Help us to keep our home
Dear blog. Dalam kehidupan kita sehari hari tidak akan pernah luput dari yang namanya masalah dan permasalahan mulai dari diri kita sendiri, lingkungan, RT RW hingga kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Masalah yang timbul itu sendiri bisa berasal dari diri kita sendiri, dari luar diri sendiri, maupun sebagai akibat atau konsekuensi logis dari kelakuan dan perbuatan kita sendiri baik terhadap alam sekitar, terhadap sesama manusia, hingga kepada sang Maha Pencipta dalam hal ini kepada Allah SWT.


Gambar dari Internet

Semua umat beragama di Indonesia juga menginginkan kedamaian, dan persahabatan antar sesama manusia untuk saling hidup damai , selaras dan harmonis dalam koridor negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini. Namun kadang ada saja hal hal yang terjadi di masyarakat belakangan ini yang membuat hati kita miris, dan sedih dibuatnya. Berbagai masalah yang ada dan melanda bangsa Indonesia saat ini sangat kompleks dan amat beragam mulai dari masalah yang menyangkut etika kepatutan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, krimininalittas, TKI , Narkoba hingga kepada masalah harga diri bangsa yang diinjak bangsa lain seperti kasus Ambalat, Sepadan Ligitan dan lain sebagainya. Juga masalah yang timbul dari sikap dan tingkah laku kita terhadap alam yang menyebabkan bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor dan lain sebagainya. Bagaimana sikap kita, sebagai warga, dan sebagai anggota masyakarat dalam menyikapi berbagai fenomena masalah bangsa Indonesia saat ini?

Kita Memang Tidak Siap
Berbagai masalah yang timbul dan tenggelam yang melanda Bangsa Indonesia, dalam kacamata saya yang awam (walaupun saya tidak berkaca mata minus-red) seharusnya disikapi dengan bijaksana dan melihatnya dari berbagai sudut kehidupan, dan tidak terbatas pada satu sisi saja. Banyak contoh contoh yang sederhana yang terjadi di sekitar kita dan kita menanggapi masalah masalah itu dari sisi yang sempit, dan dilandasi oleh kecurigaan yang tidak berdasar , prasangka buruk serta imej yang terbangun bahwa sesuatu itu harus diberantas sampai ke akar akarnya dengan waktu yang amat singkat alias instan. Kasus yang sekarang ini sedang ramai dibicarakan adalah perseteruan antara DPR dengan KPK yang membuat kita geleng geleng tidak habis pikir. KPK yang memang di "lahirkan" sebagai produk kebijakan dari DPR menganggap "anak kandung" nya itu bersikap "durhaka" kepada "orang tuanya" di DPR. Ini yang tidak kita mengerti karena mereka berdua (DPR dan KPK-red) adalah institusi negara yang kita hormati dan berperan penting dalam memberantas budaya korupsi di Indonesia.

Ah contoh itu kelewat tinggi. Penghamburan anggaran misalnya. Masyarakat menilai jika penghamburan dana yang tidak pada tempatnya menyakiti hati rakyat yang saat ini memang sedang dilanda kesulitan, dan kesusahan. Masyarakat sudah gerah dengan berbagai atraksi, dan orkestra korupsi yang sudah menjadi hal umum dan biasa terjadi di Indonesia dan seolah olah tidak ada habis habisnya. Masalah ya masalah yang menjadi tema blog tulisan saya hari ini tidak akan selesai berlembar lembar jika membahas masalah masalah yang ada dan sedang terjadi di Indonesia.

Bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapi berbagai persoalan yang sekarang ini sudah mencapai titik nadirnya dan nyaris hampir tidak ada lagi rasa percaya kepada para penegak hukum apalagi kepada pemerintahan yang sedang berjalan saat ini. Presiden SBY yang dalam masa kampanyenya dahulu gembar gembor berkampanye terdepan dalam memberantas korupsi di Indonesia nyata nyatanya tidak seindah dari janji kampanyenya. Pelaku korupsi dan para koruptor bisa melenggang bebas di negeri ini dan bahkan melakukan justifikasi (pembenaran-red) dengan "menyerang balik" kepada aparat penegak hukum.

Kasus musibah jatuhnya pesawatr Cassa 212 yang jatuh dibukit sekitar pegunungan Bahorok di Sumatera Selatan juga tidak kalah memilukan kita semua. Hati ini terasa sedih dan tersayat melihat anggota keluarga para korban pesawat Cassa 212 yang meraung raung menangisi kepergian anggota keluarga yang selama lamanya. Berbagai tudingan kasar maupun rasa kekecewaan terhadap kinerja aparat dalam menyelamatkan para korban terlempar , terucap dan tersiar di mana mana. Benarkah karena faktor alam yang ganas dan tidak bersahabat menjadi "kambing hitam" terhadap lambatnya penyelamatan para korban pesawat naas itu?. Harus kah alam selalu disalahkan atas lalainya kita dalam menangangi kecelakaan yang merenggut nyawa manusia ini?.

bagian Penutup
Kita sudah tau semua bahwa bangsa Indonesia memang tidak siap dalam berbagai hal dalam mengatasi musibah kecelakaan transportasi, maupun musibah bencana alam yang melanda negeri ini. Kita tidak pernah siap, dan tidak akan pernah mau siap. Koordinasi yang lama dan lambat dalam menangani musibah ini telah menyebabkan nyawa manusia hilang. Terlalu lama menunggu bantuan datang, menyebabkan mereka tidak tahan. Siapa yang bisa menjamin kalaw musibah seperti ini tidak terulang lagi. Siapa yang bisa menjamin kalaw kita tidak akan siap lagi. Sampai kapan kita akan siap?. Kalaw menunggu tim Sar dan Basarnas berkoordinasi dalam menyiapkan evakuasi, apakah harus menunggu 3 hari untuk bisa berkoordinasi dengan rapih dan siap melakukan tindakan penyelamatan para korban Pesawat naas itu?. Mengapa sikap siap kita terhadap musibah bencana alam dan kecelakaan transportasi tidak sesiap tim yang memberantas Teroris dan Terorisme.

Kita salut dengan kesigapan dan kesiapan tim pemberantas teroris yang bergerak sangat cepat dalam melumpuhkan, menangkap dan mengadili para teroris. Bagaimana kita terpukau dan kagum terhadap upaya pembebasan para sandera Garuda Woyla, Bom Bali I, II, Bom Kuningan, hingga kepada pembebasan awak kapal, dan penyelamatan TKI kita dari hukuman pancung di negara lain. Ya tentu saja kita semua merindukan akan kesiapan dan kesigapan kita akan sama perlakuannya terhadap musibah bencana alam dan musibah transportasi yang lagi ramai belakangan ini menimpa kita semua. Memang musibah adalah takdir.

Seharusnya kita memiliki Sistim yang canggih dalam menyiapkan diri untuk menghadapi musibah semacam jatuhnya pesawat Cassa 212 serta musibah bencana alam lainnya. Misalnya tim tim yang menangani musibah kecelakaan transportasi sudah disiapkan jauh jauh hari sebelumnya. Begitu juga tim gawat darurat yang menangani musibah bencana alam juga sudah disiapkan sejak lama, dan tiap daerah dapat berkoordinasi dengan Basarnas dalam menyiapkan tim tim seperti itu ditiap propinsi. Dengan demikian jika klausul terjadi, misalnya banjir, maka tim di daerah sudah bergerak dahulu menyelamatkan para korban. Bukan menunggu sampai ramai dulu orangnya atau timnya baru bergerak, ya kasihan para korban di lokasi musibah donk. Keburu meninggal para korbannya karena kelamaan menunggu. Buat donk sistim seperti militer. oh kalaw ada kasus Hijack (pembajakan pesawat-red), tim ini maju. Go. Oh kalaw ada kasus Terorisme, ini loh tim Detasemen 88 maju, Go. Nah coba dibuat seperti itu. Buat tim spesial rapid force atau semacam Mission Impossible yang bergerak cepat ke lokasi bencana maupun musibah lainnya di seluruh Indonesia. Coba bisa nda?

Betapa pun canggihnya transportasi kita, selalu ada celah dimana kekeliruan yang amat sedehana saja bisa berakibat fatal dan menimbulkan musibah dan terjadinya kecelakaan. Musibah memang bisa datang sewaktu waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu. Marilah kita mulai dari saat ini untuk berhenti menyalahkan faktor alam sebagai biang keladi lambatnya penyelamatan musibah kecelakaan seperti jatuhnya pesawat Cassa 212 yang baru saat ini. Mari dengan jantan kita mengaku lalai dalam bersikap cepat dan tepat dalam menyelamatkan mereka. Dari sinilah kita belajar dan belajar bahwa musibah bisa kapan saja terjadi, dan kita dituntut untuk selalu siap kala dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Mari kita selalu siap kapan saja


Tag : Opini - Asep Haryono | Etika Ber SMS - Powered by Blogger

SMS atau singkatan dari Short Message Service atau Jasa Pengiriman Pesan Singkat. Nah bagi kita SMS adalah hal yang biasa dalam dunia telekomunikasi. SMS tentu tidak sama dengan Telepon dalam hal aktfitas kegiatannya, namun satu hal yang menjadikan kedua aktifitas itu menjadi sama adalah tujuan. Tujuannnya adalah menyampaikan pesan. Kalaw SMS pesan dari sumber menuju tujuan dalam bentuk kata kata (huruf) baik kata pendek maupun kalimat panjang. Sedangkan berTELEPON dalam bentuk suara (sound) dan penggunaan telepon bisa menggunakan Telepon Genggam (handphone-red) maupun telepon bukan genggam seperti telepon rumah, maupun telepon Umum. Ngemeng ngemeng soal Telepon Umum memang sudah amat jarang digunakan oleh orang jaman sekarang ini.

Dengan ramainya Handphone, maka praktis orang sudah kurang memerlukan lagi telepon Umum. Bahkan hadirnya telepon genggam telah memukuk telak TELEGRAM dan PAGER. Namun demikian baik antara aktifitas bertelepon maupun ber SMS mempunyai beberapa batasan menyangkut etika ber Telepon maupun Etika Ber SMS. Nah sudah banyak orang yang menulis tentang etika ber SMS diberbagai media maupun forum, sedangkan yang saya paparkan secara singkat ini adalah versi saya saja. Just my opinions that need to be discussed with all of you

Menyingkat Bahasa
Pernah suatu ketika saya menerima pesan singkat (SMS) dari seorang kawan lama di Jakarta yang saya sendiri jadi bingung membacanya. Pesannya berbunyi kira kira begini "Hey p kbrnya sekarang?. q lagi perlu bantuanmu gt". Nah sekilas saya bisa membayangkan pengirimnya mungkin terlalu gaul sampai pesan SMS pun dibuat dengan bahasa gaul seperti contoh yang saya sebut di atas. Bahasa SMS memang amat mirip dengan bahasa Chatting yang biasa dilakukan orang di dunia maya semisalnya Yahoo Messenger atau orang kadung menyingkatnya dengan YM atau ber YM an.

Bahasa ini juga kerap disebut dengan bahasa Alay atau bahasa suka suka anak muda yang juga konon biasa dilakukan di media jejaring Chat yang lain semisalnya MIRC yang biasa ditemui orang di warnet warnet. Bagi sebagian kalangan, mengirim pesan dengan menyingkat nyingkat bahasa memang tampak gaul atau keren, karena sang penerima SMS pun tidak bisa menerka usia si pengirim pesan singkat itu. Menurut hemat saya boleh boleh dan sah sah saja menyingkat nyingkat bahasa dalam ber SMS jika memang pesan SMS nya panjang. Namun resiko orang yang membaca pesan SMS itu tidak mengerti, adalah resiko yang harus anda tanggung. Tidak ada larangan mau disingkat atau tidak disingkat SMS anda adalah hak anda sendiri. Jadi dengan kata lain Gunakan singkatan yang tidak hanya dimengerti oleh Anda, tapi juga sang penerima sms.

Mencantumkan Nama
Ini memang sering terjadi pada momen hari besar Keagamaan. Dalam agama Islam yang saya anut , berkirim ucapan Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah juga sering saya lakukan dengan menggunakan SMS. Suatu ketika saya menerima beberapa SMS dari nomor nomor yang tidak saya kenal, maksud saya nomor si pengirim SMS memang tidak tercantum dalam address book di Handphone saya, jadi walhasil pesan SMS yang saya terima tidak bernama. Yang lebih parah lagi adalah ucapan selamat lebaran tersebut tidak disebutkan nama pengirimnya. Misalnya saja bunyi smsnya seperti ini "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah. Mohon maaf lahir dan bathin" dari nomor 123456789101 misalnya.

Saya tidak kenal nomor itu karena tidak tercantum dalam daftar alamat telepon di HP saya, dan saya tidak tau siapa pengirimnya. Sedangkan untuk menelpon balik atau mengirim ucapan SMS balik kepadanya juga tidak. Jadi kalaw begini siapa yang salah?. Well tidak ada yang salah dengan SMS SMS yang anda terima itu, jadi memang sebaiknya kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan kepada orang lain. Kita tidak akan pernah tau apakah nomor kita masih mereka simpan atau sudah hilang. Jadi tidak ada salahnya juga kalaw kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan, khususnya pada SMS SMS hari keagamaan. Jika kita sangat yakin nomor kita masih ada pada mereka, dan yakin nomor HP kita masih tercantum pada mereka, barulah kita kirim SMS yang berisi konten saja, tanpa nama atau identitas diri kita. TOh kita sudah yakin nomor HP kita masih mereka catat.

Sadar Waktu
Mengirim ucapan singkat SMS adalah hal yang biasa biasa saja, dan tidak ada yang salah pada SMS yang anda kirimkan sejauh pesan SMS yang anda kirimkan itu tidak mengandung unsur SARA, caci maki, maupun yang bernada permusuhan. SMS ucapan selamat kepada mereka yang berulang taun adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap orang sebagai tanda persahabatan. Mungkin ada orang yang memakai layanan sms untuk curhat ataupun bertukar informasi. Amankah itu? Coba anda pikirkan, jika anda mengirim sms yang sifatnya terlalu detail atau pribadi, ada kemungkinan bahwa sms itu dapat dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan. Kalaupun terpaksa harus mengirim sms yan sifatnya pribadi, pastikan tidak ada orang lain selain penerima sms yang dapat membaca dan mengerti sms anda tersebut. Atau bila berisi hal yang sangat penting, sebaiknya sms tersebut dihapus setelah dibaca, demi mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. SMS juga bisa menimbulkan prasangka buruk atau bahkan cenderung fitnah yang tidak pada tempatnya.

Selain itu juga kita harus sadar waktu dalam SMS. Waktu sedang ngapain. Apakah setiap saat kita harus ber-sms ria? Sekalipun misalnya itu dengan sahabat atau pacar misalnya bagi yang masih remaja. Tolong pilih-pilih tempat ketika anda asik ber-sms. Jangan misalnya anda sedang mengobrol dengan teman anda atau siapa pun itu, lalu ada sms masuk, anda main lihat sms masuk dan mengabaikan teman ngobrol anda. Coba bayangkan bagaimana rasanya diabaikan ketika anda sedang berbicara lalu teman anda malah asik sms-an, pasti ga enak kan..? Emang enak dicuekin. Nah jika anda saja tidak merasa nyaman jika dicuekin orang lain, maka janganlah kita yang memulai pertengkaran dengan mencuekin teman bicara kita. Jadi saling harga menghargailah. Juga jika anda sedang mendengarkan ceramah atau sedang diskusi penting, maka matikan SMS anda, atau set dalam posisi silent sehingga tidak mengganggu orang lain yang sedang serius.

Juga anda harus sadar waktu jika dalam berkendaraan. Apakah anda pernah sms-an ketika sedang membawa mobil atau motor? Waduh bahaya itu! Tindakan anda itu sebenarnya sudah membahayakan orang lain dan diri sendiri! Jika anda sedang membawa kendaraan lalu ada sms masuk, dan kiranya sms itu penting, lebih baik anda menepikan. Walaupun sudah ada rencana yang akan memberikan sanksi jika melakukan panggilan dan menerima SMS dalam berkendaraan, namun sebaiknya anda mematuhinya. Yang sering terjadi sekarang ini adalah kita ber SMS bahkan sedang mengendarai kendaraan di jalan raya, bukankah tindakan itu benar benar keterlaluan karena bisa membahayakan orang lain di jalan terlebih membahayakan diri anda sendiri. Jadi hindari anda membalas SMS atau bahkan mengirimkan SMS saat anda sedang berkendaraan di jalan raya.

Nah ini saja dahulu tips tips ber SMS dari saya pribadi. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, selamat mengirimkan pesan singkat SMS ya.



Dear Blog ku Tersayang. Pa kabar semuanya. Sehat sehat saja bukan. Bagaimana dengan suasana hari kalian semua apakah pada senang semuanya? Saya harap ya. Soalnya ini kan tanggal satu di awal bulan yang konon sebagai tanggal yang indah dan membahagiakan karena pada gajian bukan?. Hehe ya sudah. Hari ini ketika saya sudah menginjakkan kaki di kantor lalu hinggap di kokpit meja kerja saya langsung mengecek database server pekerjaan saya dan mengecek surel (surat elektronik-red) yang masuk di email email saya. Saya sejauh ini memiliki 4 (empat) akun email, satu blog, satu website pribadi satu akun Facebook, satu akun Yahoo Messenger, satu akun di Twitter, dan satu akun di friendster. Nah untuk email saya yang utama saya dapati pesan yang berisi voting untuk memilih desain stiker kantor saya.

Tiga Desain Stiker
Setelah saya cek email yang masuk ke inbox email saya yang utama saya mendapati pesan dari pemred Pak Salman bahwa ada 3 (tiga) buah rancangan desain stiker yang ditawarkan kepada rekan rekan saya untuk dipilih mana yang terbaik. Sekilas saya lihat rancangan ketiga desain stiker Pontianak Post sangat eye catching , colorful, dan keren punya.

Tampilan desain dan arsitektur gambarnya yang indah keren memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Saya pun terpesona pada ketiga desain gambar stiker kantor saya itu. Entah siapa yang merancang desain stiker itu, yang pasti sudah mahir tentunya. Dalam rancangan ketiga stiker itu memang terdapat banyak kesamaan warna dasar, yang menurut hemat saya ada 2 (dua) warna : yakni putih dan biru. Dua warna tersebut (Putih dan Biru-red) ada di setiap rancangan desain stiker tersebut. Saya coba menganalisa rancangan ketiga desain stiker itu:


Bentuk BANNER
Dalam rancangan pertama yang saya lihat adalah stiker berbentuk banner yang memanjang horizontal. Saya suka dengan FONT hurufnya yang menggambarkan spirit semangat dan juga fun dan ada unsur jenakanya. Sedangkan font dan huruf tertera di sebelah kanannya adalah format koran yang umum dan sudah dikenal oleh masyarakat. Desain banner ini menurut saya bagus dan paduan dua warna yang serasi. Yang unik dari rancangan stiker berbentuk banner ini adalah ujung atau sudutnya yang tidak lancip atau tajam. Ujungnya yang tumpul melengkung dalam pandangan saya bagus dan menarik jika diunggah dalam website. Bagi yang tidak paham adobe photoshop seperti saya yang masih awam ini membuat lengkung lengkung di dalam sebuah banner adalah kesulitan tersendiri buat saya. Namun sayang desain ini tidak menarik hati saya untuk memilihnya

Bentuk CROWN
Untuk rancangan yang kedua ini adalah bentuk mahkota kerajaan atau dalam bahasa Inggris lazim disebut dengan CROWN. Nah sebenarnya CUkup Unik dan merupakan gambaran pemberontakan atas format format standar yang sudah baku seperti kotak (box), lingkaran (circle) ataupun berbentuk memanjang (Banner).
Desain ini "liar" dan memberikan aura anak muda yang gaul yang tidak terikat pada pakem pakem bentuk normatif maupun verbal. Hanya saja penonjolan kegaulannya itulah yang "menenggelamkan" tulisan kantornya atau tulisan lembaga atau perusahaannya. Orang cenderung terpikat dan terpancing untuk melihat tulisan besar "BIG FAMILY" nya daripada tulisan yang ada di bawahnya. Warna Merah menyala yang sangat kuat selalu berhasil memikat mata untuk melihatnya terlebih dahulu sebelum melibat tulisannya yang lain. Saya lihat tulisan BIG FAMILY tidak embed atau tidak menyatu dengan tulisan di bawahnya ya. Jadi antara BIG FAMILY dan PONTIANAK POST tidak blend (berbaur-red). Saya tidak berminat memilih desain ini.

Bentuk Linkaran (Circle)
Dalam rancangan ketiga stiker inilah yang menjadi fave saya dan saya memilihnya sebagai pilihan yang sangat saya sukai. Secara pribadi bisa saya katakan ini adalah rancangan yang cool dan terbaik dalam pandangan dan prespektif saya pribadi. Bentuk circle atau lingkaran seperti ini jika dikonversikan dalam BADGE di Jaket akan keren sekali. Nuansa militer (army-red) memang terasa saya rasakan dari "aura" desain ini setidaknya ini yang saya rasakan saat melihat desain ini untuk pertama kalinya. Tulisan PONTIANAK POST yang disematkan ditengah tengah rancangan ini lebih ditonjolkan sebagai "siapa saya" yang berhasil diterima pesannya saat kita melihat desain stiker model ini. Jadi penafsiran yang saya tangkap adalah saya sebagai keluarga besar Pontianak Post, dan inilah kami. The Power of We gitu kira kira seperti slogan sebuah iklan di televisi. Siapa saya yang meniadi tema stiker ini begitu kuat terasa dan itu sangat eye-catching. Inilah juara saya. Saya suka desain ini.


Saya rasa setiap orang mempunyai pendapatnya masing masing. Perbedaan cara pandang terhadap bentuk stiker ini terpulang pada penafsiran, prespektif dan cara pandang masing masing. Siapa pun bebas memberikan penilaian, pendapat, saran dan kritikan terhadap desain desain stiker di atas. Hampir tidak ada kritikan yang saya sampaikan, karena memang pada dasarnya ketiga desain stiker itu memang bagus bagus, dan tentunya ada yang terbagus dari semua itu, dan saya sudah memberikan pendapatnya dalam tulisan ini dan setidaknya dalam tulisan ini saya sudah memaparkan pendapat dan pandangan serta saya terhadap rancangan stiker stiker tersibut.

Bagaimana dengan pendapat anda sendiri?
Do tell me please






Dear all. Hari ini adalah hari Kamis tanggal 29 September 2011 dan berarti tidak lama lagi bulan September 2011 akan segera meninggalkan kita. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan cepat seperti kilat rasanya bukan. Baru saja rasanya seperti kemarin hinggar binggar menyambut kedatangan tahun baru 2011, dan kini kita sudah melewati separuh tahun 2011. Apa sudah kita hasilkan selama bulan Januari hingga bulan September 2011 ini kawan kawan? Apakah ada kemajuan dalam bisnis kawan kawan semua?

Adakah ada rencana ingin menikah di akhir tahun ini? Adakah yang merencanakan ingin pergi Haji ke Makkah tahun ini? Adakah ada rencana ingin berkunjung ke luar negeri (lagi) di tahun depan? Atau bagi wanita yang sudah menikah, adakah tanda tanda ada "kehidupan baru" di rahim kalian? Nah berbagai rencana rencana yang kawan kawan siapkan dan belum dapat terealisasi tahun ini bersabarlah. Bersabar tidak ada jeleknya, dan sejarah membuktikan kesabaran dan keikhlasan merupakan paduan yang serasi dalam upaya kita lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Praktis Dan hemat
Tema sederhana yang saya angkat hari ini memang sudah sering disebut dan dibahas oleh banyak blogger soal Makanan dan Makan. Kita semua memang suka makan bukan? Yah namanya juga food lovers alias pecinta makanan sejati seperti sayah hehehehe. Seperti yang saya alami kemarin hari Rabu tanggal 28 September 2011 di mana saya harus pontang panting bolak balik antar jemput yang banyak menyita waktu dan tenaga itu. Kalaw menyita uang cuma bensin aja atau buat lauk makan, padahal makan juga bawa meals yang sudah disiapkan dari rumah. Nah Ngemeng ngemeng soal meals alias box makan, tidak hanya dilakonin oleh anak TK aja yang biasa dibekali dengan kotak makan yang berisi makanan yang disiapkan orang tua si anak sebelum berangkat ke Sekolah. Pada orang dewasa dan bukan anak anak lagi seperti kita kerap kali juga sering dibekali dengan kotak makanan hanya saja bedanya mungkin konten alias isinya. Untuk menu makan siang dengan membawa bekal dari rumah memang banyak manfaatnya loh.

Mau tau apa saja sih manfaat jika kita membawa bekal makan siang atau bekal makan pagi atau juga bahkan bekal makan malam ke sekolah , ke kampus atau bahkan ke tempat kerja atau kantor? Oh sudah pasti akan banyak manfaatnya sodara sodara sekalian. Beberapa manfaat yang bisa kawan kawan rasakan jika membawa bekal makanan ke sekolah atau kantor antara lain sebagai berikut :
  1. Hemat Anggaran
    Nah yang ini sudah pasti lebih hemat tentunya. Coba bayangkan dengan yang saya alami sendiri jika membeli makan siang dari warung. Saya memang fans berat warung makan Simpang Ampek yang terletak di bilangan Gajah Mada Pontianak. Selain karena letaknya yang dekat, cukup berjalan kaki saja sudah sampai ke TKP. Menu menu yang disajikan di Rumah makan Simpang Ampek memang asyik, nasi yang panas pulen, dan rendangnya yang aduhai juga ati gorengnya itu. Porsi standar saya makan di RM Simpang Ampek adalah Rp.6000,- (Enam Ribu Rupiah). Itu cuma makan tok ya, kalaw dengan minum Es Teh seharga Rp.2000,- (Dua Ribu Rupiah), maka total jendral makan 1 hari bisa mencapai harga Rp.8000,- (Delapan ribu rupiah).

    Nah recehan 8 ribu perak itu kalaw dikalikan dengan angka 30 (tiga puluh) hari makan akan didapat angka kisaran Rp. 240.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah). Sungguh suatu jumlah yang sangat mencengangkan bukan. Walaupun tidak setiap hari makan senilai 8 ribu, tetap aja angka itu menjadi besar jika dikalikan dengan sebulan. Sedangkan untuk membawa bekal di rumah otomatis saya menghemat biaya pengeluaran makanan harian sebesar Rp.8000,- (Delapan ribu rupiah) dalam sehari. Jika dipukul rata saja makan sehari sebesar Rp.6000,- (Enam Ribu Rupiah) lalu dikalikan dengan angka 30 (tiga puluh) hari makan akan didapat angka kisaran Rp.180.000,- (Seratus Delapan Ribu Rupiah). Nah jumlah penghematan yang amat lumayan jika bawa bekal di rumah bukan?

  2. Sesuai Selera
    Yang namanya selera memang tidak dapat diperdebatkan. Nah rekan rekan bisa membawa bekal makanan buat makan siang, pagi atau malam di lokasi tugas atau sekolah dengan memasak makanan kesukaan atau apa saja sesuai dengan selera. Kalaw saya sih bekal apa aja yang sudah disiapkan istri tercinta sikat aja, cuma satu syaratnya harus ada sambal atau cabe. Kalaw makan tidak merasa hus hah hus hah (ekspresi kepedasan-red) rasanya seperti tidak makan hehehee. Sambal apa saja oke, mau sambal Bajak, Sambel terasi, sambal Udang, sambal tempe, atau sambel tradisional yang ngangenin sambel ulek buatan ibunda tercinta di Jakarta. Bahkan kalaw saya sih jika benar benar tidak ada sambal yang saya sebutkan di atas yah minimal cabe mentah (orang pontianak menyebut dengan cabe bulat-red) itu sudah lebih dari cukup. Hehehhee. Seru rasanya jika makan lengkap dengan sambelnya.

    Ngomongin soal sambel saya jadi ada sedikit nostalgia nih. Bukan nostalgia sih pastinya cuma pengalaman sehari saja dengan sambel. Untuk sambel yang dibuat orang Pontianak memang lumayan yahud puedes e. Cuma pake jeruk sambal, bawang, dan beberapa butir cabai saja sudah keringatan pedesnya. Lalu untuk sambel berbentuk pasta seperti saus sambal yang banyak disajikan orang diwarung warung jajanan, atau warung gorengan di pinggir jalan hampir tidak pernah saya sentuh. Saya pernah liat tayangan investigasi di salah satu tv swasta bahwa saos merah yang disedikan di jajanan di jalan konon banyak dibuat dengan menggunakan cabe busuk, benzoat, dan bahkan pewarna pakaian yang memang berbahaya buat kesehatan. Saya lebih senang pake sambel alami buatan sendiri yang benar benar dari cabei segar, atau praktis pake sambel botol ABC saja. Praktis dan mudah dan sudah sesuai dengan standar nasional.

Nah dengan demikian akan banyak manfaatnya bukan jika kita membawa bekal sendiri ke tempat tugas , kampus atau ke sekolah. Saya sendiri dahulu waktu masih berstatus sebagai em ha es (baca : mahasiswa-red) sebenarnya tidak membawa bekal sih, ya waktu itu wawawasan masih berkembang, dan situasi juga belum mendukung atau bahkan belum sempat kepikiran buat bawa bekal sendiri. MEmang ada baiknya untuk generasi yang akan datang ini mulai dibiasakan kepada anak anak kita untuk membawa makanan sendiri dari rumah untuk persiapan ke Sekolah. Kita semua sudah memaklumi bahwa banyak jajanan yang kurang baik, dan kurang sehat yang disediakan di sekolah. Kita bukannya berprasangka buruk, karena saya sendiri yakin oknum oknum jahat tidak selalu berada di sekolah. Namun waspada saja agar anak didik kita, anak anak kita menjadi terbiasa dan mencintai makanan di rumah.

Yuk bawa bekal makan dari rumah




Dear Blog. Hari ini adalah hari Selasa tanggal 27 September 2011 adalah hari yang biasa saja bagi saya dimana rutinitas keseharian berlangsung apa adanya. Namun ada yang lain hari ini yang saya alami misalnya adanya transfer pulsa mendadak dari KangGURU Indonesia, dan ini adalah transfer rutin dari KangGURU Indonesia di Bali yang diperuntukkan untuk aktifitas perwakilan KangGURU Indonesia setiap bulannya yang jumlahnya tidak boleh disebutkan itu.

Sebab pernah saya menyebutkan jumlah per dieam saat kegiaan Consultative Group di Bali, dan dilihat oleh Captain KangGURU dan dia merasa tidak senang kalaw angkanya disebutkan. Namun demikian masukknya transfer yang menurut hemat saya jumlahnya tidak seberapa itu menjadi besar maknanya karena datang pada saat kami memang sedang kehabisan duit bulan September 2011 ini. Jangankan untuk beli macam macam, sampai untuk membeli susu anak anak saja nyaris tidak bisa kami lakukan. Kalau bukan karena pertolongan ALLAH SWT Maha Pengasih Maha Penyayang, tidak mungkin kami bisa bertahan hingga sejauh ini.

Antar Jemput
Nah untuk tema tulisan hari ini sengaja saya tulis judul yang tidak jelas maksud dan arah tulisannya yakni "SMU 1 Sui Ambawang". Ya pada intinya sih hari ini saya mengantar istri tercinta untuk mengikuti Workshop Guru Guru yang berlangsung mulai hari ini hingga hari kamis tanggal 29 September 2011 yang akan datang. Jadi dengan kata lain workshop ini akan berlangsung lebih kurang 3 (tiga) hari. Saat pagi tadi, kami berdua memang sudah siap dan rapih dan siap packing sana sini, di susul kemudian adik bayi kami, Tazkia Montessori Putri Haryono, yang baru berusia 9 (sembilan) bulan itu juga sudah dimandikan dan rapih.

Tinggal masnya, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang kini sudah hampir mendekati usia 3,5 tahun yang masih malas malasanya ditempat tidur. Jadi dengan "terpaksa" kami bangunkan dia dengan mata yang masih terhuyung huyung karena ngantuknya (kata bundanya masih di dua alam-red) ya sudah dibawa saja mereka berdua ke pengasuhnya seperti biasa. Tumben saja hari ini si ganteng demikian julukan yang biasa kami sampaikan kepadanya, merengek rengek manja untuk bisa ikut bundanya. Dikiranya mau ke Kubu seperti biasanya, namun setelah dibujuk tetap aja merengek rengek minta ikut. Ya sudah kami tinggalkan dia dengan rengekan manjanya itu dan kami pun berangkat. Adik bayi juga ditinggalkan kepada mereka, para pengasuh anak anak kami, yang sudah kami percayai untuk "menjaga" dan "membesarkan" mereka selagi kami sedang tidak berada di tempat.

Kemudian motor kami berdua, Honda Supra Fit keluaran tahun 2004 dengan nomor kendaraan KB 3814 HY ini meluncur dari komplek kami tinggal di perumahan Duta Bandara Blok C6/14 melalui jalan tol yang baru di Ahmad Yani dua terus meluncur menuju SMA Negeri 1 Sungai Ambawang. Jalan yang mulus dan bersih itu dilalui dengan baik, dan sepanjang jalan yang kami amati memang jalannya bagus, aspal mulus, dan nyaris tidak ada kendala sama sekali, Alhamdulillah akhirnya sampailah motor kami di halaman parkir yang ramai sekali motor para siswa di parkir di halaman SMU Negeri 1 Sui Ambawang itu. Saya pun melirik HP saya yang sudah ada jamnya (sampai sekarang saya tidak pake jam tangan, soalnya HP jadul saya juga sudah ada jamnya, jadi buat apa perlu jam tangan? -red) menunjuk pukul 07.18 WIB. Lumayan cepat juga ya soalnya motor saya pacu di atas kecepatan 60 Km per jam dan itu lumayan kuenceng dari kecepatan "normal" yang saya pakai 40 Km perjam seperti biasanya.

Sesampainya di sekolah itu memang sudah tampak beberapa guru dengan baju dinas KORPRI nya, ah saya sendiri kurang tau baju dinas apa yang ada tulisan LINMAS nya itu hehehe. Maklumnlah saya juga kurang ngerti pernik pernik para Guru Bangsa ini. SMU Negeri 1 KubuRaya ini terletak di Jalan Manunggal XVIII Sungai Ambawang, Kabupaten KubuRaya dan merupakan sekolah yang terletak masih dalam wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Jumpa Senior Kampus
Saya sendiri baru dua kali menyambangi sekolah ini namun sebatas hanya mengantar istri ikut workshop saja, dan di sana sudah ada pak Jumadi, dan Pak Rizal yang sudah saya kenal sejak di bangku kuliah dulu di FPBS Bahasa Inggris Universitas Tanjungpura di Era tahun 90 an gitu deh. Pak Jumadi, sekarang sudah senior di sekolah itu, yang saya pikir dia adalah kepala Sekolahnya, kalaw tidak salah sih. Sedangkan pak Rizal juga saya kenal cukup baik, dan dia merupakan suami dari Kusiska Rini yang juga satu almamater dengan saya sewaktu di FKIP Bahasa Inggris UNTAN itu. Wah seru jugas saya bertemu lagi dengan kedua senior saya di kampus dulu, dan sepertinya waktu juga yang belum memungkinkan saya untuk silaturahmi dengan mereka berdua. Mungkin di lain waktu semoga bisa silaturahmi lagi.

Dan setelah mengantar sang istri di ruang workshopnya, saya pun bergegas kembali ke luar sekolah dan menuju halaman Parkir sekolah itu, dan saya pun kembali ke kantor saya di bilangan Gajah Mada namun mengambil arah tidak dari arah berangkat dari Duta ke sekolah via jalan Tol Ahmad Yani II, namun saya ke kantor dengan mengambil rute yang berbeda yakni rute lanjutan dari jalan itu dan melewati Siantan, dan jembatan TOL Landak. Setelah saya sampai di halaman basement kantor saya di bilangan Gajah Mada, saya liat jam tangan eh salah maksud saya HP menunjuk pukul 07.45 WIB berarti lama tempuh dari sekolah ke kantor saya memakan waktu lebih kuran 20 menit. Perasaan saya sih rutenya jauh lebih pendek dari rute saya berangkat dari rumah DUta ke Sekolah dibanding dari sekolah ke kantor. Saya tidak tau apa karena jalanan agak macet atau memang jarak antara SMU Negeri 1 Kubu Raya jauh lebih condong dekat ke kantor saya, daripada ke rumah duta Bandara.

Ini saja dahul yang dapat saya bagikan buat anda semua pecinta dan pembaca setia blog saya di mana saja berada. Ada kabar menggembirakan dari sang istri yang sudah merencanakan untuk membeli 1 unit motor MIO yang sudah menjadi idamannya untuk menunjang aktifitasnya di sekolah, dan sebuah laptop mini juga buat melengkapi aktifitas mobilenya yang lumayan padat itu, dan ini saya rasa sangat membantu saya juga. Selama ini satu motor dikebut untuk mengerjakan banyak hal selain antar jemput juga kegiatan pekerjaan. Mudah mudahan rencana mulia dan bagus ini bisa direalisasikan sesuai waktu yang sudah direncanakannya itu. Insya Allah everything is doing according the plan.

Ok semua sukses ya,
Keep up the good work




Dear Blog. Masih ingat dalam ingatan kita dan sudah sering ditayangkan dalam berbagai media di tanaha air tentang bentrokan antara pelajar semua SMA di Jakarta dengan sejumlah kelompok wartawan atau jurnalis. Dalam bentrokan ini diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara wartawan dengan pelajar tersebut, dan dalam berita disebutkan bahwa para awak media melakukan protes atas penyitaan alat rekam yang dilakukan oleh oknum siswa tersebut hingga berbuntuk kepada keributan.

Saya sudah melihat rekaman video bentrokan tersebut memang saya sempat melihat seseorang oknum yang melemparkan mangkuk kaca kepada orang lain. Tidak jelas siapa yang melakukan inisiatif pelemparan tersebut dan siapa yang menjadi korban aksi pelemparan tersebut. Yang jelas beberapa wartawan mengaku diperlakukan kasar oleh oknum siswa, dan mereka sudah mengadukan keributan ini kepada Dewan Pers hingga berbuntuk kepada konsekuensi hukum. Ya para wartawan dan awak media yang tidak terima diperlakukan demikian kasarnya oleh oknum pelajar tersebut (akhirnya) melaporkan kepada pihak yang berwajib. Ini sekedar intermezo saja namun ada sesuatu yang "hilang" dalam pandangan saya terhadap peristiwa ini. Ini yang menjadi tema tulisan pendek saya hari ini mengenai masa SMA pengalaman empiris penulis sendiri. Kata orang masa SMA adalah masa yang indah. Benarkah demikian.

Masa Menemukan Jati Diri
Dalam tulisan saya sebelumnya memang sudah saya sebutkan bahwa antara satu generasi antara generasi saya dengan generasi sebelumnya. Bahkan saya dengan gamblang menyebut bahwa generasi saya, maksudnya saya sendiri memang terlambat satu generasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya. Saya menyadari sendiri bahwa generasi yang sekarang jauh lebih dinamis, lebih terbuka wawasan kebangsaannya, dan juga lebih care terhadap kesempatan untuk berkembang di masa yang depan. Betapa perbedaan generasi ini memang amat menyolok dan jauh dari yang saya bayangkan sebelumnya. Contoh yang amat sederhana ini misalnya penggunaan telepon genggam (HP-red) sehingga kepada alat alat komunikasi canggih berbasis internet lainnya. Nah kesempatan berkembang maju jauh lebih terbuka dan mudah diperoleh oleh generasi yang sekarang ini, dan bersyukurlah mereka yang lahir di era tahun 80an yang mempunya kesempatan menikmati dunia yang lebih muda yang bersatu (One Young World-red), dimana semua elemen dan fasilitas yang ditawarkan lebih menjanjikan pada generasi yang sekarang ini.

Salah satu hal yang "disesali" oleh saya saat ini adalah konteks "terlambat satu generasi" dengan anak anak mahasiswa jaman sekarang (era 2011-red). Sebagai contoh yang mudah sekali adalah alat komunikasi kecil mungil alias HandPhone atau Hape. Nah nah benda komunikasi kecil mungil ini tidak ada saat jaman saya kuliah dulu di era 90-an. Bahkan jaman pager (baca :pejer) aja saya tidak ada punya saat itu. Generasi saya memang sangat beda 100 derajat dengan generasi sekarang ini. Dan saya rasa perbedaan generasi ini adalah sesuatu yang alamiah, dan sudah merupakan kodrat Illahi kalaw "habitat" kita memang berbeda.

Jangan kita yang sudah gede gede gene (baca : tuir), anak SD pun banyak yang sudah memiliki Handphone bahkan barangkali fitur fitur dan harga HP nya melebihi dengan tipe atau model HP yang kita punya sekarang. Kalaw saya sih punya HP asal bisa kirim kirim SMS dan menerima Telepon sudah lebih dari cukup. Mengapa cukup? Karena saat ini saya lagi tidak mau punya HP Canggih, Apalagi sampai ada HP berkamera atau fasilitas canggih lainnya seperti Facebook, MMS, Wifi, Video Recording segala macem. Bagi saya pribadi punya HP asal bisa SMS dan menerima telepon sudah lebih dari cukup. Fasilitas HP yang menurut saya "cukup mewah" hanyalah fasilitas radio FM di HandpHone saja saya sudah amat bersyukur. Nah ini contoh sederhana saja betapa generasi sekarang lebih dimanjakan dengan berbagai kemudahan. Nah jika sudah demikian dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan kemudahan, masihkan anak generasi sekarang meributkan hal hal yang sepele?

Nah sejak saya masih di SMA dahulu di Bekasi (Jawa Barat) tepatnya bersekolah di SMA Negeri 2 Bekasi memang begitu datar dan hampir tidak ada warna sama sekali. Saya yang sejak SMA sudah berkutat dengan buku buku Bahasa Inggris menyebabkan saya terlalu sibuk dan membenamkan diri kepada pelajaran Bahasa Inggris yang amat memikat hati saya itu , dan ritme kehidupan sepertinya berjalan datar saja tidak ada sesuatu yang istimewa. Berbeda mungkin dengan teman teman SMA saya waktu itu, dan saya lebih banyak menyibukkan diri di perpustakaan belajar sendiri, dan juga belajar di rumah.

Saya tidak tau apa itu clubbing, apa itu disko. apa itu menonton bioskop apalagi berkenalan dengan gadis yang umumnya dilakoni oleh anak sekolah dengan pacaran cinta monyetnya itu. Nah apa hikmah yang bisa saya ambil dari masa SMA saya yang terasa datar itu? Bisa dikatakan saya kuper alias kurang pergaulan kalwa dilihat dari kacamata anak sekarang. Bagi saya tidak ada masalah dibilang jadul asalkan karakter dan kepribadian saya tidak melenceng, dan tidak melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri apalagi orang lain. Saya tidak kenal apa itu Narkoba, saya tidak kenal apa itu berkelahi dengan teman sekelas apalagi berkelahi dengan wartawan.

Bagian Penutup
Bahkan bos JPNN yang sekarang menjadi direktur PLN juga sudah menyoal masalah beda generasi ini. Beliau yang kondang dengan operasi ganti hatinya ini menuturkan dalam bukunya bahwa antara generasi kita dengan generasi yang sebelumnya hingga generasi yang akan datang memang berbeda dan tidak dapat dipaksa paksa didekat dekatkan.

Nah dari sinilah kita bisa paham bahwa perbedaan generasi yang satu dengan generasi yang lain pada dasarnya tidak menimbulkan persoalan serius sejauh tidak menyangkut urusan karakter, dan kepribadian orang Indonesia, budaya timur, yang mengenal kesantutan, tata krama dan saling harga menghargai antara satu sama lainnya. Perbedaan keyakinan antara sesama kita tidak lantas menjadi batu sandungan untuk bisa saling dekat satu sama lainnya. Perbedaan pendapat antara sesama kita adalah hal yang wajar. Jika kita tidak bersatu dan bersilaturahmi antara sesama kita, kapan lagi bangsa ini akan bangkit dari segala keterpurukannnya sekarang ini. Sudah banyak masalah yang menghinggapi bangsa ini sehingga pembangunan dan pemerataan kesejahteraan menjadi terganggu dengan banyaknya persoalan itu.

Seperti dalam sepenggal bait lagunya Iwan Fals yang menyebutkan bahwa lesuhnya kain bendera kita yang berkibar di halaman depan rumah kita bukan satu alasan untuk kita tinggalkan. Masa masa sekolah SMA yang penuh dengan canda dan harapan akan kesuksesan di masa depan sebaiknya mendapatkan dukungan dari para orang tua, para guru, para pendidik, para pemuka agama serta menjadi tanggung jawab kita bersama. Masa SMA adalah masa yang indah, dan begitu indahnya untuk dilewatkan begitu saja. Kita kita, generasi yang sudah lewat dari masa SMA, sudah seharusnya memberikan arahan, petunjuk serta bimbingan kepada para pelajar SMA kita agar tidak lepas kontrol, dan tetap berpegang pada prinsip utama mereka yang belajar dengan rajin dan giat mencapai cita cita. Masa SMA adalah masa yang Indah, jadi jangan rusak keindahan masa sekolah mu dengan hal hal yang bisa menyuramkan masa depan kalian dan jadilah pelajar SMA yang berpretasi, dan membanggakan kita semua.

Maju terus ya adik adik ku.
Keep up the good work


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia