Help us to keep our home

Bersantai di waktu sore memang lebih enak jika dihabiskan dengan aktifitas ringan , menyenangkan, dan juga menyenangkan. Setiap orang memang punya cara tersendiri dalam menikmati sore hari yang indah itu. Sebagian keluarga menghabiskan waktu sorenya bersantai bersama keluarga menikmati sinar mentari tenggelam di pinggiran sungai Kapuas tepatnya dekat masjid Kraton Kadiriyah yang memang indah itu. Sebagian keluarga yang lainnya bahkan ada yang sekedar duduk duduk saja bersantai di depan rumah.

Anak anak muda, kaum remaja, dan gadis gadis mungkin saja bersantai dengan mengunjungi pusat pusat perbelanjaan yang ada di kota Pontianak. Perkara mereka beneran mau shopping (berbelanja-red) atau sekedar cuci mata liat kiri kanan sah sah saja, toh yang namanya ke Mall kan tidak harus berbelanja. Kata siapa jika kita mampir ke sebuah pusat perbelanjaan atau Mall kita diharuskan menghabiskan uang untuk berbelanja di sana, no no tidak harus. Ke Mall atau pusat perbelanjaan juga bisa dipakai atau dikunjungi untuk sekedar banding harga (window shopping), membaca buku gratis di toko buku Gramedia di lantai atas, atau liat liat pameran, atau even yang emang sering di gelar di Mall AYani nan megah itu. Nah kali ini saya sendiri menghabiskan waktu sore kemarin dengan bersantai menyeruput coffee nan keren dan enak banged di JCO yang terletak di bagian selasar Mall A Yani itu

Mahal Namun Nikmat
Saat kemarin itu sore, Kamis (27 Oktober 2011) tepatnya sekitar jam 17.00 WIB saya memang diundang secara pribadi oleh Pak Kevin Dalton, boss saya di KangGURU Indonesia yang berpusat di Bali. Pak Kevin Dalton yang kami juluki sebagai "Captain" itu memang secara khusus diundang oleh para alumni ADS (Australian Development Schollarship) yang mengadakan workshop dan seminar mini di hotel Mercure yang terletak di jalan Ahmad Yani Pontianak itu. Apakah kalian sudah pernah menginap di Hotel Mercure di kota Pontianak? Nah ketika saya hadir di lobby hotel Mercure Pontianak, saya pun langsung disambut oleh Captain KangGURU yang bergaya Flamboyan namun agak gaek namun masih single itu hehehe. Akhirnya setelah basa basi di lobby Mercure, saya pun diajak beliau untuk menikmati coffee sore sore , dan pilihannya jatuh ke warung kopi terdekat, namun bukan sembarang warung kopi untuk tamu asing sekelas Project Manager KangGURU Australia itu. Tentu warung kopi yang berkelas, dan kami pun memilih di JCO A Yani Mega Mall.


Jenis kopi ini dan kuenya yang kamis santap


Dan setelah berjalan kaki yang memakan waktu beberapa menit itu (Karena memang letak A Yani Megal Mall berdekatan sekali dengan Mercure Hotel-red), saya dan Kevin Dalton pun bergerak cepat dengan kecepatan yang mengaggumkan (lol-red) menuju JCO yang terletak di sudut sebelah kanan berdekatan dengan kedai makanan cepat saji itu. Dan setelah kami berdua berdiri di depan kasir, kami pun memilih menu yang sama.





Saya sih maunya ikut saja apa yang dipesankan oleh Kevin Dalton, namun Kevin meminta saya untuk menentukan pilihan minuman sendiri, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada jenis coffee yang "biasa biasa" saja sekelas torabika brownis yang sering saya minum di kantor saban sore itu. Dan Kevin ternyata menurut saja menu yang saya pilih, sedangkan untk cake kecilnya saya tidak pesan, namun Kevin Dalton memesan dua buah cake berbentuk donat nan lembut itu juga. Setelah menentukan pilihan maka Kevin pun membayar bill di kasir, dan angkanya sekitar 46 ribu rupiah, cukup mahal memang untuk 2 (dua) belas kopi untuk ukuran saya.

Saya sendiri kalaw ngopi cukup pake kopi kelas warung berbentuk saset biasanya merek Capuccino, Coffee Mix atau Torabika Coco Granule yang ada saset kecil bubuk coklat yang ditaburi di atasnya. Nah untuk dua buah gelas kopi di JCO itu memang mahal untuk orang Indonesia seperti saya namun tidak untuk orang sekelas Kevin yang memang asli Melbourne Australia itu. Di sinilah terjadi Cultural Shock dimana saya yang tidak biasa menikmati coffee berkelas seperti itu dengan Kevin yang asli orang OZ yang sudah terbiasa dengan menu seperti itu. Tapi telling you the truth, sebenarnya saya juga sudah pernah icip icip menu hotel Kelas Bintang 5 seperti Hotel Marbela (Anyer, Banten) dan Savoy Hoyman di Bandung. Lalu icip icip menu Australia setiap kali kunjungan ke Bali yang disajikan oleh KangGURU juga sudah pernah saya rasakan. Namun untuk ngopi dengan Kevin di JCO, ya sudah saya nikmati saja, pikir saja, toh pengalaman "ajaib" seperti ini menjadi catatan berharga buat saya, menambah jam terbang saya yang memang agak kuper untuk kota Pontianak. Hehehehee.

Ngopi yuk... mareeee

Bangsa Indonesia saat ini memang sedang dirundung banyak masalah. Mulai dari masalah yang amat sederhana dalam lingkup yang kecil sampai kepada masalah besar menyangkut hajat hidup orang banyak, persatuan dan kesatuan , hingga pada masalah kedaulatan bangsa dan negara. Luar biasa masalah itu, sehingga ada yang mengatakan kalaw bangsa Indonesia bukan Indonesia namanya kalaw tidak ada masalah. Hidup memang penuh masalah, dan masalah itu akan selalu ada dilingkungan sekitar kita yang masih memerlukan penelahan bersama sama.

Masalah. Hmmm. Siapa sih yang ingin memiliki masalah wah tentu tidak ada satupun yang kalian katakan suka ya. Walaupun tulisan ini diinspirasi dari lirik lagunya si cantik Lenka Kripac menyebutkan "Trouble is A Friend" atau dalam bahasa Indonesia kira kira diterjemahkan menjadi "Masalah adalah Sahabat", namun kebanyakan orang di Indonesia kurang menyukai masalah. Namun ada juga sebagian kalangan yang senang menghadapi masalah, bahkan membuat masalah (trouble maker) itu sendiri. Hmmm. Saya sih maunya menjadi pemecah masalah (troubler solver-red) dan bukan orang yang hobinya menciptakan masalah (trouble maker-red). Namun bisakah kita berlaku atau berbuat menjadi seorang yang mumpuni dalam memecahkan masalah (Trouble solver-red) di jaman serba penuh masalah sekarang ini?

Masalah itu Baik
Coba kita telaah dengan baik mengapa kita selalu dan selalu mendapatkan masalah. Nah dalam terminologi sederhana seseorang yang mendapatkan masalah itu sebenarnya bisa berasal dari dua sumber yang berbeda. Pertama masalah yang ditimbulkan oleh pihak lain, dan yang kedua adalah masalah yang timbul karena ulah, sikap, dan perbuatan kita sendiri. Nah dari kedua katagori ini, yang manakah yang paling menjadi dominan sebagai faktor timbulnya masalah itu?. Nah pada umumnya masalah diciptakan karena kita melalaikan kewajiban atau sesuatu yang menjadi kebiasaan baik sehari hari.

Sedangkan kelakuan dan sikap kita kaitannya dengan kewajiban yang berujung pada jatuhnya masalah biasanya menyangkut kewajiban kepada negara dan bangsa. Contoh yang paling mudah adalah kewajiban kita membayar rekening PLN atau PDAM. Terlepas prilaku PLN yang sering kacow balaw listriknya yang sering padam tanpa pemberitahuan, dan kadang Air Ledeng macet, kewajiban kita sebagai warga negara yang baik adalah membayar tagihan mereka tepat pada waktunya. Jika lalai, maka masalah yang akan kita terima sebagai konsekuensinya; bisa diputus sementara atau goodbye forever.




Sedangkan masalah yang timbul karena diakibatkan oleh kelalaian atau kekhilafan orang lain juga kadang menimbulkan masalah baru buat kita, disamping aneka permasalahan yang kita miliki sendiri. Contohnya amat banyak. Salah satu contoh yang sederhana adalah kebiasaan anak muda yang mengendarai kendaraannya (motor atau mobil-red) melebihi batas kecepatan yang normal yang dianjurkan. Sebagai contoh khusus untuk lintasan jalan sepanjang Ahmad Yani di Pontianak, sudah tertera di rambu rambu lalu lintas bahwa kecepatan (batas) maksimum yang diperkenankan adalah 40 KM.

Nah yang saya liat sendiri, begitu banyak pengendara mobil dan motor yang memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang dianjurkan tersebut. Akibatnya bisa fatal baik untuk si pengendara sendiri ataupun orang lain yang berisiko terlanggar atau tertabrak akibat ulahnya itu. Nah dari contoj contoh sederhana ini kita, manusia, akan selalu dikelilingi oleh masalah. Masalah itu sebenarnya Indah. Bukan berarti masalah yang ada harus kita nikmati, namun akan terasa amat indah, dan melegakan jika masalah masalah hidup bisa dan berhasil kita selesaikan dengan baik.

Kita seharusnya bersyukur jika kita mendapatkan masalah bukannya malah mengutuk dunia, dengan bahasa kamar mandi atau bahasa tidak santun lagi. Dunia itu tidak ada masalah dengan kita, tapi kita yang sering bikin masalah dengan dunia tempat kita diami sekarang ini. Banjir datang, air macet, lalu listrik sering padam, bahkan cuaca panas yang kita alami, namun kita tidak terima dengan itu semua. Seolah olah semua itu adalah masalah yang tidak bisa diterima begitu saja. Jangan begitu. Sikapi semua masalah ini dengan jernih, dengan akal sehat dan perasaan yang tenang. Dengan pemikiran dan perasaan yang tenang, itu Insya Allah masalah akan tampak jelas jalan keluarnya. Cobalah mulai sekarang tidak lagi mengutuk dunia karena banyaknya masalah yang datang dan pergi dalam hidup kita. Seperti yang sudah saya sebut di atas sebaiknya kita bersyukur mendapat masalah karena dengan demikian kita dilatih untuk bisa membuat keputusan yang tepat dan benar. Dengan masalah itulah kita akan menjadi dewasa dan lebih bijaksana dalam membuat keputusan. Bukankah masalah itu baik? Nah marilah kita berprasangka baik dan berbuat baik dalam menyikapi masalah.

Bagian Penutup
Sebagai penutup dari tulisan pendek ini saya mencoba mengambil salah satu kutipan dari Mario Teguh yang sudah saya revisi menjadi versi saya sendiri. Kutipan aselinya adalah kira kira "janganlah kita berkompromi dengan penilaian negatif orang lain terhadap diri kita, tetapi perbaikilah diri kita agar berkualitas agar orang lain memperbaiki penilaiannya kepada diri kita". Nah kutipan si mas Mario Teguh The Golden Way inilah bisa menjadi dasar dan pijakan kita dalam memandang permasalahan yang tidak lagi dengan paradigma benar atau salah si masalah itu, namun lebih merujuk kepada diri kita sendiri untuk bisa melakukan apa yang dinamakan instropeksi diri ke dalam diri, dan memandang orang lain sebagai masukan yang positif.

Kritik atau bahkan hujatan orang lain terhadap diri kita sebaiknya tidak disikapi dengan sikap defensif dalam artian "membela diri" dari "serangan" seperti itu. Bersikap bijak dan melihat ke dalam sendiri apakah memang demikian seperti yang dituduhkan orang kepada kita. Diam juga bisa berarti mengiyakan apa yang disangkakan orang kepada kita, namun diam juga bisa bermakna dalam yakni merenungi sikap dan tingkah laku kita yang memancing orang lain melakukan serangan seperti itu. Semua berpusat pada diri sendiri sebagai faktor utama dari semua masalah yang ada dalam kehidupan ini. Nah dengan memakai diri sendiri sebagai sasaran kemarahan kita, niscaya akan ada gambaran jernih mengenai akar masalah itu sendiri.

Memang bukan hal yang mudah "menerima" masalah sebagai sahabat dan teman dalam kehidupan sehari hari, dan menerima kenyataan bahwa hidup kita akan selalu dikelilingi oleh masalah masalah. Menerima keadaan seperti itu mungkin jauh lebih melegakan daripada "lari" dari masalah, karena kemanapun kita pergi, kemanapun kita bersembunyi, masalah akan selalu datang mencari kita.

Masalah sudah selayaknya tidak perlu kita ciptakan, atau menciptakan masalah baru karena masalah yang sudah ada saja masih memerlukan perhatian besar dari kita semua. Masalah memang tidak perlu dicari cari, namun kita juga harus punya perisai sekaligus juga "senjata" untuk bisa mematahkan masalah yang datang. Kita semua harus berani dan bisa memecahkan masalah serumit apapun. Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Terlepas dari itu semua, harapan terakhir kita tentunya memohon bantuan dan pertolongan dari Allah SWT Yang Maha Perkasa dan Maha Tahu. Meminta petunjuk Allah SWT setiap saat agar kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan dalam memecahkan segala permasalah yang ada dalam kehidupan kita semua. Amin ya robbal Alamin

Hi semua. Ini kembali lagi saya turun nulis blog pada hari ini setelah kira kira 2 (dua) atau 3 (tiga) hari yang lalu belum banyak melakukan posting mungkin karena kesibukan saya yang luar biasa mulai dari jadi "sopir" antar jemput hingga kepada mengurus keluarga dalam hal ini mengurus anak anak. Mungkin kalaw dikhususkan mengurus satu anak saja sudah kocar kacir keteterannya. Hal senada sebenarnyas udah saya tulis dalam postingan saya sebelumnya yang berjudul "Bapak Rumah Tangga" yang sudah saya tulis beberapa hari yang lalu yang bisa rekan rekan baca sebelumnya.

Nah baiklah saya sampingkan dahulu tetek bengek urusan keluarga ini dan marilah saya ajak rekan rekan blogger tersayang dan pecinta dan pembaca setia blog saya baik yang terang terangan maupun yang gelap gelapan, tema tulisan saya hari ini adalah "Adsense Indonesia Oke Punya" yang mungkin bisa ditebak dengan mudah oleh para pembaca sekalian. Ya kali ini memang urusan pengeklikan atas klik iklan yang ditayangkan oleh website yang dihasilkan dari script iklan yang dipasang dalam website.

Hasil dari klik valid oleh para pengunjung dari IP yang valid dan sah ini maka anda sebagai pemilik website (website owner-red) akan memperoleh imbalan uang baik dalam bentuk dollar Amerika (mata uang asing-red) maupun dalam bentuk uang rupiah dalam lambang RP. Nah khusus untuk uang Dollar ada ada dalam iklan yang sudah papan atas alias Google Adsense yang amat terkenal "kejam" dan "bengis" itu. Mengapa saya katakan demikian karena sudah banyak jatuh "korban" dari para pengiklan adsense (adsense publisher-red) karena kebijakan Google Adsense yang luar biasa ketat. Berbagai tayangan kisah sukses Adsense Publisher Google dari berbagai negara kadang bisa membuat "iri" para newbie semacam saya. Saya sendiri sudah beberapa kali di"bantai" oleh Google Adsense karena dianggap melanggar TOS (Term Of Service-red) yang diberlakukan sepihak oleh Google Adsense.

Google Adsense Bukan Segalanya
Nah dari cerita "serem" di atas lantas jangan sampai membuat para pembaca setia blog saya jadi pesimis akan pemasukan dari internet terutama keasyikan berburu dollar dari Internet yang sudah banyak orang yang mencubanya itu. Google Adsense yang luar biasa kebijakkannya yang harus dipatuhi oleh para pemasang iklan dan penayang iklan (Adsense Publisher-red) dimana saja berada. Masih banyak pilihan yang tersedia bahkan untuk di dalam negeri sendiri, Indonesia.

Walaupun sudah ada kebijakkan Google Adsense untuk dipadukan dengan script ikan dan teks berbahasa Indonesia, namun pilihan untuk mendapatkan Adsense dalam negeri, made in Indonesia kini sudah banyak beredar di mana mana yang bisa anda pilih dengan bijaksana dan bisa diuji performancenya. Beberapa contoh Adsense khas Indonesia juga bisa menjadi pilihan buat rekan rekan para money mania (hehehe) ya siapa sih yang pengen duit gratis dari Internet. Hanya orang yang mungkin nda waras aja yang nda doyan duit. Tapi eits nanti dulu , sebelum mulai melangkah memilih salah satu adsense ala Indonesia ada baiknya pelajari dahulu Term Of Service (TOS) yang diberlakukan oleh penyedia jasa iklan itu.




Jadi bagi anda anda (dan mungkin saya juga-red) tentunya masih menaruh harapan akan adsense papan atas sekelas Google Adsense itu bisa memberikan hasil yang maksimal dan juga bisa diharapkan akan menambah pundi pundi keuangan kita dimasa yang akan datang dari internet. Nah pemasukan keuangan yang diperoleh dari internet ini merupakan hasil terobosan cara mudah (instant-red) tanpa banyakbekerja dan uang mengalir dengan sendirinya walaupun harus "mungut' dari dunia maya sen demi sen, atau rupiah demi serupiah. Perlahan namun pasti kualitas dari pada penyedia konten iklan ala Indonesia itu tentu akan meningkat sedikit demi sedikit.

Jangan berputus harapan juga dengan Google Adsense yang sudah kondang itu, dan tidak sedikit dari blogger dan pemilik website (website owner-red) memetik pundi pundi recehan Dollar Dollar Amerika dari Google Adsense. Banyak memang cerita dari para pemain Adsense kelas Dunia dengan menggunakan Google Adsense itu mulai dari ratusan dollar Amerika pemasukan perharinya hingga pada ribuan dollar Amerika Serikat. Siapa yang tidak bertetesan air liurnya melihat pemasukan duit berbentuk dolar dolar Amerika setiap hari bahkan setiap menitnya.

Mantap bukan. Nah jika anda masih "ngotot" dengan si mbah Google Adsense ini saya pesankan tetap teruskan perjuangan mu. Maksimalkan revenue (pemasukan-red) dari Google Adsense dan perbanyaklah konten orijinal. Saya sendiri sering membaca dan melihat video tutorial dari para pemain adsense kelas dunia yang berpesan kepada para adsense pemula seperti saya untuk rajin menulis dan menghasilkan konten yang orijinal. Nasehat lainnya adalah iklan harus blend artinya warnanya menyatu dengan konteks teksnya dan dibuat dan diletakkan pada posisi yang tepat sehingga menimbulkan kesan bahwa iklan (ads) termasuk sebagai part of your content (bagian dari konten-red). Nah menarik bukan. Jadi kembali saya tegaskan di sini tetaplah terus berjuang bersama Google Adsense, dan juga tetap melakukan diversifikasi mencari alternatif para penyedia jasa konten iklan dari Indonesia yang juga semakin maju dan berkembang itu.

Bagian Penutup
Dalam pada itu berbagai tawaran perusahaan iklan Indonesia sebenarnya lebih dari satu dan setiap dari perusahaan iklan itu menawarkan berbagai pilihan dan juga keunggulan disamping ada berbagai kelemahan yang standar misalnya iklan yang sudah dipilih itu tidak bisa diedit ulang oleh pemasangnya. Hal mendasar ini memang cukup mengganggu para newbie karena mau tidak mau harus mengcreate channel baru untuk membuat katagori iklan yang sesuai. Misalnya saya membuat channel "mywebsite" dan iklan yang akan ditampilkan itu hanya berfokus pada iklan teks saja, dan tidak bisa gabungan dari teks dan Iklan sebagaimana yang diperlihatkan oleh maestro adsense, Google Adsense, yang sudah sudah punya nama itu. Selain itu juga kadang kelemahan mendasar lainnya dari Adsense Indonesia ini adalah script iklan yang diperoleh tidak berjalan di platform Joomla standar versi 1.5 yang saya miliki. Kadang juga berjalan di Joomla dengan versi yang lain, dan selain itu juga iklan yang ditayangkan pun tidak bisa berjalan auto sebagaimana dengan script Google Adsense. Sang pemasang harus menset sendiri jenis iklan apa yang akan timbul dan beda dengan Google Adsense yang muncul iklannya yang kontekstual sesuai dengan konten yang ada didekatnya.

Namun demikian bayangkan akan pundi pundi rupiah yang instan membayang di depan mata membuat para pemasang dan penayang iklan cenderung memilih yang bisa cepat "diuangkan" maka pilihan jatuh kepada Google Adsense ala Indonesia yang kini sudah naik daun di antara para adsen mania yakni Adsense Camp yang bisa diikuti oleh siapa saja. Namun ada baiknya anda pelajari dahulu TOS (term of service) yang berlaku dan diberlakukan sepihak oleh Gooogle Adsense ala Indonesia ini. Beberapa syarat dan TOS Adsense camp ini bisa dengan mudah anda temui dalam website resminya yang beralamat di www.adensecamp.com itu. Nah dengan membaca seksama dan dalam tempo yang selama lamanya, akhirnya anda bias eh salah bisa memutuskan untuk menjadi penayang iklan (adsense publisher-red0 dari situs itu, dan tinggal melihat aksi adsense Indonesia itu yang berjalan diwebsite anda. Salah satu pertanyaan yang besar dan menggantung di kepala saya adalah bagaimana cara mendatangkan trafik atau kunjungan yang banyak dengan IP unik dan berbeda sehingga klik iklan yang diterima menjadi sah dan valid itu bisa terjadi? Saya serahkan jawaban dari pertanyaan saya ini kepada anda semua para pembaca setia blog saya.

Ikutan Adsense Indonesia? Mengapa tidak?


Photo Courtesy Liveleak

Miris dan Sedih. Itulah ungkapan dua kata hati yang menyelimuti saya saat melihat tayangan video ekslusif proses penangkapan Presiden Libya Kolonel Muammad Khadafi yang berhasil disergap ditempat persembunyiannya yang konon mirip selokan air itu. I have seen latest new video emerges of moment dictator was dragged from hiding place from liveleak official website. I really don't like to see how those rebels fighters are treating him like an animal. Those actions were really so barbaric to their prisoner.

Perasaan saya galau, kesal, sedih, dan miris bercampur menjadi satu saat saya melihat tayangan video Kolonel Khadafi yang berhasil ditangkap, dipukuli dan akhirnya ditembak secara kejam di bagian kepala dan bagian perutnya. Apakah yang sebenarnya ada di kepala para pejuang pemberontak dan pasukan Transisi saat menyeret Mantan Presiden Libya itu keluar dari persembunyiannya?. Salah dan jahat serta berbagai tuduhan kejahatan kemanusiaan yang disematkan dan dituduhkandunia kepada Khadafi tidak lantas menjadi pembenaran aksi anarkisme seperti ini. Penjahat kelas teri dan pencuri bebek sekalipun masih harus menjalani sidang dan pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Begitupula dengan dikator Khadafi yang kini dicari banyak negara terutama Amerika Serikat dan Sekutunya, serta para pasukan pemberontak Libya seharusnya memperlakukan Khadafi sebagai manusia, dan harus mempertanggungjawabkannya di mahkamah Internasional, bukan dibunuh begitu saja. Sungguh hal ini yang tidak dapat saya mengerti.

Standar Ganda
Saya memang kurang paham dan tidak banyak mengetahui sejarah Presiden Libya terguling Libya itu sejak memerintah Libya hingga berujung tragis pada kematiannya yang amat tragis itu. Sudah banyak orang yang tau bahwa si "setan besar' Amerika Serikat sudah banyak melakukan kegiatan politik standar ganda dengan membela Israel yang sudah jelas jelas menyengsarakan dan menindas rakyat Palestina. Beribu ribu bahkan berjuta rakyat Palestina sudah tewas ditangan pasukan Israel yang membabi buta membunuh, dan merampas hak rakyat Palestina untuk bisa merdeka di tanah kelahiran mereka sendiri.

Israel yang dengan pongahnya menyiksa dan merampas tanah Rakyat Palestina mendapat dukungan secara penuh baik kekuatan ekonomi bahkan persenjataan bagi Israel untuk menindas rakyat Palestina. Sesungguhnya dari segi militer, Palestina tidak pernah kekurangan "akal" dan taktik untuk melawan agressor Israel yang dibantu Amerika Serikat itu. Pemuda Palestina banyak yang siap menjadi martir dalam membela Palestina untuk bisa merdeka di tanahnya sendiri. Mereka hanya kekurangan bahan pangan, ekonomi dan persenjataan. Hal ini berbeda dengan perlawanan rakyat BOSNIA yang pernah dibantai oleh SERBIA, nasib Bosnia kini jauh lebih baik karena mendapat bantuan Internasional. Kita semua prihatin dengan nasib yang menimpa saudara kita, Palestina, hingga kini masih terseok seok mengharapkan simpati dan dukungan Internasional untuk bisa diterima menjadi anggota PBB.

Dan lagi lagi Amerika Serikat menunjukkan politik double standard (standar ganda-red) nya dihadapan semu bangsa di dunia. Dengan kekuatan Hak Vetonya yang digunakan dengan sembarangan dan tanpa menghormati itikad baik bangsa Palestina, dengan gagah dan sombongnya memveto keanggotaan Palestina di majelis keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa. Mengapa sampai terjadi seperti ini, dan Amerika Serikat sudah benar benar menjelma menjadi bangsa yang barbar dan melanggar hak asasi manusia.

Negara yang dijuluki dunia sebagai negara adi daya, uncle sam, dan polisi dunia itu dengan pongahnya mendikte negara negara arab dan timur tengah untuk "tunduk" dan "patuh" pada Amerika Serikat tentunya dengan ancaman pengisolasian internasional atau tidak mendapatkan uang dan bantuan dari Amerika Serikat. Sungguh ini suatu kejahatan besar di dunia yang harus kita rumuskan bersama sama, duduk bersama sama membahas semua ini. Jikalaw dulu Presiden Iran mengatakan dengan lantang bahwa Israel harus dilenyapkan dari peta dunia ini, mungkin presiden yang klimis itu harus meralat kalimatnya menjadi "Amerika dan Israel" harus bersama sama lenyap dari peta dunia ini. Tapi nantilah waktu juga yang akan menentukannya.

CObalah kita liat bagaimana dunia internasional memperlakukan para penjahat kemanusiaan dan para penjahat perang di mahkamah internasional. Bahkan mendiang diktator sekelas mantan presiden Marcos yang diasingkan dan dibuang itu juga sudah menjalani sidang internasional. Dan yang terbaru saat ini adalah pengadilan terhadap penjahat perang Serbia, Mladko Mladic juga sudah mendapatkan sangsi dan hukuman yang berat terhadap kejahatan perang yang dituduhkan kepadanya. Begitupula dengan penjahat kelas dunia lainnya, dan juga para teroris yang kini sudah banyak yang diburu dan diadili oleh Mahkamah Internasional. Semuanya harus melalui proses pengadilan yang adil dan seadil adilnya.

Pengadlan HAM di Denhaag belanda juga sudah mengeluarkan statemen bahwa penjahat dan teroris dunia segera diadili dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun tidak untuk yang bernama Osama Bin Laden, dan Khadafi ini yang harus meregang nyawa dalam suatu perburuan untuk menangkapnya. Mungkin yang agak "beruntung" adalah diktator Saddam Hussein yang sempat dirawat di Rumah Sakit, merasakan pengadilan internasional yang menyidangkan kasus dan tuduhan kejahatan yang dilakukan semasa hidupnya, walau akhirnya dijebloskan ke dalam penjara dan mendapat hukuman gantung hingga tewas.

Nah untuk Khadafi dan Osama Bin Laden ini harus tewas seketika bahkan belum sempat diseret ke meja hijau mahkamah Internasional untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun ini yang dinamakan pengadilan rakyat untuk para penguasa yang kejam karena hal ini bisa terjadi dimana saja. Berbagai pengalaman negara lain sudah membuktikan. Di Negara Philiphina sendiri misalnya pernah terjadi aksi massa yang kemudian disebut dengan "people power" dimana rakyat berdemo menentang penguasa yang tidak adil dan dibantu oleh militer. Begitu pula demo yang terjadi di tanah air, aksi massa mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR berhasil memaksa presiden Soeharto (alm) saat itu untuk turun dari jabatannya.

Masih banyak lagi para pemimpin dunia yang berhasil dijatuhkan oleh rakyatnya sendiri. Ini tidak berlaku bagi negara negara yang dianggap "musuh" barat dimana campur tangan asing dalam menggulingkan presiden Libya nampak jelas. Apakah motif bangsa Barat yang dengan pongahnya campur tangan dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain? Sebagian kalangan standar ganda Barat karena mereka "ada maunya" dalam membantu negara yang sedang dilanda krisis kepemimpinan. Sebut saja Arab Saudi yang pernah diinvasi Irak, negara itu kaya minyak sama halnya dengan Libya, nah faktor ekonomi dan penguasaan ladang minyak inilah ditengarai banyak pihak sebagai alasan negara Barat membantu. Apakah Amerika "rela" mengorbankan pasukannya yang berusia muda dan minim pengalaman perang hingga beribu ribu tewas membela Arab Saudi dalam yang diinvasi Irag dengan Free alias gratis. Oh tentu saja tidak. Ribuan korban pasukan AS dalam mengusir Irak dari Arab Saudi tentu ada "biaya" dan "ongkos" nya yang tentu saja tidak murah. Nah "harga" inilah yang harus dibayar. Standar Ganda negara Amerika "Setan Besar' Amerika Serikat sampai saat ini masih terjadi, dan dunia seolah tanpa daya untuk mencegahnya.

Hargai Hak Asasi Manusia
Terlepas dari standar ganda yang dijalankan Amerika Serikat atau negara negara Barat terhadap negara negara lain, penghargaan atas Hak Asasi Manusia dan kemanusiaan harus tetap ditegakkan dibagian dan dibelahan manapun di dunia ini. Negara Amerika Serikat yang konon memproklamirkan dirinya sendiri sebagai negara penegak Kemanusiaan dan hak asasi manusia seharusnya tidak menerapkan standar ganda terhadap perburuannya terhadap Kolonel Khadafi. Kalaw disangkakan sebagai Penjahat kemanusiaan, penjahat perang, koruptor, atau apalah sebutannya yang disematkan kepada Kolonel Khadafi tetaplah harus memperlakukan dia sebagai manusia yang mempunyai hak untuk hidup dan memiliki hak mendapatkan pengadilan dan perlakuan yang wajar kemanusiaan.

Bahkan konvensi perang Jenewa pun sudah menggariskan bahwa tahanan yang sudah menyerah dan tidak bersenjata (unarmed-red) harus mendapatkan perlindungan. Kita semua tau bahwa pasukan pemberontak bisa saja menyeret Khadafi keluar dari persembunyiannya dan harus diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun kenyataan dilapangan berbeda dan tidak seindah harapan kita semua. Kita mungkin cerdas dan tau hukum, namun tidak bagi yang dinamakan "pengadilan rakyat" di mana rasa haus akan kekuasaan akhirnya menafikan kemanusiaan hingga terjadilah pembunuhan Khadafi yang seharusnya diseret ke meja hukum Mahkamah Internasional, dan bukan dieksekusi begitu saja . Miris dan sedih memang tapi inilah dunia. Nasib Khadafi (alm) kini mungkin tidak berbeda dengan nasib Osama Bin Laden yang juga harus tewas ditangan pasukan khusus NAVY SEALs kebanggaan Amerika Serikat tanpa harus diseret ke Mahmakah Internasional. Penjahat ataupun pelaku kriminal apapun levelnya tetaplah manusia yang harus mendapatkan hukuman yang adil seadil adilnya dan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.

Khadafi memang jahat, penjahat perang dan penjahat kemanusiaan seperti yang dituduhkan dunia kepadanya, namun Khadafi juga manusia sama seperti kita yang memiliki hak untuk hidup dan mendapatkan keadilan.

Dear blog. Hari Jumat konon hari yang amat dimuliakan oleh umat Islam di seluruh dunia, dan memang sudah ada dalam kita suci Al Quran yang menyebut hari Jum'at adalah "ibu" nya hari dalam seminggu. Dalam hari Jum'at inilah kaum laki laki yang dewasa wajib mendirikan Sholat Jum'at di siang harinya. Dan jika sudah berkumandang adzan Sholat Jum'at maka segeralah mematikan PC berhenti dahulu brosing, chatting, fesbuking (hah ngarang-red), gogling, dan lain ing ing semuanya stop dulu. Jum'atan dan baru kemudian melakukan aktifitas seperti biasanya.

Hari ini adalah hari yang cukup menyibyukkan juga bagi saya pribadi yang menurut saya hari Jum'at adalah hari yang amat pendek bagi saya. Kesibukan saya yang luar biasa dalam mengurus kedua anak saya sudah saya sampaikan pada postingan saya sebelumnya yang berjudul "Bapak Rumah Tangga" yang bisa rekan rekan blogger baca jika sempat karena memang tulisannya agak lebay dan panjang lebaaaaar hehehheee. Tema tulisan saya har ini memang saya buat ringan ringan saja karena hari Jum'at hari yang pendek tidak memungkinkan saya membuat sesuatu yang aneh aneh dalam tulisan saya ini. Nah tema hari ini adalah seputar blog walking. Ya blog walking alias jalan jalan berkunjung dari satu blog ke blog yang lain dan wajar dalam dunia internet.

Saling Bertukar Trafik
Hari kemarin misalnya, saya senang sekali mendapat kunjungan dari salah seorang Blogger Madura dengan sandi Petotu yang berkunjung ke halaman blog kesayangan saya ini. Nama blogger itu adalah KHOLIL AL QUSYAIRI, dan dia dilahirkan dan dibesarkan di Desa Sana Tengah Kec. Pasean Kab. Pamekasan Madura Jawa Timur. Dia dibesarkan di sana sampai lulus MTs. ( MTs. Nurul Amal) pada tahun 2005 dia lulus dan melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi yaitu MA. (MA. Sumber Bungur Pakong) pada tahun 2008 dia pun lulus.




Dan sekarang mas Kholil ini masih berstatus sebagai pelajar. Setelah saya cek blognya itu memang banyak informasi yang bermanfaat terutama seputar dunia Internet dan Blog. Baru kali ini saya melihat ada script submenu bisa dilakukan dan dipasang di Blogspot ini, dan saya pikir informasi ini memang amat bermanfaat kelak suatu saat saya ingin memasang submenu di blog kesayangan saya ini. Satu hal yang masih menyisakan tanda tanya besar bagi saya apakah script sub menu ini bisa disapang eh salah dipasang di website pribadi saya, www.asepharyono.com yang menggunakan Joomla versi 1.5 itu.

Kemudian pada hari ini saya mendapat kunjungan lagi dari blogger ntah dari mana asalnya karena tidak disebutkan secara jelas di blognya itu. Namnanya mas Eko Budi Santoso yang juga menorehkan pesan di shoutbox saya dan saya merasa senang sekali. Saya sendiri tidak tau darimana mereka mendapatkan alamat blog saya itu, entah karena mereka berhasil "mendeteksi" blog saya melalui searching di Google atau saat mereka berkunjung ke salah satu blog temannya dan mendapatkan alamat blog saya di antara friend listnya kan bisa aja bukan. Sepanjang yang saya amati memang ada beberapa blogger yang sengaja mencantumkan alamat blog rekan rekannya yang sering disebut dengan Blogroll itu.

Mas Eko ini adalah seorang biasa katanya di tulis di blognya, mempunyai fisik kebanyakan orang biasa, dan berkelakuan juga seperti biasanya orang, ngeblog juga seperti kebanyakan orang, dan dia juga suka menulis, mungkin juga seperti kebanyakan orang. Sejak kecil diberi nama Eko Budi Santoso, nama yang cukup panjang yang diberikan oleh seorang yang bernama pendek yaitu seorang yang paling bermanfaat dalam hidup dia. Mas Eko ini menuturkan betapa dia sangat suka dengan teknologi dan selalu belajar mendalami yang namanya SEO, hobbi banget maen game dan dengrin musik reggae, bercita-cita menjadi guru teladan yang biasa saja, tapi kaya raya, tentram, damai dan sejahtera :) (dunia dan akhirat). hehehe. Boljug mas Eko.

Berpotensi Pemasukan
Hal ini sangat penting karena selain bisa bertukar informasi dalam masing masing blognya juga bisa saling memberikan trafik kunjungan antara satu blog dengan blog lainnya, dan ini akan semakin memperkaya kunjungan masing masing. Selain bermanfaat, hal ini bisa memungkinkan pemasukan bagi para blogger yang bersangkutan. Loh kok bisa? Ya bisa saja karena kebanyakkan blogger di Indonesia selalu memasang script iklan (adsense) baik dari adsense lokal seperti Adsense Lokal seperti adsense camp maupun adsen yang lebih "garang" atau "pelit" seperti Google Adsense yang sudah banyak memakan "korban" itu. Sudah terbukti memang banyak orang yang "patah hati" atau "patah arang" dikecewakan oleh mbah Google Adsense yang konon sudah mulai menempatkan kantornya di Indonesia. Namun juga banyak kabar dan cerita sukses para Adsense Publisher yang tersebar di banyak negara di dunia yang berhasil mendulang pundi pundi uang dollar dari hasil pemasukkan Google Adsense ini. Ini memang luar biasa , sesuatu yang mungkin tidak dibayangkan banyak orang.




Saya sendiri mungkin suatu saat ini akan total sebagai Adsense Publisher dengan menerbitkan website berdomain tingkat tinggi dan memasang script Google Adsense. Banyak sudah yang ingin saya tulis dan menurut Lisa (Blogger dan adsense publisher dari Amerika Serikat yang sukses meraup ribuan dollar-red) berpesan agar kita menulis atau membuat konten agar original dan aseli, dan menulislah apa yang kita sukai dan tau banyak tentangnya. Ini memang suatu tantangan buat saya kelak dikemudian hari.

Saya sih sudah merencanakan ingin membangun suatu website yang berisi "jualan" barang barang yang sebenarnya bukan kepunyaan saya tetapi "mengambil" barang orang lain dan menjualnya di etalase saya yang online sehingga dengan demikian saya mendapatkan komisi. Bisa juga membuat website yang khusus bertemakan obyek wisata unggulan dan cara berkunung ke lokasi itu beserta pernak pernik lainnya. Kendala sudah pasti ada, dan akan selalu ada. Salah satu kendala yang saya rasakan adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa domain dan hosting yang lumayan itu dan juga biaya perawatan dan maintenancenya. Nah untuk yang terakhir ini masih berat rasanya kalaw harus merogok kocek sendiri, dan mungkin saya akan coba mencari sumber pemasukan lain untuk "membiayai" secara konstan "perusahaan" saya di internet nantinya.

Bagian Penutup
Sejauh ini pemasukkan Google Adsense yang sudah ada dan berjalan dengan baik baru berkisar di angka 3 USD dan itupun Google Adsense yang saya buat atas nama anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang kini berusia hampir 3 tahun 8 bulan. Sengaja saya pasang iklan Adsense atas nama anak saya, karena saya masih uji coba dengan script Adsense Google ini yang tidak bisa saya harapkan bisa "panen" dalam waktu yang singkat. Script Adsense itu saya pasang di salah satu website klien saya yang bertemakan wisata dan pariwisata di Borneo (Kalimantan Barat) dan secara kebetulan websitenya itu berbahasa Inggris yang konon lebih "disukai" oleh Google Adsense dan paling mudah mendapat indeks dan terindeks di crawling Google dan lebih mudah mendatangkan trafik. Ah masa sih. Masa di dapur. Hehehhee

Saya sendiri pernah melihat tayangan video seorang Adsense Publisher di Amerika Serikat yang baru mendapat cek sebesar 100 USD $ setelah menunggu hingga 4,5 tahun bayangkan begitu lamanya. Tetapi ada juga yang spesial dari blooger /Adsense Publisher dari Pontianak yang bernama Mas Eddy Setiawan yang sudah "panen" dari Google Adsense ratusan dollar USD$ dari blog hanya perlu waktu sekitar 8 (delapan) bulan saja. Hehehe Semakin menarik saja dalam jagat adsense adsenan ini. Pengalaman saya dengan adsense lokal sekelas Adsense camp juga masih newbie. Ya sudah cukup dahulu postingan saya yang tidak menarik ini. Ntar kalaw diteruskan bisa bosen orang membacanya. Ada bosen kan? Saya aja bosen. Hehehhee

Abbie dan Tazkia

Kesibukan keluarga modern dewasa ini sering menuntut tersedianya waktu untuk meniti karir hingga setinggi tingginya demi mencapai tujuan yang diinginkan. Keluarga modern yang dalam hal ini secara jelas disebutkan adalah bapak dan ibu yang sama sama menjadi lokomotif alias sama sama mencari nafkah. Kedua orang tua yang sama sama mencari nafkah dan bekerja inilah yang menjadi tema tulisan saya hari ini kaitannya dengan judul hari ini "Bapak Rumah Tangga" lebih menitikberatkan kepada peranan para ayah yang selain beraktifitas kesehariannya juga bertindak sebagai pengasuh anak anak di rumah.

Ini memang sering terjadi dan memang banyak terjadi di keluarga keluarga Indonesia dewasa ini. Peran ibu atau bunda yang merawat dan membesarkan anak anaknya kini sudah bisa digantikan perannya secara temporary atau sementara oleh sang ayah atau bapak. Pertanyaannya di sini sederhana saja, kemanakah ibunya?. Seorang ayah yang mengantarkan anakknya ke sekolah dan mengambilkan raport di sekolah sering mendapati pertanyaan seperti ini, dimanakah ibunya?. Untuk menjawab pertanyaan inilah saya coba membahasnya secara sederhana saja dalam tulisan ini berpangkal pada pengalaman empiris sehari sehari saya yang sudah 3 (tiga0 tahun sebagai "bapak rumah tangga".

Peranan Menjaga Anak
Nah untuk sub bahasan ini sengaja saya tulis "peranan menjaga anak" nah kata menjaga tentu tidak sama dengan "membesarkan" atau "mendidik" anak yang mengandung dimensi yang dalam dan bermakna amat luas. Mendidik dan membesarkan anak bukanlah perkara mudah bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak baik anak pertama, anak kedua maupun mereka yang memiliki lebih dari 2 (dua) orang anak. Pada tulisan ini sengaja saya mengambil contoh dalam keluarga saya sendiri yang alhamdulillah ya (Syahrini mode on-red) sudah dkaruniai 2 (dua) orang anak, sepasang putra dan putri.



Yang tertua putra bernama Abbie (lengkapnya Abbie Muhammad Furqan Haryono-red) yang kini sudah masuk PlayGroup berusia 3,5 tahun, dan adiknya yang perempuan Tazkia Putri (Nama lengkapnya Tazkia Montessori Putri Haryono-red) yang kini sudah memasuki usia ke 10 (Sepuluh) bulan. Peranan mendidik dan membesarkan anak anak adalah tanggung jawab kami berdua, sejatinya, dan pernaan Ibu atau bunda tetaplah menjadi "milik" anak anak yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Nah peranan "menjaga anak" inilah yang sudah saya mainkan selama 3 (tiga) tahun terakhir ini mengingat aktifitas dan kesibukan istri saya, Rudi Maryati, S.Pd, yang PNS Guru dan mengajar di SMA Negeri 1 Kubu Raya yang luar biasa. Waktu yang "tersisa" bagi anak anak hanyalah sekitar 3-4 hari saja dalam seminggu.

Sisa hari lainnya adalah milik Negara atau sebagai abdi negara, aparatur pemerintah mengajar di Sekolah yang terletak di kabupaten Kubu Raya. Walhasil saya mengambil alih menjaga anak saat sang istri tidak di rumah. Menjaga anak ini dikhususkna untuk anak saya yang tertua saja, Abbie "Siganteng' Muhammad Furqan Haryono yang sudah lumayan nakalnya ini. Sedangkan adik perempuannya Tazkia Putri "Lucu Sekali" ini sudah dikawal dan dirawat oleh pengasuhan kami yang sudah lama kami kenal dengan baik. Bahkan saat Abbie masih bayi hingga sekarang inilah, mereka juga sudah merawatnya. Dan Sekali lagi Abbie sudah menjadi "alumni" dan kini adiknya kembali menjadi "anak" mereka. Pola ini kami rasakan cukup membantu karena saya dan istri sama sama bekerja.

Bayangkan untuk hari hari mereka saja sudah cukup membuat kami berpikir keras bagaimana menyiasati sang waktu agar kami bisa selalu bersama dalam periode tertentu dalam satu tahun. Ini memerlkukan kecermatan dan kebiasaan karena kami sudah menjalaninya sejak masih memiliki anak pertama. Nah para pembaca setia blog saya mungkin belum mengetahui bagaimana kami berdua pontang panting menyiasati semua kesibukan, perawatan, hingga kepada perhatian untuk kami sendiri sebagai keluarga dan juga sebagai individu, nah mungkin kali ini akan saya coba gambarkan secara sederhana saja agar tidak memusingkan yang membacanya. Saya aja sudah mulai pusing bagaimana harus menyusun kalimatnya ini hehehehehhee.

Pola Pengasuhan Anak

Nah dalam subjudul ini saya akan coba membuat peta atau Map bagaimana sih pola pengasuhan anak anak yang saat ini telah dan sedang kami jalankan. Nah untuk menjelaskannya perlu saya jelaskan di sini bahwa saat ini kami sudah memiliki dua orang anak Abbie dan Tazkia yang sudah saya ceritakan di atas. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan media cetak koran terbesar di Kalimantan Barat (katanya sih-red) dan istri saya PNS Guru mengajar di SMA NEgeri 1 Kubu dan mengajar antara hari Rabu sampai Sabtu setiap minggunya. Sedangkan aktifitas saya tetap berlangsung secara biasa mulai dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Untuk yang tertua, si Abbie kini bersekolah di PlayGroup TK Islam Al Azhar dan masuk selama 3 (tiga) kali dalam seminggu yakni hari Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan istri ke lokasi tugas mengajar berangkatnya hari Selasa, dan kembali pada hari Sabtu. Nanti di bagian lain dari blog ini akan saya ceritakan peranan saya sebagai "sopir" antar jemput.

Secara sederhana dapat saya buat "peta" kesibukan keluarga kami setiap harinya dalam seminggu dalam "rumus" yang sederhana sebagai berikut :
  1. Antar Abbie ke Sekolah setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.
  2. Antar Bunda ke Kubu setiap hari Selasa, dan Sabtu jemput pulangnya.
  3. Setiap hari saya ke Kantor dari Senin sampai Sabtu
  4. Motor cuma satu diandalkan untuk antar jemput anak anak dan bundanya.
  5. Hari Minggu hari bersama semua keluarga kumpul di rumah
Sebagai "Sopir" Antar Jemput juga tidak kalah ribetnya. Dengan mengandalkan satu motor saja untuk saat ini menjadi andalan untuk semua aktifitas yang saya sebutkan antara 1 sampai dengan 3 itu setiap harinya dalam seminggu. Ini belum ditambah lagi dengan kesibukan jika ada undangan di hari ahadnya, atau juga ada kegiatan workshop sang istri di Kota Pontianak yang tentunyas memerlukan sarana transportasi antar jemput. Hal ini menjadi kebiasaan, dan akan semakin "heboh" dengan aktifitas saya sendiri yang setiap hari berjalan ke kantor eh maksudnya naik motor ke kantor setiap hari Senin sampai dengan Sabtu setiap minggunya. Rute Supadio dan Gajah Mada ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dengan kecepatan kendaraan yang biasa saya pakai adalah 40 Km perjam. Cukup lelet kata orang, tidak ada masalah dengan itu bagi saya soal lelet atau tidak , tidak perlu saya tanggapi kata orang.



Memandikan Abbie setiap hari saat bersama saya di rumah, mulai dari hari Senin sampai dengan hari kamis. Bagaimana sibuknya memandikan Abbie setiap pagi yang kadang rewel tidak mau mandi. Ya Mandi donk, kalwa nda mandi kan bau hehehehe. Udah gitu saya harus memasak air hangat dulu untuk keperluan dia mandi. Acara mandi dimulai pada jam sekitar jam 06.00 WIB pagi setiap harinya, dan air hangat harus tersedianya baginya untuk mandi. Abbie sangat tidak nyaman dengan air dingin, dan memang wajar demi kesehatannya juga kan. Nah untuk memandikan ini juga ada seninya.

Tidak sekedar membasuh air di badannya tapi juga menggosokkan kaki dan tangannya dari kotoran dan daki kala dia main seharian. Dan juga mendidiknya menggosok gidi dengan pasta gigi Komodo eh kodomo kesukaannya. Sudah gitu selesai kali mandi, saya juga memasangkan kemeja atau baju dan celananya. Menyisirkannya, membedaknya, dan kalwa sempat membuatnya sarapan. Sarapan bisa sarapan berat nasi, dengan lauk naget atau telor ceplok, atau cukup sereal kesukannya kokran hehehe, Wah wah sampai hafal saya. Maklum inilah peran "Bapak Rumah Tangga" yang saya jalankan hingga memasuki tahun ke 2 lamanya. Wah tidak terasa lama juga ya. Dan setelah rapih semuanya, saya mengantarkan Abbie ke sekolah, khusus untuk hari Senin, Rabu dan juga Jum'at setiap minggunya.

Di luar hari itu, Abbie setelah rapih dan sarapan akan diantar ke rumah "pengasuhnya" yakni keluarga Muhyar yang letaknya memang berdekatan dengan rumah kontrkan kami yang memang sama sama di Komplek Duta Bandara Supadio Jalan Ahmad Yani II Pontianak. Sedangkan untuk saya sendiri kalaw masak di rumah sederhana saja, karena memang saya dasarnya tidak bisa masak. Tidak bisa masak atau memang dasarnya saya malas belajar masak hehehe. Ya gitu deh. Jadi untuk saya sendiri sih untuk makan malam (Dinner) cukup memasak sendiri mie goreng, mie rebus, telor ceplok, kornetr atau goreng ikan, tempe aja deh yang praktis. Kadang juga saya saya mempraktekkan resep masakan yang diajarkan istri, ya tidak apa deh semua bahan dicampur. Yang penting dirasakan oleh lidah saya enak, dan saya makan sendiri kan hehehe. Yuk mareee

Abbie diantar ke PlayGroup TK ISlam Al Azhar setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Mulai masuk ke dalam kelas pada pukul 07.30 WIB dan Keluar kelas alias pulang pada jam sekitar 10.15 WIB. Setelah saya antar jemput dari dan ke Sekolah lalu ke rumah pengasuhnya, saya pun bergegas kembali ke kantor saya yang terletak di bilangan Gajah Mada. Kesibukan ini rutin setiap hari Senin, Rabu dan juga Jumat, dan kesibukan ini akan bertambah dengan mengantar bundanya ke Dermaga Steher Rasau setiap hari Selasa.

Jadi pas hari Selasa menjemput pulang Abbie dari Sekolah jam 10.15 WIB maka saya pun langsung tancap gas motor mengantar istri tercinta ke dermaha steher rasau di siang harinya atau sekitar jam 12.30 WIB. Lama waktu tempuh dari Duta Bandara Supadio ke Dermaga Steher Rasau biasanya sekitar 45 menit sampai dengan 1 jam tergantung pada cuaca dan kecepatan yang diambil, Makin cepat kecepatan tentunya Insya Allah akan cepat sampai, apalagi kondisi jalan dari Kuala Dua menuju Rasau lumayan berantakan dan kadang ada mulus juga. Wah macam macam deh.

Sudah diantar di Rasau, saya pun kembali meluncur ke Gajah Mada Pontianak yang jarak tempuh dari Rasau tentu dua kali lipatnya, dan bisa ditempuh sekitar 1 jam setengah. Agak lama memang karena fisik sudah letih, dan kecepatan motor saya pun semakin lambat. Sudah pasti sesampai di meja kerja saya pun tampak lecek, kumal dan tentu saja bau matahari. Dampak lainnya adalah kulit saya yang semakin kelam alias tidak putih lagi karena terkena sinar matahari baik secara langsung maupun tidak dalam proses antar jemput ini. Banyak kendala memang, ini belum termasuk kendala motor bocor di jalan, bang kempes, dan juga cuaca ekstrim misalnya hujan lebat yang juga bisa menghambar perjalanan kami semua itu. Nah jika semuanya sudah dilaksanakan baik dalam proses antar jemput, nah hari hari yang ditunggu pun akhirnya tiba yakni hari Ahad (Minggu-red). Pada hari ahad inilah adalah waktu yang amat mahal bagi kami sekeluarga. Karena pada hari inilah anak anak dijemput dari rumah pengasuhnya dan kembali kepada kami, dan kami sekeluarga di rumah. Kesibukan dan kepenatan kembali terulang jika sudah memasuki hari Senin dan segala sesuatunya berputar lagi dengan kesibukan rutin yang sudah saya gambarkan di atas.

Bagian Penutup
Itulah kerepotan kami sekarang yang punya 2 (anak) ini. Kami berdua sama sama bekerja, dan pola pengasuhan sepenuhnya tetap menjadi tanggung jawab kami berdua, orang tuanya, namun demikian peranan pengasuh anak anak kami (sebut saja baby sitter-red) yang juga merupakan sebuah keluarga Pak Muhyar tentu menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari anak anak dan sudah kami anggap sebagai "orang tua" bagi anak anak kami. Panggilan bapak dan ibu adalah untuk Pak Muhyar dan Bu Muhyar, sedangkan panggilan Ayah dan Bunda tetap terpulang kepada kami, saya sebagai AYAH dan istri saya sebagai BUNDAnya.

Jadi jangan heran kalaw anak tertua kami yang diplaygroup Al Azhar itu, Abbie, ditanya orang "siapa nama bapak dan ibunya?", tentu Abbie akan menjawabnya "Pak Muhyar dan Bu Muhyar". Tetapi tanyalah Abbie dengan pertanyaan "Siapa ayah dan bundanya?" jawabannya pasti kepada kami berdua, saya sebagai Ayah, dan istri sebagai bunda. Saya rasa inilah bagian akhir dari tulisan lebih tepatnya cerita kami bersama anak anak, dan peranan "Bapak Rumah Tangga" yang saya jalankan selama 1 sampai tiga tahun terakhir ini. Memiliki anak apalagi sampai 2 memerlukan kecermatan, ketelatenan, dan juga kesabaran tersendiri. Sibuk, lelah namun tetap mengasyikkan. Letih badan kami berdua, orang tuanya, hilang jika mendengar tangis sang bayi dan celoteh nakal dan senyum anak anak di rumah.


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia