Help us to keep our home
Dear Blog

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga pada saat tulisan ini kuturunkan buat para pembaca setia Blog saya di mana saja berada.

Ku tulis blog ini sekedar sharing ide dan juga sebagai pembanding antara apa yang saya lakukan terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada kehidupan saya yang (siapa tahu) bisa berguna bagi pembaca sekalian.

Langkah langkah yang saya tempuh dalam menyikapi peristiwa yamg terjadi juga (siapa tahu) bisa bermanfaat bagi pembaca yang lain yang (siapa tahu) mengalami hal yang sama yang saya alami. Apakah ini bisa disebut dengan "Curhat" seperti tidak. Bukan Curhat tetapi pokok pikiran yang saya tulis dalam bab bab paragraf blog itu saja. Nah tema kali ini adalah "aku sudah lelah". Lelah dalam artian bermacam macam, dan bukan sekedar lelah dalam artian fisik

Tidak terasa memang waktu yang demikian cepat. Saya juga sadar sudah bukan muda lagi, dan waktu yang demikian cepatnya semakin saya waspadai untuk lebih berhati hati lagi dalam menentukan sikap dan tingkah laku saya sehari sehari selama 24 jam ke depan selama 1 minggu setiap bulan dan setiap tahun.

Coba lihat saja betapa cepatnya sang waktu berputar. Baru saja kita semua merayakan datangnya tahun baru 2011 dan tidak terasa sekarang sudah masuk bulan Februari 2011, dan itu berarti waktu "tersisa" tinggal 10 (Sepuluh) bulan lagi tahun 2011 ini akan segera kita akhiri. Apa saja yang akan kita semua lakukan dalam tahun 2011 yang sudah memasuki bulan Februari ini?. Waktu memang berjalan sangat cepat

Aku sudah "Lelah"
Berbagai bentuk ketidak adilan, penindasan, penyalahgunaan kekuasaan, tumpang tindih dan juga tidak transparansinya yang terjadi di depan mata saya sekarang ini sudah tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Parahnya sudah minta ampun, dan sudah berada di titik nadir. Berbagai upaya persuasif, bahkan sindiran sudah tidak mempan lagi buat mereka. Mereka memang punya kuping namun tidak bisa digunakan untuk mendengar jeritan hati kami kami. Mereka punya hati namun tidak memiliki perasaan. Mereka bilang bisnis adalah bisnis, dan bisnis tidak mengenal perikemanusiaan. Ah masa sih? Apa iya bisnis tidak mengenal kemanusiaan?. Kalaw gitu buat apa ada CSR donk gimana sih ente kalaw ngomong nda pake otak apa?

Saya memang sudah "lelah" dengan semua itu. Perjuangan saya sepertinya sia sia, dan tidak banyak teman yang mendukung perjuangan saya menegakkan keadilan, dan kebenaran. Memang ada beberapa teman yang mendukung perjuangan saya secara moril, dan ada juga SMS dukungan dukungan buat saya meneruskan perjuangan seorang diri.

Tapi alih alih untuk terus berjuang menegakkan keadilan, transparansi malah saya diteror dan mendapat intimidasi untuk tidak meneruskan perjuangan. Apa saya takut? Oh tidak. Namun saya berpikir rasional saja. Di saat krusial seperti ini ada sesuatu di belakang saya yang menahan diri ini untuk berjuang menegakkan keadilan, dan kebenaran dengan cara yang tidak frontal.

Berjuang sendiri tentu tidak sama jika berjuang bersama sama dalam forum. Namun demikian faktor keluarga lah yang menyebabkan saya harus berpikir dua kali untuk terus "bertempur" dengan mereka yang jauh lebih lengkap "persenjataannya" dibanding saya yang masih dalam keadaan "tangan terikat" oleh keputusan keputusan yang mereka perbuat.

Mereka bisa saja memecat orang kapan saja karena memang mereka (saat ini) berkuasa. penuh Dinding memang terlalu tebal untuk diruntuhkan, dan saya ternyata tidak punya power menjadi "The Giant Killer" (Pembunuh Raksasa) yang selama ini menjadi visi saya.

Juga soal lain. Hal hal remeh dalam pertemanan yang kadang membuat saya sering tersedot perhatiannya. Saya memang termasuk orang yang tidak bisa diacuhkan, tetapi kadang juga sifat cuek saja timbul. Mereka yang sebenarnya bukan menjadi "target" saya terkena getahnya atas sikap yang saya ambil buat melawan mereka.

Akibatnya ada teman yang merajuk karena pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan kini menjadi beban dia. Dia marah dan kecewa kepada saya tetapi saya bisa memakluminya. Karena dia bukan target saya. Dia hanya kena sasaran tembak saya yang sebenarnya bukan ditujukan kepada nya. Maafkana saya ya teman. Saya bisa memahami sikap dia yang marah dan kecewa kepada saya. Bukan dia yang saya maksudkan. Aku sudah "lelah" dengan semua itu. Benar benar aku sudah tidak punya daya dan waktu lagi untuk mereka

Aku mau Tenang
Dan dari itu semua, dan juga berdasarkan diskusi saya dengan keluarga, kini saya sudah mengambil sikap "fade away" atau menyingkir dari pusaran konflik kepentingan. Saya menarik diri dari konfrontasi langsung dengan mereka. Jangan katakan saya sudah tidak idealis. Saya masih tetap idealis memperjuangkan keadilan, transparansi dan kebenaran buat teman teman yang tertindas oleh kebijakan mereka. Itu tetap membara dalam diri. Jangan katakan saya takut, karena saya tidak pernah takut kepada mereka.

Andai saya masih sendiri dan tidak menjadi mempunyai tanggungan keluarga, dan saya masih berusia muda, sudah dari dulu saya akan memberi pelajaran kepada mereka. Namun fokus saya kini sudah tidak berorientasi pada mereka, perhatian saya kini tercurah kepada pengembangan diri, pekerjaan, dan keluarga yang menjadi alasan saya untuk "fade away". Saya masih bisa menulis, menuangkan ide dan gagasan, dan tetap "galak". Mungkin generasi setelah saya yang akan menjadi "The Giant Killer", dan saya tetap optimis cepat atau lambat mereka akan jatuh oleh kebodohan yang mereka buat sendiri. Dengan analisa saya sekarang ini dan berdasarkan feeling saya sih tinggal menunggu waktunya saja mereka pasti akan jatuh.

Saya ingin hidup tenang. Menikmati waktu bersama keluarga, mensyukuri rezeki dan karunia dari ALLAH SWT dan tetap bekerja dengan doa dan harapan. Semoga tahun 2011 ini menjadi tahun yang berkah bagi kita semua. Dan kepada mereka semoga diberikan cahaya, dan tuntunan kepada jalan yang benar, dan bahwa sesungguhnya kita semua adalah bersaudara. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar tentunya bukan. Dan biarlah tulisan ini adalah pokok pikiran , dan pendapat saya yang bisa saja berbeda dengan anda, tapi itulah demokrasi. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar bukan?

Saya sudah tidak mau berurusan dengan mereka lagi. Biarlah saya "fade away" atau menyingkir. Saya hanya ingin ketenangan

Tag : Kuliner - Asep Haryono | Ngrujak Yuk - Powered by Blogger

Dear Blog

Kalaw melihat dari judul blog tulisan saya kali ini berkisar tema Kuliner. Hehehe kapan sih saya menolak untuk urusan makanan. Tidak la yaw. Eh tentu blogger semua, dan para pembaca blog setia saya pasti pernah icip icip Rujak bukan?. Rujak merupakan gabungan dari beberapa buah buahan yang dipotong potong dalam ukuran kecil kecil, lalu diberi sauce (bumbu-red) yang terbuat dari campuran sambel kacang, gula merah, cabe, dan kadang masih ditaburi dengan petis. Apa aja yang sesuai dengan selera, hidangan rujak tentu akan menyegarkan jika disantap setelah makan utama (makan siang misalnya-red).

Menurut wikipedia disebutkan bahwa Rujak adalah makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Rujak mudah ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dan disana disebut "rojak". Sedangkan jenis jenis rujak di Indonesia ada berbagai macam. Misalnya saja
Nah jenis jenis rujak di atas tentu ada yang pernah dicoba oleh para blogger sekalian tentunya. Saya sendiri aja sudah mencicipi rujak cingur, rujak tahu, dan yang baru saja saya icip icip adalah rujak petis. Ngomong ngomong soal rujak petis ini, saya ada pengalaman unik.

Tadi pagi sekitar jam 10.30 WIB setelah muter muter ngurus perpanjangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor Catatan Sipil lalu dilanjutkan dengan mencetak (printting) KTP Di kantor Kecamatan Pontianak Tenggara, saya pulang dan balik lagi ke kantor melewati jalan Ahmad Yani. Saya melewati Musium Negeri Kalimantan Barat, melaju dengan kecepatan sedang 40 KM/perjam dengan motor SupraFit Tahun 2004 saya. Setelah tengok kiri kanan, pandangan mata saya terbetot oleh seorang tukang rujak yang memakai nama "kang Asep". Wah ini pas seperti julukan saya di kantor.

Walau sudah hampir melewati Museum Negeri, saya putuskan memutar kembali ke Musium Negeri dengan maksud pertama kalinya hanya untuk mengambil gambar sang penjual rujak yang memakai plang nama "Kang Asep" itu. Namun mengapa tidak sekalian aja makan rujak petis , kan saya jarang jarang makan rujak petis. Setahu saya sih belum pernah, tetapi kalaw icip icip tahu goreng pake petis sih pernah. Petis kan campuran udang (ebi-red) kecil kecil kan ya. Ya udah akhirnya saya pun berhenti di dekat sang penjual rujak, memarkir motor, lalu icip icip rujak petis dengan harga seporsi plastik kecil Rp.5.000,- (Lima Ribu Rupiah).

Rasa rujak petis sih kalaw menurut saya lebih enak rujak standar. Maksud saya sih rujak yang biasa aja dengan sambel kacang yang terasa pedasnya, dan memang rujak standar itu sudah biasa dilidah saya terutama. Hmm. Lumayan juga. Enak juga kok. Setelah habis 1 bungkus rujak petis, saya pun segera merogoh Kamera Nikon Coolpix L19 saya dan langsung mengambil beberapa gambar si penjual rujak petis yang namanya sama dengan nama julukan saya di kantor, Kang Asep hehehe. Menurut ku sih unik, dan kebetulan aja sama (namanya) hehehe.

Selamat menikmati hehehe
Kalaw melihat judul tulisan blog saya kali ini terkesan "vulgar" dan "tidak patut" dipublikasikan dalam media jejaring pendapat sekelas blog ini. Hehehe. Saya paham kok namun ada beberapa hal yang ingin saya coba untuk mensharingnya dengan para pembaca semuanya.

Namun demikian aktifitas (maaf) kentut ini juga lazim dan terjadi pada siapa saja, tidak lelaki maupun wanita. Namun yang sering terjadi adalah para kaum adam yang sering kedapatan melakukan aktifitas seperti ini.

Namun dalam tulisan saya kali ini adalah sebuah ide unik aja hehehe bagaimana membuat aktifitas kentut anda hari ini mempunyai kualitas yang prima dan tidak menimbulkan keresahan para tetangga anda di sekeliling anda.

Agar Buang Angin Tak Berbau. Nah inilah judul postingan blog kali ini saya "culik" dari internet kalaw nda salah sih sumbernya dari VivaNews. Unik juga ya rasanya, ya agak parno parno dikit gitulah. Buang angin merupakan aktivitas sangat umum, dan menyehatkan. Walau begitu, Anda bisa merasa malu bila sampai kepergok buang angin di tengah banyak orang, apalagi mengeluarkan suara dan bau tak sedap. Buang angin merupakan kegiatan yang wajar terjadi karena konsumsi makanan yang menimbulkan pembentukan gas berlebihan di dalam tubuh.

Sedangkan aroma tak sedap yang keluar saat seseorang buang angin, bisa disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di usus besar, yang pada gilirannya menghasilkan gas berbau busuk. Tapi jangan khawatir, masih ada cara jitu untuk mengatasi bau tak sedap saat buang angin, dikutip dari Times Of India.

  1. Batasi konsumsi makanan yang tinggi kadar lemak. Makanan tinggi lemak menghasilkan sejumlah besar karbondioksida dan beberapa di antaranya akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk gas.
  2. Kelebihan karbohidrat dalam diet seseorang dapat menyebabkan masalah gas.
  3. Mengurangi jumlah udara yang Anda telan. Hindari berbicara dan tertawa sambil makan, karena perilaku seperti ini mengakibatkan menelan udara berlebihan. Makan dan minum perlahan dan mengunyah makanan Anda dengan baik.
  4. Mengunyah permen karet dan merokok menyebabkan udara yang Anda hirup juga menjadi berlebihan. Akumulasi udara ini menyebabkan kembung, membuat perut tertekan, dan menimbulkan gas.
  5. Hindari konsumsi makanan pedas karena mereka bisa meningkatkan debit asam lambung yang dapat menimbulkan iritasi.
  6. Kelebihan konsumsi minuman yang bersifat asam juga perlu dihindari, seperti teh, kopi, minuman bersoda, dan alkohol. Ini cenderung menyebabkan iritasi pada saluran gastro-intestinal. Juga, kurangi kebiasaan minum dengan menggunakan sedotan. Cara ini bisa menyebabkan udara lebih banyak masuk ke dalam saluran pencernaan.
  7. Kurangi makanan yang menimbulkan gas, seperti kacang-kacangan, kembang kol, kubis, brokoli, kacang, dan pisang.
  8. Jangan makan tiga kali makan besar di siang hari. Sebaliknya makan lima makanan kecil.
  9. Setelah makan ada baiknya Anda berjalan-jalan atau melakukan aktivitas seperti menaiki tangga agar kalori terbakar dan tidak menumpuk dalam perut. Aktivitas fisik membantu pencernaan bekerja lebih baik.


Dear Blog

Baru baru ini kita dikejutkan dengan berita mendadak wafatnya aktor, model, dan anggota MPR-RI Adjie Massaid. Dugaan pertama yang menyeruak dari berita wafatnya almarhum adalah dugaan serangan jantung. Publik di tanah air terguncang dengan berita kematian almarhum yang sudah dikenal dikalangan publik sebagai tokoh masyarakat, anggota DPR, dan manajer Tim Nas U-23 saat ini.

Kepergian beliau yang amat mendadak benar benar mengagetkan kita semua, karena yang kita tahu almarhum dikenal memiliki tubuh atletis, dan berbadan sangat sehat. Apa hikmah yang bisa kita pelajari dan teladani dari wafatnya almarhum ini?

Bahkan publik di tanah air baik dari kalangan selebritis, media cetak, elektronik hingga kepada jejaring pertemanan facebook, twitter juga ramai membicarakan wafatnya almarhum yang sudah lama dikenal sebagi aktor sekaligus model dan juga istri Angelina Sondakh yang juga politisi partai tertentu di Indonesia.

Aktor sekaligus anggota DPR, Adjie Massaid meninggal dunia secara mendadak, pada Sabtu (5/2/2011). Konon usai menjalani aktivitasnya sebagai anggota DPR, Adjie bermain sepakbola di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Jumat (4/2/2011) sore. Namun demikian setelah kegiatan itu diberitakan almarhum merasakan sesak di dada lalu dilarikan ke Rumah Sakit. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan, beliau positif dinyatakan meninggal dunia. Sejauh ini belum bisa dikonfirmasikan penyebab utama kematian almarhum. Dugaan sementara saat ini adalah serangan jantung (heart attack-red)

Adjie Massaid memiliki nama lengkap Chandra Pratomo Samiadji Massaid, terlahir di Jakarta, 7 Agustus 1967. Karirnya diawali dari model dan bintang film, sebelum kemudian terjun di dunia politik. Kini mantan suami penyanyi Reza Artamevia ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) dari Partai Demokrat lewat Pemilihan Umum (Pemilu) 2004. Aktivitasnya di Partai dan sebagai anggota Dewan, kemudian mempertemukan ayah dua anak itu, dengan mantan Putri Indonesia 2001, Angelina Sondakh yang juga anggota dewan dari partai yang sama.

Hikmah
Setelah bercerai dengan Reza Artamevia, (alm) Adjie Massaid menikah kedua kalinya dengan Angelina Sondakh. Sebagian kalangan banyak menilai bahwa pernikahan Adjie dan Angie sebagai sebuah contoh kerukunan. Pada awalnya keluarga Adjie dan Angelina adalah suatu contoh kerukunan, keharmonisan menghargai kepercayaan masing-masing , hingga pada akhirnya diberitakan juga bahwa Angie sudah mualaf.

Kejadian wafatnya Adjie Massaid benar benar membalikan streotipe dan paradigma bahwa dalam tubuh yang sehat (belum tentu) terdapat jiwa yang sehat. Dalam sebuah tayangan di Metro TV yang menghadirkan pakar Science Sport yang juga ahli kesehatan. Beliau menyatakan bahwa dalam tubuh orang yang sangat sehat (makan teratur, gizi baik, sering olah raga, ngegym dan lain sebagainya) bukan jaminan bahwa dia benar benar sehat. Ada faktor lain yang bisa mempengaruhi kesehatan kita misalnya stress yang bisa menciptakan racun dalam tubuh.

Hikmah yang bisa kita petik sekarang adalah kesadaran. Mulai saat ini kita harus sadar bahwa umur kita benar benar dikuasai oleh ALLAH SWT Maha Pencipta. Kita tidak bisa menyatakan bahwa orang yang lanjut usia sudah wajar meninggal, dan orang yang muda umurnya masih panjang. Dengan kejadian wafatnya alm Adjie Massaid, sudah benar benar membuktikan bahwa umur kita ditangan ALLAH SWT. Dan ditangan Allah SWT jualah umur kita tergantung pada NYA. Apakah kalian semua menyangsikan kejadian yang telanjang ini?

Marilah kita banyak beramal, beribadah lebih kusyu' kepada Allah SWT. Kita tidak akan pernah tau sampai dan kapan nyawa kita akan kembali kepangkuan Allah SWT. Setiap detik tarikan nafas adalah waktu yang amat berharga bagi kita semua untuk terus berprestasi, terus beramal dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT

Dear Blog

Mendengar kata sabar (patient) atau kesabaran (patience) dalam Bahasa Ingris adalah ungkapan yang wajar dan mudah dipahami oleh setiap orang. Sabar dan kesabaran adalah dua kata yang kira kira mempunyai makna yang hampir atau serupa.

Sifat sabar dan mempunyai sifat kesabaran dalam diri manusia adalah hal yang baik dan bijak. Untuk memiliki sifat sabar memerlukan kerja keras, dan tidak mudah bagi setiap orang untuk mendalami kata yang sangat sederhana itu. Emosi yang kita pertontonkan dalam beberapa kejadian di televisi tidak serta merta membuat orang memahami secara gamblang dan menyeluruh mengenai sabar itu. Namun apa sebenarnya yang membuat kita kadang tidak sabar terhadap cobaan hidup?

Mengapa kita perlu sabar dan mempunyai sifat kesabaran? Pada pengertian yang sangat sederhana, SABAR adalah satu sifat manusia. Dalam kajian keagamaan Islam , bahwa sabar itu berarti menahan dan menanggung diri daripada perkara yang tidak disukai Allah kepada yang disukai atau menahan dan menanggung diri daripada yang disukai nafsu kepada yang disukai Allah. Namun bukan kajian Islam atau dari sisi kacamata agama yang akan saya bahas di sini mengingat keterbatasan saya dalam disiplin agama ini. Saya coba menafsirkan "sabar" dalam konteks kekinian dalam diri kita terhadap fenomena kehidupan dunia ini. Duile bahasanya, keren banged kedengarannya. Ck ck ck..

Sabar terhadap Cobaan
Dari sini pada umumnya manusia banyak yang lulus dengan nilai sempurna. Orang banyak yang dekat kepada Allah SWT Maha Pencipta jika dia diberikan cobaan kesusahan, dan hidup serba kekurangan. Kekurangan dan kesusahan ini bisa bermacam macam baik dari sisi materi maupun yang sifatnya bukan materi.

Termasuk juga di dalamnya kesabaran yang sifatnya riil seperti kehilangan uang, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan rekan yang kita sayangi juga dalam koridur ujian kesabaran kita. Nah siapkah kita memupuk mental dan memperkaya keyakinan diri bahwa sabar itu juga baik dan amat bermanfaat?. Dengan sabar kita akan semakin bijaksana, dan dari sisi pendewasaan kita akan semakin arif dan bijaksana

Sabar dari urusan amarah
Marah atau angry dalam bahasa Inggris. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah marah kepada orang lain bahkan marah kepada diri sendiri. Marah itu bagaikan api. Dan api sangat identik dengan urusannya syaitan. Huaaaaaaa serem. Jangan jangan orang yang senang marah itu sama juga dengan senang sama syetan kali ya. Wah wah jangan deh. Syetan dalam artian modern sekarang ini amat beda dengan paradigma kesetanan yang banyak dianut oleh para pejabat korup di negeri kacaw balah seperti indonesia ini.

Coba liat saja apa yang sekarang sedang terjadi di Mesir. Jutaan rakyat Mesir marah karena miskin dan tidak sabar untuk segera menggulingkan presiden incumben Hosny Mubarak. Nah bagaimana sifat sabar dalam diri rakyat Mesir (saat ini) diuji oleh negara yang sudah memerintah selama lebih dari 30 tahun itu. Presiden Mesir dianggap rakyatnya tidak lagi berfokus kepada rakyat dan menumpuk kekayaan yang tiada hentinya itu. Nah nah dari sinilah kita belajar dari mereka betapa kesabaran dan sifat sabar itu mahal harganya. Bisakah kita menarik pelajaran dari Mesir tentang kesabaran dan sabar?

Sabar dari Lilitan Hutang
Nah siapa sih yang belum pernah berhutang atau mempunyai hutang kepada orang lain?. Ada memang beberapa dari teman saya yang tidak pernah berhutang sama sekali, dan bahkan dia sekarang rajin menjadi "bankir" yang memberikan pinjaman kepada orang lain dan tentu saja tidak dengan bunganya donk. Emangnya kawan saya itu rentenir. Namun dalam catatan saya ini hutang adalah salah satu alternatif jalan pintas untuk menutup kebutuhan yang sangat mendesak dengan cara menggali sumber dana dari pihak lain yang bersifat sementara. Sedangkan cara untuk menutup hutang dengan mencari hutang baru juga tidak akan memecahkan persoalan.

Salah satu cara jitu agar anda terbebas dari hutang adalah sabar untuk tidak melakukan (hutang) lagi kepada pihak lain. Kebebasan finansial yang anda idamkan selama ini sebenarnya bisa terwujud jika anda benar benar memahami bahwa sabar untuk tidak berhutang juga baik. Nah salah solusinya adalah menahan diri untuk tidak melakukan (hutang) lagi dan meningkatkan pemasukan (income) anda menjadi 1 atau 2 kali lipat dari penghasilan yang anda hasilkan sekarang ini. Insya Allah anda akan terbebas dari "kejaran" sang hutang.

Marilah kita mulai sabar dan bersabar itu baik


Dear Blog

Bulan ini genap usia kantor ku berulang tahun yang ke 38 (tiga puluh delapan) tahun. Sungguh suatu usia yang sudah tidak terbilang belia lagi. Di usia kepala 3 kalaw dalam diri orang dewasa sebenarnya sudah terpatri rasa kebijaksanaan dan juga kearifan lokal yang tercermin dari kebijakan kebijakan internal maupun eksternal.

Semuanya bersatu padu demi mencapai tujuan bersama. Yakni maju dan menjadi perusahaan yang terus tumbuh berkembang dari waktu ke waktu. Sayang sekali dari sejumlah prestasi yang membanggakan itu terselip juga beberapa program kerja dan kebijakan yang dianggap belum bisa menjembatani perbedaan kepentingan baik dari sisi sang pengusaha selaku pemilik modal, pemilik perusahaan dengan para buruh atau karyawannya. Berikut adalah catatan saya

Bekerja dengan upah yang layak dan dalam lingkungan yang kondusif adalah cita cita dan dambaan para karyawannya. Hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan para pekerja dalam koridor yang selaras dalam Undang Undang Ketenagakerjaan juga menjadi impian kita semua. Pengusaha tetap terjaga kepentingannya dan pencapaian yang diharapkan perusahaan dapat terwujud dengan tekad dan kerja keras para karyawannya.

Begitupula sebaliknya kesejahteraan dan kepastian hokum para karyawannya menjadi bekal dan pemicu semangat dalam mencapai target target perusahaan yang dibebankan kepadanya. Namun kadang ada beberapa hal yang masih merupakan ganjalan untuk menjembatani antara kepentingan pengusaha dengan kepentingan karyawan yang belum mencapai titik temu. Seperti apakah ganjalan ganjalannya, mari kita coba bahas dalam tulisan sederhana kali ini

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi batu sandungan bagi terciptanya hubungan industrialis yang harmonis antara pengusaha dengan Buruh (Karyawan) nya dalam rangka upaya kita untuk membangun hubungan industrial yang sehat.

  1. Sistim Kerja Kontrak (Outsourcing)
    Anda saat ini berstatus karyawan kontrak? Apa saja sebenarnya hak-hak karyawan kontrak itu sendiri? Apakah jenis pekerjaan anda merupakan pekerjaan yang memiliki syarat-syarat untuk dikontrak atau tidak? Fenomena karyawan kontrak di Indonesia sendiri memang sudah berlangsung cukup lama, baik dilakukan oleh perusahaan lokal atau asing.

    Swasta atau milik pemerintah. Sebagai bagian dari sistem ekonomi kapitalis dunia maka fenomena tenaga kerja kontrak atau dikenal dengan istilah oursourcing ini kian banyak dipilih sebagai alternative mendapatkan tenaga kerja yang murah, cepat, dan beresiko lebih rendah. Mengapa demikian? Seseorang yang dikontrak biasanya beban kerjanya hampir sama atau bahkan lebih berat dari pada pegawai tetap, namun dari segi gaji atau fasilitas lainnya tentu saja sangat berbeda.

    Bayangkan saja berapa keuntungan perusahaan dari segi produktifitas misalnya, termasuk tidak adanya ketentuan pesangon yang jelas apabila perusahaan tidak lagi menggunakan jasa si tenaga kerja kontrak. Banyak perusahaan outsource (penyedia tenaga kontrak ) yang melihat peluang ini. Sehingga perusahaan yang membutuhkan pegawai kontrak tinggal memesan sesuai kualifikasi yang diinginkan.

    Namun persoalan yang ditimbulkan akibat sistem kontrak ini seakan tak berkesudahan. Mulai dari PHK sepihak, tidak adanya pesangon yang memadai, dan terlebih lagi tidak adanya perlindungan hukum bagi karyawan kontrak yang akan menuntut haknya di pengadilan.
  2. Transparansi
    Masih berkaitan dengan faktor yang sudah saya bahas di atas, maka faktor kedua yang bisa menjadi ganjalan antara Pengusaha dan karyawan adalah transparansi. Yang saya maksudkan disini transparansi bukan (melulu) urusan yang menyangkut pembiayaan, uang, gaji ,maupun upah, tetapi menyangkut sistim perekrutan (recruitment-red) dan sistim yang dianut oleh perushaan itu sendiri.

    Beberapa perusahaan memang menerapkan sistim manajemen standard dimana keputusan yang diambil oleh manajemen sepenuhnya dimusyawarahkan oleh dewan kehormatan perusahaan atau dewan manajemen sebelum hasilnya diserahkan kepada pimpinan perusahaan, bos atau CEO perusahaan yang bersangkutan.

    Sebagai contoh pengangkatan status pegawai dari pegawai kontrak menjadi pegawai Organik. Sudah disebutkan secara jelas dalam Undang Undang Ketenagakerjaan di Indonesia bahkan yang sudah direvisi sekalipun yakni Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003. Namun bukan dari sisi hukum yang mau saya coba kupas di sini.

    Namun lebih difokuskan kepada pengambilan keputusan untuk proses seleksi hingga kepada pengangkatan dan perubahan status karyawan kontrak menjadi pegawai tetap (pegawai organik-red) yang tidak transparan. Manajemen perusahaan tidak pernah mensosialisasikan mengenai syarat syarat apa yang harus dipenuhi oleh seorang pegawai kontrak untukbisa diangkat menjadi pegawai tetap tidak pernah sampai.

    Mengapa harus disampaikan atau disosialiasikan? Memang sebaiknya perlu. Dengan mengetahui kriteria, syarat dan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan kontrak untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap, maka karyawan yang bersangkutan tentu akan berjuang keras memenuhinya. Dengan kata lain sang karyawan akan tahu apa kekurangan syaratnya sehingga dia bisa memenuhi syarat untuk bisa diangkat menjadi pegawai tetap yang menjadi dambaannya. Kenyataan sekarang tidak demikian. Pihak perusahaan "menggantung" nasib dan status karyawannya menjadi tidak jelas dan sampai kapan statusnya kontraknya akan berakhir.

    Faktor lain yang tidak kalah pentingnya di sini adalah divisi atau unit kerja yang mana yang layak untuk bisa diangkat sebagai sebagai karyawan tetap juga tidak jelas. Apakah ada unit kerja, posisi atau jabatan tertentu yang seumur hidup nasibnya menjadi pegawai kontrak hingga dunia ini berakhir?. Itu sebuah pertanyaan besar yang memerlukan penjelasan yang bisa memuaskan semua pihak.

    Jika poin poin di atas tidak mendapatkan perhatian bersama hingga memunculkan dugaan "like and dislike" manajemen akan semakin melekat pada kinerja sangbos yang tidak bisa dibantah. Peraturan tetaplah sebuah peraturan, namun jika unsur individual dan pribadi yang bermain, maka peraturan tidak akan berlaku. Tidak ada yang melarang seseorang menyukai anda begitu juga sebaliknya
  3. Tumpang Tindih Wewenang dan Kekuasaan
    Namun dalam prakteknya dilapangan, seringkali keputusan yang diambil oleh pihak perusahaan diambil secara sepihak oleh pimpinan perusahaan (BOS) atau Direktur yang bersangkutan. Memang BOS atau Dirut mempunyai hak preogratif dan bertindak sebagai decision maker (pembuat keputusan-red) tertinggi dalam sebuah perusahaan.

    Namun konteks yang saya bahas di sini adalah peran dewan manajemen yang terdiri dari beberapa orang yang membahas atau merumuskan hasil rapat yang kemudian diserahkan kepada sang pimpinan. Dalam prakteknya malah sebaliknya dimana pihak Pimpinan Perusahaan juga bertindak sebagai manajemen, dan apa yang disebut manajemen adalah sang pemimpin perusahaan sendiri. Sehingga menjadi bias. Yang manakah yang dimaksud dengan manajemen itu?

Ada seseorang yang saya temui dan kami berbicara di sebuah kafe cepat saji. Dari obroalan kami yang singkat lalu kemudian mengarah kepada obrolan "berat" hingga sampai kepada obrolan menyangkut pengelolaan manajemen perusahaan.

Menurut dia, adalah hak perusahaan untuk tidak menyampaikan atau tidak mensosialisasikan kriteria karyawan organik kepada para bawahannya karena sistim penilain internal yang dijalankan. Jadi, tambah dia lagi, jika anda tidak senang dengan sistim yang diberlakukan oleh perusahan, ya silahkan saja anda keluar dan mencari pekerjaan lain. Masih banyak orang di luar sana yang menanti pekerjaan selain anda tentunya, begitu katanya menambahkan.

Secara teori memang benar apa yang dikatakan pria bertubuh gempal ini. Dalam bahasa perancis era revolusi disebut "I etat c'moi" (maaf kalaw salah hehehe). Negara adalah saya, dan saya adalah negara. Seperti yang sudah saya sebut di atas adalah manajemen adalah saya, dan sayalah manajemen itu.

Dimana mana dibelahan dunia manapun, pihak bos atau pengusaha mempunyai hak preogatif untuk mengangkat, dan memberhentikan seseorang. Namun konteksnya di sini adalah bahwa asas kepatutan dan etika. Jika koridor hukum belum bisa menyentuhnya, maka sebaiknya anda menghindarinya dengan cara keluar dari perusahaan dan mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan pilihan hati anda sendiri.

Belum lagi persoalan kesepakatan kerja bersama, Serikat Pekerja serta hubungan industrial yang sehat dan harmonis yang tidak dapat saya bahas satu demi satu mengingat waktu yang belum cukup bagi saya menulisnya. Saya pun tidak ingin anda bosan membaca tulisan saya yang mungkin terlalu panjang dan bertele tele. Yah namanya juga hobi menulis. Susah sih dihilangkan hehehehhee.

Saya berpendapat semua ini adalah proses. Proses pendewasaan kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah sistim. Hubungan industrial antara pengusaha dan para karyawannya sebaiknya dibangun dengan dilandasi rasa kebersamaan untuk sama sama berkembang dan maju tanpa harus ada pihak yang tersakiti. Perlu adanya semacam dialog untuk menyikapi kebuntuan ini untuk mencapai "win win solution" untuk menjembatani kepentingan pengusaha dan kepentingan para karyawannya.


Semoga

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia