Help us to keep our home
Hidangan Pecel lele yang akan kami santap. Photo Asep Haryono
Dear Blog

Siapa sih yang tidak kenal dengan makanan khas Indonesia yang bernama "Pecel Lele"?. Ya ini masih kelompokok makanan selera Nusantara kebanggaan Bangsa Indonesia. Tulisan ini bukan bermaksud menyindir orang yang hobi makanan barat seperti "Miza" (Makan Pizza-red), atau "Ngefsi" (Makan KFC-red) loh. Tidak sama sekali. Karena apa? Ya karena selera orang berbeda beda dari satu orang ke orang lainnya. Dan yang namanya selera tidak dapat diperdebatkan. Selera memang menentukan gaya hidup (style) seseorang, tapi itu semua terpulang kepada diri masing masing. Nah kembali kita kembali kepada "melele" alias Makan Pecel Lele. Mau tau ceritanya yuk kita mulai.

Saat itu ketika hari menunjuk hari Kamis, tanggal 18 Nopember 2010 sekitar pukul 14.00 WIB saya mendapat pesan singkat SMS dari Imam A Virya, rekan saya dan dia juga seorang dosen senior di UNTAN mengajak saya untuk melele bersama siang itu. Dan akhirnya saya pun menyanggupi untuk memenuhi undangan makan pecel lele atau saya sebut sebagai istilah "Melele" bersamanya. Dan tempat yang direncanakan saat itu ada 2 (dua) pilihan yakni di Kafe Wong Solo dan Kafe Pegasus dilingkungan kampus Universitas Tanjungpura Pontianak. Namun yang disepakati bersama ternyata adalah kafe Pegassus di dalam kampus UNTAN.

Jam 14.00 WIB kira kiralah , saya langsung check out (macam hotel yak check out-red) dari kampus Pontianak Post lantai 5 langsung menuju basement, halaman parkir kendaraan yang letaknya ada di lantai Bawah. Saya pacu motor Supra Fit 3815 HY Keluaran tahun 2004 kesayangan saya dan keluar langsung menuju kafe Pegassus yang terletak di dalam lingkungan kampus Universitas Tanjungpura. Dan singkat cerita, tidak sampai 7 menit, sampailah saya tiba di kafe Pegassus UNTAN yang mayoritas pengunjungnya adalah Mahasiswa. Bisa kasat keliatan dari pernak pernik yang mereka gunakan kalaw mereka adalah Mahasiswa.

Namun saat saya tiba di kafe Pegassus itu, sang pengundang, rekan saya Imam, tetap blum juga tiba di tempat itu seperti yang sudah direncanakan. Namun setelah kontak kontak SMS disepakati saya dahulu yang order pecel lele kepada pelayannya. Dan pesanan pun sudah saya luncurkan hehahahaa. Meluncur? Roket kaleee. Order 2 porsi Pecele lele dan 2 gelas Minuman yang berbeda. Saya pesan Teh Es dan satu lagi rekan saya itu suka Teh Manis panas. Hahaha bener kan memang selera kita berbeda beda untuk urusan minuman. Tapi menu kita sama yakni Pecel lele.

Kemudian datanglag rekan saya Imam, dan kami pun duduk bersila bersama dengan pesanan pecel lele yang sudah ada dimeja makan. Dan tidak lama kemudian, tanpa dikomando lagi, kami berdua pun larut dalam kenikmatan Pecel Lele yang asyik, enak, dan sembriwing itu hehehehe. Menurut ku sih memang pedasnya sambel Pecel Lele tidak sepedas sambal organik yang diolah dengan menggunakan cobek. Sambal Pecel Lele juga kalah jauh pedasnya dengan sambal khas Pontianak yang luar biasa pedasnya itu. Sambal Pecel Lele bersifat kosmetik, terasa sedikit asam dari tomat, dan ada rasa manis yang berasal dari gula pasir. Sambal Pecel Lele dihidangkan dalam sebuah mangkuk kecil.

Untuk jenis ikannya tentu saja Lele. Hahaha bukan bukan, Yang saya maksud di sini jumlah Ikan Lele yang ada di hidangan bisa bervariasi tergantung besar kecilnya sang Lele. Sebagai contoh gini. Jika Ikan LELE nya berukuran besar sekali, maka LELE nya cukup 1 yang disajikan dalam sajian pecel lele. Jika Ikan Lele nya berukuran sedang biasanya jumlah Lele goreng yang disajikan berjumlah 2 (dua). Dan jika Lele nya kecil kecil (Ya tidak kecil banged sih-red) , maka biasanya jumlah Lele goreng yang disajikan dalam piring berjumlah 3 (tiga). Selain itu "asesori" Pecel Lele tetaplah sama seperti Daun Kemangi, Kol , Dan Mentimun.

Ada yang beda sedikit di Kafe Pegassus ini. Dalam menu Pecel Lelenya juga dilengkapi dengan emping dan tempe goreng , sesuatu yang menurut saya "menyeleneh" dari pakem Pecel Lele. Tapi its okay aja karena bisa merupakan variasi hidangan. Dan mencicipi Pecel Lele dengan alunan musik lembut dan suasana ala Mahasiswa di kafe tersebut menambah suasana syahdu dan semarak kita menyantap hidangannya. Suasananya yang teduh, dan parkir kendaraan yang tepat di depan kita menambah kenyamanan dan rasa aman.

Anda suka Pecel Lele? Yuk mareeeeeee
Inilah meja tes saya yang bernomor punggung 21. Di foto sebelum meninggalkan kelas

Dear Blog,

Hari ini adalah hari Sabtu tanggal 20 Nopember 2010 dan hari ini aku mengikuti tes prediksi TOEFL (Test Of English As Foreign Language) yang dilaksanakan di UPT Bahasa Universitas Tanjungpura yang terletak di Jalan Ahmad Yani Pontianak. Ini merupakan tes prediksi saya yang ke dua setelah beberapa waktu sebelumnya mengikuti tes prediksi IELTS yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jalan Ahmad Yani yang diselenggarakan oleh SUN International Group itu. Namun khusus untuk tes predisik IELTS itu hasilnya cukup memprihatinkan hahaha. Dari skor yang tidak berangka itu hasil yang saya peroleh saat tes prediksi IELTS sungguh mengharukan jeleknya hahhaa

Dan kali ini secara tidak sengaja setelah ditraktir melele di kafe Pegasus oleh salah seorang teman dari Kampus Universitas Tanjungpura hari Sabtu kemarin (19 Nopember 2010) akhirnya saya pun ditawari untuk ikut tes prediksi TOEFL bersama dia. Orang itu (maaf tidak dapat disebutkan namanya-red) mendapat tawaran untuk kuliah general di Universitas di negeri Belanda dan dia harus menyertakan skor TOEFLnya. Sama persis dengan saya yang juga sudah ditagih oleh panitia beasiswa AMINEF FULLBRIGHT di Jakarta.

Beda dengan IELTS prediciton, untuk tes prediksi TOEFL ini memang fokusnya lebih kepada susuan gramatika. Dan mungkin itu pendapat sementara saja. Dengan waktu tes yang standard saya berhasil menyelesaikan tes Section I , II, dan III yang ditempuh sesuai dengan jatah waktu yang sudah disediakan oleh panitia tes Prediksi TOEFL. Banyak "rule" atau peraturan yang harus dipatuhi oleh para peserta tes Prediksi TOEFL ini. Beberapa peraturan itu misalnya adalah sebagai berikut :
  1. Tidak boleh menyalakan alat komunikasi atau Handphone.
  2. Handphone harus dalam posisi "off", dan jika kedapatan menyalakan Handphone, membunyikan Handphone atau menerima telepon di saat tes sedang berlangsung maka yang bersangkutan akan didiskualifikasi, dan menanda tangani berita acara.
  3. Jika mencoret coret di dalam buku ujian (test book) maka peserta yang bersangkutan selain didiskualifikasi dari peserta ujian, masih diharuskan mengganti ongkos cetak buku yang dicoret tersebut

Sebenarnya masih ada beberapa peraturan lainnya untuk dipatuhi oleh para peserta tes predisksi TOEFL yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Namun ada yang janggal pada saat tes berlangsung. Kira kira setelah 1 jam berlangsung di ruangan tempat saya tes tersebut terdengar seperti bunyi alarm penanda waktu. Apakah itu suara dari HP salah satu peserta atau bunyi penanda waktu dari Jam Dinding di ruangan itu. Tidak jelas.




Bencana Wasior di Papua, Gunung Meletus di Jogjakarta , serta Gempa di Mentawai telah banyak menelan ratusan korban jiwa. Dan kita semua tau itu. Namun ada satu hal yang tidak diketahui oleh orang adalah bahwa semua musibah itu bukanlah semata mata ujian dari ALLAH SWT kepada para hambaNya agar bersabar.

Ini juga baik langsung maupun tidak langsung juga disebabkan karena ulah kita sendiri sebagai warga negara, sebagai manusia Indonesia dan sebagai umat beragama. Coba anda amati, ada 3 (tiga) parameter yang saya gunakan dalam tulisan saya kali ini. Mari kita coba telaah satu persatu agar kita semua bisa saling bertukar pendapat.

Foto Asep Haryono


1. Sebagai Warga Negara
Salah ukuran yang pertama saya coba diskusikan disinilah adalah sebagai Warga Negara. Mengapa harus jadi warga negara? Coba kita instropeksi ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita sebagai warga negara sudah melaksanakan kewajibannya kepada Negara? Apakah kita sebagai warga negara terlalu menuntut banyak haknya tanpa melaksanakan kewajiban kepada Negara. Ketidakdisiplinan kita dalam membayar Pajak adalah salah satu contoh kongkritnya. Apakah ketidaksiplinan kita itu bisa mengakibat bencana alam? Tentu saja tidak, namun yakinlah ketidakdisiplinan kita sebagai warga negara bisa membuat jengkel TUHAN YME.

Jika TUHAN YME murka atau jengkel kepada ulah kita sebagai warga negara, bisa saja TUHAN YME "menghukum" kita. Warga Negara yang baik tentu tidak akan melupakan kewajibannnya kepada Negara. Jika anda telat membayar pajak, percayalah ketidakdisplinan anda itu akan menyebabkan warga masyarakat lainnya akan mengalami dampaknya. Karena rata rata semua aspek pembangunan bangsa dan negara ini dibiayai dari Pajak. Anda tidak bayar Pajak, maka Negara ini akan terganggu pembangunannya. Ingat itu.

2. Sebagai Manusia Indonesia
Yang kedua adalah sebagai Manusia Indonesia. Sebagai manusia Indonesia kita semua dituntut untuk hidup saling menghargai satu sama lainnya. Menghormati warga Indonesia lainnya dengan tidak memandang jender, suku, agama, rasa, kaya miskin serta derajat warga lainnya. Kita semua sama dimata TUHAN YME. Namun kadang manusia Indonesia terlupa akan hal itu dan sering mendiskriditkan kelompok atau melukai perasaan orang lain. Hal ini memang sering terjadi di lingkungan sekitar kita, dimana seseorang kadang tidak menghargai pendapat orang lain atau bahkan saling sikut menyikut demi kepentingannya sendiri.

Kadang kita sebagai Manusia Indonesia melakukan perbuatan tercela atau sengaja melakukan tindakan tidak terpuji sehingga memicu keresahan warga lainnya. Mengapa negara kita paling mudah dibakar rasa emosinya bahkan pada hal hal yang kecil sekalipun. Sebagai contoh yang pernah terjadi dimana seseorang ataw sekelompok orang membuat nada dering (ring tone) HP yang akhirnya memicu kerusuhan dan pertengkaran dari pihak yang merasa tersinggung harga dirinya dengan nada dering itu. AYo. Sudahlah kita sudahi hal semacam ini. Marilah kita duduk dan saling menghargai satu sama lainnya. Damai itu indah bukan?. Orang yang waras pasti akan setuju kalaw DAMAI itu INDAH, Dan kita perlu KEDAMAIAN.

3. Sebagai Umat Beragama
Semua agama yang ada di Indonesia setuju bahwa sesama manusia harus saling membantu satu sama lainnya. Dan setiap agama di Indonesia juga setuju bahwa menolong sesama yang sedang mengalami kesusahan adalah wajib. Berbagai musibah di tanah air yang terjadi di Indonesia saat ini telah berhasil mempersatukan hati dan perasaan perduli warga Umat Beragama di Indonesia. Semua orang tanpa membedakan agama, menyumbangkan apa yang mereka punya untuk disumbangkan kepada warga dan saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana alam. Dan ini merupakan hal yang sangat mengharukan kita semua.

Namun semua ini akan semakin indah jika kita perduli kepada sesamanya setiap hari, setiap saat tidak harus menunggu sampai datangnya musibah bencana alam. Kita beramal dan membantu sesama tidak harus melalui panita penerimaan sumbangan bencana alam. Kita beramal dan menolong sesama tidak harus merasakan bencana alam. Membantu orang lain haruslah datang dari dalam diri. Membantu sesama dengan ikhlas memang mutlak diperlukan agar bantuan yang kita berikan kepada orang lain itu menjadi berkah dan bermanfaat.

Kesimpulan
Marilah kita tengok ke dalam diri kita masing masing. Apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara ini ditengah berbagai musibah yang datang silih berganti mendera negara yang konon dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keramahtamahannya yang amat terkenal diseluruh dunia ini. Kita tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita semua perlu kembali duduk satu meja dan berdiskusi bersama untuk segera menuntaskan PR PR yang telah lama kita rasakan belum tuntas penyelesaiannya.

Korupsi di mana mana. Penegakan hukum perlu harus lebih diperhatikan dengan tidak memandang remeh rasa keadilan dan tidak sekali lagi melukai perasaan masyarakat Indonesia. Kita tidak mau semua itu menjadi sebab marahnya TUHAN YME dengan mengirimkan sejumlah cobaan cobaan dalam bentuk bencana alam.

Jangan salahkan TUHAN YME atas banyaknya musibah yang datang seperti tidak ada habis habisnya ini. Jangan katakan semua musibah bencana alam ini semata mata murni karena cobaan dan ujian TUHAN YME kepada kita agar bisa perduli sesama. Peduli sesama tidak harus menunggu datangnya Bencana
Para petugas saat motong daging kurban di Masjid Babussalam, Komplek Duta Bandara, Jalan Ahmad Yani II - Supadio. Pontianak

Dear Blog,

Melanjutkan cerita saya pada tulisan kemarin, maka pada saat yang berbahagia ini izinkanlah saya untuk bercerita sedikit mengenai suasana pemotongan daging Kurban yang berlangsung kemarin hari Rabu, 17 November 2010 atau bertepatan dengan penanggalan Hijriah di posisi 11 Dzulhijah. Nah memang saat itu saya datang terlambat karena baru saja melaksanakan sholat Ied di Masjid Al Muhtadin Universitas Tanjungpura Pontianak. Saya datang sudah agak terlambat beberapa menit atau mungkin jam karena pada saat saya datang semua orang sudah sibuk motong daging Kurban. Saya tidak sempat melihat proses eksekusi para sapi dan kambing itu hehehhe

Saya parkir motor Supra Fit kesayangan saya di halaman Plaza Masjid Babussalam, dan saya pun langsung merogoh ke dalam tas Singapore Uniquely saya, Nikon Coolpix L19, kesayangan saya yang kini sudah menjadi milik istri tercinta hehehe. Ngemeng ngemeng soal kamera sebenere sih saya sudah lama ingin sekali punya kamera bertipe SLR sejenis NIKON D-40 standard aja namun karena keadaan ekonomi yang belum memungkinkan jadi keinginan saya itu harus saya pendam dahulu dalam dalam.

Saya pun mulai membidik "korban" di antara para petugas yang sibuk motong memotong daging kurban di Masjid Babussalam. Mulai dari petugas yang sedang memotong motong kecil kecil daging kurban, lalu petugas yang sedang membacok kepala sang SAPI dan ada juga Pak Maharani tetangga saya yang sedang merapihkan dan membungkuskan daging daging sapi dan kambing yang sudah dipotong kecil kecil tersebut dalam kantong kantong kecil , ditimbang dalam ukuran yang sama. Semuanya dalam kantung kantung plastik warna hitam yang sudah rapih tersusun dan siap untuk didistribusikan.

Saat itulah banyak canda tawa pecah, terasa sangat menyenangkan jika dalam suasana seperti ini kita selalu kompak dan ceria dalam melaksanakan amanah umat dalam bentuk pemotongan daging Kurban ini. Informasi yang diperoleh dari salah satu pengurus masjid Babussalam, yakni Bang Bimo , jumlah kurban yang dipotong adalah 3 (tiga) ekor Sapi dan 10 (sepuluh) Kambing hasil dari sumbangan dari warga. Sumbangan mungkin bisa jadi para penyumbang dari dalam komplek Duta Bandara dan dari luar komplek.

Dan sampailah pada saat yang berbahagia. Dimana satu buah eh buah maksudnya satu bungkus daging kurban berhasil dilayangkan oleh salah seorang pengurus Masjid dan diberikan kepada saya dan alhamdulillah lebaran Iedul Adha kali ini sudah semakin lengkap. Pikir pikir saat ini khan saya sedang "sendiri" karena keluarga semuanya berada di Jogjakarta, jadi sah sah aja kalaw saya dapat bingkisan daging kurban dari masjid. Kan saat ini saya sendiri, dan tidak ada yang memasakkan makanan di rumah. Jadi dhuafa juga kan hehehhehe.

Sekarang tinggal dipikirkan cara pengelolahan daging kurban ini hehehe. Apakah akan di sate saja dengan bumbu kecap dan bawang merah? Atau dibikin rendang aja? Kalaw dibikin rendang saya masih perlu santan kelapa dan lain lain hahaha. Enaknya diapain nih hehehhee. Okelah kalau begitu saya cukupkan dahulu ya hahahhaa.

Selamat Iedul Adha 1431 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Dear Blog,

Alhamdulillah lebaran Iedul Adha Tahun 2010 Masehi atau 1341 Hijriah taun ini sudah terasa lengkap rasanya hihihi. Mengapa kusebut Lengkap? Kata orang lebaran Iedul Adha tidak lengkap rasanya jika tidak makan sate Kambing atau makan daging Kurban. Padahal satu hari sebelumnya saya sudah berpikir wah kalaw nda ada dapat daging kurban, ya tidak apa apa kan bisa beli sate pinggir jalan aja beres. Begitu dalam pikiranku.

Hahahha dan ternyata setelah kelar Sholat Ied pun ternyata para warung sate Ayam dan kambing beserta supermarket pada tutup semua. Huhuhuhu. Eh alhamdulillah ternyata saya dapat jatah juga 1 bungkus daging Kurban dari para Pengurus Masjid Babussalam Kompek Duta Bandara. Komplek ku hehhee. Padahal tidak sengaja loh kejadiannya pun memang diluar dari perencanaan saya sebelumnya dan juga tidak pernah membayangkan kalaw akhirnya saya dapat juga jatah daging kurban 1 bungkus. Hmmmm. Alhamdulillah. Ceritanya gini nih. Mau dengar nda kisah saya dapat jatah daging kurban hehehe. Yuk Mare. The story begins..

Pagi hari setengah tujuh pagi atau kira kira pukul 06.25 WIB dengan mengendarai sepeda motor kesayangan saya Supra Fit keluaran tahun 2004 langsung melesat menuju Masjid Al Muhtadi Universitas Tanjungpura yang terletak di kawasan kampus UNTAN Pontianak. Setelah kelar Sholat Ied Di Masjid AL Muhtadin UNTAN, saya pun langsung memacu motor saya menuju Kantor yang terletak di Jalan Gajah Mada. Tidak sampai 10 menit sampai saya di gedung megah Kantor saya dan saya pun tancap gas langsung naik ke lantai V (Lima) tempat saya bersemayam di sana hahahahaha.

Setelah cek email sana sini dan juga cek facebook anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono, sekitar jam 9.45 WIB saya pun turun ke bawah dan langsung absen sidik jari pulang. Kemudian kupacu motor ku kembali ke komplek Duta Bandara yang terletak di SUpadio itu. Kira kira perjalanan memakan waktu 20 menit , saya pun langsung mampir ke toko yang ada di komplek itu dan langsung membeli Indomie dan beberapa telur ayam. Karena saya pikir hari itu tidak akan dapat daging kurban hari ini.

Eh setelah saya mampir sebentar ke Masjid Babussalam Komplek Duta Bandara, niatnya memang mau ambil foto foto orang yang sedang memotong daging kurban di Masjid itu, dan alhamdulillh salah seorang pengurus Masjid Babussalam, Pak Muhyar, memberikan kepada saya 1 (satu) bungkus daging kurban yang asyik dan keren bangeds. Alhamdulillah jadi juga hari itu saya buat sate dan juga hidangan lainnya yang akan saya pikirkan lagi gimana cara pengelohannya nanti hehehehe.

Alhamdulillah


Halo Bloggers semua,

Kalaw nda salah saya liat penanggalan besok adalah tanggal 17 November 2010 dan kalaw dicroscek dengan penanggalan Hijriah 11 Dzulhijah 1431 Hijriah. Saat ini memang para jamaah haji Indonesia sudah bergerak menuju Wukuf di Arafah. Wah wah jadi bicara soal Haji deh hehehe. Tapi benar juga loh. Gini gini saya sudah 2 (dua) kali bermimpi dengan tema Haji dan Mekah. Mimpi yang pertama, saya dapat hadiah undian UMRAH (Amin-red) dan mimpi yang kedua bertemu dengan Bapak Wahyu Cundrik Pamungkas. GM kantor saya yang ternyata saat ini sedang di Mekkah, untuk berhaji. Semoga ini pertanda panggilan dari MU untuk saya agar segara berhaji. Amin Ya Robbal Alamin

Para blogger sahabatku. dimana saja yang menangkap gelombang blog ku ini. Mimpi memang kadang suka aneh, dan kadang mimpi juga bisa jadi tidak masuk akal. Ada seorang kawan saya yang bermimpi digebukin orang segala macem. Dan bahkan ada seorang istri yang bermimpi kalaw suaminya selingkuh lagi. Oala dunia dunia. Mungkin terkesan tidak masuk akal ya mimpi mimpi itu ya tapi namanya juga mimpi. Benar tidaknya dari mimpi itu hanya ALLAH SWT jugalah yang Maha Tahu.

Oh ya soal kurban atau korban sih? hehehhe. Dua kata itu sekilas sama namun memiliki perbedaan yang cukup menyolok. Kurban ya Kurban lah. Kan besok lebaran Haji, jadi kita kita semua disunahkan untuk menjalankan ibadah saum (puasa). Yah namanya juga puasa Sunah ya dilaksanakan bagus, tidak puasa pun ya tidak apa apa. Dijamin anda tidak berdosa karena tidak berpuasa hari ini. Tapi memang sebaiknya anda berpuasa aja ya. Jangan ikut ikut setan kaya saya hahahahahhaa. Hehehehhee.

Lebaran Kurban ya bagi mereka yang mampu dan sudah menunaikan Ibadah Haji, ya harus donk berkurban sesuai dengan kemampuannya. Biasanya sih saya dapat jatah sebungkus daging dari Masjid seperti taun taun sebelumnya. Ya mudah mudahan tahun ini juga dapat sebungkus daging kurban lagi hehehhee. *ngarep mode on. Tapi kalaw nda dapat, ya sudah pergi saja ke tukang sate dan pesen sate dan makan sendirian hahahaha. Tapi dibawa enak aja ya biar kalian nda dapat jatah daging kurban dari Masjid hehehehe.

Sedangkan korban lebaran? Ya jangan sampai anda menjadi "korban" karena lebaran. Kok bisa jadi korban? Ya anda akan disebut menjadi "victim" (Bahasa Inggris-red) alias jadi korban jika anda memaksakan diri untuk berbelanja walaupun anda tidak punya uang sama sekali. Apakah anda harus berhutang ke sana kemari hanya untuk memuaskan dahaga anda berbelanja di hari raya Kurban ini? Nah jika anda harus memaksakan diri berarti anda adalah korban dari Lebaran. Nah nah ini yang tidak kita harapkan tentunya bukan...

Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah.
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Mangap eh Maaf lahir dan Bathin

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia