Help us to keep our home
Alhamdulillah, itu kata pertama yang keluar dari mulut saya ketika menjelang berangkat menuju Masjid dalam rangka mendirikan Sholat Jumat hari ini (Jum'at, 9 Desember 2011), sekitar jam 11.30 WIB saya iseng iseng membuka account PayPal saya yang memang sudah verified itu. Tiba tiba saya melihat ada earning masuk dari JogJaCamp sebesar $ 6,98 USD atau kalaw dirupiahkan sekitar Rp 56,975 (Lima Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Tujuh Lima Ribu Rupiah). Wah Alhamdulillah sungguh sebuah penghasilan (Earning) yang saya peroleh dari salah satu penyedia konten iklan terbaik di Indonesia, AdsenseCamp , yang harus disyukuri.

MEngapa tidak, karena saat saya bergabung menjadi salah satu Publishernya, saya sempat ragu karena banyak beredar berita miring dari berbagai forum dan milis yang menjelek jelekkan serta memojokkan AdsenseCamp. Dengan penuh keyakinan dan didorong rasa ingin tau yang besar, akhirnya saya berqabung dengan AdsenseCamp yang bermarkas di Jogjakarta itu secara resmi pada tanggal 1 November 2011 yang baru lalu. Jadi dengan kata lain Earning yang saya terima dari AdsenseCamp hari ini adalah total penghasilan selama bulan November 2011.

Adsense Camp Bukan SCAM
Dengan hasil awal yang saya terima dari AdsenseCamp pada hari ini menjadikan saya lebih semangat untuk terus mempromosikan website atau blog saya agar mendapatkan backlink serta trafik yang baik sehingga berpotensi menghasilkan pendapatan atau Earning yang jauh lebib baik lagi. Dengan demikian semua mitos, isu dan kabar yang beredar di berbagai milis dan Forum yang mengatakan bahwa situs AdsenseCamp adalah SCAM terbukti bisa dipatahkan. AdsenseCamp adalah salah satu situs penyedia konten iklan terbaik menurut pengalaman saya yang memang baru sih di jagat periklanan dan pengeklikan hehehe.

Inilah ScreenShotnya. Earning dari AdsenseCamp


Asal tau sama tempe saja selain dari AdsenseCamp ini, saya juga ikut sebagai Adsense Publisher dari berbagai ads network lainnya seperti Google Adsense, AdBrite, Chitika, PPCINDO, KumpulBlogger, dan beberapa lainnya yang saya tidak ingat lagi. Nah dari sekian banyak Ads Network yang saya jadi bagian dari publishernya saya melihat memang masing masing Ads Network ini memiliki kekuatan, dan kelemahannya masing masing. Ya tentu, tidak ada ads network yang sempurna, sebagaimana kita manusia juga tidak sempurna.

Google Adsense misalnya yang emang terkenal Galak, dan pelit itu hehehe. Sudah beberapa kali akun saya sama Mbah Google di ban sana sini, tetap saja saya maju terus pantang mundur terus maju, Walaupun nda maju maju juga sih earningnya masih di angka $3,16 USD padahal udah berbulan bulan "nongkrong" di sana hehehee. Ngemeng ngemeng soal Google Adsense ini saya jadi ingat dengan mas Eddy Setiawan yang amat kondang dengan earning dari Google Adsensenya itu, dan saya pikir dialah salah satu pemain Adsense yang paling senior di seantero Kalbar ini. Mungkin masih banyak lagi yang lainnya yang memang Adsense Publisher mumpuni yang tidak saya ketahui di Kalbar ini, namun nama Mas Eddy masih dalam top listnya,

Saya pikir saya harus banyak belajar lagi bagaimana membuat konten yang memiliki segmen atau target yang bisa diendus dan dilacak oleh Google sehingga berpotensi mendatangkan trafik dan pengunjung yang banyak. Tidak mudah memang, 3 bulan saya belajar utak atik Adwords dari voucher gratis 400.000 ribu yang saya terima buat memasang iklan di Adwords juga masih kelimpungan, masih kurang paham bagaimananya. Walhasil memang kata kunci (keyword) yang saya pakai buat promosikan web dan blog saya kurang keren, dan bahkan ada yang dikatagorikan paling sedikit mendatangkan pengunjung. Olala sulitnya. Nah kembali kepada AdsenseCamp ini saya tegaskan sekali lagi. bahwa AdsenseCamp bukanlah SCAM. Dan penyedia konten AdsenseCamp ini jelas sekali terbukti membayar. Mantaf bangeds gan...


Bagian Penutup
Sebagai penutup dari tulisan yang singkat ini saya ingin menyampaikan kabar gembira kepada para pembaca setia blog saya dimana saja berada bawah eh salah bahwa kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari AdsenseCamp masih terbuka lebar, dan siapa saja boleh ikut serta menjadi publisher AdsenseCamp guna meraih penghasilan. Rekan rekan semuanya bisa berbuat lebih baik dari yang saya lakukan sekarang ini.

Nah jika ingin bergabung bersama saya menjadi penerbit iklan atau Adsense Publisher AdsenseCamp silahkan untuk bergabung mulai hari ini dan mulai dari sekarang. Kalaw tidak sekarang kapan lagi kita bisa meraih penghasilan samoingan kita dari internet. Syaratnya mudah saja kok. Jika anda punya blog atau website, nah rajinlah memposting, menulis, dan promosikan kepada dunia, sehingga punya banyak peluang orang untuk berkunjung. Asal jangan curang ya, tidak b0leh. Karena AdsenseCamp punya "rambu rambu" atau Term Of Service (TOS) yang tidak boleh dilanggar kalaw akun anda tidak mau diban.

Untuk setiap klik iklan teks pada website ataw blog anda, maka AdsenseCamp akan membayar sebesar Rp.300,- (Tiga Ratus Rupiah) yang tentu saja harus berasal dari IP yang unik, valid dan harus mendapatkan persetujuan dan verifikasi yang ketat dari AdsenseCamp. Sebenarnya pihak AdsenseCamp malah mempermudah kita mendapatkan earning banyak asal kita JUJUR , nah kalw sudah JUJUR kan enak mengelolalanya. Pembayarannya dilakukan setiap awal bulan dari tanggal 5 - 10 , nah untuk yang satu ini anda harus duduk sabar dan tenang dalam menanti transfernya, karena mereka juga sangat sibuk. AdsenseCamp juga perlu waktu untuk memverifikasi Earning anda dan mencek anda melakukan pelanggaran Term Of Service (TOS) mereka atau tidak, dan tidak kurang 400 members yang harus mereka transfer setiap bulan. Jadi daftar antriannya panjang, jadi anda perlu bersabar menanti transfernya ya.

Sedangkan untuk klik iklan Gambar yang muncul, maka anda akan dibayar Rp.400,- (Empat Ratus Rupiah) dan tentu saja sama seperti di atas, harus berasal dari IP Yang unik , dan Valid. Selain itu juga Adsense Camp memberikan kesempatan buat orang lain bergabung atas nama kita, sehingga anda akan memperoleh penghasilan tambahan sebesar Rp.25,- (Dua Puluh Lima Rupiah) untuk setiap penghasilan yang diperoleh dari refferal anda itu. Nah semakin banyak referal maka semakin banyak juga pundi pundi uang anda. Hmmmmmmm. asyik kan? Siapa sih yang nda mau duit. Jika sudah terkimpil eh salah terkumpul minimal Rp.10.000,- (Sepuluh ribu rupiah), anda sudah bisa menerma pembayaran dari AdsenseCamp yang bisa langsung di arahkan ke rekening BNI, MANDIRI atau rekening PAYPAL anda. Nah gimana keren kan?

Ok sampai Jumpa..........

PONTIANAK – Jelang hari raya Natal dan Tahun Baru, para distributor barang dikalutkan dengan terhambatnya sistem distribusi mereka. Kontainer-kontainer barang yang sejatinya akan disalurkan ke daerah-daerah, tertumpuk di pelabuhan Pontianak. Penyebabnya adalah belum berfungsinya beberapa container crane milik PT Pelindo II.

Pengerjaan bongkar muat dari kapal ke darat yang seharusnya berlangsung cepat, menjadi lebih lambat dari biasanya. Kapal-kapal harus mengantre untuk sandar di dermaga karenanya. Selasa (6/12) saja sampai ada sembilan kapal yang menunggu giliran untuk berlabuh. Sementara kemarin (7/12), ada enam kapal yang mengalami nasib serupa.

Untuk mengatasai masalah tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat menggelar dan memfasilitasi pertemuan dengan mengundang berbagai stake holder, seperti Pelindo II, Gabungan Forwarder & Ekspedisi Indonesia (Gafeksi), Indonesian Forwarders Associations (Infa), Asosiasi Pelayanan Bunker Indonesia (APBI), Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Forum Komunikasi Perusahaan Distribusi (FKPD) Kalbar, dan lain-lain.


Dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Kadin Kalbar tersebut, Ketua Umum FKPD Stivanus mengatakan jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, akan mempengaruhi harga barang di pasaran. Pasalnya keterlambatan barang tersebut akan menambah biaya distribusi. “Otomatis waktu yang dibutuhkan untuk distribusi semakin panjang. Ini akan menambah cost kita, karena harus membayar lebih buat karyawan. Selain itu barang yang di sini belum sempat didistribusikan, kapal dari Jakarta sudah datang lagi. Akibatnya terjadi penumpukan,” kata Stivanus.

Menurut dia hal itu dapat menyebabkan kenaikan harga barang. “Ujung-ujungnya rakyat kecil yang akan terkena imbasnya, kalau seperti ini harga barang akan naik. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan pasti meningkat,” sebutnya. Stivanus menyampaikan ada lebih dari 40 persen dari total barang yang masih di pelabuhan dan belum tersalurkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Gafeksi Kalbar, Marzuki Hamid menilai saat ini bukan hanya itu yang menjadi masalah. “Ketersediaan lahan yang tidak cukup menampung bongkar muat dan belum tertata dengan baiknya kontainer-kontainer juga menjadi masalah,” ujarnya.

PT Pelindo II langsung merespon keluhan-keluhan tersebut. Titah Yudhana, manajer teknik Pelindo II berjanji masalah tersebut akan segera teratasi. “Saat ini kita sedang membenahi dua container crane yang baru. Paling lambat mungkin minggu depan sudah dapat berfungsi semuanya,” ungkapnya.

Soal keterbatasan daya tampung lahan dermaga Pelindo sekarang, Titah mengatakan Pelindo akan menambah depo-depo baru agar proses bongkar muat bisa lebih efesien. “Kami akan membuat depo baru di Nipah Kuning, luasnya 1,6 hektar. Bisa menampung kelebihan kapasitas saat ini. Rencananya semester I 2012 sudah mulai dimulai,” kata Titah.

Bahkan Pelindo juga siap membangun depo besar di Wajok, Kabupaten Pontianak seluas 26 hektar. “Sekarang masih dalam tahap pengkajian dan pembebasan lahan. Kemungkinan baru bisa dibangun tahun 2013,” cetusnya. Permasalahan lain yang dibahas adalah soal rencana perdagangan bebas untuk wilayah Asia Tenggara tahun 2015 nanti. Wakil Ketua Kadin Kalbar, Soetaryo Soeradi menilai pemerintah pusat maupun provinsi harus mempersiapkan infrastruktur yang layak agar produk Kalbar mampu bersaing dengan milik negara lain.

“Ekonomi kita adalah ekonomi biaya tinggi. Kita tidak bisa mengantar barang dalam jumlah yang besar. Jalan-jalan kita hanya mampu menahan kendaraan seberat delapan ton saja. Jadinya sistem distribusi kita tidak efesian. Bandingkan dengan jalan Malaysia yang mampu menahan 30 ton atau jalan di China yang mampu sampai 80 ton. Sudah pasti produk mereka lebih murah. Belum lagi kebijakan suku bunga dan pajak,” pungkas dia.

Sumber Pontianak Post
Dalam hitungan beberapa minggu ke depan lagi tahun 2011 akan segera kita tinggalkan dengan sejunlah catatan penting terutama bagi diri saya sendiri kaitannya dengan aktifitas saya sehari hari dan juga keluarga di rumah. Beberapa catatan yang akan saya ceritikan secara singkat di sini adalah agenda yang belum dapat diselesaikan dalam waktu tahun 2011 yang akan berakhir dalam beberapa minggu ini.

Sengaja saya buat catatan mini ini sebagai pengingat diri ini untuk tidak mengulangi kesalahan dan kekeliruan yang sama pada tahun yang akan datanng. Sebenarnya manusia memang gudangnya salah, namun bukan berarti pembenaran melakukan kesalahan hanya beralasan kita adalahh manusia yang tidak sempurna. Memang benar manusia tidak sempurna, tapi kita bisa bersikap dan berbuat yang terbaik dengan cara yang sempurna, dan itu boleh saja dilakukan untuk kebaikan. Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan ceritakan

Beramal dan Bersodakoh
Nah salah satu agenda yang jarang atau kurang banyak saya lakukan dalam tahun 2011 ini adalah kegiatan amal ibadah dan juga sedekah atau sodakoh dengan harta yang saya miliki. Walaupun kita smua tau yang namanya sedekah atau sodakoh tidak selalu dengan harta. Hal yang sepele sekalipun seperti memberikan senyum kepada orang lain, mengucapkan salam, dan bahkan menyingkiran onak dan duri di jalanan pun bisa dianggap sebagai sedekah. Sedekah yang baik bukan dilihat dari banyaknya materi yang disumbangkan kepada orang lain, namun lebih jauh dari itu adalah sedekah yang berasal dari niat yang tulus di hati sanubari kita masing masing. Sedekah dengan amal harta itu baik, dan sedekah dengan memberikan bantuan dan tenaga yang membutuhkan juga baik. Amal ibadah sodakoh yang berawal dari niat yang tulus dan suci Insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang baik juga.

Saya berharap banya ditahun yang mendatang ini, tahun 2012, adalah tahun kesempatan lagi buat saya untuk bisa melakukan akfititas mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga amal ibadah lainnya yang bermanfaat buat umat. Memang terdengar agak klise dan abdsur, bermanfaat untuk umat, namun setidaknya saya sudah ada niat yang dalam untuk bisa melakukan aktifitas ibadah yang lebih tenang, dan juga amal ibadah yang lainnya di masa yang akan datang ini, dan ini sudah menjadi tekad saya untuk benar benar dilaksanakan dan tidak sebatas teori semata saja yang selama ini saya rasakan. Selain itu juga saya masih memiliki cita cita yang terpendam yang sudah lebih dari 5 tahun tertunda tunda selalu karena berbagai aktifitas saya yang semakin intens saja beberapa tahun terakhir ini. Yah namanya juga hidup bermasyarakat tentu tidak akan terlepas dari yang namanya masalah, nah justru dengan masalah itu pula kita semua akan menjadi matang, dewasa dalam berpikir dan lebih bijaksana dalam bertindak. Itu yang saya mau sekarang.




Tanggal 4 Desember 2011 kemarin bagi kami sekeluarga adalah tanggal yang cukup mengharukan terutama kaitannya dengan perkembangan dan pertumbuhan anak anak. Mengapa cukup mengharukan ya karena anak anak kami, Tazkia dan Abbie, harus segera "angkat kaki" dari rumah pengasuhannya selama ini dikeluarga Pak Muhyar. Kami memang mempercayakan pengasuhan tambahan anak anak dengan keluarga itu sejak anak kami yang pertama Abbie masih berusia 8 (delapan) bulan. Keadaan sekarang sudah berubah, dimana Abbie sudah berusia hampir 3 (tiga) tahun, dan adiknya, Tazkia, hampir mencapai usia 1 (satu) tahun. t

Antara kami dengan mereka memang satu komplek yang sama yang tinggal di komplek Duta Bandara Permai yang terletak di kawasan Ahmad Yani 2 Supadio itu. Salah satu pemicunya adalah keinginan sang "bu care" yang meminta secara sepihak kenaikan "honor" pengasuhan anak anak sebesar Rp.150.000,- (Seratus ribu rupiah), sehingga kalaw ditotal biaya yang harus kami keluarkan untuk "tarif baru" ini adalah sebesar Rp.750.000,- (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dari kisaran normalnya yang Rp.600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) itu. Tak pelak usulan kenaikan baru ini membuat kami tersentak, wajar sekaligus kaget. Apa pertimbangannya sampai menuntut kenaikan tersebut?

Wajar Saja Kenaikan
Ditengah derasnya kenaikan kebutuhan sehari sehari dewasa ini kenaikan apapun itu masih dianggap wajar, dan bahkan memang seharusnya naik. Usulan kenaikan sebesar yang diminta secara sepihak oleh ibu pengasuh sebesar Rp.150.000,- (Seratus ribu rupiah) itu juga masih kami anggap wajar dari sisi kenaikannya. Ya memang apa apa serba mahal sekarang, dan semua orang tau itu. Namun dari segi EKONOMI, terus terang saja angka kenaikan itu "tidak kena" di hati kami, dan kami sekeluarga merasa keberatan. Sehingga kalaw ditotal biaya yang harus kami keluarkan untuk "tarif baru" ini adalah sebesar Rp.750.000,- (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dari kisaran normalnya yang Rp.600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) itu. Tak pelak usulan kenaikan baru ini membuat kami tersentak, wajar sekaligus kaget. Apa pertimbangannya sampai menuntut kenaikan tersebut? itu yang kami tanyakan kepada mereka. Mereka pun sudah diberitahu bahwa keadaan kami sekeluarga memang tidak "semewah" penampilan kami sehari hari, dan ternyata kami sekeluarga juga masih menanggung banyak hutang.

Kasus yang pernah menimpa kami sekeluarga, dengan ditipunya kami dalam urusan tanah sebesar Rp.25.500.000,- (Dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) beberapa tahun yang lalu juga masih menyisakan persoalan bagi kami sekeluarga di mana kami juga masih harus menanggung beban hutang Bank Kalbar itu hingga beberapa tahun ke depannya. Belum lagi dengan pengeluaran rutin dan sifatnya tetap keluarga lainnya seperti pengeluaran untuk dapur, susu, pempes, bedak dan lain sebagainya, Kondisi keuangan kami saat ini memang masih jauh dari sebutan "Established" atau "steady" alias stabil atau mapan. Memang dari pandangan dari luar sih enak saja ya karena kami memang sama sama bekerja, saya sebagai salah satu karyawan swasta di salah satu perusahaan media cetak, sedangkan istri sebagai Pegawai Negeri Sipil dan mengajar di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kubu.

Saat saya menyambangi keluarga itu kemarin (hari Ahad 4 Desember 2011, sekitar jam 18.30) memang terjadi dialog antara saya dengan keluarga Pak Muhyar. Saya yang memang dipercaya istri menjadi duta atau wakil keluarga menyampaikan keberatan dengan kenaikan tersebut dan menyampaikan keinginan untuk "menarik" anak anak dari pengasuhan mereka selama ini. Sontak keinginan kami ini disambut dengan keterkejutan mereka juga, bahkan sang bu care yang menjadi titik sentral kenaikan ini pun sempat meneteskan air mata. Saya sih santai saja menanggapinya dan saya bisa melihat masih ada sisi baik dari kedua orang tua ini terhadap anak anak kami, dan kami menyadari kasih sayang dan cinta mereka terhadap anak anak masih ada. Itu menjadi bahan pertimbangan kami dalam memutuskan keputusan ini.

Sebenarnya sayang juga kami dengan keluarga pak Muhyar yang sudah kami percayakan menjadi pengsuhan tambahan bagi anak anak sejak kira kira 3 (tiga) tahun yang lalu. Saat anak kami pertama, Abbie, masih berusia 8 (delapan) bulan sudah dipercayakan diasuh mereka. Selain memang jaraknya dekat dengan rumah (karena memang satu komplek), keluaga pak Muhyar kami nilai sangat familiar dengan anak anak, dan menganggap anak anak sebagai anak mereka juga. Namun keputusan sudah kami ambil, dan dalam penilaian bunda (sebutan untuk stri saya-red) yang memang mempunyai latar belakang sebagai guru TK Al Azhar itu mempunyai pertimbangan lain. Anak anak yang memang sudah beranjak besar, terutama Abbie, memang memerlukan suasana baru dari yang selama ini hanya menatap orang yang "itu itu" saja, menjadi berbeda semuanya. Kami sedang survey lembaga Penitipan anak yang baik dan islami sebagai tempat pengasuhan yang baru bagi Abbie kelak, sedangkan adiknya Tazkia yang hampir satu tahun ini kembali kepangkuan pengasuhan ibu kandungnya.


Some of buyers these days are fond of doing business or making a trade with other customers online with the assistance of internet as means of business communication among them. It is very simple thought. You provide good or services and offer them online through a website, and the customers or buyers whose interest are common with you will probably interested in trading and making business contact.

The customers can easily select the goods or service from your website, and order them with certain kind of payment processors which are very famous on the internet these days. Some of very famous payment processors we already knew are pay pal, Liberty Reserves, alert pay and so forth. Those payment processor are now famous and widely used by customers to purchase goods or services offered by merchant through a website. In certain country like in Indonesia, many merchants offered two kinds of payment processors. First, in our national currency, Rupiahs, or through US Dollars (US$). Both those currencies could be easily converted into paypal as payment processors. Could I add however that the some kinds of payment processor above such Paypal , Alert Pay and Liberty Reserves are likely associated with PTC or Pay To Click business.

How about a credit card? Well, actually to be honestly I don't have any credit card from famous credit card merchant such as Visa, Master Card, Am ex and many others. I was born not in a wealthy parent and I never make any purchases through any credit card. Unfortunately, many people now complain in many newspaper in my country , Indonesia, and most of the subjects of their complain are about the highest fees they have had when making purchases online through online shopping.

Most of customers are complaining the highest fees they got when making online shopping by using their credit card which they cannot afford. When a customer decide to purchase any goods or services by using their credit card, they will be automatically charged some fees or credit card processing fees for the goods or services they have decided to purchase. I am sure of if the customers or buyers get easy to make online payment through credit card, they are willing to make many business contact or many purchases to succeed their business. This will make many advantages and benefits between customers or credit card owners and merchant to work together to get benefit.





Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia