Help us to keep our home
Dear All,

Pada hari ini tepatnya tanggal 15 Marer 2011 tentunya dan harinya adalah hari Selasa. Dan benar tidak terasa rasanya waktu begitu cepat berlalu. Baru saja seolah kemarin kita meniup terompet bersuka cita memasuki tahun 2011 yang diyakini akan membawa banyak perubahan dan juga harapan akan kebaikan dan kedamaian di muka bumi. Namun semua harapan dan keinginan kita di tahun 2011 ini memang masih merupakan misteri yang belum bisa diprediksi apa yang akan terjadi.

Kita tidak akan pernah tahu apakah tahun 2011 ini menjadi lompatan buat karir kita masing masing? Ataukah tahun 2011 ini sama saja buruknya dengan manajemen pengelolaan waktu kita di tahun 2010, tahun sebelumnya?. Bagaimana upaya kita untuk bisa mewujudkan harapan dan cita cita yang belum terlaksana untuk bisa diteruskan di tahun 2011 mendatang ini?. Pertanyaan pertanyaan itu selalu mengiang di telinga kita. Adakah jawaban memuskan dari pertanyaan pertanyaan seperti itu?

Kemandirian kita dalam melaksanakan niat yang sudah direncanakan pada tahun sebelumnya dan direncanakan untuk diwujudkan pada tahun ini sering menemui rintangan yang tidak ringan. Hambatan, dan cobaan yang datang seperti tidak ada habis habisnya mendera kehidupan kita semua. Berbagai cobaan dan rintangan itu bisa datang dari mana saja, bisa datang dari luar diri kita, maupun cobaan atau tantangan yang datang dari dalam diri kita sendiri. Seperti apakah cobaan dan tantangan yang kita hadapi yang berasal dari luar itu bagi kehidupan kita, dan seperti apakah hambatan dan tantangan yang datang dari dalam diri kita sendiri.

Waktu Tidak Akan Terulang
Kembali kepada tema tulisan saya pada hari ini yang erat kaitannya dengan sang waktu. Ya waktu. Bahkan dalam Kitab Suci Al Quran pun sudah ditulis dengan jelas bahwa manusia akan senantiasa berada dalam keadaan kerugian jika tidak bisa memanfaatkan waktu. Bahkan slogan dari barat yang amat terkenal pun sudah akrab terdengar di telinga kita. Time Is Money, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah "waktu adalah uang". Mengapa orang bule sana mengibaratkan waktu itu sama dengan uang. Membuang waktu sama saja dengan membuang Uang?. Apakah sama waktu dengan uang dan juga sebaliknya apakah uang dinilai sama dengan waktu, atau kebalikannya waktu bisa dinilai dengan uang?.

Contiooh yang amat sederhana aja saat kelangkaan bensin terjadi di Pontianak beberapa waktu hari yang lalu dan juga masih sebagian terjadi pada hari ini. Coba kita liat di beberapa SPBU antrian motor dan mobil yang mengular di mana mana mengantri sang bensin. Sekarang kita bandingkan dengan antrian yang kecil atau bahkan tidak ada di penjual bensin eceran. Kenapa orang lebih suka mengantri berjam jam lamanya hanya untuk mendapatkan bensin murni dan murah dengan harga standar di SPBU resmi?? Apakah mereka bener bener murni dan ikhlas mengantri bensin hanya untuk mendapatkan bensin murah itu? Tidakkah mereka mempunyai jadual yang harus di kejar saat itu? Ini tergantung. Setiap orang berbeda prinsip dan cara memandangnya. Kok bisa beda sih?

Ya tentu saja bisa beda persepsinya. Jika anda mempunyai waktu yang lama dan cukup, dan kebetulan anda ingin benar benar mendapatkan bensin yang murni dengan harga yang murah, ya tentu saja mengisi bahan bakar langsung di SPBU yang resmi. Mengantri pada saat sekarang ini memang menjadi sebuah resiko di saat krisis bahan bakar Bensin seperti sekarang ini. Bisa jadi anda juga ingin merasakan tantangan dan sensasi mengantir bensin yang hiruk pikuk dengan pengantri lainnya di SPBU, ya tentu silahkan silahkan saja. Sah sah saja. Namun jika ada waktu anda yang sempit dan terbatas untuk dikejar hari itu, atau tidak ada waktu yang sisa buat anda hari itu, dan anda tidak ingin terlambat ke tempat tugas misalnya, maka pilihan membeli bensin di eceran adalah solusinya.

Mungkin harga yang ditawarkan oleh pengecer bensin bisa jadi lebih mahal dari bensin yang dijual di SPBU Umum. Tapi ini juga relatif mengenai harga. Mengapa disebut alternatif, ya karena dalam waktu singkat Walikotamadya Pontianak, Bapak Sutarmidji sudah mengeluarkan edaran resmi bahwa harga ditingkat eceran di Kota Pontianak adalah sebesar Rp.6.500,- (Enam Ribu Lima Ratus Rupiah) per liter. Jika kedapatan harga bensin ditemui melebihi ketentuan itu makan akan diajukan kepada aparat untuk ditindak. Nah inilah yang saya maksud adalah perbedaan prinsip memandang suatu kasus yang berkaitan dengan harga. Ini adalah contoh saja yang mudah kita temui sekarang ini.

Waktu memang tidak bisa diulang lagi. Ini memang suatu takdir dari Allah SWT. Kita hidup di dunia ini memang satu kali periode. Bayangkan saja saat anda lahir di dunia, lalu kemudian dibesarkan oleh ayah bunda, lalu memasuki dunia sekolah Tk, SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekerja, Berbakti pada orang Tua, Kuliah , Menikah, punya anak, Naik Haji InsyA Allah dan meninggal dunia. Kita tidak akan kembali lagi ke masa kecil, dalam artian kita kembali balik menjadi kecil. Mungkin sudah menjadi suratan takdir kita akan kembali menjadi "kecil" dalam artian kebiasaan kita menjadi manja karena diri kita sudah tua saat itu. Bukan dalam artian kita menjadi kecil secara fisik. Nah setelah kita kembali menghadap yang Maha Kuasa, maka kita semua akan siap menghadapi pengadilan Yang Maha Kuasa.

Kesempatan Berbuat Baik
Nah untuk itulah karena kehidupan kita hanyalah satu periode saja, dan tidak ada istilah naek kelas seperti lazimnya kita bersekolah, maka setiap detik tarikan nafas adalah kesempatan bagi kita untuk menabung amal sebanyak mungkin. Setiap detik tarikan nafas kita adalah kesempatan untuk berbuat baik sebanyak mungkin untuk bisa mendapatkan nilai positif dan memberikan nilai tambah bagi kita untuk bisa lolos dalam pengadilan ALLAH SWT. Kita semua berharap kita semua masuk Surga Allah SWT dan jalan menuju Syurga penuh cobaan dan tantangan maha Berat, dan buka jalan yang mulus. Kesempatan untuk berbuat baik sebenarnya sudah bisa dimulai pada hari ini. Ya harus dimulai dari sekarang.

Penyesalan memang kadang terlambat. Dan memang selalu begitu. Penyesalan selalu datangya terakhir, dan jarang sekali penyesalan datangnya di awal. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah sesuatu yang terjadi di awal. Kita bukan Malaikat, Kita tidak punya kemampuan untuk meramal masa depan. Jika ada orang bisa meramal masa depan dan itu hanya kebetulan saja. Semua bisa terjadi jika ada izin dari ALLAH SWT. Jadi menurut saya tidak masuk akal seorang manusia bisa meramal masa depan. Karena yang tahu apa yang ada di depan dan dibelakang kita, sesuai dalam surah dalam kitab suci Al Quran, hanyalah Allah SWT. Allah SWT Maha Tahu, Maha Kuasa dan Maha Kaya.

Saya saja sekarang menyesal. Benar benar menyesal. Sebagai contoh adalah menabung. Anda saya sadar bahwa menabung adalah kebiasaan yang baik dan akan menjadi sangat menguntungkan di masa mendatang, mungkin hari ini saya sudah bisa membeli sesuatu yang menjadi harapan da keinginan saya sekarang. Andai saya sadar bahwa menabung walau cuma sedikit jika ditabung selama bertahun tahun akan menjadi banyak dan kita tidak akan pernah tau kalaw hasil tabungan kita nanti akan banyak manfaatknya.

Sekarang saya menyesal, saat roda kehidupan berjalan, dan apa apa menjadi mahal semuanya, saya baru merasakan bahwa aktifitas menabung sejak usia dini memang mutlak diperlukan. Saya akan menanamkan kebiasaan menabung ini pada anak anak saya kelak agar tidak mengulangi "dosa" saya di masa lalu. Ah banyak lagi yang harus saya tulis di sini berkaitan dengan memanfaatkan sang waktu, namun saya kuatir membuat anda bosan untuk membacanya. Sebagai penutup, saya menasehati diri saya sendiri, di usia saya yang sudah tidak muda ini, kesempatan untuk berbuat baik dan beribadah, serta beramal masih terbuka sangat lebar, dan saya tidak akan melewatkan kesempatan emas itu. Dan saya yakin anda pun tidak akan melewatkan kesempatan untuk berbuat baik tentunya.

Mari kita manfaatkan waktu sebaik mungkin
Setiap tarikan nafas kita adalah kesempatan untuk beramal dan bersodakoh serta mendekatkan diri kepada Allah SWT


Dear Blog

Waktu memang berjalan sangat cepat, dan tidak terasa kemarin Alhamdulillah anak saya yang pertama, Abbie Muhammad Furqan Haryono, berHari jadi yang ke 3 (tiga) tahun pada tanggal 12 Maret 2011 yang lalu. Hari Jadinya memang agak kelabu bukan karena perayaannya memang sederhana, namun ditanggal yang bersamaan terjadi musibah Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami di Sandai, Jepang yang sudah sama sama kita liat tayangan videonya yang mengejutkan itu.

Musibah gempa dan gelombang Tsunami yang melanda Sandai dan sekitarnya itu memang amat mengejutkan dunia, karena skalanya yang luar biasa mencapai 9 Skala Richter itu konon merupakan gempa terdahsyat abad ini. Diperkiraan ratusan korban tewas dalam musibah itu, dan diperkirakan jumlah korban masih banyak lagi karena banyak warga Jepang yang hilang dalam musibah itu. Namun marilah saya kembalikan topik tulisan kali ini mengenai romantika syukuran ulang tahun si ganteng (Julukan kami kepadanya-red) kemarin itu.

Saya masih ingat pada syukuran hari Jadi (Baca : Ultah) "si ganteng" yang ke 2 (dua) tahun pada tanggal 12 Maret 2010 lalu, si ganteng selalu merengek rengek "kue taun- kue taun" sebagai gambaran untuk mengganti istilah "Kue Ulang Tahun" gitu deh. Nah si ganteng ini tiba tiba saja teringat akan kue ulang tahun yang dia lihat pada sebuah majalah yang memang banyak terdapat gambar gambar kue ulang tahun. Dan akhirnya kalaw tidak salah, kami pun membelikannya kue ulang tahun yang sederhana dan murah meriah sekitar seharga Rp.30.000,- (tiga puluh ribu) rupiah di sebuah toko kue di bilangan Gajah Mada Pontianak (DoMe0-red).

Perayaan Sederhana
Siapa sih orang tua yang tidak ingin hari jadi anaknya dirayakan dengan meriah, misalnya dengan mengundang temen temen sebayanya, dan di sana banyak menghadirkan kue kue dan makanan yang tersaji di meja dengan diiringi oleh musik ulan taun , balon balon dan dihadiri oleh banyak tamu tamu undangan?.

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya menjadi pusat perhatian di tengah teman teman sebayanya di hari ulang taunnya itu? Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya mendapatkan hadiah istimewa di hari jadinya itu?. Saya rasa semua orang tua mau berkorban apa saja demi membahagiakan anaknya. Kami pun demikian. Kami selaku kedua orang tuanya juga menginginkan gambaran di atas benar benar terjadi di saat ulang taun anak kami yang ke 3 (tiga) itu kemarin.

Apalagi saat hari jadi ulang taun anak kami yang ke-3 itu juga dirayakan oleh tetangga pengasuh kami yang kebetulan anaknya berhari jadi hanya beda satu hari dari anak kami. Perasaan tidak menentu bercampur aduk mendengar nya, apa lagi setelah kami melihat dengan mata kepala kami sendiri kalaw tetangga itu juga membuatkan kue ulang tahun dengan lilin angka 3 (tiga) dan tertera nama anak kami "Abbie" di atas kue kecil tart berlapis coklat itu. Sungguh kami tidka mengharapkan itu semua, dan kami selaku orang tua juga tidak mengharapkan itu terhadi di luar batas kemampuan kami. Kami juga mengakui banyak kekurangan dan kebutuhan lain yang mendesak disamping keinginan kami untuk merayakan ultah anak kami yang ke 3 yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2010 kemarin itu.

Sebenarnya kami pun sudah merayakan kue ulang taun anak kami semalam sebelumnya. Walaupun kondisi keuangan yang pas pasan saat itu, saya bela belain untuk membeli kue ulang taun bermotif sederhana, bertatahkan kue coklat dengan angka 3 di lilinnya. Kue seharga sekitar Rp.30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) itu pun berhasil saya beli saat itu. Dan tidak lupa saya pun membawakan buah apel pemberian rekan kerja di kantor, dan 1 set pack minuman Suplemen sehat semacam Vitacharm. Hehehe, murah meriah memang, dan tidak ada balon dan kue kue lezat serta dihadiri oleh undangan undangan tamu seperti lazimnya orang yang berulang taun pada umumnya. Yang kami rayakan itu sangat sederhana saja.

Hanya doa dan ucapan dan kecupan kasih sayang dari ayah dan bunda saja yang dilayangkan ke pipi ranum Si ganteng di hari ultahnya. Dihari itu si ganteng dibebaskan untuk menikmati makanan kesukaannya "permen" yah tidak apa. Walaupun kami selaku orang tua sangat concern terhadap kesehatan dan kerapihan giginya yang masih belia itu agar bebas dan jauh dari bahaya kuman yang diakibatkan oleh lekatnya permen permen. Apalagi coklat. Makanan yang lezat itu memang dipercaya menarik perhatian siapa saja, jangankan anda, anak anak dan remaja di dunia pun amat menggemari coklat. Tapi yang kami concern di sini adalah coklat bisa merusakan gigi anak kami dan itu sudah menjadi tekad kami untuk "menjauh" kan si ganteng dari makanan coklat nan keren itu.

Tidak pula beberapa jepretan foto juga sudah kami lakukan terhadapnya. Dan yang unik adalah baju yang dikenakan "si ganteng" saat ultahnya yang ke 3 (tiga) tahun kemarin pada tanggal 12 Maret 2011 itu sama persis dnegan syukuran ultah ke 2 (dua) tahunnya yang dirayakan di rumah tetangga pada tanggal 12 Marer 2010 lalu. Kalaw melihat ini semua kami senyum senyum saja, dan ini semua kebetulan saja terjadi dan tidak ada maksud apa apa. Apakah kami akan "balas dendam" untuk perayaan hari jadi anak kami yang akan datang?

Tidak ada jawaban yang pasti karena di saat itupula syukuran aqiqahan dan hari jadi putri kecil kami juga tidak akan luput dari perhatian kami. Beginilah barangkali romantika kami yang atas izin Allah SWT telah memiliki 2 (dua) orang putra dan putri. Kian lengkap rasanya hidup ini, dan kami bersykur kepada Allah SWT atas karunia dan limpahan rezekiNYA kepada kami sekelurga.


Baru baru ini tersebar kabar kalaw mahalnya bensin di Kalimantan Barat mempunyai dimensi tindakan kriminal. Ya benar ada sebagian orang atau oknum tepatnya yang bermain main dengan penderitaan orang. Beberapa hari belakangan ini banyak pengendara yang mengeluhkan harga eceran bensin yang melambung amat tinggi berkisar antara 15 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah.

Selidik punya selidik ternyata itu adalah ulah sebagian orang atau oknum yang memanfaatkan moment langkanya bensin ini untuk mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya. Saya sangat terkejut mendengar isu ini dan semoga saja ini tidak benar walaupun saya sendiri mengalaminya. Saya pernah membeli eceran bensin per liternya sebesar yang diberitakan itu. Terlalu memang.

Ya memang keterlaluan sekali. Tau benar kalaw masyarakat Kalimantan Barat ini pada umumnya sedang berburu bensin. Bensin saat sekarang ini bak permata dan berlian yang sangat langka. Persis saat orang berburu Beras Miskin (Raskin) atau saat antusiasnya masyarakat Indonesia berburu tiket untuk bisa menonton Timnas Sepakbola yang sempat bikin gempar seluruh Indonesia itu. Namun yang ini beda. Orang berburu Bensin di mana mana untuk bisa beraktifitas. Namun langkanya bensin di Kalimantan Barat ini telah memicu terjadinya tindak kriminal penyalahgunaan antrian bensin yang seharusnya diperuntukkan buat mereka yang benar benar memerlukan bensin untuk dipakai, bukan untuk dijual kembali.

Tapi kenyataannya lain dari yang kita harapkan. Maunya sih tertib dalam antrian, ya benar memang tertib tidak berebut tapi dampaknya juga ada. Kemacetan di mana mana, macet dalam antrian bensin di SPBU sama macet kendaraan buat orang yang akan lalu lalang. DImensi ini menjadi kacau balau dan semakin tidak teratur dan cenderung sudah menyusahkan warga masyarakat pada umumnya. Mengapa bisa? Ya bisa. Salah satu akses masyarakat akan kendaraan umum berupa angkot atau oplet yang digunakan masyarakat untuk beraktifitas menjadi terhenti. Tidak ada oplet beroperasi ini sama saja membunuh roda perekonomian Kalimantan Barat. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut dengan tuntas

Saya jadi tidak mengerti kok masih ada orang yang memancing di air keruh? Kok masih ada orang yang tega menarik dan memanfaatkan keuntungan dari penderitaan orang lain? Apa yang harus kita lakukan terhadap oknum oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Memang untuk menertiban pedagang eceran yang "nakal" bisa saja dilakukan tapi sampai kapan dan seberapa efektifkah usaha penertiban yang dilakukan aparat tersebut. Mungkin salah , kalaw kita membiarkan praktek ilegal dan penjualan eceran dadakan yang melanggar ketentuan harga pasaran BEnsin dan menjual bensin seenak perutnya sendiri. Tugas kita untuk mencegah agar kejadian seperti ini, dan tindakan yang akan diambil harus bijaksana.

Mari kita berbenah sekali lagi

Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan postingan blog saya kemarin yang berisi dan berjudul "kemana Engkau (perginya) wahai Bensin" kali ini masih ada kaitannya dengan postingan saya kemarin. Apalagi kalaw temanya soal bensin.

Ya bensin. Cairan yang diisikan ke tanki motor atau mobil kita itu memang amat diperlukan untuk menggerakkan kendaraan kita. Dengan kata lain motor dan kendaraan roda dua atau roda tiga bahkan tanpa roda sekalipun yang memerlukan bensin, pastilah perlu bensin untuk digunakan atau menjalankan mesin itu.

Kalaw sudah bensin langka seperti sekarang ini apa apa jadi susah. Buat janji ketemu klien saya aja udah mikir kalaw jaraknya jauh dan sudah pasti akan memakan banyak bensin. Kalaw bensinnya ramai sih tidak apa, lah ini lagi masalah mau ngantri aja lama. Langkanya bensin ini ditengarai disebabkan banyak faktor yang serba kebetulan. Dalam tulisan saya kemarin menyampingkan kemungkinan adanya "sabotase" dari lawan politik di Kalbar ini, dan juga saya menyampingkan adanya unsur alam yang menjadi penyebab tidak lancarnya pasokan Bensin di pulau nan gemuk ini. Lalu yang jadi pertanyaan apa sebenarnya dengan Bensin di Kalbar ini, lalu bagaimana cara instan mengatasi kelangkaan bensin di Kalbar ini?

Nah kalaw sudah begini sekali lagi siapa yang harus disalahkan. Sekarang bukan saatnya kita menyalahkan pihak lain. Sudah saya bahas dalam postingan saya kemarin. Mari kita berbenah diri, dan dalam pada itu saya coba menawarkan beberapa strategi penyelesaian krisis bensin versi saya tentunya yang barangkali bisa menjadi bahan kajian kita bersama. Seperti apakah usulan penyelesaian krisis bensin di Kalimantan Barat versi saya itu. Let's find out at below:

  1. Impor Bensin Dari Malaysia
    Nah untuk usulan ini memang sudah pernah dibahas. Kita sudah tau kalaw listrik di Kalimantan Barat aja ada yang dipasok di negerinya Manohara itu. Nah kalaw cuma impor mengimpor saja saya rasa pemerintah Indonesia masih mampu melakukannya. Kan dari dulu kita jagoan impor imporan kaya gene. Nah boleh juga dicoba lagi mengimpor bensin dari negara tetangga kita itu. Mengenai harga bensin negeri Jiran itu saya kira tidak jauh beda dengan Pontianak. Selain itu letak geografis kita di Kalimantan Barat yang cukup dekat dengan Kuching Malaysia saya kira akan memudahkan jalur pasokan Bensin kedua negara.

    Soal kualitas saya rasa antar bensin Malaysia dengan bensin Kalbar tidak ada bedanya. Memang banyak sekali produk produk bahan bakar Malaysia yang membanjiri di daerah Kalimantan Barat mulai dari produk olie hingga kepada pembangunan stasiun pompa bensin yang menyebar ke seluruh Indonesia. Kalaw negeri Jiran saja sudah bisa memasarkan produknya di Indonesia, berarti kita juga bisa membuka investor Malaysia untul lebih banyak berinvestasi di Indonesia. Kalaw sudah gini kan kedua negara bisa saling membantu. Bukan gontok gontokan kaya krisis Ambalat dulu yang hampir saja menyulut alat perang kedua negara.
  2. Produksi Migas Lebih Banyak
    Nah sekali lagi untuk usulan kedua ini adalah berasal dari negeri kita sendiri Indonesia. Dimana kita harus lebih banyak lagi mencari terobosan baru dalam rangka meningkatkan cadangan Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) yang tersedia di seluruh Indonesia. Para ahli da dan para ahli perminyakan di Indonesia diminta lebih keras lagi dalam bekerja untuk mencari peluang baru dalam rangka menyediakan cadangan cadangan bensin yang ada di seluruh Indonesia.

    Para ahli perminyakan kita untuk terus bekerja keras mencari sumber cadangan gas dan minyak bumi di seluruh Indonesia. Kalaw perlu buka sayembara barang siapa yang bisa mencari sumber alam gas bumi yang baru akan dijadikan menteri gitu misalnya hehehe. Agak ekstrim memang tapi setidaknya ini ide kan?. Selain itu juga perlu dijaga kelestarian pasokan bensin kita di Indonesia, gerakan gerakan menghemat bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM) juga mesti terus digalakkan. Memang polanya persis sama dengan gerakan hemat listrik yang diprakarsai oleh PLN, tapi bisa juga dicoba diterapkan di bensin.
Namun demikian ada sedikit secercah harapan, tapi bukan berari memanfaatkan keadaan. Para pedagang eceran bensin di pinggir jalan yang selama ini dianggap sebagai penjual bensin campuran yang bisa merusak kendaraan itu kini seakan terangkat nasibnya dalam beberapa hari ini. Bayangkan saja jika ia mampu menjual harga eceran bensin premium seharga Rp.15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah) untuk satu liter , berapa keuntungannya jika dia mampu menjual bensin sbeanyak 10 liter sehari misalnya. Maka keuntungan yang didapatnya bisa mencapai sekitar 150 ribu rupiah. Suatu jumlah yang sangat besar untuk ukuran pedagang eceran dalam 1 hari tangkapan rezeki. Hitung kalaw dalam 1 bulan berapa keuntungannya? banyak sekali bukan..

Nah sekarang sudah saatnya kita bekerja sama bukan?. Dengan banyaknya persoalan di Kalimantan Barat ini sudah layak saatnya tidak diperparah lagi dengan langkanya bensin sehingga menyulitkan banyak orang. Hidup masyarakat kita pada umumnya sudah sangat sulit dan janganlah ditambah sengsara lagi dengan makin banyaknya persoalan hidup. Apa apa sudah mahal, dan banyak terjadi pengangguran yang semakin merajelela. Angka lulusan Sarjana baru yang belum siap pakai akan semakin menambah betapa carut marutnya perekonomian negeri Indonesia yang sangat gemar dengan masalah ini.

Hidup kita sudah semakin susah, so please deh jangan dibuat susah lagi
Sudah beberapa minggu terakhir ini hampir seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat dibuat kesal dan jengkel bukan kepalang bukan karena persoalan politik atau skandal century yang memang tidak beres itu. Apalagi kesal sama aksi terorisme dan isu Krisdayanti mau kawin lagi sama om Raul, oo bukan bukan karena itu.

Masyarakat Kalimantan Barat saat ini dibuat kesal dan marah karena langkanya bensin diperoleh, dan untuk memperolehnya harus mengantri berjam jam dan itu sangat mengganggu aktifitas masyarakat Kalimantan Barat sehari hari. Begitupula saya, yang setiap harinya harus mengayuh sepeda motor (Hah? Mengayuh?-red) dengan rute Duta Bandara Supadio ke Gajah Mada juga harus mengalami penderitaan akibat langkanya sang bensin. Pertanyaan mendasar dalam benak saya sekarang ini : Ada apa dengan Bensin?

Bayangkan saja mulai dari perempatan Mapolda Kalimantan Barat hingga lurus saja ke gerbang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Paris hingga lurus lagi di SPBU dekat Masjid Mujahidin dan melingkar lagi ke SPBU Gajah Mada hingga mengular ke jalan Adi Sucipto. Melingkar lingkar dimana mana saya liat antrian mengulas orang mau membeli bensin murni di SPBU. Saya tidak habis pikir bagaimana dengan aktifitas keseharian mereka setiap hari kalaw urusan bensin aja nda beres gini.

Pekerjaan saya dan juga warga masyarakat Kalimantan Barat lainnya juga pasti terganggu. Bagaimana nda bisa terganggu kalaw untuk ke kantor , ke sekolah, ke kampus, atau ketempat usaha atau pasar aja bisa nda pergi karena nda ada bensin. Gimana coba? Kalaw ibu ibu nda bisa ke pasar karena nda ada bensin, apa iya harus naek taxi?.

Kan nda lucu kalaw untuk ke pasar aja harus naek TAXI, wah udah kebanyakan duit kali ya harus pake Taxi segala. Hahaha nda nda itu cuma ilustrasi saja. Betapa urusan Bensin ini bisa mengganggu roda roda dan sendi sendi kehidupan perekonomian masyarakat kecil menengah seperti kita. Ntah apa yang sebenarnya terjadi. Apakah alam yang harus disalahkan yang menjadi penyebab langkanya Bensin di Kalimantan Barat ini?

Alam Tidak Salah
Ya. Untuk urusan alam semesta, kita tidak boleh bersikap sinis dan menyalahkan sang Alam sebagai biang keladi terjadinya kekacauan bensin di Kalimantan Barat dalam beberapa minggu terakhir ini. Alam tidak bisa dijadikan alasan atau justifikasi (pembenaran) bahwa kita bertindak semena semena terhadap alam. Sudah menjadi pengetahuan kita semua, bahwa biang keladi dan penyebab kerusakan di muka bumi ini juga karena ulah tangan tangan jahil manusia. Ya karena kesalahan kita juga.

Contoh yang paling sederhana adalah erosi dan banjir. Mengapa bisa terjadinya banjir. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan hutan hutan. Banyak pohon ditebang tanpa ampun oleh pengusaha yang hanya mementingkan kepentingan ekonominya saja dan tidak menanam kembali pohon pohon itu. Nah gundulnya hutan menjadi salah satu penyeban terjadinya banjir. Nah dari contoh sederhana ini kita sudah bisa menilai diri kita sendiri, kalaw diri kita, manusia, juga menjadi penyebab utama terjadinya bencana bencana alam di dunia ini. Banjir seolah menjadi persoalan biasa bagi warga Jakarta ini juga melanda hampir ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan negara Australia tempat saya kuliah nanti Insya Allah juga dilanda kekeringan dan banjir bandang terutama di daerah Quensland dan sekitarnya.

Nah kalau sudah begini, tidak pantas rasanya kalaw Alam menyebabkan kekacauan Bensin ini. Semua ini karena ulah manusia, karena ulah kita kita juga. Alam tidak mungkin salah. Mengapa saya katakan alam tidak mungkin salah. Karena selain alam semesta ini hanya tunduk dan patuh kepada Allah SWT, dan Alam semesta juga hanya bereaksi akibat ulah tangan jahil manusia yang merusaka alam tanpa kompromi.

Allah SWT bisa saja saja menghukum manusia yang semena mena perlakuannya terhadap alam semesta melalui serangkaian musibah banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus bahkan kelangkaan bensin sekalipun seperti yang dialami oleh warga Kalimantan Barat sekarang ini.

Mari kita Berbenah Diri
Dari langkanya bensin yang ada di hampir seluruh wilayan Kalimantan Barat, lalu apa nilai nilai atau hikmah yang bisa kita ambil dari musibah ini? Hah, musibah? Apakah kelangkaan bensin di Kalimantan Barat bisa dikatagorikan sebagai "musibah" dalam artian tanda kutip ini. Ya benar, dalam paradigma saya, apa pun yang bersifat meresahkan warga masyarakat Kalimantan Barat secara umum bisa saya katagorikan sebagai musibah yang meresahkan. Dan bisa saja ini berimplikasi ke segala dimensi mulai dari dimensi sosial, ekonomi hingga pada intrik intrik politik yang bisa saja ditunggangi oleh oknum oknum birokrat yang mementingkan kepentingan tertentu atau kepentingan dirinya sendiri. Wayahh.. repotnya

Saya juga menyayangkan jika ada kepentingan bisnis dan intrik politik dari kelangkaan bensin di Kalimantan Barat demi kepentingan pihak tertentu. Saya tidak habis pikir karena kepentingan segelintir orang yang memanfaatkan kelangkaan bensin di Kalimantan Barat harus mengorbankan ribuan orang warga Kalimantan Barat yang harus mengantri setiap hari karena kelangkaan bensin.

Lalu siapakah yang harus dikorbankan dalam hal ini? Atau lebih tepatnya siapa yang harus bertanggung jawab mengenai kelangkaan bensin seperti sekarang ini?. Tidak elok rasanya jika ada suatu musibah , kelalaian atau kealpaan , kita harus saling salah menyalahkan. Menyalahkan orang lain juga tidak akan menyelesaikan persoalan,. Kalaw bensin langka seperti sekarang ini apakah kita langsung pemerintah tidak becus menangani persoalan bensi di Kalimantan Barat? No way...

Marilah kita berbenah diri. Instropeksi diri



Tidak terasa tahun 2011 ini menjadi tahun yang ke 6 (enam) usia pernikahan kami sejak kami melaksanakan sunatullah dengan menikah pada tanggal 11 Desember 2005 yang lalu di daerah Kulon Progo Jogjakarta.

Suka duka masa masa kami menjalani biduk rumah tangga yang dibina sejak tahun 2005 lalu sudah dan akan kami lalui bersama. Suka duka saat tidak memiliki pekerjaan hingga sampai pada sekarang ini menuai berbagai aktifitas dan juga kesibukan yang dirasakan sudah luar biasa. Fenomena apakah yang sedang saya rasakan sekarang ini berkaitan dengan sang waktu dan kesibukan yang sepertinya tiada habis habisnya ini? Sisi positif yang manakah yang bisa saya petik dari kehidupan berumah tangga kaitannya dengan tema tulisan saya hari ini : sibuk.

Nah sekarang mungkin sudah saatnya saya mengevaluasi diri berkaitan dengan tema tulisan saya hari ini yang menyoalkan soal kesibukan yang tiada habisnya ini. Hm menarik juga rasanya karena kesibukan yang saya rasakan saat ini benar benar luar biasa dan memerlukan ketelatenan dan kesabaran dalam memanagenya menjadi sesuatu yang bisa dipelajari dan untuk selanjutnya disiasati agar kita menjadi "raja" dengan mengatur sang waktu. Bukan sebaliknya sang waktu yang memporak porandakan diri kita, dan ini akan selalu saya waspadai walaupun masih agak keteteran untuk mengatur sang waktu. Oh lagi lagi sang waktu.

Saya coba sekilas mengenang masa masa sebelum saya memutuskan untuk menikah. Alkisah sekitar tahun 2004 saat saya masih ngekos ala mahasiswa di sekitar jalan Sekadau Komplek Universitas Tanjungpura. Ya kenangan itu masih mengiang ngiang baik di telinga maupun di kepala saya. Betapa saya masih ingat dengan jelas saat saya masih bekerja di shift malam. Datang ke kantor selebas waktu sholat Magrib dan kembali ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB setiap harinya membuat diri saya sangat sulit bersapa dengan matahari. Akibatnya ada yang positif atau positif bagi diri saya secara psikologis (ciee-red) mapun secara fisik.

Secara fisik sudah jelas kulit tubuh saya menjadi agak putih dan bahkan kuning. Sudah mendekati kulit orang Pontianak yang rata rata putih. Saya aja nda merasa kalaw kulit saya semakin putih agak kekuningan saat itu. Hal ini wajar karena sejak ditugaskan malam hingga selama kurang lebih 2 (dua) tahun saya tidak terkena sinar matahari. Coba saja bayangkan berangkat ke kantor selepas sholat Magrib dan pulang ke rumah kosan sekitar jam 1 malam dinihari dan sudah pasti kadang menginap di kantor dan pulang ke kosan pada pagi harinya. Walhasil kulit saya tidak terkenan sinar matahari selama 2 (dua) Tahun. Wajar kulit saya saat itu menjadi putih agak kekuningan. Wah keren keren

Lalu secara psikis ini menyangkut feeling atau perasaan saja. Tentu saja senang bangeds. Karena selain saya hanya melihat kantor di siang hari, dan bisa "keliaran" dalam artian positif tentunya di suasana malam hari. Apalagi letak rumah kosan saya di kompek UNTAN itu dikelilingi oleh teman teman yang baik dan menyenangkan. Memang ada juga teman kosan yang bikin sebel dan menjengkelkan. Tapi kalaw diliat dari komposisinya tentu lebih banyak menyenangkan dan melegakan diri. Salah satu alasannya adalah saya bisa lebih dekat menyibukan diri dengan segudang aktifitas yang membuat saya senang.

Saat itu kan masih "jaya" (baca : bujangan). Selepas pulang kerja langsung ke rumah kosan, maih game Perang, jajanan kuliner dari pasar, ke masjid Sholat atau sekedar kongkow kongkow di kantin Untan. Wah wah menyenangkan sekali. Satu hal yang unik dalam momen ini (baca: bujangan) ini, saya tidak doyan yang namanya Nge-Mall. Alias jalan jalan ke Mal. Walaupun kita tau bahwa Mall tidak melulu untuk belanja (shopping), bahkan untuk sekedar nyantai atau cuci mata kan boleh. Hahaha cuci mata bukannya pake air? Hehehhee. Yayaya. Walau A Yani Mega Mall dibuka resmi taun itu, nda ngeh saya hahaha.

Aku Sadar Aku Mulai Sibuk
Selain itu saya masih bisa menabung lumayan banyak setiap bulannya. Bayangkan saja saya menabung hampir setengah juta rupiah setiap bulannya. Dan dalam tempo itu ada rekan kerja saya saat itu namanya Lepoy (Aseanty Widianingsih Pahlevi-red) yang berkomentar lumayan inspiratif "Ya wajar Asep bisa nabung banyak setiap bulannya karena keperluannya sedikit". Hahaha masa sih. Setau saya sih waktu itu saya ke kantor pake oplet kuning, dan pake sepeda. Walaupun akhirnya sepeda BMX ku hilang dicuri orang saat sholat Ashar di Masjid Al Muhtadi Untan, Ya udah hilang deh Sepeda kuh hehehee. Akhirnya Motor Honda SupraFIT KB 3814 HY akhirnya bisa kudapatkan. Cuma kredit 10 bulan aja LUNAS hehehee.

Dan tidak terasa saya pun akhirnya pindah dari satu tempat kosan ke tempat lain dan langsung saya memboyong sang Istri dari Jogjakarta menemani ku di kosan baru di Komplek Griya Husada Sungai Raya Dalam. Istri pun baru saja kelar menyelesaikan S1 Bahasa Inggrisnya, dan kami masih pengantin Baru, Saat kami belum memiliki anak, saya sangat rajin mendirikan sholat Malam (Baca : Tahadjud). Sepulang dari bekerja, waktu malam saya gunakan hanya untuk beribadah dan juga akfititas rutin dan ringan saja di rumah. Begitu pula dengan sang istri yang setia mendampingi saya sepulang kerja di rumah. Sang Istri pun rajin mengirimkan surat lamaran ke berbagai sekolah. Namun semua lamaran itu ditolak baik mentah maupun mateng. Hehehhee

Kini hadir anak Pertama, lalu kemudian Alhamdulillah hadir kembali anak kami yang kedua. Dan Sang istri tercinta juga sudah menyandang sebagai salah satu Pegawai Negeri Spili. Lengkaplah sudah putra putri, dan saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Allah SWT Maha Kaya dan Maha Pemurah. Kesibukan saya pun semakin luar biasa. Kalaw dulu saat kami belum memiliki satu anak pun, dan sang istri masih menganggur, saya banyak waktu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sering mendirikan sholat Malam. Namun saya merasakan dengan hadirnya karunia anak dan pekerjaan lapang buat istri, kok malah semakin menjauhkan diri saya dengan sholat Malam dan aktifitas amal ibadah lainnya. Saya sadar dan ini tidak benar.

Ini merupakan salah satu hal yang sangat tidak menyenangkan. Hikmah dan karunia rezeki dari Allah SWT seharusnya menjadikan ujian bagi saya. Saya seharusnya sadar bahwa semua itu mungkin ujian dan c0baan bagi saya. Saya harus mengubah ini semua untuk kembali ke masa masa dulu yang dekat dengan Allah SWT dan rajin mendirikan sholat Malam kembali seperti dulu. Bisakah aku melakukannya?. Hal ini yang seharusnya membuat saya sadar, dan saya berusaha untuk sadar dan jangan sampai terlena atau tergelincir. Di saat saya dilanda kesusahan dan kesulitan, saya dibantu Allah SWT melalui keluarga, dan sekarang saya harus segera bangkit dari terlena ini untuk segera banyak beribadah, bersodakoh, bersyukur dan juga berbuat baik untuk sesama.

Aku Semakin sibuk, dan aku akan semakin memperbaiki diri
AKu harus berjuang


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia