Help us to keep our home

Helo semua. Ini nih hari ini saya mau cerita ringan saja ya. Maklum pada jam 09.45 WIB nanti saya harus menjemput anak pertama saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang bersekolah di Play Group ( Kelompok Bermain -red) Perguruan Islam AL AZHAR yang terletak dibilangan jalan Ahmad Yani Pontianak. Aktifitas menjemput "si ganteng" ini memang akan rutin saya lakukan 3 (tiga) kali dalam seminggu yakni pada hari Senin, Rabu (seperti hari ini-red) dan juga pada hari Jumat. Nah kegiatan ini saya lakukan setiap hari sesuai dengan jadual itu, dan kadang saya sendiri yang menjemputnya, dan kadang juga berdua dengan Istri.

Namun bukan tema itu yang mau saya tulis hari ini. Tema hari ini ringan saja yakni mengecor rumah Kontrakan. Hahahaa memang lah judul postingan pendek kali ini benar benar vulgar alias tanpa tedeng aling aling, tanpa malu langsung menyebut dengan rumah kontrakan. Ya memang benar. Sejak tahun 2008 yang lalu, saya dan istri menempati sebuah rumah sederhana bertipe 36 yang terletak di kawasan Duta Bandara, karena namanya juga sesuai dengannya yakni komplek Duta Bandara yang terletak tidak jauh dengan Bandara Supadio Pontianak. Nah mengecor lantai. Coba anda lihat foto yang saya cantumkan dalam blog ini. Foto yang ada di atas nah itulah foto yang saya ambil saat proses pengerjaan cor dilakukan.


Bang Mur Semak sedang asyik bekerja


Yang mengerjakan coran ini adalah dua orang bapak yang gagah perkasa hehehe. Maksud saya tenaganya kuat untuk bekerja keras seperti ini. Tersebutlah Pak Mur yang biasa disebut dengan "semak" ( julukan kami padanya-red). Mengapa sebutan "semak"? Hahahaa nda enak juga kalwa saya ceritakan. Ya kira kira gitu deh, kalaw saya sebutkan nanti bisa kena Undang Undang Pencemaran Nama Baik hahahaa. Segitunya. Lebai ih hehehe. Biarlah hanya kami saja yang tau mengapa pak Mur ini biasa disebut dengan sebutan "semak".

Profesinya memang aseli tukang bangunan karena dia banyak menangani rumah rumah yang akan dibangun. Sedangkan bapak yang kedua nama sebutannnya bang Budi. Dia menyebut dirinya di facebook dengan sebutan "budi Sablon". Sudah bisa ditebak, karena skill utama bapak satu anak ini memang menyablon. Keahlian lain tentu saja ada, yakni mengecat. Nanti pada bagian lain akan saya cantumkan hasil kerja bang Budi yang juga mendapat "order" mengecat rumah kontrakan saya.

Mengapa rumah kontrakan saya bela belain diperbaiki? Bukankah kata orang rumah kontrakan sebaiknya tidak usah diapa apakan karena toh itu kan milik orang lain?. Ya benar. Memang benar, Dan itu sudah menjadi pemikiran kami sejak awal. Namun saya ingin meluruskan bahwa semua biaya biaya yang ditimbulkan untuk mengecat rumah dan mengecor lantai yang diperkirakan sebesar 2 juta lebih itu adalah biaya yang seharusnya kami bayarkan kepada pemilik rumah kontrakan untuk tahun 2011 ini. Jadi kami meminta agar uang sewa kontrakan yang seharusnya menjadi kewajiban saya kepada pemilik kontrakan, diwujudkan bukan berbentuk uang tunai kepada mereka tetapi berbentuk barang yakni perbaikan rumah yakni ngecor lantai dan cat rumah. Maunya sih teralis juga tetapi lihat lihat kondisi juga lah nantinya.

Oke cukup dahulu tulisan saya ya. sampai Jumpa
Tazkia. Yah itulah nama kecil anak ke dua kami yang Alhamdulillah berjenis kelamin perempuan. Terlahir di desa kelahiran bundanya di sebuah dusun yang bernama Kembang Kecamatan Nanggulan Kulon Progo Jogjakarta pada tanggal 10 Desember 2010 yang lalu.

Jika kami tidak salah hitung, pada tanggal 10 Juli 2011 kemarin Alhamdulillah putri kecil kami yang kami beri nama Tazkia Montessori Putri Haryono itu sudah memasuki usianya yang 7 (tujuh) bulan.

Sejak kakaknya yang lebih dahulu lahir, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang kini sudah memasuki bangku Play Group di TK ISlam Al Azhar memang lebih banyak mendapatkan asupan ASI dari bundanya. Sedangkan Tazkia, nama panggilan putri kecil kami itu, hampir bisa dikatakan mendapat asupan susu formula. Ini semua karena memang keadaan yang memaksa kami mengalami masa masa sulit ini.

Susu Formula
Memang tidak baik dari segi kesehatan. Pemberian susu formula bagi bayi hanya dianjurkan sebagai pelengkap saja selain pemberian makanan tambahan lainnya. ASI merupakan makanan bagi bayi paling baik. Namun keadaanlah yang memaksa kami berdua mengalami masa masa yang sulit ini. Dengan aktifitas bundanya yang mengajar di salah satu SMA Negeri di Kubu Raya dan hanya kembali 4 (empat) hari sekali menyebabkan ASI menjadi sulit untuk diberikan kepada Tazkia. Kami memang turut sedih, namun memang keadaan yang memaksa kami mengalami masa masa sulit ini.

Berbeda dengan abangnya Mas Abbie (nama Lengkapnya Abbie Muhammad Furqan Haryono-red) yang full mendapatkan ASI dari bundanya. Salah satu faktor yang amat mendukung pemberian full ASI ini adalah karena saat Abbie kecil, bundanya masih mengajar di AL AZHAR di Kota Pontianak. Dengan demikian pemberian ASI bisa dengan full diberikan kepadanya hingga genap 2 (dua) tahun lamanya. Nah mungkin ini yang menjadi perbedaan asupan susu bagi Abbie dan Tazkia, kedua anak kami yang kini sudah lengkap. Sepasang, Putra dan Putri. Hal ini juga makin menguatkan hati kami, selaku Ayah dan Bundanya, untuk tetap konsisten memberikan yang terbaik bagi mereka.

Pendidikan Anak anak
Ini juga menjadi fokus perhatian kami selaku kedua orang tuanya. Anak anak sudah kami ajarkan dari sejak kecil untuk patuh dan menghormati ayah dan bundanya. Bukan menghormati Bapak dan Ibu? Nah nah ini dia yang ingin saya coba luruskan. Mungkin anda belum tau ternyata memang ada perbedaan penyebutan Ayah Bunda dan Bapak Ibu dalam terminologi anak anak kami. Kami memang menyerahkan pengasuhan kedua anak kami pada sebuah keluarga yang sudah juga kami anggap sebagai "orang tua" kami juga. Sebuah keluarga yang memiliki anak anak yang sudah pada besar, dan kami memberikan kepercayaan pengasuhan anak anak kepada mereka.


Abbie dan Tazkia. Foto Asep Haryono

Sejak Abbie berusia 4 (empat) minggu hingga usia sekarang yang sudah sekitar3,5 tahun. Abbie tumbuh besar diasuh oleh Bapak dan Ibu Muhyar. Oleh karena itulah doktrin yang kami tanamkan , sesuai kesepakatan kami dengan mereka, penyebutan Ayah dan Bunda biarlah untuk saya dan istri sebagai orang tua kandung. Sedangkan penyebutan istilah "Bapak dan Ibu" adalah milik Bapak dan Ibu Muhyar.

Jadi wajar jika Abbie ditanya sama gurunya siapa nama Bapak dan Ibunya, tentu Abbie akan menjawab Bapak dan Ibu Muhyar. Sedangkan jika ditanyakan siapa "Ayah dan Bunda" nya, tentu Abbie akan menjawab Asep Haryono dan Rudi Uut. Kami tersenyum senyum saja mendengar polosnya jawaban anak.

Kini Abbie sudah memasuki dunia Kelompok Bermain (KB) AL AZHAR yang terletak di bilangan Ahmad Yani kota Pontianak. Mungkin bisa menjadi perekat tali silaturahmi antara saya sekeluarga dengan Perguruan Islam Al Azhar Pontianak. Bundanya Abbie dulu mengajar di TK /KB Islam Al Azhar selama 2 (dua) tahun sekitar periode tahun 2008-2009 yang lalu. Dan mungkin masuknya Abbie di AL AZHAR mempunyai makna yang luas.

Bukan saja untuk kepentingan pendidikan anak anak untuk masa mendatang, tetapi juga sebagai perekat tali silaturahmi antar Bunda Abbie yang mantan Guru TK /KB Islam AlZhar dengan almamaternya. Kalaw dulu bunda Abbie mengajar anak anak di Al AZhar, sebagai guru dan pendidik. Kini bunda Abbie kembali ke Al Azhar sebagai wali murid. :) Kelak Abbie akan disusul oleh adik perempuannya, Tazkia, memasuki Al Azhar. Insya Allah.




Tag : rumahku - Asep Haryono | Rumah Kami - Powered by Blogger
Rumah. Ah suatu kata yang amat sederhana. Ya Rumah. Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumah sendiri. Tentu saja semua orang, termasuk saya sekeluarga, mendambakan memiliki rumah sendiri.

Nah jika anda bisa melihat foto yang saya aplod dalam blog ini, ya itulah bakal calon rumah kami sekeluarga kelak Insya Allah. Memang tidak ada yang pasti, dan tidak ada yang bisa memastikan bahwa foto yang saya ambil hari Sabtu tanggal 23 Juli 2011 ini akan menjadi milik kami sekeluarga. Manusia hanya bisa merencanakan tapi Allah SWT juga yang menentukan.

Letak foto yang saya jepret di atas di ambil dari salah satu komplek perumahan yang terletak di tanjung raya II. Jadi jika anda berkesempatan melalui jalur tol, atau jembatan tol, maka akan ada belokan ke kanan setelah melewati YARSI, jalan terus hingga ketemu masjid yang sedang direhab. Masuk gang lagi, teruslah berjalan dan lalu belok ke kanan sampai mentok, kemudian belok ke kiri, dan anda akan menemukan komplek perumahan Graha Zauzati I itu.

Rumahnya memang amat sederhana. Tipe 36 saja. Uang muka yang harus kami siapkan untuk melakukan transaksi ini minimal 15 (Lima belas juta rupiah), nah suatu jumlah yang tidak sedikit khan. Bagi kami sekeluarga uang segitu sudah banyak sekali. Namun demikian kami berdua masih menimbang nimbang jadi tidaknya rumah ini kami ambil. Semoga keputusan yang akan kami ambil nanti akan bermanfaat buat anak anak di masa yang akan datang, dan juga buat kami sekeluarga. Insya Allah
Hi semua. Ketemu lagi dengan tulisan Asep di Blog ya. Saya pikir sesibuk apapun kegiatan saya sehari hari Insya Allah saya usahakan untuk posting blog secara rutin. Karena saya kasian sama para pembaca setia blog saya kalaw isinya yang itu itu terus sekian lamanya.

Nah untuk tema kali ini sengaja saya tampilkan tema Kompor. Ya siapa sih yang tidak tau yang namanya kompor. Tapi kompor apa dulu nih. Ya pada awalnya temanya adalah kompor minyak tanah. Berbicara soal kompor tentu tidak akan lepas dari bahan bakar yang digunakan. Ya benar, Minyak Tanah.

Bagi keluarga keluarga modern saat ini, hampir jarang dijumpai rumah yang memiliki kompor minyak tanah. Alasannya memang sangat sederhana. Yakni selain boros konsumsi minyak tanah, dan juga tingkat kepraktisannya lama. Dengan kata lain lama sekali matengnya tuh masakan. Kita semua tau bahwa harga Minyak Tanah belakangan ini cenderung naik, dan juga amat langka ditemui. Sebagai contoh untuk daerah sekitar saya tinggal aja, Supadio, sudah sangat sulit menemukan penjual Minyak Tanah. Masih mending kalaw harganya saja yang naik, namun Minyak Tanah ada di mana mana. Ini kan sudah jarang ada Minyak Tanah, dan sekali ada harganya selangit.

Pertama Kali
Bayangkan saja harga minyak tanah belakangan ini sudah mencapai harga Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah). Nah sangat mahal bukan. Selain itu juga amat boros. Bayangkan khusus untuk saya saja sekeluarga memakai kompor hampir untuk segala keperluan. Mulai dari memasak air untuk minum (Walaupun sudah pake Aqua Galon, saya selalu memasak kembali-red), memasak air buat dot dot anak anak, dan juga memasak air untuk keperluan mandi anak anak. Nah satu kompor sekali pakai bisa 3 kali eksekusi. Belum lagi kompor digunakan untuk hal utama yakni masak memasak. Nah gimana tuh, bukannya bisa cepat habis tuh Minyak tanah.

Sebagai perbandingan lain adalah jumlah pemakaian. Satu jerigen minyak tanah untuk diisi sebanyak 2 (dua) liter minyak tanah saja cuma sampai 3 sampai 4 hari saja. Sudah itu kompor minyak tanah yang masih keren itu sudah harus diisi oleh minyak tanah lagi. Ya udah menunggu sama tukan pasokan minyak tanah yang pake motor itu. Kami memang biasa menunggu abang penjual minyak tanah yang pake motor.

Dia memang sering kali lewat di komplek kami, Duta Bandara, dan menawarkannya kepada warga komplek. Sekali isi jerigen, lembaran 30 ribu perak tidak terasa keluar begitu saja untuk konsumsi di rumah yang hanya habis sekitar 3 hari itu. Wah kalaw begini terus bisa membengkak anggaran negara nih.

Akhirnya dengan desakan dari para tetangga yang memang sudah memakai gas untuk keperluan rumah tangga, dan juga desakan dari istri yang memang sudah terbiasa dengan kompor gas, akhirnya saya pun "nyerah" dan memberi restu untuk mengadakan alat kompor gos beserta perangkat lunaknya di rumah. Namun saya tidak menyangka kalau secepat itu peralatan kompor gas lengkap dengan regulator yang paling canggih sudah ada di rumah kontrakan kami kemarin sore. Nah "peresmian" pertama kompor gas itu sudah dilakukan dengan memasak air minum. Wah memang keren dan cepat sekali masaknya. Saya liat pun performa api yang biru nan Indah, dan bisa diatur kekuatan semburan apinya. Memang luar biasa kompor gas ini.

Penutup
Nah tulisan singkat ini akan saya tutup. Memang penggunaan kompor gas jauh lebih praktis, mudah dan lebih hemat dari pemakaian kompor manual dengan menggunakan bahan bakar Minyak Tanah yang cenderung boros itu. Bayangkan dengan isi ulang sekitar 20 ribu rupiah saja, kita bisa hemat memasak hingga 2 minggu lamanya. Ah masa iya sih. Soale ini juga kata tetangga juga yang sudah biasa menggunakan kompor gas. Selain itu juga karena kompor gas di rumah kontrakan saya baru tiba dan digunakan kemarin (Jum'at. 22 Juli 2011), maka ya masih awal untuk menentukan hasil akhirnya. Berapa lama nanti tabung gasnya harus di isi ulang.

Praktis juga ya pake kompor gas. Memang saya memang agak jadul untuk urusan kompor gas ini. Kalaw orang orang sudah lama menggunakan kompor gas, saya malah ini baru yang pertama kali dalam hidup saya sudah bersentuhan dengan kompor gas. Bahkan dirumah orang tua saya di Bekasi, dan juga sejak saya kecil hingga SMA di Bekasi, tidak pernah itu yang namanya kompor gas dipakei. Berpuluh tahun selalu menggunakan kompor minyak tanah. Tapi apakah benar kompor minyak tanah sudah tidak kami gunakan sejak beberapa lama ini akan ditinggalkan begitu saja?

Saya tidak tau pasti. I don't know for sure. You tell me

Belajar. Nah siapa yang tidak suka belajar. Nah adik adik tentu pada suka belajar tentunya donk. Belajar apa harus di Sekolah? Tentu saja tidak.

Belajar bisa dari mana saja, dari siapa saja, dan juga dengan bentuk yang beraneka ragam, maka proses belajar bisa dilakukan dengan amat menyenangkan.

Saya saja sangat suka belajar terutama pada bahan bacaan yang bertemakan IT, Hobi, Pengembangan Kepribadian dan juga tentunya Bahasa Inggris. Belajar memang amat menyenangkan. Siapa saja di sini yang sangat suka akan belajar?

Model Belajar Membaca Untuk Inspirasi
1. Belajar membaca lewat kosakata
Kosa kata adalah pembentuk kalimat. Lewat kosa kata yang makin beragam, kalimat yang kita keluarkan pun akan semakin kaya. Lewat kosa kata, anak-anak akan belajar tak hanya kemampuan membaca tetapi juga perbendaharaan dan pemahaman akan kata-kata yang akan mereka gunakan dalam berbicara.

Variasi yang bisa digunakan diantaranya, kartu kata yang disajikan dengan model Glen Doman, poster kata yang ditempel di dinding, buku-buku bergambar yang kalimatnya pendek dan ukuran hurufnya cukup besar. Prinsip yang dipakai dari metode tersebut adalah belajar dengan melakukannya. Hal-hal khusus yang menyertai model ini adalah kemungkinan anak-anak untuk mengenal pola lebih lama. Artinya, bisa jadi untuk bisa benar-benar membaca semua kata yang diperlihatkan kepada mereka (meski belum diajarkan) membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung kecepatan anak.

2. Belajar Membaca lewat Suku Kata
Model ini paling banyak digunakan, terutama di sekolah-sekolah. Prinsip dasarnya adalah terlebih dulu mengenali pola sebelum masuk pada fase membaca. Belajar lewat suku kata misalnya ba bi bu be bo dan seterusnya juga memiliki efek tersendiri, diantaranya kecepatan membaca yang sedikit lambat jika tidak diiringi latihan langsung lewat buku atau bacaan-bacaan. Mengapa demikian? Karena anak-anak akan terbiasa dengan membaca pola lebih dulu baru membaca. Kerja otak kiri lebih dominan dalam hal tersebut. Untuk mengimbanginya, kita harus lebih sering memotivasi anak untuk membaca kata-kata secara langsung lewat buku tanpa harus memilah suku katanya.

3. Belajar membaca dengan mengeja
Model ini di awali dengan pengenalan huruf baru kemudian merangkainya menjadi gabungan huruf dan kemudian kata. Sebenarnya metode ini sudah jarang digunakan orang karena memang terbukti cukup sulit bagi anak.

Kerja otak kiri akan semakin dominan jika kita memakai metode ini. Anak-anak harus melewati tiga tahapan menuju kata, yaitu huruf, suku kata, lalu kata. Memang ada anak-anak yang bisa belajar dengan metode ini, tapi lagi-lagi latihan membaca kata secara intensif harus mengiringinya agar anak-anak merasa percaya diri untuk membaca.

Nah itulah beberapa bentuk belajar yang diambil dari sebuah sumber terpercaya untuk memperkaya khasanah perbendaharaan kita akan belajar. Belajar memang amat menyenangkan, dan dengan belajar juga kita akan menjadi lebih bijaksana, pintar dan sudah tentu akan meningkatkan ketakwaan kita juga terhada Allah SWT. Dengan belajhar kita akan selalu bisa menghargai waktu dan karunia yang telah diberikan Allah kepada kita. Mari belajar, dan terus belajar ya

Nah coba liat foto yang saya pasang di dalam blog kesayangan saya ini. Ini adalah foto jepretan saya sendiri dengan menggunakan kamera nikon coolpox L19, dan dijepret saat saya berkendaraan naek motor menuju kantor. Ini adalah foto seseorang yang sedang asyik membaca di atas sebuah kap kendaraan roda empat.

Membaca. Nah nah siapa di sini yang senang dengan membaca. Nah nah khusus yang hobi yang satu ini membaca memang menjadi salah satu hobi saya. Membaca di mana saja, memang mengasyikan apalagi jika koleksi buku yang tersedia beragam judul dan jumlahnya. Banyak cara untuk bisa membaca. Bisa dari perpustakaan, bisa memnaca di sekolah, di kampus, bahkan di tempat kita bekerja sekalipun. Membaca bisa membuat kita bertambah pintar dan lagi bijaksana.

Membaca juga memerlukan keinginan yang kuat. Ntah mungkin karena ingin menghabiskan sang waktu dengan membaca atau membaca karena iseng untuk mengisi waktu ya sah sah saja. Membaca adalah kegiatan yang amat menyenangkan. Palagi bahan bacaan yang kita baca itu memang sesuai dengan keinginan kita.

Misalnya saja anda suka membaca cerita humor , maka buku buku yang anda baca tentunya bertemakan humor. Begitu juga bagi anda yang serius bisa membaca buku buku bertemakan serius seperti politik, keuangan, dan bahkan mungkin fisika. Nah apa saja bisa anda lakukan. Membaca adalah kesenangan. Jadikan kesenangan anda dengan cara yang asyik , gaul dan mendatangkan kepintaran : Membaca.

Menurut wikipedia Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor. Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas.

Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri. Nah sekarang sudah jelas kan, membaca adalah aktifitas yang sangat menyenangkan, dan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia