Help us to keep our home
Rumah Kami. Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Tinggal di sebuah komplek perumahan selalu memberikan sensasi dan perasaan yang berbeda beda, dan kadang memberikan nuansa yang baru apalagi hidup dan tinggalnya juga berbaur dengan masyarakat yang heterogen.

Tinggal di kawasan yang dekat dengan Bandar Udara memang sering membuat kesal karena bisingnya suara pesawat yang datang dan pergi setiap harinya. Begitupula yang saya alami sekarang ini, tinggal di Komplek Duta Bandara yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani 2 Supadio memang berdekatan dengan Bandar Udara Supadio juga tidak luput memberikan eksotisme tersendiri

Menurut catatan saya sih tinggal di komplek DUBAN (Singkatan dari Duta Bandara-red) kalaw tidak salah sejak tahun 2005 yang lalu dan kami sekeluarga saat ini menempati rumah Kontrakan yang sudah kami tempati bersama sejak itu dan sudah beranak pinak. Hehehe.  Memang unik juga tinggal di kawasan ini karena selain berbaur dengan warga komplek lainnya yang bermacam profesi dan pekerjaan itu, tinggal di kawasan ini juga relatif cukup hening karena jarang dilalui oleh kendaraan besar sejenis truk yang kadang suka menyelonong itu.

Pengamanan Sendiri-Swakarsa

Walaupun di komplek DUBAN kami juga sudah memiliki staf atau petugas khusus yang ditugasi oleh RT RW dimana kami tinggal, namun keamanan adalah tanggung jawab kita semua.  Kami memiliki pengalaman buruk tahun 2010 yang lalu dimana rumah kontrakan kami itu sudah dimasuki tamu yang tidak diundang (baca : maling) sebanyak 2 (dua) kali.  Mungkin kawan kawan ada yang bertanya kok bisa sampai dua kali kemalingan? Wajar saja pertanyaan itu, dan sebenarnya sudah saya tulis kisahnya di sini. Kawan kawan bisa membacanya setiap saat di sini.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menghungi bengkel atau Las Ketok Bengkel untuk mendesain teralis rumah yang direncanakan akan dipasang di rumah kontrakan kami.  Kok mau sih rumah kontrakan diotak atik sampei keluar biaya segala? Itu kan rumah orang?  Hehehe Ya benar memang itu rumah orang, dan kami mengontrak.  Namun biaya yang kami keluarkan untuk memasang teralis adalah biaya yang seharusnya kami setorkan kepada pemilik rumah (uang sewa kontrakan-red).


JENDELA DEPAN

JENDELA BELAKANG.  Inilah jendela tempat masuknya maling yang menggondol harta benda kami tahu 2011 yang lalu.  Dari jendela inilah sang maling semprul itu masuk.  Foto dokumentasi Asep Haryono

Nah kami kompromi dengan pemilik rumah kontrakan kami agar uang sewa kontrakan rumah kami tahun ini sekitar Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus rupiah-red) tidak disetorkan tunai kepada mereka melainkan dibelikan teralis rumah.  Selain untuk mempercantik rumah mereka (pemilik rumah kontrakan-red), kami pun selaku yang menempati rumah kontrakan juga mendapatkan manfaatnya. Rumah menjadi relatif lebih kokoh dan kuat. Jadi multiplier effect , keduanya memperoleh manfaat. Kebetulans aja pemilik rumah setuju. Wah klop donk kaya botol sama tutup.

Sudah saya lampirkan foto fotonya di dalam postingan ini.  Mulai dari jendela depan, jendela kamar, dan jendela kamar belakang yang memberikan memori yang tidak dapat kami lupakan. Kejadian kemalingan yang kedua yang menimpa rumah kami (saat itu Laptop, Uang, dan Cincin emas raib digondol maling pada tanggal 1 Mei 2011-red) berasal dari jendela belakang.

MEmang tidak menjamin sepenuhnya, namun setidaknya dengan pengamanan pemasangan teralis rumah ini setidaknya bisa meminimalisir kemungkinan tindak kejahatan berikutnya.  Cukup sudah 2 kali kemalingan, dan semoga tidak terulang kembali.  Mari kita waspada dan menjaga diri di rumah dan di lingkungan kita masing masing. (Asep Haryono)
Sering Merepotkan Dan Membuat Susah Orang
Catatan Asep Haryono


Sudah lebih dari beberapa komen dari kawan kawan blogger yang mengeluhkan sering mengalami kesulitan dalam memberikan komentar atau tanggapan atas postingan saya di blog dan saya merasa "bersalah" juga karena sudah banyak menyusahkan kawan kawan semua. Untuk itu sekali lagi saya menyampaikan penyesalan dan bukan bermaksud untuk mempersulit kawan kawan dalam memberikan komentar di postingan.

Karena masih dalam suasana lebaran (masih di bulan Syawal juga khan-red) saya menyampaikan Selamat Iedul Fitrie 1 Syawal 1433 Hijriah, Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf lahir dan Bathin. Insya Allah saya akan mampir ke "rumah" kawan kawan semuanya satu persatu untuk bersilaturahmi atau istilah kerennya Blogwalking. Sebenarnya maksud awal dari settingan moderasi dilengkapi dengan Capthca di sini adalah untuk menghindari SPAM atau komentar yang tidak santun baik dalam pemakaian kosa kata maupun kata kata yang berisi konten yang mengandung SARA.

Tau sendiri kan satu kata terakhir itu (SARA-red) sedang lagi Booming, dan sudah banyak contohnya mulai dari kasus Bang Haji Rhoma Irama, sampai pada isu isu di Pilgada Ibukota Jakarta dan beberapa tempat lainnya di Indonesia. Tadinya tujuan awal dan "mulia" itulah yang menjadi dasar pokok settingan moderasi dengan Captcha tersebut. Namun dalam beberapa hari terakhir ini justru menjadi bumerang bagi saya sendiri. Dan ini sudah terbukti beberapa kawan kawan merasa "terbebani" dan juga kesulitan dalam memberikan komentar.

Sementara Di Hapuskan
Kadang saya sendiri mengalami hal serupa yang dialami oleh rekan Popi yang mengalami kesulitan dalam memberikan komentar pada postingan artikel saya kemarin yang berisi dan berjudul tentang "jarang menang undian atau kuis berhadiah", dan saya anggap ini sudah menjadi puncak kekesalan kawan kawan terhadap saya hihihihihihi. Sungguh saya merasa sangat tidak nyaman karena sudah membuat susah kawan kawan. Hiks hiks. I am so sorry my friends.

Begitupula dengan SPAM, karena ada beberapa blogger yang sudah mengisi komentar namun saya cek tidak ada dalam daftar komentar yang akan disetujui namun "nyelonong" masuk ke dalam folder SPAM. Saya merasa itu komentar yang aseli ditulis oleh human alias manusia, namun mengapa bisa masuk ke folder SPAM ya. Ini juga sering dialami oleh blogger The Kupu Dini Haiti Zulfany di Pontianak. Begitu saya tau ada komentar yang masuk ke dalam folder SPAM saya langsung mencontrengnya atau menandainya bahwa itu komenta aseli manusia dan bukan SPAM (Not Spam).

Shout Box
Alasan lain moderasi dan Captcha ini untuk sementara di non aktifkan karena saya ingin komentar kawan kawan blogger yang saya cintai bisa langsung tayang, dan tanpa harus direpotkan dengan menuli ulang kode verifikasi tanda human (manusia) karena saya sudah yakin yang mengisi adalah human alias manusia.

Mungkin yang paling agak mengganggu bagi saya saat ini adalah kolom shout out atau shout box yang isinya banyak yang "aneh aneh" dan banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Setelah saya meluncur ke TKP alamat website atau bloh yang ditinggalkan para pengisi shoutbox sering mengarah ke website "lucu lucu" atau kadang website orang jualan atau dagangan. Weleh weleh weleh.  Kadang setelah saya clear (hapus-red) semua komentar di Shout Box eh besok muncul lagi dan selalu "rame".  Puyeng dah

Padahal tujuan "mulia" saya mencantumkan kolom Shout Box ini adalah sebagai kolom komentar instant dan praktis tanpa harus membuka email untuk berkirim komentar atau mengisi kolom postingan yang terletak di bawah artikel. Walaupun pesan yang disampaikan dalam kolom Shout Box ini terbatas karakter hurufnya dan tidak sepanjang jika mengisi komentar di kolom form komentar di bawah postingan.

Mengisi kolom komentar di Shout Box sangat mudah dan praktis, dan sudah pasti langsung tayang dan bisa dibaca oleh setiap orang. Bahkan si admin atau pemilik blog juga dengan mudah bisa menjawab langsung komentar yang masuk di halaman shout box ini.

Namun peluang terjadinya abuse (penyalah gunaan-red) tetap sangat terbuka. Bisa saja pengisi kolom shout box ini mengaku ngaku sebagai pemilik blog dan atau mengatas namakan pemilik blog mengisi komentar. Nah untuk mengatasinya tinggal kita delet saja di file manager Shout Box kita masing masing. Namun sejauh ini tidak ada yang neka neko dalam komentar di shoutbox ini.

Penonaktifan Moderasi Komen dan Captcha ini bukannya tanpa resiko. Malah sangat beresiko seperti yang sering dialami oleh rekan blogger Ciga Golb yang sering kebanjiran posting postinga yang berisi konten iklan orang jualan serta iklan iklan yang sering menganggunya bisa juga terjadi pada saya.   Namun demikian saya selalu berprasangka Positif dan pikiran yang positif (Positive Thinking).  Jika hal itu terjadi (SPAM, SARA, Jualan Iklan beserta keluarga dan sodaranya) sudah pasti terpaksa akan saya hapus.  Sesederhana itu. Simple

Itulah yang dapat saya bagikan kepada kawan kawan di hari ini, dan semoga bermanfaat untuk kebaikan kita bersama. Sekali lagi saya. Salam dari Bumi Lintasan Khatulistiwa Pontianak. Kalimantan Barat (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Bagi yang senang ikut undian undiang berhadiah atau kontes hadiah dari sebuah produk iklan sudah saya jalani jauh hari bahkan sejak saya masih duduk di bangku SMP di Era taon 80 an gitu deh kalaw nda salah.  Gemar undiang hadiah ternyata sudah saya gemari sudah sejak ;lama rupanya ya.

Sudah banyak produk iklan yang ada undian berhadiahnya yang sudah saya ikuti di era itu sebut saja SUGUS (Masih ingat nda sama produk permen yang satu ini-red), Permen Chelsea, Susu Dalam Botol dan kemasan "DAFFA" , undian minuman Pepsi dan Mirinda (Sekarang sudah tidak ada ya merek MIRINDA-red) dan beberapa merek lainnya yang saya sudah tidak ingat lagi karena begitu banyaknya.

Namun dari sekian lama "karir" mencoba peruntungan di produk iklan iklan yang hadiahnya sangat menggiurkan tersebut saya jarang sekali menang walaupun di nomor hadiah hiburan saja. Hehehe. Belum Hoki kali yee. Tapi bagaiamana dengan kawan kawan semuanya yang hadir di forum ini apakah juga "gemar" berburu undian undian berhadiah itu?. Saya yang pasti saya tidak ikut Judi atau semi Judi seperti SSB (Sumbangan Sosial Berhadiah), Porkas (Tebak 4 huruf dengan mengikuti jadual skore sepakbola) dan lain sebagainya walaupun hadiah utamanya duit 1 Milyar rupiah. Kaga deh. 

Iseng ISeng Berhadiah
Saya masih ingat waktu masih duduk di SMP tersebut, saat itu saya masih tinggal di Jakarta (Tepatnya di daerah Pademangan-Jakarta Utara-red) bersama kedua orang tua, dan saya sempat melihat ada sebuah majalah yang mencantumkan promo undiang berhadiah.

Kalau tidak salah sih nama produk apa gitu, produk makanan gitu deh.  Tidak taunya itu majalah sudah lama, dan saya tidak melihat batas akhir pengiriman hadiahnya, lalu saya kirim saja pake pos undian tersebut, dan berhara menang.

Benar juga Tukang Pos datang ke rumah kami, dan mengantarkan sebuah paket sampel coklat,  Tadinya saya senang sekali menerimanya membayangkan hadiahnya sama dengan di koran iklannya. Dan setelah saya buka ternyata isinya cuma 3 (tiga) buah buku tulis. "huaaaaa hehehhee" saya ketawa saja saat melihat surat pengantar berkop perusahaan produk tersebut sebagai pengantar paket hadiah buku tulisnya. Di surat tersebut disebutkan bahwa periode undian berhadiah sudah ditutup, dan sebagai kenang kenangan merek mengirimkan buku tulis kepada saya. Hhehehehee. hiheiheiheihiee

Sampai sekarang, di usia sekarang ini, saya masih ikut dan asyik asyik aja ikut berbagai undian produk iklan yang sedang "booming" saat ini yang menawarkan banyak hadiah hadiah "wah" mulai dari uang tunai, tiket Umrah, mobil mewah, rumah idaman, alat alat elektronik (TV, dan lain sebagainya) sampai sekarang. Namun semuanya masih jauh dari harapan dalam arti kata belum pernah menang walaupun sekedar hadiah handuk saja sebagai hadiah hadiah hiburan.   Hehehhee.    

Saking senengnya berburu hadiah hadiah iklan, sampai sekarang saya pon "getol" beli produk Iklan asal sesuai dengan yang saya butuhkan namun ada hadiah langsungnya hiheiheihe.. Sebagai contoh produk bubuk sabun cuci merek "D" (Kalaw saya sebut merek ya iklan donk hehehe-red), yang ada hadiah Mangkuk gratisnya. Hahahhaa, itulah saya.   Saya perlu beli produk itu karena memang perlu untuk suatu keperluan, dan hadiah sebagai "bonus tambahan" saja. Tidak ada promo hadiah langsung juga tidak apa toh saya sudah dapat produknya. Jadi jika ada hadiah promo ya tentu saja senang sekali, siapa sih yang nolak dikasih hadiah?

Awas Penipuan Dimana mana
Yang paling anyar adalah undian produk Olahan Kentang Crispy yang gambarnya sudah saya cantumkan di sini, yang menawarkan hadiah "wah" jalan jalan ke London bersama Nidji (Wah ini termasuk grup boyband yang saya suka juga-red) kebetulan saja waktu itu saya tidak beli produknya.  Dapat hadiah tetangga yang dapat parsel lebarang (wah diburu KPK nda nih-red) dan isinya ada kentang krispi yang wadahnya mirip tabung tempat bola tenis itu. Ya udah ikuti aja prosedur cara berpartisipasinya, dan tentu saja berhadap menang, yah minimal hadiah hiburan gitu deh. Hehehhehee.

Bagaimana dengan penipuan undian berhadiah ini? Wah saya malah sering ngerjain Nomor Nomor pengirim SMS hadiah fake alias palsu itu. Mungkin karena kami tau bahwa itu penipuan. Saya dapat SMS isinya menang hadiah mobil dan diminta menghubungi nomor nomor tertentu buat konfirmasi hadiah ujung ujungnya minta uang buat uang muka dan lain sebagainya. Halah mobil dari Hongkong.  Ikut undian  juga nda tiba tiba dapat hadiah Mobil.   Mungkin karena kami tau itu Penipuan.  Namun bagaimana mereka yang tidak tau? Nah berhati hatilah jika ada SMS Penipuan, dan modus modus penipuan lainnya yang semakin beragam. Hapus saja SMS yang memberi kabar anda dapat Mobil atau Uang. Karena sudah pasti itu palsu. 

Namun keberuntungan juga kadang "menclok" juga buat saya sekeluarga, dan ini biasanya berbentuk Door Prize baik karena ikutan Sepeda Santai atau istilahnya FUN BIKE, atau kegiatan even rame rame lainnya. Hadiahnya mulai dari Kipas Angin, Dispenser,  sampei setrikaan.  Hahahha. Kadang kadang hadiah hadiah Door Prize semacam ini  bisa dijadikan "pelipur lara" karena jarang menang di undian produk produk iklan semacam yang saya sebutkan di bagian atas tulisan ini. ISeng ISeng Berhadiah Hahhahahaa. (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Secara pemikiran logika , mungkin definisi hemat hampir identik dengan pelit ?. Hanya saja apakah bisa kedua kata tersebut mempunyai makna yang sama ? . Otak saya ini mengatakan bahwa hemat tidak bisa di samakan dengan pelit , meskipun juga hemat itu "saudara dekat"nya pelit . Hemat menurut saya adalah suatu tindakan cermat dalam mengatur pengeluaran tanpa mengurangi apa apa yang telah menjadi kebutuhan sehari hari , hanya dengan lebih menekan keinginan yang sifatnya dapat di kurangi .

Hemat di sini memanfaatkan segala pengeluaran dengan tepat , benar benar manfaat dan bukan harus menghindar kalau saja ada seseorang yang memerlukan pertolongan kita , jelas tentu bisa membedakan yang mana kebutuhan yang mana keinginan .Sedangkan definisi pelit adalah menekan dan mengurangi segala apa yang menjadi kebutuhan , meminimalisir keinginan , tidak mau tahu dengan keadaan sekitar yang tidak memberi keuntungan pada diri sendiri .

Benarkah suatu tindakan hemat ujung ujungnya adalah pelit , kikir ? Anggaran pengeluaran lebih sedikit dari pada umumnya adalah sifat pelit ? Seperti biasa kalau suatu hal yang tidak sesuai dengan prinsip , saya pasti ngotot , memberi argument yang bisa saya jelaskan meskipun seadanya . Saya paham betul kemampuan otak saya masih standar dan tidak sekelas dengan otak cerdasnya orang orang..
Tapi dari pada hanya menjadi  bahan unek unek kan kan lebih baik di sampaikan , soal di terima apa tidaknya itu terserah pembaca dan pendengar , toh saya juga bukan menganggap bahwa prinsip saya itu yang paling benar . Ketika saya pada posisi hemat tapi di katakan pelit , rasa rasanya hati saya kok dongkol .

Apa hanya karena anggaran pengeluaran lebih sedikit terus bisa di katakan pelit ?, saya tidak habis pikir apakah selama ini saya acuh terhadap kebutuhan dan enggan memberi pertolongan yang di perlukan . Anggaran bulanan lebih sedikit bukan berarti lepas dari keinginan untuk berbagi , bagaimana dengan jumlah anggaran yang begitu besar tapi tak sepeserpun berbagi dengan sekitarnya , dan anggaran itu hanya untuk kebutuhan sendiri .

Rasa rasanya topik seperti ini kurang etis kalau diperdebatkan lebih lanjut , atau mungkin lebih baik jadi bahan koreksi diri sendiri apakah benar kita ini termasuk kategori pelit atau hemat . Bagus tidaknya kualitas kita dalam kehidupan sehari hari bukan kita yang menilai , tapi orang lain dan merekalah cerminnya .

Saya yakin setiap orang memiliki prinsip masing masing dan tidak aneh juga kalau prinsip itu memiliki perbedaan di tiap perorangan , tapi bukan berarti orang lain berbeda prinsip dengan kita terus kita bisa mengatakan bahwa orang itu salah. Bukan masalah dia yang salah dan kita yang paling benar , hanya saja perbedaan prinsip.

Saya juga yakin dan menyadari bahwa setiap orang mayoritas menganggap dirinyalah yang paling benar , itupun karena prinsip .Dan yang perlu di ketahui , orang memilih tidak berprinsip , itupun juga prinsip. Mungkin dari perbedaan prinsip inilah yang mengakibatkan perbedaan definisi hemat dan pelit , hemat itu yang seperti apa dan pelit itu seperti apa , atau bahkan hemat berpeluang besar menjadi pelit , itu juga bisa.


Namun hal ini akan menjadi masalah jika rasa empati dan rasa berbagi kepada sesama sudah mulai luntur di dalam diri kita. Rasa tenggang rasa dan rasa menghargai orang yang tidak makan di saat kita makan dengan lahapnya sungguh suatu perasaan yang tidak menghargai mereka yang tidak makan.

Jangan sampai persoalan hitam putih di atas kertas , prosedural, dan formalitas mengalahkan rasa empati dan tenggang rasa bagi sesamanya. Sungguh tidak etis jika kita makan kenyang dan lahap ditengah saudaranya yang tidak makan dan hanya menonton mereka yang makan. Jangan. Janganlah begitu. (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Dalam penerbangan sekembalinya dari Denpasar ke Jakarta pada tanggal 14 April 2011 yang baru lalu, saya berkesempatan mencoba terbang dengan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 405 tujuan Denpasar- Jakarta dengan pesawat Tipe Boeing 737-800 NG. Nah "NG" di sini adalah kepanjangan dari Next Generation. Hmm, Memang pengalaman yang pertama buat saya mencoba terbang dengan Garuda Indonesia untuk tipe atau seri 800 Next Generation ini yang saya bagikan pengalamannya buat kawan kawan semua..Eh ada Videonya Juga loh di postingan ini hehehehehe

Sedangkan untuk terbang dengan Garuda Indonesia sendiri sudah tidak ingat lagi. Dalam catatan saya sendiri sih mulai terbang dengan Garuda Indonesia sejak tahun 2007 yang lalu untuk tujuan ke Denpasar, Bali. Rata rata saya naik Garuda Indonesia hanya untuk tujuan ke dan dari Denpasar, Bali. Pesawat Tipe Boeing 737-800 Next Generation ini mempunyai jarak tempuh (range) 5.425 Km, dan memiliki kapasitas sebanyak 12 (dua belas) tempat duduk untuk kelas Eksekutif dan 144 (Seratus Empat Puluh Empat) kursi tempat duduk untuk kelas Ekonomi, dan ini saya baca dari berbagai sumber.

Sedangkan awak kabinnya sebanyak 6 (Enam) orang dan terdapat 2 (dua) orang di kokpit. Sedangkan kecapatan maksimum pesawat tipe 800 NG ini adalah 853 kph, dan menggunakan mesin jenis LCDM56-7 B. Ketinggian jelajah pesawat ini adalah sekitar 38.000 diatas permukaan laut. Waktu tempuh pesawat ini dari penerbangan Denpasar menuju Jakarta ditempuh dalam waktu 1 jam 25 menit. 

Konon pesawat jenis Garuda Indonesia 737-800 Next Generation ini direncanakan akan mendudukung ekspansi operasi perusahaan pada rute-rute domestik dan regional. Salah satu keistimewaan Boeing 737-800 Next Generation yang dimiliki oleh Garuda Indonesia adalah interior terbaru dengan televisi LCD layar sentuh pada setiap kursi di kelas bisnis dan kelas ekonomi dengan audio video on demand (AVOD) entertainment systems yang menawarkan 25 feature film and 25 audio tracks. Dengan in-flight entertainment (IFE) canggih yang terdapat di setiap kursi, maka para penumpang bisa menonton film dan mendengar musik selama penerbangan.

AVOD Yang Lumayan
Hari itu hari kamis, tanggal 14 April 2011 , saya berangkat dari Denpasar menuju Jakarta setelah mengikuti kegiatan KangGURU Indonesia di Denpasar Bali dengan menggunakan Garuda Indonesia. Menurut rencananya setelah sampai di Jakarta, selanjutnya saya akan connect untuk langsung menuju kota Pontianak pada hari itu juga. Adalah hal yang rutin bagi saya menggunakan maskapai penerbangan plat merah itu dalam setiap kunjungan saya ke Denpasar Bali yang biasanya rutin setiap tahun.

Salah satu hal yang saya rasakan istimewa pada hari itu adalah pesawat Garuda yang saya tumpangi. Bernomor penerbangan GA 405, siang itu pesawat yang saya tumpangi sepintas, dari luar terlihat “livery” baru Garuda, sama seperti Boeing 737-800 baru milik Garuda lainnya. Begitu masuk ke dalam kabin, langsung merebak bau khas sistem pendingin udara yang masih baru. Sepintas saya berpikir ini adalah unit pesawat baru. Lantas, saya pun mendapati kursi-kursi penumpang berbalut warna-warna baru.

Ternyata dugaan saya tidak jauh melesat. Garuda Indonesia telah melengkapi armada barunya seri Airbus dan 800 NG dengan fasilitas terbaru yang biasa disebut dengan audio & video on demand (AVOD) yakni suatu perangkat dan sistem hiburan di dalam pesawat in-flight entertainment (IFE) yang canggih yang terdapat di setiap kursi, baik di kelas Ekonomi maupun bisnis. Dengan fitur canggih ini maka para penumpang bisa menonton film dan mendengar musik selama penerbangan.

LAYAR SENTUH : Inilah Garuda In-flight Personal Entertainment System dengan layar LCD di setiap bangku penumpang kelas bisnis dan ekonomi pada pesawat Boeing 737-800 Next Generation (14/4). Foto Asep Haryono


Pada kelas ekonomi, alat pengontrol navigasi antar muka alat hiburan untuk kelas ekonomi terletak pada sandaran lengan kursi yang mempunyai dua fungsi utamanya yakni sebagai alat untuk menyesuaikan volume suara dengan menekan tombol UP dan DOWN di bagian pengontrol Volume.

Sedangkan fungsi yang lainnya adalah sebagai sarana untuk bertukar saluran dari interaktif ke pertunjukan (Air show) begitupula sebaliknya. Saat saya mencoba fasilitas AVOD ini, saat duduk mendapati posisi layar sentuh (touch screen) yang belum diaktifkan. Beberapa saat setelah di udara, maka fasilitas AVOD di tiap kursinya diaktifkan, maka saya langsung dapat melihat di layarnya halaman depan (homepage) untuk in-flight entertainment (IFE) muncul dilayar di depan saya.


Cara pengoperasiannya pun cukup mudah. Kita tidak perlu lagi membuka buka buku panduan pengoperasian AVOD, karena semua fitur fitur yang tersaji di halaman depan (homepage) AVOD di tiap kursi ini bisa menggunakan pilihan bahasa yang tersedia. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Untuk memudahkan pemahaman saya yang baru pertama sekali mencoba B737-800 Next Generation ini saya memilih pilihan bahasa Indonesia. Kita cukup menyentuh layar di depan kita dan memilih katagori katagori hiburan yang mau kita nikmati selama penerbangan. Fitur fitur utama AVOD tipe B737-800 Next Generation terdiri atas beberapa katagori hiburan yang utama yakni Magazine Rack , Kid Worlds, Travel Info, Cultural Survey, Feature Update, Games dan juga Audio. Selain itu difitur utama yang lain ada Short Feature , New Release, Music Video, Destination Video, dan lain sebainya.

Sedangkan untuk seri AIRBUS A330-200 kelas bisnis dan seri Boeing 737-800 NG kelas Eksekutif menggunakan hand set yang berbentuk seperti alat Handphone yang berbentuk lonjong dengan panel panel kontrol di dalam alat itu. Hand set inilah yang digunakan oleh para penumpang untuk menavigasi sistim hiburan selama penerbangan.

Fitur Musik dan Film
Aplikasi ini dirancang untuk menggunakan alat kontrol pada posisi vertikal. Salah satu kendala dalam penggunaan fasilitas AVOD dalam Boeing 737-800 NG ini adalah kemampuan pemuatannya (loading) yang bisa terhenti beberapa detik sesuai dengan daya muat yang bersinergi dengan sistim navigasi pesawat. Jadi para penumpang harus bersabar menunggu beberapa detik sampai pemuatan (loading) video maupun musik yang kita pilih selesai sehingga bisa dinikmati dengan baik.


HIBURAN : Suasana kabin Boeing 737-800 Next Generation baru Garuda Indonesia tujuan Denpasar - Jakarta (14/4) dengan in-flight entertainment system. Foto dibuat ketika saya baru masuk pesawat dan layar LCD belum dinyalakan. Foto Asep Haryono


KENDALI : Fitur pengaturan suara dan saluran TV pada AVOD tipe Boeing 737-800 Next Generation baru Garuda Indonesia juga bisa dikendalikan di lengan kursi. Foto Asep Haryono


Karena jarak tempuh dari Denpasar ke Jakarta hari itu hanya berlangsung 1 jam 25 menit, jadi saya tidak sempat mencoba semua fitur fitur yang ada di dalam fasilitas audio & video on demand (AVOD) di pesawat seri B737-800 Next Generation yang saya tumpangi itu. Namun saya sempat menjajal fitur Destination Video dan Audio Musik nya. Ketika jari jemari saya menyentuh layar dan mengoperasikan Destination Video, saya bisa melihat bahwa konten dalam Destination Video itu berupa kumpulan klip video tujuan tujuan wisata terkenal yang ada di Indonesia seperti Mataram (Lombok), dan lain sebagainya. Sedangkan fitur Audio yakni pilihan musik bisa saya dengar dengan kualitas suara yang prima.


Video pendek tentang Saya yang berhasil saya rekam di penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar - Jakarta pada tanggal 14 April 2011 lalu.  Rekaman dibuat dengan menggunakan kamera poket Nikon L-19 Coolpix. Sederhana aja. Take a look this short video. Hehehe. Enjoy

Hanya saja untuk pilihan musik Video dalam B737-800 Next Generation ini kita tidak dapat memilih sendiri katagori jenis musik dan kelompok musik sesuai dengan pilihan saya. Semua fitur musik videonya berupa kompilasi video musik yang hanya kita bisa dengar secara berurutan dari track 01 hingga track yang terakhir.

Berbeda sekali fitur avod pada pesawat KLM tujuan Jakarta - Kuala Lumpur pada bulan Nopember 2009 lalu dimana fitur avod untuk katagori Musik Video dan FILM bisa kita pilih sesuai dengan selera kita. Mau film terbaru, film klasik , film laga, film horor serta film comedy bisa kita pilih dengan mudahnya. Hal itu juga mudahnya saat kita memilih musik video. Bahkan alat bantu dengar (head set) dalam KLM ini bisa boleh anda bawa pulang ke rumah sebagai kenang kenangan

Saya juga sempat mencoba menonton film dari banyak pilihan yang tersedia. Tapi, begitu tersadar bahwa lama penerbangan Denpasar-Jakarta tak lebih dari 1 jam 25 menit, maka saya segera pindah menu dari musik video untuk menjajal game. Dan salah satu Game favorit saya untuk membunuh waktu, selama di jalan adalah game Sudoku. Rilis resmi Garuda dalam majalah memang disebutkan bahwa di pesawat baru ini sudah tersedia 25 in-flight movies, 10 TV programs, 35 album musik dan 25 interactive video games.

Saya berangan angan andai saja ada kesempatan lain untuk menjajal lagi Boeing 737-800 Next Generation untuk penerbangan panjang misalnnya mungkin saya ada kesempatan untuk mencoba fitur fitur AVOD lainnya yang tersedia sehingga bisa membuat ulasan yang lebih rinci lagi. Sebagai penutup tulisan singkat ini saya berharap fitur AVOD pada B737-800 Next Generation ini bisa lebih terus ditingkatkan lagi performanya terutama pada konten seleksi dan pilihan musik video dan filmnya. (Asep Haryono)

Catatan Asep Haryono
Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriah baru saja beberapa hari yang lalu sudah meninggalkan kita semua, dan tidak terasa waktu begitu cepatnya berlalu. Sungguh benar benar waktu yang sangat cepat berlalu tak terasa begitu saja tanpa kita sadari bukan?.

Coba saya tengok ke belakang sekilas saja saat gegap gempita semua masyarakat bersiap dalam menyambut bulan suci Ramadhan, dan kini tidak terasa sudah beberapa hari sang Bulan tercinta terkasih dan selalu dirindukan itu, Ramadhan, sudah pergi meninggalkan kita semua.

Apakah kawan kawan semua bisa memastikan kapan kira kita kawan kawan semua bisa bertemu dengan bulan Ramadhan lagi di masa yang akan datang?. Saya saja tidak tahu, dan saya yakin kawan kawan juga tidak ada yang tahu.  Tidak ada yang tau kapan lagi kita akan dipertemukan dengan sang Ramadhan, tidak ada yang bisa menjamin itu semua. Ramadhan memang sudah meninggalkan kita semua, namun bagi saya pribadi ada beberapa catatan dan ini membuat kesedihan yang amat mendalam buat diri saya pribadi.

Pertama :Ibadah dan Amal Yang Tidak Maksimal
Kesedihan saya yang pertama adalah betapa kurang maksimalnya saya dalam beramal ibadah dan melakukan aktifitas sosial keagamaan dan kemasyarakat yang bernilai ibadah selama bulan Ramadhan 1433 Hijriah yang baru saja berlalu itu.  Sholat Tarawih yang selalu saya impikan bisa hadir di Masjid di dekat rumah saya juga tidak dapat saya lakukan dengan baik, banyak bolong bolongnya.

MENGAJI : Banyak jamaah mengaji Al Quran selama Ramadhan.   Photo Courtesy Pontianak Post
Baik bolong tidak dapat Tarawih di Masjid, sampai "bolos" alias tidak Tarawih sama sekali, dan ini suatu "prestasi" yang tidak keren buat saya, begitu juga dengan amalan ibadah lainnya seperti Tadarus Al Quran, dan mendengar kajian keagamaan menjelang buka puasa.  Saya bahkan hanya mengandalkan Siaran Radio hanya untuk mendengarkan Tausyiah, atau kajian KeIslaman di radio radio menjelang memasuki waktu berbuka Puasa atau setelah Saur setiap harinya.   Saya rasakan ini juga tidak maksimal.

Kedua : Masjid Kembali Sepi
Kesedihan saya yang kedua adalah masjid di komplek saya kembali sepi dan tidak sehinggar binggar di awal Ramadhan atau selama bulan Suci Ramadhan.  Saya rasa hampir di setiap masjid di negeri ini relatif kembali kepada suasana yang sepi.  Kalau pun ada yang sholat lima waktu di masjid semuanya "4L" alias Loe Lagi Loe Lagi.   Persoalan klasik pasca Lebaran ini memang melanda di hampir di seluruh Masjid di Indonesia : Masjid kembali sepi "ditinggal" Jamaahnya pasca Ramadhan.

MAKMUR :  Suasana Sholat Tarawih di Masjid selama Ramadhan selalu penuh sesak. Kini  banyak Masjid kembali sepi dan suni ditinggalkan Jamaahnya pasca Ramadhan. Photo Courtesy Pontianak Post

Bagaimana mungkin ini selalu terjadi dan terjadi lagi masjid masjid kembali sunyi dan sepi. Bukankah di awal Ramadhan dan selama Ramadhan, masjid masjid penuh sesak ramai Jamaah baik tua , muda, anak anak, setiap kalangan semuanya ada.  Tidak jarang dari Tarawih inilah tercipta suatu pertemanan, persahabatan dan silaturahmi yang baru dengan semakin beragamnya orang orang yang hadir di Masjid. Tidak tertutup kemungkinan berkembang menjadi kontak bisnis maupun ke arah hubungan yang serius. Ooppsss

Selain itu yang perlu menjadi catatan kami adalah lebaran tahun 2012 ini kami belum bisa merasakan nikmatnya Pulang Kampung atau Mudik, dan secara otomatis juga kami sekeluarga belum bisa berlebaran dengan orang tua di kampung.  Tidak ada masalah orang tua siapa yang akan kami sambangi, karena orang tua saya, dan orang tua pihak istri sama saja, mereka adalah orang tua kita kita juga.  Tidak ada istilah orang tua mu atau orang tua ku. Yang ada adalah orang tua kita.

Kini setelah Ramadhan pergi meninggalkan kita, yang sholat di Masjid hanya satu atau dua baris shaf saja.  Ini yang membuat saya galau dan gundah gulana.  Bagaimana caranya agar masjid masjid kembali makmur oleh Jamaah bahkan setelah Ramadhan berlalu?.  Adakah upaya praktis dan jitu untuk memakmurkan masjid masjid itu? (Asep Haryono)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia