Help us to keep our home
Dear Blog

Bulan ini genap usia kantor ku berulang tahun yang ke 38 (tiga puluh delapan) tahun. Sungguh suatu usia yang sudah tidak terbilang belia lagi. Di usia kepala 3 kalaw dalam diri orang dewasa sebenarnya sudah terpatri rasa kebijaksanaan dan juga kearifan lokal yang tercermin dari kebijakan kebijakan internal maupun eksternal.

Semuanya bersatu padu demi mencapai tujuan bersama. Yakni maju dan menjadi perusahaan yang terus tumbuh berkembang dari waktu ke waktu. Sayang sekali dari sejumlah prestasi yang membanggakan itu terselip juga beberapa program kerja dan kebijakan yang dianggap belum bisa menjembatani perbedaan kepentingan baik dari sisi sang pengusaha selaku pemilik modal, pemilik perusahaan dengan para buruh atau karyawannya. Berikut adalah catatan saya

Bekerja dengan upah yang layak dan dalam lingkungan yang kondusif adalah cita cita dan dambaan para karyawannya. Hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan para pekerja dalam koridor yang selaras dalam Undang Undang Ketenagakerjaan juga menjadi impian kita semua. Pengusaha tetap terjaga kepentingannya dan pencapaian yang diharapkan perusahaan dapat terwujud dengan tekad dan kerja keras para karyawannya.

Begitupula sebaliknya kesejahteraan dan kepastian hokum para karyawannya menjadi bekal dan pemicu semangat dalam mencapai target target perusahaan yang dibebankan kepadanya. Namun kadang ada beberapa hal yang masih merupakan ganjalan untuk menjembatani antara kepentingan pengusaha dengan kepentingan karyawan yang belum mencapai titik temu. Seperti apakah ganjalan ganjalannya, mari kita coba bahas dalam tulisan sederhana kali ini

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi batu sandungan bagi terciptanya hubungan industrialis yang harmonis antara pengusaha dengan Buruh (Karyawan) nya dalam rangka upaya kita untuk membangun hubungan industrial yang sehat.

  1. Sistim Kerja Kontrak (Outsourcing)
    Anda saat ini berstatus karyawan kontrak? Apa saja sebenarnya hak-hak karyawan kontrak itu sendiri? Apakah jenis pekerjaan anda merupakan pekerjaan yang memiliki syarat-syarat untuk dikontrak atau tidak? Fenomena karyawan kontrak di Indonesia sendiri memang sudah berlangsung cukup lama, baik dilakukan oleh perusahaan lokal atau asing.

    Swasta atau milik pemerintah. Sebagai bagian dari sistem ekonomi kapitalis dunia maka fenomena tenaga kerja kontrak atau dikenal dengan istilah oursourcing ini kian banyak dipilih sebagai alternative mendapatkan tenaga kerja yang murah, cepat, dan beresiko lebih rendah. Mengapa demikian? Seseorang yang dikontrak biasanya beban kerjanya hampir sama atau bahkan lebih berat dari pada pegawai tetap, namun dari segi gaji atau fasilitas lainnya tentu saja sangat berbeda.

    Bayangkan saja berapa keuntungan perusahaan dari segi produktifitas misalnya, termasuk tidak adanya ketentuan pesangon yang jelas apabila perusahaan tidak lagi menggunakan jasa si tenaga kerja kontrak. Banyak perusahaan outsource (penyedia tenaga kontrak ) yang melihat peluang ini. Sehingga perusahaan yang membutuhkan pegawai kontrak tinggal memesan sesuai kualifikasi yang diinginkan.

    Namun persoalan yang ditimbulkan akibat sistem kontrak ini seakan tak berkesudahan. Mulai dari PHK sepihak, tidak adanya pesangon yang memadai, dan terlebih lagi tidak adanya perlindungan hukum bagi karyawan kontrak yang akan menuntut haknya di pengadilan.
  2. Transparansi
    Masih berkaitan dengan faktor yang sudah saya bahas di atas, maka faktor kedua yang bisa menjadi ganjalan antara Pengusaha dan karyawan adalah transparansi. Yang saya maksudkan disini transparansi bukan (melulu) urusan yang menyangkut pembiayaan, uang, gaji ,maupun upah, tetapi menyangkut sistim perekrutan (recruitment-red) dan sistim yang dianut oleh perushaan itu sendiri.

    Beberapa perusahaan memang menerapkan sistim manajemen standard dimana keputusan yang diambil oleh manajemen sepenuhnya dimusyawarahkan oleh dewan kehormatan perusahaan atau dewan manajemen sebelum hasilnya diserahkan kepada pimpinan perusahaan, bos atau CEO perusahaan yang bersangkutan.

    Sebagai contoh pengangkatan status pegawai dari pegawai kontrak menjadi pegawai Organik. Sudah disebutkan secara jelas dalam Undang Undang Ketenagakerjaan di Indonesia bahkan yang sudah direvisi sekalipun yakni Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003. Namun bukan dari sisi hukum yang mau saya coba kupas di sini.

    Namun lebih difokuskan kepada pengambilan keputusan untuk proses seleksi hingga kepada pengangkatan dan perubahan status karyawan kontrak menjadi pegawai tetap (pegawai organik-red) yang tidak transparan. Manajemen perusahaan tidak pernah mensosialisasikan mengenai syarat syarat apa yang harus dipenuhi oleh seorang pegawai kontrak untukbisa diangkat menjadi pegawai tetap tidak pernah sampai.

    Mengapa harus disampaikan atau disosialiasikan? Memang sebaiknya perlu. Dengan mengetahui kriteria, syarat dan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan kontrak untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap, maka karyawan yang bersangkutan tentu akan berjuang keras memenuhinya. Dengan kata lain sang karyawan akan tahu apa kekurangan syaratnya sehingga dia bisa memenuhi syarat untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap yang menjadi dambaannya. Kenyataan sekarang tidak demikian. Pihak perusahaan "menggantung" nasib dan status karyawannya menjadi tidak jelas dan sampai kapan statusnya kontraknya akan berakhir.

    Faktor lain yang tidak kalah pentingnya di sini adalah divisi atau unit kerja yang mana yang layak untuk bisa diangkat sebagai sebagai karyawan tetap juga tidak jelas. Apakah ada unit kerja, posisi atau jabatan tertentu yang seumur hidup nasibnya menjadi pegawai kontrak hingga dunia ini berakhir?. Itu sebuah pertanyaan besar yang memerlukan penjelasan yang bisa memuaskan semua pihak.

    Jika poin poin di atas tidak mendapatkan perhatian bersama hingga memunculkan dugaan "like and dislike" manajemen akan semakin melekat pada kinerja sangbos yang tidak bisa dibantah. Peraturan tetaplah sebuah peraturan, namun jika unsur individual dan pribadi yang bermain, maka peraturan tidak akan berlaku. Tidak ada yang melarang seseorang menyukai anda begitu juga sebaliknya
  3. Tumpang Tindih Wewenang dan Kekuasaan
    Namun dalam prakteknya dilapangan, seringkali keputusan yang diambil oleh pihak perusahaan diambil secara sepihak oleh pimpinan perusahaan (BOS) atau Direktur yang bersangkutan. Memang BOS atau Dirut mempunyai hak preogratif dan bertindak sebagai decision maker (pembuat keputusan-red) tertinggi dalam sebuah perusahaan.

    Namun konteks yang saya bahas di sini adalah peran dewan manajemen yang terdiri dari beberapa orang yang membahas atau merumuskan hasil rapat yang kemudian diserahkan kepada sang pimpinan. Dalam prakteknya malah sebaliknya dimana pihak Pimpinan Perusahaan juga bertindak sebagai manajemen, dan apa yang disebut manajemen adalah sang pemimpin perusahaan sendiri. Sehingga menjadi bias. Yang manakah yang dimaksud dengan manajemen itu?

Ada seseorang yang saya temui dan kami berbicara di sebuah kafe cepat saji. Dari obroalan kami yang singkat lalu kemudian mengarah kepada obrolan "berat" hingga sampai kepada obrolan menyangkut pengelolaan manajemen perusahaan.

Menurut dia, adalah hak perusahaan untuk tidak menyampaikan atau tidak mensosialisasikan kriteria karyawan organik kepada para bawahannya karena sistim penilain internal yang dijalankan. Jadi, tambah dia lagi, jika anda tidak senang dengan sistim yang diberlakukan oleh perusahan, ya silahkan saja anda keluar dan mencari pekerjaan lain. Masih banyak orang di luar sana yang menanti pekerjaan selain anda tentunya, begitu katanya menambahkan.

Secara teori memang benar apa yang dikatakan pria bertubuh gempal ini. Dalam bahasa perancis era revolusi disebut "I etat c'moi" (maaf kalaw salah hehehe). Negara adalah saya, dan saya adalah negara. Seperti yang sudah saya sebut di atas adalah manajemen adalah saya, dan sayalah manajemen itu.

Dimana mana dibelahan dunia manapun, pihak bos atau pengusaha mempunyai hak preogatif untuk mengangkat, dan memberhentikan seseorang. Namun konteksnya di sini adalah bahwa asas kepatutan dan etika. Jika koridor hukum belum bisa menyentuhnya, maka sebaiknya anda menghindarinya dengan cara keluar dari perusahaan dan mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan pilihan hati anda sendiri.

Belum lagi persoalan kesepakatan kerja bersama, Serikat Pekerja serta hubungan industrial yang sehat dan harmonis yang tidak dapat saya bahas satu demi satu mengingat waktu yang belum cukup bagi saya menulisnya. Saya pun tidak ingin anda bosan membaca tulisan saya yang mungkin terlalu panjang dan bertele tele. Yah namanya juga hobi menulis. Susah sih dihilangkan hehehehhee.

Saya berpendapat semua ini adalah proses. Proses pendewasaan kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah sistim. Hubungan industrial antara pengusaha dan para karyawannya sebaiknya dibangun dengan dilandasi rasa kebersamaan untuk sama sama berkembang dan maju tanpa harus ada pihak yang tersakiti. Perlu adanya semacam dialog untuk menyikapi kebuntuan ini untuk mencapai "win win solution" untuk menjembatani kepentingan pengusaha dan kepentingan para karyawannya.


Semoga

Dear Blog,

Lagi hangat dibacarakan orang saat ini bahwa Presiden SBY dengan lantang dan dengan raut wajah kecewa menyatakan bahwa selama 7 (tujuh) tahun terakhir gajinya belum naik. Sontak statemen presiden SBY ini mendapat berbagai komentar dari berbagai pihak yang begitu cepat merespon pernyataan presiden yang disebut sebagai "keluhan" itu.

Statemen presiden yang mengeluhkan gajinya belum naik menimbulkan banyak penafsiran yang bisa berkonotasi positif ataupun negatif.

Seperti apakah pesan yang bisa kita tangkap dari statemen presiden yang disebut banyak orang lebih layak disebut dengan "curhat" atau "keluhan" itu. Dalam tulisan blog saya kali ini akan saya coba menafsirkan "curhat" Presiden SBY menurut pandangan saya secara pribadi.

Presiden Tidak Bermaksud Minta Naik Gaji
Dalam statemen Presiden di depan rapat pimpinan TNI di Jakarta yang dengan lantang mengeluhkan gajinya yang belum naik selama 7 tahun terakhir ini tidak dimaksudkan untuk minta kepada bawahannya (Menkeu-red) untuk menaikkan gajinya. Hal ini memang sebaiknya ditanyakan langsung kepada pak SBY apa substansi maupun maksudnya dengan mengatakan bahwa gajinya belum naik selama 7 tahun terakhir ini. Menurut hemat saya, apa yang disampaikan bapak SBY sifatnya normatif, dan dia hanya menceritakan kepada umum bahwa gajinya belum naik selama 7 tahun terakhir ini.

Presiden Merasa gajinya kurang
Dengan kalimat yang disampaikan seperti itu, penafsiran lainnya adalah benar bahwa Pak SBY merasanya gajinya yang sekarang sekitar 62 juta rupiah itu masih dirasakan kurang. Dalam berbagai sumber informasi dana taktis SBY saja sudah mencapai angka 2 Milyar. Dan itu saja belum termasuk dengan fasilitas nomor satu untuk Presiden dari negara. Nah ukuran cukup maupun tidak cukup setiap orang tentu berbeda beda. Namun yang bisa kita tarik dari kesimpulan penafsiran kedua ini adalah gaya hidup. Gaji anda tinggi namun jika ongkos dan gaya hidup anda mewah, maka berapapun besar gaji anda tidak akan cukup.

Presiden Bermaksud Menyindir
Nah penafsiran saya yang ketiga adalah bahwa statemen atau sebut saja keluhan pak SBY bahwa gajinya belum naik adalah bermaksud untuk menyindir aparat pemerintahannya yang sering tidak memfokuskan diri pada rakyat. Banyak pejabat negara yang dirasakan kurang fokus perhatiannya kepada rakyat mendapat sindiran dari pak Presiden. Beliau berharap para menterinya tanggap dan tidak membuang uang rakyat dan tetap fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ini loh presidennya aja belum naik gaji, masa para menteri sudah jor joran dengan fasilitas tapi tidak fokus para rakyat

Presiden Mencoba Mengalihkan Isu
Ini yang rame lagi dibicarakan oleh lawan lawan politik beliau. Penyebutan secara gamblang bahwa gaji presiden SBY yang belum naik selama 7 tahun terakhir ini adalah upaya untuk mengalihkan isu yang sekarang lagi ramai dibicarakan. Kita semua tahu berbagai kasus keadilan, dan persoalan hukum dan mafia di Indonesia sudah pada tingkat yang parah. Isu penggelapan pajak oleh super Gayus, kasus bank Century, serta masih banyak lagi PR PR yang belum diselesaikan oleh pemerintah. Penyebutan gaji presiden yang belum naik dianggap sebagai upaya untuk "memindahkan" perhatian rakyat kepada isu gaji. Mengalihkan isu yang lagi hangat di masyarakat.

Berbagai sindiran dan hujatan juga berdatangan untuk menyindir presiden SBY. Bahkan Sejumlah anggota Komisi III DPR menggelar aksi 'Koin untuk Presiden'. Santunkah tindakan mereka? Aksi mereka dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Presiden. Memang benar sih kayaknya ya. Saya bukan anti atau pro ya. Cuma kesan saya kalaw ada aksi penggalan koin seperti memberikan sedekah kepada duafa ya. Wah wah presiden kan orang nomor 1 dan yang pasti bukan kelompok duafa dunk. Presiden adalah lambang negara dan tidak layak untuk dihina. Mungkin aksi penggalangan koin mungkin lebih dimaksudkan sebagai sindiran saja.

Nah dari sekian penafsiran saya terhadap "keluhan belum naik gaji" dari Mr Presiden bisa saja salah, toh sedari awal saya sudah katakan bahwa ini hanya penafsiran saya pribadi aja. Berbeda pendapat ya tentu saja boleh donk. Nah adakah para pembaca blog setia saya ini juga mempunyai pemikiran yang sama atau berbeda dengan saya?.

Share donkkkkkkk

Dear Blog,

Rame rame berita tentang "circle crop" yang terjadi di Sleman sudah mengguncang publik dan media di Indonesia. Benarkah itu jejak UFO atau memang buatan tangan iseng namun kreatif dari Manusia. Saya mendapatkan informasi yang saya cari dari internet. Dalam informasi itu saya tulis dan kopi pastekan secara utuh dalam blog saya kali ini. Selamat membaca ya

Benarkah Circle Crop Sleman itu Jejak UFO?. Faktanya adalah jejak Ufo di Sleman berupa crop circle itu adalah murni ulah perbuatan manusia, alias rekayasa saja. Para pelaku pembuat jejak Ufo ini tak lain dan tidak bukan adalah perbuatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kebetulan sedang liburan. Darimana fakta dibalik jejak Ufo di Sleman ini bisa terungkap? Dan apa benar yang punya ide kreatif itu adalah mahasiswa?

Hal ini adalah pengakuan salah seorang mahasiswa dari daerah asal Studentmagz.com berada. Seorang mahasiswa MIPA UGM yang kebetulan tidak balik kampung ketika liburan, dan nekat mengikuti teman-teman di kampusnya ke Sleman. Menurutnya, yang sebenarnya mengharamkan info ini diterbitkan, circle crop itu murni perbuatan ia dan teman-temannya yang lebih dari enam orang.

'Kami yang membuat jejak UFO ini adalah anak-anak Sains MTK dan Pertanian,'' terang mahasiswa yang setahu saya baru tamat SMA tahun 2008 ini. Si mahasiswa memang cukup pintar soal Matematika dan gila internet. Sayangnya, si mahasiswa tidak mau memberi tahu menggunakan alat apa mereka membuatnya. Sebenarnya masih banyak lagi isi sms dan chat kami lewat FB yang sengaja tidak diterbitkan.

Secara logika, dapat kita ketahui mahasiswa gokil ini menggunakan pembajak sawah yang beroda, melihat dari hasil jejak crop circle yang disebut warga jejak UFO itu. Lihat saja Padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti.

Darimana mereka terinsfirasi dan dapat contoh Jejak Ufo ini. (Sekali lagi maaf bro...) Jejak UFO ini terinpirasi oleh beberapa jejak Ufo yang telah diketahui faktanya di beberapa tempat di Jerman dan California Amerika. Bahkan menurutnya di Jerman jejak Ufo fiktif seperti di Sleman ini sudah dibuat ketika Tv-tv di Indonesia masih didominasi oleh Tv hitam-putih, tahun 80-an!

''Jejak Ufo seperti itu sudah ada sejak lama,'' katanya lewat chat. Terang saja setelah tim Studentmagz.com melakukan riset lewat internet, fakta itu benar, bahkan beberapa pelaku pembuat jejak Ufo di Jerman malahan mem-video-kan ulang cara mereka membuat jejak Ufo tersebut dalam berbagai bentuk yang sangat indah jika dilihat dari ketinggian.

Tapi Studentmagz.com tidak terkejut ketika mendapati jawaban alasan mereka membuat crop circle yang katanya jejak Ufo ini. Pertama, tentu saja mencoba dan mempraktekkan kemampuan Matematika terapan dan desain mereka, yang tidak disangka-sangka sebelumnya, berhasil dan bernilai seni tinggi serta diberitakan secara jor-joran di Tv swasta. Kedua, tentunya mahasiswa pintar-pintah dan cerdas ini ingin mencari sensasi.

''Daripada ikutan pusing mikiran Gayus, mending bikin heboh aja,'' ujarnya dengan kode Laughing Out Loud (LOL) di desktop chatting-nya. Mulanya admin blog ini sangat tidak percaya pada siswa kenalan lewat basket ini, sempat pula percaya bahwa jejak Ufo itu adalah fakta dan benar. Namun secara logika, seharusnya jila benar Ufo mendarat disana pastilah akan terbanam. Bayangkan saja, pesawat jet beratnya itu tidak kurang dari beberapa ton apalagi Ufo, pastilah ladang yang tanahnya sangat gembur itu langsung tenggelam. Logika bukan?

Jadi gimana menurut anda sekarang?

Tag : Kehidupan - Asep Haryono | SBY Berbohong? - Powered by Blogger
Dear Blog

Dari kemarin saya sudah gatal ingin sekali menulis blog yang bertemakan bohong ini. Bukannya apa apa sih, cuma kepengen aja menulis setelah melihat dan membaca berbagai peristiwa di tanah air yang sempat mengguncangkan nusantara.

Ini terjadi setelah beberapa pemimpin dan pemuka lintas agama berkonperensi dan menyuarakan satu keprihatinan bersama bangsa Indonesia. Mereka melihat bahwa pemerintahan SBY sekarang ini melakukan kebohongan. Wah wah ini merupakan

Ada banyak versi yang menyebutkan beberapa kebohongan SBY. Namun yang saya coba copy pastekan adalah 9 (sembilan) kebohongan SBY yang saya ambil dari situs lintas Berita yang terangkum dalam susunan di bawah ini.

  1. Angka Kemiskinan. Janji/pernyataan: Pemerintah berkali kali mengatakan telah mengurangi angka kemiskinan hingga menjadi 31,02 juta. Faktanya, data penerima raskin 2010 saja sudah mencapai 70 juta. Sementara data Jamkesmas malah mencapai 76,4 juta jiwa.
  2. Kebutuhan Rakyat. Janji/pernyataan: Pemerintah berkali-kali menyatakan akan melakukan pengamanan sektor pangan. Bahkan, program 100 hari bukan hanya swasembada pangan, melainkan juga harus bisa surplus. SBY mengatakan, "ini tidak hanya beras, tapi juga daging sapi, kedelai, gula, dan komoditas yang lain. Faktanya, pemerintah hanya menyerahkan harga kebutuhan rakyat pada mekanisme pasar. Pilihan rakyat pun tinggal utang, kurangi makan, bunuh diri, lantaran kesulitan ekonomi secara massif di rasakan rakyat.
  3. Ketahanan Pangan dan Energi. Janji/pernyataan: SBY pernah ikut mendorong dan mempromosikan terobosan dalam ketahanan pangan dan energiberupa Verietas Supertoy HL-2 dan Program blue energi. Faktanya, sampai saat ini tidak pernah di umumkan secara resmi apakah hasilnya sukses ataukan malah gagal total.
  4. Pemberantasan Teroris. Janji/pernyataan: Tanggal 17-07-2009, SBY dalam konferensi pers menyatakan bahwa dirinya merupakan sasaran aksi terorisme dengan memperlihatkan foto teroris sedang latihan membidik wajahnya. SBY juga menyatakan sinyalemen ada operasi intelijen yang bertujuan menggagalkan pelantikannya sebagai Presiden, oleh pihak-pihak yang tidak bisa menerima kekalahan. Faktanya, fotonya tersebut pernah di tunjukan tahun 2004 dalam rapat DPR, atau lima tahun sebelumnya. Sementara untuk persoalan tuduhan operasi menggagalkan pelantikan SBY tidak pernah terbukti.
  5. Penegakan HAM Janji/pernyataan: Sejak tahun 2004, SBY berjanji akan menuntaskan kasus pembunuhan Munir dengan menyebut sebagai "a test of our history." Faktanya, hingga kini tidak ada perkembangan signifikan dalam penuntasan kasus Munir. Bahkan beragam aksi yang dilakukan di depan Istana untuk mengingatkan SBY seolah menjadi angin lalu.
  6. Anggaran Pendidikan. Janji/pernyataan: Sesuai UU Sisdiknas dimana anggaran pendidikan 20% berdasarkan APBN di luar Gaji guru & Dosen. Faktanya, hingga saat ini anggaran 20% APBN masih termasuk gaji Guru, Dosen dan Pendidikan Kedinasan.
  7. Kasus Lapindo. Janji/pernyataan SBY dalam debap capres 2009 menjanjikan sebuah Review untuk kasus Lapindo. Bahkan, dalam sidang kabinet (1/11/10) SBY menyatakan ingin ada solusi permanen dalam kasus lumpur Lapindo. Faktanya, hingga saat ini penyelesaian kasus Lapindo masih tidak jelas dan tidak tuntas.
  8. Kasus Newmont. Janji/pernyataan: Dalam pidato WOC/CTI (14/5/2009) di Manado, SBY minta semua negara di dunia melindungi dan menyelamatkan laut. Faktanya, SBY tak bisa berbuat apapun saat setiap hari Newmont membuang limbah tailing ke laut Teluk Senunu NTB sebanyak 120.000 ton tailing per hari.
  9. Kasus Freeport Janji/pernyataan: Tahun 2006 pemerintah membentuk tim audit yang melibatkan semua departemen terkait. Agustus 2007, tim merekomendasikan adanya renegosiasi kontrak. Faktanya, hingga awal 2011 belum ada upaya signifikan untuk renegosiasi kontrak.

Mereka sudah tentu memiliki alasan yang jelas hingga berani mengeluarkan statetemen keras tendensius seperti itu. Sebagian kalangan menyebut sebagai tuduhan yang sangat serius, dan pemerintah pun sudah mengadakan dialog dengan mereka. Lalu mengapa bisa disebut Bohong dan melakukan Kebohongan?

Biasanya orang berbohong ada dua maksud yang tersirat di dalamnya. Pertama seseorang berbohong karena menutupi kebenaran yang sebenarnya. Dan kebenaran itu jika terungkap atau diketahui oleh orang lain, maka akan menjatuhkan diri dan nama besarnya. Kedua, seseorang berbohong untuk maksud yang baik. Dan jika kebenaran itu terungkap atau bocor maka akan menjatuhkan nama baik orang lain. Bohong jenis ini disebut "white lies" atau kebohongan yang dilakukan dengan maksud melindungi seseorang atau orang lain. Banyak sekali contoh contoh bohong dengan maksud yang baik.

Contoh sederhana berbohong untuk tujuan dan maksud yang baik adalah seorang suami yang baru lelah sepulang dari bekerja dan menikmati santapan makan siang yang disajikan oleh istrinya. Saat sang istri meminta sang suami mencicipi hidangan buatannya, sang suami terkejut di dalam hati. Karena rasa sup yang dibuat istrinya terasa sangat asin.

Namun sang suami itu melakukan kebohongan dengan mengatakan bahwa sup buatan istrinya itu sangat enak dan penuh cita rasa. Sang istri merasa senang karena hidangannya disukai sang suami. Nah sang suami ini melakukan kebohongan dan kebohongan yang dilakukannya bermaksud baik. Dia tidak ingin menyakiti hati sang istri yang sudah bersusah payah memasak untuk dirinya. Walau kejadian sebenarnya rasa supnya sangat asin, namun ia berbohong dengan mengatakan bahwa supnya enak. Nah jelas bukan? Ini contoh yang sangat sederhana.

Kebohongan juga banyak terjadi di dunia kerja. Peraturan dan Undang Undang ketenagakerjaan di Indonesia yang sudah direvisi juga menyebutkan masa kontrak kerja seorang karyawan selama 5 (lima) tahun juga banyak dilanggar oleh perusahaan. Mereka melakukan kebohongan publik yang ingkar janji dengan terus menunda nunda menaikkan status karyawan kontraknya menjadi karyawan tetap atau organik.

Serta masih banyak lagi kebohongan kebohongan yang dilakukan oleh berbagai pihak di negara yang kaca balaw ini. Apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi kebohongan masif seperti ini? Adakah kalian mempunyai ide brillian untuk mengurangi kebiasaan orang berbohong seperti ini?

Nah jadi jika anda berbohong, sebaiknya mempunyai maksud yang baik. Walaupun mempunyai maksud yang baik pun sebaiknya anda tidak perlu berbohong. Sebab kata orang sekali anda berbohong maka anda harus menjadi pembohong sejati. Kebohongan yang anda lakukan hari ini akan menutupi kebohongan anda lainnya, dan itu akan terjadi seterusnya.

"Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu...…" Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!

Sebagai contoh, penghasilan Anda adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu saja pada bulan yang bersangkutan. Bila merasa itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu di antara tiga pilihan dibawah ini:

  1. Meningkatkan pendapatan Anda. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tetapi kembali menjadi Rp 1 juta.
  2. MenekanPengeluaran Anda. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu.
  3. Melakukan keduanya.Dengan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda justru memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan.

Semua berpulang pada Anda. Yang paling penting, biasakan diri untuk menabung. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.


Ke mana Menabung?
Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di Bank. Kelebihannya, dana dalam tabungan bisa diambil kapanpun Anda inginkan. Kelemahannya, pada saat ini, umumnya tabungan di Bank hanya memberikan bunga kecil.

Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar - katakan - Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti reksa dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi di mana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu. Jadi, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Baca salah satu triknya.

Yuk Mulai Menabung.



Sejak jaman dulu sampai sekarang, saat jaman semakin penuh keterbukaan dan vulgar, 'etiket' tetap diperlukan dalam pergaulan dimanapun. Etiket tetap dibutuhkan untuk menjaga sikap dan perilaku anda dari hal-hal yang 'tidak pantas'.

Karena etiket pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan dalam bergaul agar semua pihak merasa nyaman. Mungkin kalau anda mendengar kata 'etiket', ingatan anda akan melayang pada tata cara bersantap di meja makan.

Padahal etiket mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara menelepon seseorang, cara bertamu, cara menjamu relasi bisnis, mengendarai mobil di jalan raya, memperkenalkan seseorang pada orang lain, sampai etiket menolak tamu.

Orang yang tidak mempedulikan etiket, biasanya menganggap etiket merupakan suatu atribut yang merepotkan hidup. Makanya orang yang tidak tahu 'etika' umumnya bertingkah seenaknya, tidak tahu sopan santun, dan bicara semaunya. Mereka yang tidak mengenal etika merasa tidak perlu menghargai keberadaan orang lain dan menjalani hidup ini berdasarkan peraturan yang dibuatnya sendiri.

Jadi tak heran, mereka yang tidak tahu etika kerap disebut orang yang 'tak beradab'. Mereka yang tidak tahu etika tidak akan disukai dalam pergaulan, kecuali dalam pergaulan yang menganut aliran yang sama. Dalam pergaulan di kantor, etiket mutlak diperlukan. Karena tentu saja lingkup pergaulan di kantor berbeda dengan pergaulan anda di masyarakat atau di rumah. Di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap anda di kantor.

Seakrab dan sedekat apapun hubungan anda dengan rekan-rekan di kantor, andapun tetap harus mengenal etiket. Misalnya anda tetap harus memanggil embel-embel 'mas' atau 'mbak' kepada rekan kerja yang lebih tua. Sebutan 'Bu' atau 'Pak' juga wajib anda ucapkan kalau memanggil bos atau atasan anda, kecuali jika bos anda tidak keberatan hanya dipanggil namanya. Minta ijin terlebih dulu ketika masuk ke ruangan teman kerja anda juga termasuk dalam etiket bergaul.

Begitu juga dalam berpakaian. Tentu cara berbusana pada jamuan bisnis berbeda dengan cara busana ke tempat liburan seperti ke pantai. Jadi kesimpulannya etiket adalah pengetahuan yang mengatur pantas atau tidaknya anda dalam segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antar manusia.

Dan makin tinggi kedudukan atau posisi seseorang makin tinggi pula tuntutan untuk menjunjung etiket. Karena semakin tinggi posisi seseorang semakin luas pula lingkup pergaulannya. Sehingga mengharuskan ia mengetahui dan memahami etiket lebih dalam, sebagai modal pergaulannya. Orang dengan kedudukan, posisi dan jabatan yang tinggi, pergaulannya tidak terbatas pada keluarga, teman, dan masyarakat semata, tetapi biasanya sudah kepada urusan yang berbau bisnis.

Nah dengan etiket yang baik, konon bisa memperlancar urusan bisnis ini. Karena di antaranya etiket juga mengatur tata cara pertemuan bisnis, jamuan bisnis, dan tata cara melobi seseorang dan menjalin hubungan dengan klien.

Pendek kata, dengan etiket, anda lebih mudah menyesuaikan diri dalam segala 'cuaca'. Dengan pengetahuan etiket yang memadai, anda akan merasa lebih nyaman berada dalam pergaulan di manapun dan dengan siapapun. Dengan demikian, anda tidak akan salah sikap, tidak salah tingkah dan mudah menyesuaikan diri, baik dalam hubungan pertemanan biasa maupun dalam hubungan dan transaksi bisnis. Anda yang bekerja di bidang jasa komersial seperti penerbangan, hotel, travel, dan perbankan, etiket sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, jasa layanan kesehatan juga tak luput dari etiket.

Coba saja anda lihat, seorang dokter praktek yang tahu etika, misalnya selalu ramah kepada pasien, membuat pasien merasa betah dan nyaman. Akibatnya, dokter itu selalu kebanjiran pasien. Atau seorang pengusaha salon yang selalu melayani pelanggannya dengan baik, sudah pasti memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Jadi, selain membuat anda disukai dalam pergaulan, etiket juga dapat mendatangkan keuntungan lain dalam hidup anda.

Makanya kalau anda ingin menjadi orang yang disegani di kantor dan dimana-mana, jangan mengabaikan etiket. Tapi kalau anda bertahan tanpa etiket, siap-siap aja nggak punya temen dan dikucilkan dari pergaulan

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia