Punya kendaraan sendiri walau masih berkutat di roda dua (Maunya sih roda yang tidak dua asal asal jangan tiga aja ya nanti dikira Bajai donk-red) sungguh menyenangkan. Betapa tidak menyenangkan karena selain hemat waktu dan relatif hemat biaya, perjalanan dengan si roda dua juga bisa berkesan dan mengesankan. Bisa mengantar saya hampir ke mana saja tempat atau lokasi yang saya sukai.
Misalnyas aja motor HONDA saya ini amat berjasa dalam mengantarkan diri ini menuju Perpustakaan Daerah yang terletak di Jalan Sutoyo Pontianak, mengantar ke Pasar Tradisional Flamboyan atau Soedarso, Mengantar saya ke A Yani Mega Mall, mengantar saya ke Ramayana Dept Store atau ke Matahari. HEbat kan saya aja bisa ke Matahari betapa saktinya saya sampai bisa ke Matahari. Ya iyalah karena Matahari yang saya maksud adalah Department Store alias mall.
Misalnyas aja motor HONDA saya ini amat berjasa dalam mengantarkan diri ini menuju Perpustakaan Daerah yang terletak di Jalan Sutoyo Pontianak, mengantar ke Pasar Tradisional Flamboyan atau Soedarso, Mengantar saya ke A Yani Mega Mall, mengantar saya ke Ramayana Dept Store atau ke Matahari. HEbat kan saya aja bisa ke Matahari betapa saktinya saya sampai bisa ke Matahari. Ya iyalah karena Matahari yang saya maksud adalah Department Store alias mall.
Masa Indah Kredit Motor
Jaman sekarang jarang ada orang yang beli secara cash alias tunai, jika pun ada hanya mereka yang diberikan kemampuan untuk membeli secara tunai, namun hal indah semacam ini (untuk saat ini) belum terjadi pada diri ini; ya pengalaman mengkridit motor juga merupakan seni dan kenikmatan tersendiri buat saya. Saya masih ingat masa masa indah bulan madu kredit motor HONDA saya dengan KB 3815 HY dimulai di era tahun 2004 yang lalu kalaw tidak salah.
Saya menabung minimal Rp.500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) dalam sebulan dengan cara menyisihkan gaji bulanan saya yang bekerja sebagai salah staf AiTi (baca: IT) di salah satu harian di kota Pontianak. Saat itu di era taon 2004 saya masih "jaya" alias masih single tralala. Selain itu juga saya nda hobi "ngeMall" alias beli sana beli sini. Memang ada sih beli beli yah namanya juga saat itu masih status Karyawan jomblo belanja ke Mall cuma beli odol, sikat gigi , sabun mandi, dan snack aja.
Saya nda doyan beli baju, kemeja, atau asesoris anak muda di era itu. Hal ini dikarenakan saya banyak mendapatkan "warisan" baju, kemeja, sepatu, beserta kelurga dan sodaranya dari kakak kakak saya di Bekasi, Tanggerang dan Jakarta. Sebagai anak ke 8 (Delapan) dari 9 (Sembilan) bersaudara, wajar saja kalaw saya dapat "warisan" seperti itu. So saya jadi nda perlu belanja gituan lagi nyhehehehe, Nah dalam tempo 12 bulan saya menabung 500 ribu rupiah terkumpul sekitar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah). Nah uang inilah yang saya gunakan sebagai uang muka (DP) Motornya.
Saya mencicil selama 8 (Delapan) bulan saja dengan besaran angsuran bulanannya sekitar Rp.510.000,- (Lima Ratus Sepuluh Ribu Rupiah) di salah satu Dealer Motor HONDA di kota Pontianak. Jadi hanya delapan bulan saja MOTOR HONDA saya sah sudah milik saya. Saya dapat BPKB langsung begitu motor sudah dilunasi.
Oh ya ada hadiah saat saya pertama ambil motor HONDA tersebut yakni Kipas Angin, Helm TRIX Putih yang kaya Hanoman itu saking besarnya, dan juga Olie Federal. Kini tidak terasa 8 (Delapan) tahun sudah saya make HONDA kesayangan saya. Dan selama masa 8 tahun bersama motor HONDA saya sudah mencatat sejumlah "Pretasi" yakni Tabrakan 3 (tiga) kali, Terpeleset Jatuh sekitar 3 (tiga) kali, Ganti Ban , rantai, Olie yang sudah tidak terhitung lagi. Hyeyeyee
Masuk Bengkel Ganti Rantai
Akhirnya pretasi terbaru di akhir tahun 2011 lalu ini berhasil juga dibukukan oleh HONDA SupraFit KB 3815 HY milik saya ini yakni putus rantai di tengah jalan. Ada cerita menarik saat terjadinya putus rantai di tengah jalan ini. Saya tidak ingat bulannya yang jelas di tahun 2011.
Saat saya melaju di sekitar kawasan Matahari Dept Store dan RRI Pontianak di Jalan Zainuddin, saya melaju motor saya dengan kecepatan yang standar saja sesuai ketentuan di kawasan tersebut sekitar 20- 40 KM, tiba tiba saat berkelok Rantai motor saya putus dan menyebabkan motor saya berhenti mendadak.
Untung saja saya membawa motor dengan kecepatan pelan kalaw tidak bisa mental. Begitu lihat rantai putus, saya turun dari motor dan melihat kiri kanan tidak ada orang jalan. Semua mobil dan motor lalu lalang begitu saja tidak perduli sama saya yang putus rantai motor di pinggir jalan.
Untung saja saya membawa motor dengan kecepatan pelan kalaw tidak bisa mental. Begitu lihat rantai putus, saya turun dari motor dan melihat kiri kanan tidak ada orang jalan. Semua mobil dan motor lalu lalang begitu saja tidak perduli sama saya yang putus rantai motor di pinggir jalan.
Saya menerapkan strategi ala sitkom "Toloong" di SCTV, saya minta tolong kepada orang orang yang kebetulan lewat namun tidak ada satupun yang perduli. Huaaaaaaaa. Dikira main main ya, padahal jelas rantai motor saya putus. Saya kontak temen temen Via SMS dan TElepon agar menjemput saya di jalan karena rantai motor putus, namun mereka sibuk semua. Alasannya amcam macam tidak sempatlah, ngantar mamah belanja lah, lagi ada kerjaan lah. Intinya nda ada yang bantu. Huaaaaaa bingung saya gan...
![]() |
| BENGKEL : Inilah motor kesayangan saya yang sedang dibengkel. Foto Asep Haryono |
![]() |
| GANTI RANTAI : Rantai diganti dengan yang baru. Foto Asep Haryono |
Akhirnya ada bapak bapak lewat, dan dengan mengiba saya minta tolong dibantu motor saya di angkat ke bengkle motor terdekat. Saya pegang kendali stang, dan si Bapak itu mengangkat "pantat" motor ke atas untuk diseret pelan pelan ke bengkel terdekat.
Akhirnya berhasil, Syukur Alhamdulillah. Akhirnya Motor saya bisa ke bengkel terdekat masih dikawasan itu juga, dan Bapak yang baik hati itu pun pamit, dan saya hanya menyampaikan ucapan terima kasih. Semoga Allah membalas kebaikan bapak yang tidak sempat saya tanyakan nama dan alamatnya itu. How stupid I am not asking his name and address.
Akhirnya berhasil, Syukur Alhamdulillah. Akhirnya Motor saya bisa ke bengkel terdekat masih dikawasan itu juga, dan Bapak yang baik hati itu pun pamit, dan saya hanya menyampaikan ucapan terima kasih. Semoga Allah membalas kebaikan bapak yang tidak sempat saya tanyakan nama dan alamatnya itu. How stupid I am not asking his name and address.
Kebetulan kamera poket siap selalu ditas Jogger Jelek saya ini, dan ini ada untungnya bawa kamera setiap saat karena bisa jadi ada momen yang tidak terduga seperti ini. Saya jepret beberapa foto saat motor HONDA KB 3815 HY milik saya sedang dibengkel HONDA AHASS dan mengganti rantai yang putus itu dengan rantai baru.
Maunya sih rantai standar keluaran HONDA namun karena saat itu saya bawa duit pas pasan tidak cukup untuk membeli rantai HONDA yang harganya aduhai itu. Ya udah rantai second atau rantaio biasa aja deh yang penting bisa nyampei di rumah dulu. (Asep Haryono)
Maunya sih rantai standar keluaran HONDA namun karena saat itu saya bawa duit pas pasan tidak cukup untuk membeli rantai HONDA yang harganya aduhai itu. Ya udah rantai second atau rantaio biasa aja deh yang penting bisa nyampei di rumah dulu. (Asep Haryono)















