Catatan Asep Haryono
Mengisi bensin memang bisa dimana saja. Bagi sahabat blogger yang kebetulan saat ini memiliki kendaraan roda dua dan kendaraan bukan roda dua bisa kapan saja mengisi bensin baik di pinggiran jalanan dan atau mengisi bensin di SPBU terdekat. SPBU kepanjangan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum jauh memang lebih direkomendasikan.
Bukannya berprasangka buruk terhadap para pengecer bensin di Jalanan tentunya. Ada banyak penjual eceran Bensin di pinggiran jalan yang baik dan jujur, yang tidak mencampur bensin jualannya dengan unsur lain seperti minyak tanah dan lain sebagainya . Mengisi bensin di SPBU milik Pertamina yang terdekat dengan wilayah anda adalah pilihan yang tepat dan bijaksana.
Produk bensin yang dijual oleh SPBU Milik Pertamina di seluruh pelosok Indonesia adalah bensin murni, dan terjaga kualitasnya , dan harganya tentu sesuai dengan ketetapan Pemerintah yakni berkisar antara Rp.6000 sampai dengan Rp,7000 per liternya.
Mohon penulis dikoreksi jika salah menuliskan angka angka harga bensin per liter dari SPBU Pertamina ini. Nah pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa kebiiasaan (prilaku) buruk masih ada kaitannya dengan SPBU Milik Pertamina, yakni kebiasaan buurk para pengantre Bensin SPBU Pertamina yang penulis nilai tidak santun, dan bahkan ada yang mengundang bahaya
Sebagai PENUTUP dari artikel singkat ini adalah adanya satu kebiasaan unik pengendara kendaraan roda dua saat tanki bensin motornya sedan diisi oleh petugas SPBU Pertamina Saat pengendara menggoyang goyangkan tanki bensinnya saat sedang diisi oleh Petugas SPBU. Ini cukup menarik bagi penulis. Terkesan jenaka aja.
Kan bensin itu kan benda cair, jadi saat selang bensin dimasukkan ke dalam tanki motor sang pelanggab secara otomatis akan "memenuhi" dalam ruangan tanki sesuai dengan hukum bejana atau fisika sederhana. Jadi tidak perlu tanki bensinnya di goyang goyangkan oleh pengendara motor dengan maksud BENSIN nya "masuk" semuanya. (Asep Haryono)
Bukannya berprasangka buruk terhadap para pengecer bensin di Jalanan tentunya. Ada banyak penjual eceran Bensin di pinggiran jalan yang baik dan jujur, yang tidak mencampur bensin jualannya dengan unsur lain seperti minyak tanah dan lain sebagainya . Mengisi bensin di SPBU milik Pertamina yang terdekat dengan wilayah anda adalah pilihan yang tepat dan bijaksana.
![]() |
| ANTRE : Para pemakai kendaraan yang akan mengisi bensin di SPBU Milik Pertamina harus sabar mengantri dan tertib serta disiplin demi kebaikan bersama Foto Asep Haryono |
Produk bensin yang dijual oleh SPBU Milik Pertamina di seluruh pelosok Indonesia adalah bensin murni, dan terjaga kualitasnya , dan harganya tentu sesuai dengan ketetapan Pemerintah yakni berkisar antara Rp.6000 sampai dengan Rp,7000 per liternya.
Mohon penulis dikoreksi jika salah menuliskan angka angka harga bensin per liter dari SPBU Pertamina ini. Nah pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa kebiiasaan (prilaku) buruk masih ada kaitannya dengan SPBU Milik Pertamina, yakni kebiasaan buurk para pengantre Bensin SPBU Pertamina yang penulis nilai tidak santun, dan bahkan ada yang mengundang bahaya
- Menerima Panggilan HP
Ini yang sering penulis liat dengan mata kepala sendiri. Pengendara motor yang sedang dilayani tanki bensin motornya sedang diisi oleh Petugas SPBU terlihat masih asyik menerima panggilan atau sedang menelpon dengan HP nya. Ini tindakan yang sangat berisiko terjadi ledakan di lokasi Gelombang yang keluar masuk dari sinyal HP sangat kuat, dan resiko terjadi ledakan yang dipicu oleh gelombang HP sangat tinggi Jangan menelpon di SPBU. - Menyalakan Mesin
Memang jarang terjadi Pada umumnya para pengendara kendaraan roda dua (motor) sudah mematikan mesin motornya saat menanti giliran Tanki Bensinnya di isi oleh petugas SPBU Milik Pertamina itu. Doronglah motor anda hingga mencapai dispenser SPBU untuk kemudian tanki motor anda diisi oleh petugas SPBU Pertamina. Jangan menyalakan mesin motor anda di dekat Dsipenser SPBU Pertamina. Sangat berbahaya - Tidak Sabar Antrean
Anda panas saat mengantre Bensin di SPBU karena terkena terik matahari? Begitu pula dengan pengendara lainnya yang ikut antrean bersama anda. Anda sibuk tergesa gesa dikejar kejar waktu? Orang lain juga banyak yang sedang deadline. Jadi apa pun kesibukan anda, mohonlah bersabar dalam antrean mengisi bensin di SPBU Pertamina. Kasus Florence "Ratu SPBU" Sihombing yang terkenal itu di jagad sosial media di Indonesia itu sebenarnya bermula dari ketidak sabarannya mengantre di SPBU. Jadi mohonlah bersamar dalam mengantre. - Membawa Uang Pas
Memang tidak wajib sih Tidak ada kewajiban atau keharusan bagi pengendara kendaraan yang akan mengisi bensin di SPBU Milik Pertamina HARUS membawa (membayar) dengan Uang Pas. Adalah kewajiban dari pihak petugas SPBU Pertamina sendiri untuk siap sedia menyediakan uang recehan (kembalian-red) berapa pun besarnya nominal uang yang dibayarkan oleh pelanggan SPBU pertamina. Sangat dianjurkan untuk membawa UANG PAS karena akan menghema waktu semua pihak. Anrean pun bisa berlangsug dengan tertib dan damai
Sebagai PENUTUP dari artikel singkat ini adalah adanya satu kebiasaan unik pengendara kendaraan roda dua saat tanki bensin motornya sedan diisi oleh petugas SPBU Pertamina Saat pengendara menggoyang goyangkan tanki bensinnya saat sedang diisi oleh Petugas SPBU. Ini cukup menarik bagi penulis. Terkesan jenaka aja.
Kan bensin itu kan benda cair, jadi saat selang bensin dimasukkan ke dalam tanki motor sang pelanggab secara otomatis akan "memenuhi" dalam ruangan tanki sesuai dengan hukum bejana atau fisika sederhana. Jadi tidak perlu tanki bensinnya di goyang goyangkan oleh pengendara motor dengan maksud BENSIN nya "masuk" semuanya. (Asep Haryono)









Kebiasaan buruk antre bensin SPBU memnag harus di rubah, karena semuanya juga mau cepat ya Kang. Semoga tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang kecil.
ReplyDeleteSalam
@Indra Kusuma Sejati : Iya bener bangeds. Disiplin diri juga soalnya. Whahahaha. Rupanya PERTAMAX berhasil direnggut dengan indah oahahahah
Deletebener bangedzz juga
Deletekok hanya bangedzz, bingit-nya mana.....??
Deleteterimakasih etika ngatri di pom juga ada ternyata .haha
ReplyDeleteHahah iya bener bangeds. Hiehiehiehie.Semuanya memang ada etikanya. Etika Makan. Etika Ngenet (netttiquette), dan masih banyak lagi. Kalau kasih hadiah uang ke orang ada Etika nda ya? Asal jgn pake duit KORUPSI aja ya
Deletejustru saya mah paling suka ngantri SPBU seperti itu, bisa plarak plirik sih
ReplyDeleteihhh Kang Hadi suka menyalakan mesin buat plarak-plirik?
Deleteplirak-plirik cowok kah?
Deletekalau ndak digoyang ndak mantab bang...saya juga sering nggoyangin gitu.. :D
ReplyDeletesaya juga sering melihat orang-orang yang antre di pom masih menggunakan ponsel mereka padahal sudah ada pertingatannya..
ReplyDeleteiya, saya sering ngeliat ponsel pada dibanting-banting.
Delete#di film
jadi saya harus ngantri nih buat komen?
ReplyDeletekenapa saya nggak pertamax coba
Nah, yang terakhir tuh yang jarang saya lakukan, Pak. :)
ReplyDeleteuntung aku termasuk yg sabar antrean kang,,,kalo nggak pasti digetok orang banyak deh,,ampun kalo gitu,,,hehehe
ReplyDeleteWahahahah jangan diget0k dunk. Kalau disayang sama temen kali aja biar aman terkendali. Wahahahahahaha
DeleteTentunya harus sedia botol kemasan pelastik yang kosong ya ang, kalau ngisinya lebih khan bisa dimasukin botol... boleh ndak ya hehehe
ReplyDelete@Yono Karyono : Wahahaha ntah ya. Nanti saya tanyakan dulu sama petugasnya hiehiehiheiheiee
Deletealhamdulillah... saya tinggal di kaki gunung yang jauh dari spbu... spbu terdekat jaraknya 15 km, kalo cuma buat isi bensin rasanya sih rugi... jadi terpaksa si matic saya isi dengan bensin yang dijual di pinggir jalan... tapi setidaknya saya gak perlu berebut antrean saat hendak mengisi bensin hehehe
ReplyDelete