Tag :
Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran
- Asep Haryono | Tanggapan Eksekusi Mati Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran - Powered by Blogger
Catatan Asep Haryono
Bagi sahabat blogger yang menonton prosesi pelaksanaan eksekusi Mati terhadap "Duo Bali Nine" yakni Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran yang berkewarganegaraan Australia. Bagi yang belum mengetahui mengapa mereka dijuluki "Duo Bali Nine"? Nah sebutan "Duo Bali Nine" adalah sebutan atau julukan yang disematkan oleh para jurnalis terhadap kepada 9 (Sembilan) orang Australia yang ditangkap pada tahun 2005 di Bali saat mereka berusaha menyelundupkan heroin dari Indonesia ke Australia. Nah jelas kan?
Mengapa saya menulis artikel yang berisi dan berjudul "Tanggapan Eksekusi Mati Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran" yang berwarga negra Australia ini? Suka tau tidak suka terhadap jatuhnya Vonis hukuman tembak sampai mati terhadap Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran ini, bagi saya pribadi Australia adalah tetangga dan sahabat yang baik Indonesia. Sebagai orang Indonesia yang pernah "bekerja" bagi Pemerintah Australia melalui KangGuru Indonesia saya perlu menyatakan pandangan ini
Pertama. Penegakan Hukum di Indonesia harus dihargai. Berbagai kecaman , hujatan bahkan sumpah serapah yang dilayangkan kepada Pemerintah Indonesia dengan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap siapa saja yang mencoba menyelundupkan dan mengedarkan Narkoba dalam jumlah tertentu di Indonesia. Pemerintah Australia jangan lantas memaki dan mengutuk keputusan Pemerintah Indonesia terhadap vonis hukuman mati terhadap dua warga negaranya itu.
Setiap negara punya kedaulatan hukum masing masing. Australia bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun tidak bisa mencampuri, mengintervensi atau memprotes kedaulatan Hukum Indoensia sebagaimana mana Indonesia menghargai dan menghormati kedaultan hukum negara lain. TKW Indonesia pun banyak yang dihukum penggal di negara lain. Bahkan eksekusi 8 Terpidana Narkoba kemarin dinihari juga terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yakni (Alm) Zainal Abidin.
Kedua , harus diingat bahwa Perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari bantuan Australia di jaman penjajahan Jepang di era tahun 1945. Sejarah mencatat dengan tinta emas Pasukan Australia membantu Indonesia dalam perangnya waktu menghadapai pasukan pendudukan Jepang, Australia mendarat di Balikpapan pada bulan Juli 1945 dan langsung mengusir pasukan Jepang hingga tuntas Jepang berteuk lutut kepada Pasukan Australia waktu itu.
Bulan September 1945 Pasukan Jepang menyerahkan kekuasaannya terhadap Indonesia waktu itu kepada pasukan Australia Penandatanganan serah terima dari Pasukan Jepang kepada Pasukan Australia ini terjadi pada bulan September 1945. Penyerahan kekalahan Jepang ini diterima oleh Pasukan Australia waktu itu dipimpun oleh Mayor Jendral Milford. (Sumber : Australia dan Perjuangan Kemedekaan Indonesia . Gramedia Pustaka Utama, Tahun2003. Penulis Martin O'Hara dan Anthony Red).
Ketiga . Posisi Indonesia dalam hal penegakan hukum dalam rangka pemberantasan Narkiba sudah sangat tepat. Tegas dan tidak ada kompromi. Indonesia memang sedang darurat Narkoba. BNN menyatakan ada sekitar 50 orang Indonesia meninggal dunia sia sia karena Narkoba setiap harinya Dan jika dikalikan dalam 30 hari maka terdapat lebih kurang 1500 orang Indonesia meninggal dunia sia sia karena Narkoba. .
Australia seharusnya berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia , karena gembong pengedarnya berhasil ditangkal dan ditangkap di Indonesia Apalah jadinya jika (Narkoba) itu berhasil diselundukan dan beredar di Australia Akan banyak orang Australia yang TELER karena Narkoba. Lihatlah dampak yang ditimbulkan dari bahaya Narkoba ini bagi nyawa manusia Jangan dilihat sepotong saja dari sisi hukuman mati ini.
Keempat , resiko terhadap penegakan Hukuman ini sudah pasti ada. Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tentunya sudah mengukur resiko dampaknya terutama dari negara negara yang warga negaranya di eksekusi kemarin. Brazil, Belanda sudah bereaksi keras dengan memanggil pulang Duta Besarnya, Dalam tataran hubungan Internasional, penarikan Duta Besar adalah reaksi yang serius dalam sebuah hubungan bilateral suatu negara dengan negara lain. Kini Australiai tengah mempertimbangkan untuk menarik duta besarnya tulis berbagai media di Indonesia Akankah dampak ini akann membuat Australia juga akan memotong progamm bantuannya dii Indonesia?
Kelima. Hanya TUHAN YME saja yang berhak mencabut nyawa manusia. Walaupun dalam kenyataannya manusia mengeksekusi mati manusia lainnya harus dilihat dalam konteks apa terlebih dahulu. Hanya TUHAN YME yang tahu kapan saatnya manusia itu "ditarik" dari peredarannya di dunia. Kematian tetap menjadi rahasia TUHAN YME. Kita tidak pernah tahu. Jika dikaitkan dengan nasib ke 8 Terpidana mati yang sudah "diberitahu" Tanggal, jam, dan harinya AJAL nya oleh Jaksa Agung juga harus dilihat dalam konteks yang seperti apa dan harus proporsional. Saya berpendapat urusan kematian tetaplah menjadi hak preogratif TUHAN YME. Karena DIA lah semua ini bisa terjadi.
Penutup
Sebagai catatan penutup saya ingin sampaikan di sini bahwa Australia punya nilai sejarah bagi Indonesia bahkan sudah terjadi sejak masa perjuangan kemerdekaan di tahun 1945. Pasang Surut hubungan Indonesia dengan Australia sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini Banyak sekali program Bantuan Australia (Australia Aid) bagi pembangunan di Indonesia termasuk pemberian Beasiswa (Scholarship) warga negara Indonesia yang menempuh studi (Kuliah) di Negeri Kangguru itu melalui program Bantuan Pendidikan (Grant).
Saya sempat menghubungi Ana Andra, di KangGuru Indonesia yang berpusat di Bali, KangGuru Indonesia adalah kantor yang berpusat di Bali yang mengurusi kebijakan bantuan pendidikan , pelatihan dan training bagi Indonesia, tempat saya "bekerja" selama 5 tahun (2005-2010) ini
Dari Ana mengatakan bahwa banyak orang Australia di Bali yang justru mendukung Eksekusi tersebut. "Kan aneh juga kalau urusan POLITIK dikaitkan dengan program Pendidikan" kata Ana dalam pesan BBM nya. "kenapa pula harus berantem?" katanya. Jika mereka di Indonesia mereka (Orang Australia) harus tunduk dan patuh terhadap UU dan peraturan yang berlaku di sini
Saya "bekerja" bagi Pemerintahan Australia melalui program Volunteer Project (Sukarelawan) melalui KangGuru Indonesia yang bertugas salah satunya adalah mengevaluasi program Pendidikan Bahasa dan Training bagi Indonesia, program Siaran Radio KangGuru di lebih dari 120 Radio RRI di Seluurh Indonesia dan lain sebagainya
Saya "bertugas" dari tahun 2005-2010. Program KangGuru ini merupakan salah satu program Indonesia Australia Partnership (Kemitraan Indonesia Australia) yang diatur pengelolaannya oleh Indonesia Australia language Foundation (IALF) denan sponsor dari Pemerintah Autraslia melalui progam Australian Aid. Kini saya sudah tidak aktif lagi dalam program Kemitraan Indonesia Australia ini. sejak Nopember 2011 yang lalu. Progam ini kemudian berubah namanya menjadi EPOS (Education Program Outreach Service).
Sebagai orang Indonesia yang pernah "bekerja" bagi Pemerintah Australia , saya mendukung Indonesia dalam hal ini. Saya harap Indonesia tetap terus membina dan menjalin hubungan yang lebih harmonis dan saling pengertian dengan Australia.
Kedua negara saling membutuhkan satu sama lainnya Indonesia menghormati Australia sebagaimana Australia juga harus menghormati kedaulatan Indonesia dalam hal penegakan hukuman ini. Narkoba adalah masalah kita semua. Masalah tiap bangsa bangsa di Dunia. Mari kita perangi bersama sama. Bukankah Australia sendiri selalu bilang "Good Neighborhod Makes Good Friend"? Indonesia is a good friend for Australia. Indonesia adalah sahabat yang baik bagi semua nnegara di dunia termasuk Ausralia (Asep Haryono)
Mengapa saya menulis artikel yang berisi dan berjudul "Tanggapan Eksekusi Mati Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran" yang berwarga negra Australia ini? Suka tau tidak suka terhadap jatuhnya Vonis hukuman tembak sampai mati terhadap Andrew Chan Dan Myuran Sukumaran ini, bagi saya pribadi Australia adalah tetangga dan sahabat yang baik Indonesia. Sebagai orang Indonesia yang pernah "bekerja" bagi Pemerintah Australia melalui KangGuru Indonesia saya perlu menyatakan pandangan ini
Pertama. Penegakan Hukum di Indonesia harus dihargai. Berbagai kecaman , hujatan bahkan sumpah serapah yang dilayangkan kepada Pemerintah Indonesia dengan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap siapa saja yang mencoba menyelundupkan dan mengedarkan Narkoba dalam jumlah tertentu di Indonesia. Pemerintah Australia jangan lantas memaki dan mengutuk keputusan Pemerintah Indonesia terhadap vonis hukuman mati terhadap dua warga negaranya itu.
Setiap negara punya kedaulatan hukum masing masing. Australia bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun tidak bisa mencampuri, mengintervensi atau memprotes kedaulatan Hukum Indoensia sebagaimana mana Indonesia menghargai dan menghormati kedaultan hukum negara lain. TKW Indonesia pun banyak yang dihukum penggal di negara lain. Bahkan eksekusi 8 Terpidana Narkoba kemarin dinihari juga terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yakni (Alm) Zainal Abidin.
![]() |
| Saya saat masih aktif di KangGuru Indonesia. Kegiatan kunjungan ke Sekolah AIBEP. Foto Dokumen Pribadi |
![]() |
| Dari kiri ke kanan : Syahrir, Wibowo , Keyko , Suryadi , Ririn, Fadel dan Asep Haryono. Perwakilan Kanguru Australia di Indonesia masa bakti 2005-2010. Foto Dokumen IALF |
Kedua , harus diingat bahwa Perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari bantuan Australia di jaman penjajahan Jepang di era tahun 1945. Sejarah mencatat dengan tinta emas Pasukan Australia membantu Indonesia dalam perangnya waktu menghadapai pasukan pendudukan Jepang, Australia mendarat di Balikpapan pada bulan Juli 1945 dan langsung mengusir pasukan Jepang hingga tuntas Jepang berteuk lutut kepada Pasukan Australia waktu itu.
Bulan September 1945 Pasukan Jepang menyerahkan kekuasaannya terhadap Indonesia waktu itu kepada pasukan Australia Penandatanganan serah terima dari Pasukan Jepang kepada Pasukan Australia ini terjadi pada bulan September 1945. Penyerahan kekalahan Jepang ini diterima oleh Pasukan Australia waktu itu dipimpun oleh Mayor Jendral Milford. (Sumber : Australia dan Perjuangan Kemedekaan Indonesia . Gramedia Pustaka Utama, Tahun2003. Penulis Martin O'Hara dan Anthony Red).
Ketiga . Posisi Indonesia dalam hal penegakan hukum dalam rangka pemberantasan Narkiba sudah sangat tepat. Tegas dan tidak ada kompromi. Indonesia memang sedang darurat Narkoba. BNN menyatakan ada sekitar 50 orang Indonesia meninggal dunia sia sia karena Narkoba setiap harinya Dan jika dikalikan dalam 30 hari maka terdapat lebih kurang 1500 orang Indonesia meninggal dunia sia sia karena Narkoba. .
Australia seharusnya berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia , karena gembong pengedarnya berhasil ditangkal dan ditangkap di Indonesia Apalah jadinya jika (Narkoba) itu berhasil diselundukan dan beredar di Australia Akan banyak orang Australia yang TELER karena Narkoba. Lihatlah dampak yang ditimbulkan dari bahaya Narkoba ini bagi nyawa manusia Jangan dilihat sepotong saja dari sisi hukuman mati ini.
Keempat , resiko terhadap penegakan Hukuman ini sudah pasti ada. Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tentunya sudah mengukur resiko dampaknya terutama dari negara negara yang warga negaranya di eksekusi kemarin. Brazil, Belanda sudah bereaksi keras dengan memanggil pulang Duta Besarnya, Dalam tataran hubungan Internasional, penarikan Duta Besar adalah reaksi yang serius dalam sebuah hubungan bilateral suatu negara dengan negara lain. Kini Australiai tengah mempertimbangkan untuk menarik duta besarnya tulis berbagai media di Indonesia Akankah dampak ini akann membuat Australia juga akan memotong progamm bantuannya dii Indonesia?
Kelima. Hanya TUHAN YME saja yang berhak mencabut nyawa manusia. Walaupun dalam kenyataannya manusia mengeksekusi mati manusia lainnya harus dilihat dalam konteks apa terlebih dahulu. Hanya TUHAN YME yang tahu kapan saatnya manusia itu "ditarik" dari peredarannya di dunia. Kematian tetap menjadi rahasia TUHAN YME. Kita tidak pernah tahu. Jika dikaitkan dengan nasib ke 8 Terpidana mati yang sudah "diberitahu" Tanggal, jam, dan harinya AJAL nya oleh Jaksa Agung juga harus dilihat dalam konteks yang seperti apa dan harus proporsional. Saya berpendapat urusan kematian tetaplah menjadi hak preogratif TUHAN YME. Karena DIA lah semua ini bisa terjadi.
Penutup
Sebagai catatan penutup saya ingin sampaikan di sini bahwa Australia punya nilai sejarah bagi Indonesia bahkan sudah terjadi sejak masa perjuangan kemerdekaan di tahun 1945. Pasang Surut hubungan Indonesia dengan Australia sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini Banyak sekali program Bantuan Australia (Australia Aid) bagi pembangunan di Indonesia termasuk pemberian Beasiswa (Scholarship) warga negara Indonesia yang menempuh studi (Kuliah) di Negeri Kangguru itu melalui program Bantuan Pendidikan (Grant).
![]() |
| Me and Australia Flag |
Dari Ana mengatakan bahwa banyak orang Australia di Bali yang justru mendukung Eksekusi tersebut. "Kan aneh juga kalau urusan POLITIK dikaitkan dengan program Pendidikan" kata Ana dalam pesan BBM nya. "kenapa pula harus berantem?" katanya. Jika mereka di Indonesia mereka (Orang Australia) harus tunduk dan patuh terhadap UU dan peraturan yang berlaku di sini
Saya "bekerja" bagi Pemerintahan Australia melalui program Volunteer Project (Sukarelawan) melalui KangGuru Indonesia yang bertugas salah satunya adalah mengevaluasi program Pendidikan Bahasa dan Training bagi Indonesia, program Siaran Radio KangGuru di lebih dari 120 Radio RRI di Seluurh Indonesia dan lain sebagainya
Saya "bertugas" dari tahun 2005-2010. Program KangGuru ini merupakan salah satu program Indonesia Australia Partnership (Kemitraan Indonesia Australia) yang diatur pengelolaannya oleh Indonesia Australia language Foundation (IALF) denan sponsor dari Pemerintah Autraslia melalui progam Australian Aid. Kini saya sudah tidak aktif lagi dalam program Kemitraan Indonesia Australia ini. sejak Nopember 2011 yang lalu. Progam ini kemudian berubah namanya menjadi EPOS (Education Program Outreach Service).
Sebagai orang Indonesia yang pernah "bekerja" bagi Pemerintah Australia , saya mendukung Indonesia dalam hal ini. Saya harap Indonesia tetap terus membina dan menjalin hubungan yang lebih harmonis dan saling pengertian dengan Australia.
Kedua negara saling membutuhkan satu sama lainnya Indonesia menghormati Australia sebagaimana Australia juga harus menghormati kedaulatan Indonesia dalam hal penegakan hukuman ini. Narkoba adalah masalah kita semua. Masalah tiap bangsa bangsa di Dunia. Mari kita perangi bersama sama. Bukankah Australia sendiri selalu bilang "Good Neighborhod Makes Good Friend"? Indonesia is a good friend for Australia. Indonesia adalah sahabat yang baik bagi semua nnegara di dunia termasuk Ausralia (Asep Haryono)











Apakah saat itu Australa salah satu negara yg disebut dengan "Sekutu"? Dalam sejarah hanya dibilang sekutu pak :-(
ReplyDeleteDuo Bali Nine "9 (Sembilan) orang Australia yang ditangkap pada tahun 2005 di Bali" yang 7 lagi kemana??
ReplyDeleteSilahkan search di Google dan di WIKIPEDIA. Semuanya banyak dan tersaji lengkap. Apa yang saya tulis di sini adalah pendapat dan pandangan pribadi saya aja. Beda pendapat adalah hal yang wajar bukan? Mari kita diskusi
DeleteSetiap kejadian memang menuai berbagai tanggapan kang asep, namun bagi saya pribadi sebenarnya sangat sangat menyayat hati melihat pemberitaan itu. Tadi malam memang seluruh televisi menayangkan berita ini hingga detil, disatu sisi sebenarnya ini berita kekerasan yang tidak terlalu baik untuk anak2 yang belum bisa mencerna informasi dengan baik. Namun di disi yang lain, berita ini juga memiliki nilai yang tinggi dan pasti banyak yang ingin tahu!
ReplyDeleteOke, saya juga setuju sama kang Asep bahwa Australia adalah tetangga dan sahabt yang baik. Dulu pada tahun 2010, teman saya yang tujuannya liburan eh malahan kerja disana sebagai pemanen, pas 6 bulan dia ditangkap tapi tidak disiksa, hanya dideportasi dan diurus selayaknya manusia.....
Akan tetapi warna negara dan negara adalah sesuatu yang berbeda bukan...jadi mari kita sikapi hal ini secara bijak!
panjang banget mas kaya terusan artikel :D
DeleteBenar Pak Asep, penegakan hukum di negara kita harus dihormati
ReplyDeletesaya sekali saya kurang setuju bila Indonesia disebut sahabat yang baik, cukup sebut saja teman. Kata sahabat tak pantas bagi negara yang terlalu banyak mengusik Indonesia.
ReplyDeleteSetiap negara punya kedaulatan hukum masing masing benar sekali kang asep
ReplyDeletebagiku Australia bukan tetangga yang baik mas.. teringat Penyadapan SBY, dan petinggi negara yang lain, mungkin masih, tanpa kita ketahui, seolah indonesia adalah negara berbahaya..
ReplyDeleteSetuju mas asep sama 5 pendapat diatas
ReplyDeleteKeputusan yg tidak dapat diganggu gugat...
ReplyDeleteIndonesia negara paling baik dan selalu welcome ketika banyak warna negara lain masuk ke negara indonesia. Tapi kenapa ya indonesia di jajah juga waktu dulu? :S
ReplyDeleteSahabat yang baik? Gak juga, karena Ausie sering melecehkan Indonesia.
ReplyDeleteDuo bali nine yg dieksekusi mati semoga bisa mengurangi atau bahkan menghapus perrdaran narkotika di negara kita
ReplyDeletekalo menurut sayah kalo sudah di jadikan hukum ya sudah. harus dilaksanakan.
ReplyDeletekalo engga buat apa ada hukum.
Bagusnya sih emang gitu.. Dihukum mati, ada yang mengedar narkoba lagi trus dihukum lagi.. Biar kapok..
ReplyDelete