Help us to keep our home
Tugu Jogja. Foto Asep H
Tugu Jogja. Foto Asep H
lAST UPDATE: 2 September 2025: 10.54


Ini adalah catatan kecil perjalanan saya mengunjungi kota Jogjakarta pada bulan Nopember 2010 yang lalu tepatnya berada di sana lebih kurang 4 (empat) hari di daerah Kulon Progo Jogjakarta.

Kalau mendengar nama Kulon Progo sering diplesetkan menjadi "West Prog" West artine Kulon, Prog =progo dadi Kulon Progo mbah" gitu kira kira kata orang, wah saya pikir kedengarannya agak berbagu keju (kebarat baratan-red) juga yah hmm boleh boleh juga nih.

Pasar Dekso Kalibawang memak unik dan mempunyai sejarah, namun saya tidak bercerita sejarah ini karena ini bukan pelajaran sejarah hehehee.. Nah nama Kalibawang sendiri adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut wikipedia disebutkan bahwa "alibawang merupakan kawasan Agropolitan Kabupaten Kulonprogo. Kecamatan Kalibawang memiliki luas 52,97 Km2 atau 9,03 % dan luas Kabupaten Kulonprogo, yang terdiri dari 4 desa yakni Banjararum ,Banjaroyo, Banjarharjo dan Banjarasri. Saya sempat mengunjungi Pasar Dekso Kalibawang yang konon kata penduduk setempat cukup ramai, dan selalu sibuk di waktu pagi. Wah menarik untuk saya telusuri terutama sajian penganan yang namanya Gaplek yang menurut lidah saya rasanya Gurih, dan bentuknya mirip pem.

Sekilas Pasar Dekso Kalibawang:
Pasar Tradisional di Kaki Menoreh Pasar tradisional masih menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat pedesaan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah Pasar Dekso, sebuah pasar yang terletak di Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan Banjararum, di kaki perbukitan Menoreh, pasar ini bukan hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan antarwarga.

Lokasi dan Akses
Pasar Dekso berada di jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kulon Progo dengan Sleman. Dari pusat Kota Yogyakarta, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan kendaraan pribadi. Akses ke lokasi relatif mudah melalui jalan utama, meskipun beberapa bagian masih sempit khas jalur pedesaan. Pengguna transportasi umum bisa menggunakan bus dengan rute Jogja–Godean yang berhenti dekat area pasar. Bagi wisatawan, aplikasi navigasi seperti Waze atau Google Maps juga dapat membantu menemukan lokasi dengan lebih mudah.

Suasana dan Aktivitas Pasar
Seperti halnya pasar tradisional lain, Pasar Dekso menawarkan suasana yang khas. Sejak pagi hari, para pedagang sudah menata dagangan mereka: sayur-mayur segar, buah-buahan, kebutuhan pokok, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga sederhana. Warga setempat datang untuk berbelanja kebutuhan harian sekaligus bercengkerama dengan tetangga.

Pasar ini juga dikenal dengan istilah “pasar kliwon”, yang merujuk pada hari pasaran dalam penanggalan Jawa. Pada hari-hari tertentu, jumlah pedagang dan pembeli meningkat, sehingga pasar terasa lebih ramai. Tradisi pasar kliwon ini menambah warna budaya lokal yang masih lestari hingga kini.

Selain aktivitas pada siang hari, di sekitar Lapangan Dekso yang tidak jauh dari pasar, sering diadakan pasar malam. Acara ini biasanya diisi dengan berbagai hiburan rakyat, permainan anak-anak, serta jajanan tradisional seperti es dawet dan makanan ringan khas Jawa. Pasar malam menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga karena menghadirkan suasana meriah, sekaligus tempat rekreasi murah meriah untuk keluarga.

Meski menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kalibawang, kondisi Pasar Dekso masih dinilai kurang representatif. Bangunan pasar sudah cukup tua, fasilitas terbatas, dan kenyamanan pengunjung belum sepenuhnya terjamin. Beberapa waktu lalu, DPRD Kulon Progo bahkan mendorong pemerintah daerah untuk segera merevitalisasi pasar ini agar lebih layak dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

Namun, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat pedagang maupun pembeli. Pasar Dekso tetap hidup karena didukung loyalitas masyarakat yang lebih mengutamakan interaksi langsung, tawar-menawar, serta kehangatan suasana yang sulit ditemukan di pusat belanja modern.

Kamu boleh baca - Day 04 : Berbelanja Souvenir di Malioboro

Daya Tarik Budaya dan Ekonomi Lokal
Keberadaan Pasar Dekso tidak bisa dilepaskan dari identitas budaya masyarakat Menoreh. Selain menjadi tempat jual-beli, pasar ini juga berfungsi sebagai ruang sosial. Banyak warga yang sekadar datang untuk bersilaturahmi, bertukar kabar, atau bahkan membicarakan urusan desa. Suasana egaliter ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung luar daerah yang ingin merasakan atmosfer pedesaan Jogja yang autentik.

Pasar ini juga mendukung perekonomian lokal, terutama para petani, pengrajin, dan pedagang kecil. Dengan adanya Pasar Dekso, hasil bumi masyarakat sekitar dapat tersalurkan langsung ke konsumen tanpa harus melewati rantai distribusi panjang. Hal ini membantu menjaga harga tetap terjangkau bagi pembeli sekaligus menguntungkan bagi penjual.

Pasar Dekso Kalibawang adalah contoh nyata bagaimana pasar tradisional masih berperan penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Meski menghadapi tantangan infrastruktur dan modernisasi, pasar ini tetap eksis karena didukung oleh kearifan lokal, budaya, dan semangat kebersamaan warga. Bagi siapa pun yang ingin menyaksikan denyut kehidupan pedesaan Yogyakarta, berkunjung ke Pasar Dekso bisa menjadi pengalaman berharga sebuah perjalanan kecil yang membuka jendela pada budaya dan ekonomi lokal yang kaya makna.



Motor yang rusak dijalan
Kutak Katik.  Foto Asep Haryono
Pake Acara Mogok Segala
Dari rumah mertua saya saya naik kendaraan motor yang diawaki (pilot) kali oleh Om atau Pak Lek yang memang aseli orang Jogjakarta, dan selama saya trip saya selalu meminta beliau jika ada waktu menjadi Guide saya selama di Jogjakarta.  Kadang sendiri naik motor beliau keliling Kulon Progo sampei menyambangi pasar Godean wih seru juga rasanya. 

Bingung juga saya dengan motor lek Sap ini karena sebelum berangkat dari rumah semuanya sudah dicek dengan baik, bensin yang sudah di isi walaupun tidak sampai pulteng (baca : full tank) dan juga kedua ban sudah diisi sama angin.  Sebab ban kalau tidak di isi angin bisa jadi nda muter.

Lihat saja gaya Lek Sap ini ngutak ngatok motornya sampe pake masker yang biasa dipake kalaw ada debu, udah keren bangeds sampai mirip dokter yang sedang mengoperasi pasien kamar bedah. "Ada apa dengan motornya nih lek sap?"  tanya saya saat itu sudah berdiri di depan motor.  "Nda cuma ngecek ngecek aja wis sudah beres" kata lek Sap.  Saya sempat mengabadikan momen ini dan melihat nomor motor beliau ber plat kendaraan "H" yang menunjuk kota Semarang.

Cukup Nyaman Dan Lengkap
Nah dari rumah saya di antar beliau motor yang kami kendarai memang sempat mogok di jalan dan untung saja bisa diatasi hingga perjalanan saya mengunjungi  Pasar Dekso Kalibawang bisa tereksekusi (wih bahasanya) dengan baik.   Sayang sekali saya nda ngerti mesin jadi taunya cuma make motor aja hehehe. Andai saya bisa dan ngerti mesin juga belum tentu bantuin lek Sap mbetulin motor mogok ini hehehe (yang ini cuma becanda aja ya tentu donk mbantuin).  Karena saat itu saya nda ngerti mesin ya udah saya bantu yang lain aja. Bantu liatin lek Sap mbetulin hehehehe.

Akhirnya sampailah saya di Pasar Dekso Kalibawang ini, dan tanpa ba bi bu lagi saya langsung melihat lihat di beberapa sudut pasar Dekso dan juga beli beberapa menu untuk makan malam di rumah dan juga icip icip makanan yang sudah saya incar yakni Geblek yang asyik juga walau kalau digigit alot rasanya, tapi sensasi rasa gurih dan kenyalnya itu membuat saya ketagihan untuk mencicipinya lagi dan lagi. Nah saya lampirkan di sini beberapa foto yang berhasil saya rekam saat itu :

GURIH :  Inilah Geblek yang membuat  saya ketagihan selain rasanya unik, gurih, dan seru banged. Penganan khas  West Prog yang selalu saya kangeni.  Foto Asep Haryono
GURIH :  Inilah Geblek yang membuat  saya ketagihan selain rasanya unik, gurih, dan seru banged. Penganan khas  West Prog yang selalu saya kangeni.  Foto Asep Haryono

SILAHKAN BELI :  Mau beli dalam porsi biasa, kecil atau banyak silahkan monggo monggo. Inilah Geblek yang sangat saya sukia, dan selalu membawa oleh oleh ini  Foto Asep Haryono
SILAHKAN BELI :  Mau beli dalam porsi biasa, kecil atau banyak silahkan monggo monggo. Inilah Geblek yang sangat saya sukia, dan selalu membawa oleh oleh ini  Foto Asep Haryono


Saya sempat berpikir gimana kalau bahan dasar Geblek ini diberi variasi rasa misalnya dengan memberinya bahan adonak dari ikan Tenggiri atau dari bahan lain seperti daging sapi, atau daging ayam, hmm mungkin makin berasa mantap. Tapi nanti namanya sudah bukan Geblek lagi donk ya.   Saat digoreng menu ini enak dicocol dimakan begitu saja atau dicampur dengan saos sambal botol yang sering saya pakai.  Begitu asyiknya icip icip Geblek ini sampai saya tidak ngeh kalaw ini bukan pempek hehehee.

MIE : Entah apa namanya makanan ini yang bentuk dan warnanya sangat menggoda , apalagi saya lihat sambalnya yang merah sangat menggugah cita rasa.  Hmmm.  Foto Asep Haryono
MIE : Entah apa namanya makanan ini yang bentuk dan warnanya sangat menggoda , apalagi saya lihat sambalnya yang merah sangat menggugah cita rasa.  Hmmm.  Foto Asep Haryono

MIHUN : Ini juga termasuk fave saya mihun apalagi pake sambel, ah sedapnya. Makyus kata Mas Bondan Winarno.  Foto Asep Haryono
MIHUN : Ini juga termasuk fave saya mihun apalagi pake sambel, ah sedapnya. Makyus kata Mas Bondan Winarno.  Foto Asep Haryono

JERAMI KAH :  Ini saya ambil. gambarnya karena menurut saya unik dan menarik. Wah norak banged saya. Kepo rasanya ya.  Foto Asep Haryono
JERAMI KAH :  Ini saya ambil. gambarnya karena menurut saya unik dan menarik. Wah norak banged saya. Kepo rasanya ya.  Foto Asep Haryono


Sebetulnya masih ada lagi yang mau saya ceritakan misalnya Belut Goreng yang banyak dijual di Pasar Godean yang juga asyik dan gurih kriuk kriuk rasanya.  Saya sendiri sebetulnya agak gimana gitu kalau teringat belutnya yang masih hidup, namun semua kekuatiran tersebut lenyap begitu saja saat sudah menjadi bentuk Belut Goreng yang renyah rasanya.    


PASAR DEKSO : Inilah pasar yang menjadi tempat mencari nafkah dan mengadu nasib warga Kulon Progo dan sekitarnya. Foto Asep Haryono
PASAR DEKSO : Inilah pasar yang menjadi tempat mencari nafkah dan mengadu nasib warga Kulon Progo dan sekitarnya. Foto Asep Haryono


Kuliner di kota Jogjakarta memang tidak akan ada habisnya diceritain seperi wedang ronde yang sudah saya bahas dalam tulisan saya tentang Wedang Ronde di Angkringan beberapa minggu yang lalu.  Rasanya sangat kurang keliling Kulon Progo dan Jogjakarta hanya dalam waktu 4 hari itu.

"Nantilah mas Asep jika ke Jogjakarta lagi akan saya ajak keliling keliling dan akan saya perlihatkan kota Jogjakarta yang seutuhnya" kata Mas Sugeng Harianto rekan chatting saya di Jogjakarta.  Ah rasanya ingin sekali berkunjung ke kota yang sering dijuluki sebagai Never Ending City Asia ini, ah kapan ya bisa terlaksana. I don't know. You tell me. (Asep Haryono)
Logi AusAID. Gbr dari Internet
Catatan Asep Haryono

Saya dapat SMS dari Ogi Yutarini tadi pagi "Morning Asep,ya its good news. Radio Kita agrees to play KGI radio program and I've ent the radio package to them. Thanks" dan ini menjadi akhir yang manis dan hasil yang positif yang sudah dijalani selama kurang lebih beberapa minggu terakhir ini. 

Kerja sama penyiaran program Kang Guru Indonesia di Radio Kita FM Pontianak ini tidak terlepas dari bantuan rekan saya, saudari Dwi Sasta Kanaya atau yang lebih akrab disebut DwiRaEmon ini.  Berkat beliau jugalah akhirnya membuka jalan bagi saya untuk mengajukan tawaran tersebut kepada pimpinan Radio Kita FM Pontianak dan akhirnya kedua belah pihak baik Kang Guru Indonesia dan Radio FM Pontianak mencapai kesepakatan.

Namun bagi kawan kawan yang belum tau dari awal kerja sama penyiaran bagaimana yang saya maksud, apa itu Kang Guru Indonesia dan lain sebagainya akan saya coba singgung sedikit di sini biar nyambung. Ibarat menonton acara film Box Office di televisi, maka lebih asyik lagi dan akan semakin menikmati acara pemutaran filmnya jika "menonton" filmnya dari awal. Tapi ini kan bukan cerita film hehehe.

Apa itu Kang Guru Indonesia
Kang Guru Indonesia atau disingkat dengan KGI dahulu bernama Kang Guru Radio English (KGRE), namun melalui berbagai pertimbangan nama KGRE dirubah menjadi Kang Guru Indonesia (KGI) seperti yang disampaikan oleh project manager (PM) Kang Guru Indonesia, Kevin Dalton yang aseli orang Melbourne, Australia itu "Kang Guru Indonesia is not just about the radio while the program of ours will be more vary including teaching, workshop, magazine, website and others" .

MAJALAH : Ini adalah salah satu edisi Kang Guru Indonesia bulan Juni 2009. Majalah ini dulu diberikan gratis ke seluruh Indonesia dan kini sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan Bulletin.  Gambar dari cibuk Aladin Blogspot
Jadi beliau menyebut maksud perubahan nama itu adalah perluasan dan cakupan Kang Guru Indonesia tidak terbatas pada program siaran Kang Guru saja. Nah  Kang Guru Indonesia sendiri adalah project board yang didanai langsung oleh Pemerintah Australia melalui program Kemitraan Indonesia Australia (Indonesia Australia Partnership). Dana yang digelontorkan tersebut dikelola oleh Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) yang pada akhirnya "turun" kepada Kang Guru Indonesia. 

Sejauh ini Kang Guru Indonesia telah bekerja sama dengan lebih dari 190 RRI di seluruh Indonesia, dan juga radio radio swasta, radio komunitas lainnya.   Pada prinsipnya siaran Kang Guru Indonesia ini berdurasi antara 30 (tiga puluh) menit hingga 1 jam, nah setiap program direkomendasikan memiliki Host atau kami menyebutnya dengan Interactive Radio English Presenter yang juga sudah dibentuk komunitasnya oleh pihak Kang Guru Indonesia sendiri.

Majalah Kang Guru Indonesia yang diterbitkan 4 kali selama setahun itu kini sudah tidak diterbitkan lagi, dan sudah diganti dengan hadirnya Bulletin Kang Guru Indonesia yang direncanakan terbit setiap bulan itu.  Edisi terakhir dari Bulletin Kang Guru Indonesia ini diluncurkan (roket kali -red) pada bulan Maret 2012.

Konten atau isi dari Bulletin Kang Guru Indonesia tentu saja tidak akan sama dengan edisi Majalah Kang Guru Indonesia yang lebih tebal itu, dan konten dalam Bulletin Kang Guru Indonesia ini jauh lebih ringkas dan tentu saja tipis. Beberapa bagian dalam bulletin Kang Guru Indonesia juga merupakan "warisan" dari versi majalahnya misalnya program kerja AusAID.  Ya iyalah mereka yang mbayarin kita hehehehe.

Nah setelah kiprahnya selama 20 (dua puluh) tahun di Indonesia,  kegiatan kegiatan Kang Guru Indonesia kini lebih di "rampingkan" dengan meniadakan program unggulannya seperti penerbitan Majalah Kang Guru Indonesia yang selama ini FREE alias gratis terbit 4 (empat) kali setahun sudah dihapus. Sebagai gantinya diterbitkan Bulletin Kang Guru Indonesia.  Program unggulan lainnya yang ditiadakan adalah komunitas Radio Presenter.   Beberapa program lainnya yang di"pertahan"kan adalah Website Kang Guru Indonesia,  Pelatihan, training dan workshop.

Disambut Baik
Bergabungnya Radio Kita FM Pontianak yang mempunyai frekuensi gelombang 87,6 FM yang berlokasi di Jalan Abdurahman (BLKI) Pontianak.  Saya sudah menyambangi studio mereka tersebut yang mempunyai kafe mini dibawahnya, yang ternyata mempunyai manajemen yang berbeda.  Lokasi studionya asyik juga, karena para pengunjung bisa bersantai di bawahnya menikmati kuliner di kafe yang terletak persis di bagian bawahnya itu.  Sayang sekali saya tidak punya foto Radio Kita FM Pontianak tersebut.

Saya kira Kafe yang terletak di lantai bawah itu juga milik manajemen Radio Kita FM ternyata bukan. Hahah salah niye.  Ternyata letak studio radio anak muda gaul ini di bagian atasnya. Buat kawan kawan semua untuk mengetahui lebih jelas apa, siapa, dan bagaimana Radio Kita FM Pontianak bisa langsung mengunjungi website resmi Radio Kita 87,6 FM nya yang beralamat di  www.radiokitapontianak.com  itu setiap saat. Silahkan langsung ke TKP aja Gan.  Banyak informasi di sana, banyak foto foto juga.   :)))))))))))

Orang yang amat berjasa yang memberi jalan bagi Kang Guru Indonesia untuk bisa masuk dalam proposal kerja sama dengan pihak RK (Sebutan singkat untuk Radio Kita-red) adalah Dwi Sasta Kanaya yang juga lecturer,  guru bahasa Inggris, dan blogger.  Pertemuan saya yang terakhir berjumpa dengan fans DoraEmon ini saat berlangsungnya Workshop Global Journalism di American Corner (AMCOR) di Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak tanggal 10 Juli 2012 yang lalu. 

IN ACTION :  Inilah Dwi Sasta Kanaya saat beraksi membantu Kang Guru Indonesia dalam sebuah presentasi di Aula Perpustakaan yang dihadiri oleh ratusan pelajar SMA.  Foto dokumen Asep Haryono

Perin eh salah peran Dwi "doraemon" Sasta Kanaya ini bukan sekali saja, sudah ada even Kang Guru Indonesia di Pontianak juga mendapat besutan dan bantuan dari beliau.  Misalnya saja saat Kang Guru Indonesia diberi kesempatan melakukan presentasi di Aula Perpustakaan bekerja sama dengan salah satu lembaga Kursus Bahasa Inggris di Pontianak pada tanggal 25 September 2010 lalu juga kami dibantu oleh Dwi Sasta Kanaya ini

Contoh Merchandise Kang Guru
Saya merasa tidak nyaman juga karena salah satu request dari Dwi adalah paket program Pembelajaran untuk pelajar SMP (SMP Package) yang pernah diajukan kepada saya belum dapat dipenuhi, dan jika Dwi masih memerlukan package tersebut akan segera saya sampaikan kepada manajemen Kang Guru Indonesia di Bali untuk dapat ditindaklanjuti.  

Sedangkan untuk Radio yang sudah siap menyiarkan program Kang Guru  Indonesia (KG) akan dikirimkan Kang Guru Indonesia promotional item atau KG Merchandise yang gambarnya ada saya cantumkan di sini, dan hadiah hadiah ini hanya sampel aja  

Dan (hadiah) ini bisa digunakan untuk menjadi daya tarik atau Door Prize untuk acara on air di radio buat para callers yang beruntung. Jenis hadiah dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan selama persediaan masih ada

Ini melengkapi beberapa radio lainnya di kota Pontianak yang sudah lebih dahulu bekerja sama dengan Kang Guru Indonesia yakni Radio Pro 2 FM RRI Pontianak dan Radio Volare FM   yang saya terima dari Kang Guru Indonesia bahwa Kang Guru Indonesia masih memberikan kesempatan bagi Radio Swasta lainnya di luar kota Pontianak, atau Radio sekolah untuk mengajukan proposal kerja sama kepada kami. Are you interested?   (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Sepulang saya dari Kuala Lumpur mengikuti Youth Engagement Summit – SEAchange 15 s/d 18 Nopember 2009 yang lalu, pesawat KLM yang saya tumpangi berhasil mendarat dengan Selamat di Soekarno Hatta Jakarta.

Saya hanya beristirahat satu hari saja salah satu rumah member YES juga di Grogol. Saya tidak sempat pulang ke Pontianak hari itu karena pada keesokan harinya (19 Nopember 2009) saya harus berangkat lagi ke Bali guna mengikuti Perayaan ke 20 Tahun Kiprah KangGURU di Indonesia. Ini memang catatan lama, namun asyik juga ditulis karena soal makanan hehehehe

Dalam postingan kali ini saya akan cerita sedikit sekelumit di acara Selebrasi 20 thn Kang Guru Indonesia yang diselenggarakan di plaza Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) Denpasar Bali kemarin itu. Para peserta yang hadir di acara syukuran 20 tahun Kiprah Kang Guru Indonesia itu dihadiri oleh banyak undangan di antaranya para pemenang Kang Guru competitions dari seluruh Indonesia, perwakilan Klub Bahasa Inggris yang tergabung dalam Kang Guru English Connection Club (KGCC), perwakilan dari Australian Consulate, dan juga 7 Kang Guru Champion pastinya . Buanyak sekale.

Aneka Kuliner Yang Asyik
Acaranya sendiri dimulai sekitar pukul 09.00 WIB (Waktu Bali beda dengan waktu Pontianak 1 jam, jadi jika di kota Pontianak jam 7 pagi, maka di Bali sekitar jam 8 nya-red). Nah inti acaranya adalah registrasi (Walah pake registrasi segala), ya  iyalah karena mau paket free dari Panitia Pelaksana berupa Tas yang berisi T-shirt, PIN, pulpen dan note book waw asyik kan).  Untuk hiburannya ada gelaran Musik Tradisional Australia oleh Kang Ali Yina Music Foundation, Kuis berhadiah, Door Prize, dan yang sudah pasti makan makan. Party Food hehehehehhee

Nah sesuai dengan judul tulisan ini saya akan ceritakan Kuliner atau menu menu makanan apa saja yang tertanggkap kamera poket saya waktu itu, nah mari kita mulai saja. Walau penyelenggaranya adalah Kang Guru Indonesia yang notabene bule Aussie, tapi menu di sini sudah dijamin dari Panitia Pelaksana halal karena hampir semua peserta adalah warga Indonesia. Yang bule hanya dari Kang Guru Indonesia sendiri dan perwakilan dari Aussie gitu deh


ES KRIM :  Silahkan diambil sesuai selera ada banyak cita rasa di sini, kalaw saya sih suka rasa Durian hehehe. Seru aja soalnya.  Foto hak cipta Asep Haryono

MENU BARAT :  Nah kesempatan nih icip icip menu Aussie, kapan lagi mumpung gratis. Foto hak cipta Asep Haryono

ALA KONDANGAN : Nah horee ada sate. Nah nah ini salah satu menu yang amat disukai peserta selebrasi yang menyerbu ke food ini. Ini diambil beberapa menit sebelum massa mengerubungi ini hiehiehiheie.  Foto hak cipta Asep Haryono

NASI KUNING : Orang dari VOA bilang "Safron Rice" alias nasi kuning wah Indonesia bangeds. Mari mari silahkan icip icip nambah juga tidak apa asal kuat.  Foto hak cipta Asep Haryono

NDA BISA MASAK :  Mencoba jadi juru masaknya, miskin pengalaman liat aja hasil kerjaan ku gosong semua.   Foto Mahendra/Kang Guru Indonesia

BBQ : Khas ala Australia bisa dicoba juga di sini.  Ini menu kuliner di dalam gedung, sedangkan menu Outdoor juga juga ada wah namanya juga party hehehe. Banyak makanan di mana mana eui.  Foto hak cipta Asep Haryono

UNIK :  Ini juga menu ala kondangan, dan uniknya tidak pake piring beling di sini. Wah asyik dah. Foto hak cipta Asep Haryono


Sengaja saya gede gedein gambarnya biar puas memandangnya. Asal tidak tergoda hiehiehiehiheie. Maklum ini kan bulan suci Ramadham bulan puasa hehehehehe.  Nah Untuk sajian Makanan Indonesianya bisa dipilih sendiri sesuai selera, mau menu bule nya juga ada, mau BBQ ala Australia juga tersedia dan semuanya sudah diseleksi oleh juru masak berkebangsaan Indonesia, jadi peserta selebrasi tidak lagi kuatir atau ragu ragu.   Mau menu yang outdoor atau indoor wah tinggal dipilih dipilih.

Saya sudah menjajal beberapa menu yang menjadi kesukaan saya terutama menu Indonesianya.  Untuk BBQ ala Aussie terus te rang tidak cocok sama lidah Indonesia saya, dan rasanya hambar, Hahaha. Ini kan soal selera, yang namanya selera memang tidak dapat diperdebatkan.  Nah selamat menikmati foto foto kulinernya ya.  Thanks for reading (Asep Haryono)

AMCOR. Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Assalamualaikum Wr Wb Semuanya. Pa kabar sampai hari ini. Bagaimana kesehata kalian semua dan saya harapkan sampai sejauh ini, dan semoga kita semua tetap fit dan oke dokeh (Minjem dari Syahdini) mengerjakan aktifitas seperti biasanya.

Dan seperti yang sudah pernah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya (mungkin udah janji kali ya) mau cerita dikit aja soal American Corner (AMCOR) yang bertempat di kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

Di sela sela saya mengikuti Workshop yang berisi dan berjudul "Global Journalism and Professional Use of Twitter" yang dibawakan oleh Prof Mindy Mcadams (konon nama aselinya Melinda kata Detik com yang mendapat informasinya langsung dari Kedubes Amerika Jakarta. Menurut Detik COM dalam surat emailnya disebutkan nama Mindy adalah nama akrabya. Yang mana yang benar eh). Nah disela sela Workshop itulah saya menyempatkan diri mengamati, dan juga merekam aktifitas ringan di American Corner (AMCOR) tersebut.

Tenang Dan Cukup Lengkap
Mungkin bagi kawan kawan yang sudah sering mendengar atau mungkin sudah lebih dahulu mengetahui tentang American Corner (AMCOR) mohon dikoreksi jika ada yang keleru eh salah keliru, nah American Corner atau sering disebut atau disingkat dengan Amcor ini adalah program kemitraan antara Pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh kampus kampus terkemuka di Indonesia. 

Tidak semua kampus di Indonesia memenuhi syarat dan ketentuan yang dipersyaratkan untuk merealisasikan pendirian AMCOR ini, dan kampus negeri Universitas Tanjungpura Ponianak atau yang lazim disebut UNTAN memenuhi syarat dan ketentuan tersebut sehingga berhasil direalisasikan. Terbukti dengan peresmian dan pendirian secara resmi AMCOR yang menempati lantai 2 gedung Perpustakaan UNTAN pada tanggal  16 Pebruari 2012 oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel. 

Foto Asep Haryono
Dalam catatan sampai saat ini, khususnya di Indonesia, terdapat 11 (Sebelas) universitas yang menjadi mitra dalam rangka pendirian American Corner (AMCOR) ini.  Saya salut dengan Rektor Untan, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA atas preastasi dan pencapaian ini yang menurut saya luar biasa, outstanding.   Keep up the good work ya

Sedangkan keberhasilan kampus Universitas Tanjungpura dalam mendirikan AMCOR tersebut merupakan kerja besar dan suatu kebanggaan yang patut disyukuri dan selayaknya prestasi ini tetap ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang.  Two Thumbs buat departemen atau bidang yang mengurus pendirian AMCOR ini (Konon dari International Desk nya UNTAN ah yang mana pula itu ya).

Hadirnya workshop Global Journalism yang diselenggarakan di AMCOR beberapa waktu yang lalu merupakan salah satu program kerja daripada American Corner (AMCOR) yakni memberikan pencerahan, seminar, workshop dengan menghadirkan atau mendatangkan secara langsung para pakar pendidikan, atau pakar yang relevan secara langsung dari negera asalnya.  

Saya sempat bertemu dengan rekan saya satu kampus, Surmiyati (atau Mrs Surmiyati) yang menjadi salah satu staf di AMCOR UNTAN, dan beliau baru saja menyelesaikan S2 nya di Unversity of Hawaii, wah keren keren.  Saya pun terlibat little chat dengan beliau dan tentu saja dalam bahasa Inggris yang diselang selingi dengan bahasa Indonesia bin alias bahasa campur atau gado gado.  Suka Gado gado? Eiits puasa ya. Saya sempat menjajal beberapa fasilitas yang ada di AMCOR termasuk melihat lihat koleksi yang ada saat itu, Internet dan lain sebagainya. 

Ruangan yang sejuk dengan berpendingin standar (tidak terlalu dingin menurut saya) dan lantai yang dilapisi dengan karpet terasa membuat diri ini ingin berlama lama membaca baca buku buku, dan beberapa koleksi lainnya yang diatur dalam rak rak khusus dengan icon nama nama negara bagian di Amerika Serikat misalnya New York, San Fransisco dan lain sebagainya.  Selain itu di tiap sudut dinding tertentu terpasang banyak sekali gambar atau mungkin juga foto foto pemandangan di Amerika Serikat, White House , dan lain sebagainya menjadikan suasana seperti YU ES E bangeds 


REGISTRASI : Informasi bisa diperoleh di desk ini, dan siap menyambut pengunjung yang datang di AMCOR UNTAN. Mendaftar jadi member juga bisa di sini.  Foto hak cipta Asep Haryono

NEGARA BAGIAN : Tiap rak buku diwakili oleh nama nama negara Bagian Amerika Serikat, ada cukup judul judul menarik di sini terutama bagi mereka yang menyukai negara Amerika Serikat.  Foto hak cipta Asep Haryono

INTERACTIVE :  Ini bisa digunakan oleh para pengunjung yang datang, dan akses internet di sini cukup lancar kecepatannya.  Library dan Internet paduan yang serasi untuk mencari informasi.  Foto hak cipta Asep Haryono

CUMA GAYA :  No comment la untuk "oknum" yang banyak gaya di sini.  Biar dibilang pinter pegang buku tebel tebel. Foto Istimewa

Program Kemitraan Amerika Serikat dan Indonesia dalam realisasi pendirian American Corner (AMCOR) ini agak mirip walau tidak mirip benar dengan program kemitraan Australia dan Indonesia (Indonesia Australia Partnership) terutama dalam penyelenggaraan informasi pendidikan, pelatihan, kerja sama dan juga kemitraan.

Maklum aja 5 (lima) tahun "karir" sebagai Kang Guru Champion perwakilan Australia di Indonesia khususnya di Kalbar menjadikans saya sedikit paham dengan pola Kemitraan USA-RI.  Pola Kemitraan Kang Guru Indonesia agak mirip dengan pola kemitraan AMCOR karena kedua belah pihak saling mendukung dan disupport oleh pemerintah negara masing masing. Excellent. 

Sama dengan Kang Guru Indonesia, nah di AMCOR ini juga bisa menjadi referensi yang mancaaps buat dosen, mahasiswa bahkan Umum yang akan melanjutkan studi di negaranya yang sering disebut dengan Paman Sam ini,  Saya pun sempat mengambil beberapa foto foto di dalam American Corner (AMCOR) tersebut, dan sempat mendaftar untuk menjadi anggotanya untuk 1 semester.  Syaratnya cukup mudah dan hanya mengisi formulir yang sudah disediakan , pas foto 2 lembar, dan biaya Adminitrasinya Rp.20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah).

Banyak fasilitas dan manfaat yang bisa didapatkan jika sudah menjadi anggotanya, dan Insya Allah akan saya ceritakan pada kesempatan yang akan datang, tentu saja dengan catatan tidak janji. Oke selamat datang di American Corner (AMCOR) UNTAN Pontianak. Together We Can Do More   Thanks for reading (Asep Haryono)
Halo semua. Selamat Hari Jumat tanggal 20 Juli 2012 atau bertepatan dengan tanggal 30 Syaban 1433 Hijriah, nah apakah kawan kawan ada yang berpuasa hari ini? Ataukah berpuasa esok hari mengikuti Jadual Pemerintah Republik Indonesia?. Saya tidak membahas soal puasa ya ehehehehehe.  Yang jelas biarlah perbedaan itu menjadi hal yang indah, dan biarkan perbedaan awal puasa yang ditengarai selalu terjadi setiap tahun itu justru menjadi pemersatu kita. Kita akan selalu saling hormat menghormati. Setuju khan?

Baidewei Baswei, bagaimana rasanya jika kawan kawan mendapatkan hadiah? Tentu perasaan senang bukan, nah hadiah apa yang paling disukai oleh kawan kawan tentu akan berbeda beda yah namaya juga selera. Ada yang senang mendapatkan hadiah barang seperti Handphone, BB (Bukan Bau Badan loh-red), hadiah Pulsa, ditraktir makan, dikasih duit (asyeeek)apa saja bentuk hadiah tersebut sudah pasti membuat senang yang menerimanya bukan?

Beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan teman kantor saya, dan ada juga yang bertemu langsung dan mereka meminta izin untuk "menculik" gambar saya di facebook, saya pikir ah biasa aja tuh ada banyak ratusan foto foto narsis di gallery Facebook saya jadi permitnaan itu tentu granted alias diizinkan dengan gegap gempita.  Toh dengan dikejutkan dengan pemberian "sesuatu" (minjam dari Syahdini eh salah Syahrini) berupa gambar kartun diri ini huaaaaa.  What a surprise.  Kejutan yang menyenangkan

Senangnya Bukan Main
Saya yang awam dengan Sofware Adobe Photoshop (Saya bisanya cuma besar kecilkan alais resize gambar dan hal hal kecil lainnya, untuk belajar sendiri dari buku Adobe Photoshop masih belum ada waktu karena kesibukan pekerjaan yang segudan, dan juga mengurus istri dan anak anak cieeee), jadi goresan pena dari para pendekar Photoshop buat saya adalah "sesuatu" bangeds.   Nah nah biar nda pemasaran eh salah penasaran berikut adalah goresan pena sahabat Sahabat saya.


Design : Ade Riyanto. 



Design by Kessusanto "Kekes"  Liusvia


Design By Trisno

Design Budi Kurniawan


Saya menerima desin gambar coretan kartun hasil rancangan mereka sudah sangat senang, dan rasanya seperti penjahat eh salah penjabat aja or feel like a celebrity yang dibuatin gambarnya.  Nah kawan kawan semua, saya sudah merencanakan untuk memprint gambar kartun di atas dalam ukuran yang sedang atau agak besar untuk kenang kenangan di rumah kontrakan saya, dan tentu saya akan mintakan tanda tangan mereka.

Kepada rekan dan sahabat saya Kessusanto "kekes" Liusvia, Budi Kurniawan, Trisno dan juga Ade Riyanto saya mengucapkan terima kasih atas rancangan desain gambar kartun saya, dan saya sangat senang dan bahagia sekali. Rancangan dan gambar kartun saya ini akan saya simpan sebagai kenang kenangan. I will consider those presentations as something a little out of the ordinary since it is not something you could offer to anyone else. Sekali lagi thank you again and I really appreciate it.  Semoga Allah SWT yang membalas kebaikan kalian dengan yang lebih indah lagi, Amin Ya Robbal Alamin. (Asep Haryono)


Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 Hijriah
Mohon Maaf Lahir Dan Bathin. 

Salam

Asep Haryono
Rudi Maryati
Abbie Muhammad Furqan Haryono
Tazkia Montessori Putri Haryono

Kemarin sepulang dari suatu kegiatan, saya menyempatkan diri untuk membeli lauk pauk untuk pelengkap makan siang di rumah, dan saat melintas di depan kampus Universitas Tanjungpura Pontianak (UNTAN) yang terletak di jalan Adi Sucipto, mata saya tertumbuk pada sebuah rumah makan yang sederhana. Rumah makan ini sudah lama saya kenal dan sering saya hampiri saat masih kuliah dahulu di Era taon 1990 an gitu deh. Saya lupa nama Rumah Makannya, dan kebetulan pemiliknya saya kenal cukup baik Yakni H. Mas Nasono.

Banyak sajian khas istimewa di rumah makan yang sederhana tersebut, namun mata saya tertumbuk pada orang yang sedang membakar ikan di depan rumah makan tersebut. Ya rupanya salah satu karyawannya tampak sedang membakar Ikan, aromanya yang sedap dan membuat perut saya lapar membuat saya langsung tergerak mengambil kamera digital Poket Nikon Coolpix saya dan mengabadikan moment itu.

Rasa Yang Seanggun Penampilan
Saya perhatikan cara orang ini dalam menyajikan ikan bakar di rumah makan tersebut, mulai dari memilah milih ikan yang akan dibakar, menata arangnya untuk pembakaran (Saya lihat memang pembakaran yang biasa digunakan untuk membakar Sate), dan juga mengaduk ngaduknya dalam adonan kari yang berwarna merah dan memanggangnya di atas pembakaran. 

Untuk mengipas sang ikan yang sudah tergolek tidak berdaya di atas bara api itu, dia menggunakan kipas manual yang dilakukannya berulang ulang sambil membolak balikkan sang ikan agar matangnya rata mulai dari bagian kepala ikan sampai kepada ekornya.  Di balik balik dengan hati hati agar badan ikan bakar tidak hancur karena gerakan sendok atau sapuan tangannya.


Foto hak cipta Asep Haryono
Foto hak cipta Asep Haryono

Foto hak cipta Asep Haryono


Entah jenis ikan apa yang dibakarnya, karena walaupun saya pecinta kuliner terutama SeaFood saya kadang tidak tau jenis ikan apa yang sedang saya makan, namun ada beberapa merek (halah merek kaya nama barang aja) jenis Ikan Kembung, Ikan Bandeng dan Ikan Pari saya hafal luar kepala rasanya.  Nah untuk jenis ikan Bawal, Ikan Toman, Ikan Mas, dan Ikan Patin saya agak kurang hafal hehehe. Aneh ya, tapi ya begitulah kadang saya taunya cuma mbayar dan makan gitu. Apalagi sampai dibayarin alias Gratis wuaa saya lebih senang lagi hehehehhehehee.




Saya sempat menanyakan resep membuat adonan bumbu yang digunakannya saat membakar ikan dan mencatatnya di Handphone jadul saya, dan beberapa lainnya ya dihafal saja di dalam kepala (Tidak diluar seperti tadi), dan lumayan juga mas nya baik hati mau membuka "kotak pandhora" resep membakar ikannya.

Padahal kan di internet juga banyak tersaji resep resep ya, tapi kan mumpung ada orangnya yang sudah di depan mata sedang membakar ikan ya sekalians aja saya tanyakan resepnya.

Sebenarnya ada jenis Ikan Bakar yang yang kalaw dicolek sama sambel kecap (biasanya terdiri dari bawang merah, cabe rawit, dan kecap) sangat ideal memang dicolek colek dengan Ikan Bakar yang tanpa adonan bumbu kemerahan seperti dalam foto tadi. Karena menurut hemat saya ikan Bakar yang sudah dibumbu tadi memang sudah terasa nikmat bahkan belum dicolekin pake sambel Kecap.  Ini memang selera, dan Selera setiap orang sangat beragam dan berbeda beda dalam memperlakukan sang Ikan bakar. Hehehehe. Hehehehe Asyeeekk.(Asep Haryono).
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia