Help us to keep our home
Catatan Asep Haryono

Seperti yang kita ketahui bersama di pertengahan bulan Suci Ramadhan 1436 Hijriah ini, dunia penerbangan tanah air dikejutkan dengan musibah jatuhnya Pesawat Hercules C-130  di kota Medan, Sumatera Utara yang menelan ratusan korban jiwa.  Sejenak kita semua tertunduk menahan duka yang teramat mendalam tidak saja bagi keluarga korban namun juga bagi seluruh rakyat Indonesia.  

Sebagai orang yang cukup sering melakukan perjalanan lewat udara (naik pesawat terbang-red), saya juga sering mengalami hal yang kurang menyenangkan baik sebelum dan ataupun sesudah flight (terbang).  Salah satu nya adalah soal ketepatan waktu, pelayanan otorittas bandara, hingga kepada cuaca yang kurang bersahabat selama terbang di atas ketnggian 30.000 an kaki itu. 

Kalau kita berbicara sedikit mengenai apa yang dinamakan Musibah, tentu itu semua tidak terlepas dari takdir Allah SWT.   Sebagai insan yang lemah, manusia berusaha sekuat tenaga dengan segala kemampuan teknis dan teknologi yang dimilikinya, namun itu semua kembali kepada ke hadirat Allah SWT yang menentukan segalanya.    Musibah memang datangnya tidak pernah memberi tahu, dan datangnya pun sewaktu waktu.

Yang namanya Musibah, tidak harus berada di ketinggian 30.000 kaki.  Di darat, laut dan kendaraan umum pun  Musibah kerap datang menghantui kita.   Doa yang dipanjatkan sesuai dengan keyakinan dan agama masing masing diyakini akan menjadi penguat Iman dan ketabahan kita semua setiap kali akan berangkat ke tempat tugas dengan menggunakan kendaraan baik itu di darat, laut dan udara. Bagi umat beragama apa saja perlu Doa, Bagi umat Muslim Jangan remehkan kekuatan doa karena dengan doa itulah hati kita semua merasa aman dan damai karena selalu mengingat Allah SWT.

Terbang di atas ketinggian 30.000 adalah sensasi yang luar biasa.  Foto ini diabadikan di atas pesawat yang membawa saya ke Denpasar.  Dokumen trip ke Bali tahun 2008.  Foto Asep Haryono
Terbang di atas ketinggian 30.000 adalah sensasi yang luar biasa.  Foto ini diabadikan di atas pesawat yang membawa saya menuju Jakarta setelah dari Denpasar.  Dokumen trip ke Bali tahun 2008.  Foto Asep Haryono
Papan Info di Bandara Soekarno Hatta.   Tiba dari Denpasar, saya langsung connect ke Pontianak.  Flight saya waktu itu GA 502. .  Foto Asep Haryono
Papan Info di Bandara Soekarno Hatta.   Tiba dari Denpasar, saya langsung connect ke Pontianak.  Flight saya waktu itu GA 502. .  Foto Asep Haryono

Oleh karena itulah, dalam kesempatan yang berharga ini  , izinkan saya untuk menyampaikan doa dari lubuk hati yang dalam, memanjatkan doa kepada Allah SWT, semoga kita semuanya diberikan keselamatan saat bepergian dari tempa tugas, hingga kembali pulang dengan selamat.  Apa pun moda transportasi yang kita gunakan,  panjatkanlah selalu DOA kepada Allah SWT agar selama dalam perjalanan kita semua diberikan kenyamanan, dan keselamatan hngga sampai ditujan atau kembali ke rumah dalam keadaan sehat wal afiat dan hati yang gembira.

banner informasi

Pesawat udara atau moda angkutan udara tetaplah menjadi salah satu andalan calon penumpang yang akan bepergian karena selain relatif lebih cepat, fasilitas yang ditawarkan setiap Penerbangan relatif lebih menyenangkan.  Bagi saya terbang dengan menggunakan Pesawat udara sangat menyenangkan.  Saya suka seat (duduk) dekat jendela,  Karena dalam posisi dekat Jendela ini pulalah saya suka melihat awan awan ciptaan Allah SWT.   Sangat menyenangkan sekaligus mengagumi kebesaran Allah SWT.   Subhanallah


Musibah bisa datang sewaktu waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu.   Jangan takut untuk menggunakan angkutan udara atau pesawat.  Yakinlah selalu kepada Allah SWT yang akan selalu melindungi dan menjaga kita.    Kepada Allah SWT pulalah kita berlindung dan kepada Allah SWT jugalah kita memohon pertolongan.    (Asep Haryono).
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia