Help us to keep our home
Tag : Uang Kaget - Asep Haryono | Uang Kaget - Powered by Blogger
Gambar dari Internet
Catatan Asep Haryono

Membaca judul postingan saya kali ini berisi dan berjudul "uang kaget" tentu akan terlintas berbagai kenangan kita terhadap tayangan di salah satu televisi swasta di tanah air yang berisi program dan acara serupa yakni "Uang Kaget".

Acara yang sempat mendaptkan rating tinggi (kata gosip sih) yang dibintangi oleh Helmy Yahya, dan bersifat tayangan realitas (baca reality show) yang digambarkan sosok seorang pria dewasa yang berpakaian ala Paman Sam dan membagikan uang kepada orang tak mampu dan harus dibelanjakan dalam waktu tertentu dan jumlah tertentu.

Konon tayangan yang dimulai pada bulan Mei 2004 ini juga sangat populer sehingga banyak lagi tayangan uang gratis atau uang kaget serupa bermunculan, gejala apakah ini? Apakah sekarang ini sedang marak maraknya gejala "uang nganggur" sehingga dibagi bagikan kepada orang orang? Mereka tentu tidak biasa mendapatkan uang sebanyak itu dan harus dibelanjakan dalam waktu yang singkat tentu akan memberikan kebingungan buat mereka sendiri. Bagaimana jika hal ini terjadi kepada diri kita dan tiba tiba mendapatkan segepok uang dalam jumlah besar tiba tiba datang di depan mata?

Sangat Bermanfaat
Bagi kita yang sudah terlatih membelanjakan uang ,  tentu ini akan mudah sekali untuk dihabiskan. Kita yang mungkin sudah hafal dengan barang barang yang ada di Mall atau di toko langganan kita, tiba tiba mendapatkan uang kaget dari program seperti itu (misalnya misalnya loh) tentu dalam tempo yang amat singkat sudah bisa dihabiskan dalam waktu  yang sangat singkat. Hahaha mungkin terdengar lucu namun ini bisa saja terjadi.  Andai ini terjadi pada diri saya sendiri mendapatkan uang kaget 10 Juta rupiah misalnya sudah banyak hal hal yang terlintas di kepala saya untuk dibelanjakan.


This is not mad, just take picture with money.  Photo taken in Bali. Photo by Syahril Badulu

Namun bukan itu sebenarnya yang ingin saya coba paparkan secara singkat dan sederhana saja dalam tulisan ini adalah dampak dan manfaat yang bisa kita petik dari "uang kaget" tersebut , nah termasuk apa saja kah "uang kaget" itu sebenarnya.   Dalam prespektif saya yang dimaksud dengan "uang kaget" adalah sejumlah uang baik tunai maupun tidak tunai yang diperoleh bukan karena prestasi suatu pekerjaan yang dicapai melainkan sejenis hadiah yang diberikan dari pimpinan atau atasan kepada bawahannya secara pribadi.

Ia bukan gaji, dan juga bukan hasil penjualan melainkan reward yang diberikan secara personal dari atasan (bos) kepada bawahannya. Karena sepanjang yang saya saya tidak ada dasar hukum pemberian BONUS kepada bawahannya selain THR yang sudah punya kekuatan hukum tetap dan dijamin UU yakni Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Peraturan Menteri Menteri Tenaga Kerja RII NO.PER-04/MEN/1994 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.  Jelas bukan

Yang termasuk dalam katagori "Uang Kaget" menurut pendapat saya di dalamnya BONUS, insentif, Honorarium, Hadiah perlombaan dalam bentuk fresh money, dan lain sebagainya . Nah apa pun itu namanya yang jelas kelompok "Uang Kaget" seperti ini sangat membantu dan sangat bermanfaat buat para karyawan.  Apa saja manfaat yang bisa diambil dari "uang kaget" itu sebenarnya?  Tentu saja relatif banyak sekali manfaatnya buat para karyawan.  Saya mencoba membagi manfaat dari "Uang Kaget" (apa pun nama dan jenisnya) ke dalam 3 (tiga) kelompok besar manfaatnya yakni:
  1. Bayar Uang Sekolah
    Ini adalah kesempatan emas untuk membayar biaya pendidikan anak anak sekolah, baik untuk membayar uang gedung sekolah, membayar uang pangkal sekolah, membayar pakaian atau seragam sekolah atau apa saja berkaitan dengan Tahun Ajaran Baru.  Manfaat  besar "uang kaget" ada pada poin ini dan ini adalah kesempatan emas untuk membayar semua keperluan daftar uang atau tahun ajaran baru anak anak di sekolah.

  2. Bayar Hutang atau Tagihan
    "Sayang kata anda, bijak kata saya" demikian nasehat pakar pengelolaan keuangan keluarga Safir Senduk dan Rekan yang menjadi salah satu idola kami sekeluarga dalam merencakan keuangan keluarga.

    Manfaat terbesar nomor 2 dari pemanfaatan "Uang Kaget" (termasuk di dalamnya juga uang hadiah kejuaran atau perlombaan) dimanfaatkan untuk membayar atau melunasi tagihan atau iuran wajib rumah tangga misalnya Iuran Ronda, Tagihan Listrik PLN, Tagihan PDAM, Tagihan Kartu Kredit (Jika ada, saya sih belum punya hehehe), Tagihan Cicilan Kredit motor dan lain sebagainya.  Membayar semua tagihan itu dasri "Uang Kaget" adalah bijak kata pak Safir Senduk. Karena tidak mengurangi gaji utama kita yang seharusnya untuk keperluan rumah tangga bukan untuk bayar tagihan. 

  3. Keperluan Konsumtif (Pilihan).
    Nah jika poin 1 dan 2 sudah ditunaikan dan didahulukan, barulah mungkin "sisa" dari jumlah "uang kaget" yang kita terima itu adalah hak kita untuk kita nikmati. Jika ada sisa boleh bolehlah untuk anda pergunakan berdua untuk membeli segala sesuatu yang menjadi impian anda atau keinginan anda (Jika jumlahnya masih mencukupi).  Mau beli HP baru, mau beli Emas, mau Wisata Kuliner, Mau belanja perabotan ya apa saja terserah anda semua,  nah kelompok pemanfaatan ke 3 ini adalah pilihan menurut saya. 

Nah dengan demikian betapa besar manfaat yang bisa diraih oleh kita semua dari "uang kaget" yang kita dapatkan, dan apa yang saya tulis di atas adalah pendapat saya pribadi saja. Tidak ada keharusan anda memanfaatkan "uang kaget" se ideal yang tertera di atas dan semua hanya bersifat himbauan saja.  Banyak hal yang bisa kita petik manfaatnya jika "uang kaget" tersebut bisa diberdayakan, dan dipergunakan semaksimal mungkin dan memberikan kebaikan dan kegunaan bagi semuanya. (Asep Haryono)
MIO. Foto  Dok Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Selamat Hari Sabtu. Terima kasih buat kawan kawan blogger dan rekan rekan saya di mana saja berada baik yang berada di kota Pontianak, propinsi Kalimantan Barat dan atau yang berasal dari kota di propinsi lain di Indonesia (huaa bahasanya) atas kunjungannya di rumah kontrakan kami yang sederhana di Komplek Duta Bandara di edisi tulisan kemarin.

Saya sekeluarga sangat menghargainya dan sangat senang. Hari ini Sabtu tanggal 14 Juli 2012 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 24 Syaban 1433 Hijriah dan tidak lama lagi kaum Muslim dan Muslimat di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan.

Ya Bulan suci Ramadhan sudah menghitung hari begitu kata penyanyi kondang KD atau Krisdayanti (Gini gini saya pernah satu pesawat dengan KD dan Rahul Lemos di pesawat Garuda dari Bali menuju Jakarta bisa dilihat di sini gambarnya).

Tema tulisan saya hari ini sederhana saja deh seputar penggunaan motor MIO KB 2040 UT kesayangan saya selain motor Honda SupraFit keluaran tahun Jadul 2005 tentunya. Motornya dua donk? Nda juga, motor saya tetap satu ya Honda itu tadi , sedangkan yang MIO ini kepunyaan istri yang sering gantian saya pake soalnya masih bau toko hehehe. Namanya juga sudah berkeluarga, tidak ada istilahnya "motor mu motor saya",  yang ada adalah motor kita. Hihihiihihi

Kaca Spion Kanan Digondol Maling
Kejadian pertama yang diluar dugaan saya adalah kaca spion kanan hilang dicuri maling beberapa minggu yang lalu, tanggal dan bulannya tidak ingat, namun yang membuat saya keki adalah kenapa satu kaca spion saja yang digasak tamu tdak diundang (baca : maling) itu, kenapa nda sekalian aja dua duanya.  Kapan kapan saya mau pasang CCTV di Motor MIO deh biar ketangkep malingnya. Hahaha 

Ini jadi mengingatkan saya tahun lalu saat kehilangan spidol sampai 3 (tiga) kali.   Pertama spidol warna merah hilang, dua hari kemudian spidol warna hitam hilang, dan yang terakhir spidol warna hijau hilang juga. Eh yang terakhir ketiga tiga spidol itu ketemu semua saat saya beli spidol yang ke empat.  Wah jadi banyak donk spidol saya.

Akhirnya kaca Spion tinggal satu yakni kaca spion klri yang tersisa. Ini sangat bikin kagok dan jeroji saya yang sudah terbiasa naek motor dengan kaca spion lengkap di kiri dan di kanan.  Jadi saat berkendaraan musti noleh kebelakang dulu jika mau berbelok ke kiri atau ke kanan.

TWO : Honda Supra Fit yang sebelah kiri adalah motor saya ,  sedangkan sebelahnya MIO adalah kepunyaan Istri.  Pada prinsipnya keduanya adalah motor kita bersama bisa tuker tukeran ehehe.  Ini foto dokumen lama saat sang MIO baru datang dipesan.  Photo Hak Cipta Asep Haryono


Saya memang termasuk yang sudah terbiasa berkendaraan motor dengan dua spion lengkap di kanan kiri yah namanya juga selera.  Akhirnya karena tidak nyaman pake satu kaca spion,  maka dibelikanlah lagi sepasang kaca spion baru dengan ukuran yang lebih kecil dari yang sebelumnya. Tidak apalah yang penting oke dokeh (Minjem Miss Syahdini )

Tangki Bensi Bocor?
Nah yang terbaru adalah menetesnya bensin dari bagian bawah motor MIO yang minggu minggu ini saya pakei, padahal sudah 2 (dua) kali masuk bengkel YAHAMA eh salah YAMAHA yang terletak di bilangan jalan Gajah Mada Pontianak. Kebetulan letak bengkel dan agen dealer resmi Yamaha ini sangat dekat dengan kantor saya di Graha Pena Pontianak Post.  Jadi untuk "nganter" ke Bengkel sangat dekat sekali, tinggal antar motor ke Bengkel, lalu bisa saya tinggal.  Begitu selesai diserpisss, saya di telepon agar diambil.  Begitu seterusnya gitulah enaknya kalaw bengkel dekat. 

Akhirnya karena kesal juga netes tes tes terus bahkan ada di tiga titik kaya hujan rintik rintik tangki bensi di bagian bawah motor MIO saya itu , sehingg aroma bau bensin sangat menyengat jika disimpan di dalam rumah atau di teras rumah saya.  Akhirnya saya pun habis kesabaran juga (La katanya sabar kok bisa habis sih sabarnya Sep), akhirnya saya ke Bengkel lagi untuk yang ke 3 (tiga) kalinya, dan kali ini ditangani langsung oleh Kepala Mekanik Yamaha di sana.   

Sayang sekali saat masuk ke bengkel yang ke 3 kali itu bukan saya yang "nganter" motor MIO ke Bengkel, namun sang istri tercinta yang berangkat ke sana. Setelah mendapatkan penjelasan dari kepala Mekanik akhirnya ces pleng MIO nya oke dokeh lagi.  Wah mantap juga slogan Miss Syahdini Oke Dokeh  ini ya.  Mancaaps

DISERVIS : Inilah MIO yang sedang dikerjain sama Mekaniknya. 
Yang ini tentu bukan Kepala Mekaniknya.  Foto Hak cipta Asep Haryono





Kata Kepala Mekaniknya berpesan agar MIO dirawat dengan baik dengan perawatan standar YAMAHA agar awet motornya.  Saya pun mencatat beberapa poin penting yang ada dalam spanduk dan banner gede Yamaha di bengkel itu.  Saya melihat ada 7 (tujuh) langkah perawatan motor mio yang saya baca di spanduk di dalam bengkel tersebut.

Perawatan Motor Yamaha yang saya baca tertulis " (1). Kelayakan Rem, (2).Stang Kemudi. (3).Rantai atau sprocket. (4). Fungsi Lampu. (5) Kondisi oli mesin. (6). Battery dan yang terakhir adalah (7).Kelayakan Ban" nah itulah yang saya catat di spanduk Yamaha di bengkel tadi.  Karena masih garansi dan ada buku Servicenya semuanya masih FREE alias gratis.  Mungkin bulan depan sudah habis masa garansinya, jadi jika ingjn Ganti Olie ya harus bayar sendiri.

Karena sudah terbiasa dengan Motor 4 tak seperti Honda SupraFit , saya masih harus membiasakan diri berkendara motor jenis matik ini yang tidak perlu ganti gigi atau berpindah Gigi.  Menurut pendapat saya pribadi untuk konsumsi pemakaian bahan bakar bensin jelas HONDA lebih unggul dari jenis Yamaha MIO jenis Matik yang masuk ke bengkel ini.  Sebagai perbandingan (dan ini berdasarkan pengalaman saya sendiri) untuk konsumsi 10 ribu rupiah bensin yang saya isi di Pom Bensin setara 2.2 Liter itu bisa untuk 5 hari bagi HONDA namun tidak bagi Yamaha MIO. 

Jarak tempuh saya batasi antara Komplek Duta Bandara ke Jalan Gajah Mada 2 kali setiap hari pulang pergi (Saya belum sempat ukur berapa Kilometer jarak keduanya) dengan kecepatan maksimal 40 KM/Perjam.  Memang untuk kawasan jalan Ahmad Yani di Pontianak kecepatan yang dianjurkan adalah 40 KM/per jam. Nah untuk pemakaian konsumsk bahan bakar Bensin, jelas HONDA lebih unggul.

Bapak bapak dari Yamaha jangan marah ya sama saya. Ini pendapat saya pribadi loh. Tapi MIO lebih Unggul di segi kepraktisannya karena tidak perlu berganti atau berpindah gigi.    Mau pilih yang mana MIO atau HONDA? Terserah pada kawan kawan semua memutuskannya.  Thanks for reading  (Asep Haryomo)
Selamat Datang di rumah kontrakan Kami
Oleh Asep Haryono

Selamat Hari Jumat semuanya. Tidak terasa dalam beberapa hari lagi umat Muslim dan Muslimat di seluruh dunia akan memasuki bulan Suci Ramadhan, dan sudah tentu dari kita semua sudah banyak melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan bulan yang penuh hikmah itu bukan?. Ada yang sudah berbenah mengecat rumahnya masing masing, ada yang membersihkan pekarangan dari rumput yang tinggi tinggi dengan menebasnya baik menebas sendiri maupun dengan memakai alat mesin.

Mempercantik rumah ibadah masjid, langgar, musholla masing masing, apa saja yang kawan kawan lakukan silahkan saja dan mari bergembira menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan dalam hitungan hari ini Insya Allah.

Pada kesempatan yang mulia hari ini, saya ingin sekali mengajak kawan kawan semua untuk tour berkunjung ke rumah kontrakan kami yang terletak di komplek Duta Bandara Jalan Ahmad Yani II Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Bagi teman teman yang dari Kota Pontianak sendiri tentu sudah hapal letak dan posisi komplek Duta Bandara atau disingkat DUBAN seperi kata mba

Letaknya memang amat berdekatan dengan Bandara Soepadio Pontianak yang bisa ditempuh dalam beberapa menit saja dari komplek Duta Bandara. Enaknya tinggal di komplek Duta Bandara ini setiap hari bisa melihat pesawat terbang turun naik dengan mudahnya dan tentu saja gratis. Kadang kadang juga beberapa pesawat tempur (Mungkin jenis F-5 Skyhawk) melintas rumah kami dengan suara yang berisik itu. Mbok ya kalaw lewat di atas rumah kami, mas Pilot dikecilin donk suaranya, kan kasian ada anak anak di rumah.  Selamat datang di rumah kontrakan kami.

Kontakan Yang Sederhana Saja
Untuk kawan kawan di kota Pontianak tentu dengan amat mudah berkunjung ke komplek Duta Bandara (kemudian saya singkat aja ke komplek DUBAN mengutip sebutan dari mba biar mudah diingat).   Jika kawan kawan yang berada di luar kota Pontianak (Kalimantan Barat) mau berkunjung ke rumah kontrakan kami silahkan saja.  Jika yang dari luar Kalimantan Barat mau mampir, silahkan datang dan mendarat di Bandar Udara Soepadio, dan bisa langsung menuju ke komplek DUBAN dengan kendaraan Taxi Bandara yang ongkosnya sekitar Rp.60.000,- (Enam Puluh Ribu Rupiah).

DUTA BANDARA.  Inilah Komplek Duta Bandara tampak dari depan. 
Foto Hak Cipta Asep Haryono

Bilang saja sama sopir Taxinya minta diturunkan di komplek Duta Bandara (Duban), dan sopir sudah paham betul karena area Bandara adalah wilayah kerja setiap harinya, dan tarip 60 ribu tersebut adalah tarif umum yang sudah saya cek keakuratannya, jadi jika ada yang minta lebih jangan mau justru kalaw bisa NEGO jadi bisa lebih murah lagi hehehe. Nah jika sudah memasuki komplek Duta Bandara silahkan masuk merangsek aja terus sampai ketemu Masjid Baabussalam (Maaf jika salah tulis) lalu belok ke kiri terus saja.  Sampai mentok lalu belok ke kanan kira kira rumah ke 3 itulah dia.

Nah cari Blok C, karena letak rumah kontrakan kami terletak di komplek Duta Bandara di Blok C6 Nomor 14 yang bisa dilihat dari berbagai sudut karena memang letaknya konon disebut sebagai ujung Tusuk Sate atau kata orang seperti tusuk sate T itu.    Nah jika sudah terlihat maka sudah jelas sekali, dan bisa dilihat di gambar depan rumah kontrakan kami dalam gambar di bawah ini. Untuk lebih jelasnya silahkan melihat halaman depan rumah kontrakan kami dalam gambar di bawah ini.


BLOK C : Ada putri kecil kami di depan rumah saat foto ini diambil. 
Agak Mendung waktu dijepret.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

KOMPLEK : Inilah salah satu sudut BLOK C di Komplek Duta Bandara. 
Mendung berarak.  Mobil bisa masuk komplek juga loh
 Foto Hak Cipta Asep Haryono

Komplek DUBAN ini dulu dipegang oleh satu RT Induk saja, dan beliau yang mengurus ratusan rumah yang ada di komplek (Saya tidak tahu persis detail berapa kepala keluarga dalam komplek Duta Bandara (DUBAN) ini sebenarnya karena banyak warga komplek yang datang, pindah , dan lain sebagainya.  Kini dengan sistim yang baru setiap Blok di Komplek DUBAN kini sudah memiliki RT masing masing.

Nah jika sudah ketemu rumah kontrakan saya di Blok C6/14 , kawan kawan saya persilahkan masuk.  Jangan lupa dibuka ya sendal dan sepatunya.   Langsung aja ya.  Nda perlu pake pencel tombol segala karena memang tidak ada tombol yang bisa berbunyi "Assalamualaikum" yang sering dipake orang orang. Nahn Mari mari Silahkan masuk ya.

Abbie Dan Tazkia.  Foto Asep Haryono
Kenalkan dulu anak anak saya di rumah. Yang sebelah kiri namanya Abbie Muhammad Furqan Haryono (4,5 Thn) dan sebelah kanan adiknya Tazkia Montessori Putri Haryono (1,7 Thn).   Abbie julukan sayang Ayah Bundanya adalah Siganteng, sedangkan adiknya dapat sebutan "Cah Ayu" .

Mereka saat ini sedang dirumah pengasuhnya di Keluarga Bapak Muhyar yang terletak di Blok D sangat dekat kok hanya jalan beberapa menit saja sudah sampai.  

Bundanya , Rudi Maryati S.Pd sedang mengajar Bahasa Inggris di SMA Neger 1 Kubu di Kabupaten Kubu Raya (Kira kira sekitar 6 jam dari kota Pontianak).  Insya Allah bundanya pulang besok hari Sabtu (14 Juli 2012).  Soalnya SK mengajar bundanya di sana sih, kata bunda tinggal 2 tahun lagi baru bisa mengajukan pindah mengajar di kota Pontianak biar bisa kumpul lagi semuanya.  Mohon doa kawan kawan blogger semuanya ya. Aminn

Yuk lihat lihat di sekeliling rumah kontrakan kami.  Hayuu jangan malu malu anggap aja rumah orang ya,


GENTONG AIR : Ini cadangan kami sekeluarga jika air PDAM ngambek alias nda ngalir.  Selain dua gentong ini masih ada bak mandi di dalam rumah.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

SOPENIR :  Setiap kali travel saya  usahakan membeli sopenir yang mengingatkan saya di tempat travel itu.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

INFO : Kami selalu punya agenda kerja, jadual rutin, dan juga rencana yang dikerjakan ditempel di belakang lemari perpustakaan ini.  Juga sekalian rekening PLN, PDAM juga biar nda telat mbayar. Hehe. Foto Asep Haryono
MANCING : Inilah kesukaan saya. Memancing di belakang rumah. Banyak ikannya loh. Gede gede. Mancaaps.  Foto Hak cipta Asep Haryono
LIBRARY : Ini perpustakaan pribadi kami, dan setiap bulan diusahakan ada penambahan buku baru. Asyik membaca di sini, mau baca silahkan saja, tapi tidak dipinjam hehe. Pengalaman sih suka hilang jika dipinjamin. Foto Asep Haryono
INTERNET : Menjulang sekitar 3 meter di atas atap ini adalah koneksi Internet di rumah akses 24 jam.  Foto hak cipta Asep Haryono

DAPUR : Cukup sempit ya, tapi inilah dapur kami di dalam rumah.  Mau masak memasak di sini tempatnya.  Cukup sederhaan dan bagi kami sudah lebih dari cukup.  Foto hak cipta Asep Haryono
RUANG TAMU : Maaf berantakan belum dirapihkan. Masih ada jemuran sekali.  Ruangan ini bisa disulap dan dirubah bentuknya jika ada tamu atau hari hari besar.  Foto hak cipta Asep Haryono



HIBURAN.  Kami tidak punya TV, kecuali radio kecil ini. Lumayan juga. Bisa dengar Kajian Islam, KBRH, Radio Pro 2 FM RRI , Radio Volare FM, Radio Kita FM, dan tentu saja siaran Kang Guru Indonesia.  Juga bisa menangkap gelombang pendek. Foto hak cipta Asep haryono
Tak kenal maka tak sayang.  Nah saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan kawan kawan semua di rumah kontrakan kami sekeluarga di Komplek Duta Bandara.  Mohon maaf tidak sempat membuatkan minuman karena hari ini belum masak sekali sama eh sama sekali, jadi mohon maaf sekali lagi tidak sempat membuatkan minuman.   Terima kasih sudah mampir melihat lihat.

Sampai bertemu lagi ya. Salam kami sekeluarga di Pontianak  (Asep Haryono)
Halaman Depan Kemana Dot Com
Belanja Buku Cara Buat Toko Online Joomla
Catatan Asep Haryono

Setelah puas menulis pengalaman belanja online toko baju dan pakaian anak anak di Tanah Abang, dan juga belanja online di Toko Penjual CD Tutorial Store Ilmu Komputer yang sudah saya bahas secara singkat beberapa waktu yang lalu, kini hari ini saya coba menceritakan pengalaman pribadi berbelanja online lagi.

Entah kenapa sekarang saya jadi keasyikan online shopping dalam beberapa bulan terakhir ini, yah tentu dengan bajet dan anggaran terbatas tentunya.  Ini hanya selera saja, yang namanya selera kan tidak bisa diperdebatkan. Mau belanja on the spot (Minjem dari Miss Syahdini) alis datang langsung ke TKP ya silahkan, mau belanja lewat internet atau Online Shopping juga silahkan.

Kali ini saya menjajal toko online yang juga sudah punya nama yakni Kemana Dot Com, nah barangkali kawan kawan sudah ada yang sudah mendengar nama toko online kemana dot com ini. Mungkin kalah kondang dengan toko Bagus yang banyak iklannya di berbagai media TV swasta di Indonesia, nah untuk yang satu itu (toko bagus) saya belum jajal sekali sama eh sama sekali. Kalaw ada kawan kawan blogger yang punya pengalaman belanja online di Toko Bagus share donk di tulisan ya, dan bagikan kepada kawan kawan semua.

Cara Saya Memesan Buku
Saya tidak akan membahas apa itu toko online Kemana Dot Com karena kawan kawan bisa melihat sendiri fitur fitur , fasiltas , produk produk apa yang dijual di toko online Kemana Dot Com dengan mengklik website itu dan mengexplore sendiri jadi saya tidak perlu membahas atau meng copy paste isi dari website tersebut, nah jelas kan ya gan. 

Pertama sekali saya membuka website toko online Kemana Dot Com dan  melhat lihat dulu dan mengaduk aduk isi website tersebut, dan  setelah cukup puas maka saya pun mendaftarkan diri (register) sebagai anggota baru dengan mengklik link "daftar di sini" yang terletak di sebelah kanan atas sekali.  Karena baru dan ingin mendaftarkan diri maka sudah tersedia space atau kolom isian untuk pendaftaran member baru namanya "New Customers".

Setelah saya mengisi formulir yang sudah disediakan di sana seperti Nama Lengkap, Email dan Password dan konfirmasi password maka saya lanjutkan  saya klik "Register" dan da daaaaaaa saya pun sudah terdaftar secara resmi di toko online Kemana Dot Com itu.  Kalaw diliat dari nama toko online nya yang memakai kata "kemana: saya jadi langsung ingat lagunya si Ayu Ting Ting yang kondang dengan lagunya itu. "Kemanaa. kemana ,, kemanaaaaaa..,.,.: dung plek dung dung duar duar duar duarrrrrrrr.   

Saya kemudian mengarahkan kursor saya ke nama nama produk yang ada di sebelah kiri dan ketemu "DEPARTMENTS" dan begitu cursor saya arahkan di sana maka muncul lah menu yang tersusun ke bawah yang lazim disebut dengan  Drop down menu  itu dan saya milih Buku

Kemudian muncul lagi "Browse" menu di bawahnya lagi dan muncul berderet deret pilihan.  Banyak pilihan ada  Buku Audio, Buku Anak,Remaja, Fiksi,  Buku Audio, Buku Anak,Remaja, Fiksi, Nonfiksi  dam banyak lagi deh.  Saya pilih katagori Komputer & Internet.  Agar lebih spesifik (saya memang mau mencari buku cara membuat toko online dengan Joomla), maka saya gunakan search. 

 
Saya pake kata kunci (Keyword) "joomla" pada kotak search yang tersedia di sana, dan langsung mengklik "go" dan muncullah buku buku dengan kata kunci tadi.  Langsung ketemu buku yang saya cari yakni membuat toko Online dengan Joomla.yakni  Mengalirkan Uang Dari SituS Joomla + CD Harga: Rp36.000 ces pleng Gan.  Setelah terlebih dahulu membaca rincian produk, deskripsi produk, review konsumen yang ada di profil buku yang saya incer tersebut dan kemudian yakin yes. Ini saya beli. 

Ini keranjang belanja saya di kemana dot com.  Info buku yang saya beli ada di sini. 


Membayar Dengan Paypal
Nah setelah saya yakin dengan buku yang saya beli maka tinggal memilih cara pembayaran (Method Of Payment) yang sudah tersedia di sana, dan saya bebas memilih mau bayar pake apa.  Di toko online Kemana Dot COm ini tersedia cara pembayaran yang bisa saya piliih mau transfer pake Bank,  Kartu Kredit (Credit Card) atau pake Paypal. 

Ahaaaaaaaaaaaaa kata saya begono eh begitu ada opsi pembayaran pake Paypal. Kebetulan saya punya beberapa US Dollar di Paypal saya yang sudah verified itu.   Dolar yang saya punya juga hasil "mungut" dari Blogsvertiser yang sudah saya tulis di episod selanjutnya, nah rekan rekan bisa membaca di sini bagaimana saya dapat dollar Amerika gratis dari Blogsvertiser

Kemudian saya pun login ke Paypal saya yang sudah verified itu.  Saya daftar paypal sudah sekitar 2atau 3 tahun yang lalu saat belum diberlakukannya UU baru dalam pembuatan Paypal. UU Baru Paypal atau ketentuan baru paypal sekarang adalah harus dikonfirm dengan kartu kredit untuk bisa dapat status verified. Jaman saya buat paypal masih belum ada ketentuan itu, wah saya beruntung sekali.  Belum punya  kartu kredit tapi sudah punya Paypal.  Saya belum mau buat liberty reserver beserta keluarga dan sodaranya, karena masih asyik sama paypal saja dulu.

Namun kawan kawan jangan kaget jika membayar dengan Paypal di situs belanja Kemana Dot COM ini karena kawan kawan harus mengirimkan kembali ID yang berisi transaksi yang sudah kawan bayarkan kepada kemana dot com untuk verifikasi.

Dari pembicaraan saya via chat online dengan Customer Service Kemana Dot com bahwa ID yang berisi transaksi diperoleh di email paypal saya, dan ini harus dikirim guna menghindari dugaan fraud dengan paypal.    Saya kirim ID yang berisi transaksi saya dengan pihak kemana dot com seharga buku + ongkos kirimnya kepada pihak merchant (Kemana Dot COM).  Dan sip transaksi saya sah sah sah kata Penghulu.  Horeeee

Saya memilih pengiriman dengan waktu 2- 4 hari masa kerja dengan RPX.  Saya tidak tau kenapa harus RPX karena itu memang sudah disediakan oleh pihak Kemana Dot COM, oh ya satu catatan kecil bahwa harga buku yang saya beli tadi Mengalirkan Uang Dari SituS Joomla + CD Harga: Rp36.000  ini masih dikenakan ongkos kirim yang menurut saya lumayan tinggi bisa seharga 3 dollar atau lebih dari 25 ribu rupiah.  Jadi total US Dollar yang saya kirim untuk membayar buku dan ongkos kirim sebanyak US 7 USD.  Nah silahkan kawan kawan pertimbangkan lagi jika ingin belanja online di kemana Dot Com, ini


Buku Pesanan Pun Tiba Horeee
Saya mendapat email konfirmasi dari pihak kemana Dot Com bahwa transaksi saya sukses dan saya mendapatkan informasi bahwa barang atau buku pesanan saya sedang berjalan dan bisa dicek langsung dari kode atau nomor resi pengiriman barangnya secara online. Setelah saya menerima email tersebut kemudian saya mencek langsung kapan buku saya diantar dengan menggunakan kode AWB untuk pengiriman barang domestik (domestic track) dan hasilnya muncul seperti dalam skrensot di bawah ini.


Nah dari sini saya tahu sama tempe bahwa Order saya telah diproses bersamaan dengan saya menerima email invoice. Jadi untuk memeriksa status pengiriman barang di kemana dot com, kawan kawan  dapat mengecek dengan menggunakan AWB xxxxxxxx  melalui situs www.rpxholding.com tersebut.  Nah apabila kawan kawan memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan menghubungi pihak Kemana Dot Com di nomor 0800-140-7890, dan mereka  buka setiap hari kerja, Senin – Jumat  pukul 08.00 – 17.00 WIB atau mengirimkan email ke customerservice@kemana.com


Mau lihat buku yang saya pesan?  Nah silahkan dinikmati gambarnya di bawah ini



Sampul luar kirimannya pake RPX. PNK artinya Pontianak  Foto Hak Cipta Asep Haryono

Resi atau berita acar penerimaan Buku     Foto Hak Cipta Asep Haryono

Di dalamnya masih ada sampul amplop lagi dan bersegel. Sangat rapih.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

Ini dia bukunya dan Ada CD nya di dalam.  Foto Hak Cipta Asep Haryono


Barangkali ini saja dahulu ocehan saya yang berisi pengalaman pribadi berbelanja online di toko Online kemana Dot Com, yang saya pilih.  Saya membayar buku ini dengan metode pembayaran dengan Paypal. dan Insya Allah pada kesempatan akan saya ulas lagi pengalaman belanja online saya yang lain. Semoga pengalaman saya belanja online ini bisa memberikan pencerahan bagi kawan kawan.  Mau belanja online silahkan , mau belanja langsung ke toko bukunya juga silahkan. (Asep Haryono)


American Corner UNTAN.
Dari Yang Serius Sampei Ngantuk Ngantuk
Catatan Asep Haryono

Alhamdulillah kemarin saya tidak sempat posting sama sekali karena menghadiri Workshop yang diselenggarakan oleh American Corner (AMCOR) Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat bidang Atase Kebudayaan. Workshop yang berisi dan berjudul ""Global Journalism, Social Media And Professional Use Of Twitter" sukses diselenggarakan kemarin, Selasa (10 Juli 2012).

Workshop yang dimulai pada pukul sekitar 09.30 WIB itu dibawakan langsung oleh Prof.Mindy McAdams dari Universitas Florida Amerika Serikat, dan beliau juga didampingi oleh salah satu staff US Embassy yang bertindak sebagai penerjemah Bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam pantauan saya sih tidak semua peserta yang hadir di acara workshop yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak lantai 2 kemarin itu memahami (bisa bahasa Inggris?) apa yang disampaikan oleh Prof Mindy tersebut. Mungkin tidak ada masalah bagi yang mengerti bahasa Inggris, tetapi ini keputusan bersama dan harus kita hargai dan hormati kepada mereka yang belum memahami bahasa Inggris. Jadi hadirnya penerjemah cukup membantu bagi mereka yang belum paham Bahasa Inggris sehingga bisa mengikuti materi yang disampaikan oleh pembicara workshop tersebut

Prof Mindy MCAdams.
Berlangsung Hangat di Awal
Saya tidak akan membahas profil pembicara di Workshop tersebut karena kawan kawan bisa langsung menuju TKP website pribadinya Prof.Mindy McAdams tersebut, nah yang mau saya sampaikan dalam tulisan ini adalah sisi lain dari penyelenggaraan workshop tersebut yang menurut saya adalah unik dan perlu mendapatkan catatan. 

Dari segi judul dan materi workshop bagi mereka yang sudah paham dunia Jurnalistik atau setidaknya sudah sering mendengar atau membaca informasi tentang jurnalistik tentu tidak akan asing dengan judul materi yang dibawakan Prof.Mindy McAdams tersebut.

Namun kita harus menghargai para peserta yang masih awam atau baru akan mengenai dunia jurnalistik atau ingin mengetahui apa sih Jurnalistik dari kaca mata seorang pakar seperti Prof.Mindy McAdams tersebut, nah ini yang menarik menurut saya.

"Saya baru saja menyelesaikan S3 di ITB dan baru tiba di UNTAN pagi tadi, dan saya dapat kabar ada workshop Jurnalistik dengan pembicara dari Amerika dan itu menarik makanya saya datang dan ikut di sini" kata Ivan, salah seorang peserta di workshop yang berhasil saya temui hari itu.  Selidik punya selidik beliau ternyata pernah satu komplek waktu saya masih ngekos di UNTAN, namanya Komplek Jalan Sekadau. 


OHP : Materi dibawakan oleh Prof Mindy MCadams diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh staf dari US Embassy. Foto Asep Haryono

SEPI :  Entah kenapa Workshop yang menarik ini sangat minim pesertanya.  Apakah kurang promosi atau kurang minat terhadap Jurnalistik.  Foto Asep Haryono

Sebagai informasi bagi yang belum tau, bahwa  di Universitas Tanjungpura terdapat kawasan komplek perumahan para dosen dan staf untan namanya komplek Untan, nah pada periode 2003-2005 lalu waktu saya masih jaya (baca : masih single) ngekos di Komplek Untan Jalan Sekadau, nah Ivan ini juga ngekos di belakang rumah kosan saya itu, jadi itung itung reuni juga sih.

 "Wah kok ada penerjemahnya sih, jadi nda seru deh, jadi bingung nih mau perhatikan yang mana" kata Ivan melihat suasana berlangsungnya workshop di dampingi penerjemahnya.  Ya iyalah Van, kan kasihan sama mereka yang belum memahami Bahasa Inggris, jadi toleran donk gan.

Dengan Bendera Amerika
Materi yang disampaikan  Prof.Mindy McAdams  mulai dari pengertian dasar mengenai "Global Journalism" hingga kepada pemanfaatan Sosial Media atau jejaring sosial sebagai salah satu cara untuk mempublikasikan berita dan informasi kepada dunia seperti Twitter juga beliau sampaikan.

Tidak ada materi yang dibagikan atau bahan workshop yang disampaikan Prof.Mindy McAdams tersebut karena semuanya bisa didownload di alamat website yang beliau sampaikan kepada para peserta.

"Workshop akan kita break sejenak pada pukul 12.00 WIB untuk kalian istirahat dengan lunch yang sudah kami sediakan, dan sertifikat para peserta akan dibagikan pada akhir sesi workshop ini" kata Miss Nelly dari American Corner (AMCOR) Untan.

Mungkin karena suasana di ruangan yang berpendingin dan juga kondisi perut peserta yang sudah terisi full alias sudah mamam (lunch-red) dan juga suasana hujan di luar menjadikan banyak peserta yang terkantuk kantuk dibuatnya. Hahahaha. Saya juga oops


Saya sempat bertemu dengan Surmiyati (Nama lengkapnya Surmiyati Sulaiman, salah satu staff American Corner (AMCOR), dan beliau ini adalah adik kelas saya waktu kuliah dulu di FPBS Bahasa Inggris FKIP Universitas Tanjunpura. Beliau baru saja kembali dari Studi S2 di University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat.

"Hai mas Asep pa kabar?" Begitu sapa beliau kepada saya sesaat sebelum workshop di mulai. "Alhamdulillah kabar saya baik saja" jawab  saya.  Kami pun asyik little chat dengan beliau tentu dalam bahasa Inggris ngobrol ngalor ngidul mulai dari adik kelas dulu, jaman kuliah hingga pengalaman beliau waktu study di Amrik. "Apa sih Salju itu Sur, kaya apa ya" tanya saya.  "Eh iya Salju yang turun itu banyak dimana mana, dan tentu saja kotor dan tidak bisa dimakan ahahaa" jawabnya.  Hehehee


MC :  Bertindak sebagai Master of Ceremony adalah Miss Nelly. Foto saat rekan saya, Surmiyati, sedang membacakan profil pembicara workshop.  Foto Asep Haryono

DENGAN PEMBICARA.  Foto sejenak penulis dengan Prof Mindy MCadams. Foto Istimewa
Beliau pun berpesan kepada saya agar tetap semangat untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri di mana saja dan tidak harus di Amerika Serikat "Jangan jadikan keluarga sebagai alasan untuk tidak melanjutkan studi di luar negeri, saya sendiri waktu berangkat ke Amerika dengan adik bayi' dan saat saya pulang ke Indonesia suami saya masih di Amerika" jawab Surmiyati.

Saya merenungi sejenak pesan beliau. Tidak terasa waktu pun berlangsung cepat, dan saya pun pamit dari beliau untuk mengambil gambar gambar di sekitar ruangan workshop yang juga tempat American Corner (AMCOR) bermarkas yang akan saya bahas di edisi mendatang Insya Allah

"Saya dua tahun di Hawaii, dan mengambil S2 di sana tepatnya di University of Hawaii"  kata Surmiyati. Menyebut "Hawaii" bayangan saya udah kaya di film Hawaii Five O yang pernah kondang itu dan pantainya. " Wah di Hawaii ya pasti banyak "pemandangan" di sana ya" kata saya.  Beliau hanya senyum senyum saja dan tau maksud kata "pemandangan" saya itu.  Padahal yang saya maksud adalah pemandangan pantai , orang berselancar pake papan surfing dan lautnya yang  biru membiru kaya di film Hawaii Five O jaman saya kecil dulu.  Hehehe

DwiraEmon dan Ganknya berfoto bersama pembicara. Foto Asep Haryono

Beliau juga menyebutkan bahwa untuk dilingkungan kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) ini keberadaan American Corner (AMCOR) sangat mendukung semangat mahasiswa untuk mengetahui negara Amerika Serikat.  "Iyah Mas Asep, malah kita juga menyelenggarakan American Camp di sini dan ini khusus untuk para pelajar SMA untuk memperkenalkan Amerika dan kebudayaannya yang unik kepada mereka" kata Surmiyati.

Sertifikat Kehadiran didatangkan langsung dari US Embassy.  Scan by Asep Haryono



Peserta workshop yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari itu juga memberi kesan tersendiri. Tanya jawab juga berlangsung cukup seru dan semuanya bisa dijawab dengan lugas oleb pembicara dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh staf Kedutaan Amerika yang turut dibawa di acara tersebut. "Kang Asep, mana emailnya tidak ada tuh" kata Dwi "DoraEmon" Sasta Kanaya menagih janji. "Eh iya nanti segera dikirimkan deh" kata Saya.  Saya memang ada janji mengirim email kerja sama Kang Guru Indonesia dengan Radio Kita FM nya DwiRaEmon itu.    Thanks for reading. (Asep Haryono)
Oleh Asep Haryono

Tulisan ini adalah tulisan kedua saya pada hari ini. Setelah berhasil memosting tulisan pertama yang berisi dan berjudul "Berburu Sahabat Yang Berkualitas" dan beberapa jam kemudian dilanjutkan pada tulisan ini. Ini sebenarnya bukan tulisan, namun lebih kepada bercerita saja atas apa yang saya alami hari ini yakni menyaksikan kembali anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono (hampir 5 thn) kembali ke "almamater" nya di TK/Kelombok Bermain Islam Al Azhar yang terletak di bilangan Jalan Ahmad Yani Pontianak.


Banner Tahun Ajaran Baru Al Azhar,  Foto Hak Cipta Asep Haryono

Ini memang diluar yang saya perkirakan sebelumnya kalaw pada akhirnya "si ganteng" (Julukan sayang kami kepadanya-red) kembali ke Perguruan Islam TK/KB Al Azhar yang sebelumnya diperkirakan tidak akan dilanjutkan lagi.

Dalam cerita saya sebelumnya yang berjudul "Sampai Jumpa Lagi Al Azhar" disebutkan bahwa Abbie diproyeksikan tidak akan melanjutkan di sana (Al Azhar) lagi karena pertimbangan psikologis agar bunda dan anaknya tetap terjalin dan memudahkan komunikasi keduanya. Namun fakta hari ini membalikkan semuanya seratus delapan puluh derajat.

Kondisi Yang Belum Memungkinkan
Satu minggu sebelumnya, Ayah dan Bundanya terlibat dalam pembicaraan yang "sersan" alias serius tapi santai, dan santai tapi serius mengenai jadi tidaknya putra tertua kami, Abbie, disekolahkan di Kabupaten Kubu dekat tempat mengajar bundanya di SMA Negeri 1 Kubu.   Sebenarnya persiapannya sudah disiapkan hingga pada negosiasi ke calon sekolah tempat Abbie akan kelak masuk termasuk rumah kontrakan yang kelak akan didiami bunda dan Abbie.

Abbie Muhammad Furqan Haryono
Foto Ayah
Ada fasilitas rumah dinas yang sudah disiapkan sebenarnya namun tentu saja tidak cocok dengan Abbie karena itu tempat para guru, dan juga ada pertimbangan lainnya yang tidak cocok kalaw bergabung dengan rumah dinas. 

Namun setelah diadakan survey ulang oleh bundanya dan didapati bahwa dalam kondisi yang normal mungkin tidak ada masalah dengan air (baik untuk keperluan sehari hari maupun untuk mandi) namun dalam kondisi tidak normal misalnya musim kemarau dan air tidak mengalir sama sekali.

Jika pun ada air untuk keperluan mandi juga tidak cocok untuk Abbie yang sudah terbiasa dengan Air Leding atau air PDAM. Ini akan menyebabkan Abbie "shock" dengan perubahan mendadak.


Bagi kita orang dewasa mungkin bisa maklum dengan kondisi air kolam, dan saya sendiri juga sangat terbiasa dengan air hujan atau air kolam (ya donk lawong sudah puluhan tahun di Pontianak-red), tapi kita juga tidak mau anak anak menjadi tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.  Sedangkan untuk pertimbangan ekonomi dalam hal ini biaya biaya dan fasilitas yang diperlukan untuk Abbie sekolah di Kubu sifatnya relatif, dan tentunya masih bisa diusahakan dan dimusyawarahkan. 

Pertimbangan lainnya lagi adalah soal lingkungan yang mungkin akan terasa serba "baru" dilingkungan yang baru kelak, sedangkan di tempatnya sekarang ini Abbie sudah banyak kenalan, dan network yang sudah dibangunnya sejak tahun kemarin tentu tidak akan kami abaikan begitu saja. 

Kabar lainnya adalah adanya pergantian kepala sekolah KB/TK Islam Al Azhar yang sebelumnya dijabat oleh Ibu Dian Ekarini, S.Pd sudah digantikan oleh Miss Eka, S.Psi.   Selidik punya selidik ternyata Miss Eka adalah partner atau team work istri saya saat masih mengajar di KB/TK Islam Al Azhar. Mereka berdua pernah ditugasi mengajar di kelas yang sama, jadi untuk urusan administrasi bisa  dirojer gitu ganti hehee.

Orientasi Dan Perkenalan
Akhirnya keputusan akhirnya sudah final dan keputusan yang sudah ayah bundanya ambil tentu sudah melalui pertimbangan banyak hal akhirnya memutuskan menetapkan Abbie tetap melanjutkan ke TK/KB Islam Al Azhar, dan keputusan tersebut sudah diketuk palu dan sudah disepakati ayah bundanya. Ketika keputusan ini disosialisasikan kepada Abbie oala senangnya bukan main dia.  Abbie senang ayah bundanya juga turut senang.  "Abi nda mau beli mainan lagi" gitu katanya kepada kami.  Sebagai orang tua tentu saja "ikrar" atau "janji" Abbie akan diperhatikan, dan andaikan dia "ingkar" tidak ada masalah bagi kami. :))

Jam menunjukkan pukul 07.25 WIB pagi saya pun bergegas menuju Al Azhar, karena Abbie dan Bundanya sudah lebih dahulu "ngacir" karena ada informasi masa orientasi dan upacara tahun ajaran baru dengan acara lepas balon segala akan dimulai tepat jam 08.00 WIB.   Setelah saya memarkir kendaraan kesayangan saya Honda Supra Fit di "habitat"nya, saya pun menuju lapangan atau plaza persis di depan Masjid Al Azhar, Saifullah,. Celingak celinguk saya melihat di mana letak Abbie berdiri yang memakai baju batik itu. Sedangkan rata rata anak anak di lapangan upacara memakai baju putih putih. Liat liat di deretan para orang tua juga tidak terlibat bundanya. "Kemana ya" jawab saya sambil jeprat sana sini.

UPACARA LEPAS BALON  : Tradisi tahun ajaran baru melepas balon.  Sambutan di sampaikan oleh Bapak H. Herzi Hamidie. Foto hak cipta Asep Haryono
LEPAS BALON . Terbanglah tinggi wahai balon setinggi citqa cita anak anak ini meraih cita citanya.  Semoga Allah SWT memberkahi cita cita anak anak ini di masa depan nanti. Foto Hak Cipta Asep Haryono



"Oh ya ingat pasti mereka di kelas Idris" kata saya dalam hati.   Idris adalah nama kelas TK B yang akan dimasuki oleh Abbie yang sebelumnya di kelas TK A (Kelas Khadijah), dan nama nama ini lazim diberlakukan di TK/KB Perguruan Islam Al Azhar.   Dan ternyata benar, Abbie dan anak anak lainnya sudah di kelas Idris yang letaknya ada  di bagian dalam Al Azhar.  Begitu juga dengan para orang tua lainnya yang menunggu diluar. Kenapa para orang tua menunggu di luar?  Ya karena anak anak mereka sedang diberi "wejangan" dan juga "pengarahan" oleh guru guru.  Siapakah gurunya?

Ternyata guru yang akan mengajar Abbie dan teman temannya di kelas Idris TK/KB B Al Azhar adalah ibu Diana Ekarini, S.Ag  (Mantan Kepala KB/TK Islam Al Azhar) dan juga Miss Upi. Panggilan "Miss" adalah lazim untuk menyebut sesama guru Al Azhar. Beberapa orang tua saya lihat mengambil foto atau gambar dari luar kelas (Dari pintu) namun tidak berlaku bagi saya.  Saya langsung merangsek masuk ke dalam kelas dan  mengambil foto foto masa orientasi dan perkenalan siswa siswa kelas Idris dengan posisi yang amat bagus. sebagus menangkap burung dalam sangkar. (Wah kiasannya nda nyambung Sep).

LAIN SENDIRI :  Suasana Orientasi dan pembekalan KB/TK B Kelas Idris Al Azhar Pontianak yang dibawakan langsung oleh ibu Diana Ekarini, S.Ag.  Abbie duduk di sebelah paling kiri bawah pake baju batik lain sendiri dari yang lain.   Foto Hak Cipta Asep Haryono

KELAS IDRIS :  Suasana Orientasi dan pembekalan KB/TK B Kelas Idris Al Azhar Pontianak yang dibawakan langsung oleh ibu Diana Ekarini, S.Ag.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

"Wah rata rata pake baju putih, abbie pake Batik ya lain sendiri" kata saya dalam hati. Namun untunglah ada juga kawan lainnya yang memakai baju yang juga tidak putih putih.  Saya jadi ingat kata sambutan dalam upacara pelepas balon tadi sebelumnya yang dibawakan oleh Bapak H. Herzi Hamidi saat melepas balon sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru di KB/TK Islam Al Azhar 2012. "Nah anak anak lihatlah balon balon ini terbang tinggi ke Angkasa sebagai kiasan bagi anak anak semua agar tetap mengejar cita citanya setinggi langit di sana".   Amin Amin Amin Ya Robbal Alamin.

"Al-Azhar….Al-Azhar…Al-Azhar…
Mari kita dukung cita-citanya
Tuk dilestarikan
Sehat jasmani dan rohani
Cakap tampil percaya diri
Dalam pribadi yang kuat'

(Mars Al Azhar)


 (Asep Haryono)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia