Help us to keep our home

Dalam setiap sisi kehidupan anak manusia selalu mencerahkan dan kadang memberikan inspirasi bagi orang lain yang salah satunya adalah tokoh panutan hidup. Nah panutan ini bisa siapa saja entah itu tokoh agama, tokoh nasional, tokoh pejuang kemerdekaan, tokoh sosok pahlawan, bahkan sampai tokoh Power Ranger dan Nobita pun bisa menjadi kiblat atau arah seseorang yang mengagguminya. Memang tidak ada larangan kalaw kita mengidolakan mendiang Michael Jackson misalnya.

Atau mungkin kenalan atau sodara kita sekalipun yang mengidolakan Inul Daratista atau Ayu Ting TIng yang kondang saat ini dengan tembang "alamat palsu" nya itu. Nah siapa pun yang menjadi idola atau tokoh panutan kita itu cenderung memberikan kontribusi bagi para pengidolanya. Maunya sih kontribusi itu bersifat positif dan membawa arah kebaikan, namun siapa ang bisa menjami kalaw semua itu bisa memberikan pengaruh positif yang kita harapkan. Manusia memang tidak sempurna seperti tema tulisan saya hari ini. Klise memang, dan sering kita dengar selama ini, dan memang manusia tidak ada yang sempurna. Kata orang barat kondang menyebutnya dengan satu ungkapan pendek "nobody's perfect" atau Tak ada gading yang retak. Benarkah manusia itu tidak ada yang sempurna?

Penuh Kekurangan
Nah ini juga menarik. Yang namanya sempurna sudah pasti tidak akan ada dalam diri manusia. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Penguasa segala kerajaan langit dan bumi, dan DIA lah Maha Sempurna. Namun bisakah manusia memiliki sedikit saja apa yang dinamakan sempurna itu. Nah perasaan merasa sempurna tentu bisa dirasakan setiap orang dan setiap orang tentu boleh merasa dirinya sempurna dalam ukuran tertentu tentunya dan bisa dipertanggungjawabkan.

Namun pada kenyataannya bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan yang sudah dari "sono"nya terpatri dalam diri setiap manusia. Allah SWT Maha Pencipta sudah memberikan bekal kepada setiap hambanya, manusia , berupa seperangkat kesempurnaan dan juga kelengkapan lainnya yang berbentuk kekurangan. Kekurangan yang saya maksud di sini bersifaat multidimensional, baik itu kekurangan lahiriah dalam artian fisik, dan juga kekurangan bathiniah yang anda sendiri yang bisa menjabarkannya apa itu kekurangan lahiriah.

Dari segudang kekurangan yang ada pada manusia itu tentunya setiap individu merasakannya sendiri, dan juga kadang dirasakan oleh orang lain. Banyak contoh yang bisa kita petik dan kita jadikan pelajaran dalam kehidupan ini. Coba saja tengok di jalan raya, dan anda akan sering menemukan para pengemis jalanan yang beranek ragam rupa dan kondisinya. Mulai dari yang badannya tegap, tegar, kuat namun pekerjaannya meminta minta.

Sampai kepada para pengemis yang memang memiliki cacat fisik, dan dia menjadikan cacat fisiknya itu sebagai alat untuk memancing belas kasihan orang sehingga memberikan bantuan uang receh kepadanya. Ada juga para pengemis atau peminta minta yang mengajak anak kecil serta bersamanya bergerilya meminta minta di jalanan. Kita tidak akan pernah tau apakah itu anaknya sendiri yang diikutkan ibu atau ayahnye mengemis hanya untuk memancing belas kasihan orang, ataukah ada motif bisnis dibalik aktifitas seperti ini. Banyak isu yang beredar bahwa anak yang sering dibawa orangtuanya serta mengemis adalah anak titipan orang lain sebagai ladang bisnis untuk menghasilkan uang dengan mereka sebagai "pekerja" nya. Nah bagaimana kita menyikapi fenomena seperti ini? Haruskah kemiskinan kita salahkan sebagai biang keladi dari rasa ketridak sempurnaan diri kita semua ini?

Bagian Penutup
Manusia seperti kita tidak akan bisa mencapai derajat kesempurnaan dalam artian menjadi "super hero" yang bisa berbuat semaunya dan segala galanya. Manusia seperti kita memang sudah dibekali oleh akal sehat yang harus digunakan dengan bijaksana dan menggunakannya untuk tujuan kebaikan baik untuk kebaikan dirinya sendiri dan atau untuk kebaikan orang lain. Kesempurnaan dalam artian fisik memang bisa dicapai oleh manusia, dengan kekuatan uangnya, dia bisa membeli dan membelanjakannya untuk bisa memenuhi hasratnya menjadi hidup sempurna dengan segala yang ada. Uang memang perlu untuk menunjang aktifitas kita sehari hari namun materi atau harta tidak bisa dijadikan alasan kalaw kita harus berbuat buruk atau jahat hanya untuk menutup nutupi ketidaksempurnaan dalam diri kita itu. Haruskah harga diri anda korbankan hanya untuk menjaga prestise atau imej kesempurnaan dalam diri anda sendiri?. Tidak perlu sampai sejauh itu. Namun yang pasti di sini adalah manusia seharusnya berusaha sekuat mungkin untuk menjadikan ketidaksempurnaanya itu sebagai kelebihan yang bisa dirubah menjadi energi positif untuk berkarya dan berprestasi.

Berbahagialah anda yang diberikan kesempurnaan oleh Allah SWT baik kesempurnaan dalam hal lahiriah, tubuh dan wajah yang baik serta. Namun alangkah indahnya jika kesempurnaan fisik dan lahiriah itu juga dibarengi dengan 3 B (beauty, brain dan behavior) seperti yang sering kita dengar dalam ajan ajang lomba miss universe itu. Wajah dan fisik yang cantik dibarengi dengan otak dan wawasan yang cerdas serta dibalut dengan sikap , perbuatan dan tingkah laku yang baik dalam keseharian akan menjadikan seseorang itu menjadi "sempurna" dan bisa dikatakan paripurna dalam hidupnya. Haruskah seideal itu kita harus berpikir dan menjadikan diri ini menjadi sesempurna seperti yang digambarkan dalam syarat 3 B di atas?. Jawabannya tentu saja tidak akan bisa sesempurna yang ideal. Hmmm. Banyak yang akan disinggung kalaw membicarakan manusia dengan segala tingkah polanya ini, dan kita juga perlu melakukan intropeksi ke dalam diri sendiri, apakah yang selama ini kita lakukan dalam hidup sebagai tujuan untuk mencapai kesempurnaan?



Memiliki sebuah website pribadi (personal website-red) memang sangat menyenangkan. Branding bukan hanya bisa diaplikasikan pada komoditi produk. Anda pun bisa menjadi obyek branding. Salah satu dari alat bantu untuk membranding diri Anda adalah dengan membangun situs personal yang memuat data diri Anda pribadi, bidang kerja yang Anda tekuni, cara berbisnis dengan Anda, dan mungkin juga tips-tips bisnis yang disarikan dari pengalaman empiris Anda. Desain situs tidak harus mengandung nilai estetika tinggi meski kurang bisa dibenarkan juga jika desain asal-asalan.

Tentu pengunjung situs Anda akan ogah untuk klik sana dan klik sini jika desain amburadul dan tidak eye-catching. Hehehe Nah pengalaman ini memang sudah lama saya rasakan sejak website pribadi saya mengalami banyak "bongkar pasang" baik dari segi bentuk, arsitektur, konten maupun cara pengolahan datanya yang sebelumnya hanya mengandalkan HTML (Hypertext Mark Up Language-red) dan sekarang sudah menggunakan CMS (Content Management System-red) sederhana, yakni Joomla versi 1-5

Namun demikian sebaiknya para pembaca membaca terlebih dahulu tulisan saya sebelumnya di sini jika ingin terjun secara total dalam dunia maya seperti membangun website pribadi di Internet. Karena walaupun asyiknya bermain dalam dunia maya, tetap saja faktor tujuan dan fokus anda berkiprah di dunia maya tentu harus jelas. Karena selain waktu dan tenaga akan dipakai, juga dari segi ekonomi akan diperlukan dalam artian ada biaya yang timbul dari keinginan anda ingin memiliki website pribadi seperti yang saya miliki.

Isi website identik dengan tulisan, gambar, musik, video, dll. Jika Anda mempunyai ide dan disampaikan hanya dengan omongan kepada orang sedunia, maka siap-siap saja ke dokter untuk operasi plastik bibir dan mulut. Ide lebih baik diikatkan dengan tulisan dan dalam bentuk apapun yang bisa ditampilkan dalam media visualisasi, yaitu website. Manusia ditakdirkan sebagai masyarakat sosial yang tidak bisa diam. Tidak bisa diam bila hati ingin bicara, bila hati ingin kekuasaan, bila hati ingin kaya, bila hati ingin mengingatkan sesamanya. Jangkauan penyebaran ide Anda akan sangat terbatas jika mengandalkan mulut, akan mendunia jika menggunakan website. Nah Jika Anda punya situs personal, ada beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan, di antaranya:
  1. Situs Personal sebagai identitas pribadi, dibutuhkan sedikit banyak waktu untuk memperkenalkan siapa Anda, bisnis apa yang Anda tekuni, dan bagaimana cara praktis berbisnis dengan Anda. Dengan situs pribadi, segalanya akan bisa terkomunikasikan dengan lebih dan jauh lebih baik.
  2. Situs Personal sebagai gerbang bisnis Anda, Anda bisa memaksimalkan nilai fungsional situs personal Anda sebagai gerbang informasi bisnis.
  3. Situs Personal sebagai alat bantu Personal Branding Anda, personal branding dibutuhkan untuk pengembangan kepribadian seseorang. Maka dari itu, sebuah situs personal akan sangat membantu proses Anda untuk lebih dikenal khalayak secara lebih luas dan berimbang.
  4. Situs Personal sebagai juru bicara Anda, waktu adalah uang dan hidup memang harus dijalani secara efektif dan efisien. Dengan teknologi dot com (situs personal), Anda bisa mengkomunikasi suara hati, memberikan klarifikasi atas sebuah masalah, serta menjawab atau memberikan tanggapan atas berbagai keluhan, saran, dan kritik yang ditujukan kepada Anda secara cepat, efektif, dan efisien karena proses uploading bisa dilakukan secara pribadi.
  5. Suka berbagi ilmu dan informasi. Dengan situs pribadi, Anda dapat membagi keterampilan yang Anda miliki. Atau juga berbagai pengalaman jika misalnya Anda suka bertualang. Jika Anda juga ada seorang fotografer, Anda pun dapat membaginya di situs pribadi Anda. Terlebih lagi jika Anda adalah seorang yang berprofesi sebagai konsultan, guide, dekorator, arsitek dan sebagainya, maka Anda dapat memperkenalkan diri Anda dalam profesi Anda tersebut secara meluas. Saling berbagi informasi adalah hal yang indah. Jika Anda pemilik ide, maka Anda adalah raja bagi para pengikut yang membutuhkannya seperti layaknya seminar-seminar desain . Suatu hal yang memuaskan jika Anda mampu memberikan nilai lebih kepada hidup mereka. Para pengikut akan menjadi percaya kepada Anda.
  6. Untuk Anda yang punya usaha atau bisnis, misalnya pengadaan dan ekspor-impor. Terlebih lagi jika Anda memiliki usaha jasa travel dan penginapan seperti hotel, melalui website, Anda memiliki tempat pemasaran yang tepat.
  7. Badan resmi dan organisasi berbadan hukum nirlaba tidak harus luput dari kepemilikan website. Organisasi-organisasi dapat menyampaikan kegiatan, visi dan misinya melalui website sehingga tidak harus banyak orang bertanya.
  8. Sekolah-sekolah untuk menunjukkan kebonafitannya di kancah dunia modern tidak ada salahnya memiliki website. Dengan website, sekolah-sekolah dapat menyampaikan latar belakang sekolah, persyaratan penerimaan mahasiswa baru, kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, prestasi peserta didik dan sebagainya sehingga orang-orang dapat dengan mudah mengenali sekolah tersebut.
  9. Serta masih banyak lagi manfaatnya.. Mantap deh gan :))))
Nah seperti yang sudah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya bahwa Website kini tak lagi di monopoli oleh perusahaan saja, di seluruh dunia website sudah dimiliki oleh perseorangan. Jangan heran kalau tiba tiba anda menemukan anak sekolah punya website, atau ketika sedang browsing anda menemukan informasi bagus yang di tulis oleh seorang yang “biasa biasa saja” mengingat begitu mudah dan begitu pentingnya memiliki website saat ini.

Ingatlah selalu, Jika Anda mempunyai website, maka Anda mempunyai nilai lebih dari orang lain yang belum punya. Anda selangkah lebih maju dalam kehidupan globalisasi ini. Anda adalah selebritis baru dalam dual dimensi hidup (dunia nyata dan dunia maya). Jika Anda punya perusahaan, dan mempunyai website, maka perusahaan Anda punya potensi terkenal se dunia, siapa tahu anda diundang sebagai pembicara dalam seminar kewanitaan, motivasi, fotografi, sosial dan sebagainya. Dan seperti biasa lah Untuk memiliki website pribadi atau blog, anda tidak pelu lagi bingung bagaimana cara membuatnya atau biaya yang harus dikeluarkan untuk website pribadi yang bonafit. Anda bisa menggunakan jasa saya dan saya siap membantu anda wewujudkan impian anda untuk memiliki website pribadi dengan harga yang sangat terjangkau, dan website pribadi anda pun dapat segera tayang di Internet.

If you need something, just le me know ya
Hiheiheiheiheiheiehiehiehiehiehie


Selamat hari Jum'at ya semuanya. Pa kabar kalian para pecinta saya eh salah maksud saya para pembaca setia maupun tidak setia di blog kesayangan saya ini, nah pada hari Jum'at nan mulia ini saya ingin sekali mengetuk hati rekan rekan untuk tetap bersedekah dan beramal selagi masih diberi kesempatan bernafas oleh Allah SWT. Karena kalaw kesempatan emas untuk beramal dan bersodakoh itu dilewatkan begitu saja, nanti gimana donk saat hari akhir nanti?. Hihihihi udah kaya penceramah aja nih lu Sep.

Wait hari ini memang hari yang cukup menyibukkan diri saya sendiri, baik urusan sehari hari di rumah maupun mengantar anak ke sekolah 3 (tiga) kali seminggu, maupun aktifitas keseharian saya di kantor dan juga kegiatan lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Nah tema yang saya coba angkat pada hari ini memang berbau aiti (baca : IT-red) yakni website. Nah bagaimana pun juga memiliki website sendiri sungguh mengasyikan dan memiliki kesenangan sendiri. Namun ada beberapa faktor yang harus anda perhatikan jika ingin terjun bebas dalam dunia maya seperti memiliki website pribadi seperti saya. Beberapa catatan yang sebaiknya anda perhatikan di bawah ini jika anda serius ingin memiliki website sendiri dengan tujuan yang jelas dan bukan sekedar gaya gayaan.

Kalkulasikan Dana
Nah ini merupakan salah satu faktor utama sebelum anda memutuskan untuk terjun secara total dalam dunia maya dalam artian memiliki website sendiri. Entah itu website pribadi seperti yang saya punya www.asepharyono.com atau website lainnya seperti website perusahaan, website sekolah, website usaha, atau bahkan website pemerintah (e-government-red). Nah website apa saja yang anda ingin sebaiknya mempertimbangkan biaya biaya yang mungkin timbul dalam mewujudkan impian anda memiliki website sendiri. Khusus tema tulisan saya pada hari ini saya persempit lagi adalah memiliki website sendiri atau website pribadi yang dalam bahasa Inggris disebut dengan "personal website". Nah beberapa faktor biaya biaya yang harus anda perhitungkan jika ingin memiliki website pribadi atau website sendiri antara lain sebagai berikut :
  1. Biaya Sewa Hosting dan Domain
    Nah langkah pertama jika anda ingin memiliki website sendiri adalah menyewa domain serta hosting sebagai "wadah" anda di jejaring dunia maya. Domain adalah dua atau tiga huruf dibelakang nama website anda yang menunjukkan misi utama website anda di internet. Sebagai contoh domain "com" pada nama website saya www.asepharyono.com nah "com" di sini berarti "commercial". Begitu juga dengan nama domain kampus www.untan.ac.id nah nama domain "ac.id" itu berarti adalah "academik indonesia" nah sudah jelas bukan nama nama domainnya. Itu sekedar contoh saja.

    Nah anda harus perhitungkan lebih dahulu biaya sewa hosting dan domain website anda. Khusus untuk saya sendiri sih sewa domain dan hosting saya sewa dari salah satu perusahaan website terbesar di Indonesia yakni rumahweb, nah rekan rekan bisa melihat sendiri harga harga domain dari situs rumahweb tersebut. Namun sebagai contoh untuk sewa domain "com" seperti website saya www.asepharyono.com itu seharga sebesar Rp.95.000,- (Sembilan Puluh lima ribu rupiah) selama satu tahun. Sedangkan kapasitas Hosting terserah anda maunya, mau kapasitas 50 MB, 100 MB , 250MB atay berapa saja terserah anda. Sebagai contoh untuk kapasitas 100MB harga sewa perbulannya adalah Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebulan, atau bayar setahun menjadi Rp.300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah). Lebih lengkapnya silahkan baca daftar harga sewa domain dan hosting di situsnya langsung di rumahweb yang berpusat di Jogjakarta itu.
  2. Biaya jasa web designer nya
    Nah ini tergantung pada negosiasi antara klien (anda sendiri-red) dengan pihak pembuat website/website developer atau apalah namanya yang membantu anda mewujudkan impian anda memilki website sendiri. Dalam kontek ini anda tidak perlu harus membuat sendiri website yang memang cukup merepotkan itu, nah jika anda punya dana lebih , mengapa anda tidak meminta jasa para webdesigner atau para pembuat websitenya. Nah mudah dan praktis bukan? Beberapa klien ada yang ingin websitenya dibuat jadi sedangkan operasional maintenance dan pengupdatetannya dilakukan sendiri oleh si customer sendiri atau pihak klien sendiri.

    Namun ada juga klien atau customer yang mempercayakan pembangunan website sekaligus meminta sang pembuatnya untuk menjadi "staf" atau "petugas" yang melakukan updatetan setiap bulan. Kalaw yang terakhir ini ditempuh berarti ada biaya tambahan lain yang harus anda pertimbangkan, yakni jasa petugas update website anda setiap bulan yang besarnya tergantung kesepakatan bersama antara anda (customer, klien-red) dengan website designernya. Sedangkan untuk saya sendiri harga membuat atau mengembangkan website atau biaya jasa website yang saya punya tarif saya adalah Rp.3,5 jt (tiga juta lima ratus ribu rupiah) bersih, dan jasa itu diluar sewa domain dan hosting yang sudah saya sebutkan pada poin 1 di atas. Sedangkan jika clien atau customer menghendaki saya juga sebagai "staf' atau "karyawan" yang mengelola websitenya maka biaya yang saya mintakan adalah sebesar Rp.300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) setiap bulan. Nah gimana sip khan?

Pengupdetan Berkala
Nah ini juga tidak kalah pentingnya. Setelah harga jasa web designer, sewa hosting dan domain beres semua dalam artian tidak ada kendala antara kedua belah pihak baik si customer atau klien dengan web designernya alias enak sama enak, maka langkah ke depannya bersifat teknis saja yakni masalah yang menyangkutan tampilan fisik, fitur yang diinginkan juga teknis pengisian atau istilah kerennya pengupdetan websitenya. Baiklah akan saya coba bahas satu persatu untuk bahasan ini. Nah hal hal di bawah ini yang perlu anda perhatikan dalam rangka pengupdetatan website anda sebagai berikut :
  1. Tampilan Website
    Nah untuk bentuk fisik website yang bisa dilihat dari luar, maksudnya adalah template website bisa anda lakukan sendiri dengan menggunakan tools tools website maker yang banyak tersedia di pasaran misalnya saja Macromedia Dreamweaver Series (versi 4, MX atau versi 8-red), Microsoft Frontpage, HTML atau program lainnya. Silahkan saja anda gunakan sendiri, atau mempercayakan proses pembangunan websitenya kepada jasa pembuat website anda, atau menyerahkan sepenuhnya kepada web designernya. Nah jika anda tidak mau pusing dengan tampilan tetek bengek segala macem, anda bisa dengan mudah menggunakan template website yang cocok dan sesuai yang bisa anda peroleh dengan free alias gratis di internet.

    Untuk saya sendiri saya biasa menggunakan website template yang sudah ada dan tersedia dengan mudah di internet, yakni dari sumber website template Joomla versi 1.5 siteground yang banyak tersedia pilihannya. Memang sudah ada versi Joomla 1.7 namun khusus yang seri terbaru itu saya belum mencek lebih lanjut dan tentunya sudah lebih canggih. Saya senang dengan Joomla versi 1.5 yang sudah saya pelajari dengan baik fitur fitur yang ada dalam versi tersebut. Khusus untuk Joomla 1.5 ini memang saya pelajari sendiri dan tanpa bantuan pengajar dari mana pun juga, dalam artian guru secara fisik alias guru orang (manusia-red). Selama ini saya belajar sendiri Joomla 1.5 maintenance dan fiturnya dari tutorial tutorial yang ada di website dan juga video tutorial dari youtube yang bisa saya ikuti dengan cukup baik. Andai ada guru yang melatih saya untuk maintenance joomla 1.5 ini tentu saya akan lebih senang lagi
  2. Fitur Fitur Website
    Nah untuk fitur fitur website yang ingin anda tampilkan di dalam website anda terpulang pada keinginan anda sebagai raja alias customer atau klien yang memilki hak untuk digimanakan websitenya nanti, dan si pembuat yang sudah anda bayar jasanya yang akan berjibaku menyiapkan semua pesanan anda apapun yang anda minta. Kini persoalannya kembali kepada kemampuan dan pengetahuan sang pembuat websitenya itu. Apakah kemampuannya pas pasan seperti saya, atau sudah secanggih pakar. Pada umumnya semakin rumit tingkat kesulitan websitenya, biasanya berbanding lurus dengan harga jasa sang pembuatnya. Semakin canggih fitur websitenya semakin mahal jatuhnya biaya yang harus anda bayarkan kepada para perancangnya.

    Untuk fitur fitur website kilen atau website pelanggan yang saya kerjakan pada umumnya fitur fitur standar saja yang umum banyak digunakan orang seperti Guestbook (buku tamu-red), Contact Form (formulir kontak-red) dan Gallery photo. Untuk fitur lain seperti forum masih dipelajari mengingat banyaknya konten konten yang harus diawasi, dan memerlukan kecermatan. Namun demikian khusus untuk website yang bersifat profil dan bukan pada pelayanan kepada masyarakat, fitur Buku Tamu, dan Photo Gallery serta kontak form sudah lebih dari memadai. Sedangkan video gaya seperti video player (pemutar video-red) seperti yang ada dalam website pribadi saya, www.asepharyono.com memang bisa juga anda dapatkan asalkan ada kemauan dari si klien sendiri yang akan dibuatkan sedemikian rupa.
  3. Data Website (Teks, foto, Video)
    Nah jika anda sebagai klien atau customer ingin segera selesai websitenya, maka "kewajiban" anda sebagai bos atau pemilik website yang mempercayakan pembangunannya kepada web designer maka anda menyediakan data data websitenya sendiri seperti foto foto, narasi atau teksnya, dan juga video video anda sendiri. Tentunya video yang baik donk. Masa video yang jahat sih hehehehe. Khusus untuk foto foto yang akan ditampilkan ke dalam website sebaiknya foto yang baik dan sopan dan tidak mengandung racun eh salah mengandung bakteri eh salah lagi, maksudnya mengandung unsur SARA. Foto yang baik adalah foto yang diambil dengan kamera digital biasa berformat JPG atau JPEG agar keren dan cool di website. Foto yang berpixel rendah yang biasa dilakukan dengan kamera handphone biasanya kurang terang dan tidak bagus ditampilkan dalam website.

    Anda sebagai pemilik website tinggal memerintahkan kepada perancangnya foto foto mana yang akan diunggah di websitenya serta diatur sedemikian rupa agar tampak cantik dan mempesona. Karena dalam hal ini pandangan perancang website dan klien (customer) tentu saja berseberangan, namun satu hal yang menjadi prinsip adalah apa pun yang diinginkan oleh klien (customer) lah yang utama , karena merekalah yang membayar sang web designer. Jadi web designer tentu akan "takluk" kepada kemauan klien atau customer. Namun demikian selalu ada celah untuk diskusi atau tukar pikiran antara sang pembuat (website designer) dengan kliennya demi kemajuan bersama.
  4. Pengupdatetan berkala
    Nah khusus yang satu ini diserahkan sepenuhnya kepada anda selaku bos atau customer mau digimanakan website dalam hal pengupdatetan situsnya apakah ingin harian, mingguan atau bulanan. Namun pada umumnya , dan kesepakatan yang berlaku untuk website update harian hanyalah untuk situs kantor berita, atau situs koran. Sedangkan untuk situs web pribadi atau personal website terpulang pada keinginan masing masing setiap orang. Dan petugas pembuat website (jasa web designer-red) yang sudah anda percayakan dan sudah anda bayarkan kepadanya sudah sewajarnya membantu anda mewujudkan apdetannnya sesuai keinginan anda sebagai raja atau pelanggan. Namun pada umumnya khusus untuk website profil atau website personal pengupdetan tidak harus setiap hari. Cukup dengan pengisian berkala saja, dan alangkah lebih baik lagi jika kesepakatan sudah tercipta dan tersinergi dengan baik baik antara anda selaku pemilik situs web maupun dengan pengolah data atau pembuatnya. Tidak saja kesepakatan mengenai harganya akhirnya kedua belah pihak memang sama sama enak, namun juga keharmonisan dan kekompakan pengisian data websitenya kelak di kemudian hari.

Nah dari paparan sederhana yang saya sampaikan di atas semoga bisa menjadikan masukan yang amat berharga bagi rekan rekan saya maupun para calon konsumen yang ingin terjun dalam dunia maya dalam artian ingin memiliki website sendiri atau website pribadi. Sebenarnya banyak manfaat yang bisa anda peroleh sekaligus jika punya website sendiri atau website pribadi yang bisa anda raih dan anda genggam dengan sukses. Website kini tak lagi di monopoli oleh perusahaan saja, di seluruh dunia website sudah dimiliki oleh perseorangan. Jangan heran kalau tiba tiba anda menemukan anak sekolah punya website, atau ketika sedang browsing anda menemukan informasi bagus yang di tulis oleh seorang yang “biasa biasa saja” mengingat begitu mudah dan begitu pentingnya memiliki website saat ini. Salah satu manfaat memiliki website sendiri adalah Sarana representasi diri : sebuah website dapat menjadi potret virtual diri anda di dunia maya, menampilkan pribadi Anda ke seluruh dunia selama 24 sehari dan 7 hari dalam seminggu. Diantara yang paling populer dalam menggambarkan diri Anda secara online andalah dengan membuat blog (atau dikenal sebagai online diary) atau sebuah galeri foto, dimana teman-teman Anda dapat selalu mengupdate tentang kehidupan dan pemikiran pemikiran anda. Keren sekali bukan?

Selain itu juga masih banyak manfaat yang lain yang tidak kalah menariknya jika memiliki website sendiri / website pribadi misalnya Pendongkrak kredibilitas : selain menggunakan sosial media, website juga bagus untuk meningkatkan citra diri anda. Baik juga untuk dijadikan portfolio digital. Membantu komunikasi tanpa batas n adalah manfaat lainnya juga. Nah Website yang anda miliki dapat menjadi tempat pertemuan untuk saling bertukar pikiran dengan orang dari belahan dunia manapun. Anda dapat berkomunikasi online dengan mudah tanpa batas yang memungkinkan Anda melakukan percakapan seakan-akan berhadapan langsung dengan beragam orang yang berbeda, secara langsung dari website Anda. Untuk memiliki website pribadi atau blog, anda tidak pelu lagi bingung bagaimana cara membuatnya atau biaya yang harus dikeluarkan untuk website pribadi yang bonafit. Saya siap mewujudkanya bersama anda tentunya. Nyehehehehehehhee.

Punya website pribadi sendiri ? Mengapa tidak

Seiring dengan situasi keuangan global akhir-akhir ini, bidang keuangan yang sangat mendominasi dalam kehidupan sekarang adalah hutang. Banyak orang yang terjerumus dalam hutang dan tidak mampu untuk membayarnya. Membayar hutang itu menyangkut kehormatan dan integritas pribadi. Kejujuran dan tidak membuat janji-janji yang tidak mungkin dipenuhi, sangat baik dilakukan dalam mencari jalan pemecahan keluar dari belenggu hutang. Tidak ada hutang yang tidak bisa dibayar kalau berdisiplin, berkemauan keras, tekun dan bekerja keras, mengerti tekniknya, Serta percaya akan penyertaanNya.

Disini saya tidak membahas mengenai bagaimana mengatur keuangan yang bijak dalam kehidupan pribadi dan keluarga, seperti yang sudah banyak ditulis oleh para ahli keuangan. Dalam tulisan saya ini saya coba tulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, memberi solusi bagaimana seseorang yang sudah terjerumus dalam jerat hutang menjadi bebas, bisa melunasi semua hutang-hutangnya, dan kembali bisa menata keuangannya.

Serba Menyiasati Sana Sini
Begitu juga dengan pengaturan pola keuangan kami yang masih amburadul. Memang kata orang sekilas kami "makmur" karena ada dua lokomotif yang berpacu mencari penghasilan. Dalam artian kedua orangtuanya bekerja. Nah dalam kacamata para tetangga, dan penilaian orang lain tentu bagus bagus saja. Wah enak ya keluarga si fulan ayah dan ibunya sama sama bekerja, wah tentu uangnya pasti banyak. Begitulah kira kira penilaian orang atau tetangga kepada kami sekeluarga. Saya mendengar seperti itu hanya tersenyum saja, dan mengucapkan "Alhamdulillah" atau "amin" saja.

Padahal kenyataan di lapangan memang tidak seindah kata orang. Memang secara logika dengan dua orang yang sama sama bekerja, kemungkinan bertambahnya pendapatan dan penghasilan keluarga jauh lebih cepat. Namun hukum alam juga berlaku. Konon stigma di masyarakat kita pada umumnya sering terjadi , semakin besar pendapatan biasanya diikuti dengan semakin besarnya pengeluaran. Besar penghasilan yang kami peroleh bersama sama (karena saya dan istri sama sama bekerja-red), namun pengeluaran dan kebutuan sehari sehari dan perbulan kami juga tidak kalah "sombong"nya dengan pendapatan kami yang "ramah lingkungan". Wah kok bisa di sebut "ramah lingkungan" sih.

Ya yang saya maksud "ramah lingkungan" karena pada saat sang uang datang dari penghasilan rutin kami setiap bulannya dalam bentuk gaji selalu saja lewat. Selalu saja numpang lewat. Begitu datang , maka uang yang kami dapatkan dengan susah payah itu harus keluar lagi dalam bentuk pos pos dana rutin setiap bulannya yang harus kami keluarkan mau tidak mau, atau suka tidak suka, dana itu harus keluar.

Misalnya anggaran untuk membeli beras, minyak tanah, gula pasari, dan segala tetek bengek urusan dapur seperti bawang merah, dan lain sebagainya. Juga pengeluaran utama keluarga seperti membayar tagihan (Listrik, PDAM) dan juga cicilan hutang kami di sebuah bank Nasional karena kami meminjam dana kepadanya karena urusan mendesak. Untuk susu anak saja (kami memiliki dua orang anak, satu bersekolah di Playgroup, dan satu lagi masih bayi-red) dan jasa pengasuhan mereka berdua saja sudah melewati angka 1 Juta setiap bulannya. Nah bisa dibayangkan betapa luar biasanya pengeluaran rutin bulanan keluarga kami. Belum lagi biaya sekolah SPP anak kami yang pertama sekitar 250 ribu rupiah dan harus dibayarkan tepat pada waktunya dan jangan sampai terlambat. Nah dengan demikian angka gaji yang kami terima setiap bulannya kadang selalu saja pas, dan sangat sedikit dana yang tersedia untuk disisihkan ke pos tabungan bahkan kadang nyaris tidak ada.

Hampir kami tidak punya dana lebih untuk dialihkan ke pos tabungan. Banyak pakar keuangan keluarga mengatakan bahwa pos tabungan seharusnya dijadikan "pengeluaran" keluarga. Ini harus dilakukan. Dengan menganggap tabungan sebagai "pengeluaran" , maka kita akan dipaksa untuk menabung. Ini baik sebenarnya, tapi kami ini ngaco, selalu saja hal itu belum dilakukan secara optimal. Mengapa ya?. Inilah pertanyaan yang kami sendiri pun kadang agak susah untuk menjawabnya. Sepertinya kami perlu jasa pengelolaan keuangan nih. Apa bisa?

Jadi kami harus pandai pandai "bersilat" maupun "siasat menyiasati" keuangan yang ada. Dana yang kami peroleh dari penghasilan tambahan di luar gaji kadang digunakan untuk menutup hutang dan sebagian lagi diwujudkan dalam bentuk barang. Sebab saya dan istri kadang berpikir bahwa uang itu licin, karena bisa "tergelincir" digunakan untuk keperluan lain yang diluar perencanaan walaupun sama pentingnya. Ini kan tidak betul. Kadang konsistensi dalam menangani keuangan perlu keteguhan hati kita juga. Misalnya saja dana yang sudah disiapkan untuk membeli blender karena bisa digunakan buat membuat bubur bayi, jangan digunakan untuk membayar tagihan listrik walau kepentingannya sama, atau bermuatan penting yang sama. Inilah yang saya maksud dengan konsistensi keuangan. Ini yang kadang kami lupa. Konsistensi inilah yang kadang juga menjadi bumerang bagi kami sekeluarga karena dana yang seharusnya disiapkan untuk keperluan A menjadi teralirkan untuk keperluan B. Walhasil dana buat A menjadi "bolong" dan terpaksa untuk menutupinya mengambil dari POS lain yang juga tidak kalah pentingnya.

Jangan Berhutang Jika Tidak Terpaksa
Jadi dengan demikian dari uraian njelimet dan membingunkan di atas pemecahannya ada 2 (dua). Ini kata perencana keuangan Safir Senduk yang sering menjadi rujukan kami sekeluarga dalam mengelola keuangan. Kedua pemecahan keuangan keluarga yang kami jadikan patokan untuk menyelesaikan masalah keuangan keluarga kami adalah.
  1. Memperbesar Pendapatan.
    Solusi pertama adalah memperbesar pendapatan keluarga. Untuk mengandalkan gaji saja sudah pasti tidak akan cukup. Oleh karena itu penghasilan tambahan harus dilakukan jika pengeluaran keluarga juga semakin besar setiap bulannya sesuai dengan hukum ekenomi. Dengan demikian pengeluaran keluarga harus dibuat menjadi jauh lebih kecil dari pendapatan. Dengan demikian akan ada pos sisa anggaran dan itu bisa dialihkan menjadi pos tabungan. Cara memperbesar pendapatan adalah dengan memberikan les tambahan atau juga membuat terobosan lain yang bersifat memancing pendapatan atau uang masuk buat keluarga. Berapa pun pemasukan dari tambahan akan sangat bermanfaat baik secara mental maupun secara ekonomi. Dari segi mental, kami akan lebih yakin dan menatap masa depan dengan penuh wibawa karena bisa menekan pengeluaran dan memperbesar pendapat.

  2. Memperkecil Pengeluaran.
    Solusi kedua adalah dengan memperkecil pengeluaran. Jika penghasilan tambahan belum bisa dilakukan maka cara lainnya adalah "memangkas" pengeluaran yang tidak perlu. Anggaran belanja keluarga yang penting namun tidak perlu sebaiknya kami tinggalkan. Ini mutlak dilakukan jika kami tidak megap megap di pertengahan bulan atau sebelum bulan berakhir kita sudah kolaps duluan mencari utangan baru. Pengeluaran setiap bulan sudah pasti ada dan selalu akan ada sesuai dengan kebutuhan hidup manusia yang terus menerus ada dan bervariasi setiap saat. Pengeluaran memang tidak dapat dicegah sesuai dengan hukum ekonomi yang berlaku, namun pengeluaran itu sebenarnya bisa ditekan jika kita sadar akan prioritas mana yang harus diutamakan dan mana yang harus ditunda bahkan kalaw perlu dipangkas habis sampai tuntas tas.
Salah satu "musuh" terbesar kami berdua adalah "dahaga" nya kami terhadap keinginan keinginan yang terpendam jika ada uang. Kadang penghasilan tambahan dari klien website saya misalnya jika sudah diperoleh pasti keinginan ini itu membuncah, dan perlu segera dieksekusi. Misalnya saja pasca kemalingan awal Mei 2011 lalu, saya ingin sekali punya HP Baru menggantikan HP jadul yang sudah lama. Padahal kalau dipikir pikir dengan HP sederhana pun masih bisa dipakai untuk komunikasi. Mengapa pula saya harus ikut terpengaruh oleh iklan bersliweran untuk punya HP baru walaupun berharga murah. Inilah yang namanya contoh penyakit lama kami yang kadan muncul tiba tiba. Maka wajar setiap kali dapat dana dari klien selalu saja habis sampai sampai kami bengong kok cepat habis ya.

Nah jadi dengan demikian salah satu unsur yang bisa memecahkan kebuntuan keuangan keluarga yang kami anggap paling jitu adalah mencari penghasilan tambahan. Kata orang pontianak cari can tepi. Hehhee. Walaupun saya dan istri bukan orang Pontianak, namun kota Pontianak sudah menjadi bagian dari hidup kami, dan kami menganggap ini adalah "tanah air" kami yang kedua selain Pulau Jawa yang merupakan asal kami berdua.

Bayangkan saja sejak tahun 1990 saya sudah menginjakkan kami di bumi Khatulistiwa ini, dan jika dihitung dengan periode sekarang maka lebih kurang 21 (dua puluh satu) tahun saya di Pontianak ini. Nah sudah tentu saya sudah di "naturalisasi" alias sudah menjadi warga Pontianak dibuktikan dengan KTP Pontianak kami berdua. LOh obrolan blog saya malah lari ke arah naturalis sih hehehe. Kok jadi melenceng dari tujuan semua soal penanganan keuangan keluarga. Hehehehe. Yang Jelas saya harus bijak dalam soal keuangan Keluarga. Satu hal yang pasti akan terus semangat mencari tambahan penghasilan lain yang halal dan berkah buat keluarga. Amin Ya Robbal Alamin

Jangan BerhUtang Kalaw tidak terpaksa

Dear blog. Dalam kehidupan kita sehari hari tidak akan pernah luput dari yang namanya masalah dan permasalahan mulai dari diri kita sendiri, lingkungan, RT RW hingga kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Masalah yang timbul itu sendiri bisa berasal dari diri kita sendiri, dari luar diri sendiri, maupun sebagai akibat atau konsekuensi logis dari kelakuan dan perbuatan kita sendiri baik terhadap alam sekitar, terhadap sesama manusia, hingga kepada sang Maha Pencipta dalam hal ini kepada Allah SWT.


Gambar dari Internet

Semua umat beragama di Indonesia juga menginginkan kedamaian, dan persahabatan antar sesama manusia untuk saling hidup damai , selaras dan harmonis dalam koridor negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini. Namun kadang ada saja hal hal yang terjadi di masyarakat belakangan ini yang membuat hati kita miris, dan sedih dibuatnya. Berbagai masalah yang ada dan melanda bangsa Indonesia saat ini sangat kompleks dan amat beragam mulai dari masalah yang menyangkut etika kepatutan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, krimininalittas, TKI , Narkoba hingga kepada masalah harga diri bangsa yang diinjak bangsa lain seperti kasus Ambalat, Sepadan Ligitan dan lain sebagainya. Juga masalah yang timbul dari sikap dan tingkah laku kita terhadap alam yang menyebabkan bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor dan lain sebagainya. Bagaimana sikap kita, sebagai warga, dan sebagai anggota masyakarat dalam menyikapi berbagai fenomena masalah bangsa Indonesia saat ini?

Kita Memang Tidak Siap
Berbagai masalah yang timbul dan tenggelam yang melanda Bangsa Indonesia, dalam kacamata saya yang awam (walaupun saya tidak berkaca mata minus-red) seharusnya disikapi dengan bijaksana dan melihatnya dari berbagai sudut kehidupan, dan tidak terbatas pada satu sisi saja. Banyak contoh contoh yang sederhana yang terjadi di sekitar kita dan kita menanggapi masalah masalah itu dari sisi yang sempit, dan dilandasi oleh kecurigaan yang tidak berdasar , prasangka buruk serta imej yang terbangun bahwa sesuatu itu harus diberantas sampai ke akar akarnya dengan waktu yang amat singkat alias instan. Kasus yang sekarang ini sedang ramai dibicarakan adalah perseteruan antara DPR dengan KPK yang membuat kita geleng geleng tidak habis pikir. KPK yang memang di "lahirkan" sebagai produk kebijakan dari DPR menganggap "anak kandung" nya itu bersikap "durhaka" kepada "orang tuanya" di DPR. Ini yang tidak kita mengerti karena mereka berdua (DPR dan KPK-red) adalah institusi negara yang kita hormati dan berperan penting dalam memberantas budaya korupsi di Indonesia.

Ah contoh itu kelewat tinggi. Penghamburan anggaran misalnya. Masyarakat menilai jika penghamburan dana yang tidak pada tempatnya menyakiti hati rakyat yang saat ini memang sedang dilanda kesulitan, dan kesusahan. Masyarakat sudah gerah dengan berbagai atraksi, dan orkestra korupsi yang sudah menjadi hal umum dan biasa terjadi di Indonesia dan seolah olah tidak ada habis habisnya. Masalah ya masalah yang menjadi tema blog tulisan saya hari ini tidak akan selesai berlembar lembar jika membahas masalah masalah yang ada dan sedang terjadi di Indonesia.

Bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapi berbagai persoalan yang sekarang ini sudah mencapai titik nadirnya dan nyaris hampir tidak ada lagi rasa percaya kepada para penegak hukum apalagi kepada pemerintahan yang sedang berjalan saat ini. Presiden SBY yang dalam masa kampanyenya dahulu gembar gembor berkampanye terdepan dalam memberantas korupsi di Indonesia nyata nyatanya tidak seindah dari janji kampanyenya. Pelaku korupsi dan para koruptor bisa melenggang bebas di negeri ini dan bahkan melakukan justifikasi (pembenaran-red) dengan "menyerang balik" kepada aparat penegak hukum.

Kasus musibah jatuhnya pesawatr Cassa 212 yang jatuh dibukit sekitar pegunungan Bahorok di Sumatera Selatan juga tidak kalah memilukan kita semua. Hati ini terasa sedih dan tersayat melihat anggota keluarga para korban pesawat Cassa 212 yang meraung raung menangisi kepergian anggota keluarga yang selama lamanya. Berbagai tudingan kasar maupun rasa kekecewaan terhadap kinerja aparat dalam menyelamatkan para korban terlempar , terucap dan tersiar di mana mana. Benarkah karena faktor alam yang ganas dan tidak bersahabat menjadi "kambing hitam" terhadap lambatnya penyelamatan para korban pesawat naas itu?. Harus kah alam selalu disalahkan atas lalainya kita dalam menangangi kecelakaan yang merenggut nyawa manusia ini?.

bagian Penutup
Kita sudah tau semua bahwa bangsa Indonesia memang tidak siap dalam berbagai hal dalam mengatasi musibah kecelakaan transportasi, maupun musibah bencana alam yang melanda negeri ini. Kita tidak pernah siap, dan tidak akan pernah mau siap. Koordinasi yang lama dan lambat dalam menangani musibah ini telah menyebabkan nyawa manusia hilang. Terlalu lama menunggu bantuan datang, menyebabkan mereka tidak tahan. Siapa yang bisa menjamin kalaw musibah seperti ini tidak terulang lagi. Siapa yang bisa menjamin kalaw kita tidak akan siap lagi. Sampai kapan kita akan siap?. Kalaw menunggu tim Sar dan Basarnas berkoordinasi dalam menyiapkan evakuasi, apakah harus menunggu 3 hari untuk bisa berkoordinasi dengan rapih dan siap melakukan tindakan penyelamatan para korban Pesawat naas itu?. Mengapa sikap siap kita terhadap musibah bencana alam dan kecelakaan transportasi tidak sesiap tim yang memberantas Teroris dan Terorisme.

Kita salut dengan kesigapan dan kesiapan tim pemberantas teroris yang bergerak sangat cepat dalam melumpuhkan, menangkap dan mengadili para teroris. Bagaimana kita terpukau dan kagum terhadap upaya pembebasan para sandera Garuda Woyla, Bom Bali I, II, Bom Kuningan, hingga kepada pembebasan awak kapal, dan penyelamatan TKI kita dari hukuman pancung di negara lain. Ya tentu saja kita semua merindukan akan kesiapan dan kesigapan kita akan sama perlakuannya terhadap musibah bencana alam dan musibah transportasi yang lagi ramai belakangan ini menimpa kita semua. Memang musibah adalah takdir.

Seharusnya kita memiliki Sistim yang canggih dalam menyiapkan diri untuk menghadapi musibah semacam jatuhnya pesawat Cassa 212 serta musibah bencana alam lainnya. Misalnya tim tim yang menangani musibah kecelakaan transportasi sudah disiapkan jauh jauh hari sebelumnya. Begitu juga tim gawat darurat yang menangani musibah bencana alam juga sudah disiapkan sejak lama, dan tiap daerah dapat berkoordinasi dengan Basarnas dalam menyiapkan tim tim seperti itu ditiap propinsi. Dengan demikian jika klausul terjadi, misalnya banjir, maka tim di daerah sudah bergerak dahulu menyelamatkan para korban. Bukan menunggu sampai ramai dulu orangnya atau timnya baru bergerak, ya kasihan para korban di lokasi musibah donk. Keburu meninggal para korbannya karena kelamaan menunggu. Buat donk sistim seperti militer. oh kalaw ada kasus Hijack (pembajakan pesawat-red), tim ini maju. Go. Oh kalaw ada kasus Terorisme, ini loh tim Detasemen 88 maju, Go. Nah coba dibuat seperti itu. Buat tim spesial rapid force atau semacam Mission Impossible yang bergerak cepat ke lokasi bencana maupun musibah lainnya di seluruh Indonesia. Coba bisa nda?

Betapa pun canggihnya transportasi kita, selalu ada celah dimana kekeliruan yang amat sedehana saja bisa berakibat fatal dan menimbulkan musibah dan terjadinya kecelakaan. Musibah memang bisa datang sewaktu waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu. Marilah kita mulai dari saat ini untuk berhenti menyalahkan faktor alam sebagai biang keladi lambatnya penyelamatan musibah kecelakaan seperti jatuhnya pesawat Cassa 212 yang baru saat ini. Mari dengan jantan kita mengaku lalai dalam bersikap cepat dan tepat dalam menyelamatkan mereka. Dari sinilah kita belajar dan belajar bahwa musibah bisa kapan saja terjadi, dan kita dituntut untuk selalu siap kala dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Mari kita selalu siap kapan saja


Tag : Opini - Asep Haryono | Etika Ber SMS - Powered by Blogger

SMS atau singkatan dari Short Message Service atau Jasa Pengiriman Pesan Singkat. Nah bagi kita SMS adalah hal yang biasa dalam dunia telekomunikasi. SMS tentu tidak sama dengan Telepon dalam hal aktfitas kegiatannya, namun satu hal yang menjadikan kedua aktifitas itu menjadi sama adalah tujuan. Tujuannnya adalah menyampaikan pesan. Kalaw SMS pesan dari sumber menuju tujuan dalam bentuk kata kata (huruf) baik kata pendek maupun kalimat panjang. Sedangkan berTELEPON dalam bentuk suara (sound) dan penggunaan telepon bisa menggunakan Telepon Genggam (handphone-red) maupun telepon bukan genggam seperti telepon rumah, maupun telepon Umum. Ngemeng ngemeng soal Telepon Umum memang sudah amat jarang digunakan oleh orang jaman sekarang ini.

Dengan ramainya Handphone, maka praktis orang sudah kurang memerlukan lagi telepon Umum. Bahkan hadirnya telepon genggam telah memukuk telak TELEGRAM dan PAGER. Namun demikian baik antara aktifitas bertelepon maupun ber SMS mempunyai beberapa batasan menyangkut etika ber Telepon maupun Etika Ber SMS. Nah sudah banyak orang yang menulis tentang etika ber SMS diberbagai media maupun forum, sedangkan yang saya paparkan secara singkat ini adalah versi saya saja. Just my opinions that need to be discussed with all of you

Menyingkat Bahasa
Pernah suatu ketika saya menerima pesan singkat (SMS) dari seorang kawan lama di Jakarta yang saya sendiri jadi bingung membacanya. Pesannya berbunyi kira kira begini "Hey p kbrnya sekarang?. q lagi perlu bantuanmu gt". Nah sekilas saya bisa membayangkan pengirimnya mungkin terlalu gaul sampai pesan SMS pun dibuat dengan bahasa gaul seperti contoh yang saya sebut di atas. Bahasa SMS memang amat mirip dengan bahasa Chatting yang biasa dilakukan orang di dunia maya semisalnya Yahoo Messenger atau orang kadung menyingkatnya dengan YM atau ber YM an.

Bahasa ini juga kerap disebut dengan bahasa Alay atau bahasa suka suka anak muda yang juga konon biasa dilakukan di media jejaring Chat yang lain semisalnya MIRC yang biasa ditemui orang di warnet warnet. Bagi sebagian kalangan, mengirim pesan dengan menyingkat nyingkat bahasa memang tampak gaul atau keren, karena sang penerima SMS pun tidak bisa menerka usia si pengirim pesan singkat itu. Menurut hemat saya boleh boleh dan sah sah saja menyingkat nyingkat bahasa dalam ber SMS jika memang pesan SMS nya panjang. Namun resiko orang yang membaca pesan SMS itu tidak mengerti, adalah resiko yang harus anda tanggung. Tidak ada larangan mau disingkat atau tidak disingkat SMS anda adalah hak anda sendiri. Jadi dengan kata lain Gunakan singkatan yang tidak hanya dimengerti oleh Anda, tapi juga sang penerima sms.

Mencantumkan Nama
Ini memang sering terjadi pada momen hari besar Keagamaan. Dalam agama Islam yang saya anut , berkirim ucapan Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah juga sering saya lakukan dengan menggunakan SMS. Suatu ketika saya menerima beberapa SMS dari nomor nomor yang tidak saya kenal, maksud saya nomor si pengirim SMS memang tidak tercantum dalam address book di Handphone saya, jadi walhasil pesan SMS yang saya terima tidak bernama. Yang lebih parah lagi adalah ucapan selamat lebaran tersebut tidak disebutkan nama pengirimnya. Misalnya saja bunyi smsnya seperti ini "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah. Mohon maaf lahir dan bathin" dari nomor 123456789101 misalnya.

Saya tidak kenal nomor itu karena tidak tercantum dalam daftar alamat telepon di HP saya, dan saya tidak tau siapa pengirimnya. Sedangkan untuk menelpon balik atau mengirim ucapan SMS balik kepadanya juga tidak. Jadi kalaw begini siapa yang salah?. Well tidak ada yang salah dengan SMS SMS yang anda terima itu, jadi memang sebaiknya kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan kepada orang lain. Kita tidak akan pernah tau apakah nomor kita masih mereka simpan atau sudah hilang. Jadi tidak ada salahnya juga kalaw kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan, khususnya pada SMS SMS hari keagamaan. Jika kita sangat yakin nomor kita masih ada pada mereka, dan yakin nomor HP kita masih tercantum pada mereka, barulah kita kirim SMS yang berisi konten saja, tanpa nama atau identitas diri kita. TOh kita sudah yakin nomor HP kita masih mereka catat.

Sadar Waktu
Mengirim ucapan singkat SMS adalah hal yang biasa biasa saja, dan tidak ada yang salah pada SMS yang anda kirimkan sejauh pesan SMS yang anda kirimkan itu tidak mengandung unsur SARA, caci maki, maupun yang bernada permusuhan. SMS ucapan selamat kepada mereka yang berulang taun adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap orang sebagai tanda persahabatan. Mungkin ada orang yang memakai layanan sms untuk curhat ataupun bertukar informasi. Amankah itu? Coba anda pikirkan, jika anda mengirim sms yang sifatnya terlalu detail atau pribadi, ada kemungkinan bahwa sms itu dapat dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan. Kalaupun terpaksa harus mengirim sms yan sifatnya pribadi, pastikan tidak ada orang lain selain penerima sms yang dapat membaca dan mengerti sms anda tersebut. Atau bila berisi hal yang sangat penting, sebaiknya sms tersebut dihapus setelah dibaca, demi mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. SMS juga bisa menimbulkan prasangka buruk atau bahkan cenderung fitnah yang tidak pada tempatnya.

Selain itu juga kita harus sadar waktu dalam SMS. Waktu sedang ngapain. Apakah setiap saat kita harus ber-sms ria? Sekalipun misalnya itu dengan sahabat atau pacar misalnya bagi yang masih remaja. Tolong pilih-pilih tempat ketika anda asik ber-sms. Jangan misalnya anda sedang mengobrol dengan teman anda atau siapa pun itu, lalu ada sms masuk, anda main lihat sms masuk dan mengabaikan teman ngobrol anda. Coba bayangkan bagaimana rasanya diabaikan ketika anda sedang berbicara lalu teman anda malah asik sms-an, pasti ga enak kan..? Emang enak dicuekin. Nah jika anda saja tidak merasa nyaman jika dicuekin orang lain, maka janganlah kita yang memulai pertengkaran dengan mencuekin teman bicara kita. Jadi saling harga menghargailah. Juga jika anda sedang mendengarkan ceramah atau sedang diskusi penting, maka matikan SMS anda, atau set dalam posisi silent sehingga tidak mengganggu orang lain yang sedang serius.

Juga anda harus sadar waktu jika dalam berkendaraan. Apakah anda pernah sms-an ketika sedang membawa mobil atau motor? Waduh bahaya itu! Tindakan anda itu sebenarnya sudah membahayakan orang lain dan diri sendiri! Jika anda sedang membawa kendaraan lalu ada sms masuk, dan kiranya sms itu penting, lebih baik anda menepikan. Walaupun sudah ada rencana yang akan memberikan sanksi jika melakukan panggilan dan menerima SMS dalam berkendaraan, namun sebaiknya anda mematuhinya. Yang sering terjadi sekarang ini adalah kita ber SMS bahkan sedang mengendarai kendaraan di jalan raya, bukankah tindakan itu benar benar keterlaluan karena bisa membahayakan orang lain di jalan terlebih membahayakan diri anda sendiri. Jadi hindari anda membalas SMS atau bahkan mengirimkan SMS saat anda sedang berkendaraan di jalan raya.

Nah ini saja dahulu tips tips ber SMS dari saya pribadi. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, selamat mengirimkan pesan singkat SMS ya.


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia