Help us to keep our home

Dear Blog

Tentu kalian sudah tahu donk apa itu IELTS? ya IELTS adalah singkatan dari International English Language Testing System. International English Language Testing System disingkat IELTS adalah uji coba kemampuan berbahasa Inggris yang iselenggarakan bersama oleh Universitas Cambrigde, British Council dan IDP Education Australia. IELTS sendiri digolongkan dalam dua macam modul ujian yaitu Modul Umum dan Modul Akademis.Sejak tahun 1989, IELTS dipercaya untuk melakukan tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Lebih dari sejuta tiap tahun orang menggunakan IELTS untuk memasuki dunia yang berbahasa Inggris. Tes ini diselenggarakan di 120 negara.

Jika Anda berencana untuk bermigrasi atau belajar di luar negeri atau jika Anda ingin memenuhi persyaratan masuk kolese atau untuk keperluan memproses visa, dengan International English Language Testing System (IELTS) Anda akan mendapatkan angka yang tepat untuk menggambarkan tingkat kemampuan berbahasa Inggris untuk tujuan Anda. Tes IELTS diakui di seluruh dunia, tersedia di 120 negara dan diterima di Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika dan negara-negara Eropa lainnya.

Ada dua modul tes IELTS yaitu Academic dan General Training. Modul Academic ditujukan bagi mereka yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Inggris. Modul ini akan menguji apakah Anda siap untuk studi atau mengikuti pelatihan dalam bahasa Inggris pada tingkat sarjana atau pasca sarjana. Sementara modul General Training tidak dirancang untuk menguji kemampuan berbahasa dengan tujuan akademis. Modul ini digunakan untuk pelatihan non-akademis atau pengalaman bekerja (atau untuk keperluan imigrasi).

Nah Tes yang aku ikutin baru baru ini diselenggarakan kemarin, hari Jumat tanggal 29 Oktober 2010 pada jam 17.00 WIB. Sedangkan tesnya sendiri berlangsung singkat hanya 45 (Empat Puluh Lima) menit itu diselenggarakan oleh SUN International Education Expo 2010. Memang bertepatan dengan pameran pendidikan LN di Hotel Mercure Pontianak yang terletak di jalan Ahmad Yani II lalu. Mungkin karena FREE alias gratisan, maka tesnya hanya ada 2 model saja yakni Listening Comprehention dan Reading Skills saja. Pelaksanaannya di lantai I dan sebagian besar peserta yang ikut simulasi Tes IELTS ini adalah para pelajar SMP dan SMA keturunan cina. Memang mayoritas adalah pelajar keturunan China. Hanya sedikit pelajar SMA/SMP dari kalangan melayu atau Pontianak.

Tesnya cukup singkat memang. Ada beberapa soal dari Listening Comprehention yang luput dari pantauan telinga saya, namun demikian secara umum kedua tes itu bisa aku selesaikan dengan baik, dan mudah mudahan hasilnya bisa diketahui segera. Kata panitia sih hasil score Simulasi IELTS ini dikirim melalui email. Satu hal yang positif dari tes Simulasi ini, adalah rasa percaya diri yang mulai tumbuh dalam diri ini untuk mempersiapkan diri jauh lebih baik lagi pada tes IELTS sungguhan pada masa yang akan datang. Aku menargetkan score IELTSnya mencapai score 6 agar eligible untuk aplikasi aplikasi beasiswa kuliah ke Luar Negeri seperti yang sudah aku idam idamkan selama ini.

Tag : Kehidupan - Asep Haryono | Negeri Bencana - Powered by Blogger

Dear Blog

Dua hari berturut turut bangsa Indonesia dilanda musibah yang amat memilukan dan merenggut banyak kerugian baik harta maupun nyawa. Sebut saja musibah yang saat ini sedang terjadi Gempa bumi yang disusul dengan gelombang Tsunamu di Mentawai (Sumatera Barat) dan juga letusan Gunung Merapi di Jogjakarta. Sudah berulang kali negeri yang sarat dengan korupsi ini dilanda berbagai musibah dari taun ke taun dan sudah lazim ktia selalu tidak bisa tanggap dengan cepat menangani musibah. Mulai dari informasi jumlah korban yang jatuh maupun pola penanganan tanggap daruratnya. Malah sebagian dari anggota terhormat DPR kita malah "keluyuran" ke Italia plus rombongan lainnya belajar etika ke Yunani.

Sungguh tidak etis dan sangat tidak menghargai perasaan. Itulah kata yang layak aku ucapkan kepada para anggota terhormat kita di DPR yang malah jalan jalan ke Luar Negeri di saat negerinya porak poranda ditimpa musibah dan bencana alam yang datang silih berganti ini. Bukannya tidak boleh melakukan studi banding yang sebenarnya masih bisa dipertanyakan keefektifannya itu.

Namun di saat negeri ini sedang dilanda musibah gempa bumi , Tsunami dan Gunung Meletus, sungguh tidak pantas dan bahkan tercela jika para anggota terhormat kita malah "keluyuran" tidak karuan kemana mana. Dimana rasa etika mereka itu?. Tidak perlu belajar ke Luar Negeri sampai ke Yunani segala belajar soal etika, sedangkan mereka sendiri tidak punya etika dan rasa kemanusiaan dengan tetap berfoya foya saat negeri ini sedang luluh lantak disebabkan oleh berbagai bencana alam.

Mengapa banyak sekali musibah melanda negeri ini? Apa yang salah dari semua ini?. Haruskah kita menyalahkan TUHAN YANG MAHA ESA karena kita menganggap semua bencana alam dan musibah ini sebagai uji coba dan cobaan dari TUHAN?. Kita tidak tahu. Namun sebaiknya kita tidak menyalahkan TUHAN dalam hal ini. Marilah kita koreksi diri kita sendiri, sejauh mana upaya kita untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat marah TUHAN. Kita semua tahu bahwa banyaknya kasus korupsi miliaran rupiah yang banyak merugikan keuangan negara dan menyengsarakan banyak rakyat. Nah dari sinilah kita seharusnya malu pada diri kita sendiri.

Kalaw kita sadari semua ini adalah ulah dari tangan kita sendiri. Misalnya saja membuang sampah sembarangan, menebang pohon di hutan dengan tiada ampun, serta aktifitas ilegal logging yang sangat berpotensi menimbulkan bencana alam banjir dan lain sebagainya. Nah marilah kita tidak saling menyalahkan atas segala musibah dan bencana alam yang terjadi terus menerus melanda negeri ini. Marilah kita bersatu menyelesaikan urusan bangsa ini dengan bijaksana, tuntas dan dengan penuh rasa keadilan. Marilah kita lupakan sejenak pertikaian kita sekarang, dan sekarang marilah kita bekerja keras menyingsingkan lengan dan memberikan bantuan kepada mereka yang saat ini dilanda musibah.

Salah satu penyebab kebakaran dan konsleting listrik adalah penggunaan tali kawat dalam bermain layang layang. Mengapa demikian berbahaya? Karena jika tali kawat yang digunakan dalam bermain layang layang itu melilit satu atau dua kabel bisa menjadi penghantar listrik yang sangat berbahaya karena bisa menimbulkan Korseleting listrik (hubung singkat) hingga bahaya kebakaran pada trafo gardu PLN yang berharga amat mahal itu

Tidak diragukan lagi bahwa bermain layang layang memang sangat mengasyikan. Bukan cuma anak-anak saja bahkan banyak orang dewasa pun sering turut larut bermain layang layang. Hasrat memainkan layang-layang umumnya selalu menggelora – tak terkecuali orang dewasa di kota Pontianak. Orang Dewasa juga senang bermain layang layang karena alas an nostalgia tempo dulu di desanya yang masih didominasi ruang terbuka mampu membangkitkan sisi kanak-kanaknya untuk bersuka ria melupakan problematika kehidupan sejenak. Bermain layang layang sangat menyenangkan dan bisa membuat pikiran menjadi lebih santai dan suasana hati menjadi lebih gembira

Minimnya arena tanah lapang membuat bermain layang-layang dibayangi sejumlah risiko. Bahaya permainan layang-layang di jalan raya bukan saja bagi dirinya tetapi orang lain. Banyak kasus terjadi dimana para pengendara motor dan pejalan kaki yang terluka terkena sambaran tali benang gelasan yang melintang di tengah jalan. Dan hal ini akan lebih berisiko lagi jika benang yang digunakan adalah tali kawat karena bisa menyangkut pada jaringan listrik yang bisa menimbulkan resiko korseleting listrik dan menimbulkan kebakaran dan tersengat aliran listrik yang bisa menimbulkan korban jiwa.

Peran Orang Tua
Yang jadi pertanyaan di sini adalah mengapa sampai sekarang pun anak anak atau pun orang dewasa masih suka bermain layang layang menggunakan tali Kawat di Jalan Raya atau bahkan di pemukiman padat?. Haruskan para orang tua melarang secara membabi buta tanpa menjelaskan bahaya bermain layang dengan tali kawat kepada anak anaknya?. Kalau kita cermati bahwa perilaku anak yang kadang “memberontak” jika permainan yang menjadi kesenangannya itu dilarang oleh para orang tua. Mereka secara diam diam tetap mencari cara agar kesenangannya bermain layang layang tetap tersalurkan karena memang fitrah anak anak adalah bermain. Anak anak bisa melakukan “unjuk rasa” atau protes terhadap ketidaktersediaan ruang publik atau tanah lapang bagi mereka bermain layang layang bersama rekan rekan sebayanya di manapun mereka sukai.

Para Orang Tua perlu menyikapi fenomena ini secara bijaksana tanpa harus membunuh kreativitas dan fitrah sang anak akan kesenangannya bermain layang layang. Pendekatan Keluarga mutlak diperlukan agar tercipta solusi yang cerdas untuk menjadikan permainan layang-layang tetap dinikmati, aman dan mengasyikan bagi sang anak. Para Orang Tua harus dapat menjamin bahwa bermain layang layang itu aman dan hobi sang anak tidak tersumbat.

Beberapa langkah dapat ditempuh misalnya menemani anak bermain di tanah lapang sekaligus mengisi waktu luang. Sentuhan dan perhatian ini akan membahagiakan anak merasa dihargai dan diperhatikan. Cara ini sangat baik untuk mengasah kreasi, imajinasi dan prestasi anak. Momen ini tidak lagi mengarahkan bermain layang-layang saling mengalahkan dengan memutus talinya, tetapi lebih diarahkan kepada bermain layang dengan aman dan mengasyikan seperti menghiasi layangan menjadi hal yang indah dan menarik untuk dimainkan seperti keunikan, motif hias, ketinggian, atau kemampuan manuver di angkasa..

Permainan layang-layang sesungguhnya amat baik bagi anak-anak. Dari permainan itu didapat semangat kerjasama, mengenal alam dan semangat kerja keras sehingga mampu menjadi media mengeksplorasi lingkungan sesuai dengan fitrah anak untuk bermain, bergerak, dan sumber keceriaan.. Padahal dengan permainan ini anak belajar mengembangkan potensi dirinya dan beraktualisasi, bergaul, menghormati hak-hak orang lain, taat asas dan kehidupan sosial dengan sebayanya.

Photo by Iamambrosia

Dear Blog

Jika melihat judul postingan blog ku pada hari ini berisi dan berjudu; "Kota Pontianak Tercint". Ya memang tercinta. Sejak tahun 1990 aku sudah menginjakkan kaki di kota Pontianak yang merupakan ibukota dari propinsi Kalimantan Barat. Tulisan ku kali ini berpusat pada hal hal ringan saja dari pengalaman ku selama kurang lebih 20 (dua puluh) tahun berada di kota lintasan Khatulistiwa ini. Ngemeng ngemeng soal angka 20 tahun, ingatan ku langsung tertuju kepada selebrasi kiprah KangGURU Indonesia yang ke 20 tahun yang dirayakan beberapa bulan lalu di Konsulat Australia di Bali. Kebetulan aku hadir di sana. hmmmmmm.

Pertama ku menginjakkan kaki di kota Pontianak ini tepatnya taun 1990 saat itu aku langsung menginjakkan kaki di semester 1 Pendidikan Dunia Usaha (Koperasi) di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura. Namun dalam beberapa perkembangan berikutnya aku pindah jurusan ke program studi Bahasa Inggris (English Dept) jadi telat beberapa taun lamanya. Sudahlah yang ini menjadi catatan tersendiri buat ku. Namun kuingin meluruskan dahulu bahwa tulisan ku kali ini soal ringan ringan tentang kota Pontianak tercinta. Ya memang kota Pontianak seperti kota kedua dalam hidup ku.

Hal yang paling mendasar dari kota Pontianak dalam pantauan saya selama ini adalah perkembangan bisnisnya yang menggeliat sangat kuat, dan perputaran uang yang beredar yang cukup signifikan menjadikan kota Pontianak menjadi perhatian ku juga. Hal lainnya biasalah terjadi di setiap kota di Indonesia mulai dari masalah pengangguran, kebersihan kota, tingkat kedisiplinan warga serta partisipasinya dalam pembangunan. Soal ekses negatif lainnya adalah masalah kebakaran, dan juga masalah pendidikan yang tidak merata di beberapa daerah di pelosok propinsi Kalimantan Barat.

Pulau yang besar nan gemuk ini, konon lebar Kalimantan Barat 2 kali lebih besar dari Jawa Timur ini memang menuntut perhatian dari Pemerintah Pusat, dan juga perhatian dari pemerintah Kalimantan Barat sendiri. Namun demikin, kota Pontianak memberikan banyak kesempatan dan peluang terbuka lebar bagi siapa saja pemilik modal yang akan membuka jenis usaha tertentu di Pontianak. Banyak peluang bisnis tercipta di Kota Pontianak, asal kita punya sedikit modal (Kata siapa nda pake modal-red) dan waktu yang diberikan untuk menekuninya harus total dan fokus dan tidak bisa setengah setengah.

Kota Pontianak akan merayakan Hari Ulang Tahunn yang ke 239 Tahun besok tanggal 23 Oktober 2010, Ultah yang bertepatan juga dengan hari jadi istri tercinta (23 Oktober 1975) ini menaruh banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dengan tuntas. Namun semoga semua itu tidak melupakan visi kepariwisataan Kalimantan Barat pada umumnya dan kota Pontianak pada khususnya untuk segera di gali dan dikembangkan lagi di masa masa yang akan datang. Satu hal yang menyedot perhatian ku adalah kurangnya ruang publik dan hutan kota buat kesejahteraan masyarakat perlu mendapatkan catatan juga dari pemerintah kota Pontianak. Asal tau saja jalur Lintasan Tanjungpura mulai dari simpang pasar tengah sampai Nusa Indah itu sudah persis kaya Jalan Malioboro Jogkarta loh



Dear Blog

Pada hari ini tepat jam 07.45 WIB hari ini tadi sepucuk atau sebuah undangan pernikahan hadir di meja kerjaku. Sebuah undangan pernikahan berwarna dasar coklat dengan desain yang indah namun sederhana keliatannya. Setelah kuteliti siapa pasangan yang berbahagia itu tertera nama yang sudah kukenal yakni rekan kerja di kantor ku dan juga mungkin di kantor yang lain. Yang jelas pasangan berbahagia itu pernah kukenal karena dari namanya yang cukup akrab ditelingaku. Undangan itu ditujukan kepadaku dan juga kepada istriku. Hmm. Sebuah undangan pernikahan? Ya sebuah undangan pernikahan yang dikirim seseorang kepada ku. Apa maknanya sebuah undangan pernikahan itu sebenarnya? Ini yang kucuba cari tau.

Sebenarnya sebuah pernikahan memang adalah hal kebaikan. Dan aku tidak akan membahas dalil dalil pernikahan karena memang sudah banyak ahli dibidangnya, jadi yang kuceritakan hanyalah sebatas yang kuketahui saja. Menikah , siapapun yang menjadi umat Rasullullah SAW , tentu akan selalu melaksanakan sunah sunah Rasul. Menikah adalah satu sunah Rasul yang dalam berbagai riwayat disebutkan sebagai suatu perjanjian berat, sebuah perjanjian maha dahsyat (Mitsaqan Galizha0-red) di mana ALLAH SWT yang menjadi saksi pernikahan dua anak manusia untuk berjanji sehidup semati dan hanya maut yang akan memisahkan keduanya. Sungguh mulia Islam, Sungguh mulia mereka yang berani menyatakan diri "saya siap menikah"

Undangan pernikahan memang secara khakikat tetaplah berbentuk kartu undangan, namun makna dari selembar undangan pernikahan itu adalah berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pernikahan adalah kabar gembira, sebuah kabar bahagia, dan kebahagiaan serta kegembiraan memang sepatunya disebarluaskan kepada masyarakat. Kabar gembira sebaiknya juga dibagikan kepada masyarakat, oleh karena itu makna SYIAR sebuah kartu undangan menikah menjadi amat esensial bagi pasangan yang menikah hingga tercipta kedamaian dalam membina biduk rumah tangga yang akan dijalaninya kelak.

Namun ada sebagian orang yang gengsi jika tidak mendapatkan selembah undangan pernikahan , walaupun itu teman dekatnya, tidak mau datang atau tidak akan datang. Ini bisa dimaklumi dengan catatan tertentu misalnya ada kebiasaan yang lazim di kalangan kita bahwa jika kita tidka mendapat undangan berarti memang kita tidak diundang oleh yang punya hajat. Kelihatannya memang demikian actualnya. Tapi tidak kah kita sadari bahwa yang punya hajat pun kadang bisa terlupa satu atau dua bahkan lebih nama. Jadi bisa saja nama kita terlupa oleh yang punya hajat sehingga terlupa di undang. Ini bisa saja terjadi bukan?. Jadi berbaik sangkalah dahulu tentunya.

Kepada yang punya hajat menikah pada tahun ini atau merencanakan untuk menikah di tahun mendatang, mantafkanlah langkah, bersihkan niat di dalam hati untuk menikah hanya karena ALLAH SWT. Ingatlah selalu pernikahan bukan saja menyatukan dua pikiran yang berbeda saja, namun bagaimana dua pikiran yang berbeda itu bisa berpikir bersama sama. Selamat menikah, semoga menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawahdah dan Warrohmah
Tepat sekitar jam 09.10 WIB hari ini (Pagi hari-red) ketika aku sedang ke kamar kecil, adik yang magang kerja di kantor ku, Gunawan Splinter Form , mengatakan bahwa HP ku berdering sampei 3 (tiga) kali saat aku kembali dari kegiatan kecil di kamar kecil hehehehe. Soale kalaw kegiatan besar di kamar kecil ya kan agak janggal gitu loh. Anyway, setelah kucek Call Registernya ternyata nomor Jakarta. Aku jadi kuatir jangan jangan yang nelpon mau nagih utang sama aku hehehe. Soale banyak teman yang "investasi" dan "saham" dalam diriku hehehehhee.

Setelah kucuba cek balik ke nomor yang muncul dalam Call Register, ternyata yang ngangkat adalah Satpam di kantor AusAID, Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Wadoh ada apa nih pihak AusAID Kedubes Australia Jakarta menelpon ku. Jangan jangan mau diberangkatin ke Australia yang memang sudah menjadi impian ku sejak lama. Hehehhee. Sudah berbunga bunga hati ini menanti nanti telpon berdering lagi.

Dan benar tidak lama setelah itu, berderinglah kembali HP Nokia ku itu. Lalu langsung kusapa ya hallo siapa ya?. Dan ternyata terdenga suara yang merdu Mba Mila Nurichlas, Bagian Basic Education Program AusAID Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Ya udah mengalir sudah pembicaraan pertelepon saya dengan mba Mira Nurichlas. Saya sudah pernah berjumpa dengan beliau saat Consultative Group and Lesson Learned di IALF Bali April 2009 yang lalu.

Jadi aku sudah cukup mengenali beliau, dan beliau juga sudah mengenali diri ku ini hihihihihihihihihihihihi. Namun kegembiraan hati ini ditelepon AusAID itu yang membuncah, dan ternyata laporan KangGURU Champion yang sengaja "kuloloskan" sendiri ke AusAID sudah diterima dengan baik oleh AusAID Jakarta dan AusAID di Canberra , Australia. Orangnya baik dan ramah sekali. Jadi jika kamu kamu yang akan mengurus tes Australia Development Studies (ADS) atau Australian Leadership Award (ALA) harus baik baik dengan ibu yang satu ini ya hahahahahaha.

Langsung saja celoteh ku mengalir dengan deras, dan Mba Mila sudah mendapatkan informasi ini juga dari AusAID Canberra di Australia yang sudah menerima salinan laporan kegiatan dan aktifitas saya sebagai Champion KangGURU Indonesia. Memang hal ini sengaja aku lakukan sendiri bukannya tidak percaya dengan laporang yang dibuat oleh project Manager, Kevin Dalton, tapi semata mata aku ingin lebih banyak mengenal AusAID di Jakarta dan AusAID di Canberra saja. Selain itu juga agar lebih membuka jalan bagi ku dalam menempuh tes beasiswa Endeavour Australia yang sudah aku rencanakan harus go on tahun 2011 mendatang
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia