Help us to keep our home
Dear All. Sebelumnya saya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada Om Endy Duke XangXoot yang sudah memberikan apresiasi dan komennya atas dua posting saya sebelumnya yang bertemakan Voucher 400 ribu perak dari Google Adwords. Memang ini juga yang pertama sekali buat saya menerima Voucher hadiah beriklan gratis dari Google Adwords.

Padahal awalnya surat pos yang berkop Google di dekat pintu rumah kontrakan itu berisi PIN dari Google Adsense sebagai pertanda earning saya sudah USD$50. Eh ternyata bukan wehehehe. Ya sudah ternyata akun Google Adsense yang saya daftar atas nama, Abbie Muhammad Furqan Haryono, sudah tayang rupanya, dan belum mendapatkan earning apa apa alias NOL. Tetapi kenapa malah dapat informasi Voucher dari Google Adwords ya

Ya sudah tidak ada masalah buat saya. Dari mana aja kek yang penting iklan dari Google Adsense yang sudah saya daftarkan atas nama Abbie sudah berfungsi dengan baik. Dan Google Analyticnya juga sudah jalan berkat voucher gratis 400 ribu rupiah dari Google Adwords itu. Namun bukan tema itu yang akan saya tulis dari hari ini. Kebetulan hari ini mengantar istri tercinta belanja di Pasar Flamboyan, ya sekalian saja saya mampir ke kantor yang memang letaknya persis di depan Pasar Flamboyan. Begitu pula sebaliknya letak pasar Flamboyan itu juga letaknya persis di depan kantor saya. Dengan kata lain, in other words, antar kantor saya dengan pasar Flamboyan berhadapan. Hahahhaa.

Saya hanya menulis singkat aja di blog kesayangan saya pada hari ini. Cuma mau mengucapkan selamat menjalan ibadah Saum (puasa) Ramadhan 1432 Hijriah yang menurut versi pemerintah akan jatuh pada tanggal 1 Agustus 2011 ini. Memang ada beberapa pendapat yang menyebut jatuhnya Ramadhan yang berbeda dengan versi Pemerintah. Saya sih cari aman saja, Ikut aja sama Pemerintah Republik Indonesia mengenai penetapan 1 Ramadhannya itu. Jadi karena saya ikut pemimpin. Jadi kalaw pemimpinnya saja keliuru, dosa tanggung sendiri ya. Saya sekeluarga mohon maaf jika ada kesalahan, dan kekhilafan selama ini baik dalam kehidupan sehari hari, dalam tulisan tulisan di Blog serta kesalahan lainnya baik yang tidak sengaja ataupun yang direncanakan. Hehehe.

Selamat Berpuasa Ramadhan 1432 Hijriah
Mohon Maaf lahir dan Bathin


Dear all. Hari ini benar agak membingungkan buat saya yang masih awam sama apa yang dinamakan dengan Google Adwords. Seperti yang sudah saya sampaikan dalam postingan saya kemarin bahwa saya mendapat surat dari Google Adwords yang berlokasi di Indonesia (Kayaknya sih-red) yang berisi vocher prabayar senilai Rp.400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) yang tidak dapat dicairkan secara cash (tunai-red). Jumlah voucher iklan itu hanya bisa digunakan jika memasang iklan Adwords di Google dengan menggunakan kode voucher layaknya seperti mengisi pulsa dengan menggunakan kartu.

Tapi memang saya yang masih awam ini memang benar benar dibuat takjub sekaligus bingung luar biasa dalam fitur panel kontrol Google Adwords itu. Walhasil voucher Google Adwords yang senilai Rp.400.000,- Empat Ratus Ribu Rupiah) yang tidak dapat dicairkan secara cash (tunai-red) masih terasa membingunkan. Tau tau jumlah deposit saya itu sudah berkurang menjadi sekitar 390 ribuan saja. Dan ternyata biaya klik orang yang berhasil "menemukan" alamat website yang saya iklankan via Google Adwords itu dikenakan biaya 5000 rupiah. Ini persis dengan harga yang saya pasang di sana jika tayang dan iklannya diklik orang melalui searching. Nah makin bingung saya.

Belum lagi biayta perklik iklan yang tertera di sana makin membingungkan saya. Saya jadi bertanya apakah yang dimaksud dengan biaya iklan perklik itu. Apakah jika orang yang berhasil menemukan website saya via pencarian di Google Search dengan menggunakan kata kunci itu dinilai uang yang diambil dari deposit saya yang 400 ribu rupiah itu. Jadi kita membayar orang yang berhasil mengklik alamat URL yang saya pasang di Google seharga sama persis dengan harga yang saya berikan itu. Logika saya mulai jalan seperti layaknya orang memasang iklan di surat kabar versi cetak. Nah perbedaannya amat tipis saja.

Misalnya kita memasang iklan baris di surat kabar. Misalnya saya mau pasang iklan baris dan diterbitkan selama 1 bulan. Harga yang saya bayar adalah 75 ribu rupiah. Berarti setelah biaya iklan itu saya bayar di koran tersebut, maka iklan yang sudah saya set dan buat itu ditampilkan di korang tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan surat kabar itu. Sedangkan di adwords ini kita menggunakan voucher pra bayar seharga 400.000 rupiah. Dan biaya itu dianggap sebagai deposit penayangan iklan kita di Google Adwords dengan jangka waktu yang bisa kita atur sendiri. Dan kita membayar harga iklan kita di google adwords sesuai dengan kemauan kita sendiri. Saya nda yakin apakah ini asumsi yang benar, Saya benar benar awam dengan Google adwords ini.

Belum lagi teknik pemilihan kata kunci. Mana kata kunci yang "layak" dan memicu iklan yang banyak menghasilkan kunjungan juga tidak kurang membuat saya tambah bingung. Hal lain yang membuat saya kagun sekaligus bingung adalah kata iklan atau kata kunci tersebut menggunakan frasa atau kelompok kata yang lebih mengarah ke hal spesifik dan bukan bersifat yang terlalu umum sehingga menghasilkan kunjungan yang sedikit. Tadi saya hanya mengedit URL tujuan agar para pengunjung yang berhasil "menemukan" website saya yang diiklankan melalui Google Adwords bisa langsung menuju web yang berisi produk atau jasa yang saya tawarkan. Itu saya dahulu postingan saya yang asyik "kotak katik" Google Adwords.

Menarik sekaligus mendebarkan.





Suatu sore ketika saya baru aja pulang dari kantor, saya melihat sepucuk surat entah dari mana, Sampul amplopnya warna Putih. Tapi yang menarik dari amplop itu adalah sebuah logo warna warni yang bertuliskan "Google". Wah jangan jangan ini isinya PIN dari Google Adsense ne. Sudah bermacam macam pikiran di kepala saya, karena setau saya iklan Google Adsense yang saya daftarkan atas nama anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono , sudah belum dipake sama sekali. Akun iklan Google Adsense memang sudah aktif, namun baru beberapa set Iklan yang sudah tayang di blog saya aja yang berbahasa Indonesia. Memang Google Adsense yang saya daftarkan seharusnya format barat, tetapi kenapa yang datang malah Google Adwords.

Ah biarlah pikir saya. Karena surat yang datang dari Google tersebut berisi Voucher Iklan Adwords gratis seharga Rp.400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah). Voucher ini berisi kode Iklan, yah semacam Pulsa Handphone, Pra Bayar gitu deh. Ada kode kode Iklan yang bernilai nominal 400 ribu rupiah itu dan tidak dapat diuangkan. Vocer itu hanya bisa direedem atau ditukarkan dengan pasang iklan adwords secara gratis di Google Indonesia (www.google.co.id) untuk jangka waktu tertentu. Wah lumayan juga nih bisa iklan bayar dan gratis seharga 400 ribu rupiah. Mungkin jika sudah habis vouchernya ya sudahlah. Lagian juga saya belum fokus maenan Adsense.

Konon katanya sih Google Adwords ini berpotensi untuk mendatangkan trafik atau pengunjung yang jauh lebih baik, lebih layak dan lebih banyak promosi website kita. Ah masa sih. Karena memang banyak para penjelajah internet (browser, surfer-red) yang mencari produk atau jasa dengan menggunakan Google baik google dari Indonesia (Google Indonesia beralamat di www.google.co.id itu loh-red) maupun google Internasional dalam bahasa Inggris.

Sedangkan Google Adwords bisa Inggris, bisa juga berbahasa Indonesia. Dengan Google Adwords ini kita bisa mempromosikan usaha kita kepada calon pelanggan tepat pada saat mereka mencari produk dan jasa yang kita tawarkan. Hmm menarik juga nih. Mungkin sekarang saatnya saya menjajal Adwords sekarang juga, kapan lagi jajal beneran dengan voucher gratis 400 ribu perak yang tercetak di sampul surat yang saya terima kemarin.

Ini Iklan ku ya hehehheee


Sebenarnya memasang iklan di Internet dengan menggunakan Adwords sudah sebaiknya dilirik oleh calon pengusaha dari Internet. Mungkin saya juga akan menggunakannya kelak dikemudian hari jika bener bener punya usaha yang go Internasional ini. Orang bilang kalwa cuma maenannya format koran cetak kurang greget ya. Mengapa tidak sekalian aja promosi iklannya di internet dengan menggunakan Google Adwords. Beda loh dengan google adsense yang cuma memasang "iklan orang" di website kita, dan kita mendapatkan recehan dolar dolar Amerika jika iklan tersebut diklik orang. Walah untuk Google Adsense ini saya pernah beberapa kali kena Ban hhehehee. Tapi tidak apa cuba dan cuba lagi tentunya.

Banyak manfaat sebenarnya yang bisa kita peroleh dengan Adwords dari Google ini. Salah satu manfaat utamanya adalah mendapatkan pelanggan baru yang jauh lebih cepat dari biasanya. Juga manfaat lainnya seperti membantu pelanggan menemukan kita pada saat yang tepat ketika mereka menelusuri bisnis seperti yang kita jalankan.

Menargetkan pelanggan di lingkungan sekitar, dipenjuru negeri atau bahkan diseluruh Dunia sekaipun. Wah mantaf bener nih. Memang rasanya lebih flkesibel juga ya dengan adwords. Selain harganya juga terjangkau, dan kita bisa memilih kata atau frasa yang relevan dengan usaha kita yang cenderung akan ditelusuri oleh pelanggan. Cukup Mudah, karena kita bisa meminta panduan atau bantuan dari operator Google Adwords di Indonesia. Ah seperti mimpi jika banyak pelanggan yang menemukan website usaha kita, dan kita mendapatkan transaksi karenanya.

Sebagai catatan bahwa Voucher Iklan Adwords senilai Rp.400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) ini hanyalah bentuk promosi saja. Nanti jika pocernya sudah habis, ya anda harus membiayai sendiri pake uang anda hehehee. Sebagai informasi tambahan pocer ini hanya digunakan untuk memasang iklan adwords dan berlaku hingga tanggal 15 Agustus 2011 saja, ya kurang lebih 2 minggu saja masa berlakunya. Dan bisa jadi iklan yang ada pasang dengan menggunakan pocer gratis itu hanya tayang sekitar 2 minggu saja. Lumayan juga ya. Coba deh akan saya liat apakah benar ada trafik atau kunjungan di website saya ini.

Wait and See


Helo semua. Ini nih hari ini saya mau cerita ringan saja ya. Maklum pada jam 09.45 WIB nanti saya harus menjemput anak pertama saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang bersekolah di Play Group ( Kelompok Bermain -red) Perguruan Islam AL AZHAR yang terletak dibilangan jalan Ahmad Yani Pontianak. Aktifitas menjemput "si ganteng" ini memang akan rutin saya lakukan 3 (tiga) kali dalam seminggu yakni pada hari Senin, Rabu (seperti hari ini-red) dan juga pada hari Jumat. Nah kegiatan ini saya lakukan setiap hari sesuai dengan jadual itu, dan kadang saya sendiri yang menjemputnya, dan kadang juga berdua dengan Istri.

Namun bukan tema itu yang mau saya tulis hari ini. Tema hari ini ringan saja yakni mengecor rumah Kontrakan. Hahahaa memang lah judul postingan pendek kali ini benar benar vulgar alias tanpa tedeng aling aling, tanpa malu langsung menyebut dengan rumah kontrakan. Ya memang benar. Sejak tahun 2008 yang lalu, saya dan istri menempati sebuah rumah sederhana bertipe 36 yang terletak di kawasan Duta Bandara, karena namanya juga sesuai dengannya yakni komplek Duta Bandara yang terletak tidak jauh dengan Bandara Supadio Pontianak. Nah mengecor lantai. Coba anda lihat foto yang saya cantumkan dalam blog ini. Foto yang ada di atas nah itulah foto yang saya ambil saat proses pengerjaan cor dilakukan.


Bang Mur Semak sedang asyik bekerja


Yang mengerjakan coran ini adalah dua orang bapak yang gagah perkasa hehehe. Maksud saya tenaganya kuat untuk bekerja keras seperti ini. Tersebutlah Pak Mur yang biasa disebut dengan "semak" ( julukan kami padanya-red). Mengapa sebutan "semak"? Hahahaa nda enak juga kalwa saya ceritakan. Ya kira kira gitu deh, kalaw saya sebutkan nanti bisa kena Undang Undang Pencemaran Nama Baik hahahaa. Segitunya. Lebai ih hehehe. Biarlah hanya kami saja yang tau mengapa pak Mur ini biasa disebut dengan sebutan "semak".

Profesinya memang aseli tukang bangunan karena dia banyak menangani rumah rumah yang akan dibangun. Sedangkan bapak yang kedua nama sebutannnya bang Budi. Dia menyebut dirinya di facebook dengan sebutan "budi Sablon". Sudah bisa ditebak, karena skill utama bapak satu anak ini memang menyablon. Keahlian lain tentu saja ada, yakni mengecat. Nanti pada bagian lain akan saya cantumkan hasil kerja bang Budi yang juga mendapat "order" mengecat rumah kontrakan saya.

Mengapa rumah kontrakan saya bela belain diperbaiki? Bukankah kata orang rumah kontrakan sebaiknya tidak usah diapa apakan karena toh itu kan milik orang lain?. Ya benar. Memang benar, Dan itu sudah menjadi pemikiran kami sejak awal. Namun saya ingin meluruskan bahwa semua biaya biaya yang ditimbulkan untuk mengecat rumah dan mengecor lantai yang diperkirakan sebesar 2 juta lebih itu adalah biaya yang seharusnya kami bayarkan kepada pemilik rumah kontrakan untuk tahun 2011 ini. Jadi kami meminta agar uang sewa kontrakan yang seharusnya menjadi kewajiban saya kepada pemilik kontrakan, diwujudkan bukan berbentuk uang tunai kepada mereka tetapi berbentuk barang yakni perbaikan rumah yakni ngecor lantai dan cat rumah. Maunya sih teralis juga tetapi lihat lihat kondisi juga lah nantinya.

Oke cukup dahulu tulisan saya ya. sampai Jumpa
Tazkia. Yah itulah nama kecil anak ke dua kami yang Alhamdulillah berjenis kelamin perempuan. Terlahir di desa kelahiran bundanya di sebuah dusun yang bernama Kembang Kecamatan Nanggulan Kulon Progo Jogjakarta pada tanggal 10 Desember 2010 yang lalu.

Jika kami tidak salah hitung, pada tanggal 10 Juli 2011 kemarin Alhamdulillah putri kecil kami yang kami beri nama Tazkia Montessori Putri Haryono itu sudah memasuki usianya yang 7 (tujuh) bulan.

Sejak kakaknya yang lebih dahulu lahir, Abbie Muhammad Furqan Haryono, yang kini sudah memasuki bangku Play Group di TK ISlam Al Azhar memang lebih banyak mendapatkan asupan ASI dari bundanya. Sedangkan Tazkia, nama panggilan putri kecil kami itu, hampir bisa dikatakan mendapat asupan susu formula. Ini semua karena memang keadaan yang memaksa kami mengalami masa masa sulit ini.

Susu Formula
Memang tidak baik dari segi kesehatan. Pemberian susu formula bagi bayi hanya dianjurkan sebagai pelengkap saja selain pemberian makanan tambahan lainnya. ASI merupakan makanan bagi bayi paling baik. Namun keadaanlah yang memaksa kami berdua mengalami masa masa yang sulit ini. Dengan aktifitas bundanya yang mengajar di salah satu SMA Negeri di Kubu Raya dan hanya kembali 4 (empat) hari sekali menyebabkan ASI menjadi sulit untuk diberikan kepada Tazkia. Kami memang turut sedih, namun memang keadaan yang memaksa kami mengalami masa masa sulit ini.

Berbeda dengan abangnya Mas Abbie (nama Lengkapnya Abbie Muhammad Furqan Haryono-red) yang full mendapatkan ASI dari bundanya. Salah satu faktor yang amat mendukung pemberian full ASI ini adalah karena saat Abbie kecil, bundanya masih mengajar di AL AZHAR di Kota Pontianak. Dengan demikian pemberian ASI bisa dengan full diberikan kepadanya hingga genap 2 (dua) tahun lamanya. Nah mungkin ini yang menjadi perbedaan asupan susu bagi Abbie dan Tazkia, kedua anak kami yang kini sudah lengkap. Sepasang, Putra dan Putri. Hal ini juga makin menguatkan hati kami, selaku Ayah dan Bundanya, untuk tetap konsisten memberikan yang terbaik bagi mereka.

Pendidikan Anak anak
Ini juga menjadi fokus perhatian kami selaku kedua orang tuanya. Anak anak sudah kami ajarkan dari sejak kecil untuk patuh dan menghormati ayah dan bundanya. Bukan menghormati Bapak dan Ibu? Nah nah ini dia yang ingin saya coba luruskan. Mungkin anda belum tau ternyata memang ada perbedaan penyebutan Ayah Bunda dan Bapak Ibu dalam terminologi anak anak kami. Kami memang menyerahkan pengasuhan kedua anak kami pada sebuah keluarga yang sudah juga kami anggap sebagai "orang tua" kami juga. Sebuah keluarga yang memiliki anak anak yang sudah pada besar, dan kami memberikan kepercayaan pengasuhan anak anak kepada mereka.


Abbie dan Tazkia. Foto Asep Haryono

Sejak Abbie berusia 4 (empat) minggu hingga usia sekarang yang sudah sekitar3,5 tahun. Abbie tumbuh besar diasuh oleh Bapak dan Ibu Muhyar. Oleh karena itulah doktrin yang kami tanamkan , sesuai kesepakatan kami dengan mereka, penyebutan Ayah dan Bunda biarlah untuk saya dan istri sebagai orang tua kandung. Sedangkan penyebutan istilah "Bapak dan Ibu" adalah milik Bapak dan Ibu Muhyar.

Jadi wajar jika Abbie ditanya sama gurunya siapa nama Bapak dan Ibunya, tentu Abbie akan menjawab Bapak dan Ibu Muhyar. Sedangkan jika ditanyakan siapa "Ayah dan Bunda" nya, tentu Abbie akan menjawab Asep Haryono dan Rudi Uut. Kami tersenyum senyum saja mendengar polosnya jawaban anak.

Kini Abbie sudah memasuki dunia Kelompok Bermain (KB) AL AZHAR yang terletak di bilangan Ahmad Yani kota Pontianak. Mungkin bisa menjadi perekat tali silaturahmi antara saya sekeluarga dengan Perguruan Islam Al Azhar Pontianak. Bundanya Abbie dulu mengajar di TK /KB Islam Al Azhar selama 2 (dua) tahun sekitar periode tahun 2008-2009 yang lalu. Dan mungkin masuknya Abbie di AL AZHAR mempunyai makna yang luas.

Bukan saja untuk kepentingan pendidikan anak anak untuk masa mendatang, tetapi juga sebagai perekat tali silaturahmi antar Bunda Abbie yang mantan Guru TK /KB Islam AlZhar dengan almamaternya. Kalaw dulu bunda Abbie mengajar anak anak di Al AZhar, sebagai guru dan pendidik. Kini bunda Abbie kembali ke Al Azhar sebagai wali murid. :) Kelak Abbie akan disusul oleh adik perempuannya, Tazkia, memasuki Al Azhar. Insya Allah.




Tag : rumahku - Asep Haryono | Rumah Kami - Powered by Blogger
Rumah. Ah suatu kata yang amat sederhana. Ya Rumah. Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumah sendiri. Tentu saja semua orang, termasuk saya sekeluarga, mendambakan memiliki rumah sendiri.

Nah jika anda bisa melihat foto yang saya aplod dalam blog ini, ya itulah bakal calon rumah kami sekeluarga kelak Insya Allah. Memang tidak ada yang pasti, dan tidak ada yang bisa memastikan bahwa foto yang saya ambil hari Sabtu tanggal 23 Juli 2011 ini akan menjadi milik kami sekeluarga. Manusia hanya bisa merencanakan tapi Allah SWT juga yang menentukan.

Letak foto yang saya jepret di atas di ambil dari salah satu komplek perumahan yang terletak di tanjung raya II. Jadi jika anda berkesempatan melalui jalur tol, atau jembatan tol, maka akan ada belokan ke kanan setelah melewati YARSI, jalan terus hingga ketemu masjid yang sedang direhab. Masuk gang lagi, teruslah berjalan dan lalu belok ke kanan sampai mentok, kemudian belok ke kiri, dan anda akan menemukan komplek perumahan Graha Zauzati I itu.

Rumahnya memang amat sederhana. Tipe 36 saja. Uang muka yang harus kami siapkan untuk melakukan transaksi ini minimal 15 (Lima belas juta rupiah), nah suatu jumlah yang tidak sedikit khan. Bagi kami sekeluarga uang segitu sudah banyak sekali. Namun demikian kami berdua masih menimbang nimbang jadi tidaknya rumah ini kami ambil. Semoga keputusan yang akan kami ambil nanti akan bermanfaat buat anak anak di masa yang akan datang, dan juga buat kami sekeluarga. Insya Allah
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia