Jika melihat dari judul tulisan singkat saya pada hari ini adalah "Bekerja" di rumah (ingatloh kata bekerjanya dengan menggunakan tanda petik-red) sesungguhnya sudah bisa ditebak mau kemana arah tulisan blog saya pada hari ini. Bekerja memang tidak selalu berada dalam sebuah gedung perkantoran, di sebuah lembaga, biro bahkan dalam posko sekalipun karena memang definisi bekerja mempunyai pengertian yang amat luas.
Nah mereka yang aktif membantu korban bencana alam seperti musibah banjr, tanah longsor atau gempa, juga bisa dikatakan "bekerja" yakni membantu secara fisik, material maupun lainnya kepada mereka yang membutuhkan. Definisi kata bekerja dalam artian sempit memang melakukan sesuatu pekerjaan yang menjadi beban tugasnya atas perintah seseorang baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat pada keluarnya upah, gaji atau honor sebagai imbalan dari pekerjaan yang dikerjakannya itu, Nah sederhana bukan?
Nah mereka yang aktif membantu korban bencana alam seperti musibah banjr, tanah longsor atau gempa, juga bisa dikatakan "bekerja" yakni membantu secara fisik, material maupun lainnya kepada mereka yang membutuhkan. Definisi kata bekerja dalam artian sempit memang melakukan sesuatu pekerjaan yang menjadi beban tugasnya atas perintah seseorang baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat pada keluarnya upah, gaji atau honor sebagai imbalan dari pekerjaan yang dikerjakannya itu, Nah sederhana bukan?
Bekerja Untuk Penghasilan
Bekerja dalam konteks sub bahasa ini juga sudah jelas maksud dan tujuannya. Seseorang yan bekerja baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun Pegawai Bukan Negeri (PBN hehehe ngarang singkatan eui) mempunyai visi dan tujuan yang sama yakni mendatangkan penghasilan atau upah untuknya. Nah bentuk dari UPAH atau GAJI juga selalu identik dengan mata uang rupiah baik yang diterimanya secara tunai (Cash) atau pun masuk ke dalam rekening bank sang karyawan atau pegawai yang bersangkutan.
Dalam dunia perkantoran modern dan juga manajemen terbaru saat ini orang cenderung memilih opsi yang terakhir yakni menerima pembayaran gaji atau upahnya dalam bentuk masuk ke dalam rekening banknya. Selain untuk menghindari antrean dalam mengambil gaji, manfaat lainnya adalah sang pegawai tidak harus mengambilnya hari itu, dan dia bisa mengambil gajinya di tempat lain yang tergabung daam jaringan bank miliknya itu, Nah banyak kemudahan memang.
Memang suatu kebanggaan tersendiri jika seseorang sudah mampu bekerja mandiri dan menghasilkan uang yah tentu saja bekerja yang halal. Namun dalam prespektif cara pandang seseorang terhadap jenis pekerjaan seseorang tentu saja berbeda beda. Baik dan hal yang biasa bagi si pelaku yang mengerjakan pekerjaan itu, namun dipandang rendah bagi pihak lain, Sebagai contoh posisi sebagai penjual kue, nah sepele rasanya orang berdagang kue tapi mereka juga "pahlawan devisa" bagi keluarganya. Nah apapun pekerjaan kita sejauh itu HALAL, SAH, dan BAIK boleh boleh saja dilakukan.
Bekerja Di Rumah : Alternatif
Nah untuk bahasan yang terakhir ini dan memang sesuai dengan tema tulisan singkat saya pada hari ini adalah melakukan pekerjaan di rumah. Konteks kekinian yang saya maksud adalah bukan pekerjaan bersifat domestik, yakni urusan tetek bengek rumah tangga (ini bagi yang sudah berkeluarga-red) yang sudah pasti akan dihebohkan dengan riuh rendah dan hiruk pikuk anak anak disamping juga disibukkan oleh aktifitas kita sehari hari baik sebagai kepala rumah tangga ataupun sebagai suami (bagi yang sudah berkeluarga-red). Nah yang saya fokuskan di sini adalah pekerjaan yang berpotensi memicu pemasukan (earning) yang ternyata bisa dilakukan di rumah masing masing. Ah masa sih? Bukankah streotif dan stigma selama ini adalah orang yang bekerja mencari nafkah harus keluar dari rumah? Oh tidak tidak sama sekali, walaupun sifatnya normal normal saja. Bekerja di luar rumah mencari nafkah adalah hal yang biasa, namun yang unik adalah jika pekerjaan yang dilakukan itu dilakukan di rumah. Wah ini dia yang dicari cari orang selama ini.
Saya jadi ingat tulisannya mas Eddy Setiawan, pakar Google Adsense yang sudah kondang di Kalbar ini pernah menulis diblognya bahwa bekerja di rumah jauh lebih tenang disamping bisa dilakukan kapan saja tanpa harus memikirkan jam bekerja, selain itu juga bisa bersantai dan bisa mengawasi anak anaknya di rumah. Hmm suatu ungkapan yang indah terdengarnya, namun apakah memang demikian kenyataannya? Nah untuk menjawab pertanyaan ini tentu yang bisa menjawabnya adalah mereka mereka yang sudah mengalaminya sendiri. Agak susah jika kita melukiskan sesuatu peristiwa dimana kita sendiri tidak menjadi bagian daripadanya. Nah dalam konsep saya yang awam ini saya rasa bekerja di rumah bisa dilakukan jika anak anak kita sudah beranjak dewasa dan tau bahwa pekerjaan yang dilakukan kedua orangtuanya tidak boleh diganggu. Nah pada umumnya kan beda dari impian. Anak anak masih usia kecil dan manja dan paling senang "merecokin" pekerjaan kedua orangtuanya, nah gimana tuh? Tapi benar kan biasanya memang demikian.
Lalu bidang bidang apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah dan menghasilkan pemasukan buat keluarga? Hmmm banyak banget tulisan di berbagai milis dan media mengenai tips tips bekerja di rumah, dan anda tinggal search saja di Internet, dan berbagai informasi menarik, dan juga menantang tersedia dan anda tinggal mempelajari dan mempraktekannya. Kalaw bisa sih jangan kebanyakan teori , namun lebih fokus kepada praktek di lapangan. Mungkin pada tulisan mendatang akan saya coba paparkan lebih detil lagi bidang bidang apa yang bisa dikerjakan di rumah.
Teori atau ILMU ya sudah pasti memegang peranan cukup penting dalam melakukan bisnis di rumah sebab dengan ilmu dan pengetahuan yang memadai bisa amat bermanfaat dalam menunjang aktifitas bekerja di rumah. Namun praktek langsung berbisnis di rumah jauh lebih kena dan proses meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemahaman akan bekerja di rumah bisa dilakukan bersamaan. TEORI dipelajar, namun PRAKTEK jalan terus, ibarat pisau yang terus diasah karena selalu digunakan agar tampak tajam selalu. Hmmm. Nah kalaw sudah begini, tentu para pembaca setia blog akan menunggu tulisan mendatang saya bukan? heheheh apa saja tuh bidang bisnis yang prospek yang bisa dikerjakan di rumah? Tunggu dan nantikan saja ya Insya Allah akan saya sampaikan. Daaaaaaaaaag
Dalam dunia perkantoran modern dan juga manajemen terbaru saat ini orang cenderung memilih opsi yang terakhir yakni menerima pembayaran gaji atau upahnya dalam bentuk masuk ke dalam rekening banknya. Selain untuk menghindari antrean dalam mengambil gaji, manfaat lainnya adalah sang pegawai tidak harus mengambilnya hari itu, dan dia bisa mengambil gajinya di tempat lain yang tergabung daam jaringan bank miliknya itu, Nah banyak kemudahan memang.
Memang suatu kebanggaan tersendiri jika seseorang sudah mampu bekerja mandiri dan menghasilkan uang yah tentu saja bekerja yang halal. Namun dalam prespektif cara pandang seseorang terhadap jenis pekerjaan seseorang tentu saja berbeda beda. Baik dan hal yang biasa bagi si pelaku yang mengerjakan pekerjaan itu, namun dipandang rendah bagi pihak lain, Sebagai contoh posisi sebagai penjual kue, nah sepele rasanya orang berdagang kue tapi mereka juga "pahlawan devisa" bagi keluarganya. Nah apapun pekerjaan kita sejauh itu HALAL, SAH, dan BAIK boleh boleh saja dilakukan.
Bekerja Di Rumah : Alternatif
Nah untuk bahasan yang terakhir ini dan memang sesuai dengan tema tulisan singkat saya pada hari ini adalah melakukan pekerjaan di rumah. Konteks kekinian yang saya maksud adalah bukan pekerjaan bersifat domestik, yakni urusan tetek bengek rumah tangga (ini bagi yang sudah berkeluarga-red) yang sudah pasti akan dihebohkan dengan riuh rendah dan hiruk pikuk anak anak disamping juga disibukkan oleh aktifitas kita sehari hari baik sebagai kepala rumah tangga ataupun sebagai suami (bagi yang sudah berkeluarga-red). Nah yang saya fokuskan di sini adalah pekerjaan yang berpotensi memicu pemasukan (earning) yang ternyata bisa dilakukan di rumah masing masing. Ah masa sih? Bukankah streotif dan stigma selama ini adalah orang yang bekerja mencari nafkah harus keluar dari rumah? Oh tidak tidak sama sekali, walaupun sifatnya normal normal saja. Bekerja di luar rumah mencari nafkah adalah hal yang biasa, namun yang unik adalah jika pekerjaan yang dilakukan itu dilakukan di rumah. Wah ini dia yang dicari cari orang selama ini.
Saya jadi ingat tulisannya mas Eddy Setiawan, pakar Google Adsense yang sudah kondang di Kalbar ini pernah menulis diblognya bahwa bekerja di rumah jauh lebih tenang disamping bisa dilakukan kapan saja tanpa harus memikirkan jam bekerja, selain itu juga bisa bersantai dan bisa mengawasi anak anaknya di rumah. Hmm suatu ungkapan yang indah terdengarnya, namun apakah memang demikian kenyataannya? Nah untuk menjawab pertanyaan ini tentu yang bisa menjawabnya adalah mereka mereka yang sudah mengalaminya sendiri. Agak susah jika kita melukiskan sesuatu peristiwa dimana kita sendiri tidak menjadi bagian daripadanya. Nah dalam konsep saya yang awam ini saya rasa bekerja di rumah bisa dilakukan jika anak anak kita sudah beranjak dewasa dan tau bahwa pekerjaan yang dilakukan kedua orangtuanya tidak boleh diganggu. Nah pada umumnya kan beda dari impian. Anak anak masih usia kecil dan manja dan paling senang "merecokin" pekerjaan kedua orangtuanya, nah gimana tuh? Tapi benar kan biasanya memang demikian.
Lalu bidang bidang apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah dan menghasilkan pemasukan buat keluarga? Hmmm banyak banget tulisan di berbagai milis dan media mengenai tips tips bekerja di rumah, dan anda tinggal search saja di Internet, dan berbagai informasi menarik, dan juga menantang tersedia dan anda tinggal mempelajari dan mempraktekannya. Kalaw bisa sih jangan kebanyakan teori , namun lebih fokus kepada praktek di lapangan. Mungkin pada tulisan mendatang akan saya coba paparkan lebih detil lagi bidang bidang apa yang bisa dikerjakan di rumah.
Teori atau ILMU ya sudah pasti memegang peranan cukup penting dalam melakukan bisnis di rumah sebab dengan ilmu dan pengetahuan yang memadai bisa amat bermanfaat dalam menunjang aktifitas bekerja di rumah. Namun praktek langsung berbisnis di rumah jauh lebih kena dan proses meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemahaman akan bekerja di rumah bisa dilakukan bersamaan. TEORI dipelajar, namun PRAKTEK jalan terus, ibarat pisau yang terus diasah karena selalu digunakan agar tampak tajam selalu. Hmmm. Nah kalaw sudah begini, tentu para pembaca setia blog akan menunggu tulisan mendatang saya bukan? heheheh apa saja tuh bidang bisnis yang prospek yang bisa dikerjakan di rumah? Tunggu dan nantikan saja ya Insya Allah akan saya sampaikan. Daaaaaaaaaag











