Monday, August 13, 2012

Pegadaian Oh Pegadaian .........

Catatan Asep Haryono

Menjelang minggu terakhir bulan Ramadhan 1433 Hijriah ini tentu sudah banyak rumah tangga di Pontianak dan mungkin juga di daerah lain di seluruh Indonesia sudah bersiap siap menyambut hari kemenangan apa lagi kalau bukan Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah. Fenomena yang lazim terjadi di hari hari terakhir bulan puasa ini adalah semakin majunya barisan orang shalat Tarawih di masjid masjid, surau, langgar dan pemandangan ini sudah umum terjadi.

Kontras benar dengan awal memasuki bulan Ramadhan ini dimana hampir seluruh Masjid, langgar dan surau penuh sesak orang yang Tarawih, nah menjelang hari teakhir ini sudah tambah “maju”. Iya barisan yang sholat tadinya penuh sampai mengular ke luar kini sudah bertamha maju ke depan alias tinggal beberapa baris shap saja. Nah orang orang yang Tarawih juga katagori “Empat L” alias loe lagi loe lagi. Hehhehee.

Ini hanya intermezzo aja. Nah biasanya menjelang Lebaran ini kebutuhan semakin meningkat entah itu untuk persiapan membeli baju dan pakaian lebaran buat anak anak, membeli ku kue lebaran dan lain sebagainya. Semuanya itu tentu saja memerlukan uang, duit, fulus, arto, money. Nah jika keadaan mendesak, kemana harus mencari uang? Salah satu alternative yang jitu dan relative lebih mudah mendapatkan uang adalah dengan Pegadaian. Nah loh apalagi ini?

Mudah Mencairkan Pinjaman
Saya sudah cukup berpengalaman dalam urusan utang utangan sejak beberapa tahun yang lalu, dan semoga pengalaman ini tidak diikuti oleh kawan kawan blogger ya. Tidak keren kalaw kebanyakan utang melulu bisa bisa nanti hidup kita semakin galau karena tiap hari mikiran utang dan bagaimana cara membayar atau melunasi (hutang).

Pegadaian, suatu lembaga keuangan semi pemerintah yang dilahirkan untuk memberikan bantuan pinjaman uang kepada masyarakat dengan mudah, tanpa harus buka rekening. Cukup dengan menjaminkan barang yang dijadikan jaminan, maka uang yang dibutuhkan sudah bisa berpindah tangan. Pegadaian, mahluk manis yang dibutuhkan orang dan dicari cari orang menjelang lebaran seperti sekarang ini. Mengapa kita perlu Pegadaian jika hanya untuk mendapatkan uang?

SURAT BUKTI KREDIT :  Inilah tanda bukti kredit pegadaian tampak depan. Scan by Asep Haryono
Tampak Belakang

Sejak saya duduk dibangku kuliah di era taon 1990 an yang lalu, saya sudah berkenalan dengan pegadaian. Saat itu saya kekuranga uang untuk mudik ke kampong dengan menggunakan Kapal Lawit (Sangat kondang saat itu kapal ini buat mudiknya para mahasiswa-red). Nah saat itu kiriman wesel dari orang tua terbatas, dan jadilah saya harus “menyekolahkan” Mesin Tik saya waktu itu ke Pagadaian biar “pinter”

Taun demi taun berlalu, dan barang yang saya jadikan jaminan untuk meminjam uang dari Pegadaian semakin bervariasi hingga melebar kepada barang jaminan Emas (cincin, gelang, dan lain sebagainya. Enaknya meminjam dana atau uang dari Pegadaian ini adalah tidak perlu repot buka rekening tapi cukup dengan hanya menyerahkan barang yang akan dijadikan agunan atau jaminan untuk meminjam uang dari Pegadaian.

Jika emas maka akan diperiksa dulu kadar Emasnya dengan teknik dan alat yang canggih yang dimiliki Pegadaian. Konon alat ini lebih akurat ketimbang memeriksa kandungan emas dari toko toko emas yang ada dipasaran, dan pegadaian lebih akurat pemeriksaannya kata orang sih begitu. Jadi kalau memeriksa berapa kadar gram Emas yang kawan kawan beli atau punya, bisa minta cek di kantor Pegadaian. Katanya sih

Setelah kita menyerahkan barang yang akan dijadikan agunan (jaminan) tersebut, maka dari pihak penaksir Pegadaian akan memberikan angka atau nilai rupiah maksimum dari barang tersebut. Kita meminjam dana sebaiknya dibawah angka taksiran dari penaksir, misalnya saja Emas kita dihargai penaksir seharga Rp.450.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), maka jumlah pinjaman yang ideal harus dibawah angka itu. Jadi bolehlah anda meminjam dana Rp.400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah). Misalnya loh. Nah uang itu sudah siap anda gunakan. Mudah sekali bukan? Pegadaian….

Ancaman Dilelang
Nah dalam setiap proses transaksi yang sudah disetujui, maka anda akan menerima surat gadai atau surat Bukti Kredit. Nah dalam surat bukti kredit dari Pegadaian itu mencantumkan informasi identitas nasabah (Keren kan biar pun minjem duit tetap mendapat gelar “nasabah” yang berbau bank gitu-red), informasi Barang Jaminan, lengkap dengan Nilai Taksiran, Jumlah Pinjaman beserta tanggal jatuh tempo pelunasan. Mengapa pelunasan bukannya cicilan?

Dalam dunia gadai menggadai di pegadaian, tidak dikenal istilah “cicilan” atau bayar mencicil sebagaimana yang sudah diterapkan dengan manis oleh perusahaan leasing seperti FIF, Adira Finance dan lain sebagainya. Walaupun substansinya sama urusan pinjam meminjam uang, namun di Pegadaian tidak mengenal istilah cicilan atau bayar mencicil seperti dalam FIF dan Adira Finance. Jika saya meminjam dana dari Pegadaian maka harus dikembalikan sejumlah yang dipinjam tanpa dikurang sedikitpun.

Jadi jika sudah memasuki jatuh tempo pelunasan, maka kita seharusnya bergegas mendatangi kantor cabang Pegadaian tempat traksansi dilakukan. Proses pengambilan atau penebusan barang pun harus yang bersangkutan dengan membawa identitas yang masih berlaku. Saya mengalami pengalaman kurang berkesan saat menebus barang gadaian istri saya di pegadaian. Walaupun satu rumah, satu komplek dan satu KTP, tetap tidak dapat diwakilkan harus yang bersangkutan. Kalaw diwakilkan harus ada surat kuasa dan lain sebagainya. Agak kaku memang, tapi peraturan ya peraturan.

Andai kita lupa tanggal jatuh tempo pelunasan atau pengambilan, pun tidak perlu kuatir sebab dari kantor Pegadaian biasanya akan memberi tahu kepada nasabah jatuh tempo dan mengingatkan untuk segera dilunasi. Andai kawan kawan tidak ada duit saat pemberitahuan jatuh tempo penebusan barang pun tidak perlu kuatir karena bisa diperpanjang “nafas” anda dengan hanya membayar biaya ulang gadai. Gitu deh Anda tertarik minjam uang dari Pegadaian? (Asep Haryono)