Friday, December 3, 2010

Bekerja Mandiri? Mengapa Tidak


Dear Blog,

Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS-red) adalah cita cita setiap orang yang ada di Indonesia ini. Suka maupun tidak suka, peminat untuk bisa masuk dan diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) menjadi incaran setiap orang, apalagi bagi Fresh Graduate yang banyak tersebar jumlahnya di seluruh Indonesia. Sudah bukan menjadi rahasia umum, kalaw mereka yang baru lulus Perguruan Tinggi, masih berupaya mencari lowongan pekerjaan untuk bekerja sebagai pegawai kantoran atau setidaknya mempunyai pekerjaan apa saja yang penting "nyantol" dulu.

Namun pengalaman di lapangan tidak semudah membalik telapak tangan. Gelar gelar serenteng di depan maupun dibelakang seseorang bukan menjadi patokan lagi. Dan bahkan untuk jabatan sekelas office boy pun harus bersaing diperebutkan oleh mereka yang bergelar strata satu alias sarjana. Memprihatinkan sekaligus menyedihkan. Mengapa sekarang pun, pemuda pemudi yang baru lulus kuliah atau fresh graduate pun masih menyerbu bursa bursa tenaga kerja dan mendatangi kantor departemen tenaga kerja sekedar melihat lowongan pekerjaan yang mungkin cocok dan tersedia untuknya. Apakah mereka salah? Tentu saja tidak salah. Boleh boleh saja para calon pencari kerja itu mencari informasi lowongan pekerjaan di mana saja. Kalaw ada rezeki dan anda beruntung diterima, tentu akan sangat membahagiakan bukan?

Yang menjadi pertanyaan sekarang, benarkah kesempatan kerja itu hanya untuk mereka yang benar benar Hoki yang dibumbui dengan nasib baik alisa keberuntungan ditambah koneksi berbau nepotisme? Tentu saja tidak selalu demikian. MEmang ada yang seperti itu namun dunia tidak selebar daun kelor. Masih banyak perusahaan perusahaan yang benar benar memperhitungkan aspek Skills dan kemampuan sang calon pencari kerja. Ada perusahaan yang mematok ukuran yang jitu untuk menilai layak tidaknya sang calon pekerja diterima bekerja di perusahaannya misalnya prestasi , pengalaman kerja, pentalaman berorganisasi, kemandirian ,dan kesan pertama sang pencari kerja terhadap kepibradian dalam bentuk Curriculum Vita (CV) si pencari kerja. Serta masih banyak ukuran lainnya.

Jangan Remehkan Magang
Nah satu hal yang harus kamu lakukan jika kamu baru saja lulus Perguruan Tinggi dan bersaing untuk mencari pekerjaan, adalah sikap menghargai mereka mereka yang sudah duluan terjun ke dunia kerja melalui sistim Magang kerja di perusahaan. Jangan remehkan mereka yang sudah magang bekerja di perusahaan. Untuk urusan magang memang biasanya dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan dengan SISGA (sistim ganda-red) mereka yang amat terkenal itu. Para siswa SMK yang belum lulus, sudah dibekali dengan pengalaman MAGANG bekerja di perusahaan. Nah mereka mereka inilah yang memiliki "nilai jual" tinggi untuk bisa merebut satu slot lowongan pekerjaan di perusahaan. Banyak alasan yang mendukung mereka bisa punya kans lebih besar mendapat pekerjaan di dunia kerja.

  1. Para siswa Magang pada umumnya bisa menyerap suasana bekerja dan iklim bekerja di perusahaan yang nota benenya memerlukan kedisiplinan dan ketrampilan. Nah mereka yang magang pada umumnya bisa melihat dari dekat serta mengalami bagaimana suasana dunia kerja yang sesungguhnya.
  2. Para siswa yang magang bisa menyesuaikan diri dengan skills yang diminta dan dikehendaki oleh perusahaan yang bersangkutan terhadapnya. Dengan bekal magang inilah para siswa Magang mempunyai bekal pengalaman kerja yang memadai. Hal ini dibuktikan surat keterangan pengalaman kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat mereka melaksanakan magang.

Nah dua alasan di atas itulah yang membuat para siswa MAGANG memiliki tingkat kecakapan dan pengalaman bekerja di lapangan. Poin yang satu ini diyakini banyak orang memiliki "daya pikat" bagi setiap perusahaan dan kemungkinan anda diterima bekerja di perusahaannya menjadi semakin terbuka lebar. Para lulusan SMK sederajat dengan bekal pengalaman kerja yang cukup jauh lebih terbuka peluang diterima bekerja di dunia kerja daripada seorang insinyur maupun dokterandus yang baru lulus kuliah namun sudah "mengemis" pekerjaan. Persaingan akan semakin ketat. Peraturan sudah jelas siapa yang siap dengan ketrampilan dan pengalaman kerja yang cukup bisa lebih unggul dari mereka yang minim atau sama sekali tidak memiliki pengalaman bekerja.

Mandiri. Mengapa Tidak
Mereka yang putus asa dalam mencari lowongan pekerjaan di dunia kerja biasanya cuma satu tujuan utamanya untuk memperbaiki nasibnya yakni bekerja di Luar Negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Walaupun sudah sering kita dengar nasib para TKI di Luar Negeri yang sangat mengenaskan dan sangat memprihatinkan. Duka para pahlawan Devisa ini semakin lama semakin sangat memilukan. Berbagai kemalangan selalu menimpa para warga kita yang bekerja di LN seperti kasus TKI Sumiati dan lain sebagainya.

Adanya perbaikan nota kesepahaman maupun pendampingan para TKI masih dianggap belum menjadi alternatif penyelesaian kasus kasus TKI di luar Negeri. Ini PR yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia. Hal seperti itulah yang harus mendapatkan perhatian dari Presiden, dan bukannya otak atik urusan Monarki di Jogjakarta. Ngaco nih, apa Presiden kurang kerjaan?

Mungkin jawaban dari itu semua, selain bertarung menjadi PNS dan mencari pekerjaan di dunia kerja, adalah bekerja mandiri. Bekerja mandiri dengan membuka lapangan usaha sendiri sering dipersepsikan adalah mereka yang harus keluaran sekolah bisnis dan mempunyai modal dulu baru bisa membuka usaha mandiri. Maaf. Pendapat ini memang benar, tapi tidak selalu. Berusaha mandiri tidak selalu terkait dengan ada tidaknya MODAL sebagai awal untuk memulai usaha. Bekerja Mandiri lebih disebabkan karena faktor kejelian kita untuk menangkap peluang yang ada di masyarakat. Mandiri lebih terfokus pada kemampuan untuk membaca peluang yang tercipta di masyarakat dengan semangat dan kemauan keras untuk mandiri.

Bagaimana caranya mau usaha sendiri kalaw tidak punya rumah atau toko buat menjual produk. Wah masih banyak kok caranya. Sekarang kan udah jamannya serba Internet, nah manfaatkanlah BLOG gratisan, atau situs gratisan sebagai "showroom" produk kamu di internet, dan kamu bisa manfaatkan situs jejaring pertemanan sosial semacam facebook sebagai media untuk menyebarluaskan produk kamu kepada teman teman facebook. Dari satu mulut ke mulut (Mouth to Mouth system-red) lainnya inilah yang diyakini orang sebagai cara yang ampuh dan terbukti sangat efektif dalam menyebarluaskan informasi produk kamu.

Jadi untuk bekerja secara Mandiri? Ya bisa donk. Mengapa tidak