengan Ads berbahasa Indonesia yang disupport sama Google Adsense.

Eh giliran sama saya mempraktekkan nya dengan menaruh skrip iklan Adsense Google di website bahasa Indonesia, wah saya langsung di "tendang" alias di "pecat" tentu saja dengan "hormat" sama Mbah Google Adsense. Mau banding (dispute-red) rasanya sudah malas. Namun demikian saya masih menaruh harapan atas akun Google Adsense yang sudah saya siapkan atas nama anak saya, yang akan saya perlakukan dengan hati hati. Saat ini saya sedang asyik di Adsense Lokal berbahasa Indonesia, Adsense Camp, yang cukup menjanjikan, dan semoga earning saya akan semakin baik di masa yang akan datang. Nah inilah alasan kedua saya mengapa saya sudah jarang memposting tulisan di blog dalam waktu seminggu ini.

Bagian Penutup
Dari 2 (dua) alasan di atas itulah yang menjadi "biang keledai" mengapa saya susah sekali memposting tulisan baru di blog. Ini emmang memerlukan keteguhan dan ketabahan dalam menjalaninya, karena dari semua itu sebenarnya masih ada tujuan lain dan rencana rencana lain saya yang juga tidak kalah hebatnya untuk persiapan menyambut dan mengisi tahun 2012 yang akan datang ini. Namun bukan saya kalaw tidak bisa mengkritik diri sendiri. Ada salah satu kesalahan fatal bagi saya selama tahun 2011 ini yakni "mengabaikan" tujuan semula yakni ikut bertanding dalam CCIP 2011 Beasiswa Fullbright yang sudah saya pernah ikuti dan kurang berhasil ditahun 2010 lalu.

Nah tahun 2011 ini seakan akan tergerus tanpa arti dan tanpa aktifitas yang benar benar bermanfaat buat saya, dan waktu seakan akan terbuang percuma begitu saja tanpa ada artinya. Ini kritikan yang hebat dan kejam yang pernah saya buat, untuk masukan buat diri saya sendiri agar tidak berbuat tolol dan goblok tahun 2011 ini. Keasyikan yang saya sebut di atas sebenarnya masih bisa disiasati dengan metode dan strategi baru yang harus sudah dimulai saat ini sebelum memasuki tahun 2012 yang akan datang. Sebuah masukan dari diri saya sendiri yang harus benar benar saya perhatikan dan saya jaga konsistensinya mulai saat ini. Membaca koran Kompas, belajar kembali Bahasa Inggris , menekuni hobi dan segudang aktifitas yang bermanfaat dan berpotensi menambah revenue (pemasukan-red) buat keluarga sudah saatnya saya perhatikan dengan benar mulai hari ini dan mulai dari sekarang.

See you tomorrow ya.


Banyak sekali pria yang merasa keberatan bila istrinya bekerja. Alasannya bisa bermacam-macam. Seringkali alasan tersebut memang 'bisa diterima', tetapi seringkali alasan tersebut bersifat psikologis yang seringkali sulit diterima oleh akal sehat.

Tulisan ini lebih dikhususkan kepada pria (terutama pasangan muda), walaupun tidak apa-apa bila wanita juga ikut membaca. Pertanyaan saya untuk Anda - para suami - yaitu apakah Anda adalah salah satu dari suami yang keberatan bila istri Anda bekerja? Bila ya, apakah alasan Anda memang bisa diterima oleh akal sehat? Atau apakah alasan-alasan Anda tersebut bersifat psikologis? Atau yang lebih parah lagi, apakah alasan Anda tersebut terkesan mengada-ada?

Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Anda - para suami. Tulisan ini tidak saya buat untuk menyinggung alasan-alasan Anda, tetapi lebih kepada apa untung ruginya bila istri Anda bekerja. Saya akan berusaha untuk bersikap netral disini. Bertambahnya Penghasilan Keuntungan pertama sudah jelas, bahwa dengan istri Anda bekerja, penghasilan dalam keluarga Anda jelas akan bertambah.

Bagi banyak keluarga yang lain, banyak istri yang bekerja juga ikut andil dalam membayar pengeluaran-pengeluaran keluarga. Mungkin suami meng-cover 50%, si istri juga 50%. Tetapi banyak juga istri (bekerja) yang lain, yang tidak ikut meng-cover pengeluaran keluarga. Artinya, uang suami adalah uang istri, tetapi sebaliknya uang istri bukan uang suami dan hanya menjadi milik istrinya sendiri. Tetapi bagi banyak keluarga, alasan bekerja dari sang istri mungkin karena selama ini si istri merasa tidak enak terus menerus 'dijatah' dari suami, sehingga ia merasa lebih leluasa bila 'uang sakunya' didapat dari penghasilannya sendiri karena ia bekerja.

Apa yang Sebetulnya Terjadi?
Mari kita kembali kepada dasar-dasar dalam berkeluarga. Kodrat dari Tuhan kepada manusia yang tetap ada dari dulu hingga sekarang, adalah wanita yang mengandung, sedangkan pria yang keluar mencari nafkah. Ketika belum menikah, mungkin saja si pria dan si wanita sama-sama bekerja. Lalu disusullah dengan pernikahan. Ketika si istri mengandung, maka bila sebelumnya si istri bekerja, si istri biasanya akan minta berhenti atau cuti dari pekerjaannya. Setelah melahirkan dan umur si anak sudah mencapai beberapa bulan atau beberapa tahun - dimana si anak dianggap sudah bisa ditinggal - sering muncul dilema dari si istri apakah ia perlu kembali bekerja atau tidak. Alasan untuk kembali bekerja bermacam-macam. Mungkin si istri rindu akan suasana ramai di kantor.




Mungkin dia juga ingin mencari kegiatan di luar rumah yang bisa dilakukan setiap hari. Atau mungkin saja dia ingin mencari suasana baru yang bisa menyegarkan hatinya setelah merawat anak beberapa bulan atau beberapa tahun lamanya.

Tetapi, keinginan untuk kembali bekerja kadang-kadang muncul dari alasan ekonomi. Dua penghasilan mungkin dianggap lebih baik daripada satu penghasilan. Nah, keluarga yang hanya memiliki satu penghasilan saja biasanya akan memiliki jumlah Biaya Hidup yang lebih kecil dibanding apabila keluarga tersebut memiliki dua penghasilan. Uang yang bisa ditabung biasanya juga lebih kecil. Ini masuk akal: makin besar penghasilan, biasanya akan makin besar pula Biaya Hidupnya. Tetapi keuntungannya, dengan hanya satu orang yang bekerja, pihak yang satu lagi (biasanya si istri) bisa tinggal di rumah untuk menyaksikan anak-anaknya tumbuh.

Keluarga yang memiliki dua penghasilan - tentu saja - akan memiliki jumlah pendapatan yang lebih besar. Tetapi konsekuensinya akan lebih banyak hal baru yang harus dipikirkan oleh orang tua tersebut, seperti masalah baby sitter atau masalah-masalah lain yang akan sering muncul karena meninggalkan anak di rumah, sehingga disini, Biaya Hidup biasanya akan menjadi lebih besar.

Suami istri tentu punya sejumlah alasan untuk lebih memilih memiliki dua penghasilan daripada satu penghasilan. Tetapi satu hal yang harus disadari adalah: apakah dengan sama-sama bekerja akan menjawab permasalahan keuangan yang muncul? Ketika Anda sedang berpikir untuk menjawab apakah Anda berdua perlu memiliki dua penghasilan atau tidak, pusatkan perhatian Anda untuk menjawab pertanyaan tentang berapa yang akan Anda hasilkan berdua secara bersih setelah dikurangi Biaya Hidup keluarga Anda dan Tabungan rutin.

Setelah itu, lihat apakah jumlah tersebut memuaskan atau tidak. Lalu lihat lagi apakah jumlah tersebut sebanding dengan hal-hal non material yang dikorbankan, seperti waktu yang hilang bersama anak, kemudahan dalam merawat anak (Anda berdua tidak perlu lagi punya pengasuh), dan seterusnya dan seterusnya. Untuk bisa menentukan apakah kedua dari Anda perlu sama-sama bekerja atau tidak, mari kita melihatnya dari dua faktor: Faktor ekonomi dan faktor non ekonomi.

Nantikan Lanjutannya kapan kapan ya.
heheheheh To Be Continued
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia