Help us to keep our home

Hai semua. Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali lagi hadir ditengah tengah anda anda semuanya, para pembaca dan pencinta blog Asep Haryono ini hehehe. Duile geernya minta ampun dah. Udah kaya artis aja saya ini macam ada fans gitu deh, ya biarlah pede aja lagi. Ehm senang sekali saya bisa kembali hadir memposting di blog kesayangan saya ini setelah absen beberapa hari karena Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah.

Setelah ramai diberitakan, dan kita semua sudah mengalami adanya perbedaan jatuh hari "H" Iedul Fitri yang ternyata diumumkan secara resmi oleh pemerintah jatuh lebarannya pada hari rabu tangg1l 31 Agustus 2011 atau 1 Syawal 1432 Hijriah. Saya pribadi tidak mempermasalahkan perbedaan itu, karena dan juga seperti pada taun taun sebelumnya saya selalu ikut pemerintah. Jadi kalaw pemerintah salah kalkulasinya, biar pemerintah nanggun dosanya rakyat Indonesia yang sudah mempercayakan kalkulasi jatuh hari Lebarannya kepadanya.

Semangat Ramadhan
Seperti yang sudah saya bahas pada postingan saya sebalumnya bahwa Ramadhan nan syahdu penuh berkah memang sudah berlalu. Kita memang patut merasa sedih, dan bersusah hati dengan perginya Ramadhan tercinta dari hadapan kita semua. Kita semua tidak akan pernah tau sampai kapan bisa ketemu lagi pada Ramadhan yang akan datang. Siapa yang bisa memastikan kalwa kita akan bertemu lagi di bulan Ramadhan tahun Depan? Siapa? Tentu tidak ada yang bisa meramalkan. Semuanya hanya milik Allah SWT. Allah lah yang Maha Tahu segala galanya. Allah Maha Kuasa atas apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah SWT Maha mengetahui apa yang ada dibelakang dan di depan kita.

Kita sudah bisa memaklumi kegundahan kita semua akan perginya Ramadhan terkasih. Ramadhan bulan yang amat dimuliakan. Sudah banyak yang menulis akan nilai nilai Ramadhan, dan juga hikmah Ramadhan di berbagai media, dan saya tidak akan membahasnya lagi. Saya kira teman teman blogger, dan para pecinta tulisan tulisan saya sudah bisa search sendiri mengenai makna, nilai terkandung, dan kebaikan Ramadhan 1432 Hijriah ini.

Nah sodara sodara sekalian, Ramadhan memang penuh berkah. Bulan Ramadhan lah masa masa "remisi" bagi dosa dosa kita yang sudah amat menumpuk bahkan berkarat sejak kita kecil hingga di usia sekarang ini. Di bulan Ramadhan itulah kesempatan bagi umat manusia, Hamba ALLAH SWT, untuk membakar dosa dosa yang telah lalu, lalu mencari pahala sebanyak banyaknya. Yah pahala memang "obral" besar besaran. Jadi amatlah rugi jika Ramadhan 1432 Hijriah dilewatkan begitu saja tanpa ada amalan kebaikan. Sia sia saja mereka yang berpuasa sebulan penuh namun hanya didapat lapar dan dahaga saja. Semoga amal ibadah kita selama Ramadhan 1432 Hijriah ini diterima oleh Allah SWT. Amin

Walau Ramadhan 1432 Hijriah sudah lewat, saya mencatat beberapa hal penting yang sebaiknya tetap kita jaga , kita bina bahkan kalaw perlu kita tingkatkan WALAUPUN sang Ramadhan terkasih sudah berlalu dari hadapan kita semua. Beberapa catatan itu antara lain misalnya :
  1. Masjid Tetap Makmur
    Coba kita lihat saja. Selama bulan Ramadhan 1432 Hijriah, dan juga biasa terjadi disetiap Ramadhan, yang namanya jamaah Masjid penuh sesak oleh orang yang mendirikan Sholat Tarawih bahkan meluber sampai ke pelataran , plaza hingga ke halaman parkir masjid (kalaw ada parkirnya loh-red). Nah mengapa saat Ramadhan berlalu, masjid masjid kini kembali menjadi "sunyi" dan "sepi" dari jamaah sholat?. Mengapa itu selalu terjadi dari taun ketaun pasca Ramadhan?. Yang namanya memakmurkan masjid adalah kewajiban kita semua, dan Ramadhan adalah trigger atau pemicunya. Semangat ayo. Mari kita tetap pertahankan masjid tetap makmur dan ramai orang sholat.

  2. Sodakoh
    Kalaw dalam Ramadhan dikenal dengan sebutan Zakat yang merupakan salah satu rukun Islam bukan. Amalam Ramadhan kita tidak akan sampai pada Allah SWT jika tidak dilanjutkan dengan kewajiban membayar Zakat. Nah dengan kata lain semangat membayar Zakat ini tentu kita alihkan dengan kegiatan amal sodakoh dan amal jariah lainnya. Zakat hanya ada di bulan Ramadhan, dan diluar ramadhan adalah amal jariah, infak dan juga sodakoh. Semoga saya tidak salah menyebutnya, maklum saja saya masih belajar agama nih hehehhee. Nah semangat memberikan bantuan kepada fakir miskin, dan kepada mereka yang tidak mampu sebaiknya tetap menyala walaupun Ramadhan telah lewat.

    Saya jadi ingat dengan koin cinta Balqis, dan koin buat Prita Mulyasari. Nah tentu masih segar ingatan kalian bukan akan gerakan koin itu. Nah jangan remehkan koin atau recehan di saat seperti masa kampanye kedua program itu. Dengan sekeping uang koin recehan pecahan Rp.100,- ( Seratus rupiah saja) bisa terkumpul hingga Milyaran rupiah. Nah bayangkan jika seluruh penduduk Indonesia ini menyumbangkan 100 rupiah saja setiap orang , bisa dibayangkan puluhan Milyar bisa terkumpul dalam waktu singkat. Bisa dibayangkan berapa banyak rumah, sekolah bisa dibangun dengan uang itu. Nah tentu akan banyak manfaatnya. Itu sekedar contoh saja. Bersodakoh tidak harus dengan nilai yang besar. Sodakoh dan infak dengan nilai berapa saja amat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Menyumbang besar itu baik, menyumbang kecil juga baik. Semua terpulang kepada niat dan ketulusan kita dalam beramal dan bersodakoh

  3. Silaturahmi
    Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya bahwa Berlebaran adalah momen yang tepat untuk melebur segala dosa dan kesalahan yang telah kita buat baik yang tidak sengaja maupun yang direncanakan kepada sodara, kerabat, dan handai tolan. Tradisi saling kunjung mengunjungi di hari raya Lebaran adalah hal yang sangat dianjurkan, dan itulah nilai utama dari lebaran raya, saling datang kunjung mengunjungi, dan saling bermaaf maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Walaupun Ramadhan dan Lebaran sudah lewat, tradisi saling kunjung mengunjungi sudah sepatutnya kita pertahankan. Bersilaturahmi harus tetap terbina walaupun Ramadhan dan Lebaran sudah berlalu. Setuju bukan?


  4. Menjaga Diri
    Dalam bulan Ramadhan 1432 Hijriah kita berpuasa. Berpuasa dari hal hal yang bisa membatalkan pahala puasa kita. Menjaga diri kita dari hal hal yang tidak perlu yang bisa membatalkan puasa bahkan mengurangi pahala kita berpuasa. Seperti yang sudah kita ketahui bersama yang namanya berpuasa kalaw hanya sekedar menahan DAHAGA dan LAPAR saya kira semua orang banyak yang bisa melakukannya.

    Tapi menjaga mata, hati agar tetap berpuasa dari hal hal yang bisa mengurangi pahala puasa adalah hal yang amat sulit dilakukan. Mata misalnya. Apakah selama puasa Ramadhan 1432 Hijriah kita bisa menahan mata dan pandangan kita dari hal hal yang tidak baik misalnya?. Nah jawablah dengan jujur. Kalaw pertanyaan ini diajukan kepada saya, ya saya sendiri banyak melakukan kesalahan. Mengapa kita tidak evaluasi diri kita sendiri terhadap puasa kita sendiri? Menjaga diri tidak hanya dalam Ramadhan saja. Mari kita pertahankan tradisi menjaga diri waalupun Ramadhan telah berlalu. Ayo kita bisa.
Nah 3 (tiga) pilar di atas lah yang menurut saya pribadi harus tetap diPERTAHANKAN dan kalaw perlu lebih DITINGKATKAN lagi dari waktu kewaktu. Nah tugas ini adalah tanggung jawab kita semua bagaimana menjaga semangat Ramadhan tetap menyala dalam diri sanubari kita masing masing. Saya yakin jika ini dipegang teguh, menjaga tiga hal di atas yang menurut saya adalah kunci dari ketertiban hidup bermasyarakat, saya kira tidak akan ada lagi yang namanya Kekerasan, penipuan, apalagi KORUPSI yang makin meraja lela seperti sekarang ini. Seperti yang saya kutip dari statemen bapak Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dalam acara DemoCrazy yang saya saksikan semalam bahwa Puasa harus benar benar dihayati jadi tidak akan ada lagi korupsi di negara ini.

Mari kita pertahankan semangat Ramadhan di hati kita masing masing
Keep up the good work
Yes We Can

Dear blog. Tidak terasa waktu berjalan sedemikian cepatnya hingga tidak terasa juga waktu sudah mendekati akhir dari bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah yang penuh dengan berkah ini, dan ya memang waktu lebaran atau Hari Kemenangan umat Islam yang ditandai dengan Hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah sudah menghitung hari. Ya tidak lama lagi dalam hitungan hari hari ini akan segera tiba hari kemenangan itu.

Dan kita sudah bisa mekihat dengan mata kepala kita sendiri berbagai fenomena yang marak di hari hari menjelang Lebaran ini yang bisa kita lihat dengan kasat mata. Tentu kita bisa lihat dengan mudahnya kesibukan orang orang dalam menyambut datangnya Lebaran yang istimewa ini sesuai dengan tradisi dan caranya masing masing. Dalam tulisan saya kali ini akan saya coba ulas secara singkat saja beberapa hal yang "lumrah" kita temui dalam menyambut lebaran. Nah apakah itu? Simak saja ya

Penukaran Uang
Nah ini dia sudah umum kita saksikan dan bahkan kita sendiri yang mengalaminya. Ya fenomena orang menukar uangnya dengam uang pecahan kecil kecil. Seperti yang biasa lazimnya yang menjadi tradisi di kota Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa lebaran di Pontianak pada umumnya dikenal dengan sebutan "lebaran sebulan" alias 30 hari masa lebaran. Ini artinya tradisi merayakan kemeriahan lebaran di Kalimantan Barat pada umumnya tidak hanya dua hari raya Iedul Fitri itu saja, melainkan berlangsung selama bulan Syawal berlangsung. Jadi dengan kata lain perayaan lebaran di Kalimantan Barat ini berlangsung selama 30 hari , nah maka dari itulah disebut dengan lebaran sebulan penuh.


Tukar Uang saat Lebaran dengan pecahan kecil.


Nah untuk melengkapi kemeriahan tersebut, tradisi "nangguk" (baca : Nanggok0-red) adalah tradisi memberikan uang pecahan kecil kepada anak anak yang datang ke rumah kita untuk berlebaran. Jadi anak anak kecil yang datang ke rumah kita selain berlebaran dengan tuan rumah, maka kita sebagai tuan rumah "wajib" memberikan "angpau" atau uang kepada mereka satu persatu.

Jadi tiap keluarga yang merayakan Lebaran di Kalimantan Barat harus menyiapkan uang kecil atau uang receh untuk dibagikan kepada anak anak yang datang "nanggok" di rumah kita. Ada yang memberikan pecahan uang 2 ribuan, lima ribuan, bahkan ada yang memberi pecahan besar seperti sepuluh ribuan dan juga 50 ribuan. Penukaran uang banyak dilakukan di berbagai Bank Bank Swasta maupun Bank Pemerintah seperti Bank Indonesia. Nah sudahkan anda menyiapkan recehan buat anak anak nangg0k dirumah?

Menyiapkan Makanan
Ya sudah pasti donk. Yang namanya berlebaran dari rumah ke rumah pastilah tiap rumah sudah menyiapkan penganan atau makanan istimewa untuk menyambut Lebaran 1432 Hijriah ini. Bahkan ada sebagian orang malah berbisnis kue kue lebaran dengan menawarkannya kepada para tetangga yang memerlukan jasa kue darinya.

Pemesanan kue atau membeli kue kue yang sudah jadi yang banyak tersedia di toko toko kue, maupun Supermarket juga tidak ada salahnya. Karena kesibukan jugalah kadang kita tidak sempat membuat sendiri kue kue yang kita inginkan. jadi membeli kue yang sudah jadi dan tersedia dalam toples cantik transparan yang banyak tersedia di minimarket atau toko kue juga sebuah pilihan yang jitu.

Anda tinggal menentukan sendiri jenis kue kue apa yang ingin anda sajikan di rumah dalam rangka Lebaran 1432 Hijriah yang tinggal beberapa hari ini. Namun demikian membeli kue jadi di toko juga kekurangannya, misalnya jenis kue yang disajikan kita tidak bisa mengetahui kualitas dan bahan yang dibuat. Selain itu anda sendiri harus icip icip kue yang anda beli itu apakah cocok dengan lidah anda atau tidak. Jika anda pikir kue yang anda beli itu pantas dan layak untuk disajikan kepada para tamu ya silahkan. Yuk mareeee.

Namun jika anda memiliki banyak waktu, dan ini memang umum terjadi di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan 1432 Hijriah ini. banyak ibu ibu rumah tangga, para remaja putri yang bahu membahu orang tuanya membuat kue sendiri di rumah. Bisa kue basah, kue kering atau bahkan kue yang istimewa sekalipun. Kalaw demikian, jenis kue dan bahan bahan yang diperlukan sudah barang tentu sudah disiapkan sebelumnya bukan. Membuat kue sendiri di rumah, jika anda punya banyak waktu, juga tidak kalah jitunya. Membuat kue sendiri memiliki segudang keuntungan dan nilai lebih daripada membeli kue secara langsung jadi di toko kue. Salah satu keuntungan terbesarnya adalah anggaran yang bisa ditekan, dan juga membuat kue sesuai dengan selera dan keinginan kita.

Ngomongin soal makanan yang disajikan di hari raya Lebaran memang sifatnya relatif. Itu semua tergantung dari selera anda masing masing. Tidak ada ketentuan keharusan anda menyiapkan ketupat , rendang, bahkan sate ayam di hari pertama lebaran. Tidak ada kewajiban seperti itu, dan anda tidak dianjurkan untuk menyontoh persiapan lebaran dari keluarga lain. Masing masing tentu memiliki selera dan cita rasa yang berbeda. Pada umumnya hari pertama lebaran di Kalimantan Barat dimanfaatkan khusus untuk keluarga dekat, dan sanak keluarga di tempat yang jauh. Sedangkan teman atau sahabat diberi "jatah" di hari yang lain hehehe. Ya umumnya demikian tradisi lebaran yang umum dilakukan pada masyarakat di kota Pontianak pada khususnya.

Kunjung Mengunjungi
Nah inilah salah satu hakikat (cieee) dari merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah ini. Berlebaran adalah momen yang tepat untuk melebur segala dosa dan kesalahan yang telah kita buat baik yang tidak sengaja maupun yang direncanakan kepada sodara, kerabat, dan handai tolan.

Tradisi saling kunjung mengunjungi di hari raya Lebaran adalah hal yang sangat dianjurkan, dan itulah nilai utama dari lebaran raya, saling datang kunjung mengunjungi, dan saling bermaaf maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Jika kita didatangi orang berlebaran dan bermaafan, maka secara tidak langsung kita "diundang" tamu itu untuk berbalas datang berkunjung ke rumahnya. Begitulah tradisinya. Di daerah tertentu di Kalimantan Barat, seperti di daerah Sambas misalnya, tradisi kunjung mengunjungi begitu kental, bahkan dilakukan beramai ramai.

Ini memang pernah saya alami sendiri saat mendapat kesempatan berlebaran di rumah teman kuliah saya dahulu, Wahid, yang terletak di kampung dagang Timur Sambas. Bagaimana tidak kenyang kalaw setiap kali berlebaran berombongan ramai ramai bahkan diiringi dengan iringan rebana dan lagu Islami, kita disajikan makanan kelas berat.

Bukan lagi sekedar icip icip kue kue lebaran yang umumnya disajikan saat berkunjung, tapi langsung ke target alias makan besar, baik dengan nasi atau dengan ketupat. Walhasil perut saya ekstra "kerja keras" mencabik cabik makanan yang lezat lezat dari rumah ke rumah. Hahaha jadi teringat masa itu, kalwa tidak salah di era tahun 90 an gitu deh hmmm lama juga ya. Selain itu juga kegiatan kunjung mengunjungi juga dilakukan dengan touring alias berkendara sekeluarga dengan menggunakan motor atau mobil masing masing. Wajar aja jalan raya jadi ramai penuh sesak.

Siapkan kendaraan anda dengan baik jika ingin berlebaran ke sanak keluarga di tempat yang jauh dengan menggunakan kendaraan roda dua , bis atau moda transportasi lainnya. Misalnya anda ingin berlebaran sekeluarga dengan motor misalnya, nah cek kembali kondisi kendaraan motor anda misalnya bannya, rantainya, businya, dan juga alat alat keselematan kendaraan lainnya yang tidak kalah penting misalnya rem dan segala macem.

Surat surat kendaraan juga anda siapkan seperti Surat Tanda Kendaraan Bermotor , Surat Izin Mengemudi (SIM), KTP dan juga bekal uang yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jaga baik baik barang berharga anda lainnya agar tidak terlupa atau terjatuh selama berkendaraan. Cuaca yang panas juga sebaiknya anda perhatikan apalagi berlebaran bermotor membawa anak kecil bahkan bayi. Mereka rentan terhadap debu dan juga panas cuaca saat ikut anda berkendaraan di jalan.

Bagian Penutup
Nah dari berbagai fenomena yang "lumrah" ada di setiap perayaan lebaran itu menimbulkan kesan unik dan mendalam bagi setiap orang. Tradisi merayakan lebaran bagi setiap orang adalah hal yang istimewa sifatnya, namun demikian kekhasan dan nilai nilai luhur hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah itu juga jangan sampai hilang dengan kebiasaan buruk kita di masa masa sebelumnya dengan memaksakan diri berlebaran dengan tampilah "wah" dan tidak sesuai dengan kemampuan kantong anda sendiri. Memeriahkan suasana perayaan lebaran dengan berbagai sajian istimewa adalah baik. Namun lebih baik lagi kita menyiapkan diri dan mental serta hati kita agar tetap bersih di hari hari sleanjutnya setelah lebaran.

Bayangkan saja misalnya. Contoh sederhana saja adalah Masjid. Coba kita liat betapa masjid masjid penuh sesak dengan orang pada sholat Tarawih juga witir. Ramainya orang sholat Tarawih bahkan sampai memenuhi pelataran masjid. Nah mengapa saat Ramadhan usai meninggalkan kita, masjid masjid itu kembali sunyi dan tidak gegap gempita saat Tarawih di bulan suci Ramadhan? Mengapa kita tidak bisa membuat masjid masjid tetap makmur dan ramai dengan Jamaah orang mendirikan Sholat? Mengapa kita tidak bisa? Inilah salah satu tantangan dan PR terbesar kita, bagaimana masjid masjid tetap makmur dan ramai dengan orang yang Sholat di hari hari selanjutnya setelah Ramadhan.

Saya absen dulu posting Blognya ya karena mau lebaran hehehee. Oh ya tidak lupa Saya sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Iedul Fitri - 1 Syawal 1432 Hijriah". Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.





Helo semuanya. Tidak terasa waktu datangnya hari kemenangan Iedul Fitri 1432 Hijriah ini sudah menghitung hari. Nah apa yang sudah kalian persiapkan dalam menyambut datangnya hari kemenangan umat Islam sedunia itu? Sudahkah kalian mempersiapkan kue kue, dan mempercantik rumah (baik rumah sendiri, ngekos atau bahkan rumah kontrakan seperti saya-red) dalam menyambut Lebaran nanti?.

Wah tentu jawabannya bermacam macam deh ya ada yang udah ada yang belum bahkan mungkin ada sodara sodara kita yang saat ini belum mendapatkan THR dari tempat bekerjanya. Nah kepada mereka mari kita doakan agar mereka segera mendapatkan THR seperti ktia kita yang sudah mendapatkanya. Tapi jangan lupa loh kewajiban bayar Zakatnya. Hayo sudah pada bayar zakat belum nih kalian semuanya?. Kalaw saya sih Insya Allah sore nanti akan ditunaikan. Nah tema tulisan saya hari ini sederhana saja yakni yang berisi dan berjudul "menyambut hari kemenangan" nah selamat membaca tulisan singkat ini hehehe. Promo e


Jangan Berhutang
Nah bagi yang sudah merasa memiliki banyak rencana rencana besar dalam menyambut datangnya Lebaran (Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah) ini sebaiknya disusun menurut skala prioritas. Seperi pada ungkapan umum yang pernah saya dengar belakangan ini yakni "Rencanakan pekerjaan mu dan rencanakan pekerjaan itu" nah begitupula dengan tradisi menyambut lebaran 1432 Hijriah yang memang tinggal menghitung hari ini. Wah udah seperti judul lagunya Krisdayanti "menghitung hari" aja nih hehehe.

Memang hari hari ini begitu semarak suasananya, dan banyak instansi pemerintah maupun swasta yang bergerak bersama sama "memajukan" gaji Bulan September nanti untuk dicairkan dalam minggu ini. Ingat loh, itu bukan THR ya. Apalagi PNS yang namanya THR memang tidak ada selain gaji ke -13. Jadi jika gaji dimajukan dan itu gaji anda bulan September. itu bukan THR ingat loh.. Jangan sampai dikira THR lalu dibelanjakan secara membabi buta lalu habis. Seperti kata Almarhum KH.Zainuddin MZ bisa melarat melangsa "bekipas sembari tahlil" nyesel nanti dikemudian hari tidak ada gunanya. Juga dengan pegawai swasta, gaji anda di"majukan" itu bukan THR loh. Jadi bijak dalam membelanjakannya. Kan THR nya udah hehehe.

Nah bagi yang dananya memang terbatas jangan memaksakan diri untuk tampil "oke punya" di rumah dalam rangka persiapan lebaran. Kita tidak harus mengikuti mentah mentah tradisi lebaran orang lain karena memang setiap orang memiliki rezeki dan kemampuan finansial yang berbeda beda. Jadi tidak bijak rasanya jika dalam mempersiapkan lebaran di rumah memaksakan diri mengikuti persiapan lebaran keluarga lain. Kita memang berbeda rezekinya, dan setiap orang sudah diberikan masing masing rezekinya dari Allah SWT. Melihat persiapan lebaran orang lain boleh dan sah saja asal disikapi dengan bijak. Tidak perlu berhutang hanya karena anda ingin tampil "layak" di hari kemenangan itu. Sadarilah bahwa hari kemenangan itu adalah kemenangan kita semua, dan bukan kemenangan untuk memuaskan nafsu belanja anda

Persiapan Semampunya
Ngemeng ngemeng soal THR memang tidak terasa ya. Banyak artikel dari para pakar keuangan yang membahas bagaimana memanfaatkan THR sebijak mungkin, dan saya pun enggan menuliskannya di sini. Memang saya juga tidak mau mendikte sodara para pembaca blog setia saya, jadi saya serahkan semuanya kepada anda sendiri bagaimana memperlakukan THR yang datangnya satu kali dalam setahun ini menjadi maksimal dan optimal dan memenuhi kebutuhan dan menutupi semua yang anda perlukan.

Sedangkan saya sendiri THR langsung ludes karena sudah dibelanjakan meja kursi ruang tamu yang memang sudah direncanakan sejak lama. Sejak kami sekeluarga kontrak rumah di komplek Duta Bandara sekitar 3 tahun lalu, para tamu yang datang ke rumah selalu "lesehan" alias duduk di lantai beralaskan tikar atau tilam. Namun tidak untuk tahun ini. Kami memanjakan para tamu dengan meja kursi yang standar. Jadi mereka datang tidak lesehan lagi tapi benar benar sebagai tamuu yang diperlakukan dengan hormat. Memanjakan dan menyenangkan tamu sangat dianjurkan Rasullah SAW bukan. Tamu yang datang ke rumah kita harus kita hormati dan kita agungkan. Sebab jika tamu sudah pulang dari rumah, kita, tamu itu akan membawa "dosa" tuan rumah kita, dan kehadiran tamu membawa berkah dan rezeki Allah SWT. Amin Ya Robbal alamin.

Bahkan mungkin ada diantara kalian ada yang berbisnis kue lebaran barangkali? Karena ini memang momen yang pas dan tepat untuk berbisnis kue lebaran. Seperti yang kita tau bersama sama yang namanya Lebaran pasti akan banyak kue kue tersaji di rumah masing masing, dan saya yakin banyak sekali ibu ibu rumah tangga, kaum remaja putri bahkan bapak bapak sekalipun turut "hunting" kue kue lebaran.

Jika anggaran anda banyak dan mencukupi bisa membeli kue kue Mahal untuk memanjakan para tamu yang akan datang ke rumahnya. Mulai dari kue basah, kue kering, bahkan sampai coklat sekalipun. Ngemeng2 soal coklat, saya jadi ingat waktu masih kecil dulu (sekitar SD atau SMP-red) yang mendapat coklat coklat Van Houten yang cukup lezat itu. Ah tidak terasa coklat pun masih menjadi tren sekarang ya. Hahaha apalagi yang namanya coklat bergambar ayam itu. Kalaw memakannya harus dimasukkan ke dalam kulkas sampai menjadi keras kaya batu hahaha. Coklat bergambar ayam konon masih ada sampai sekarang termasuk produk Laserin. Waitsss sudah puluhan taun juga produk itu eksis. Wah kok jadi melebar ke soal coklat sih hehehehe. Nah kembali ke awal jadi persiapan lebaran terpulang kepada kemampuan finansil dan kreatifitas rekan rekan semuanya

Selamat menyambut lebaran ya
Hayo shopping belanja belanja ya
hiehiehiehiehiheiee

Dear Blog. Hari ini saya senang sekali karena headset yang sudah saya pikir akan baik baik saja ternyata memang sudah rusak. Seperti yang sudah saya tulis pada postingan kemarin bahwa eror kuduga datangnya dari admin, wah sudah sangka buruk saja saya. Seperti yang sudah saya tulis diedisi sebelumnya bahwa tiba tiba headset di komputer ku tidak berfungsi sampai saya sudah coba di dua komputer yang lain juga mengalami hal yang sama. Sama sama tidak berfungsi headsetnya

Dalam islam sudah Su uzon namanya. Duh saya jadi malu sama Allah nih kalaw begini caranya. Setelah saya tanyakan kepada Pak Madi, teknisi handal, ternyata eror memang berada di headset yang saya miliki. Dan hari ini kupinjam headset teman sekantor ku dan ternyata baik baik saja dalam arti kata PC ku sehat saja, dan tidak ada apa yang namanya didisabel sebagaimana kukira sebelumnya. Memang ternyata hikmahnya saya harus selidik dahulu sebelum membuat kesimpulan. Bener benar suatu pengalaman yang berharga buat saya.


Hi semuanya. Pakabarnya nih. Hari ini bener bener BT berat buat saya karena error pada headset di Komputer saya. Biasanya kan saya bekerja setiap hari sambil mendengarkan musik baik dari file di hardisk (CPU) dalam format Mp3 maupun mendengar radio streamline di Internet, atau mendengarkan musik musik dari Youtube.

Nah entah kenapa tiba tiba hari ini saya pasang headset saya tiba tiba tidak terdengar suara sama sekali. Saya sudah periksa di Rea;tek, kontrol panel Headset sampai pada volume control semuanya fine fine saja. Tetapi kenapa tiba tiba tidak terdengar suara sama sekali ya. Bingung juga saya. Apa memang admin saya yang sentimen, dan tidak senang saya mendengar musik secara real dari youtube? Making ngaco aja nih. Sudah Twitter yang tidak salah apa apa di blok. Kalau situs xxx diblok sih wajar karena itu tidak baik, lah ini Twitter juga disikat.

Apa admin kurang kerjaan. Jadi hari ini bener bener dibuat BT saya dan jadi nda seru aja kalwa kerja cuma melototin layar screen komputer dan mengerjakan aktifitas rutin tanpa ada hiburan sama sekali. Mendengarkan musik dari headset komputer juga suatu hiburan murah meriah buat saya, dan menambah semangat kerja. Kalaw gini kan jadi sebel bawaannya saya. Apa mode headsetnya didisable sama admin? Soalnya saya pindah di komputer lainnya juga disabel, alias tidak bisa mendengar suara apa apa dari headsetnya. Apa semua jaringan headset didisable sama admin? Jangan gitu donk ah.


Dear Blog. Kembali dengan postingan Asep Haryono kali ini. Nah waktu sedemikian cepatnya ya sampai tidak terasa kita sudah memasuki Sepuluh hari terakhir. Dan jika itung itungan saya tidak salah, maka kurang lebih tersisa 6 (Enam-red) hari Ramadhan ini akan segera meninggalkan kita semua. Pelajaran apa yang bisa kita petik dan bisa kita peroleh dengan hadirnya bulan Ramadhan 1432 Hijriah ini.

Adakah anda merasa Ramadhan kali ini jauh lebih baik dari Ramadhan pada tahun sebelumnya?. Tidak ada yang dapat menjawabnya atau bahkan menemukan jawabannya, karena anda sendirilah yang tau persoalannya, dan tentu saja Allah SWT Maha Tahu Segalanya. Nah tema tulisan ini sederhana saja saya buat untuk meluruskan fenomena dahsyat beberapa terakhir ini. Fenoma belana (shopping) buat lebaran. Apa anda sudah belanja? Saya sudah

Lebaran Bukan Tujuan
Menurut hemat saya yang sederhana ini berlebaran memang wajar untuk kita rasakan setelah berjuang dan beperang selama 30 (tiga puluh hari-red) dan maka itulah disebut dengan hari kemenangan. Namun coba lah anda resapi dalam dalam dan sadari sepenuhnya apakah anda layak disebut "pemenang" dan berhasil "memenangkan" pertempuran dahsyat melawan hawa nafsu selama masa "ujian 30" hari di bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah ini.

Jawabannya tentu berbeda antara satu dengan yang lain, dan biarlah anda sendiri yang menjawab pertanyaan saya itu. Kalaw pertanyaan sederhana itu ditujukan kepada diri saya sendiri, maka saya akan menjawabnya dengan lugas, BELUM. Saya sendiri sudah berusaha maksimal melakukan yang terbaik dalam Ramadhan 1432 Hijriah ini. Banyak godaan, tantangan dan hambatan selama dua minggu di awal Ramadhan 1432 Hijriah. Memang luar biasa tantangannya.

Namun kalaw kita melihat fenomena banyaknya orang orang yang mempersiapkan diri menyambut datangnya hari kemenangan itu adalah hal yang wajar saja. Banyak orang yang mempercantik rumahnya dengan memberinya sentuhan baru seperti cat dinding, merapikan perabotan hingga kepada menambah perabotan rumah hingga membeli pernak pernik lebaran agar terasa semarak di rumah. Ya boleh saja silahkan. Bahkan anda memborong makanan untuk disajikan buat persediaan lebaran di rumah juga dibolehkan. Asal tau saja di Pontianak ini memang ada tradisi lebaran "sebulan". Ini artinya masyarakat Kalbar merayakan lebaran secara serentak meriahnya sampai sebulan ya selama bulan Syawal itulah periode Lebaran di Kalimantan Barat. Menarik sekali bukan.

Belanja lebaran boleh saja. Mempercantik rumah silahkan. Menukar uanh recehan buat anak anak yang mampir ke rumah juga mantaf. Jadi apa pun yang akan anda lakukan dalam menyambut lebaran di rumah. Namun demikian lebaran bukanlah tujuan akhir dari apa yang sudah kita lakukan selama ini dalam mengisi dan mengamalkan amalan selama Ramadhan 1432 Hijriah ini. Lebaran bukan akhir atau bahkan tujuan kita berpuasa selama sebulan penuh ini. Ini yang akan saya coba luruskan buat diri saya sendiri.

Yang lebih utama dan sebaiknya kita persiapkan adalah mental diri kita sendiri setelah Ramadhan ini meninggalkan diri kita. Mari kita gelorakan semangat beramal dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT walau Ramadhan ini berakhir. Masjid tetap meriah dan makmur selama lamanya, dan bukan hanya di bulan Ramadhan dengan tradisi Tarawih witir saja. Masjid tetap ramai selamanya dan itu tantangan buat kita semua.

Selamat menyambut hari Kemenangan ya



Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia