Saturday, July 24, 2010

Bekerja Adalah Ibadah


Dear Blog

Hari ini aku coba menyampaikan apa sih sebenarnya bekerja yang benar itu?. Banyak orang bertanya tanya bekerja yang bagaimana yang bisa disebut dengan nilai ibadah. Sungguh saya bukanlah seorang Ustadz yang mengerti ilmu fiqih, serta ilmu ilmu lainnya dalam beragama. Walaupun (Alhamdulillah) saya beragama Islam, pemahaman saya terhadap agama Islam masih terus diperbaiki dan masih perlu banyak peningkatan. Bukan karena sebentar lagi akan datang bulan mulia, bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan, adalah sebuah bulan yang sangat diimpi impikan dan diidam idamkan oleh semua umat Islam di seluruh dunia. Sunggu beruntung jika anda masih diberi kesempatan untuk memasuki bulan Ramadhan tahun ini. Namun Bukan, bukan itu inti dari tulisan saya di blog kali ini. Memang sih Saya masih perlu banyak belajar dalam agama Islam, dan begitu juga dengan para pembaca setia blog saya ini. Kita tentu masih sama sama dalam tahap belajar. Tentu semua setuju. Namun yang menjadi catatan saya hari ini adalah bahwa di manapun kita ditempatkan baik bekerja dilingkungan pemerintah, ABRI, maupun sebagai pegawai swasta, bagi siapapun itu dan apa pun agamanya Bekerja sebagai Ibadah adalah cara yang aman untuk menjaga hati kita.

Pertanyaan anda sekalian mungkin seperti ini "Jadi kita bekerja sebagai ibadah gitu ya, walaupun digaji kecil dan mendapat perlakukan sewenang wenang dari atasan atau pimpinan kita gitu ya?". Jawaban dari pertanyaan sederhana ini mungkin ada puluhan bahkan ratusan jawaban dan mungkin semua jawaban itu ada mengena dan ada juga yang kurang pas bagi setiap orang. Setiap orang tentu mempunyai pemhahaman yang berbeda atas pertanyaan sederhana itu. Penafsiran seseorang atas pertanyaan di atas bisa jadi sama dan bisa jadi juga tidak sama antara satu orang dengan orang yang lainnya. Setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya masing masing, dan itulah demokrasi. Demikian juga saya, dan saya punya jawaban sendiri atas pertanyaan itu.

"Jadi kita bekerja sebagai ibadah gitu ya, walaupun digaji kecil dan mendapat perlakukan sewenang wenang dari atasan atau pimpinan kita gitu ya?". Saya akan jawab "Ya, tentu saja mengapa tidak". Dalam dunia yang selalu mengedepankan kehidupan duniawi , kapitalisme, dan harta sebagai TUHANNYA ini, jawabannya tentu saja "tidak". Tapi "ya bisa saja demikian". Tentu saja secara logika, tentu kita tidak akan terima mendapatkan gaji yang tidak layak walaupun sudah banting tulang bekerja keras di dalamnya, dan tentu saja banyak orang yang tidak akan terima mendapatkan perlakuan sewenang wenang dan seenaknya dari bos. Dalam hati kecil kita masing masing tentu akan bertanya " Kalaw kita diperlakukan seenaknya oleh atasan kita, mengapa kita tidak memprotesnya, menentangnya dan melakukan perlawanan untuk memperoleh keadilan?". Bukankah itu hal yang wajar?.

Ya tentu saja wajar jawab saya. Dan anda pun berhak melakukan protes ataupun menolak segala intimidasi dari BOS atau pimpinan terhadap kita para pegawai atau karyawannya. Namun harus dicatat dan diingat bahwa bentuk protes atas ketidakadilan itu sebaiknya dilakukan dengan cara yang santun, elegan , bermoral dan bermartabat sesuai dengan ketentuan Undang Undang Yang berlaku. Kita tidak boleh melakukan cara preman pasar dalam menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan. Kekerasan adalah sesuatu hal yang tidak boleh terjadi dalam lingkungan masyarakat kita yang sebenarnya amat mencintai kedamaian.

Tetapi bagaimana bisa "damai" , kalaw ketenangan bekerja kita "diganggu" oleh BOS atau atasan kita. DIganggu bagaimana? Ya ketenangan kita bekerja "diganggu" oleh ketidakpastian masa depan dalam bekerja. Status pegawai kontrak yang sudah saya sandang melebihi batas kewajaran untuk diangkat sebagai pegawai tetap dilecehkan secara terbuka oleh BOS. Apakah saya layak untuk menuntut keadilan?. Bagaimana pendapat kalian jika sekarang berada dalam posisi sekarang ini?. Dimana sebenarnya keadilan itu sekarang berpihak?. Berpihak kepada yang lemah seperti saya atau keadilan itu hanya datang kepada orang yang disukai BOS saja?. Apakah saya iri atau cemburu?. Oh tidak. Saya tidak iri atau cemburu. Saya hanya menuntut transparansi dalam proses pengangkatan pegawai tetap ini. Dan transparansi ini tidak ada di perusahaan yang konon mengklaim dirinya sendiri sebagai yang terbesar dan terutama di propinsi ini.

Namun dibalik ketimpangan itu semua, tentu masih ada celah keadilan yang layak untuk diperjuangkan bersama sama. Dengan mu, dengan ku, dan dengan kita bersama. Mari kita dudukan persoalan ini dan kita bicara. Bekerja memang ibadah. Bekerja adalah salah satu manifestasi diri kita dalam mengisi umur yang diberikan oleh ALLAH SWT. Kita mencari rezeki dengan cara yang baik, halal dan wajar jika kita mendapatkan perlakukan yang baik, halal dan wajar juga dari BOS atau pimpinan kita. Bukankah itu suatu permintaan yang amat sederhana. Kami semua menuntut keadilan.

Mari kita tetap fokus pada diri kita semua, BEKERJA memang salah satu bentuk Ibadah kita terhadap ALLAH SWT khusus yang bagi yang beragama Islam. Bagi umat agama lain tentu punya cara masing masing agar perasaan dan hati kita dalam bekerja bisa tenang dan damai. Bekerja memang ibadah, namun keadilan tetap harus ditegakkan di atas muka bumi ini. Kapitalisme memang selalu menjadi biang kerok semua penghisapan, penindasan, penjajahan dan pendhzoliman di atas muka bumi ini. Kapitalisme memang sudah saatnya untuk dihancurkan, Mari kita sama sama bahu membahu memperjuangan keadilan dalam bidang pekerjaan masing masing