Help us to keep our home

"Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu...…" Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!

Sebagai contoh, penghasilan Anda adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu saja pada bulan yang bersangkutan. Bila merasa itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu di antara tiga pilihan dibawah ini:

  1. Meningkatkan pendapatan Anda. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tetapi kembali menjadi Rp 1 juta.
  2. MenekanPengeluaran Anda. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu.
  3. Melakukan keduanya.Dengan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda justru memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan.

Semua berpulang pada Anda. Yang paling penting, biasakan diri untuk menabung. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.


Ke mana Menabung?
Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di Bank. Kelebihannya, dana dalam tabungan bisa diambil kapanpun Anda inginkan. Kelemahannya, pada saat ini, umumnya tabungan di Bank hanya memberikan bunga kecil.

Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar - katakan - Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti reksa dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi di mana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu. Jadi, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Baca salah satu triknya.

Yuk Mulai Menabung.



Sejak jaman dulu sampai sekarang, saat jaman semakin penuh keterbukaan dan vulgar, 'etiket' tetap diperlukan dalam pergaulan dimanapun. Etiket tetap dibutuhkan untuk menjaga sikap dan perilaku anda dari hal-hal yang 'tidak pantas'.

Karena etiket pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan dalam bergaul agar semua pihak merasa nyaman. Mungkin kalau anda mendengar kata 'etiket', ingatan anda akan melayang pada tata cara bersantap di meja makan.

Padahal etiket mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara menelepon seseorang, cara bertamu, cara menjamu relasi bisnis, mengendarai mobil di jalan raya, memperkenalkan seseorang pada orang lain, sampai etiket menolak tamu.

Orang yang tidak mempedulikan etiket, biasanya menganggap etiket merupakan suatu atribut yang merepotkan hidup. Makanya orang yang tidak tahu 'etika' umumnya bertingkah seenaknya, tidak tahu sopan santun, dan bicara semaunya. Mereka yang tidak mengenal etika merasa tidak perlu menghargai keberadaan orang lain dan menjalani hidup ini berdasarkan peraturan yang dibuatnya sendiri.

Jadi tak heran, mereka yang tidak tahu etika kerap disebut orang yang 'tak beradab'. Mereka yang tidak tahu etika tidak akan disukai dalam pergaulan, kecuali dalam pergaulan yang menganut aliran yang sama. Dalam pergaulan di kantor, etiket mutlak diperlukan. Karena tentu saja lingkup pergaulan di kantor berbeda dengan pergaulan anda di masyarakat atau di rumah. Di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap anda di kantor.

Seakrab dan sedekat apapun hubungan anda dengan rekan-rekan di kantor, andapun tetap harus mengenal etiket. Misalnya anda tetap harus memanggil embel-embel 'mas' atau 'mbak' kepada rekan kerja yang lebih tua. Sebutan 'Bu' atau 'Pak' juga wajib anda ucapkan kalau memanggil bos atau atasan anda, kecuali jika bos anda tidak keberatan hanya dipanggil namanya. Minta ijin terlebih dulu ketika masuk ke ruangan teman kerja anda juga termasuk dalam etiket bergaul.

Begitu juga dalam berpakaian. Tentu cara berbusana pada jamuan bisnis berbeda dengan cara busana ke tempat liburan seperti ke pantai. Jadi kesimpulannya etiket adalah pengetahuan yang mengatur pantas atau tidaknya anda dalam segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antar manusia.

Dan makin tinggi kedudukan atau posisi seseorang makin tinggi pula tuntutan untuk menjunjung etiket. Karena semakin tinggi posisi seseorang semakin luas pula lingkup pergaulannya. Sehingga mengharuskan ia mengetahui dan memahami etiket lebih dalam, sebagai modal pergaulannya. Orang dengan kedudukan, posisi dan jabatan yang tinggi, pergaulannya tidak terbatas pada keluarga, teman, dan masyarakat semata, tetapi biasanya sudah kepada urusan yang berbau bisnis.

Nah dengan etiket yang baik, konon bisa memperlancar urusan bisnis ini. Karena di antaranya etiket juga mengatur tata cara pertemuan bisnis, jamuan bisnis, dan tata cara melobi seseorang dan menjalin hubungan dengan klien.

Pendek kata, dengan etiket, anda lebih mudah menyesuaikan diri dalam segala 'cuaca'. Dengan pengetahuan etiket yang memadai, anda akan merasa lebih nyaman berada dalam pergaulan di manapun dan dengan siapapun. Dengan demikian, anda tidak akan salah sikap, tidak salah tingkah dan mudah menyesuaikan diri, baik dalam hubungan pertemanan biasa maupun dalam hubungan dan transaksi bisnis. Anda yang bekerja di bidang jasa komersial seperti penerbangan, hotel, travel, dan perbankan, etiket sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, jasa layanan kesehatan juga tak luput dari etiket.

Coba saja anda lihat, seorang dokter praktek yang tahu etika, misalnya selalu ramah kepada pasien, membuat pasien merasa betah dan nyaman. Akibatnya, dokter itu selalu kebanjiran pasien. Atau seorang pengusaha salon yang selalu melayani pelanggannya dengan baik, sudah pasti memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Jadi, selain membuat anda disukai dalam pergaulan, etiket juga dapat mendatangkan keuntungan lain dalam hidup anda.

Makanya kalau anda ingin menjadi orang yang disegani di kantor dan dimana-mana, jangan mengabaikan etiket. Tapi kalau anda bertahan tanpa etiket, siap-siap aja nggak punya temen dan dikucilkan dari pergaulan

Banyak dari kita bingung mencari cara bagaimana agar gaji cukup untuk satu bulan karena sering kali gaji tersebut habis sebelum waktunya.

Sebenarnya anda bisa menabung dari gaji anda tidak perduli berapapun penghasilan anda, dengan cara membangun kebiasaan yang sehat dalam menggunakan uang dan berani mencoba cara-cara kreatif yang bisa membuat uang anda berkembang dan juga membuat hidup anda lebih baik. Namun, perubahan suatu kebisaan memang selalu membutuhkan penyesuaian dipihak lain.

Begitu juga dengan kebiasaan berbelanja, menghabiskan uang pasti jauh lebih menyenangkan daripada harus menyimpannya .

Ketahuilah , Anda tidak harus menderita karena mencoba mengelola uang dengan baik dan mulai menata hidup Anda. Yang harus anda lakukan adalah bagaimana menggunakan uang dengan pintar serta menjadi seorang pembelanja yang hati-hati. Tujuannya adalah agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal dari tiap rupiah yang anda hasilkan dan tidak mengeluarkan sepeserpun ketika tidak diharuskan untuk itu.

Kita ambil saja contoh lain selain perubahan kebiasaan berbelanja yang juga menjadi masalah kebanyakan orang, misalnya kebiasaan merokok. Anda tahu bahwa merokok merusak kesehatan, menyebabkan gangguan kehamilan, impotensi, jantung dan sebagainya. Anda ingin berhenti merokok sama sekali, tetapi tiap hari selalu saja yang terjadi sebaliknya . Berbagai godaan saat pelaksanaannya membuat kemauan yang sudah kuat harus menyerah dengan olok-olok teman yang bertaruh Anda pasti tidak akan berhasil. Belum lagi yang mulut yang terasa asam, konsentrasi yang tergangggu, kepala pusing karena ternyata berhenti merokok juga membutuhkan penyesuaian kondisi fisik yang lain.

Well…. Memang sulit sekali jika Anda harus berhenti merokok sekaligus, tetapi jika satu hari Anda biasa menghabiskan satu bungkus isi 12 batang, kenapa tidak dicoba untuk mengurangi satu batang rokok saja terlebih dahulu. Bedanya tidak terasa bukan ? Jika anda memaksa berhenti sekaligus, Anda pasti akan tersiksa

Bagaimana caranya supaya bisa menggunakan uang dengan cermat dan menjadi pembelanja yang hati-hati ? Berikut ini adalah tips-tips belanja pintar yang sederhana dan bisa membantu Anda membangun kebiasaan berbelanja yang sehat, antara lain :

  1. Kurangi membeli barang-barang yang nilainya menurun.Belanjakanlah uang Anda pada barang-barang yang nilainya bertambah. Kebanyakan orang berbelanja pada barang-barang yang nilainya habis begitu digunakan seperti, makanan, pakaian , atau nilainya menurun seperti barang elektronik dan barang-barang konsumsi lainnya. Selama anda sudah bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka berbelanja adalah hal yang wajar dilakukan dan buka sekedar lapar mata saja .
  2. Little stuff means a lot Seringkali kita tidak merasa keluar uang banyak untuk beli rokok, beli cemilan atau sekedar ngopi-ngopi. Wajar saja jika kita lupa karena jumlahnya kecil saja dan sudah menjadi kebiasaan. Bahayanya adalah karena menjadi kebiasaan sehari-hari maka kita lupa bahwa jumlah yang kecil tadi jika kita kalkulasi dalam setahun jumlahnya jadi besar juga. Tentunya jumlahnya akan jadi lebih berlipat ganda jika diinvestasikan.
  3. Jaga total cicilan hutang dibawah 30% dari gaji. Kebiasaan orang pada umumnya adalah menggunakan hampir 90% dari penghasilannya perbulan untuk membiayai kebutuhan belanja rumah tangga. Apa yang terjadi jika Anda mempunyai cicilan hutang rumah, mobil atau kartu kredit yang menghabiskan 50% dari penghasilan ? Kemana Anda harus memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga. Bisa-bisa Anda mencari pinjaman sana-sini untuk mencover kebutuhan rumah tangga. Karena itu jika anda harus berhutang , jagalah agar total cicilan hutang per bulan jumlahnya tidak lebih dari dari 30% dari penghasilan anda, sehingga sisanya sebesar 70% bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
  4. Kartu kredit bukan uang lebih. Kartu kredit seringkali membuat kita lebih kaya daripada yang sebenarnya. Limit kartu kredit membuat kita serasa mempunyai uang tunai lebih. Padahal limit kartu kredit yang diberikan tidak gratis. Begitu kita pakai maka kita harus mengembalikannya , dan jika Anda tidak sanggup membayar lunas maka Anda akan dikenakan bunga. Karean itu untuk belanja sehari-hari bayarlah dengan uang tunai atau dari kartu ATM atau kartu debit Anda. Simpanlah kartu kredit Anda untuk keadaan darurat, sebagai sumber dana cepat kala keadaan gawat namun uang tunai tidak tersedia.
  5. Miliki dana cadangan. Kadang-kadang walaupun orang sudah mempunyai anggaran belanja, tetap saja kebobolan. Hal ini biasanya karena ada pengeluaran tidak rutin atau tak terduga yang tidak terdapat dalam anggaran. Misalnya ada saudara pinjam uang, memberikan hadiah ulang tahun, sumbangan pernikahan, dan lain-lain. Biasanya untuk membayar pengeluran tak terduga ini kita terpaksa mengambil simpanan dari tabungan atau deposito atau memakai kartu kredit. Jika hal ini terjadi terus menerus akibatnya tujuan investasi Anda bisa tidak tercapai karena dananya selalu terpakai. Karena itu bentuklah dana cadangan minimal sebesar 2 atau 3 kali pengeluaran keluarga Anda per bulan untuk membayar pengeluaran mendadak yang tidak rutin ini. Jika penghasilan Anda tidak rutin atau belum stabil maka bentuklah dana cadangan lebih besar lagi . Sebelum Anda berinvestasi untuk tujuan keuangan apapun, pastikanlah Anda sudah membentuk dana cadangan ini terlebih dahulu.

Selamat Berbelanja Yang Sehat

Hidup Di Kejar Hutang?. Itulah tema tulisan blog pada hari ini. Hmm. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah berhutang atau memberi hutang dari atau kepada orang lain?. Ya tentu pasti ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berhutang dari orang lain. Juga tentu sudah pasti ada orang yang selama hidupnya tidak pernah memberi hutang kepada orang lain.

Ada juga orang yang tidak pernah memberi pinjaman kepada orang lain, tetapi dia jagoan dalam meminta pinjaman atau berhutang dari orang lain. Hehehee. Yah namanya juga hidup, tentu kadang pinjam meminjam adalah bagian lain dari hidup kita yang kadang harus kita lalui tanpa kita sadari.

Foto Asep Haryono / www.simplyasep.com
Foto Asep Haryono / www.simplyasep.com

Begitupula dengan diri ini. Terlepas dari jumlah gaji yang kuterima setiap bulannya memang tidak akan pernah cukup jika dipikir pikir. Namun pole berhutang seperti tidak pernah lepas dan selalu mengurung diri ini hingga sampai saat sekarang ini. Kalaw dulu giat sekali memberi pinjaman kepada orang lain sampai sampai diri ini bosa menagih nagih orang itu karena selalu menghindar dan kadang membuat jengkel hati ini. Kini bisa bisa hal itu berbalik 180 derajat dari kebiasaan memberi hutang kepada orang menjadi pribadi jagoan ngutang dari orang lain hehehehhee. Kok bisa ya.

Ya tentu bisa saja. Mengapa tidak. Tentu para pembaca blog setia saya akan bertanya kepada ku. Apa tidak bisa mengelola keuangan sendiri, apa tidak cukup jumlah (gaji) yang diterima setiap bulan hingga selalu saja melakukan aksi meminjam atau berhutang dari orang lain?. Tentu akan saya jawab memang ini seperti kebiasaan jadinya. Aku sendiri juga berusaha agar "lepas" dari jeratan hutang sana sini yang terus saja membebani otak kiri dan otak kanan ku. Kadang kejarang orang yang memberi pinjaman kepadaku sering membuat ku tidak dapat tidur dengan nyenyak, dan kadang tidak dapat keluar rumah dengan leluasa.

Kenapa tidak dapat keluar rumah dengan leluasa? Ya karena takut dikejar atau ditagih orang yang merasa punya " deposit" dari kita dan sudah jatuh tempo pembayaran yang dijanjikan tapi kita tidak dapat atau tidak mampu memenuhi akad yang sudah disepakati bersama. Dan inilah momen momen yang sangat "menakutkan" dan membuat nyali "ciut" berhadapa dengan orang yang sudah ber"jasa" memberi hutang kepada diri kita. Lalu apa yang harus aku lakukan jika mereka yang berhak menagih utangnya dari kita dan sudah jatuh tempo dan kita tidak dapat memenuhinya.

Sebab bisa saja berbagai macam terjadi. Alasan bisa saja dibuat atau memang harus beralasan jika saat ini aku belum bisa memenuhi pinjaman orang atas diriku. Lidah ini terasa kelu, kaku dan tidak dapat berkata apa apa atas semua tindakan yang berakibat pada tidak mampunya diri ku membayar pinjaman itu. Kemana lagi harus kulakukan agar dapat melunasi pinjaman yang sudah aku nikmati dari orang lain?.

Apakah harus gali lobang tutup lobang lagi untuk melunasi pinjaman pinjaman itu. Tutup sudah satu pintu hutang, namun pintu hutang lain terbuka lagi. Tutup satu lobang hutang , namun lobang hutang yang lain terbuka lagi. Dan begitulah irama kehidupan ku yang terjadi sekarang ini.


Salah satu rumus jitu untuk mengatasi kesulitan diri dari himpitan hutang ini adalah dengan mendongkrak pemasukan (income) menjadi 2 kali lipat dari penghasilan yang ada sekarang dan mengurangi pos pos biaya yang tidak perlu. Nah Rumusnya sederhana, dan terus terang rumus ini telah membuka batok kepala saya.

Untuk mengatasi hutang, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan pendapatan kita minimal 2x lipat dari sekarang. Resep ini sangat inspiratif, bahwa mensolusi hutang dengan hutang lagi adalah bukan solusi terbaik, atau bisa juga melakukan penghematan disana-sini.

Bisa jadi ini juga merupakan solusi, tapi solusi yang paling ampuh adalah focus pada bagaimana kita meningkatkan pendapatan. Hal inilah yang harus menjadi focus saya di tahun 2011 ini adalah bagaimana agar income saya bisa bertambah. Bagaimana secara kreatif kita bisa meningkatkan pendapatan, itulah tantangannya.


Ya Allah Yang Maha Mendengar, Tolonglah hamba MU ini.

Lepaskanlah aku dari jeratan hutang ini.

Amin Ya Robbal Alamin........
Dear Blog

Apakah anda memiliki BlackBerry atau akrab di sebut dengan sebutan singkat dan amat kondang yakni "BB" (baca : bebe)?. Alhamdulillah saya aja sampai sekarang belum mampu memiliki atau membeli alat kecil nan canggih yang biasa dipake oleh Mr Obama, Presiden Amerika itu.

Sudah tersebar berita di Indonesia akan kemungkinan alat kecil nan canggih BB itu akan diblokir jika konten pornografi yang ada di dalam vendor atau perusahaan penyedia data layanan itu tidak segera menghapus konten pornografinya.

Sekedar informasi saja, bahwa jaringan koneksi data pada BB memiliki server tersendiri di Canada yang tidak bisa dikotak katik oleh server di Indonesia. Namun persoalannya di sini adalah bukan blokir-blokiran aja, tapi substansinya di sini adalah bahwa pornografi tidak akan bisa dmusnahkan

Dalam berbagai situs di Indonesia sudah banyak dibahas oleh para pakar Telematika akan kemungkinan pemblokiran BB ini, sedangkan dari pihak pemerintah sendiri tetap "ngotot" akan memblokir akses BB jika tidak segera menghapus konten pornografinya. Pemerintah Indonesia punya alasan mengapa harus menekan RIM (Research In Motion) untuk segera memasang servernya di Indonesia untuk bisa dipantau kontennya oleh Pemerintah yang diwakili olejh Kementrian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Pemerintah memiliki alasan kuat kenapa harus memaksa RIM untuk melakukan hal tersebut.

Alasan pertama, adalah untuk memudahkan aparat berwenang menyadap informasi dalam rangka penegakan hukum. Alasan yang kedua adalah untuk melakukan usaha penghematan bandwidth internet internasional. Namun demikian pro dan kontra akan rencana pemblokiran BB ini sontak berdatangan dari berbagai pihak, dan pengamat. Sebut saja salah satunya adalah pengamat teknologi informasi Onno W Purbo. Pakar IT idola saya ini memiliki pandangan berbeda mengenai rencana pemblokiran konten BB ini.

Porno Tetap Marak
Menurut Onno, alasan-alasan yang sudah disebut di atas itu dinilainya tidak kuat. Menurut pakar IT kenamaan Indonesia itu mengatakan bahwa lokasi server baru di Indonesia nantinya akan berpengaruh pada konsumsi bandwidth internet jika trafiknya bisa dialihkan ke dalam negeri. Namun demikian ide untuk memaksa RIM membuka datacenternya di Indonesia tak urung membuat pihak Kepolisian Republik Indonesia kegirangan seperti anak kecil dapat mainan baru. Kepolisian RI tentu senangnya bukan main sehingga mereka bisa dengan mudah memantau lalu lintas percakapan yang bisa berpotensi digunakan oleh jaringan teroris yang sering menggunakan media teknologi dalam menjalankan aksinya.


Satu hal yang menurut pakar IT kenamaan Indonesia itu tertawa geli adalah walaupun data centernya di bangun di Indonesia tetapi jika kita tidak memiliki user name dan password untuk akses ke data server aselinya di Canada tentu tidak akan banyak berpengaruh. Menurut Onno, pemindahan lokasi data center di Indonesia justru tidak akan banyak memberikan manfaat jika pemerintah Indonesia tidak diberikan akses langsung dalam konten pengelolaan data center tersebut

Jadi, menurutnya aneh jika pemerintah memaksa RIM memindahkan server ke Indonesia cuma gara-gara mau melakukan sniffing atau penyadapan. Kalau tujuannya kelak meminta akses penuh kepada RIM untuk mengakses data-data pengguna yang selama ini terlindungi enkripsi, pemerintah pun tidak boleh tebang pilih. Penyedia layanan komunikasi lain juga harus diminta seperti Facebook, Yahoo, Gmail, dan lainnya. Tapi mungkinkah?.

Persoalan pornografi di Indonesia sudah marak, dan bangsa Indonesia sudah hancur moralnya bahkan sebelum adanya BB ini. Mengapa pemerintah harus bersusah payah "mengejar" para pemakai BB yang sudah pasti sedikit dan bisa dilacak itu? Mengapa konten pornografi tidak diarahkan saja pada pengguna warung internet (warnet) yang lebih banyak pengaksesnya dari kaum muda di Indonesia?.

Kita semua tahu bahwa satu unit BB tidak murah harganya, dan tidak setiap orang bisa memiliki BB mengingat harganya yang tidak murah. Sedangkan yang namanya akses internet kini jauh lebih murah meriah jika mengakses langsung dari Warung Internet (warnet) yang harganya murah dan kecepatannya juga mengaggumkan. Nah warnet inilah yang paling besar pemakainya di Indonesia. Mengapa tidak fokus saja pada penagwasan penggunaan internet di warung warung Internet yang banyak diakses kaum muda Indonesia daripada harus mengejar ngejar pemakai BB yang suma segelintir itu?.

Selama Informasi Internet bersliweran di jagat maya, pornografi tidak akan bisa dimusnahkan dan tidak akan bisa dicegah. Yang penting dan terutama saat ini adalah pengawasan keluarga terhadap masa depan generasi muda kita untuk tidak teracuni oleh Narkoba, dan pornografi. Itulah filter utama yang amat ampuh dan dengan dukungan keimanan kita terhadap agama dan moral, mari bersama sama kita lindungi diri kita semua, dan generasi mendatang dari kejahatan dunia internet, narkoba dan juga pornografi.

Tugas berat memang, namun tidak ada yang tidak mungkin


Dear Blog

Menabung?. Siapa yang hari gini masih enggan menabung. Kadang saya sendiri baru menyesal, dan memang diusia yang sudah tidak muda lagi, baru sekarang terasa kebenaran kata orang tua dulu bahwa menabung untuk masa depan harus dimulai dari usia dini.

Mengapa selalu saja saya tidak mendengar kata dan nasehat orang tua dahulu untuk sedari awal mulai belajar dan gemar menabung. Dimana mana yang namanya penyesalan memang selalu datang terakhir atau terlambat. Kadang timbul rasa penyesalan mendalam dalam diri dan sanubari ini (cieee) kenapa tidak dari dulu saja saya gemar menabung. Wah kalaw saja saya sadar dari usia SMP sampai sekarang mengerti arti dan manfaat menabung , mungkin uang saya sudah bertambah banyak. Mengapa penyesalan itu selalu datang terlambat?

Dan ini memang terjadi di tahun 2011 ini yang saya harapkan membawa perubahan dari sisi pengelolaan keuangan saya yang sudah ampuradul selama tahun 2009-2010 kemarin. Saya memang berusaha di tahun 2011 ini memiliki tabungan untuk bekal masuk sekolah anak pertama ku yang memang sudah direncanakan akan memasuki usia sekolah di usianya nanti menginjak 5 (lima) tahun. Menurut itung itungan kasar kami berdua (saya dan istri tentunya masa dengan orang lain seh-red) biaya untuk masuk sekolah anak saya nanti di AL AZHAR sekitar tujuh juta rupiah dengan situasi sekarang. Dan mungkin di tahun kedua nanti jumlahnya itu diperkirakan akan terus naik.

Dan akhirnya karena suatu keperluan mendesak yang menyebabkan saya harus meminjam dana segar dari Bank Sinarmas dan salah satu syarat pencairan dana pinjaman itu ialah keharusan saya untuk membuka rekening di Bank Sinarmas. Dan hari ini, hari Selasa 11 Januari 2011, saya wujudkan syarat itu. Dan memang secara tidak disengaja , saya kembali berurusan dengan BANK yang kali ini adalah pembukaan rekening baru. Pembukaan rekening saya di Bank Permata yang kantornya terletak di Jalan Gajah Mada, tidak jauh dari letak kantor saya ini, sekaligus melengkapi rekening rekening Bank yang sudah ada dalam keluarga kami. Saya sendiri saat ini memiliki account di Bank Permata cabang Gajah Mada.

Sedangkan rekening bank lain yang dimiliki sang itri tercinta adalah di Bank BRI dan Bank Kalbar. Saat ini memang keperluan saya membuka rekening bank di Sinarmas adalah sebagai salah satu syarat pencairan kredit ulang kendaraan saya, dan dari hasil gadai BPKB Kendaraan roda dua kesayanagan saya, Honda SupraFit itulah saya berusaha meminjam dana dari bank Tersebut yang akan saya gunakan untuk menambah ongkos perjalanan dari Jogjakarta ke Pontianak yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar 3 juta rupiah itu. Memang ini sebuah perjuangan yang tidak mudah, karena dan walaupun dananya hasi dari olah kata dan siasat untuk mendapatkan pinjaman, kenyataan dilapangan tidak semudah yang saya bayangkan.

Harapan saya ke depan adalah pembukaan rekening saya yang baru di Bank SINARMAS ini menjadi pertanda akan mulai rajinnya saya menabung untuk masa depan baik untuk masa depan saya sendiri, istri maupun masa depan anak anak nanti dalam pembiayaan pendidikan. Jadi saya membuka rekening di bank Sinarmas ini bukan untuk gaya gayaan atau pamer sebagai tanda kebanyakan uang. Sama sekali tidak. Dan tidak ada maksud seperti itu. Saya sendiri aja masih kekurangan dana dan sekedar informasi bahwa pembukaan rekening di bank SInarmas ini juga sudah menyedot dana sehari hari saya yang sudah mulai menipis ini.

Namun satu hal positif dari pembukaan rekening bank saya yang baru di bank Sinarmas ini adalah saya dipaksa untuk mulai kembali rajin menabung tidak sekedar membuka akun di Bank hanya untuk pengambilan uang Gaji (payrool system-red) yang selama ini saya lakukan sejak beberapa tahun yang lalu di Bank Permata cabang Gajah Mada. Semoga saya berhasil menyisihkan uang walaupun cuma sebesar Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) setiap bulannya asal terus bertambah setiap bulan dan jika dikalikan 12 bulan hasilnya akan mencapai Rp.1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) suatu jumlah yang sangat besar tentunya untuk seukuran saya.

Yuk Mulai menabung di Bank mana aja yang anda sukai


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia