Help us to keep our home

Dear Blog

Jika tidak arang melintang dan hambatan yang berarti, hari Rabu besok Insya Allah tanggal 29 Desember 2010 akan dihelat pertandingan sepakbola putaran leg kedua antara tim Garuda Merah Putih Indonesia melawan "Harimau Melayu" Malaysia. Pertandingan putara kedua (Leg kedua-red) ini sebagai kelanjutan dari putaran pertama (Leg Pertama-red) yang sudah dilakukan sebelumnya di Malaysia. Seperti yang kita ketahui bersama sama bahwa Tim Garuda Indonesia dicukur tim Malaysia dengan skor 3-0, dan hasil ini belum final karena kedua tim harus melaksanakan pertandingan leg keduanya yang Insya Allah akan dilakukan di stadion GBK Jakarta. Sekitar 80.000 penonton diperkirakan akan memadati stadion GBK untuk memberikan dukungan kepada timnas Indonesia dan diharapkan semuanya berjalan sesuai dengan rencana

Seperti yang sudah saya tulis dalam postingan di blog saya ini sebelumnya bahwa masih ada 90 menit lagi di Jakarta nanti diputaran leg kedua Indonesia VS Malaysia. Kita memang kecolongan di leg pertama melawan Malaysia waktu itu. Banyak faktor yang menyebabkan kita kalah di pertandingan leg pertama melawan Malaysia waktu itu. Namun demikian, seperti yang sudah saya tulis di blog saya kemarin sebaiknya kita semua tidak saling menyalahkan atas kekalahan timnas Indonesia melawan Malaysia waktu itu.

Aksi suporter Malaysia yang tidak santun dengan menyorotkan Laser Beam ke arah pemain TimNas Indonesia tidak perlu diratapi, disesali dan dijadikan kambing hitam. Juga jangan menyalahkan ketua Umum Nurdin Halid si semprul yang banyak mendapat cacian dan hujatan dari fans sepakbola Indonesia. Jangan salahkan banyaknya acara di luar skedul timnas seperti menghadiri acara istighosah dan lain sebagainya. Jangan menyalahkan orang atau pihak lain sebagai kambing hitam kegagalan timnas Indonesia di leg pertama sepakbola piala AFF ini.

Sudahlah. Jangan mencari kambing hitam atas kekalahan telak tim Garuda kita melawan Malaysia tanggal 26 Desember 2010 lalu di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Juga jangan menyalahkan banyaknya penghargaan, hadiah dan reward yang mungkin menyebabkan pemain kita lupa diri, atau over confidence. Sudahlah. Jangan saling menyalahkan. Jika timnas Malaysia saja sudah pernah dibantai timnas Garuda Merah putih dengan skor telak 5-1, kita bisa lihat timnas Malaysia bisa menerima kekalahan menyakitkan juga waktu itu. Mereka berjiwa besar timnas nya kalah. Bola itu bundar. Dan begitupula kita semua. Saat timnas Garuda Indonesia bertekuk lutut dengan timnas Malaysia, kita juga sebaiknya berjiwa besar kalaw timnas kita kalah di leg Pertama. Berjiwa besarlah kita.

Tida ada Yang Tidak Mungkin
Memang sebenarnya sangat disayangkan juga tidak ada satu pun gol balasan waktu itu. Sebab jika ada satu gol saja di laga leg pertama tersebut akan semakin membuka peluang timnas Indonesia untuk membalas kekalahan yang mencolok itu di putaran kedua besok di GBK. Sebab sistim yang berlaku dalam piala AFF ini adalah sistim gol tandang. Ini artinya jika timnas Indonesia kalah 0-3 dengan timnas Malaysia di leg pertama waktu itu, maka untuk bisa meraih juara dan merebut piala AFF, timnas Indonesia harus menang 4-0 (tanpa balas) dengan timnas Malaysia.

Bola itu bundar. Tidak ada yang tidak mungkin. Seperti yang ditulis di akun twitternya milik Bambang "Bepe" Pamungkas bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dan banyak hasil dalam setiap pertandingan olah raga yang bisa saja mengejutkan banyak orang. Itulah Olah Raga, dan apapun hasilnya memang sangat menggairahkan untuk diadakan perubahan, lengkap dengan segala misteri yang ada didalamnya. Begitupula dengan twitternya Bustomi, yang menyebutkan bahwa kita ini belum menjadi juara namun banyak dari kita yang sudah takabur. Menurut Bustomi di akun twitternya itu bahwa kekalahan kita dengan tim Malaysia waktu itu merupakan tamparan dari Allah SWT. Memang itulah sepakbola. Tidak ada yang tidak mungkin. Segala sesuatunya bisa saja terjadi, dan bola itu bundar.

Jika di stadion Bukit Jalil Malaysia, banyak para pemain timnas Indonesia yang diteror oleh sinar laser dari para suporter Malaysia, maka bukan tidak mungkin aksi balasan serupa akan diterima oleh para pemain Malaysia dari teror laser dari Suporter Indonesia di stadion GBK besok hari rabu 29 Desember 2010. Siapa yang bisa menjamin hari esok adalah hari tenang bagi tim Malaysia yang bertandang di Jakarta. Tetapi kembali seperti yang sudah saya tulis pada tulisan di blog saya kemarin bahwa bahwa kita adalah bangsa yang sportif dalam olah raga apa pun. Nah inilah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa suporter Indonesia jujur, sportif dan ndonesia Belum Kalah.

Saudara sebangsa dan setanah air.
Para Pembaca blog setia saya.
Garuda belum patah sayapnya. Cakar garuda masih sangat tajam. Mereka harus tahu itu. Garuda kita Masih Bisa. Menang atau Kalah itu adalah hal yang biasa dalam setiap pertandingan olah raga apa pun. Sikap kurang terpuji suporter Malaysia dengan menyorotkan laser beam ke arah pemain nasional kita tidak harus dibalas dengan Menyorotkan laser Beam ke Arah pemain timnas Malaysia. Jangan balas perlakukan mereka dengan perlakuan yang sama saat kita menjamu timnas Malaysia. Kalaw kita membalas perlakuan suporter Malaysia maka kita tidak lebih baik dari Malaysia.. Tunjukan nilai kebesaran , kejujuran dan sportifitas suporter kita.

Seperti yang sudah saya tulis kemarin bahwa jka kita Kalah lagi dari Malaysia, kita kalah TERHORMAT. Dan Jika kita MENANG pun maka MENANG harus dengan TERHORMAT. Kita Belum Kalah. Indonesia Masih Bisa. Mari kita balas mereka di Jakarta.

Asa Itu Masih Ada.
Seluruh Indonesia mendukung perjuangan mu


Dear Blog.

Memang menyakitkan. Begitu barangkali yang ada di benak para fans dan supporter pendukung kesebelasan timnas Indonesia yang menonton laga Leg Putaran pertama antara timnas GARUDA Indonesia VS Harimau Malaya Malaysia tadi malam di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Seperti yang ditulis oleh detik com yang pagi ini saya akses tertulis jelas "Kekalahan telak di kandang Malaysia belum mengubur asa Indonesia jadi juara Piala AFF 2010. Toh masih ada 90 menit buat 'Pasukan Garuda' untuk membalikkan kedudukan dan jadi jawara. Itulah kira-kira pernyataan optimistis yang disuarakan oleh kapten timnas Bambang Pamungkas, setelah sebelumnya Indonesia ditekuk Malaysia 0-3 di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12/2010) malam WIB".

Masih ditulis lagi di lanjutan posting berita dari Detik COM tersebut memang masih ada 90 menit lagi di Jakarta nanti diputaran leg kedua Indonesia VS Malaysia. Kita memang kecolongan begitu tulisan headline di sebuah koran di kota Pontianak. Bahkan stiriker Indonesia Bambang Pamungkas atau lebih dikenal dengan sebutan Bepe menulis di akun twitternya agar tetap bangkit untuk membalas kekalahan ini di Jakarta. " awan-kawan.. Tetap Semangat...!!!" seru Bepe, sapaan akrabnya, lewat Twitternya itu tersebut tercetus Senin (27/12/2010) dinihari tadi.

Memang menyakitkan kenyataan memang. Masuknya tiga buah gol bersarang ke dalam gawang Markus Haris Maulana dalam waktu berdekatan di babak kedua juga membuat hati ini ketar ketir tidak karuan saat menyaksikannya. Bayanglan saja. di babak Pertama, ritme permainan Malaysia memang menguasai jalannya pertandingan, dan Indonesia masih mampu bertahan dengan baik dan angka masih dalam keadaan seimbang 0:0. Dengan kecolongan telak 3 kosong ini, maka Indonesia pun pulang dan harus berjuang keras untuk bisa membalik keadaan menjadi sebaliknya, dan perjuangan babak ke dua nanti tentu saja tidak mudah dan penuh dengan jalan terjal dalam memperolehnya.

Jangan Saling Menyalahkan
Seperti yang sudah saya tulis dalam postingan saya beberapa hari lalu yang menyatakan perasaan geli saya saat menyaksikan timnas Indonesia yang manut dan nurut saja "digiring" masuk ke kelompok partai terentu hingga kepada kepentingan partai tertentu. Lihat saja dalam tayangan di televisi yang sudah kita saksikan bersama sama. Timnas Indonesia harus menghadiri agenda dan jadual yang tidak perlu sebenarnya.

Kita saksikan bersama sama timnas Indonesia harus menghadiri undangan partai politik dengan dalih merayakan kemenangan. Kemenangan yang mana? Baru kemenangan di babak semifinal tapi sudah diperlakukan sebagai hasil akhir kemenangan. Belum belum saatnya kita merayakan kemenangan. Juga timnas harus menghadiri istigosah segala macem. Bukannya tidak perlu doa, tapi saat itu kan timnas harus banyak istirahat dan berlatih bukannya jadi kaya selebritis harus ada konperensi pers, undangan wawancara, undangan ke sana kemari yang sebenarnya jauh dari agenda sepakbola. Bukannya tidak penting acara istigosah, tapi saat ini kegiatan seremonial tidak jelas itu belum perlu lah.

Belum lagi persoalan tiket yang carut marut. Dalam postingan saya sebelumnya sudah saya sebutkan bahkan presiden SBY kita, Soesilo Bambang Yudhoyono atau bapak SBY menghimbau kepada PSSI agar tidak menaikkan harga tiket untuk sebagian masyarakat kita yang tidak mampu agar bisa hadir di GBK untuk mendukung timnas Indonesia bertanding melawan Malaysia. Kita tahu bahwa pak SBY itu dari Partai Demokrat berkuasa dan pemenang dalam Pemilu. Sedangkan Ketum PSSI si semprul Nurdin Halid adalah "kader" Partai Golkar yang diketuai oleh Mr Aburizal "Ical" Bakrie itu. Sudahlah jangan dipolitisir timnas kita

Jangan menyalahkan aksi suporter Malaysia yang tidak santun dengan menyorotkan Laser Beam ke arah pemain TimNas Indonesia. Juga jangan menyalahkan ketua Umum Nurdin Halid si semprul yang banyak mendapat cacian dan hujatan dari fans sepakbola Indonesia. Jangan salahkan banyaknya acara di luar skedul timnas seperti menghadiri acara istighosah dan lain sebagainya. Jangan menyalahkan orang atau pihak lain sebagai kambing hitam kegagalan timnas Indonesia di leg pertama sepakbola piala AFF ini. Sudahlah. Jangan mencari kambing hitam atas kekalahan telak tim Garuda kita melawan Malaysia tadi malam di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Juga jangan menyalahkan banyaknya penghargaan, hadiah dan reward yang mungkin menyebabkan pemain kita lupa diri, atau over confidence.

Segera Balas di Jakarta
Marilah kita segera berbenah dan secepatnya memperbaiki kinerja timnas Indonesia secepatnya sebag laga babak kedua segera akan dijelang dan dihelat di stadion Gelora Bung Karno Jakarta Indonesia pada hari rabu mendatang tanggal 29 Desember 2010. Akankah kita bisa membalas kekalahan telak dari tim "Harimau Malaya" Malaysia yang merupakan "musuh" abadi kita di ajang sepakbola dan juga bulu tangkis ini?. Mungkin kalaw dulu kita menduga tim Malaysia akan fight habis habisan dengan "aroma dendam" menyeruak adalah hal yang wajar karena tim Malaysia asuhan si klimis RajaGopal itu pernah dikalahkan telak dengan skor meyakinkan kalah 1-5 dengan timnas Indonesia. Kini "aroma dendam" menjadi terbalik. Pihak kitalah yang diduga akan bermain dengan "aroma dendam" karena dikalahkan telah 0-3 saat di leg pertama melawan Malaysia ini.

Sistim kejuaraan piala AFF ini memang menganut sistim baru. Dimana perhitungan skor dihitung berdasarkan gol tandang. Artinya saat Indonesia berhasil dikalahkan Malaysia dengan skor 0-3 tidak berbalas, maka untuk bisa merebut piala AFF minimal timnas Indonesia harus menjaringkan gol ke gawan lawan 4:0 tidak berbalas. Harus selisih 4 gol untuk bisa memenangkan piala AFF yang sudah belasan taun dirindukan oleh Indonesia. Jika skornya sekitar 4-1 maka harus ada perpanjangan waktu lagi. Sedangkan di tim "Harimau Malaya" Malaysia cukup menahan seri saja sudah bisa merengkuh piala AFF itu.

Indonesia Belum Kalah. Garuda Masih Bisa. Menang atau Kalah itu adalah hal yang biasa dalam setiap pertandingan olah raga apa pun. Sikap kurang terpuji suporter Malaysia dengan menyorotkan laser beam ke arah pemain nasional kita tidak harus dibalas dengan Menyorotkan laser Beam ke Arah pemain timnas Malaysia. Jangan balas perlakukan mereka dengan perlakuan yang sama saat kita menjamu timnas Malaysia. Kalaw kita membalas perlakuan suporter Malaysia maka kita tidak lebih baik dari Malaysia.. Tunjukan nilai kebesaran , kejujuran dan sportifitas suporter kita. Tunjukan kepada dunia bahwa bangsa kita, INDONESIA, sebagai bangsa yang bermartabat , sportif dan jujur dalam olah raga sepakbola internasional. Buat apa menjadi JUARA dan MENANG tapi diperoleh dengan cara curang, tidak sportif, dan menghalalkan segala cara. Kalaw itu dilakukan maka KEMENANGAN yang diperoleh akan CACAT, dan tidak layak untuk dibanggakan.

Jika kita Kalah lagi dari Malaysia, kita kalah TERHORMAT. Dan Jika kita MENANG pun maka MENANG harus dengan TERHORMAT. Kita Belum Kalah. Indonesia Masih Bisa. Mari kita balas mereka di Jakarta.

Maju Terus GARUDA. Maju Terus Indonesi
Seluruh Indonesia mendukung perjuangan mu

Dear Blog

Dalam hitungan beberapa jam lagi akan terjadi pertarungan yang bakalan seru antara tim nasional Merah Putih Garuda VS si "Harimau Malaya" Timnas Malaysia yang dijadualkan akan dilangsungkan sore nanti sekitar pukul 18.30 WIB Waktu Indonesia atau sekitar pukul 7 malam waktu Malaysia.

Karena ada perbedaan waktu kurang lebih 1 (satu) jam dengan negara jiran Malaysia itu. Pertarungan keduanya memang sudah klasik karena dari beberapa kali pertemuan antara timnas Indonesia dengan Timnas Malaysia, pihak Indonesia lebih unggul dan materi pemain timnas Indonesia mempunyai kekuatan strategi dan kenyang pengalaman. Harapan membuncah tentunya tertuju kepada timnas Indonesia yang diharapkan bisa memetik kemenangan di leg pertama ajang kejuaraan piala AFF tahun 2010 ini yang bisa mengantarkan timnas Indonesia merebut tropi kebanggan AFF untuk pertama kalinya ke tanah air

Dukungan moril dari seluruh rakyat Indonesia kini tertumpah ruah ke Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur yang konon berkapasitas lebih dari 100.000 orang itu. Dalam tulisan saya kali ini tidak menyoroti carut marut penjualan tiket yang sampai sekarang masih ampuradul itu. Tapi memang di Malaysia sendiri kurang fanatik terhadap olah raga sepakbola itu dan ini terlihat dari antrian yang lengang berbeda dengan antrian mengular di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta. Ada banyak hal memang mengapa bisa terjadi perbedaan seperti itu.

Pertama ya mungkin karena publik Malaysia kurang menyenangi sepakbola sehingga tidak begitu antusias melihat pertandingan sepakbola bangsanya sendiri. Berbeda dengan situasi antrian yang mengular di stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Ribuan suporter timnas Indonesia harus mengantri berjam jam dari pagi hingga malam hari bahkan ada puluhan pendukung timnas dari Malang yang harus membangun tenda di depan loket penjualan karcis karena kuatir tidak kebagian karcis. Hal ini secara kasat mata membuktikan saat ini eforia dan kerinduan rakyat Indonesia akan prestasi olah raga Sepakbola sudah lama membuncah. Dan masuknya timnas Indonesia di final ajang piala AFF 2010 ini menjadi oase dan dahaga akan prestasi gemilang timnas Indonesia itu.

Kedua, harapan terlalu tinggi dan rasa ekspetasi yang besar dari rakyat Indonesia terhadap tim kesebelasan nasional Indonesia diharapkan bukan malah menjadi beban moral dari para pemain timnas Indonesia dalam laga final leg putaran pertama melawan "harimau malaya" Malaysia di stadion Bukit Jalil malam nanti.
Hadirnya Presiden SBY di putaran semifinal kemarin saat timnas Indonesia melawan timnas "mabuhay" Philipphina bisa menjadi pemicu semangat timnas Indonesia saat itu namun tidak tertutup kemungkinan malah menjadi "beban" bagi timnas Indonesia untuk memaksakan diri bermain super di segala lini. Bukan , bukan itu yang saya harapkan dari timnas kita. Jadi antusias dan harapan tinggi dari para penggila sepakbola di tanah air yang dahaga akan prestasi olahraga Sepakbola seolah menemukan formnya dan menemukan oasenya saat ini. Wajar jadi publik pesepakbola tanah air sangat ngefans dan mengidolakan timnas Indonesia. Saya kira hal yang wajar

Menang Kalah adalah Biasa
Yang namanya sebuah pertandingan olah raga MENANG ataupun KALAH adalah hal yang biasa saja. Jika anda kalah dalam sebuah pertandingan olah raga, berarti teman anda atau lawan anda yang menang. dan begitupula sebaliknya. Jika teman anda atau lawan anda KALAH dalam sebuah pertandingan , maka sudah pasti ANDA lah yang menang. Tidak ada itu KALAH bersama atau Menang Bersama. Yang namanya pertandingan antara dua pihak, maka salah satu pihak harus menang, dan salah satu pihak harus kalah. Itu sudah konsekuensi matematika logis : Ada yang Menang dan Ada yang kalah. Lalu apa masalahnya jika kalah? Lalu apa masalahnya jika Menang?.

Inilah Indonesia. Bukan INDONESIA namanya kalaw nda rusuh dan ribut dalam setiap pertandingan olahraga Sepakbola. Ini sudah terbukti, dan sudah banyak orang yang tau. Klub klub di tanah air jika bertanding sepakbola selalu rusuh. Baik rusuh antar para pemain dengan sesama pemain, pemain dengan wasit, bahkan yang paling umum terjadi adalah rusuh antar para pendukung sepakbola. Ribut dan pada berkelahi satu sama lainnya. Dan inilah carut marut para pendukung sepakbola di Indonesia.

Lihatlah publik Indonesia. Jika tim nasional di cabang olah raga apa saja (tidak harus selalu sepakbola dan bulutangkis -red) yang begitu meroket prestasinya hingga ke ranah Internasional, bertubi tubi pujian, sanjungan dan segala macamnya tertuju kepada mereka. Tetapi jika tim itu kalah atau mempunyai prestasi "jeblok" , berbagai cacian, makian, dan cercaan melayang kepada tim tersebut. Himbauan mundur dari jabatan sebagai ketua tim atau apalah akan menyertainya secara otomatis. Itukah yang namanya sportifits olah raga? Dimana letak kebesaran bangsa Indonesia jika timnasnya kalah dari lawannya? Akankah publik di tanah air bisa "menerima" kekalahan timnasnya dari lawannya?

Olah raga adalah alat pemersatu bangsa. Ungkapan ini juga ada benarnya. Lihatlah sekeliling kita. Saat timnas Indonesia, Garuda Indonesia, berhasil menggilas lawan lawannya hingga mengantarkan tim besutan pelatih Austria Alfred Riedl itu berhasil membawa timnas Indonesia mencapai final di ajang piala AFF 2010 ini, berbagai elemen bangsa berlomba lomba turut mendukung timnas Indonesia. Berbagai aturan formalitas dan kekakuan legalitas formal seakan dibabat habis demi terciptanya aliran dukungan yang deras bagai sungai mengalir.

Pejabat negara, menteri , artis hingga rakyat jelata para tukang parkir dan TKI pun tumpek ruah di GBK dan di Stadion Bukit Jalil mendukung timnas Indonesia. Bahkan undangan tiket yang diduga berbau gratifikasi oleh Komisi Pemberantasn Pemilu (KPK) yang diberikan PSSI kepada pejabat negara juga dibabat habis. Tidak perduli itu berbau gratifikasi yang memang ada payung hukum yang melarangnya, tidak digubris oleh Istana. Hantam aja rek. Toh cuma tiket menonton ini, lagian pula cuma undangan, nda minta, mubazir kan kalaw nda diambil. Yang penting semangat mendukung timnas Indonesia jalan terus. Biarpun dapat undangan tiket dari PSSI tetaplah pemberian tiket menonton dari PSSI itu tetap harus dilaporkan kepada KPK karena sudah ada Undang Undang yang mengaturnya. Tapi apa lacur, hantam saja mas. Cuek aja KPK itu. Yang penting ramai ramai yuk dukung timas. Walah kacow kacowwwwwwww

Sebagai penutup postingan blog saya hari ini, mari kita sudahi dulu aturan formalitas seperti itu ya KPK. Bisa kita urus belakangan saja apakah tiket pemberian PSSI kepada pejabat negara itu benar benar bermasalah kelak di kemudian hari karena sudah masuk unsur penyuapan atau gratifikasi yang memang harus dilaporkan kepada KPK jika nilainya di atas Rp.250.000,-. Kita semua tau tiket VVIP di Senayan (GBK) itu nilainya bombastis naik 100 persen kini menjadi seharga satu juta rupiah untuk 1 tiket VVIP. Mari kita dukung timnas Indonesia yang dalam beberapa jam lagi akah melawan timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil Malaysia.

Berjuanglah GARUDA Ku. Doa seluruh bangsa Indonesai menyertai mu


Dear Blog

Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya , kemarin hari Jumattanggal 24 Desember 2010 sekitar pukul 09.00 WIB tim Garuda Indonesia, tim Merah Putih kebanggaan kita sudah bertolak ke Malaysia, tepatnya ke Stadion Bukit Jalil, Kualumpur, menjadi tamu dan sekaligus berlaga melawan Tim Nasional Malaysia di stadion itu dalam ajang kejuaraan piala AFF leg pertama.

Setelah tim Merah Putih asuhan pelatih Alfred Riedl ini bertanding diputaran Leg Pertama, maka untuk pertandingan di Leg kedua pada tanggal 29 Desember 2010nya akan dilangsungkan di Stadion GBK Jakarta. Doa, dan harapan membuncah di seantero pelosok tanah air dengan tidak mengenal dimensi agama, suku, dan ras dari republik Ini. Doa mengalir dari umat Islam di tanag air untuk kemenangan timnas, bahkan pihak Gereja dan Umat Kristiani yang sedang berbahagia merayakan hari Natal 25 Desember 2010 hari ini juga turut mendoakan bagi kemenangan timnas Indonesia.

Akankah di penghujung taun 2010 ini menjadi catatan tinta emas bagi kemajuan prestasi olah raga di tanah air khususnya di bindang olah raga Sepakbola Indonesia?. Kita semua memang haus dan dahaga akan prestasi di dunia Sepakbola Indonesia. Kita tentu mengingat "masa lalu" prestasi dunia sepakbola di Tanah air yang sudah malang melintang dalam memberikan catatan tinta emas prestasi yang membanggakan di tanah air.

Siapa yang tidak kenal dengan mantan kapten timnas Indonesia, Robby Darwis?. Ya saya pun masih ingat mantan Kapten Timnas Indonesia itu. Dalam sebuah tayangan di televisi swasta yang saya tonton tadi malam, sang mantan kapten Timnas Indonesia itu berpesan kepada Kapten timnas Merah Putih, Firman Utina, untuk bisa menjaga ritme permainan mereka. "Saya berharap timnas Indonesia menjaga ritme permainan mereka terutama pada saat melakukan serangan ke lawan, dan jangan ragu untuk berimprovisasi dalam menjaga pertahanan sendiri" demikian kira kira katanya.

Jangan di Politisir
Hahaha. Ini dia yang paling seru nih. Konon kata orang, jika menonton laga pertandingan bergengsi seperti Sepak Bola, apalagi yang lagi serunya pertandingan laga Final leg Pertama antara Tim Merah Putih kebanggan kita Indonesia VS Tim "Harimau Malaya" Malaysia yang merupakan "musuh" abadi bangsa ini dalam olah raga.

Akankah aroma dendam mewarnai pertandingan Indonesia VS Malaysia ini mengingat tim Malaysia dipecundangi oleh tim merah putih dengan skor telak 5-1 itu ? Apakah pertandingan tim Indonesia VS tim Malaysia ini juga akan diwarnai insiden tidak perlu mengingat hubungan luar negeri antara Indonesia dan negeri Jiran itu sering pasang surut oleh berbagai berita penyiksaan TKI kita di Malaysia? Oh semoga saja tidak ya. Olah raga ya Olah raga donk. Sajian Olah Raga tetap lah di ranah Olah Raga. Tidak elok jika "ditarik tarik" masuk ke wilayah politik apalagi dipolitisir.

Kadang saya geli juga menyaksikan timnas Indonesia yang manut dan nurut saja "digiring" masuk ke kelompok partai terentu hingga kepada kepentingan partai terentu. Sudah kita saksikan bersama sama bahwa presiden SBY kita, Soesilo Bambang Yudhoyono atau biasa kita kenal dengan sebutan bapak SBY menghimbau kepada PSSI agar tidak menaikkan harga tiket untuk sebagian masyarakat kita yang tidak mampu agar bisa hadir di GBK untuk mendukung timnas Indonesia bertanding melawan Malaysia. Kita tahu bahwa pak SBY itu dari Partai Demokrat berkuasa dan pemenang dalam Pemilu. Sedangkan Ketum PSSI si semprul Nurdin Halid adalah "kader" Partai Golkar yang diketuai oleh Mr Aburizal "Ical" Bakrie itu.

"Saya ditelepon oleh Pak Aburizal Bakrie agar menurunkan harga tiket sesuai dengan himbauan bapak Presiden" begitu kata Nurdin Halid saat diwawancarai oleh salah satu media TV Swasta yang saya tonton semalam. Menurut Nurdin semprul ini, Pihak PSSI tidak menerima permintaan resmi dari bapak SBY sebagai Presiden untuk menurunkan harga tiket, tetapi dia melihat tayangan di TV bahwa bapak SBY mengatakan demikian. Jadi, kata Nurdin, dia menurutnkan harga tiket kelas III bukan karena kepatuhannya kepada orang nomor 1 di republik tercinta ini, dalam hal ini presiden SBY. Si Nurdin ini menurunkan harga tiketnya karena mematuhi perintah dari sang ketua Umum Partai Golkar ya Mr ICal itu tadi. "Kan saya kadernya Pak Ical bla bla bla...." terasa betul aroma politik dan ABS si Nurdin ini. Weleh weleh weleh.

"Sebagai bangsa Indonesia saya merasa malu karena even Internasional ini harus menurunkan harga tiket karena ini diluar batas kewajaran" kata Nurdin Halid. La yang malu itu siapa mas Nurdin? Seharusnya anda lah orang pertama di negeri ini yang tidak punya rasa malu menaikkan harga tiket seenak perutnya dengan berdalih konsultasi dengan AFF segala macem untuk menutupi rasa rakusnya mengeruk keuntungan sebesar besarnya dari eforia sepakbola di tanah air. Julukan "Aji Mumpung" pun langsung disematkan kepada orang nomor satu di jajaran kepengurusan PSSI ini. Sudah harga tiket mahal, namun tidak dibarengi dengan sistim penjualan tiket yang bermartabat. PSSI seperti tutup mata dan tutup telinga dari jeritan dan teriakan orang yang memaki maki PSSI dan menghujat habis habis Nurdin Halid yang memang sudah semprul di awal babak penyisihan ini.

Sebagai penutup di blog postingan saya hari ini adalah harapan dan juga harapan dari seluruh pecinta sepakbola dari seluruh Indonesia, Berjuanglah semaksimal mungkin untuk menaklukan tim Harimau Malaya Malaysia baik di putaran Leg Pertama maupun putaran di Leg Kedua dalam ajang kejuaran piala AFF 2010 ini.


Insya Allah Tim Garuda Indonesia menang.
Amin Ya Robbal Alamin









Dear Blog

Menurut rencana hari ini Hari Jumat tanggal 24 Desember 2010 sekitar pukul 09.00 WIB tim Garuda Indonesia, tim Merah Putih kebanggaan kita akan segera bertolak ke Malaysia, tepatnya ke Stadion Bukit Jalil, Kualumpur, menjadi tamu dan sekaligus berlaga melawan Tim Nasional Malaysia di stadion itu dalam ajang kejuaraan piala AFF leg pertama. Sedangkan untuk pertandingan di Leg kedua pada tanggal 29 Desember 2010nya akan dilangsungkan di Stadion GBK Jakarta. Berbagai doa dan dukungan terus mengalir dari seluruh rakyat Indonesia menyertai perjuangan tim Merah Putih asuhan pelatih Alfred Riedl untuk bisa memetik kemenangan di Leg Pertama itu. Betapa bangganya kita semua, rakyat Indonesia, melihat tim kesayangan kita Tim Merah Putih berlaga membela kehormatan bangsa dan negara. Bangga rasanya kita semua

Namun kegembiraan tumpah ruah semangat dan eforia kegembiraan rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan timnasnya tidak serta mendapat perhatian serius dari para Pengurus PSSI terutama dalam hal manajemen Tiket. Sudah banyak kita ketahui bersama sama bahwa harga tiket yang dijual oleh PSSI kepada publik Indonesia dirasakan sangat tinggi dan bahkan untuk kelompok tertentu harga tiket menjadi naik dua kali lipat dari kelas VVIP seharga Rp.500.0000,- menjadi Rp.1000.000,- (Satu Juta Rupiah). Kenaikan ini memang tidak artinya bagi mereka kelompok orang yang berpunya karena memang mereka mempunyai kemampuan untuk itu.

Namun persoalannya di sini adalah jika harga yang dibebankan oleh PSSI untuk masyarakat kelompok menengah ke bawah melebihi kemampuannya. Sudah sering kita lihat dan saksikan dalam layar televisi bahkan para pekerja kita di luar negeri (baca: TKI) saja merelakan menggunakan uang gajinya untuk bisa membeli tiket guna mendukung tim nasionalnya bertanding melawan Malaysia. Nah begitu pula dengan nasib "Raja Yang Sengsara" (mengutip istilah dari sebuah telivisi swasta) yang harus berdesak desakan mengantri tiket yang dijual oleh PSSI.

Berbagai himbauan dan ajakan dari berbagai pihak agar tiket yang dijual untuk masyarakat Indonesia diturunkan juga tidak mendapat perhatian serius. Bahkan presiden SBY pun meminta jajaran PSSI untuk tidak selalu mengutamakan keuntungan dan menghimbau agar harga tiket itu "diatur" sedemikian rupa sehingga kenaikannya terlalu tinggi juga tidak diindahkan oleh Nurdin Halid, ketua Umum PSSI yang konon banyak dihujat ini. Nuansa politik terasa kental di sini dimana si Nurdin ini hanya "patuh" kepada ketua umum Golkar Mr Aburiza.l "Ical" Bakrie untuk menurunkan harga tiketnya dan bukan karena kepatuhannya kepada Presiden SBY. Menurut Nurdin sebagai kader yang baik "wajib" mematuhi ketua Umum Golkar itu. Terasa aroma "ABS" dan kepatuhan yang terasa mencari muka yang dilakukan oleh si Nurdin ini.

Begitu pula desakan agar tim nas Indonesia tidak ditarik tarik ke ranah Politik. Hal ini wajar mendapat sorotan dari pihak lain karena mungkin secara bersamaan tim Nasional Merah Putih di jamu makan pagi oleh ketua Umum Golkar, Mr Ical. Tanggapan dari Istana sendiri biasa biasa saja karena wajar dan boleh saja setiap masyarakat Indonesia memberikan dukungan baik materi maupun moril kepada tim Merah Putih Indonesia. Semoga saja para anggota tim nasional Indonesia itu dapat gratis kartu anggota kader Golkar hehehehe. Wah wah beruntung sekali Mr Ical ini karena menjadi pihak yang pertama yang merayakan keberhasilan Tim Nasional Indonesia meraih tiket ke Semi Final. Bahkan Istana sendiri juga belum menjamu apa apa untuk merayakan tim nasional Indonesia, mungkin sekalian aja sampai Indonesia meraih juara piala AFF nanti kali ya.

Mengenai banyaknya hadiah dan reward yang diberikan kepada tim nasional Indonesia, saya kira wajar wajar dan boleh saja. Asal tujuannya untuk memberikan motivasi kepada seluruh tim nasional Indonesia untuk bisa berprestasi di kancah Nasional dan Internasional membela bangsa dan martabat bangsa, saya kira wajar wajar saja. Selain itu juga pemberian hadiah dan reward juga hal yang wajar bagi tiap pemain. Karena sebagian besar dari Pemain Timnas Indonesia itu mempunyai tanggungan keluarga. Banyak dari anggota tim Nasional Indonesia yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Mereka rela meninggalkan profesi mapan sebagai karyawan atau jabatan kantoran demi kecintaan mereka kepada sepakbola nasional dan berprestasi maksimal mengharumkan bangsa dan Negara. Tidak apa memanjakan mereka asal seluruh bangsa dan Negara Bahagia karena nama bangsa menjadi harum karena mereka.

Hari ini tim Merah Putih berangkat ke Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia untuk menyelesaikan pertandingan Leg Pertama melawan tim nasional Malaysia dan kemudian akan dilanjutkan pada pertandingan Leg Kedua di Stadion GBK Jakarta pada tanggal 29 Desember 2010 mendatang ini. Semoga Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan sepakbola bergengsi AFF dan membawa pulang tropi AFF itu untuk pertama kalinya ke Indonesia


Dear Blog

Siapa sih yang tidak kenal sosok pelatih cool dari Austria yang berhasil membawa tim Merah Putih menuju FINAL melawan "Harimau Melayu" Malaysia di leg pertama dan kedua ajang piala AFF nanti?

Ya. Tentu. Dialah Alfred Riedl. Tidak seperti Bryan pelatih Thailand...atau pelatih tim2 kelas dunia spt Joachim, Juan, Fabio, Diego apalagi Juergen yang tiap kali Jerman mencentak gol sampai jingkrak2 kegirangan...setiap kali Jerman mencentak gol...dan terpancar senyum kegembiraan seusai pertandingan jika timnya menang..bahkan Diego sampai meggendong2 Lionel. Sementara Alfred jarang terlihat seperti itu...bahkan ketika Indonesia mencetak gol ke gawan2 Thailand dialah satu2nya di bench yg tidak menampakan ekspresi gembira...duduk saja dng wajah muram di bench. Ada apa dng mu Alfred ?

Sebelum kita mencoba mencari tau kenapa si pelatih senior yang selalu tampil cool dan sering memperlihatkan wajah cemberut di lapangan ini, marilah sejenak kita lihat latar belakang karir dan background Alfred Rield ini. Berikut bio datanya

Nama: Alfred Riedl
Kelahiran: Vienna, Austria/2 November 1949 (60)
Tinggi: 184 cm
Posisi: striker
Profesi saat ini: Pelatih

Karier kepelatihan klub Alfred Riedl
1. Melatih klub asal Maroko, Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994
2. Melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995
3. Melatih Al Salmiya klub asal Kuwait tahun 2001-03

Karier kepelatihan Tim Nasional Alfred Riedl
Berikut daftar Kepelatihan Alfred Riedl mengawali karier sebagai pelatih
1. Austria pada tahun 1990-1992
2. Liechtenstein tahun 1997-1998
3. Palestina tahun 2004-05
4. Vietnam tahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007)
5. Laos (2009)
6. Indonesia 2010 sampai sekarang

Kini para pembaca bloh saya sudah mengetahui walau cuma sekilas tentang biodata TimNas kita ini. Saya sendiri juga baru "ngeh" kalaw pelatih tim nasional kita ini memang paling sering menampilkan wajah cemberut. Bahkan saat tim nasional kita berhasil mencetak gol ke gawang lawan juga sang Pelatih tetap cool dan tidak banyak meluapkan kegembiraan seperti teriakan dari tribun Penonton. Tidak seperti presiden SBY yang berdiri dan berteriak gembira dan ribuan penonton yang menjerit jerit saat gol berhasil disarangkan ke gawan lawan oleh tim nasional Merah Putih, sang pelatih Alfred Riedl tetap tenang. "Bapak ini kok adem ayem ajah,,,mukannya datar2 ajah,,,malah cenderung jutek,,,ga memperlihatkan esmosi HEBOH ato BAHAGIA ato esmosi apalah,,,yang memperlihatkan kalo dia happy TimNas kita nyetak goal" gitu kira kira komentar orang.

Cangkok Ginjal
Tidak banyak orang yang tahu bahwa Alfred Riedl pernah dioperasi pencangkokan Ginjalnya saat dia sedang menangani tim nasional Vietnam. Ia hamper saja kehilangan nyawanya jika tidak segera mendapatkan donor ginjal. Alfred Riedl sangat mencintai tim kesayangannya Vietnam dan berusaha sekuat tenaga untuk membawa tim Vietnam ke era kejayaan sepakbola Asia Tenggara. Begitu kerasnya dia bekerja selama 6 (Enam) tahun membawa tim nasional Vietnam menjadi juara sampai dia kurang memperhatikan kesehatannya sendiri. Alfred Riedl ternyata sakit keras dan mengalami gangguan pada ginjalnya.

Saat Alfred Riedl ini mengumumkan rencana akan melakukan operasi cangkok Ginjal sekitar tahun 2006 kepada umum. Begitu rencana cangkok ginjal sang pelatih tim nasional ini diumumkan kepada umum, Alfred Riedl yang begitu dicintai oleh rakyat Vietnam ini sontak mendapatkan banyak doa dan dukungan kesembuhannya. Bukan hanya itu saja berbondong bondong orang yang dating dan menawarkan diri sebagai donor ginjal bagi Alfred Riedl. Ya benar. Puluhan fans Alfred Riedl rela memberikan ginjalnya untuk sang pelatih.

Namun bukan hal mudah bagi para dokter untuk melakukan operasi cangkok ginjal terhadap Alfred Rield. Salah satu kendala terbesar dari para dokter untuk melakukan operasi cangkok Ginjal buat sang pelatih, Alfred Riedl , adalah kesesuaian antara ginjal dari para pendonor untuk dicocokan dengan jenis ginjal yang dimiliki oleh Alfred Riedl sang Pelatih. Para pendonor ginjal buat Alfred Riedl sendiri berasal dari berbagai profesi mulai dari pegawai bank, sopir truk, pedagang dan bahkan ada yang datang dari kalangan biksu atau biarawan. Mereka semuanya memiliki satu tekad agar sang pelatih kembali sehat sediakala dan menangani tim nasional Vietna seperti semua.

Akhirnya operasi pencangkokan baru bisa dilakukan pada Maret 2007, hanya beberapa bulan sebelum turnamen Piala Asia digelar pada Juli 2007. Identitas donor dirahasiakan, namun situs AFC menyebut Riedl mendapatkan ginjal tersebut dari seorang penggemar di Vietnam. Sang pelatih Riedl pun akhirnya bisa sehat kembali

Dari berbagai informasi memang menyebutkan bahwa cangkok ginjal merupakan terapi untuk gagal ginjal dengan memanfaatkan ginjal sehat yang diperoleh dari donor. Selain dari donor mati (kadaver), bisa juga diperoleh dari donor hidup sebab donor tersebut masih bisa hidup normal dengan hanya 1 ginjal. Menurut berbagai sumber operasi cangkok ginjal ini memiliki risiko kegagalan cukup tinggi dan tidak semua pasien gagal gijal bisa melakukan pecangkokan.

Nah itu sekilas profil tentang pelatih Timnas kita, Mr Alfred Riedl yang diambil dari berbagai sumber sudah saya paparkan di sini. Semoga tim nasional kita, Merah Putih, bisa memenangkan leg pertama dan kedua di ajang kejuaraan piala AFF 2010 ini, dan tropi kebanggaan AFF bisa direbut oleh Indonesia untuk pertama kalinya

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia