Help us to keep our home
Halo semua. Forumers Yang Berbahagia

Siapa sih di sini yang tidak suka sama yang namanya makanan?. Wah wah saya rasa jawabannya tidak ada ya. Walaupun anda tidak gemar makan, tetapi makan adalah satu aktifitas yang hukumnya "wajib" bagi tubuh kita. Karena dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi itulah maka tubuh kita berkembang.

Apa lagi bagi mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan, maka asupan makanan bergizi tinggi dan sehat sangat dianjurkan. Nah ngomong ngomong soal makanan dalam tulisan ringan saya kali ini adalah menyoroti makanan atau wisata kuliner yang ada di Pontianak. Sebut saja salah satu menu fave saya adalah ikan bakar atau gulai ikan. Salah satu spot tempat wisata kuliner yang layak kamu singgahi adalah Gulai Ikan Warung Mak Etek yang terletak di bilangan pasar tengah.

Pedas Dan Sedap
Saat itu ketika lepas zhuhur, saya diajak untuk makan siang oleh rekan saya yang berprofesi sebagai salah satu dosen senior di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak. Dia bilang ingin mengajak saya makan siang di warung Mak Etek yang saat itu baru ku kenal. Lokasinya di Pasar Parit Besar (masuk dari perempatan BII Jl. Tanjungpura Pontianak). Setelah masuk belok kanan. Kalau ada tempat parkir yg ramai .... ya disitu tempatnya. Tempat membakar ikan diluar.

Maka bergebas setelah kami memarkir motor (kami boncengan berdua-red) di pelataran parkir warung Mak Etek di Pasar Tengah, kami pun langsung mencari seat yang masih kosong. Walah hari itu (mungkin sudah saatnya jam makan siang-red) penuh sesak ruangannya. Aroma berbagai makanan, hidangan, ikan bakar, dan juga bumbu bumbu menyengat di ruangan itu. Menambah perut ini berbunyi untuk segera makan hahahaa.

Saya pun duduk di sudut kanan di bagian terdalam. Kebetulan aja saya sempet menenteng 1 paker susu Anlene yang saya peroleh dari kantor dengan gratis, Hehehe. Jarang jarang kan orang makan siang tapi minumnya pake susu. Saya pun ikut saja dipesankan makanan oleh rekan saya itu, dan menu yang kami makan saat itu sama. Gulai Ikan. Ahaaaa... Dan tidak begitu lama menunggu, maka hidangan yang kami pesan berdua itu pun akhirnya "landing" di meja kami berdua. Hidangan 2 porsi Gulai Ikan dilengkapi dengan sambal dan nasi putih yang mengepul panas mengeluarkan aroma sedap bukan main. Tidak sabar rasanya saya ingin segera menikmati Gulai Ikan Mak Etek yang kata orang sangat nikmat dan puedes itu. Benarkah?

Ya memang benar apa yang dikatakan orang. Gulai Ikan Mak Etek di Pasar Tengah ini pedasnya asyik, enak, dan sangat terasa bumbunya. Pedes dan terasa di ujung lidah saya. Ikannya memang tidak begitu besar karena saya mesannya juga ukuran 1 orang saja, Dan mungkin juga 1 porsi gulai Ikan Mak Etek ini sudah ditentukan dari penjualnya. Lain dengan Gulai Ikan yang sering saya santap di warung Moro Seneng (Jalan Ahmad Yani-red) dan juga Sugeng Rawu (Depan Kampus Untan Pontianak-red). Gulai Ikan Mak Etek ini pedasnya sungguh istimewa, dan terasa beda dengan pedas karena cabe yang kental terasa di warung makan yang saya sebut terarkhir itu, Moro Seneng dan Sugeng Rawu.

Ketagihan
Setelah habis 1 porsi Gulai Ikan Mak Etek, saya pun segera menutupnya dengan minum segelas es teh yang segar. Suasana makan siang yang sangat menyenangkan hari itu semakin lengkap dengan hadiah 1 porsi lagi Gulai Ikan yang bisa saya bawa pulang untuk disantap di rumah. Alhamdulillah rezeki makan siang saya dengan Gulai Ikan Mak Etek di Pasar Tengah juga saya publikasikan ke seluruh dunia melalui akun facebook saya. Foto foto gulai ikan Mak Etek yang sangat menggugah mata kita untuk mencobanya saya pampangkan di akun facebook saya itu. Berbagai komentar dari rekan FB sahut menyahut di galeri foto saya itu. Wah seru katanya.

Warung Mak Etek. Foto Asep Haryono

Kalaw kita baca sebutan "Mak Etek" ini erat kaitannya dengan Padang (Sumatera Barat). Ya sudah tentu karena sebutan Mak Etek adalah sebutan untuk wanita yang sudah pada level orang tua yang sangat dihormati bagi kalangan masyarakat Sumatera Barat. Enak dan maknyus (seperti kata pak Bondan-red) banged deh menu gulai ikan Mak Etek ini. Bahkan beberapa rekan bloger saya juga banyak menggandrungi hidangan menu Ikan di warung mak Etek ini, diantaranya adalah mas Eddy Setiawan, yang pengusaha dan pakar google adsense ini juga amat menggandrungi menu ikan Mak Etek.

Mas Eddy memang paling demen dengan Ikan bakar. Tempat favorite Mas Eddy ini banyak namun yang juga dia sangat sukai adalah Ikan bakar Mak Etek. Kata Mas Eddy banyak menu di sana. Menu yg tersedia : ikan tenggiri bakar, ikan bawal bakar, ikan kakap bakar, kepala kakap/tenggiri/bawal. Harga rata2 sekitar 15 rebu perporsi. Bisa juga disajikan dengan hidang ala prasmanan Menu lain, seperti masakan padang umumnya : ayam bakar, telok, sambel ijo, dan ada juga petai (ini juga fav dia-red) Rasanya : wuih..... nendang banget, bumbu nya berasa gitu loh ! rempahnya berasa dan santannya begitu kental dan uenakk banget. "Silahkan nyoba... recomendasi saya semoga satu selera dengan anda" katas Mas Eddy di blognya

Nah anda mau mencoba icip icip Gulai Ikan Mak Etek?
Silahkan datang di Kawasan Menara, Pasar Tengah.
Its yummy. Trust me

Bekerja adalah aktifitas positif. Siapa pun anda, dan dimanapun anda bekerja saat ini bekerja adalah energi yang harus disalurkan secara positif dan bisa menghasilkan sesuatu yang positif juga. Bekerja selama ini dianalogikan dengan bekerja dengan mapan di perkantoran, padahal pengertian dasar kata "bekerja" itu amatlah luas.

Namun dalam tulisan saya kali ini menyoal sisi lain dari "bekerja" dalam kehidupan kita sekarang ini. Pekerjaan apa pun asalkan dilakukan dengan ikhlas dan pekerjaan itu HALAL, adalah sah dan baik di mata Allah SWT. Perpaduan antara kata HALAL dan IKHLAS banyak terkait erat dengan etos orang yang bersangkutan

Hal ini bisa tercermin dari sikap dan tingkah laku kita sehari hari dan pandangan kita terhadap pekerjaan. Benarkah kita bekerja hanya untuk mengejar penghasilan (baca: Uang) atau kita bekerja hanya karena kita butuh pekerjaan?. Tadi pagi sekitar jam 08.15 WIB , setelah absen di kantor pagi hari dan mengantar istri tercinta dan anak mengambil uang di salah satu Bank terkemuka di bilangan Gajah Mada, saya pun mengajaknya wisata kuliner sejenak bersantap SOTO AYAM dikawasan kampus IAIN. Setelah memarkir motor supraFIT 3815 HY , saya pun mengambil tempat di bawah pohon rindang di kedai SOTO AYAM dekat kampus Islam terbesar di Pontianak itu.

Saat baru beberapa sendok , sang soto ayam masuk kedalam mulut saya, saya pun dihibur oleh dua anak muda yang berpakaian santai dengan sepatu KETS dengan gitar ditangannya, dan kicrikan mini pada rekannya mengalunlah lagu lagu Iwan Fals yang bersuarakan perang terhadap korupsi dan pejabat korup. Cukup indah terdengar, karena didukung oleh olah vokal dari vibrasi pita suara sang pengamen itu yang menurut saya memang enak didengar. Saya pun tidak segan mengeluarkan uang buat diberikan kepada dua anak muda pengamen jalanan itu. Mungkin tepatnya saya sebut dengan musisi jalanan. Meminjam sebutan dari Katon Bagaskara dengan tembang "Jogjakarta" nya.

Apa yang bisa kita petik dari profesi pengamen (musisi) jalanan itu? Mereka berdua hanya bermodalkan gitar dan mencari uang keliling keliling dengan menyanyi menghibur dan mengharapkan uang recehana mengalir deras dari para pendengar suara nyanyian mereka. Uang recehan pecahan 1000 dan 500 rupiah mereka kumpulkan setiap hari untuk bisa dibelanjakan sesuai dengan harapan dan keinginan mereka.

Bersedekahlah. Jangan Kikir
Dari contoh di atas kita sebenarnya bisa mengambil pelajaran berharga dan hikmah dari kedua musisi jalanan itu. Mencari uang dengan jalan bekerja adalah hal yang biasa bagi mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap maupun tidak tetap saat sekarang ini. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu sekarang ini, dan angka pengangguran tinggi dmana mana, dan lapangan pekerjaan yang semakin sulit didapat, kadang membuat kita selalu berhati hati dengan pekerjaan yang sudah kita miliki sekarang ini. Kita yang sudah diberikan kesempatan memiliki penghasilan tetap dari sebuah pekerjaan seharusnya kita syukuri.

Bukan sebaliknya malah bekerja dengan mengharapkan kesempatan untuk menumpuk harta sebanyak banyaknya dengan cara yang tidak jujur. Korupsi misalnya. Kita semua sudah paham bahwa budaya korupsi sudah sulit untuk ditumpas sampai ke akar akarnya, karena budaya korupsi dan koruptor sudah menyatu dalam darah di negeri kacaw balau sekarang ini. Tapi mengapa masih saja ada orang yang bekerja dengan maksud menumpuk kekayaan yang sebesar besarnya tanpa belas kasihan memperdaya dan mengambil harta yang bukan haknya?. Mengapa mereka tidak mau bersyukur atas jabatan dan posisi mapan yang sudah mereka miliki sekarang ini? Apa lagi yang kurang?.

Titel sudah H alias sudah pergi haji. Punya kendaraan bagus dan rumah yang bagus, milik sendiri serta didukung oleh keluarga yang lengkap dan pekerjaan serta karir yang cemerlang. Nah jika sudah pada tahap ini, apa lagi yang harus dia kejar sekarang? Apakah masih tamak dengan menumpuk kekayaan sebesar besarnya agar tidak habis tujuh turunan? Bukankah mereka sudah memiliki semua yang selama ini menjadi impian suatu keluarga yang ideal?. Pertanyaan berkembang pada keluarga ideal yang bagaimana? Apa ukuran keluarga ideal sekarang ini? Sederhana saja dalam pandangan saya. Keluarga ideal adalah suami istri dan anakanak lengkap dengan rumah dan pekerjaan serta karir yang cemerlang.

Agak ekstrim ukuran keluarga ideal menurut saya. Ya tidak apa khan? Pendapat orang boleh saja berbeda beda dan pendapat saya adalah ini. Silahkan anda mendifinisikan keluarga ideal menurut ukuran dan pendapat anda masing masing. Nah dengan ideal seperti ini, seharusnya keluarga ideal ini fokusnya sudah tidak lagi menumpuk kekayaan lagi. Berbagai peristiwa di tanah air dengan meninggalnya para tokoh bahkan selebritis sekalipun mungkin hal yang biasa, Namun ada hikmah dari itu semua. Bukankah itu pertanda atau peringatan dari Yang Maha Kuasa, bahwa harta itu tidak kekal. Harta banyak juga tidak ada gunanya, jika kita sudah tiada. Hanya amal perbuatan dan ibadah yang menjadi penilaian Tuhan Yang Maha Esa.

Bekerja Jujur Ikhlas
Jadi sebenarnya kita bisa kompromi dalam hal ini. Bekerja dengan mengharapkan hasil maksimal adalah sah dan boleh saja. Kita semua tentu berhak meningkatkan pendapatan dan penghasilan kita agar kita bebas finansial. Ya itu sah dan silahkan saja. Namun yang menjadi catatan saya adalah bagaimana cara kita menyadarkan diri kita sendiir bahwa harta itu tidak kekal, dan harta sebagai alat untuk mencapai keridhoan ALLAH SWT. Naik Haji memang perlu uang. Membeli perangkat solat juga pake uang. Dan Uang adalah salah satu bentuk harta. Jadi harta kita gunakan untuk hal hal yang positif. Itu benar. Yang tidak benar adalah jika motivasi kita bekerja adalah menumpuk kekayaan dengan cara yang tidak benar. itu intinya.

Jadi kita semua boleh bekerja dengan mencari harta sebanyak yang kita inginkan tentu dengan maksud dan hati yang bersih, tulus dan ikhlas. Amal ibadah kita akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas hidup dan peningkatan penghasilan kita yang semakin baik. Beramal sodakoh, dan menyisihkan harta kita kepada mereka yang berhak adalah kewajiban kita kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap rezeki yang Allah SWT percayakan untuk disalurkan kepada mereka yang berhak melalui kita. Bersyukurlah jika anda dipercaya menjadi "penyalur" rezeki bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kita.

Mari bersedekah dengan harta kita. Bersedekah dan beramal tidak akan membuat anda jatuh miskin. Anda tidak perlu kuatir jadi bangkrut hanya karena anda dermawan dan beramal sodakoh kepada mereka yang membutuhkan. Jadi bekerjalah dengan tulus dan ikhlas hanya ditujukan semata mata karena ALLAH SWT.




Tag : Tertawa - Asep Haryono | Tertawa - Powered by Blogger
Siapa sih yang tidak pernah tertawa?. Biasanya kalaw ada yang lucu ataupun cerita lucu atau juga video lucu biasanya sering mengundang senyum bahkan gelak tawa bagi para pendengar, pemirsa atau penonton acara itu. Ya tertawa. Tertawa adalah salah satu bentuk aktifitas wajah kita yang mencerminkan kebahagian.

Ada kalanya orang tertawa karena memang ada sesuatu yang menurutnya lucu, namun ada pula orang yang mentertawakan sesuatu. Biasanya untuk terminologi yang terakhir ini cenderung berkonotasi negatif. Menertawakan sesuatu biasanya dilakukan dengan sinisme dan juga kenderungan untuk meremehkan orang lain. Padahal pada hakikatnya tertawa itu baik dan juga sangat menyehatkan. Kok tertawa itu sehat sih? Yuk kita coba simak

Beruntung sekali orang Indonesia yang terkenal akan keramahannya ini senang tertawa entah tertawa bahagia mendapatkan lotre 100 juta atau tertawa karena memang hobinya tertawa begitu. Nah macam macam bukan. Orang Indonesia masih tergolong wajar karena pada dasarnya sifat orang Indonesia itu senang tertawa. Namun demikian ada juga orang atau bahkan negara lain yang diketahui penduduk negara itu malah tidak senang tertawa atau bahkan jarang melakukan aktifitas tertawa. Sebut saja orang Inggris .

Inggris, atau Britain menurut sebuah informasi yang beredar di dunia maya adalah salah satu negara yang penduduknya jarang tertawa terutama mereka yang (kebetulan) berusia di atas 52 tahun. Kelompok usia ini ditengarai adalah mereka yang memang jarang tertawa. Bahkan menurut sebuah jajak pendapat, pada usia 52 tahun, rakyat Inggris mengeluh dan kurang berbahagia. Hasil jajak pendapat dengan 2.000 responden itu, mereka yang berusia di atas 50 tahun semakin jarang tertawa dibandingkan dengan yang lebih muda.

Jajak pendapat itu juga menemukan, bayi tertawa lebih dari 300 kali sehari. Anak remaja tertawa enam kali sehari. Mereka yang berusia di atas 60 tahun tertawa hanya 2,5 kali sehari. Selain itu, diketahui, laki-laki lebih sering mengeluh dibandingkan dengan perempuan. Salah satu alasan mengapa semakin tua orang Inggris semakin jarang tertawa adalah karena semakin lemahnya kemampuan menyebarkan lelucon. Dari jajak pendapat itu diketahui, orang Inggris hanya mengerti dua lelucon. Mungkin salah satunya lelucon Mr Bean. Nah macam macam bukan?. Menarik memang

Tertawa Itu Sehat
Nah ini dia ni. Sering kita dengar statemen "tertawa itu sehat" atau "tertawa itu menyehatkan". Namun benarkah secara medis demikian adanya?. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa semua orang pernah tertawa. Siapa yang belum pernah tertawa? Hayyu. Ngacung. Hehehehhee. Tertawa merupakan sebuah terapi kesehatan tersendiri bagi semua orang. Tertawa juga mudah dicari. Melihat acara televisi yang lucu, mambaca buku lelucon, dan melihat aktifitas bayi yang menggemaskan. Di antara manfaat tertawa yang lain adalah:

  1. Tertawa bermanfaat untuk kesehatan. Dengan tertawa kita telah melepaskan energi positif yang menstimulasi otak guna membuang pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi. Jika perasaan tidak menyenangkan itu hilang, tubuh akan memicu peningkatan sistem kekebalan tubuh melalui perasaan kita yang telah diubah menjadi kegembiraan. Ini sangat berpengaruh bagi kesehatan jiwa kita.
  2. Ketika Tertawa, dari dalam tubuh akan dihasilkan hormon endorphine yang memberikan perasaan nyaman bagi tubuh. Ketegangan pikiran yang Anda alami akan berkurang dengan sendirinya, bisa dikatakan sebagai penenang alami (bukan obat).
  3. Tertawa sebagai Proses Penyembuhan Penyakit. Tertawa akan menarik otot-otot tubuh untuk bergerak lemas lepas dengan perlahan-lahan menjadi kendur (tidak tegang). Peredaran darah ikut menjadi lancar dan lebih terbuka sehingga darah dapat dialirkan lebih baik ke seluruh tubuh. Zat tubuh dan oksigen dialirkan dengan baik, tekanan darah menjadi normal kembali.
  4. Tertawa sepenuh Hati. Buatlah aktifitas tertawa Anda benar-benar dari relung jiwa Anda yang paling dalam. Dengan begitu, Anda merasakan lega yang bercampur senang. Otot-otot wajah akan mulai bergerak rileks mengikuti senyuman Anda. Itu mengapa tertawa bisa mempertahankan kita awet muda.

Tertawa tentu tetap mengikuti aturan yang benar. Maksud saya adalah, kita bedakan tertawa sehat menyenangkan dengan tertawa buruk. Tertawa sehat menyenangkan apabila tertawa karena sesuatu hal yang positif, tertawa ikut bersuka ria dengan orang disekitar, dan tertawa yang Anda cari ketika membutuhkan pertolongan untuk keadaan hati Anda yang sedang gundah. Tertawa juga konon bisa menghasilkan vitamin C dalam wajah anda. Sering dikatakan orang yang senang tertawa adalah bahagia dan wajahnya bersinar karena kebahagiaannya itu.

Sedangkan tertawa buruk adalah tertawa karena mengejek orang lain, karena melihat kesalahan orang lain yang berakibat menyakiti hati orang, tertawa yang tidak pada tempatnya, tertawa secara kasar dan tidak sopan. Ada juga orang yang tertawanya sampai terbahak bahak dan itu tentunya tidak etis dilihat orang lain, dan bahkan orang lain akan terganggu karena tertawa terbahak bahaknya itu.

Silahkan Tertawa
Bahkan kita pun boleh mentertawakan bangsa ini. Seperti kita ketahui penegakan hukum di Indonesia sebatas wacana, dan retorika. Berbagai tindak penyelewengan, korupsi yang merajalela dan mafia koruptor di mana selalu mendapatkan perlindungan dari aparat penegak hukum dan para politisi. Nah penegakan hukum di Indonesia inilah bak dagelan panggung politik di Indonesia yang layak untuk kita tertawakan. Nah mentertawakan proses penegakan hukum di Indonesia juga merupakan salah satu bentuk tertawa kritis kita kepada bangsa dan negara. Jadi kita boleh tertawa melihat bobroknya penegakan hukum di negeri ini. Hahahhahahahahahahahaa.

Ada juga orang tertawa yang tidak ikhlas. Lah ada taa tertawa yang tidak ikhlas? Hahaha itu sih karangan saya aja. Maksud saya tertawa yang dibuat buat seolah olah memang sesuatu itu lucu, padahal kalaw kita amati sesuatu yang lucu itu biasa saja "kadar" kelucuannya. Itulah tertawa yang dibuat buat. Orang itu sebenarnya tidak bermaksud untuk tertawa karena sesuatu yang lucu namun lebih mengarah kepada CaPer (Cari Perhatian). Contohnya sudah banyak, dan itu ada di sekitar kita.

Bagi saya pribadi tidak ada masalah dengan orang yang sedang tertawa. Itu adalah haknya untuk tertawa kalaw memang hal itu bisa membuatnya bahagia. Namun demikian saya juga menyenangi orang yang tertawa sekedarnya dan tidak sampai terbahak bahak. Tertawa seperti ini sangat bagus menurut saya dan saya rasa tertawa seperti itu memang benar benar indah dan nyaman terdengar. Ada beberapa teman yang tidak hobi tertawa, dan hanya senyum saja padahal ada sesuatu yang lucu terjadi di depannya. Senyum juga baik, dan bahkan sebagian kalangan menyebut senyum adalah tertawa yang disempurnakan.

Marilah kita tertawa bersama sama. Asal jangan tertawa sendiri ya.


Setiap manusia di dunia ini pasti mempunyai berbagai macam tujuan hidupnya masing masing. Ada tujuan hidupnya ingin mengabdi pada nusa dan bangsa juga baik. Ada yang tujuan hidupnya untuk kepentingan masyarakat juga baik.

Dan bahkan punya tujuan hidupnya menikah sesuai dengan tambatan hatinya juga baik. Nah khusus yang tujuan terakhir itulah yang saya coba paparkan di sini dan tentu kaitannya dengan perjanjian berat yang dalam islam di sebut dengan Mitsaqan Ghaliza. Menikah. Mengapa sampai sekarang masih ada orang yang menunda untuk menikah? Atau bahkan telat menikah? Mengapa bisa sampai di sebut dengan telat menikah?

beberapa sebab seseorang telat nikah, dan Akh Indra Hermawan mengirimkan tulisan ini untuk anda, Buat merenungi, kenapa telat nikah.

  1. SELERA TINGGI
    Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].

    Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah... Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.

  2. STUDY ORIENTED
    Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo'butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.

  3. PUNYA APA APA DULU.
    Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain orang untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?].

    Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan.


  4. KEINGINAN ORANG TUA
    Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya..., demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah.Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu.....Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya.

    Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo' si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat.

  5. NIKAH ITU SUSAH
    Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo' udah punya anak, tambah susah lagi dong... Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini.....

  6. PERNAH GAGAL
    Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.

  7. PERSAINGAN KETAT
    Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.

Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima..... akhirnya usiapun beranjak tua. Mumpung usia masih muda, segeralah menikah, jangan menunda nunda.

Kalaw sudah beranjak tua, bisa bisa makin tidak laku lagi nanti loh. Nah buat apa sih cari yang sempurna? Tidak ada di dunia ini pria (ikhwan) dan wanita (akhwat) yang sempurna. Mumpung umur masih muda, segeralah menikah
Tag : Opini - Asep Haryono | Sibuk - Powered by Blogger
Dear Blog

Setiap orang tentu mempunyai beragam aktifitas yang bisa saja seabrek untuk dikerjakan setiap hari. Begitupula dengan diri saya. Kesibukan bekerja di salah satu perusahaan media cetak di Kalimantan Barat juga menyita sebagian besar waktu saya sehari hari.

Belum lagi dengan segudang aktifitas lainnya dalam kesehariannya yakni mengurus keluarga, dan juga pekerjaan kecil lainnya di luar rumah dan kantor. Kesibukan lain yang tidak kalah intensifnya adalah antar jemput istri tercinta ke lokasi tugas mengajar di Kubu walaupun cuma sebatas hanya sampai di kota Rasau saja , namun tidak urung juga memerlukan konsentrasi dan waktu tersendiri

Namun demikian kesibukan setiap hari itu juga kadang membuatku menjadi lebih terpacu lagi untuk bisa sedapat mungkin membagi waktu dengan sebaik baiknya. Jika kita berbicara mengenai waktu tentu tidak akan ada habis habisnya. Sungguh benar benar dituntut kemampuan kita untuk bisa mengatur waktu dengan sebaik baiknya, dan bukan waktu yang mengatur kesibukan kita. Tetapi sebaiknya kitalah yang menjadi "manager" sang waktu, dan kita membagi bagi sang waktu dengan baik agar waktu yang dipakai menjadi sangat bermanfaat dan berguna. Waktu akan selalu bergulir dan tidak akan terulang.

Dalam hal lain dari sisi sang waktu, adalah bahwa kita dituntut untuk bisa berbuat bijak untuk mengisi hari hari kita menjadi lebih bermakna dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain dan itulah waktu. Kita sebaiknya berpikir strategis dan taktis dalam mengisi kesibukan keseharian kita untuk berpacu dengan sang waktu. Hal yang sederhana saja misalnya kesibukan kita dalam 1 hari tentu sudah bisa kita perkirakan tentunya. Mulai dari aktifitas bangun di pagi hari, siang hari lalu dilanjutkan dengan makan siang dan sholat (bagi yang Muslim seperti saya misalnya-red) dan kemudian pulang ke rumah.

Sesampai di rumah pun akfitias juga tidak terhenti dan akan terus berjalan. Mulai saat menginjakkan kaki di rumah (baik rumah sendiri maupun rumah yang masih kontrak kaya saya-red) maka aktifitas pun berputar bagi roda pedati. Sebut saja mulai dari mandi sore, lalu pergi ke Masjid untuk mendirikan sholat Magrib hingga kembali ke rumah, dilanjutkan memasuki waktu Isya dan seterusnya. Bagi yang suka membaca buku, menulis diary, atau bermain komputer di rumah juga bisa dikatakan sebagai aktifitas rutin seperti biasanya. Nah sederet aktifitas seperti itulah yang kita lakonin setiap hari.

Pertanyaan mendasar bagi kita semua adalah apakah waktu yang berputar setiap hari selama 24 jam itu memberikan manfaat bagi diri kita? Apakah kegiatan sehari selama 24 jam juga bermanfaat untuk orang lain? Apakah kita selalu sibuk memikirkan diri sendiri hingga melupakan kepentingan orang lain? Nah masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang menyentil rasa keadilan diri kita untuk bisa menjawab itu semua. Marilah kita manfaatkan waktu sebaik mungkin agar kelak tidak menyesal dikemudian hari.

Marilah kita manfaatkan sang waktu sebaik mungkin


Tag : Opini - Asep Haryono | Kalender 2011 - Powered by Blogger
Halo semua pakabar hari ini?

Senang ya membaca tulisan dalam blog saya. Wah wah tema tema dalam blog saya ini memang selalu berganti ganti dan tidak beraturan. Kadang bertema IT, kadang juga bertema Cinta dan kehidupan. Sesekali juga menyentil nyentil perusahaan, dan kadang juga bertemakan kuliner dan juga pariwisata dan perjalanan.

Kadang juga tulisan saya bertema tentang kejadian sehari hari baik yang menyenangkan, membuat sebal kadang juga mengharukan. Yah namanya juga menulis, jadi apa yang terlintas dalam benak saya biasanya saya tuangkan dalam tulisan mini seperti biasanya dalam blog ini. Nah tema kali ini seputar Kalender 2011. Loh ada apa ya dengan kalender 2011?

Mendengar kata "Kalender" saja sudah terbentang jelas tanggal 1 sampai tanggal terakhir dan juga bulan pertama sampai dengan bulan yang terakhir. Kalaw dalam penanggalan masehi dari bulan Januari tentunya hingga akhir tahun yaitu bulan Desember. Nah nah sederhana pengertiannya ya. Namanya juga Kalender dan ini pasti berkaitan dengan masa atau waktu. Kata orang bule di sono disebut dengan slogan Time Is Money. Waktu adalah uang. Apa iya sih? Bagi saya waktu ya waktu dan uang ya uang. Dan tidak bisa disamakan antara benda nyata dengan benda yang tidak nyata. Hahahahha. Just intermezo lah.

Kalender Meja 2011 yang berlogo sponsor salah satu bank terkemuka di Kalimantan Barat baru saja saya terima hari ini dari asisten sekretaris redaksi. Wah alhamdulillah. Tidak ada angin dan tidak ada hujan saya mendapat hadiah kalender 2011 berbentuk Kalender Meja. Cantik bentuk kalendernya dan tentu saja sangat bermanfaat. Semua rekan kerja saya di lantai 5 masing masing mendapatkan 1 (satu) buah kalender meja 2011 yang cantik itu.

Yang uniknya ada seorang rekan senior wartawan dan juga redaktur, menaruh kalender meja 2011 ini dengan dilekatkan di atas meja kerjanya dengan lakban. Wah segitunya? Katanya ini bermanfaat untuk mencegah kalendernya dicuri. Oala memang ada maling ya dilantai 5?. Persoalan maling memang bukan barang baru di lantai 5 tempat saya ini. Bahkan sekitar tahun 2005 an kamus Bahasa Inggris Hassan Sadily- John Mechol (mangap eh maaf kalaw salah penulisannya-red) juga lenyap tidak berbekas. Walaupun tuh kamus tidak aseli, dan saya cuma beli bajakannya (karena murah-red) tetap saja itu buku bermanfaat. Hilang entah kemana, begitu juga buku yang dipinjam teman juga kadang nda balik lagi. Kapok dah minjemin.

Ya udah itu juga sekilas aja. Yang jelas mendapat hadiah dari orang lain yang memang tidak kita harapkan adalah suatu kejutan yang dalam bahasa Inggrisnya suprise. Hahahhaa anak SMP juga tahu kata itu Sep sep. Huehehhee. Ya ya saya tau dah. Cuma hal hal yang kecil dan remeh seperti ini kadang luput dari perhatian kita. Hal hal yang remeh keseharian dalam diri kita seperti mengorek (maaf) Upil adalah salah satunya. Kadang kita keasyikan melakukan aktifitas (maaf) ngupil sampei kita tidak sadar kalaw sikap kita itu dliliat orang. Nah dari hal kecil inilah kadang keliatan watak aseli kita yang tidak bisa ditutup tutupi.

Juga kebiasaan tertawa terbahak bahak atau berbicara keras keras dalam ruangan tanpa menghiraukan rekan kerjanya yang sakit ditelinga juga termasuk hal yang remeh, dan kadang tidak menghargai kawan kerjanya yang bisa saja terganggu dengan lengkingan suara orang itu. Membunyikan musik keras keras dalam ruangan kerja juga hal yang remeh, namun kadang tidak diperhatikan. Karena tidak semua orang menyukai musik yang dia putar, yah namanya juga selera kan. Selera musik tiap orang tentu berbeda. Orang juga tidak mau diganggu ketenangannya dengan di"paksa" mendengar musik keras orang itu. Jangan ya. Jagalah etika kita, karena etika membuat diri kita menjadi anggun dan dihargai.

Wah jadi kemana mana tulisannya, mulai dari Kalender Meja hingga ke persoalan etika segala hahahaha. Ya udah saya cukupkan dahulu tulisan saya hari ini, dan sampai jumpa di episod postingan blog saya di masa yang akan datang. Terima Kasih atas kesediaan waktu anda untuk membaca tulisan saya yang remeh ini hehehehhee.

Keep posting
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia