Help us to keep our home

Dalam hidup seseorang pastilah mengalami apa yang dinamakan pasang surutnya kehidupan. Memang demikianlah apa adanya. Pasang surut kehidupan seseorang bisa jadi sama atau berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Suka duka yang kita alami dalam menjalani kehidupan ini seolah seolah seperti warna warni yang seharusnya kita jalani sebagai proses pendewasaan kita.

Bagaimanapun juga kita akan dan terus diuji oleh berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan dan juga berbagai nama dan istilah lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu satu. Batasan dan pengertian dari semua itu berbeda beda penafsirannya bagi setiap orang, dan bagi saya sendiri semua itu menjadi jalan untuk menjadi manusia yang sabar, dan melatih diri untuk lebih bijak dan bijaksana dalam setiap kesempatan. Setiap dari kita tentu akan mengalami berbagai kendala dan semua itu akan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang tangguh, dan akan terus berani menghadapi berbagai rintangan yang coba menghadang pada masa yang akan datang.

Hidup Seperti Ujian
Dalam hidup memang seperti ujian namun demikian ujian yang akan kita hadapi senantiasa kita hadapi dengan tabah dan juga sabar. Tabah dan Sabar. Dua sifat yang saling dukung mendukung itu sudah sewajarnya kita miliki, siapa saja, saya dan juga anda semua. Banyak orang yang tidak bersabar atas sesuatu yang menimpa dirinya tidak saja berupa kemalangan, dan hidup serba kekurangan, namun juga tidak segera bersabar ketika mendapati kesenangan dan kebahagiaan. Kita sering lupa diri jika sudah mendapatkan kesenangan, berbagai macam teori bermunculan untuk memaknai kebahagiaan dan kesenangan itu hingga kepada ide ide yang idealis serta brilian.

Namun demikian tidak tertutup kemudian kita semua dihadapkan pada suatu kenyataan ternyata kita salah kalkulasi. Kebahagiaan dan kesenangan yang sudah digenggam dengan sukses itu bisa menjadi bumerang yang akhirnya kita mengalami kendala dan kekurangan. Mengapa hal yang sebenarnya bisa dihindari itu malah menjadi kenyataan?. Apa yang salah dengan semua kesenangan dan kebahagiaan itu?

Banyak yang sukses dan lulus jika diberi erbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan oleh Allah SWT. Dengan semuanya itu kita menjadi dekat dengan Allah SWT, dan kita semua menjadi taat dan tekun beribadah semata mata agar berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan tersebut diangkat atau dijaukan dari diri kita. Namun , sekali lagi, saat kita diberikan kelebihan, kelonggaran, limpahan rezeki dan berbagai macam kesenangan lainnya seolah olah kita lupa akan "campur tangan" Allah SWT dibalik semua keberhasialn dan kesuksesan yang kita raih.

Konteks tulisan pendek saya pada hari ini semata mata ingin menggambarkan dan sebagai bahan pelajaran bagi diri saya sendiri khususnya yang berusaha menjadi yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, agama serta bangsa dan negara kalaw diliat dari sisi idealisnya. Cita cita yang sudah ditanamkan sejak dini, dan juga cita cita kita semua, seolah harus bersabar menunggu "giliran" untuk dikerjakan. Rencana sudah pasti ada dan kita miliki semua, namun tidak tertutup kemungkinan rencana yang sudah dibuat matang tersebut tertunda atau terkendala dapam eksekusinya karena berbagai hal dan faktor yang tidak dapat kita hindarkan sebagai faktor eksternal, disamping faktor internal dalam diri kita sendiri, seperti motivasi dan ketekunan.

Bagian Penutup
Hidup memang seperti ujian. Seperti anak sekolah yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas. Jika sang anak belajar dengan rajin dan tekun tentulah dia bisa mengerjakan soal soal ujian yang diberikan kepadanya, dan tentu saja dia akan mendapatkan nilai yang baik sebagai buah dari hasil kerja kerasnya dalam belajar. Kita semua harus sadar bahwa hidup ini memang tidak semudah membalik telapak tangan. Teori bisa saja kita ciptakan, namun apakah semua teori yang kita peroleh saat kita masih dibangku sekolah dulu akan sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari hari. Pengalaman hidup mengajarkan bahwa kesuksesan yang diraih seseorang tidak dapat dengan mudah direbut atau digenggam dan semuanya itu harus mengikuti proses seleksi alam dimana siapa yang tabah dan sabar dalam menjalani tentu akan membuahkan hasil yang baik sebagai invetasi hidup di masa depan.

Sadar bahwa setiap diri dari kita memiliki berbagai kelebihan dan juga kekurangan. Manusia memang tidak ada yang sempurna. Biarpun sedikit tentulah memiliki cacat, dan cacat itu ada dalam setiap diri manusia. Di saat manusia terpuruk dalam bingkai kesulitan dan kekurangan, pastilah Allah SWT memberikan bekal kelebihan pada dirinya yang bisa dia gunakan untik menutupi kekurangannya. Manusia tidak akan pernah bisa memperoleh kesempurnaan sampai manusia itu menyadari akan kelebihan dan kekurangannya. Tidak cepat berputus asa karena kekurangan, dan kesulitan yang menimpa dirinya, dan tidak pula menjadi lekas lupa diri atau bahkan menjadi pribadi yang pongah serta sombong jika mendapati dirinya di atas angin dan mendapat kesenangan lebih banyak dari yang lain.

Semua itu seharusnya menyadarkan kita bahwa berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan yang telah, sedang dan akan kita alami akan membentuk pribadi yang tangguh. Sebagai penutup dari tulisan pendek ini saya kutipkan kata dari Kahlil Gibran bahwa selalu ada keindahan dalam setiap masalah. Itu adalah salah satu cara kita belajar. Marilah kita belajar dari setiap moment dalam kehidupan ini.

Jangan (Pernah) Menyerah
Tag : Kehidupan - Asep Haryono | Andai Aku Bisa - Powered by Blogger

Dear blog. Hari ini adalah hari Rabu tepatnya tanggal 21 September 2011 atau kalau dalam penanggalan Hijriah sudah pada tangga; 22 Syawal 1432 Hijriah. Ya memang masih di bulan Syawal yang kata orang Pontianak sih masih dalam suasana Lebaran. Ya betul suasana Lebaran Iedul Fitri 1432 Hijriah memang "dirayakan" selama sebulan dan selama bulan syawal itulah suasana masih dalam lebaran dan saling bermaaf maafan.

Nah para pembaca setia blog saya di mana saja berada, berbicara soal waktu memang tidak akan pernah ada habis habisnya untuk didiskusikan bersama. Waktu memang bergerak amat cepat dan kadang tidak terasa bahwa kita sudah melewati suatu kisaran waktu. Persis pada hari ini saat saya memulai tulisan ini kudengar sebuah tembang cantik yang dinyanyikan oleh fans saya (Alm) Chrismansyah atau akrab disapa dengan sebutan "Chrisye" sebuah lagu yang berjudul "Andai Aku Bisa" yang diciptakan oleh Bebi Romeo dan Akhmad Dani menjadi tema dan judul tulisan saya ini. Saya dengarkan lagu nan indah disertai suara merdu sang vokalis yang kini sudah tiada. Betapa hati ini merinding mendengar syairnya yang berfokus pada waktu yang memang tidak bisa kembali seperti semula, dan waktu akan terus berjalan sesuai takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Ya Anda Aku Bisa kembali ke masa lalu. Semua orang pasti menginginkan hal itu bisa terjadi.

Waktu Terus Berjalan
Waktu yang sudah kita lewati sejak kita masih dalam buaian sang bunda hingga sekarang ini berjalan dengan begitu cepatnya seolah tidak terasa. Membayangkan masa kecil kita memang indh, masa remaja yang kini sudah menjadi kenangan kenangan bagi kita semua, dan masa masa sekarang adalah masa pendewasaan hingga akhirnya kita akan memasuki usia senja. Suatu usia yang konon kata orang merupakan usia yang sudah tidak produktif lagi. Sebagian orang tidak setuju dengan pendapat yang terakhir ini, bahkan banyak orang yang masih aktif dan terus beprestasi di usia senja. Bagaimana kita menyikapi semua ini terhadap waktu yang sudah ditakdirkan Illahi akan terus bergerak maju dan tidak akan pernah kembali lagi.

Saya coba mengenang kembali sejenak masa SD dahulu saat saya diantar ibunda di kelas 1 hingga akhirnya menamatkan sekolah dasar dasar negeri 01 di Jakarta utara. Memang saat itu saya , saudara dan orang tua bertempat tinggal di Jakarta, tepatnya di daerah Pademangan II Gang 15 nomor 396. Saya masih ingat alamat tempat tinggal kami itu. Dan kemudian seiring dengan waktu, saya pun memasuki SMP di Jakarta Utara juga lokasinya, tepatnya di SMP Negeri 34 Jakarta namun hanya mengenyam hingga kelas 1 saja. Karena menjelang kenaikan kelas II SMP saya harus pindah sekolah mengikuti kepindahan orang tua di Bekasi dan akhirnya meneruskan SMP di SMP Negeri 4 Bekasi hingga ke SMA Negeri 2 Bekasi yang terletak di jalan Tangkuban Perahu Perumnas II Bekasi itu. Saya senang karena pada akhirnya saya bisa berjumpa dengan teman teman SMA saya dahulu (angkatan 88-89-red) melalui jejaring pertemanan Facebook, twitter dan juga blog.

Apa hikmah yang bisa saya petik dari tulisan saya yang pendek hari ini, ya soal waktu. Waktu yang sudah kita lewati memang tidak akan mungkin kembali lagi. Kita, manusia, para hamba Allah SWT, hanya diberikan kesempatan hidup satu kali periode. Orang bilang "hidup cuma sekali jadi bersenang senanglah, kapan lagi" mungkin ada benarnya dan juga tidak. Mengapa saya bilang juga tidak benar, karena hidup tidak semata mata dihabiskan untuk bersenang senang, walaupun kita juga berhak atas kesenangan dunia. Ini memang sudah dituliskan dalam kitab suci Al Quran bahwa selain kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beramal bakti dan beramal soleh serta sodakoh, manusia juga berhak atas dunia sehingga terciptalah keseimbangan (balance-red) antara kehidupan Dunia dan AKhirat kelak.

Sejak saya kecil hingga di usia sekarang ini saya pun tidak tau kalaw akhirnya hingga seperti ini, dan begitu juga dengan para pembaca setia blog saya di mana saja berada. Tentu rekan rekan pembaca sekalian tidak tau kalau akhirnya akan seperti ini keadaannya. Kalaw kita lihat di sekeliling kita banyak orang yang berprestasi di bidangnya itu karena usaha yang dilakukannya sendiri dan juga atas "campur tangan" dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Ada orang memang yang ditakdirkan menjadi sukses dari awal karena memang dia sudah di "format" sedemikian rupa oleh sang Pencipta. Ada orang yang sudah tampak kesuksesannya dalam berkeluarga dari aura yang tampak padanya. Ini semua tidak seharusnya menjadi sesuatu yang kita perdebatkan karena masing masing dari kita sudah mendapatkan "format" dan "bentuk" yang seperti apa kelak di masa yang akan datang. Kita tidak akan pernah tau kehidupan macam apa yang akan kita alami kelak, sepuluh, dua puluh tahun yang akan datang. Tidak pernah.

Bagian Penutup
Memang indah terasa mengenan masa masa sekolah SMA dahulu ataupun masa masa di bangku kuliah. Betapa nikmatnya berkumpul bersama sama teman teman sekolah atau teman kuliah bersenda gurau, belajar bersama di perpustakaan, mangkal di kantin kampus, ah betapa kenangan indah itu terasa sayang untuk dilewatkan begitu saja. Andai saya bisa mengubah semua itu menjadi kembali seperti dahulu, dan saya diizinkan untuk kembali ke masa silam tentu semua orang menginginkan hal yang sama. Andai waktu memang bisa kembali ke masa dulu tentu kita semua akan berbuat baik. Namun sayangnya kita tidak pernah tau kalaw akhirnya nasib membawa kita hingga seperti sekarang ini. Saya rasa lebih tepat Takdir ketimbang penyebutan nasib yang berkonotasi pasrah itu. Kalaw kita memang sudah ditakdirkan akan menjadi seperti ini, ya inilah buah dari hasil perbuatan kita sendiri, dan kita sendiri yang menanggungnya.

Penyesalan memang selalu datang terakhir. Tidak pernah saya dengar orang menyesal di awal. Semuanya sudah terjadi. Orang bilang nasi sudah menjadi bubur, walaupun saya juga penggemar bubur ayam di depan kantor yang terkenal enaknya itu. Nah tidak etis rasanya kita mengutuk sang waktu yang memang sudah tidak bisa kembali lagi ke seperti semula. Hidup yang cuma satu kali ini amat disayangkan jika dilewatkan begitu saja tanpa menorehkan catatan emas atau prestasi yang membanggakan, setidaknya berbangga pada diri sendiri bisa berbuat sesuatu kebaikan bagi diri sendiri, dan semoga juga buat kebaikan orang lain. Berbagai kendala, godaan, hambatan, cobaan, dan ujian bagi setiap orang sudah pasti akan dilalui. Betapa nikmatnya terasa bagi kita semua jika semua kendala, godaan, hambatan, cobaan, dan ujian bisa kita atasi dan tentunya dengan pertolongan dari Allah SWT.

Andai Aku bisa kembali ke masa lalu...

Dear Blog. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa negara tercinta kita, Indonesia , banyak mengalami berbagai musibah dan masalah. Mulai dari masalah TKI, masalah Moratorium CPNS, Masalah Kelangkaan Listrik dan Bahan Bakar, masalah keamanan dan ketertiban dan maraknya aksi demontrasi serta masalah korupsi yang akut. Nah yang saya sebut terakhir inilah yang merupakan masalah paling lucu dan unik di dunia kalaw perlu bahkan untuk level Indonesia alias di dalam negeri perlu mendapat sertifikat rekor MURI. Kenapa bisa begitu disebut lucu dan unik, ya karena sudah jelas ada bukti yang mengarah ke pelaku tetapi tetap saja hukum tidak dapat berbuat banyak hanya takut melanggar asas praduga tak bersalah. Di sebut unik karena sampai sekarang pun yang namanya prakterk Korupsi tumbuh subur bak jamur di musim hujan seakan tidak akan pernah ada habis habisnya.

Saya pernah menulis cukup lebar dan panjang tentang korupsi dan koruptor pada edisi tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Korupsi dan Koruptor" yang bisa rekan rekan baca dahulu sehingga bisa mendapat chemistry untuk tulisan pendek saya pada hari ini, nah tentu para pembaca sudah bisa menebak ke arah mana tulisan sederhana ini kalau melihat dari judul tulisan ini adalah "5 cara memberantas Korupsi" sepertinya terdengar hebat bak petuah dari pakar atau begawan Ekonomi. Oh bukan sama sekali tidak bermaksud gagah-gagahan. Ini cuma intermezo saja dari seorang blogger, ide dari saya pribadi tentang 5 (cara) versi saya tentunya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Muantep banged dan layak untuk dicoba suatu saat nanti hehehe.

Seperti yang sudah saya tulis pada edisi sebelumnya mengenai "korupsi dan Koruptor" yang tertuang pada tulisan saya pada tanggal 15 September 2011, maka saya memiliki pendapat sendiri bagaimana memberantas korupsi di Indonesia, tentunya dengan versi saya yang bukan bermaksud gagah-gagahan itu tadi. Hanya sekedar usul saja dari saya gimana caranya supaya korupsi di Indonesia ini tidak berkembang lebih pesat lagi seperti yang kita lihat dan saksikan sekarang. Ada 5 (lima) cara memberantas Korupsi atau budaya korupsi di Indonesia ala Asep Haryono yaitu :

  1. Kembali kepada Tuhan
    Seperti yang sudah saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya bahwa semua penganut agama di Indonesia melarang para pengikutnya untuk berbuat kejahatan dan merugikan orang lain. Kejahatan apa saja tidak boleh, termasuk di dalamnya kejahatan melakukan korupsi dan praktek korupsi. Prinsip Korupsi secara kasat mata adalah tindakan untuk memperkaya diri dan atau memperkaya orang lain dengan mencuri sesuatu dari orang lain , atau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Ini adalah kejahatan universal. yang harus kita perangi bersama sama. Sebaiknya kita kembali kepada TUHAN YANG MAHA ESA , dan kita harus patuh pada perintah TUHAN dan menjauhi segala larangan TUHAN YANG MAHA ESA. Saya kira inilah salah satu obat yang paling mujarab dan sangat tepat mencegah orang untuk berbuat korupsi.

  2. Hilangkan Remisi
    Ini yang mengkhawatirkan kita semua. Banyak koruptor kelas kakap yang sudah divonis hukuman penjara bertahun tahun tiba tiba bisa melenggang bebas karena masa hukumannya sudah banyak dipotong remisi ini itu. Mulai dari remisi hari raya keagamaan hingga kepada remisi yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahun. Jadi bisa jadi seorang koruptor yang mendapat hukuman penjara 10 tahun lamanya misalnya, bisa dengan mudah bebas dan menghirup udara segara dalam waktu yang tidak terlalu lama waktunya. Secara ekstrim memang menyakiti hati kita, semua. Pemberian remisi bagi para koruptor menurut pendapat banyak orang, sebaiknya distop, dikurangi, di atur lagi sedemikian rupa hingga kepada usulan untuk dihapuskan sama sekali.

    Seperti yang kita ketahui bersama pada tanggal 17 Agustus 2011, 21 narapidana kasus korupsi dipastikan bebas setelah mendapatkan remisi. Sementara dari total 1.008 narapidana kasus korupsi yang tersebar di seluruh Indonesia, 419 diantaranya mendapat remisi umum sebagian. Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan, remisi adalah insentif. Insentif ini berhak didapatkan para narapidana seperti koruptor dan teroris. Nah kalaw sudah begini bagaimana sebaiknya kita menyikapi. Undang Undang yang dibuat bukan untuk dilanggar, tetapi dilaksanakan dengan baik dan penuh amanah. Namun dalam konteks tulisan ini, saya punya pendapat, sebaiknya diterbitkan kepress atau keputusan bersama *(apalah namanya nanti-red) untuk membatalkan pemberian remisi untuk KORUTOR titik.

  3. Hukuman Berat
    Kita semua sepakat dengan poin yang ke 3 (tiga) ini tentunya bukan. Nah para koruptor di Indonesia memang sudah selayaknya mendapat hukuman yang berat. Saya bukan pakar keadilan, atau pun orang yang mengerti hukum. Saya hanya senan menuliskannya saja di sini, yah namanya juga pendapat ya nda sih. Jadi hukuman yang akan dijatuhkan kepada para pelaku korupsi di Indonesia sebaiknya juga memperhatikan faktor kemanusiaan dan tentunya faktor kemanusiaan yang dimaksud memerlukan kehati hatian yang luar biasa. Lain halnya jika koruptor yang sudah divonis bersalah dan harus segera memasuki hotel Prodeo itu menjadi GILA beneran, alias GILA sungguhan.

    Hukum tidak dapat berbuat banyak jika terdakwa menjadi gila beneran, atau bahkan meninggal dunia. Cuma masalahnya sering kita lihat para terdakwa kasus Korupsi ini berpura pura sakit. Inilah yang sering membuat kita bingung antara menerapkan hukum dengan baik hingga kepada pertimbangan kemanusiaan. Nah silahkan rekan rekan mengambil kesimpulan untuk poin ke 3 saya yang ini. Bagaimana sebaiknya kita menghukum para koruptor agar jera dan tidak melakukan kesalahan (korupsi-red) lagi setelah dia dinyatakan bebas dan kembali kepada masyarakat. Orang perlu diberi kesempatan ke 2 (dua) untuk bertobat.

  4. Pengembalian Kekayaan Negara
    Nah ini dia. Yang namanya korupsi biasanya kan merampok uang rakyat. Merampok kekayaan negara sama saja merampok uang rakyat. Uang kita kita semua. Jadi selain para koruptor itu dihukum seberat beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, maka jumlah harta dan kekayaan yang dirampok oleh para Koruptor harus dikembalikan sebanyak yang dia korupsi. Jadi kalaw koruptor telah divonis bersalah dan masuk ke penjara dan setelah disidik ternyata negara mengalami kerugiaan 1 Milyar Rupiah, maka sejumlah itulah uang itu harus dikembalikan kepada negara bagaimanapun caranya. Bisa mencicil, atau dibayarkan sekaligus. Dan dalam undang undang juga sudah disebutkan penyitaan aset dan harta milik terdakwa sebagai pengganti kerugian negara juga harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya dan amanah.

  5. Penayangan di TV
    Nah yang terakhir ini memang pernah terjadi di Indonesia beberapa tahun silam lamanya. Wajah wajah para koruptor yang sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap, dan divonis bersalah oleh aparat penegak hukum, wajahnya ditayangkan di televisi. Tentu akan menimbulkan efek malu yang luar biasa terutama pada pelaku koruptor itu sendiri. Penayangan. Beberapa kalangan di Indonesia memang menilai penayangan wajah para koruptor di TV yang sudah dilakukan beberapa taun silam tidak efektif dan seperti menunjukkan kelemahan aparat penegak hukum dalam mengejar, menangkap dan memenjarakan para penilep uang rakyat itu. Sebetulnya political will dari para penegak hukum harus kuat, dan transapran, serta kredibel dalam membekuk para pelaku koruptor ini agar tidak bisa kabur. Kemana pun sang koruptor lari perlu dikejar sampai dapat dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku dengan seadil adilnya.

    Sebagian lagi juga banyak yang mendukung program penayangan wajah koruptor di TV kembali diaktifkan seperti dahulu dengan asumsi bahwa masyarakat Indonesia yang melihat tayangan wajah koruptor di TV akan teringat, dan bisa melaporkan kepada aparat yang berwajib. Jangan remehkan daya ingat masyarakat. Ada kasus lain dimana seorang korban kejahatan perkosaan masih mengingat ingat wajah pelaku pemerkosanya, dan akhirnya dia melaporkan pelaku kepada aparat kemanan, dan pelaku bisa ditangkap. Hanya saja penayangan pelaku koruptor di TV ini lingkupnya kan terbatas. Sejauh apakah sinyal TV kita kan tidak sampai di Amerika Serikat atau negara di dunia lain. Paling banter ya Malaysia dan Singapura. Bukankah nanti akan menjadi bahan tertawaan orang? Bisa saja pelaku koruptor mempermak wajahnya sehingga tidak bisa dikenali lagi. Nah loh jadi gimana donk?

Nah inilah 5 (lima) langkah mudah dan cespleng dari saya , versi saya, bagaimana caranya memberantas korupsi dan budaya korupsi di Indonesia. Segala resiko ide dan usulan saya mengenai cara memberantas korupsi termasuk resiko ditertawakan menjadi resiko saya selaku blogger hehehee. Biasalah kalaw seleb pasti ada pro dan kontra gitu.

Saya pribadi hanya berharap bahwa hukuman yang akan dijatuhkan kepada para pelaku Korupsi dan para Koruptor yang sudah dibuktikan secara sah oleh hukum sebagai terdakwa, sebaiknya dijatuhi hukuman yang setimpal dan berat. Hukuman berat ini dalam pandangan dan prespektif saya pribadi sebaiknya tidak sampai pada hukuman mati, karena saya sendiri berpendapat biarlah urusan yang satu itu (mati) menjadi hak preogratif Allah SWT. Pesan Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan janganlah kita berbuat yang menyebabkan mati. Mari kita bekerja sama saling bahu membahu dalam mengawasi penggunaan pajak di Indonesia, dan bekerja sama memerangi korupsi hingga tuntas ke akar akarnya.

Majulah Indonesia ku. Saya bangga pada mu

Hidup bermasyarakat memang unik, dan memerlukan rasa tolerasni yang tinggi. Tentu ini ada benarnya karena sebagai bagian dari masyarakat, kita tidak dapat hidup seenaknya karena kebebasan kita berhadapan dengan kebebasan orang lain. Artinya bahwa hidup bermasyarakat memerlukan rasa respek dan penghargaan satu sama lainnya sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian yang memang amat didambakan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia dari pedesaan , perkotaan hingga kepada tatanan berbangsa dan bernegara.

TIdak saja di forum olah raga seperti sepakbola yang pernah melambungkan perdamaian dan kesatuan bangsa dengan ramai ramai bersatu padu mendukung timnas Indonesia dalam pertandingan sepakbola, tetapi pada forum yang lain. Berbeda dengan tulisan saya sebelumnya "Hanya Satu Kata" maka tema tulisan saya kali ini adalah "Hanya Empat Kata". Nah nah kok bisa ya beda angka gitu?. Hehehe saya sendiri kadang suka senyum senyum sendiri, jangan jangan gila. Haha nda lah saya senyum karena saya mentertawakan diri sendiri. Kalah kemarin "hanya satu kata", lalu hari ini "hanya empat kata" jangan jangan besok akan berubah lagi menjadi lebih dari itu. Nah penasaran ya apa yang saya maksud dengan "hanya empat kata" seperti pada judul tulisan saya pada hari ini?

"Hanya Empat Kata" yang menjadi judul tulisan saya hari ini sangat berkaitan erat dengan hidup bermasyarakat yang majemuk. Kita semua tau bahwa masyarakat kita yang heterogen dan berbeda beda sifat dan karakternya memerlukan rasa setia kawan, toleransi , penghargaan dan juga pengertian yang tinggi satu sama lainnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah membunyikan tape atau radio. Anda bisa saja enjoy dengan lagu atau musik yang anda sukai dan diputar di rumah anda sendiri, namun akan menjadi masalah bagi orang lain jika volume atau suara yang anda pasang dari tape atau radio anda sedemikian kerasnya sehingga mengganggu tetangga kiri dan kanan anda.

Bagaimana jika tetangga anda ada yang sakit gigi misalnya, lalu mendengar suara radio atau tape tetangganya yang keras, bukankah ia akan merasa semakin tersiksa dibuatnya. Sudah giginya terasa ngilu karena sakit karena kebanyakan makan jengkol misalnya, menjadi tambah uring uringan karena mendengar suara radio tape tetangga yang keras itu. Nah itu cuma contoh simple aja. Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang 4 (empat) kata ini yang bisa anda mudah dapatkan dengan search di mesin pencari semacam Google, atau Yahoo, namun kali ini adalah pendapat dari saya sendiri yang berbeda dari yang sudah ada. Nah 4 (Empat) kata yang saya maksud dalam tulisan saya pada hari ini adalah :

  1. Permisi
    Kata "permisi" atau kalaw dalam bahasa Inggris lazim disebut "excuse me" adalah ungkapan seseorang yang meminta "izin" kepada orang lain karena akan melakukan sesuatu hal atau karena sesuatu hal. Ini pendapat saya pribadi. Sebagai contoh adalah jika anda melihat dua orang rekan sahabat anda sedang asyik berbicara satu sama lainnya, dan anda bermaksud untuk nimbrung atau ingin bertanya sesuatu kepada salah satu dari mereka, tentu anda tidak boleh nyelonong boy tentunya. Tentunya kita akan mengucapkan "permisi" kepada mereka. Begitu pula yang saya maksud dalam artian syar'i seperti saat anda lewat di hadapan orang tua, tentu tidak kita boleh lewat di depan orang tua begitu saja tanpa mengucapkan kata permisi. Nah hal hal semacam inilah yang kadang suka terlupa kita lakukan, entah karena gengsi atau karena sibuknya sehingga segan, lupa atau tidak mau mengucapkan kata permisi.

  2. Minta Tolong
    Kata "minta tolong" ini juga berdampak yang luar biasa, karena membutuhkan "nyali" yang besar untuk mengucapkan dua kata yang ajaib ini, minta tolong. Kita tentunya pernah atau sering lupa mengucapkan dua kata itu kala ingin sesuatu dari orang lain. Sebagai contoh sederhananya saat pekerjaan anda tidak tuntas, atau anda tidak dapat mengedit gambar dari software Adobe Photoshop, dan anda melihat ada rekan kerja anda yang mahir di bidang itu. Tentu kita akan meminta tolong kepadanya agar bisa membantu anda menyelesaikan pekerjaan anda.

    Begitu pula saat kita menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu atas kehendak kita, tentu kata ini sebaiknya disertakan sebagai awal kalimat anda jika meminta sesuatu untuk dikerjakan atas keinginan anda. "Tolong donk ambilkan kertas di atas meja ya". Nah inilah contoh sederhananya. Namun pada umumnya setelah sesuatu itu dilakukan oleh orang lain atas ide dan kehendak anda, otomatis kata "terima kasih" akan meluncur dari mulut anda. Nah ini lah "tarian" yang indah antara "minta tolong" dengan "terima kasih" yang merupakan satu paket yang sudah pas dan tidak bisa diganggu gugat apalagi diadakan surat menyurat.

  3. Terima Kasih
    Seperti yang sudah saya singgung pada bagian ke 2 (dua) di atas bahwa ungkapan "Terima Kasih" otomatis kita ucapkan kepada orang lain karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain entah itu hadiah atau pemberian, atau juga karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain karen orang lain itu melakukan sesuatu atas ide atau kehendak kita. Sungguh tidak santun jika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain, namun anda merasa segan atau malu bilang terima kasih.

    Ada semacam sekat di mulut jika ingin mengucapkan terima kasih jika memperoleh sesuatu entah karena gengsi karena orang lain "pangkat" nya lebih rendah dari kita, namun kita semangat mengucapkan terima kasih jika orang lain itu pangkatnya lebih mulia dari kita. Tentu kita harus sportif. Siapa pun dia, entah pangkat atau levelnya di bawah kita atau di atas kita, sudah sewajarnya kita mengucapkan terima kasih karena jasanya, atau sesuatu yang kita dapaktkan dari orang lain atas ide dan kehendak dari kita. Itulah kata "Terima Kasih". Sebenarnya tidak sulit untuk mengucapkan kata "terima kasih" kepada orang lain jika kita memiliki keikhlasan dan kebiasaan yang baik dalam diri. Penguapan terima kasih memang bisa menjadi sesuatu yang sederhana namun berat diucapkan di jaman sekarang ini. Cobalah untuk berlatih mengucapkan "terima kasih" dengan suara yang lantang namun terdengar ikhlas mulai dari sekarang.

  4. Minta Maaf
    Nah pada poin ke 4 (empat) ini lah yang luar biasa efek dan pengaruhnya pada diri kita. Memberi maaf atau memaafkan kesalahan orang lain tidak harus pada momen semacam Iedul Fitri yang datang setiap tahun. Mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" bisa banyak dilakukan baik dengan cara ucapan verbal berupa kalimat "saya minta maaf karena bla bla bla..." atau menyampaikan "permohonan maaf" dalam bentuk yang lain dan tidak langsung kepada orang lain bisa melalui jejaring sosial semacam twitter, facebook, atau melalui surel alias surat elektronik. Apa pun bisa dilakukan untuk menyampaikan ucapan "maaf" atau "minta maaf" di jaman sekarang ini, Kalaw ucapan minta maaf itu bisa menjatuhkan imej atau pencitraan anda dihadapan orang lain atau anda merasa gengsi, maka ucapan minta maaf atau permintaan maaf bisa dilakukan secara tidak langsung dengan cara cara yang sudah saya sebutkan itu tadi di atas.

    Namun yang pada prakteknya "minta maaf" sangat sulit diucapkan atau ada semacam perasan malu untuk mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" kepada orang lain pada kurun waktu tertentu. Seorang blogger, Bhayu, menyebut dalam blognya bahwa kata "minta maaf" atau "maaf" sangat berkaitan dengan pelayanan pelanggan atau biasa disebut dengan customer service. Menurutnya "minta maaf" atau "maaf" adalah salah satu kata yang menjadi menu wajib bagi mereka yang bekerja di bidang yang berkaitan dengan publik. Di sektor swasta misalnya ada pusat perbelanjaan, restoran, bandara, rumah sakit, bahkan juga setiap bagian humas, marketing, customer service atau bagian apa pun dari perusahaan yang berhubungan dengan pihak ketiga.

    Sementara bagi sektor pemerintah, justru hampir semuanya merupakan bidang yang terkait dengan publik, demikian dalam blognya. Saya setuju dengan pendapatnya mas Bhayu. Sungguh berat bagi yang tidak terbiasa mengucapkan "kata maaf" atau "meminta maaf" jika tidak terbiasa. Jadi bisa dimulai dari sekarang kita membiasakan diri untuk logowo, serta ikhlas menyampaikan permohonan maaf, atau mengucapkan "minta maaf" jika telah melakukan sesuatu kekhilafan, kesalahan atau kekeliruan terhadap orang lain. Kadang kita merasa gengsi untuk meminta maaf kepada orang lain karena ada perasaan segan atau ada semacam "sekat" yang membatasi diri kita untuk meminta maaf kepada orang. Karena kita merasa benar, jadi biarlah orang lain yang meminta maaf kepada kita. Ada perasaan gengsi jika kita meminta maaf kepada orang lain karena orang itu pangkatnya lebih rendah dari kita. Jangan begitu.

Konon kata sebagian orang 4 (empat) kata tersebut cenderung terjadi dalam lingkungan pekerjaan, atau lingkungan kerja. Ah saya rasa tidak juga. Di mana pun , kapan pun dan siapa pun bisa saja mengalami hal hal yang saya sebutkan di atas. Mungkin saja gengsi yang tidak perlu tetapi anda pertahankan karena menyangkut pencitraan anda terhadap orang lain. Gengsi boleh boleh saja kita pegang asal tidak kebablasan dalam penerapannya. Gengsi untuk belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman atau gengsi gengsi yang lain. Gengsi tentu saja berbeda dengan malu. Dalam pandangan dan prespektif saya, malu adalah sesuatu yang wajar jika berhadapan pada hal yang sifatnya syar'i misalnya anda malu karena tidak berpakaian sopan di tempat umum. Malu karena sudah dewasa tapi jmasih suka minum susu pake botol seperti bayi. Nah malu seperti ini wajar , harus anda lakukan perbaikan.

Lain halnya dengan malu yang berkaitan dengan moral. Anda korupsi uang negara, dan anda tidak perduli pada orang lain, nah di sinilah bisa dikatakan anda tidak punya malu. Rasa malu adalah moral yang amat berharga di hati semua orang yang harus didengar dan diutamakan. Kita bangga dengan rasa malu, karena dengan demikian kita bisa terhindar dari hal hal yang memalukan diri sendiri, keluarga serta bangsa apalagi mempermalukan orang lain. Nah 4 (empat) kata yang saya sebutkan di atas bisa menjadi berlian yang berkilau pada diri kita jika kita dengan lapang dada dan ikhlas melakukannya bukan saja terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain. Sehingga dengan demikian akan tercipta hubungan horizontal sesama kita hidup bermasyarakat menjadi tenang, damai, dan harmonis.

Ingatlah hakekat maksud 4 (empat) kata yang saya maksudkan di atas dimaksudkan sebagai penghargaan kepada roang lain. Ingatlah selalu bahwa kalau kita menghormati orang lain, dan tentunya orang lain akan menghormati kita sehingga dari sinilah tercipta saling hormat menghormati. Betapa indah hidup ini kalaw kita hidup saling hormat menghormati yang memang menjadi dambaan kita semua, Ingatlah selalu bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Semoga



Dear Blog. Hari demi hari kulalui dengan urutan berbagai aktifitas dan kegiatan sehari hari yang terasa rutin yang itu itu saja dari waktu ke waktu, dan semua itu saya jalani dengan sepenuh hati sepenuh cita dalam diri dan juga sepenuh harapan akan masa depan yang lebih baik. Berbagai cobaan, tantangan dan rintangan hidup sudah saya alami, dan itu akan terus berlangsung hingga masa yang tidak saya ketahui kapan akan berakhir. Hidup ini memang terasa amat indah jika kita menyadari akan penghargaan dari hal hal yang sekecil sekalipun sebagai tanda rasa bersyukur kita kepada Allah SWT Maha Pengasih Maha Penyayang.

Hal hal yang remeh sekalipun seperti mengedipkan mata, bernafas, menggerakkan kedua tangan kaki, serta aktifitas keseharian lainnya yang kita lakukan dengan normal adalah salah satu nikmat dan karunia dari Allah SWT. Tidakkah kita semua harus menyadari bahwa hal hal sekecil seperti itu amat mahal bagi mereka yang kurang beruntung. Mengapa saya katakan demikian, coba liatlah di sekeliling mu. Betapa banyak orang yang kurang beruntung ingin bertukar tempat dengan mu. Inilah Tema yang saya coba angkat pada tulisan hari ini yakni hanya satu kata. Ya hanya satu kata yakni "bersyukur". Ingatlah selalu betapa kita harus bersyukur setiap saat setiap waktu.

Melihat Ke Bawah
Judul tulisan pendek saya hari ini "Hanya Satu Kata" sudah diketahui jawabannya pada paragraf kedua di atas. Ya satu kata itu adalah "bersyukur". Seperti yang sudah saya singgung di atas bahwa sebaiknya kita mensyukuri hal hal terkecil bahkan remeh sekalipun dalam hidup ini yang seharusnya kita sukuri. Judul tulisan pendek saya hari ini "hanya satu kata" persis sama dengan judul lagunya Kang Harry Mukti yang amat kondang itu. Harry Mukti, mantan penyanyi era 80-an yang aktif berdakwah menjadi idea dan inspirasi bagi tulisan saya pada hari ini. Ya satu kata itu adalah bersyukur.

Seperti yang disinggung di atas betapa banyak orang yang ingin bertukar tempat dengan kita yang diberkahi dengan fisik dan tubuh yang normal. Coba saja kita bayangkan betapa nikmatnya kita makan dengan tangan yang normal, di saat orang lain yang tidak seberuntung kita tidak dapat makan dengan menggunakan kedua tangannya yang cacat. Tidakkah itu suatu "kemewahan" bagi kita yang normal. Kalau kita pandai bersyukur nikmat menggerakan kedua tangan adalah harga yang harus kita bayar dengan rasa bersykur, dan tidak menggunakan kedua tangan kita itu untuk hal hal yang tidak baik. Bayangkan saja jika anda sekarang tidak memiliki kedua tangan, apa yang anda rasakan ketika melihat orang lain memiliki tangan yang lengkap. Kerinduan akan tangan anda kembali tentu terasa. Nah rasakanlah itu seolah olah anda tidak memiliki kedua tangan, dan dari sanalah kita bisa merasakan betapa bersykurnya kita diberi Allah SWT kedua tangan yang normal.

Begitu juga dengan (maaf) aktifitas buang air besar atau disingkat dengan BAB (baca : be a be) yang biasa kita lakukan setiap hari di waktu pagi, atau diwaktu kapan saja saat perut kita mules itu adalah sebuah "kemewahan". Terkesan jorok memang tapi tidak dalam artian rasa bersyukur kita diberikan kemudahan untuk melakukan kegiatan be a be itu. COba liatlah ke sekeliling mu betapa banyak orang yang ingin bertukar tempat dengan mu.

Banyak orang yang harus menjalani operasi dengan biaya berjuta juta mahalnya hanya untuk bisa mengeluarkan (maaf) kotoran tubuhnya itu, akhirnya bisa dilakukan dengan melakukan bedah ditubuhnya sehingga kotoran itu bisa tersalurkan. Nah kita semua yang diberikan kesehatan fisik dan tubuh yang normal hingga bisa melakukan aktifitas be a be dengan lancar sebaiknya bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Nah melihatlah ke bawah, mereka yang papa dan mengalami cobaan hidup yang berat tidak seperti kita yang sudah banyak diberikan nikmat dari Allah SWT. Seperti yang sudah ditulis dalam kitab suci Al Quran, janganlah kita mendustai nikmat Allah SWT yang sudah kita rasakan sejak kita dari bayi hingga dewasa sekarang ini.

Sebagai Perisai Diri
Dengan kita banyak mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT, saya yakin hal hal yang bisa menggiring kita ke lembah dosa bisa dihindarkan sejauh mungkin. Cobaan memang ada dan sudah disediakan oleh Allah SWT, dan DIA memang menguji kesetiaan dan kesabaran hamba hambaNYA dengan berbagai cara. CObaan bisa berupa kenikmatan hidup, dan cobaan juga bisa berupa musibah yang menimpa kepada diri kita. Kesabaran adalah jiwa dalam diri kita yang seharusnya kita jaga dan kita pertahankan sekuat tenaga.

Namun berdasarkan fakta sejarah dan kita pun tahu semua, banyak orang yang lulus dengan predikat "cum laude" jika diberikan kesulitan hidup, kemiskinan, dan rintangan. Betapa banyak orang yang merintih berdoa agar musibah yang dialaminya disingkirkan dan diganti dengan kemudahan. Dengan mengalami musibah lah, kita menjadi dekat kepada Allah SWT. Namun celakanya, saat kesenangan itu datang, kenikmatan dunia yang gemerlap itu hinggap pada kita, dengan pongahnya menyatakan hal itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri, dan tidak mau sportif mengakui bahwa ada tangan ALLAH SWT yang membantu kesuksesan dirinya.

Akhirnya bisa ditebak, kita lupa untuk bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita itu. Jadi apakah dengan harus mengalami musibah dan cobaan dulu kita jadi dekat kepada Allah SWT? Saya rasa tidak. Bahkan dengan kenikmatan dan kemudahan yang kita miliki sekarang ini bisa menjadi "jalan" bagi kita untuk lebih mensyukuri nikmat yang Allah SWT Berikan kepada kita semua. Inilah poin penting di sub kedua tulisan saya hari ini, betapa kita harus bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita dikala kita susah maupun senang. Hanya dengan bersyukur pulalah kita tentunya akan meniadi perisa diri kita dan tidak akan sembarangan lagi memandang orang lain, dan tidak mentertawakan orang lain yang tidak seberuntung diri kita. Ingatlah bahwa dunia ini bagaikan roda pedati yang terus berputar sesuai porosnya. Saat ini kita memang di atas dan mumpuni di setiap sisi kehidupan, tapi ingatlah suatu saat kita akan berada di bawah, terpuruk dalam dalam. Roda kehidupan akan selalu berputar, dan setiap dari diri kita tentu akan mengalami apa yang dinamakan dinamika kehidupan. Pasang dan surut. Apakah anda percaya itu semua?

Bagian Penutup
Sebagai bagian penutup dari tulisan pendek ini, adalah pesan yang ingin saya sampaikan kepada diri saya sendiri untuk selalu dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tidak bermain main dengan bahaya di sekitar saya sendiri. Bahaya memang selalu siap menerkam diri saya dan saya pun harus menyadari akan kekeliruan langkah yang saya ambil kemarin, sekarang dan juga pada masa yang akan datang. Waktu yang berputar begitu cepatnya sampai saya tidak menyadari bahwa usia saya sekarang sudah tidak muda lagi. Kita semua pun begitu, dan hidup akan terus berjalan sebagaimana waktu yang terus bergerak maju.

Anda yang saat ini berusia belia dan amat muda mungkin belum tahu makna kehidupan dan kewajiban orang tua untuk membimbing mereka , generasi kita yang akan datang. Sedangkan kita yang sudah tidak muda ini tentu akan segera menyongsong waktu masa depan, dan itu akan berdampak pada fisik kita yang akan segera menjadi renta dan tua. Setiap orang akan mengalami masa masa ke emasqan pada jamannya hingga pada suatu masa kita akan menjalani hari hari akhir kita sebagai persiapan menuju "masa depan". Ini memang takdir yang akan kita alami semua. Saat ini bolehlah kita berbangga akan waktu muda, tapi kelak cepat atau lambat kita akan segera menggantikan posisi orang tua kita berusia lanjut. Nah siapkah anda semua memasuki masa tua kelak nanti? Bekal apa yang harus anda siapkan untuk memasuki masa masa itu? Bukannya menakuti tetapi ini pasti terjadi.

Kita, manusia, hanya diberikan kesempatan hidup satu kali. Satu periode. Saat kita lahir dalam belaian dan kasih kedua orang tua yang mengasuh diri kita yang tidak berdaya. Hingga pada akhirnya kita beranjak dewasa, dan kembali menjadi orang tua yang mengasuh anak anaknya hingga mereka kelak dewasa, dan mandiri dan mengakhiri generasi kita. Cobalah merenung, dan anda akan saya ajak menatap masa depan, dan ini bukan ramalan karena saya tidak percaya akan ramalan. Kita semua akan mengalami masa masa yang kata orang masa tua, nah apa yang bisa anda lakukan jika sudah menjadi kakek dan nenek? Tentu anda akan dikelilingi dengan anak cucu yang menghibur anda, dan aktifitas masa tua barangkali hanya diisi dengan ibadah kepada Allah SWT dan pasrah menghadapi hari "H" berupa kematian. Saya bukannya menakuti, tapi ini memang sudah ditulis dalam Al Quran, bahwa setiap jiwa akan mengalaminya. Jadi beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT tidak harus menunggu masa tua itu datang. Mereka yang sudah berangan angan ingin naik haji ke tanah suci Makkah tidak harus menunggu tua dahulu, dan kalau memang kesempatan itu ada, mengapa tidak dilakukan di kala muda.

Sekarang kesempatan untuk berbuat baik terbuka lebar. Masih banyak kesempatan yang bisa kita genggam, dan kesempatan untuk beramal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT masih terbuka lebar. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan nafas ini masih diberikan oleh Allah SWT. Betapa banyak kabar berita di media tanah air, orang yang sehat walafiat dengan dukunagn keuangan yang baik serta gaya hidup yang sehat tiba tiba dipanggil menghadap Allah SWT dengan tiba tiba. Kematian adalah misteri, dan misteri itu hanya milik Allah SWT yang sebaiknya bukan kita takuti. Jadikanlah "masa depan" itu sebagai warning dan peringatan bagi kita semua untuk bisa memanfaatkan waktu barang sedetik pun untuk terus melakukan kegiatan amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak semena mena dengan orang lain, apalagi mengambil sesuatu yang bukan milik kita sendiri. Ingatlah selalu bahwa bersyukur atas nikmat yang kita miliki adalah jembatan emas bagi diri kita untuk bisa menjaga diri sendiri dan juga keluarga dari hal hal yang tidak baik.

Hanya satu kata : bersyukur



Sudah bukan rahasia lagi kalau negara tercinta kita, Indonesia , merupakan negara paling unik di dunia. Unik disini bukan semata mata karena budayanya yang memang tidak ada duanya di dunia Internasional, dan juga bukan uniknya karena keberagaman suku dan agamanya yang tetap rukun, apalagi dengan keramahtamahan dan senyumnya orang Indonesia yang sudah kondang dijagat ini. Bukan , bukan unik karena yang saya sebut tadi.

Sesuai dengan tema tulisan pendek saya hari ini mengenai "Korupsi dan Koruptor" tentu para pembaca sudah bisa menebak ke arah mana tulisan sederhana ini akan saya bawa. Bahkan dalam Wikipedia Indonesia juga sudah disebutkan bahwa Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang dan belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sulit Diberantas
Dari awal sebenarnya saya sudah menaruh harapan kepada yang mulia Presiden SBY untuk berada dalam garda terdepan dalam upayanya, dan sesuai dengan janjinya sewaktu masih berkampanye. untuk SAY NO kepada Korupsi. Saya sedari awal sudah menaruh harapan besar kepada bapak presiden SBY yang gagah dan ganteng itu untuk menggunakan kegantengan dan kegagahannya dalam memberantas korupsi di Indonesia sampai kepada akar akarnya.

Namun harapan yang membuncah sejak awal saya memilih beliau sewaktu PEMILU kemarin, kini pupus sudah. Berbagai tayangan pemberitaan di media tanah air seolah olah menggambarkan betapa sulitnya memberantas budaya korupsi di Indonesia. Satu kasus korupsi belum selesai lalu muncul lagi dugaan korupsi yang lain. Ramai ramai orang merampok uang negara. Kasus korupsi di Indonesia seolah tidak ada habis habisnya, dan seolah olah sulit diberantas sampai tuntas.

Mengapa ini bisa terjadi di kabinet presiden yang mulia SBY yang mengklaim sebagai yang terdepan dalam memberantas budaya korupsi di Indonesia. Kalau sudah begini sedemikian parahnya budaya korupsi di Indonesia dan sulit diberantas, saya akan berpikir dua kali jika harus memilih partai Demokrat pada pemilu yang akan datang. Untuk memilih beliau untuk dipilih lagi sebagai presiden Indonesia mendatang juga sudah malas rasanya. Syukurlah beliau sendiri mengatakan tidak akan mencalonkan lagi untuk dipilih pada periode pemerintahan mendatang, ya memang sebaiknya begitu pak.

Kalau menyimak sejarah Korupsi di Indonesia tentu akan puanjang sekali, dan sudah banyak pakar pakar di Indonesia yang memiliki data yang valid mengenai sejarah korupsi di Indonesia, bahkan sejak jaman kerajaan dulu juga sudah dikenal adanya pemberian upeti, pencaplokan wilayah atas dasar motif ekonomi yang bersinergi dengan motif kekuasaan. Bahkan sejak jaman kemerdekaan di Indonesia hingga kepada pasca kemerdekaan sampai pada era orde baru, yang namanya korupsi di Indonesia seperti bahaya laten yang memang memerlukan perangkat hukum yang mumpuni, aparat penegak hukum yang kredibel dan dapat dipercaya , serta asas keadilan yang jelas dan tanpa pilih kasih.

Walau kata kata saya sudah seperti pakar aja, hehee ya nda lah ini juga hasil dari baca sana baca sini. Kalaw dari pendapat saya pribadi sih memang amat menggelikan ya, di saat bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi berkepanjangan, terorisme yang masih mengancam, tapi masih ada juga segelintir orang Indonesia yang bergelimang uang dan harta korupsi yang merugikan keuangan negara, dan menyakiti hati rakyat Indonesia, anda dan saya semua. Mengapa ini terus terjadi seolah olah tidak ada habis habisnya. Mengapa budaya korupsi di Indonesia begitu mengakar kuat, bahkan pedang aparat penegak hukum seperti tumpul dalam membabat akar korupsi ini ?. Benarkah "takdir" dan "kutukan" bagi bangsa Indonesia bahwa budaya korupsi di Indonesia memang tidak mungkin bisa diberantas itu benar adanya? Apakah kita percaya akan kutukan dan takdir seperti itu?.

Kembali kepada TUHAN
Saya memang bukan pakar korupsi, dan juga bukan ahli sejarah. Apa yang saya tulis hanyalah perasaan hati yang "pegal" bercampur kesal mengapa budaya korupsi di Indonesia seperti begitu totally complicated dan impossible untuk diberantas sampai ke akar akarnya. Bahkan berita terbaru baru saja saya liat dalam tayangan salah satu TV swasta di Indonesia, proyek E-KTP Kemendagri juga diduga menyelenggarakan tender yang tidak jelas dan berpotensi menimbulkan korupsi baru.

Wajar saja proyek E-KTP yang berbajet Trilyunan itu seperti "kue" yang siap menjadi bancakan para bandit bandit baru yang berpotensi menyebabkan kerugian negara di jalur baru. Walah apa lagi ini, sedangkan penanganan dugaan korupsi Wisma Atlit, Kasus Gayus, hingga Antasari saja juga sudah tidak genah alias belum selesai, nah ini muncul lagi dugaan korupsi proyek E-KTP kemendagri sudah muncul. Betapa carut marutnya penanganan korupsi di Indonesia, betapa beratnya tugas laskar laskar penegak keadilan (baca: KPK-red) untuk menuntaskan ini semua. Saya jadi ragu apakah laskar laskar penegak keadilan (KPK, Polis, Kejaksaan-red) bersinergi dan sungguh sungguh berusaha dalam upayanya memberantas budaya korupsi di Indonesia? Apakah kredibilitas dan akuntabilitas para penegak hukum itu bisa diandalkan? Setiap orang pasti mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda beda pastinya. Namun satu kesepakatan bersama antara kita semua bahwa BUDAYA KORUPSI harus dikikis habis, dan para KORUPTOR harus dijerat dengan hukum yang seberat beratnya.

Wacana penghilangan remisi bagi para koruptor memang sebaiknya segera diwujudkan. Dalam prespektif dan pandangan saya memang remisi umum seperti yang biasa dan memang menjadi hak para narapidana asal memenuhi syarat memang harus tetap ditegakkan karena memang ada Undang Undang yang mengaturnya. Hanya saja khusus untuk para Koruptor sebainya diberikan pengecualian dan pembedaan karena koruptor tidak saja merusak tatanan keuangan negara namun bahaya yang ditimbulkannya sangat mengerikan.

Betapa bangsa Indonesia bisa tertunda pembangunannya karena dananya dikorupsi para tikus tikus itu, dan bangsa Indonesia pada umumnya akan merasa getahnya. Pembangunan jadi terhambat, dan bukanlah itu merupakan dampak yang sistematis dari yang namanya Korupsi. Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh budaya korupsi memang amat mengerikan. Jangan pandang remeh budaya korupsi ini dan oleh sebab itu hukuman berat perlu dijatuhkan kepada mereka. Remisi kalaw perlu ditiadakan saja.

Kapan lagi bangsa ini mau serius dalam memberantas budaya korupsi kalau tidak dimulai dari hal yang kecil ini. Ingatlah yang namanya UANG itu sangat licin, dan banyak orang yang mudah tergoda oleh UANG untuk mewujudkan kepentingannya. Lalu bagaimana sebaiknya yang harus kita lakukan? Tindakan preventif yang bagaimana yang seharusnya kita jaga agar budaya korupsi di Indonesia tidak tumbuh bak jamur dimusim hujan seperti sekarang ini. Salah satu obat cespleng adalah dengan kembali kepada TUHAN YANG MAHA ESA. Jika penganut Islam seperti saya, tentunya diajarkan bahwa korupsi yang sama saja terminologinya dengan mencuri hak orang lain memang tidak boleh dan jika dilakukan akan diancam dosa.

Saya kira semua penganut agama lainnya juga tidak membenarkan mencuri sesuatu dari orang lain , atau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Saya kira ini kejahatan universal. Sebaiknya kita kembali kepada TUHAN YANG MAHA ESA , dan kita harus patuh pada perintah TUHAN dan menjauhi segala larangan TUHAN YANG MAHA ESA. Saya kira inilah salah satu obat yang paling mujarab dan sangat tepat mencegah orang untuk berbuat korupsi. Marilah kembali kepada ajaran TUHAN YANG MAHA ESA. Dan bagi penganut agama ISLAM seperti saya marilah kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT agar dikuatkan diri dan iman kita serta dijauhi keinginan untuk melakukan kejahatan korupsi. Mari kita beri makan keluarga kita dengan rezeki yang HALAL dan BAIK sehingga menjadi cerminan bagi generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik

Bagian Penutup
Seperti yang sudah saya singgung pada bagian awal dari tulisan pendek di bawah ini adalah bahwa budaya Korupsi di Indonesia sudah seharusnya diberantas sampai ke akar akarnya. Memang ada , dan pernah menjadi booming di Indonesia, penayangan wajah koruptor di pajang di televisi untuk menimbulkan rasa malu dan efek jera bagi para koruptor. Namun ingatlah bahwa kita tidak mengenal dosa keturunan.

Jika ayahnya seorang koruptor, apakah keluarga, anak dan istrinya yang tidak tau apa apa turut menanggung dosanya? Saya kira memang tidak ada kaitan langsung, namun resiko jika koruptor tertangkap dan dijebloskan kedalam tahanan dan dihukum penjara sesuai dengan hukum yang adil dan transparan, maka efek MALU secara otomatis akan menghinggapi keluarga sang koruptor. Ini memang sudah otomatis, dan tidak dapat dihindarkan. Anda berbuat kejahatan dan ditangkap, maka keluarga andalah yang juga menanggung malu, so eh jadi janganlah kita berbuat sesuatu yang bisa memalukan keluarga kita sendiri. Inilah BUDAYA MALU yang sudah seharusnya menjadi perisai dalam diri kita masing masing untuk tidak berbuat jahat dalam bentuk apapun juga.

Zea Zee Jiggy, seorang blogger yang tinggal di Bandung menuliskannya dalam legenda Yunani kuno tentang kisah Dewi Themis. Siapakah itu Dewi Temis? Kisah tentang Dewi Themis tentang keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Themis dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horae dan Astraea dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Gambaran Justitia yang paling umum adalah timbangan yang menggantung dari tangan kiri, dimana ia mengukur pembelaan dan perlawanan dalam sebuah kasus.

Dan kerapkali, ia digambarkan membawa pedang bermata dua yang menyimbolkan kekuatan Pertimbangan dan Keadilan. Kemudian, ia juga digambarkan mengenakan tutup mata. Ini dimaksudkan untuk mengindikasikan bahwa keadilan harus diberikan secara objektif tanpa pandang bulu, blind justice & blind equality. Yang menarik, tutup mata ini baru ‘dikenakannya’ setelah abad ke-15, saat tutup mata tampaknya menjadi ‘trend di kalangan dewi’. Koin kuno Roma berhias gambar Justitia memegang pedang dan timbangan, tetapi matanya tidak tertutup. “Lady Justice” atau “Lord Justice” juga merupakan gelar bagi hakim pengadilan banding di Inggris dan Wales. Hukum hadir untuk menyempurnakan ritus perjalanan manusia menuju kesempurnaan. Melahirkan satu tatanan sosial yang berkeadilan dan berkeadaban. Sebagai spirit, Dewi Keadilan adalah mimpi bagi pendamba keadilan dimanapun, tak terkecuali di Indonesia.
Sebagai penutup tulisan pendek ini saya mengutip tulisan menarik dari Amin Rahayu, SS yang secara jelas dan gamblang menyebutkan bahwa Korupsi akan menghambat proses pembangunan negara ke arah yang lebih baik, yaitu peningkatan kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan rakyat. Beliau menyebutkan bahwa ketidakberdayaan hukum di hadapan orang kuat, ditambah minimnya komitmen dari elit pemerintahan rnenjadi faktor penyebab mengapa KKN masih tumbuh subur di Indonesia. Semua itu karena hukum tidak sama dengan keadilan, hukum datang dari otak manusia penguasa, sedangkan keadilan datang dari hati sanubari rakyat. Saya setuju dengan tulisan beliau. Mari kembali kepada HATI SANUBARI kita masing masing. Keadilan bagi setiap orang harus ditegakkan dengan se adil adilnya, dan harapan membuncah kembali kita sematkan kepada laskar laskar penegak hukum kita untuk tetap menyuarakan hati rakyat yang meminta keadilan ditegakkan, dan bahwa KORUPSI tetap harus kita basmi bersama sama mulai dari sekarang.

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia