Help us to keep our home
Dear Blog

Waktu memang berjalan sangat cepat, dan tidak terasa kemarin Alhamdulillah anak saya yang pertama, Abbie Muhammad Furqan Haryono, berHari jadi yang ke 3 (tiga) tahun pada tanggal 12 Maret 2011 yang lalu. Hari Jadinya memang agak kelabu bukan karena perayaannya memang sederhana, namun ditanggal yang bersamaan terjadi musibah Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami di Sandai, Jepang yang sudah sama sama kita liat tayangan videonya yang mengejutkan itu.

Musibah gempa dan gelombang Tsunami yang melanda Sandai dan sekitarnya itu memang amat mengejutkan dunia, karena skalanya yang luar biasa mencapai 9 Skala Richter itu konon merupakan gempa terdahsyat abad ini. Diperkiraan ratusan korban tewas dalam musibah itu, dan diperkirakan jumlah korban masih banyak lagi karena banyak warga Jepang yang hilang dalam musibah itu. Namun marilah saya kembalikan topik tulisan kali ini mengenai romantika syukuran ulang tahun si ganteng (Julukan kami kepadanya-red) kemarin itu.

Saya masih ingat pada syukuran hari Jadi (Baca : Ultah) "si ganteng" yang ke 2 (dua) tahun pada tanggal 12 Maret 2010 lalu, si ganteng selalu merengek rengek "kue taun- kue taun" sebagai gambaran untuk mengganti istilah "Kue Ulang Tahun" gitu deh. Nah si ganteng ini tiba tiba saja teringat akan kue ulang tahun yang dia lihat pada sebuah majalah yang memang banyak terdapat gambar gambar kue ulang tahun. Dan akhirnya kalaw tidak salah, kami pun membelikannya kue ulang tahun yang sederhana dan murah meriah sekitar seharga Rp.30.000,- (tiga puluh ribu) rupiah di sebuah toko kue di bilangan Gajah Mada Pontianak (DoMe0-red).

Perayaan Sederhana
Siapa sih orang tua yang tidak ingin hari jadi anaknya dirayakan dengan meriah, misalnya dengan mengundang temen temen sebayanya, dan di sana banyak menghadirkan kue kue dan makanan yang tersaji di meja dengan diiringi oleh musik ulan taun , balon balon dan dihadiri oleh banyak tamu tamu undangan?.

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya menjadi pusat perhatian di tengah teman teman sebayanya di hari ulang taunnya itu? Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya mendapatkan hadiah istimewa di hari jadinya itu?. Saya rasa semua orang tua mau berkorban apa saja demi membahagiakan anaknya. Kami pun demikian. Kami selaku kedua orang tuanya juga menginginkan gambaran di atas benar benar terjadi di saat ulang taun anak kami yang ke 3 (tiga) itu kemarin.

Apalagi saat hari jadi ulang taun anak kami yang ke-3 itu juga dirayakan oleh tetangga pengasuh kami yang kebetulan anaknya berhari jadi hanya beda satu hari dari anak kami. Perasaan tidak menentu bercampur aduk mendengar nya, apa lagi setelah kami melihat dengan mata kepala kami sendiri kalaw tetangga itu juga membuatkan kue ulang tahun dengan lilin angka 3 (tiga) dan tertera nama anak kami "Abbie" di atas kue kecil tart berlapis coklat itu. Sungguh kami tidka mengharapkan itu semua, dan kami selaku orang tua juga tidak mengharapkan itu terhadi di luar batas kemampuan kami. Kami juga mengakui banyak kekurangan dan kebutuhan lain yang mendesak disamping keinginan kami untuk merayakan ultah anak kami yang ke 3 yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2010 kemarin itu.

Sebenarnya kami pun sudah merayakan kue ulang taun anak kami semalam sebelumnya. Walaupun kondisi keuangan yang pas pasan saat itu, saya bela belain untuk membeli kue ulang taun bermotif sederhana, bertatahkan kue coklat dengan angka 3 di lilinnya. Kue seharga sekitar Rp.30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) itu pun berhasil saya beli saat itu. Dan tidak lupa saya pun membawakan buah apel pemberian rekan kerja di kantor, dan 1 set pack minuman Suplemen sehat semacam Vitacharm. Hehehe, murah meriah memang, dan tidak ada balon dan kue kue lezat serta dihadiri oleh undangan undangan tamu seperti lazimnya orang yang berulang taun pada umumnya. Yang kami rayakan itu sangat sederhana saja.

Hanya doa dan ucapan dan kecupan kasih sayang dari ayah dan bunda saja yang dilayangkan ke pipi ranum Si ganteng di hari ultahnya. Dihari itu si ganteng dibebaskan untuk menikmati makanan kesukaannya "permen" yah tidak apa. Walaupun kami selaku orang tua sangat concern terhadap kesehatan dan kerapihan giginya yang masih belia itu agar bebas dan jauh dari bahaya kuman yang diakibatkan oleh lekatnya permen permen. Apalagi coklat. Makanan yang lezat itu memang dipercaya menarik perhatian siapa saja, jangankan anda, anak anak dan remaja di dunia pun amat menggemari coklat. Tapi yang kami concern di sini adalah coklat bisa merusakan gigi anak kami dan itu sudah menjadi tekad kami untuk "menjauh" kan si ganteng dari makanan coklat nan keren itu.

Tidak pula beberapa jepretan foto juga sudah kami lakukan terhadapnya. Dan yang unik adalah baju yang dikenakan "si ganteng" saat ultahnya yang ke 3 (tiga) tahun kemarin pada tanggal 12 Maret 2011 itu sama persis dnegan syukuran ultah ke 2 (dua) tahunnya yang dirayakan di rumah tetangga pada tanggal 12 Marer 2010 lalu. Kalaw melihat ini semua kami senyum senyum saja, dan ini semua kebetulan saja terjadi dan tidak ada maksud apa apa. Apakah kami akan "balas dendam" untuk perayaan hari jadi anak kami yang akan datang?

Tidak ada jawaban yang pasti karena di saat itupula syukuran aqiqahan dan hari jadi putri kecil kami juga tidak akan luput dari perhatian kami. Beginilah barangkali romantika kami yang atas izin Allah SWT telah memiliki 2 (dua) orang putra dan putri. Kian lengkap rasanya hidup ini, dan kami bersykur kepada Allah SWT atas karunia dan limpahan rezekiNYA kepada kami sekelurga.


Baru baru ini tersebar kabar kalaw mahalnya bensin di Kalimantan Barat mempunyai dimensi tindakan kriminal. Ya benar ada sebagian orang atau oknum tepatnya yang bermain main dengan penderitaan orang. Beberapa hari belakangan ini banyak pengendara yang mengeluhkan harga eceran bensin yang melambung amat tinggi berkisar antara 15 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah.

Selidik punya selidik ternyata itu adalah ulah sebagian orang atau oknum yang memanfaatkan moment langkanya bensin ini untuk mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya. Saya sangat terkejut mendengar isu ini dan semoga saja ini tidak benar walaupun saya sendiri mengalaminya. Saya pernah membeli eceran bensin per liternya sebesar yang diberitakan itu. Terlalu memang.

Ya memang keterlaluan sekali. Tau benar kalaw masyarakat Kalimantan Barat ini pada umumnya sedang berburu bensin. Bensin saat sekarang ini bak permata dan berlian yang sangat langka. Persis saat orang berburu Beras Miskin (Raskin) atau saat antusiasnya masyarakat Indonesia berburu tiket untuk bisa menonton Timnas Sepakbola yang sempat bikin gempar seluruh Indonesia itu. Namun yang ini beda. Orang berburu Bensin di mana mana untuk bisa beraktifitas. Namun langkanya bensin di Kalimantan Barat ini telah memicu terjadinya tindak kriminal penyalahgunaan antrian bensin yang seharusnya diperuntukkan buat mereka yang benar benar memerlukan bensin untuk dipakai, bukan untuk dijual kembali.

Tapi kenyataannya lain dari yang kita harapkan. Maunya sih tertib dalam antrian, ya benar memang tertib tidak berebut tapi dampaknya juga ada. Kemacetan di mana mana, macet dalam antrian bensin di SPBU sama macet kendaraan buat orang yang akan lalu lalang. DImensi ini menjadi kacau balau dan semakin tidak teratur dan cenderung sudah menyusahkan warga masyarakat pada umumnya. Mengapa bisa? Ya bisa. Salah satu akses masyarakat akan kendaraan umum berupa angkot atau oplet yang digunakan masyarakat untuk beraktifitas menjadi terhenti. Tidak ada oplet beroperasi ini sama saja membunuh roda perekonomian Kalimantan Barat. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut dengan tuntas

Saya jadi tidak mengerti kok masih ada orang yang memancing di air keruh? Kok masih ada orang yang tega menarik dan memanfaatkan keuntungan dari penderitaan orang lain? Apa yang harus kita lakukan terhadap oknum oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Memang untuk menertiban pedagang eceran yang "nakal" bisa saja dilakukan tapi sampai kapan dan seberapa efektifkah usaha penertiban yang dilakukan aparat tersebut. Mungkin salah , kalaw kita membiarkan praktek ilegal dan penjualan eceran dadakan yang melanggar ketentuan harga pasaran BEnsin dan menjual bensin seenak perutnya sendiri. Tugas kita untuk mencegah agar kejadian seperti ini, dan tindakan yang akan diambil harus bijaksana.

Mari kita berbenah sekali lagi

Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan postingan blog saya kemarin yang berisi dan berjudul "kemana Engkau (perginya) wahai Bensin" kali ini masih ada kaitannya dengan postingan saya kemarin. Apalagi kalaw temanya soal bensin.

Ya bensin. Cairan yang diisikan ke tanki motor atau mobil kita itu memang amat diperlukan untuk menggerakkan kendaraan kita. Dengan kata lain motor dan kendaraan roda dua atau roda tiga bahkan tanpa roda sekalipun yang memerlukan bensin, pastilah perlu bensin untuk digunakan atau menjalankan mesin itu.

Kalaw sudah bensin langka seperti sekarang ini apa apa jadi susah. Buat janji ketemu klien saya aja udah mikir kalaw jaraknya jauh dan sudah pasti akan memakan banyak bensin. Kalaw bensinnya ramai sih tidak apa, lah ini lagi masalah mau ngantri aja lama. Langkanya bensin ini ditengarai disebabkan banyak faktor yang serba kebetulan. Dalam tulisan saya kemarin menyampingkan kemungkinan adanya "sabotase" dari lawan politik di Kalbar ini, dan juga saya menyampingkan adanya unsur alam yang menjadi penyebab tidak lancarnya pasokan Bensin di pulau nan gemuk ini. Lalu yang jadi pertanyaan apa sebenarnya dengan Bensin di Kalbar ini, lalu bagaimana cara instan mengatasi kelangkaan bensin di Kalbar ini?

Nah kalaw sudah begini sekali lagi siapa yang harus disalahkan. Sekarang bukan saatnya kita menyalahkan pihak lain. Sudah saya bahas dalam postingan saya kemarin. Mari kita berbenah diri, dan dalam pada itu saya coba menawarkan beberapa strategi penyelesaian krisis bensin versi saya tentunya yang barangkali bisa menjadi bahan kajian kita bersama. Seperti apakah usulan penyelesaian krisis bensin di Kalimantan Barat versi saya itu. Let's find out at below:

  1. Impor Bensin Dari Malaysia
    Nah untuk usulan ini memang sudah pernah dibahas. Kita sudah tau kalaw listrik di Kalimantan Barat aja ada yang dipasok di negerinya Manohara itu. Nah kalaw cuma impor mengimpor saja saya rasa pemerintah Indonesia masih mampu melakukannya. Kan dari dulu kita jagoan impor imporan kaya gene. Nah boleh juga dicoba lagi mengimpor bensin dari negara tetangga kita itu. Mengenai harga bensin negeri Jiran itu saya kira tidak jauh beda dengan Pontianak. Selain itu letak geografis kita di Kalimantan Barat yang cukup dekat dengan Kuching Malaysia saya kira akan memudahkan jalur pasokan Bensin kedua negara.

    Soal kualitas saya rasa antar bensin Malaysia dengan bensin Kalbar tidak ada bedanya. Memang banyak sekali produk produk bahan bakar Malaysia yang membanjiri di daerah Kalimantan Barat mulai dari produk olie hingga kepada pembangunan stasiun pompa bensin yang menyebar ke seluruh Indonesia. Kalaw negeri Jiran saja sudah bisa memasarkan produknya di Indonesia, berarti kita juga bisa membuka investor Malaysia untul lebih banyak berinvestasi di Indonesia. Kalaw sudah gini kan kedua negara bisa saling membantu. Bukan gontok gontokan kaya krisis Ambalat dulu yang hampir saja menyulut alat perang kedua negara.
  2. Produksi Migas Lebih Banyak
    Nah sekali lagi untuk usulan kedua ini adalah berasal dari negeri kita sendiri Indonesia. Dimana kita harus lebih banyak lagi mencari terobosan baru dalam rangka meningkatkan cadangan Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) yang tersedia di seluruh Indonesia. Para ahli da dan para ahli perminyakan di Indonesia diminta lebih keras lagi dalam bekerja untuk mencari peluang baru dalam rangka menyediakan cadangan cadangan bensin yang ada di seluruh Indonesia.

    Para ahli perminyakan kita untuk terus bekerja keras mencari sumber cadangan gas dan minyak bumi di seluruh Indonesia. Kalaw perlu buka sayembara barang siapa yang bisa mencari sumber alam gas bumi yang baru akan dijadikan menteri gitu misalnya hehehe. Agak ekstrim memang tapi setidaknya ini ide kan?. Selain itu juga perlu dijaga kelestarian pasokan bensin kita di Indonesia, gerakan gerakan menghemat bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM) juga mesti terus digalakkan. Memang polanya persis sama dengan gerakan hemat listrik yang diprakarsai oleh PLN, tapi bisa juga dicoba diterapkan di bensin.
Namun demikian ada sedikit secercah harapan, tapi bukan berari memanfaatkan keadaan. Para pedagang eceran bensin di pinggir jalan yang selama ini dianggap sebagai penjual bensin campuran yang bisa merusak kendaraan itu kini seakan terangkat nasibnya dalam beberapa hari ini. Bayangkan saja jika ia mampu menjual harga eceran bensin premium seharga Rp.15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah) untuk satu liter , berapa keuntungannya jika dia mampu menjual bensin sbeanyak 10 liter sehari misalnya. Maka keuntungan yang didapatnya bisa mencapai sekitar 150 ribu rupiah. Suatu jumlah yang sangat besar untuk ukuran pedagang eceran dalam 1 hari tangkapan rezeki. Hitung kalaw dalam 1 bulan berapa keuntungannya? banyak sekali bukan..

Nah sekarang sudah saatnya kita bekerja sama bukan?. Dengan banyaknya persoalan di Kalimantan Barat ini sudah layak saatnya tidak diperparah lagi dengan langkanya bensin sehingga menyulitkan banyak orang. Hidup masyarakat kita pada umumnya sudah sangat sulit dan janganlah ditambah sengsara lagi dengan makin banyaknya persoalan hidup. Apa apa sudah mahal, dan banyak terjadi pengangguran yang semakin merajelela. Angka lulusan Sarjana baru yang belum siap pakai akan semakin menambah betapa carut marutnya perekonomian negeri Indonesia yang sangat gemar dengan masalah ini.

Hidup kita sudah semakin susah, so please deh jangan dibuat susah lagi
Sudah beberapa minggu terakhir ini hampir seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat dibuat kesal dan jengkel bukan kepalang bukan karena persoalan politik atau skandal century yang memang tidak beres itu. Apalagi kesal sama aksi terorisme dan isu Krisdayanti mau kawin lagi sama om Raul, oo bukan bukan karena itu.

Masyarakat Kalimantan Barat saat ini dibuat kesal dan marah karena langkanya bensin diperoleh, dan untuk memperolehnya harus mengantri berjam jam dan itu sangat mengganggu aktifitas masyarakat Kalimantan Barat sehari hari. Begitupula saya, yang setiap harinya harus mengayuh sepeda motor (Hah? Mengayuh?-red) dengan rute Duta Bandara Supadio ke Gajah Mada juga harus mengalami penderitaan akibat langkanya sang bensin. Pertanyaan mendasar dalam benak saya sekarang ini : Ada apa dengan Bensin?

Bayangkan saja mulai dari perempatan Mapolda Kalimantan Barat hingga lurus saja ke gerbang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Paris hingga lurus lagi di SPBU dekat Masjid Mujahidin dan melingkar lagi ke SPBU Gajah Mada hingga mengular ke jalan Adi Sucipto. Melingkar lingkar dimana mana saya liat antrian mengulas orang mau membeli bensin murni di SPBU. Saya tidak habis pikir bagaimana dengan aktifitas keseharian mereka setiap hari kalaw urusan bensin aja nda beres gini.

Pekerjaan saya dan juga warga masyarakat Kalimantan Barat lainnya juga pasti terganggu. Bagaimana nda bisa terganggu kalaw untuk ke kantor , ke sekolah, ke kampus, atau ketempat usaha atau pasar aja bisa nda pergi karena nda ada bensin. Gimana coba? Kalaw ibu ibu nda bisa ke pasar karena nda ada bensin, apa iya harus naek taxi?.

Kan nda lucu kalaw untuk ke pasar aja harus naek TAXI, wah udah kebanyakan duit kali ya harus pake Taxi segala. Hahaha nda nda itu cuma ilustrasi saja. Betapa urusan Bensin ini bisa mengganggu roda roda dan sendi sendi kehidupan perekonomian masyarakat kecil menengah seperti kita. Ntah apa yang sebenarnya terjadi. Apakah alam yang harus disalahkan yang menjadi penyebab langkanya Bensin di Kalimantan Barat ini?

Alam Tidak Salah
Ya. Untuk urusan alam semesta, kita tidak boleh bersikap sinis dan menyalahkan sang Alam sebagai biang keladi terjadinya kekacauan bensin di Kalimantan Barat dalam beberapa minggu terakhir ini. Alam tidak bisa dijadikan alasan atau justifikasi (pembenaran) bahwa kita bertindak semena semena terhadap alam. Sudah menjadi pengetahuan kita semua, bahwa biang keladi dan penyebab kerusakan di muka bumi ini juga karena ulah tangan tangan jahil manusia. Ya karena kesalahan kita juga.

Contoh yang paling sederhana adalah erosi dan banjir. Mengapa bisa terjadinya banjir. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan hutan hutan. Banyak pohon ditebang tanpa ampun oleh pengusaha yang hanya mementingkan kepentingan ekonominya saja dan tidak menanam kembali pohon pohon itu. Nah gundulnya hutan menjadi salah satu penyeban terjadinya banjir. Nah dari contoh sederhana ini kita sudah bisa menilai diri kita sendiri, kalaw diri kita, manusia, juga menjadi penyebab utama terjadinya bencana bencana alam di dunia ini. Banjir seolah menjadi persoalan biasa bagi warga Jakarta ini juga melanda hampir ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan negara Australia tempat saya kuliah nanti Insya Allah juga dilanda kekeringan dan banjir bandang terutama di daerah Quensland dan sekitarnya.

Nah kalau sudah begini, tidak pantas rasanya kalaw Alam menyebabkan kekacauan Bensin ini. Semua ini karena ulah manusia, karena ulah kita kita juga. Alam tidak mungkin salah. Mengapa saya katakan alam tidak mungkin salah. Karena selain alam semesta ini hanya tunduk dan patuh kepada Allah SWT, dan Alam semesta juga hanya bereaksi akibat ulah tangan jahil manusia yang merusaka alam tanpa kompromi.

Allah SWT bisa saja saja menghukum manusia yang semena mena perlakuannya terhadap alam semesta melalui serangkaian musibah banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus bahkan kelangkaan bensin sekalipun seperti yang dialami oleh warga Kalimantan Barat sekarang ini.

Mari kita Berbenah Diri
Dari langkanya bensin yang ada di hampir seluruh wilayan Kalimantan Barat, lalu apa nilai nilai atau hikmah yang bisa kita ambil dari musibah ini? Hah, musibah? Apakah kelangkaan bensin di Kalimantan Barat bisa dikatagorikan sebagai "musibah" dalam artian tanda kutip ini. Ya benar, dalam paradigma saya, apa pun yang bersifat meresahkan warga masyarakat Kalimantan Barat secara umum bisa saya katagorikan sebagai musibah yang meresahkan. Dan bisa saja ini berimplikasi ke segala dimensi mulai dari dimensi sosial, ekonomi hingga pada intrik intrik politik yang bisa saja ditunggangi oleh oknum oknum birokrat yang mementingkan kepentingan tertentu atau kepentingan dirinya sendiri. Wayahh.. repotnya

Saya juga menyayangkan jika ada kepentingan bisnis dan intrik politik dari kelangkaan bensin di Kalimantan Barat demi kepentingan pihak tertentu. Saya tidak habis pikir karena kepentingan segelintir orang yang memanfaatkan kelangkaan bensin di Kalimantan Barat harus mengorbankan ribuan orang warga Kalimantan Barat yang harus mengantri setiap hari karena kelangkaan bensin.

Lalu siapakah yang harus dikorbankan dalam hal ini? Atau lebih tepatnya siapa yang harus bertanggung jawab mengenai kelangkaan bensin seperti sekarang ini?. Tidak elok rasanya jika ada suatu musibah , kelalaian atau kealpaan , kita harus saling salah menyalahkan. Menyalahkan orang lain juga tidak akan menyelesaikan persoalan,. Kalaw bensin langka seperti sekarang ini apakah kita langsung pemerintah tidak becus menangani persoalan bensi di Kalimantan Barat? No way...

Marilah kita berbenah diri. Instropeksi diri



Tidak terasa tahun 2011 ini menjadi tahun yang ke 6 (enam) usia pernikahan kami sejak kami melaksanakan sunatullah dengan menikah pada tanggal 11 Desember 2005 yang lalu di daerah Kulon Progo Jogjakarta.

Suka duka masa masa kami menjalani biduk rumah tangga yang dibina sejak tahun 2005 lalu sudah dan akan kami lalui bersama. Suka duka saat tidak memiliki pekerjaan hingga sampai pada sekarang ini menuai berbagai aktifitas dan juga kesibukan yang dirasakan sudah luar biasa. Fenomena apakah yang sedang saya rasakan sekarang ini berkaitan dengan sang waktu dan kesibukan yang sepertinya tiada habis habisnya ini? Sisi positif yang manakah yang bisa saya petik dari kehidupan berumah tangga kaitannya dengan tema tulisan saya hari ini : sibuk.

Nah sekarang mungkin sudah saatnya saya mengevaluasi diri berkaitan dengan tema tulisan saya hari ini yang menyoalkan soal kesibukan yang tiada habisnya ini. Hm menarik juga rasanya karena kesibukan yang saya rasakan saat ini benar benar luar biasa dan memerlukan ketelatenan dan kesabaran dalam memanagenya menjadi sesuatu yang bisa dipelajari dan untuk selanjutnya disiasati agar kita menjadi "raja" dengan mengatur sang waktu. Bukan sebaliknya sang waktu yang memporak porandakan diri kita, dan ini akan selalu saya waspadai walaupun masih agak keteteran untuk mengatur sang waktu. Oh lagi lagi sang waktu.

Saya coba sekilas mengenang masa masa sebelum saya memutuskan untuk menikah. Alkisah sekitar tahun 2004 saat saya masih ngekos ala mahasiswa di sekitar jalan Sekadau Komplek Universitas Tanjungpura. Ya kenangan itu masih mengiang ngiang baik di telinga maupun di kepala saya. Betapa saya masih ingat dengan jelas saat saya masih bekerja di shift malam. Datang ke kantor selebas waktu sholat Magrib dan kembali ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB setiap harinya membuat diri saya sangat sulit bersapa dengan matahari. Akibatnya ada yang positif atau positif bagi diri saya secara psikologis (ciee-red) mapun secara fisik.

Secara fisik sudah jelas kulit tubuh saya menjadi agak putih dan bahkan kuning. Sudah mendekati kulit orang Pontianak yang rata rata putih. Saya aja nda merasa kalaw kulit saya semakin putih agak kekuningan saat itu. Hal ini wajar karena sejak ditugaskan malam hingga selama kurang lebih 2 (dua) tahun saya tidak terkena sinar matahari. Coba saja bayangkan berangkat ke kantor selepas sholat Magrib dan pulang ke rumah kosan sekitar jam 1 malam dinihari dan sudah pasti kadang menginap di kantor dan pulang ke kosan pada pagi harinya. Walhasil kulit saya tidak terkenan sinar matahari selama 2 (dua) Tahun. Wajar kulit saya saat itu menjadi putih agak kekuningan. Wah keren keren

Lalu secara psikis ini menyangkut feeling atau perasaan saja. Tentu saja senang bangeds. Karena selain saya hanya melihat kantor di siang hari, dan bisa "keliaran" dalam artian positif tentunya di suasana malam hari. Apalagi letak rumah kosan saya di kompek UNTAN itu dikelilingi oleh teman teman yang baik dan menyenangkan. Memang ada juga teman kosan yang bikin sebel dan menjengkelkan. Tapi kalaw diliat dari komposisinya tentu lebih banyak menyenangkan dan melegakan diri. Salah satu alasannya adalah saya bisa lebih dekat menyibukan diri dengan segudang aktifitas yang membuat saya senang.

Saat itu kan masih "jaya" (baca : bujangan). Selepas pulang kerja langsung ke rumah kosan, maih game Perang, jajanan kuliner dari pasar, ke masjid Sholat atau sekedar kongkow kongkow di kantin Untan. Wah wah menyenangkan sekali. Satu hal yang unik dalam momen ini (baca: bujangan) ini, saya tidak doyan yang namanya Nge-Mall. Alias jalan jalan ke Mal. Walaupun kita tau bahwa Mall tidak melulu untuk belanja (shopping), bahkan untuk sekedar nyantai atau cuci mata kan boleh. Hahaha cuci mata bukannya pake air? Hehehhee. Yayaya. Walau A Yani Mega Mall dibuka resmi taun itu, nda ngeh saya hahaha.

Aku Sadar Aku Mulai Sibuk
Selain itu saya masih bisa menabung lumayan banyak setiap bulannya. Bayangkan saja saya menabung hampir setengah juta rupiah setiap bulannya. Dan dalam tempo itu ada rekan kerja saya saat itu namanya Lepoy (Aseanty Widianingsih Pahlevi-red) yang berkomentar lumayan inspiratif "Ya wajar Asep bisa nabung banyak setiap bulannya karena keperluannya sedikit". Hahaha masa sih. Setau saya sih waktu itu saya ke kantor pake oplet kuning, dan pake sepeda. Walaupun akhirnya sepeda BMX ku hilang dicuri orang saat sholat Ashar di Masjid Al Muhtadi Untan, Ya udah hilang deh Sepeda kuh hehehee. Akhirnya Motor Honda SupraFIT KB 3814 HY akhirnya bisa kudapatkan. Cuma kredit 10 bulan aja LUNAS hehehee.

Dan tidak terasa saya pun akhirnya pindah dari satu tempat kosan ke tempat lain dan langsung saya memboyong sang Istri dari Jogjakarta menemani ku di kosan baru di Komplek Griya Husada Sungai Raya Dalam. Istri pun baru saja kelar menyelesaikan S1 Bahasa Inggrisnya, dan kami masih pengantin Baru, Saat kami belum memiliki anak, saya sangat rajin mendirikan sholat Malam (Baca : Tahadjud). Sepulang dari bekerja, waktu malam saya gunakan hanya untuk beribadah dan juga akfititas rutin dan ringan saja di rumah. Begitu pula dengan sang istri yang setia mendampingi saya sepulang kerja di rumah. Sang Istri pun rajin mengirimkan surat lamaran ke berbagai sekolah. Namun semua lamaran itu ditolak baik mentah maupun mateng. Hehehhee

Kini hadir anak Pertama, lalu kemudian Alhamdulillah hadir kembali anak kami yang kedua. Dan Sang istri tercinta juga sudah menyandang sebagai salah satu Pegawai Negeri Spili. Lengkaplah sudah putra putri, dan saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Allah SWT Maha Kaya dan Maha Pemurah. Kesibukan saya pun semakin luar biasa. Kalaw dulu saat kami belum memiliki satu anak pun, dan sang istri masih menganggur, saya banyak waktu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sering mendirikan sholat Malam. Namun saya merasakan dengan hadirnya karunia anak dan pekerjaan lapang buat istri, kok malah semakin menjauhkan diri saya dengan sholat Malam dan aktifitas amal ibadah lainnya. Saya sadar dan ini tidak benar.

Ini merupakan salah satu hal yang sangat tidak menyenangkan. Hikmah dan karunia rezeki dari Allah SWT seharusnya menjadikan ujian bagi saya. Saya seharusnya sadar bahwa semua itu mungkin ujian dan c0baan bagi saya. Saya harus mengubah ini semua untuk kembali ke masa masa dulu yang dekat dengan Allah SWT dan rajin mendirikan sholat Malam kembali seperti dulu. Bisakah aku melakukannya?. Hal ini yang seharusnya membuat saya sadar, dan saya berusaha untuk sadar dan jangan sampai terlena atau tergelincir. Di saat saya dilanda kesusahan dan kesulitan, saya dibantu Allah SWT melalui keluarga, dan sekarang saya harus segera bangkit dari terlena ini untuk segera banyak beribadah, bersodakoh, bersyukur dan juga berbuat baik untuk sesama.

Aku Semakin sibuk, dan aku akan semakin memperbaiki diri
AKu harus berjuang


Kalaw anda membaca judul postingan saya kali ini "Terlambat Satu Generasi" sudah barang tentu akan menimbulkan ambivalensi atau juga penafsiran yang berbeda beda antara satu orang dengan orang yang lain dan saya kira itu adalah hal yang wajar saja. Namun demikian hanya penulis sajalah yang ingin meluruskan atau menyampaikan kepada para pembacanya apa sebenarnya yang penulis (saya-red) maksudkan dengan judul tulisan hari ini.

Pepatah usang namun masih ngejreng saat ini adalah "tidak ada istilah terlambat" ya itu memang benar adanya. Namun "terlambat" yang satu maksudkan di sini hanyalah penggambaran atau dramatisasi konteks tulisan bukan dalam pengertian yang sebenarnya. Bahwa saya ini "terlambat satu generasi" hanyalah dalam konteks karir atau kreatifitas dengan orang lain.

Beda Jaman Beda Habitat
Salah satu hal yang "disesali" oleh saya saat ini adalah konteks "terlambat satu generasi" dengan anak anak mahasiswa jaman sekarang (era 2011-red). Sebagai contoh yang mudah sekali adalah alat komunikasi kecil mungil alias HandPhone atau Hape. Nah nah benda komunikasi kecil mungil ini tidak ada saat jaman saya kuliah dulu di era 90-an. Bahkan jaman pager (baca :pejer) aja saya tidak ada punya saat itu. Generasi saya memang sangat beda 100 derajat dengan generasi sekarang ini. Dan saya rasa perbedaan generasi ini adalah sesuatu yang alamiah, dan sudah merupakan kodrat Illahi kalaw "habitat" kita memang berbeda.

Jangan kita yang sudah gede gede gene (baca : tuir), anak SD pun banyak yang sudah memiliki Handphone bahkan barangkali fitur fitur dan harga HP nya melebihi dengan tipe atau model HP yang kita punya sekarang. Kalaw saya sih punya HP asal bisa kirim kirim SMS dan menerima Telepon sudah lebih dari cukup. Mengapa cukup? Karena saat ini saya lagi tidak mau punya HP Canggih, Apalagi sampai ada HP berkamera atau fasilitas canggih lainnya seperti Facebook, MMS, Wifi, Video Recording segala macem. Bagi saya pribadi punya HP asal bisa SMS dan menerima telepon sudah lebih dari cukup. Fasilitas HP yang menurut saya "cukup mewah" hanyalah fasilitas radio FM di HandpHone saja saya sudah amat bersyukur.

Cobalah kita merenung. Mengapa perbedaan generasi kita dengan generasi sebelumnya bisa begitu jauh berbeda. Pertama : Karena pada jaman kita fasilitas tidak selengkap dan semewah sekarang ini. Jaman sekarang ini apa apa sudah ada, dan banyak akses mudah untuk memperoleh fasilitas semua itu. Jaman dulu perjuangan saya mempelajar Bahasa Inggris cukup hanya mampir di Perpustakaan Kampus, perpustakaan daerah, dan juga mampir di toko Buku sekedar numpang baca atau membelinya. Tidak ada jaman itu yang namanya Internet. Nah perbedaan itu membuat kita berbeda amat jauh. Selain itu juga visi mahasiswa jaman saya dulu adalah murni untuk Kuliah, dan bekerja mencari uang saat itu hanyalah sekedarnya aja.

Kedua : Generasi jaman sekarang lebih banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas yang amat memanjakan. Akses internet yang begitu murah dan tersedia di mana aja. Kita tidak bisa menolak kenyataan selain sebagai sarana buat facebookan, YE-Eman, atau SkaiPan hahaha semuanya juga bisa mendatangkan uang, dan juga menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan dan informasi untuk mengisi kekosongan di otak mu. Selain itu juga visi Mahasiswa atau pelajar sekarang jauh lebih "advance" dan berwawasan dari kita. Mereka bisa memanfaatkan IT dan kemajuan teknologi untuk bisa menengok negara lain dengan mengikuti serangkaian kegiatan konferensi, seminar, workshop atau bahkan studi hingga ke negara lain seperti Amerika Serikat, Belanda, Australia dan lain sebagainya

Tidak ada Kata Terlambat
Nah dari perbedaan generasi kita dengan generasi mendatang sudah saya sebutkan secara parsial di atas. Ukuran perbedaan karakter tiap generasi sudah pasti berbeda antara konsep yang ada di kepala saya dengan konsep beda generasi para pembaca blog saya sekalian. Nah biarlah perbedaan itu menjadi hikmah dan memperkaya wawasan kita semua. Namun demikian seperti yang tertulis pada sub judul kedua tulisan saya kali ini bahwa "tidak ada kata Terlambat" untuk kita semua untuk maju dan berkembang. Kenapa Maju dan berkembang? Karena bisa aja anda maju namun tidak berkembang. Atau bahkan anda berkembang tapi tidak ada kemajuan hahahaha. Bingung khan? sama saya juga

Kadang saya tidak sadar dengan usia saya yang hampir menginjak kepala "4" dalam beberapa minggu ke depan ini (nah mau tau profil dan segalanya tentang saya ? silahkan mampir saja ke website pribadi saya kapan kapan ya hehehe, jangan lupa untuk isi buku tamu yang sudah disediakan ahahhaa promoseeee). Memang tidak ada kata terlambat untuk kita semua untuk maju dan berkembang. Kita tidak perlu malu untuk belajar dari kesulitan dan kemajuan orang lain. Kita belajar dari orang tidak dari prestasi (achievement) seseorang saja, tetapi jauh yang lebih penting lagi di sini adalah bagaimana "proses" seseorang itu bisa sukses. Kita bisa belajar kepada mereka bagaimana proses mereka meraih cita cita.

Kadang saking semangatnya saya (tentu sebagai perwakilan tidak resmi dari Generasi jaman saya) ikut dan bersaing melengkapi diri untuk berkompetisi dengan anak anak generasi jaman sekarang dengan segudang aktifitas konperensi seminar para Mafia Konferensi, tiba tiba panggilan "pak" akhirnya mendarat juga ditelinga saya. Tiba tiba saya dikejutkan oleh sapaan dari beberapa orang yang menambahkan "gelar" itu di depan nama saya.

Sejenak saya sadar bahwa kini saya sudah tidak muda lagi, dan generasi kita memang berbeda. Saya dahulu memang pernah sesuai kalian para mahasiswa, dan kini saya sudah tidak muda lagi. Begitu pula kelak generasi sekarang akan menuju generasi selanjutnya, dan dunia ini terus berputar. Tali estapet kepemimpinan dan konteks kualitas diri masing masing akan berbeda beda pada setiap generasi generasi itu.

Dalam tulisan ini, saya coba untuk mengingatkan diri saya sendiri untuk tetap maju dan terus belajar meningkatkan kemampuan. Umur memang akan terus berjalan, dan kita harus benar benar memanfaatkan tiap detik waktu yang tersedia untuk kita manfaatkan untuk segala perbaikan dan peningkatan kualitas diri ; meningkatkan kemampuan diri, meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT dan juga tetap bersodakoh beramal dan berbuat baik untuk sesama. Tentu dari itu semua, dan merupakan pengecualian adalah motivasi. Banyak yang bisa menjadi motivasi kita untuk tetap menjadi generasi abadi, tetap merasa muda (forever young) untuk terus berkarya dan berprestasi. Setiap orang tentu punya "sesuatu" yang bisa dijadikan pemicu dan pembakar semangat hidup kita di dunia ini.

Anda sendiri yang tau apa sesuatu itu


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia