Help us to keep our home

Hidup bermasyarakat memang unik, dan memerlukan rasa tolerasni yang tinggi. Tentu ini ada benarnya karena sebagai bagian dari masyarakat, kita tidak dapat hidup seenaknya karena kebebasan kita berhadapan dengan kebebasan orang lain. Artinya bahwa hidup bermasyarakat memerlukan rasa respek dan penghargaan satu sama lainnya sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian yang memang amat didambakan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia dari pedesaan , perkotaan hingga kepada tatanan berbangsa dan bernegara.

TIdak saja di forum olah raga seperti sepakbola yang pernah melambungkan perdamaian dan kesatuan bangsa dengan ramai ramai bersatu padu mendukung timnas Indonesia dalam pertandingan sepakbola, tetapi pada forum yang lain. Berbeda dengan tulisan saya sebelumnya "Hanya Satu Kata" maka tema tulisan saya kali ini adalah "Hanya Empat Kata". Nah nah kok bisa ya beda angka gitu?. Hehehe saya sendiri kadang suka senyum senyum sendiri, jangan jangan gila. Haha nda lah saya senyum karena saya mentertawakan diri sendiri. Kalah kemarin "hanya satu kata", lalu hari ini "hanya empat kata" jangan jangan besok akan berubah lagi menjadi lebih dari itu. Nah penasaran ya apa yang saya maksud dengan "hanya empat kata" seperti pada judul tulisan saya pada hari ini?

"Hanya Empat Kata" yang menjadi judul tulisan saya hari ini sangat berkaitan erat dengan hidup bermasyarakat yang majemuk. Kita semua tau bahwa masyarakat kita yang heterogen dan berbeda beda sifat dan karakternya memerlukan rasa setia kawan, toleransi , penghargaan dan juga pengertian yang tinggi satu sama lainnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah membunyikan tape atau radio. Anda bisa saja enjoy dengan lagu atau musik yang anda sukai dan diputar di rumah anda sendiri, namun akan menjadi masalah bagi orang lain jika volume atau suara yang anda pasang dari tape atau radio anda sedemikian kerasnya sehingga mengganggu tetangga kiri dan kanan anda.

Bagaimana jika tetangga anda ada yang sakit gigi misalnya, lalu mendengar suara radio atau tape tetangganya yang keras, bukankah ia akan merasa semakin tersiksa dibuatnya. Sudah giginya terasa ngilu karena sakit karena kebanyakan makan jengkol misalnya, menjadi tambah uring uringan karena mendengar suara radio tape tetangga yang keras itu. Nah itu cuma contoh simple aja. Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang 4 (empat) kata ini yang bisa anda mudah dapatkan dengan search di mesin pencari semacam Google, atau Yahoo, namun kali ini adalah pendapat dari saya sendiri yang berbeda dari yang sudah ada. Nah 4 (Empat) kata yang saya maksud dalam tulisan saya pada hari ini adalah :

  1. Permisi
    Kata "permisi" atau kalaw dalam bahasa Inggris lazim disebut "excuse me" adalah ungkapan seseorang yang meminta "izin" kepada orang lain karena akan melakukan sesuatu hal atau karena sesuatu hal. Ini pendapat saya pribadi. Sebagai contoh adalah jika anda melihat dua orang rekan sahabat anda sedang asyik berbicara satu sama lainnya, dan anda bermaksud untuk nimbrung atau ingin bertanya sesuatu kepada salah satu dari mereka, tentu anda tidak boleh nyelonong boy tentunya. Tentunya kita akan mengucapkan "permisi" kepada mereka. Begitu pula yang saya maksud dalam artian syar'i seperti saat anda lewat di hadapan orang tua, tentu tidak kita boleh lewat di depan orang tua begitu saja tanpa mengucapkan kata permisi. Nah hal hal semacam inilah yang kadang suka terlupa kita lakukan, entah karena gengsi atau karena sibuknya sehingga segan, lupa atau tidak mau mengucapkan kata permisi.

  2. Minta Tolong
    Kata "minta tolong" ini juga berdampak yang luar biasa, karena membutuhkan "nyali" yang besar untuk mengucapkan dua kata yang ajaib ini, minta tolong. Kita tentunya pernah atau sering lupa mengucapkan dua kata itu kala ingin sesuatu dari orang lain. Sebagai contoh sederhananya saat pekerjaan anda tidak tuntas, atau anda tidak dapat mengedit gambar dari software Adobe Photoshop, dan anda melihat ada rekan kerja anda yang mahir di bidang itu. Tentu kita akan meminta tolong kepadanya agar bisa membantu anda menyelesaikan pekerjaan anda.

    Begitu pula saat kita menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu atas kehendak kita, tentu kata ini sebaiknya disertakan sebagai awal kalimat anda jika meminta sesuatu untuk dikerjakan atas keinginan anda. "Tolong donk ambilkan kertas di atas meja ya". Nah inilah contoh sederhananya. Namun pada umumnya setelah sesuatu itu dilakukan oleh orang lain atas ide dan kehendak anda, otomatis kata "terima kasih" akan meluncur dari mulut anda. Nah ini lah "tarian" yang indah antara "minta tolong" dengan "terima kasih" yang merupakan satu paket yang sudah pas dan tidak bisa diganggu gugat apalagi diadakan surat menyurat.

  3. Terima Kasih
    Seperti yang sudah saya singgung pada bagian ke 2 (dua) di atas bahwa ungkapan "Terima Kasih" otomatis kita ucapkan kepada orang lain karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain entah itu hadiah atau pemberian, atau juga karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain karen orang lain itu melakukan sesuatu atas ide atau kehendak kita. Sungguh tidak santun jika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain, namun anda merasa segan atau malu bilang terima kasih.

    Ada semacam sekat di mulut jika ingin mengucapkan terima kasih jika memperoleh sesuatu entah karena gengsi karena orang lain "pangkat" nya lebih rendah dari kita, namun kita semangat mengucapkan terima kasih jika orang lain itu pangkatnya lebih mulia dari kita. Tentu kita harus sportif. Siapa pun dia, entah pangkat atau levelnya di bawah kita atau di atas kita, sudah sewajarnya kita mengucapkan terima kasih karena jasanya, atau sesuatu yang kita dapaktkan dari orang lain atas ide dan kehendak dari kita. Itulah kata "Terima Kasih". Sebenarnya tidak sulit untuk mengucapkan kata "terima kasih" kepada orang lain jika kita memiliki keikhlasan dan kebiasaan yang baik dalam diri. Penguapan terima kasih memang bisa menjadi sesuatu yang sederhana namun berat diucapkan di jaman sekarang ini. Cobalah untuk berlatih mengucapkan "terima kasih" dengan suara yang lantang namun terdengar ikhlas mulai dari sekarang.

  4. Minta Maaf
    Nah pada poin ke 4 (empat) ini lah yang luar biasa efek dan pengaruhnya pada diri kita. Memberi maaf atau memaafkan kesalahan orang lain tidak harus pada momen semacam Iedul Fitri yang datang setiap tahun. Mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" bisa banyak dilakukan baik dengan cara ucapan verbal berupa kalimat "saya minta maaf karena bla bla bla..." atau menyampaikan "permohonan maaf" dalam bentuk yang lain dan tidak langsung kepada orang lain bisa melalui jejaring sosial semacam twitter, facebook, atau melalui surel alias surat elektronik. Apa pun bisa dilakukan untuk menyampaikan ucapan "maaf" atau "minta maaf" di jaman sekarang ini, Kalaw ucapan minta maaf itu bisa menjatuhkan imej atau pencitraan anda dihadapan orang lain atau anda merasa gengsi, maka ucapan minta maaf atau permintaan maaf bisa dilakukan secara tidak langsung dengan cara cara yang sudah saya sebutkan itu tadi di atas.

    Namun yang pada prakteknya "minta maaf" sangat sulit diucapkan atau ada semacam perasan malu untuk mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" kepada orang lain pada kurun waktu tertentu. Seorang blogger, Bhayu, menyebut dalam blognya bahwa kata "minta maaf" atau "maaf" sangat berkaitan dengan pelayanan pelanggan atau biasa disebut dengan customer service. Menurutnya "minta maaf" atau "maaf" adalah salah satu kata yang menjadi menu wajib bagi mereka yang bekerja di bidang yang berkaitan dengan publik. Di sektor swasta misalnya ada pusat perbelanjaan, restoran, bandara, rumah sakit, bahkan juga setiap bagian humas, marketing, customer service atau bagian apa pun dari perusahaan yang berhubungan dengan pihak ketiga.

    Sementara bagi sektor pemerintah, justru hampir semuanya merupakan bidang yang terkait dengan publik, demikian dalam blognya. Saya setuju dengan pendapatnya mas Bhayu. Sungguh berat bagi yang tidak terbiasa mengucapkan "kata maaf" atau "meminta maaf" jika tidak terbiasa. Jadi bisa dimulai dari sekarang kita membiasakan diri untuk logowo, serta ikhlas menyampaikan permohonan maaf, atau mengucapkan "minta maaf" jika telah melakukan sesuatu kekhilafan, kesalahan atau kekeliruan terhadap orang lain. Kadang kita merasa gengsi untuk meminta maaf kepada orang lain karena ada perasaan segan atau ada semacam "sekat" yang membatasi diri kita untuk meminta maaf kepada orang. Karena kita merasa benar, jadi biarlah orang lain yang meminta maaf kepada kita. Ada perasaan gengsi jika kita meminta maaf kepada orang lain karena orang itu pangkatnya lebih rendah dari kita. Jangan begitu.

Konon kata sebagian orang 4 (empat) kata tersebut cenderung terjadi dalam lingkungan pekerjaan, atau lingkungan kerja. Ah saya rasa tidak juga. Di mana pun , kapan pun dan siapa pun bisa saja mengalami hal hal yang saya sebutkan di atas. Mungkin saja gengsi yang tidak perlu tetapi anda pertahankan karena menyangkut pencitraan anda terhadap orang lain. Gengsi boleh boleh saja kita pegang asal tidak kebablasan dalam penerapannya. Gengsi untuk belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman atau gengsi gengsi yang lain. Gengsi tentu saja berbeda dengan malu. Dalam pandangan dan prespektif saya, malu adalah sesuatu yang wajar jika berhadapan pada hal yang sifatnya syar'i misalnya anda malu karena tidak berpakaian sopan di tempat umum. Malu karena sudah dewasa tapi jmasih suka minum susu pake botol seperti bayi. Nah malu seperti ini wajar , harus anda lakukan perbaikan.

Lain halnya dengan malu yang berkaitan dengan moral. Anda korupsi uang negara, dan anda tidak perduli pada orang lain, nah di sinilah bisa dikatakan anda tidak punya malu. Rasa malu adalah moral yang amat berharga di hati semua orang yang harus didengar dan diutamakan. Kita bangga dengan rasa malu, karena dengan demikian kita bisa terhindar dari hal hal yang memalukan diri sendiri, keluarga serta bangsa apalagi mempermalukan orang lain. Nah 4 (empat) kata yang saya sebutkan di atas bisa menjadi berlian yang berkilau pada diri kita jika kita dengan lapang dada dan ikhlas melakukannya bukan saja terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain. Sehingga dengan demikian akan tercipta hubungan horizontal sesama kita hidup bermasyarakat menjadi tenang, damai, dan harmonis.

Ingatlah hakekat maksud 4 (empat) kata yang saya maksudkan di atas dimaksudkan sebagai penghargaan kepada roang lain. Ingatlah selalu bahwa kalau kita menghormati orang lain, dan tentunya orang lain akan menghormati kita sehingga dari sinilah tercipta saling hormat menghormati. Betapa indah hidup ini kalaw kita hidup saling hormat menghormati yang memang menjadi dambaan kita semua, Ingatlah selalu bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Semoga



Dear Blog. Hari demi hari kulalui dengan urutan berbagai aktifitas dan kegiatan sehari hari yang terasa rutin yang itu itu saja dari waktu ke waktu, dan semua itu saya jalani dengan sepenuh hati sepenuh cita dalam diri dan juga sepenuh harapan akan masa depan yang lebih baik. Berbagai cobaan, tantangan dan rintangan hidup sudah saya alami, dan itu akan terus berlangsung hingga masa yang tidak saya ketahui kapan akan berakhir. Hidup ini memang terasa amat indah jika kita menyadari akan penghargaan dari hal hal yang sekecil sekalipun sebagai tanda rasa bersyukur kita kepada Allah SWT Maha Pengasih Maha Penyayang.

Hal hal yang remeh sekalipun seperti mengedipkan mata, bernafas, menggerakkan kedua tangan kaki, serta aktifitas keseharian lainnya yang kita lakukan dengan normal adalah salah satu nikmat dan karunia dari Allah SWT. Tidakkah kita semua harus menyadari bahwa hal hal sekecil seperti itu amat mahal bagi mereka yang kurang beruntung. Mengapa saya katakan demikian, coba liatlah di sekeliling mu. Betapa banyak orang yang kurang beruntung ingin bertukar tempat dengan mu. Inilah Tema yang saya coba angkat pada tulisan hari ini yakni hanya satu kata. Ya hanya satu kata yakni "bersyukur". Ingatlah selalu betapa kita harus bersyukur setiap saat setiap waktu.

Melihat Ke Bawah
Judul tulisan pendek saya hari ini "Hanya Satu Kata" sudah diketahui jawabannya pada paragraf kedua di atas. Ya satu kata itu adalah "bersyukur". Seperti yang sudah saya singgung di atas bahwa sebaiknya kita mensyukuri hal hal terkecil bahkan remeh sekalipun dalam hidup ini yang seharusnya kita sukuri. Judul tulisan pendek saya hari ini "hanya satu kata" persis sama dengan judul lagunya Kang Harry Mukti yang amat kondang itu. Harry Mukti, mantan penyanyi era 80-an yang aktif berdakwah menjadi idea dan inspirasi bagi tulisan saya pada hari ini. Ya satu kata itu adalah bersyukur.

Seperti yang disinggung di atas betapa banyak orang yang ingin bertukar tempat dengan kita yang diberkahi dengan fisik dan tubuh yang normal. Coba saja kita bayangkan betapa nikmatnya kita makan dengan tangan yang normal, di saat orang lain yang tidak seberuntung kita tidak dapat makan dengan menggunakan kedua tangannya yang cacat. Tidakkah itu suatu "kemewahan" bagi kita yang normal. Kalau kita pandai bersyukur nikmat menggerakan kedua tangan adalah harga yang harus kita bayar dengan rasa bersykur, dan tidak menggunakan kedua tangan kita itu untuk hal hal yang tidak baik. Bayangkan saja jika anda sekarang tidak memiliki kedua tangan, apa yang anda rasakan ketika melihat orang lain memiliki tangan yang lengkap. Kerinduan akan tangan anda kembali tentu terasa. Nah rasakanlah itu seolah olah anda tidak memiliki kedua tangan, dan dari sanalah kita bisa merasakan betapa bersykurnya kita diberi Allah SWT kedua tangan yang normal.

Begitu juga dengan (maaf) aktifitas buang air besar atau disingkat dengan BAB (baca : be a be) yang biasa kita lakukan setiap hari di waktu pagi, atau diwaktu kapan saja saat perut kita mules itu adalah sebuah "kemewahan". Terkesan jorok memang tapi tidak dalam artian rasa bersyukur kita diberikan kemudahan untuk melakukan kegiatan be a be itu. COba liatlah ke sekeliling mu betapa banyak orang yang ingin bertukar tempat dengan mu.

Banyak orang yang harus menjalani operasi dengan biaya berjuta juta mahalnya hanya untuk bisa mengeluarkan (maaf) kotoran tubuhnya itu, akhirnya bisa dilakukan dengan melakukan bedah ditubuhnya sehingga kotoran itu bisa tersalurkan. Nah kita semua yang diberikan kesehatan fisik dan tubuh yang normal hingga bisa melakukan aktifitas be a be dengan lancar sebaiknya bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Nah melihatlah ke bawah, mereka yang papa dan mengalami cobaan hidup yang berat tidak seperti kita yang sudah banyak diberikan nikmat dari Allah SWT. Seperti yang sudah ditulis dalam kitab suci Al Quran, janganlah kita mendustai nikmat Allah SWT yang sudah kita rasakan sejak kita dari bayi hingga dewasa sekarang ini.

Sebagai Perisai Diri
Dengan kita banyak mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT, saya yakin hal hal yang bisa menggiring kita ke lembah dosa bisa dihindarkan sejauh mungkin. Cobaan memang ada dan sudah disediakan oleh Allah SWT, dan DIA memang menguji kesetiaan dan kesabaran hamba hambaNYA dengan berbagai cara. CObaan bisa berupa kenikmatan hidup, dan cobaan juga bisa berupa musibah yang menimpa kepada diri kita. Kesabaran adalah jiwa dalam diri kita yang seharusnya kita jaga dan kita pertahankan sekuat tenaga.

Namun berdasarkan fakta sejarah dan kita pun tahu semua, banyak orang yang lulus dengan predikat "cum laude" jika diberikan kesulitan hidup, kemiskinan, dan rintangan. Betapa banyak orang yang merintih berdoa agar musibah yang dialaminya disingkirkan dan diganti dengan kemudahan. Dengan mengalami musibah lah, kita menjadi dekat kepada Allah SWT. Namun celakanya, saat kesenangan itu datang, kenikmatan dunia yang gemerlap itu hinggap pada kita, dengan pongahnya menyatakan hal itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri, dan tidak mau sportif mengakui bahwa ada tangan ALLAH SWT yang membantu kesuksesan dirinya.

Akhirnya bisa ditebak, kita lupa untuk bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita itu. Jadi apakah dengan harus mengalami musibah dan cobaan dulu kita jadi dekat kepada Allah SWT? Saya rasa tidak. Bahkan dengan kenikmatan dan kemudahan yang kita miliki sekarang ini bisa menjadi "jalan" bagi kita untuk lebih mensyukuri nikmat yang Allah SWT Berikan kepada kita semua. Inilah poin penting di sub kedua tulisan saya hari ini, betapa kita harus bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita dikala kita susah maupun senang. Hanya dengan bersyukur pulalah kita tentunya akan meniadi perisa diri kita dan tidak akan sembarangan lagi memandang orang lain, dan tidak mentertawakan orang lain yang tidak seberuntung diri kita. Ingatlah bahwa dunia ini bagaikan roda pedati yang terus berputar sesuai porosnya. Saat ini kita memang di atas dan mumpuni di setiap sisi kehidupan, tapi ingatlah suatu saat kita akan berada di bawah, terpuruk dalam dalam. Roda kehidupan akan selalu berputar, dan setiap dari diri kita tentu akan mengalami apa yang dinamakan dinamika kehidupan. Pasang dan surut. Apakah anda percaya itu semua?

Bagian Penutup
Sebagai bagian penutup dari tulisan pendek ini, adalah pesan yang ingin saya sampaikan kepada diri saya sendiri untuk selalu dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tidak bermain main dengan bahaya di sekitar saya sendiri. Bahaya memang selalu siap menerkam diri saya dan saya pun harus menyadari akan kekeliruan langkah yang saya ambil kemarin, sekarang dan juga pada masa yang akan datang. Waktu yang berputar begitu cepatnya sampai saya tidak menyadari bahwa usia saya sekarang sudah tidak muda lagi. Kita semua pun begitu, dan hidup akan terus berjalan sebagaimana waktu yang terus bergerak maju.

Anda yang saat ini berusia belia dan amat muda mungkin belum tahu makna kehidupan dan kewajiban orang tua untuk membimbing mereka , generasi kita yang akan datang. Sedangkan kita yang sudah tidak muda ini tentu akan segera menyongsong waktu masa depan, dan itu akan berdampak pada fisik kita yang akan segera menjadi renta dan tua. Setiap orang akan mengalami masa masa ke emasqan pada jamannya hingga pada suatu masa kita akan menjalani hari hari akhir kita sebagai persiapan menuju "masa depan". Ini memang takdir yang akan kita alami semua. Saat ini bolehlah kita berbangga akan waktu muda, tapi kelak cepat atau lambat kita akan segera menggantikan posisi orang tua kita berusia lanjut. Nah siapkah anda semua memasuki masa tua kelak nanti? Bekal apa yang harus anda siapkan untuk memasuki masa masa itu? Bukannya menakuti tetapi ini pasti terjadi.

Kita, manusia, hanya diberikan kesempatan hidup satu kali. Satu periode. Saat kita lahir dalam belaian dan kasih kedua orang tua yang mengasuh diri kita yang tidak berdaya. Hingga pada akhirnya kita beranjak dewasa, dan kembali menjadi orang tua yang mengasuh anak anaknya hingga mereka kelak dewasa, dan mandiri dan mengakhiri generasi kita. Cobalah merenung, dan anda akan saya ajak menatap masa depan, dan ini bukan ramalan karena saya tidak percaya akan ramalan. Kita semua akan mengalami masa masa yang kata orang masa tua, nah apa yang bisa anda lakukan jika sudah menjadi kakek dan nenek? Tentu anda akan dikelilingi dengan anak cucu yang menghibur anda, dan aktifitas masa tua barangkali hanya diisi dengan ibadah kepada Allah SWT dan pasrah menghadapi hari "H" berupa kematian. Saya bukannya menakuti, tapi ini memang sudah ditulis dalam Al Quran, bahwa setiap jiwa akan mengalaminya. Jadi beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT tidak harus menunggu masa tua itu datang. Mereka yang sudah berangan angan ingin naik haji ke tanah suci Makkah tidak harus menunggu tua dahulu, dan kalau memang kesempatan itu ada, mengapa tidak dilakukan di kala muda.

Sekarang kesempatan untuk berbuat baik terbuka lebar. Masih banyak kesempatan yang bisa kita genggam, dan kesempatan untuk beramal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT masih terbuka lebar. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan nafas ini masih diberikan oleh Allah SWT. Betapa banyak kabar berita di media tanah air, orang yang sehat walafiat dengan dukunagn keuangan yang baik serta gaya hidup yang sehat tiba tiba dipanggil menghadap Allah SWT dengan tiba tiba. Kematian adalah misteri, dan misteri itu hanya milik Allah SWT yang sebaiknya bukan kita takuti. Jadikanlah "masa depan" itu sebagai warning dan peringatan bagi kita semua untuk bisa memanfaatkan waktu barang sedetik pun untuk terus melakukan kegiatan amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak semena mena dengan orang lain, apalagi mengambil sesuatu yang bukan milik kita sendiri. Ingatlah selalu bahwa bersyukur atas nikmat yang kita miliki adalah jembatan emas bagi diri kita untuk bisa menjaga diri sendiri dan juga keluarga dari hal hal yang tidak baik.

Hanya satu kata : bersyukur



Sudah bukan rahasia lagi kalau negara tercinta kita, Indonesia , merupakan negara paling unik di dunia. Unik disini bukan semata mata karena budayanya yang memang tidak ada duanya di dunia Internasional, dan juga bukan uniknya karena keberagaman suku dan agamanya yang tetap rukun, apalagi dengan keramahtamahan dan senyumnya orang Indonesia yang sudah kondang dijagat ini. Bukan , bukan unik karena yang saya sebut tadi.

Sesuai dengan tema tulisan pendek saya hari ini mengenai "Korupsi dan Koruptor" tentu para pembaca sudah bisa menebak ke arah mana tulisan sederhana ini akan saya bawa. Bahkan dalam Wikipedia Indonesia juga sudah disebutkan bahwa Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang dan belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sulit Diberantas
Dari awal sebenarnya saya sudah menaruh harapan kepada yang mulia Presiden SBY untuk berada dalam garda terdepan dalam upayanya, dan sesuai dengan janjinya sewaktu masih berkampanye. untuk SAY NO kepada Korupsi. Saya sedari awal sudah menaruh harapan besar kepada bapak presiden SBY yang gagah dan ganteng itu untuk menggunakan kegantengan dan kegagahannya dalam memberantas korupsi di Indonesia sampai kepada akar akarnya.

Namun harapan yang membuncah sejak awal saya memilih beliau sewaktu PEMILU kemarin, kini pupus sudah. Berbagai tayangan pemberitaan di media tanah air seolah olah menggambarkan betapa sulitnya memberantas budaya korupsi di Indonesia. Satu kasus korupsi belum selesai lalu muncul lagi dugaan korupsi yang lain. Ramai ramai orang merampok uang negara. Kasus korupsi di Indonesia seolah tidak ada habis habisnya, dan seolah olah sulit diberantas sampai tuntas.

Mengapa ini bisa terjadi di kabinet presiden yang mulia SBY yang mengklaim sebagai yang terdepan dalam memberantas budaya korupsi di Indonesia. Kalau sudah begini sedemikian parahnya budaya korupsi di Indonesia dan sulit diberantas, saya akan berpikir dua kali jika harus memilih partai Demokrat pada pemilu yang akan datang. Untuk memilih beliau untuk dipilih lagi sebagai presiden Indonesia mendatang juga sudah malas rasanya. Syukurlah beliau sendiri mengatakan tidak akan mencalonkan lagi untuk dipilih pada periode pemerintahan mendatang, ya memang sebaiknya begitu pak.

Kalau menyimak sejarah Korupsi di Indonesia tentu akan puanjang sekali, dan sudah banyak pakar pakar di Indonesia yang memiliki data yang valid mengenai sejarah korupsi di Indonesia, bahkan sejak jaman kerajaan dulu juga sudah dikenal adanya pemberian upeti, pencaplokan wilayah atas dasar motif ekonomi yang bersinergi dengan motif kekuasaan. Bahkan sejak jaman kemerdekaan di Indonesia hingga kepada pasca kemerdekaan sampai pada era orde baru, yang namanya korupsi di Indonesia seperti bahaya laten yang memang memerlukan perangkat hukum yang mumpuni, aparat penegak hukum yang kredibel dan dapat dipercaya , serta asas keadilan yang jelas dan tanpa pilih kasih.

Walau kata kata saya sudah seperti pakar aja, hehee ya nda lah ini juga hasil dari baca sana baca sini. Kalaw dari pendapat saya pribadi sih memang amat menggelikan ya, di saat bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi berkepanjangan, terorisme yang masih mengancam, tapi masih ada juga segelintir orang Indonesia yang bergelimang uang dan harta korupsi yang merugikan keuangan negara, dan menyakiti hati rakyat Indonesia, anda dan saya semua. Mengapa ini terus terjadi seolah olah tidak ada habis habisnya. Mengapa budaya korupsi di Indonesia begitu mengakar kuat, bahkan pedang aparat penegak hukum seperti tumpul dalam membabat akar korupsi ini ?. Benarkah "takdir" dan "kutukan" bagi bangsa Indonesia bahwa budaya korupsi di Indonesia memang tidak mungkin bisa diberantas itu benar adanya? Apakah kita percaya akan kutukan dan takdir seperti itu?.

Kembali kepada TUHAN
Saya memang bukan pakar korupsi, dan juga bukan ahli sejarah. Apa yang saya tulis hanyalah perasaan hati yang "pegal" bercampur kesal mengapa budaya korupsi di Indonesia seperti begitu totally complicated dan impossible untuk diberantas sampai ke akar akarnya. Bahkan berita terbaru baru saja saya liat dalam tayangan salah satu TV swasta di Indonesia, proyek E-KTP Kemendagri juga diduga menyelenggarakan tender yang tidak jelas dan berpotensi menimbulkan korupsi baru.

Wajar saja proyek E-KTP yang berbajet Trilyunan itu seperti "kue" yang siap menjadi bancakan para bandit bandit baru yang berpotensi menyebabkan kerugian negara di jalur baru. Walah apa lagi ini, sedangkan penanganan dugaan korupsi Wisma Atlit, Kasus Gayus, hingga Antasari saja juga sudah tidak genah alias belum selesai, nah ini muncul lagi dugaan korupsi proyek E-KTP kemendagri sudah muncul. Betapa carut marutnya penanganan korupsi di Indonesia, betapa beratnya tugas laskar laskar penegak keadilan (baca: KPK-red) untuk menuntaskan ini semua. Saya jadi ragu apakah laskar laskar penegak keadilan (KPK, Polis, Kejaksaan-red) bersinergi dan sungguh sungguh berusaha dalam upayanya memberantas budaya korupsi di Indonesia? Apakah kredibilitas dan akuntabilitas para penegak hukum itu bisa diandalkan? Setiap orang pasti mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda beda pastinya. Namun satu kesepakatan bersama antara kita semua bahwa BUDAYA KORUPSI harus dikikis habis, dan para KORUPTOR harus dijerat dengan hukum yang seberat beratnya.

Wacana penghilangan remisi bagi para koruptor memang sebaiknya segera diwujudkan. Dalam prespektif dan pandangan saya memang remisi umum seperti yang biasa dan memang menjadi hak para narapidana asal memenuhi syarat memang harus tetap ditegakkan karena memang ada Undang Undang yang mengaturnya. Hanya saja khusus untuk para Koruptor sebainya diberikan pengecualian dan pembedaan karena koruptor tidak saja merusak tatanan keuangan negara namun bahaya yang ditimbulkannya sangat mengerikan.

Betapa bangsa Indonesia bisa tertunda pembangunannya karena dananya dikorupsi para tikus tikus itu, dan bangsa Indonesia pada umumnya akan merasa getahnya. Pembangunan jadi terhambat, dan bukanlah itu merupakan dampak yang sistematis dari yang namanya Korupsi. Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh budaya korupsi memang amat mengerikan. Jangan pandang remeh budaya korupsi ini dan oleh sebab itu hukuman berat perlu dijatuhkan kepada mereka. Remisi kalaw perlu ditiadakan saja.

Kapan lagi bangsa ini mau serius dalam memberantas budaya korupsi kalau tidak dimulai dari hal yang kecil ini. Ingatlah yang namanya UANG itu sangat licin, dan banyak orang yang mudah tergoda oleh UANG untuk mewujudkan kepentingannya. Lalu bagaimana sebaiknya yang harus kita lakukan? Tindakan preventif yang bagaimana yang seharusnya kita jaga agar budaya korupsi di Indonesia tidak tumbuh bak jamur dimusim hujan seperti sekarang ini. Salah satu obat cespleng adalah dengan kembali kepada TUHAN YANG MAHA ESA. Jika penganut Islam seperti saya, tentunya diajarkan bahwa korupsi yang sama saja terminologinya dengan mencuri hak orang lain memang tidak boleh dan jika dilakukan akan diancam dosa.

Saya kira semua penganut agama lainnya juga tidak membenarkan mencuri sesuatu dari orang lain , atau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Saya kira ini kejahatan universal. Sebaiknya kita kembali kepada TUHAN YANG MAHA ESA , dan kita harus patuh pada perintah TUHAN dan menjauhi segala larangan TUHAN YANG MAHA ESA. Saya kira inilah salah satu obat yang paling mujarab dan sangat tepat mencegah orang untuk berbuat korupsi. Marilah kembali kepada ajaran TUHAN YANG MAHA ESA. Dan bagi penganut agama ISLAM seperti saya marilah kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT agar dikuatkan diri dan iman kita serta dijauhi keinginan untuk melakukan kejahatan korupsi. Mari kita beri makan keluarga kita dengan rezeki yang HALAL dan BAIK sehingga menjadi cerminan bagi generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik

Bagian Penutup
Seperti yang sudah saya singgung pada bagian awal dari tulisan pendek di bawah ini adalah bahwa budaya Korupsi di Indonesia sudah seharusnya diberantas sampai ke akar akarnya. Memang ada , dan pernah menjadi booming di Indonesia, penayangan wajah koruptor di pajang di televisi untuk menimbulkan rasa malu dan efek jera bagi para koruptor. Namun ingatlah bahwa kita tidak mengenal dosa keturunan.

Jika ayahnya seorang koruptor, apakah keluarga, anak dan istrinya yang tidak tau apa apa turut menanggung dosanya? Saya kira memang tidak ada kaitan langsung, namun resiko jika koruptor tertangkap dan dijebloskan kedalam tahanan dan dihukum penjara sesuai dengan hukum yang adil dan transparan, maka efek MALU secara otomatis akan menghinggapi keluarga sang koruptor. Ini memang sudah otomatis, dan tidak dapat dihindarkan. Anda berbuat kejahatan dan ditangkap, maka keluarga andalah yang juga menanggung malu, so eh jadi janganlah kita berbuat sesuatu yang bisa memalukan keluarga kita sendiri. Inilah BUDAYA MALU yang sudah seharusnya menjadi perisai dalam diri kita masing masing untuk tidak berbuat jahat dalam bentuk apapun juga.

Zea Zee Jiggy, seorang blogger yang tinggal di Bandung menuliskannya dalam legenda Yunani kuno tentang kisah Dewi Themis. Siapakah itu Dewi Temis? Kisah tentang Dewi Themis tentang keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Themis dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horae dan Astraea dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Gambaran Justitia yang paling umum adalah timbangan yang menggantung dari tangan kiri, dimana ia mengukur pembelaan dan perlawanan dalam sebuah kasus.

Dan kerapkali, ia digambarkan membawa pedang bermata dua yang menyimbolkan kekuatan Pertimbangan dan Keadilan. Kemudian, ia juga digambarkan mengenakan tutup mata. Ini dimaksudkan untuk mengindikasikan bahwa keadilan harus diberikan secara objektif tanpa pandang bulu, blind justice & blind equality. Yang menarik, tutup mata ini baru ‘dikenakannya’ setelah abad ke-15, saat tutup mata tampaknya menjadi ‘trend di kalangan dewi’. Koin kuno Roma berhias gambar Justitia memegang pedang dan timbangan, tetapi matanya tidak tertutup. “Lady Justice” atau “Lord Justice” juga merupakan gelar bagi hakim pengadilan banding di Inggris dan Wales. Hukum hadir untuk menyempurnakan ritus perjalanan manusia menuju kesempurnaan. Melahirkan satu tatanan sosial yang berkeadilan dan berkeadaban. Sebagai spirit, Dewi Keadilan adalah mimpi bagi pendamba keadilan dimanapun, tak terkecuali di Indonesia.
Sebagai penutup tulisan pendek ini saya mengutip tulisan menarik dari Amin Rahayu, SS yang secara jelas dan gamblang menyebutkan bahwa Korupsi akan menghambat proses pembangunan negara ke arah yang lebih baik, yaitu peningkatan kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan rakyat. Beliau menyebutkan bahwa ketidakberdayaan hukum di hadapan orang kuat, ditambah minimnya komitmen dari elit pemerintahan rnenjadi faktor penyebab mengapa KKN masih tumbuh subur di Indonesia. Semua itu karena hukum tidak sama dengan keadilan, hukum datang dari otak manusia penguasa, sedangkan keadilan datang dari hati sanubari rakyat. Saya setuju dengan tulisan beliau. Mari kembali kepada HATI SANUBARI kita masing masing. Keadilan bagi setiap orang harus ditegakkan dengan se adil adilnya, dan harapan membuncah kembali kita sematkan kepada laskar laskar penegak hukum kita untuk tetap menyuarakan hati rakyat yang meminta keadilan ditegakkan, dan bahwa KORUPSI tetap harus kita basmi bersama sama mulai dari sekarang.


Dear blog. Tadi pagi sekitar jam 08.30 WIB saya mengunjungi Rasau dalam rangka mengantar sang istri ke lokasi tugas di SMA Negeri 1 Kubu. Setelah sekian lama libur Puasa dan Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah, maka pada tanggal 12 September ini seluruh guru guru yang ditugaskan di SMA Negeri 1 Kubu Raya sudah harus siap ke "medan tempur" mengajar seperti biasanya. Dan dalam 1 (satu) minggu sebanyak kira kira 2 (dua) kali saya bolak balik dari Pontianak ke Rasau mengantar istri ke lokasi tugas.

Karena letaknya di Kubu, maka harus diantar hingga ke steher Rasau dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kubu dengan connecting dengan kapal yang lain misalnya kapal Budi, Kapel Paket serta kapal kapal lainnya yang mengarah ke Kubu. Tidak terasa kini sudah sekitar 3 (tiga) tahun saya antar istri bolak balik ke Rasau sampai saya hapal luar kepala rute rute ke Rasau termasuk melewati Pabrik Nanas itu. Namun bukan itu yang menjadi tema tulisan saya hari ini. Tema hari ini sederhana saja yakni "Pegadaian Memang Membantu" yang dikemas secara sederhana.

Praktis dan Cepat
Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul dan berisi "Ke Pegadaian Mengapa Tidak" disebutkan bahwa Pegadaian memang sanagt membantu masyarakat yang memerlukan dana segara dalam waktu cepat , singkat, mudah tanpa ada syarat harus membuka rekening dan dapat diandalkan. Pegadaiam memang merupakan solusi dalam memberikan akses dana segar dan cepat kepada masyarakat yang ingin mendapatkan dana atau uang segar. Nah Pegadaian merupakan salah satu solusi yang jitu buat masyarakat memperoleh dana segar (uang tunai-red) tanpa harus memiliki akun atau rekening, dan tanpa harus melalui tahapan wawancara segala macem. Cukup anda datang ke kantor Pegadaian terdekat, bawa barang anda yang dititipkan, isi formulir, dan mudah sekali uangnya bisa anda bawa pulang menit itu juga. Ini juga yang saya lakukan pada hari ini.

Betapa minggu minggu ini terasa amat berat, beban pengeluaran di sana sini setelah lepas Idul Fitri, index keuangan keluarga kami menjadi tidak terkontrol dan ini sedang dalam pengkajian lebih lanjut bersama sama nanti mengapa bisa menjadi "maines" (baca: minus) khusus untuk bulan ini. Nah saat itu uang dikantong sudah sangat menipis termasuk untuk membayar tiket kapal istri ke Rasau dan juga membeli pulsa "ala kadar" nya (pulsa 10 ribu-red) yang penting minimal bisa balas SMS ke teman teman istri gitu deh.

Kan sekarang sudah banyak tersedia gratisan yang diperoleh dari TELKOMSEL yang memang kadang semprul itu. Semprul? Ya karena sering terjadi gangguan jaringan koneksi, dan SMS juga sering pending tidak sampai sampai, dan kalawpun sampai terlambat. Nah dengan cukup mengirim beberapa SMS saja sudah mendapat bonus 100 SMS kan lumayan. Nah dengan bonus 100 SMS aja sudah payah menghabiskannya, apalagi AXIS yang menawarkan bonus sampai 10.000 SMS. Aje gile. Sampai keriting tuh jempol kirim SMS an sampai sepuluh ribu hehehe. Kalaw sampai ada orang Indonesia dalam 1 hari bisa menghabiskan bonus 10.000 SMS gratis bisa masuk MURI atau bahkan rekord dunia Guiness Book of world Record.

Nah kembali kepada sub thema kita "Praktis dan Cepat" memang sudah saya rasakan hari ini. Sepulang mengantar istri dari steher Rasau, saya sudah diwanti wanti sama istri untuk "menyekolahkan" sebuah cincin ke Pegadaian Sungai Raya yang konon juga memiliki tawaran dan penaksiran cukup tinggi disamping harga emas juga kabarnya sedang hot hotnya. Akhirnya dengan restu dan izin istri, akhirnya cincin kesayangannya itu "dititipkan" di kantor Pegadaian biar "pinter" hehehe. Akhirnya dengan menyerahkan sebuah KTP sebagai verifikasi oleh pihak Pegadaian, dan setelah penaksiran yang cermat cincin itu akhirnya bisa diuangkan untuk berbagai keperluan nasabah. Ya nasabah. Setiap orang yang mempercayakan barang berharganya di Pegadaian sudah disebut dengan Nasabah. Jadi jika ada nasabah yang bisa mencairkan uangnya di Pegadaian dengan menyertakan barang berharganya, dan tanpa harus membuka rekening, ya itulah disebut juga dengan Nasabah Pegadaian.

Bagian Penutup
Sebagai penutup dari tulisan pendek ini, saya menghimbau masyarakat yang perlu dana segar dan cepat tanpa harus membuka rekening ya datanglah dengan manis dan penuh percaya diri di kantor kantor Pegadaian setempat. Hanya dengan cara inilah masyarakat bisa mendapatkan akses keuangan dengan cepat dan tanpa waktu yang lama dan juga tanpa harus membuka rekening yang amat merepotkan itu. Seperti yang sudah saya singgung dibagian atas tulisan ini bahwa Pegadaian selalu siap dana berapa pun yang masyarakat butuhkan. Apakah mereka yang datang ke Pegadaian adalah mereka yang kesulitan atau mengalami krisis keuangan? Jangan salah, bahkan orang kaya pun dan nasabah berdasipun juga antre di kantor Pegadaian. Nah Pegadaian adalah untuk siapa saja, dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Dengan menyertakan barang berharga kita sebagai jaminan untuk pencairan uang dari Kantor Pegadaian, kita banyak mendapatkan manfaat sekaligus. Pertama, sudah pasti kita mendapatkan dana segar (fresh money-red) sesuai dengan taksiran dan sesuai dengan besarnya dana yang anda butuhkan. Karena bisa saja barang berharga anda dinilai 100 juta dan hanya perlu dana segar 20 juta saja, jadi tidak harus diambil maksimal. Ingatlah besarnya pinjaman anda dari Pegadaian, berarti besar juga dana yang harus anda kembalikan untuk menebus kembali barang berharga yang anda percayakan kepada Pegadaian.

Kedua, sudah pasti barang kita aman karena dilindungi oleh undang undang. dan tidak akan hilang (kecuali ada oknum yang korup dan tindakan kejahatan -red). Dan terakhir, Ketiga, adalah keuntungan mengetahui batas atau jatuh tempo. Ingatlah jika anda terlambat mengembalikan dana Pegadaian yang anda pinjam maka anda akan dikenakan denda, dan jika tidak sampai melunasi maka barang kesayangan anda akan disita oleh Pegadaian untuk dilelang kepada Masyarakat.

Ya resiko lah, semua juga ada resikonya. Jangan mau enaknya aja
heihiehiehiheiheiehiehiheiheiheiehiehiee
Hidup Pegadaian..

Dear blog. Tadi pagi sekitar jam 08.30 WIB saya mengunjungi Rasau dalam rangka


Bekerja dengan akses Internet yang baik merupakan salah satu faktor pendukung utama pekerjaan saya sehari hari di kantor. Hmm barangkali bisa online di era sekarang ini juga merupakan hal yang amat menyenangkan disamping kesenangan kesenangan lainnya yang bisa anda dapatkan. Nah barangkali diantara para pembaca setia blog saya ada yang sudah mengetahui apa yang saya kerjakan setiap hari di kantor, namun masih banyak juga yang bertanya tanya apa sih yang sebenarnya saya lakukan setiap hari itu. Jangankan anda yang notabenenya bukan orang sekantor, nah orang kantor saya sendiri juga banyak yang belum mengetahui, atau tau sedikit tentang aktifitas khusus di bagian atau departemen saya ini.

Apa yang Kerjakan
Pertama : Saya membuka server jaringan dalam PC saya, dan melihat apakah akses ke server berjalan baik dan connected. Maka saya langsung cek di server data mentah (raw materal -red). Saya langsung membuka halaman dari halaman 1 sampai dengan 32 sesuai dengan jumlah halaman versi cetaknya. Setelah semua berstatus Ok. Online. Maka langkah selanjutnya saya menjalankan Software Adobe Photoshop Versi 0.7, kadang juga Adobe Photoshop CS3 juga. Selanjutnya saya menjalankan NOTE PAD. Langkah selanjutnya saya menjalankan mesin online nya itu sendiri. Ya Website Administrator harus dijalankan untuk proses final updating website itu sendiri. Setelah semua "senjata" ini pada posisi armed maka bisa dimulai proses insersi data.

Kedua : Data mentah yang saya ambil dari halaman server 1 s/d 32, kemudian di keluarkan semua. Di jalankan. Lalu koran ASELI Pontianak Post versi cetak juga dibentangkan. Ha ini penting karena data mentah dari server harus sama persis dengan berita koran versi cetaknya. Karena pada prinsipnya versi Pontianak Post versi online hanya penunjang atau back up versi koran cetaknya. Adobe Photoshop 7 atau Adobe Photoshop CS3 siap dijalankan.

Ketiga : Setelah semua data di keluarkan, maka dilakukan validasi atau kecocokan antara data mentah dari server dengan berita yang sudah terbit dalam versi cetaknya. Jika dalam berita versi cetaknya judul berita foto tidak sama atau tidak ada dengan data mentah dari server, maka data yang kosong itu diketikan sesuai dengan berita foto di versi koran cetaknya.

Keempat : Setelah data teks sesuai dari data mentah dengan data koran versi cetaknya, maka sekarang dilakukan pengolahan foto. Setiap berita kadang disertai dengan foto. Walau tidak semua berita di versi cetak ada fotonya. Namun dalam web foto diusahakan ada. Karena berita akan semakin menarik jika sudah dilengkapi dengan gambar baik foto maupun ilustrasi. Foto pun dibuat dalam 20 KB maksimal. Hal ini penting karena jika foto terlalu berat akan menyebakan website terasa berat dibuka. Sebenarnya
proses input data online ke website ini memerlukan tenaga 2 (Dua) orang untuk lebih maksimal. Karena data online di website sebaiknya dilengkapi dengan foto foto agar lebih terasa greget, dan juga kelengkapan informasinya. Bukankan berita online dilengkapi dengan foto akan semakin menunjang jalan cerita beritanya bukan?

PENUTUP
Selain melakukan updating website, saya pun memiliki tugas tidak resmi yakni menarik foto dari AFP dan REUTERS juga dilakukan setiap hari, Namun karena sesuatu dan lain hal penarik foto ini saya hentikan. Penarikan foto dilakukan oleh redaktur.

Salah satu keunggulan dari departemen atau divisi online yang saya rasakan sekarang ini adalah akses informasi tanpa batas (bilang aja Internet gitu aja kok repot - ya Allah saya pinjam slogan Almarhum Gus Dur. Terimalah Almarhum Gus Dur dalam Syurga MU ya ALLAH. Amin). Dengan bekal inilah saya punya kesempatan luas mengakses informasi seluruh jagat raya ada dalam tut tus keyboard ku. Sangat senang menjadi orang yang punya akses informasi yang sedemikian cepat berubahnya dari detik ke detik setiap hari. Sungguh menyenangkan jika bisa mengikuti perkembangan informasi sekarang ini. Dan ini suatu berkah yang saya syukuri kepada ALLAH SWT.

nah gimana sudah tau kan kerjaan saya tiap hari?
Ya itu dia hiiihiiihihihihii

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia